Anda di halaman 1dari 8

MIKROBIOLOGI TEKNIK Tatap Muka 11

METODE KIMIA PMO

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tujuan Pembelajaran Umum
1. Mahasiswa memahami karakteristik pengendalian MO secara kimia

Tujuan Pembelajaran Khusus


1. Mahasiswa mengetahui karakteristik zat kimia ideal dalam PMO
2. Mahasiswa mengetahui ragam zat kimia dan karakteristiknya
3. Mahasiswa mengetahui cara evaluasi kemampuan zat kimia PMO
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

1. ISTILAH2X DALAM PMO KIMIA


Sterilan : Zat kimia yang melakukan proses sterilisasi
Germisida : Zat kimia yang mematikan sel vegetatif
Disinfektan : Zat kimia yang mematikan sel vegetatif penyebab penyakit
Antiseptik : Zat kimia yang dipakai pada permukaan badan yang
mematikan atau menghambat pertumbuhan sel vegetatif
Sanitizer : Zat kimia yang mematikan MO yang mencemari suatu
wilayah/lingkungan

2. KARAKTERISTIK IDEAL ZAT KIMIA PMO


Aktivitas Anti-Mikroba
- Merupakan kemampuan menghambat atau mematikan MO
- Aktivitas yang tinggi dengan rentang konsentrasi yang luas
Kelarutan
- Larut dalam solven agar aktivitasnya meningkat
Kemampuan Penetrasi
- Aktivitas tidak hanya dipermukaan material tetapi menyebar sampai ke
dalam bahan
Kehomogenan
- Keseragaman dalam komposisi pada setiap pemakaian
- Zat aktif yang ditambahkan tidak menggumpal/mengendap
Ketidak-aktifan Minimum
- Kombinasi zat anti-mikroba dengan material asing (protein, lipid, dll)
mengakibatkan zat menjadi tidak aktif
- Menurunkan konsentrasi dan aktivitas zat kimia
Aktivitas Pada Suhu Normal
- Sesuai dengan suhu lingkungan
- Tidak butuh penaikan/penurunan suhu pada pemakaiannya
Kestabilan
- Aktivitas anti-mikroba tidak hilang jika disimpan
Non-Toksik
- Tidak meracuni manusia atau hewan
Keamanan
- Tidak merusak bahan (kain, logam, dll)
Bau
- Tidak berbau atau setidaknya memiliki bau yang enak
Kemampuan Deterjen
- Memiliki kemampuan pembersihan sehingga MO dapat lepas dari
permukaan
Ketersediaan & Biaya
- Mudah didapatkan
- Harganya murah

3. KELOMPOK DISINFEKTAN & ANTISEPTIK


Persenyawaan Fenol & Turunannya
- Aktivitas anti-mikroba yang tinggi (menjadi zat patokan dalam evaluasi
aktivitas kelompok disinfektan dan antiseptik)
- Mematikan sel vegetatif MO
- Berbahaya : beracun, berbau tidak enak
- Mode Aksi :
Merusak permeabilitas membran sitoplasma sehingga terjadi
kebocoran zat-zat intraseluler
Menguraikan dan menon-aktifkan protein (enzim)
- Jenisnya :
Lisol
Larutan sabun yang mengandung fenol atau turunannya
Heksaklorofen
Pemakaian yang terbatas dalam sabun, kosmetik, sabun, sampo, dll
Alkohol
- Sangat efektif mematikan sel vegetatif bahkan virus pada konsentrasi
yang tinggi
- Memiliki kemampuan deterjen
- Jenis : Etanol (60%, 70%, 90%) dan iso-propanol 90%
- Mode Aksi :
Menguraikan protein
Melarutkan lipida

Iodin & Turunannya


- Sangat efektif mematikan sel vegetatif dan endospora
- Mode Aksi :
Mengoksidasi zat-zat metabolik (reaksi dengan enzim mengakibatkan
enzim menjadi tidak aktif)
- Jenisnya :
Tingtur
Larutan iodin beralkohol (2% I+2% NaI+70% alkohol ; 7% I+5%
NaI+83% alkohol)
Iodofor
Senyawa komplek iodin dengan zat pengikat dan pelarut-nya
seperti providon-iodin (iodin + polivinilpirolidon)

Klorin & Turunannya


- Sangat efektif tetapi cukup berbahaya
- Dalam air akan membentuk asam klorida dan asam hipokloris
- Asam hipokloris akan terurai lebih lanjut menjadi asam klorida dan
radikal oksigen
- Mode aksi :
Asam klorida dan radikal oksigen merupakan oksidator yang merusak
zat seluler (protein, lipida)
- Jenisnya :
Gas klorin
Disinfektan yang sangat efektif pada konsentrasi yang rendah
(konsentrasi sekitar 0,5-1,0 ppm)
Kemampuan penetrasi yang tinggi
Hipoklorit (sodium hipoklorit, kalsium hipoklorit)
Sanitizer pada konsentrasi tinggi (5-12%)
Disinfektan pada konsentrasi rendah (1%)
Logam Berat (Hg, Pb, Ag, Cu, Zn) & Turunannya
- Sebagian besar korosif dan beracun
- Aktivitasnya tinggi dengan kuantitas yang rendah
- Mode Aksi : Menon-aktifkan enzim (bereaksi dengan komponen enzim)
- Jenisnya :
Tembaga sulfat
Efektif membasmi jamur, lingkungan air terbuka
Persenyawaan Zn
Efektif membasmi jamur, dll
Persenyawaan organik mengandung raksa
Sangat efektif pada kosentrasi rendah. Toksisitasnya rendah
Larutan perak nitrat
Disinfektan kulit, terkadang digunakan sebagai antibiotik

Persenyawaan Amonium Kuartener


- Sangat efektif bahkan pada konsentrasi rendah
- Menghambat pertumbuhan MO
- Toksisitas rendah, sangat stabil dan tidak korosif
- Mode Aksi :
Denaturasi senyawa protein
Merusak membran sitoplasma

4. KELOMPOK STERILAN
Etilen Oksida
- Zat berbahaya (beracun, mudah terbakar). Dicampur dengan karbon
dioksida atau freon untuk keamanan
- Penetrasinya tinggi
- Butuh waktu sterilisasi yang cukup lama dan konsentrasi yang tinggi
- Sterilisasi peralatan medis, lingkungan terisolasi

-Propiolakton
- Cukup berbahaya
- Penetrasinya rendah
- Lebih aktif dibanding etilen oksida (waktu dan konsentrasi yang rendah
untuk sterilisasi)
- Sterilisasi peralatan medis
Glutaraldehid
- Tidak berbahaya
- Mempunyai spektrum sterilisasi yang tinggi pada konsentrasi yang
rendah (2%)
- Sterilisasi peralatan medis, lensa, instrumentasi dll

Formaldehid
- Zat toksik
- Aktivitasnya tinggi
- Sterilisasi dan disinfeksi instrumentasi dan lingkungan tertutup
- Jenis :
Formalin
Larutan encer dengan konsentrasi formaldehida 37-40% dan
ditambah metanol 10-15%

DISINFEKTAN / LEVEL
KONSENTRASI APLIKASI
ANTISEPTIK AKTIVITAS
Persenyawaan Fenol
Disinfeksi obyek Rendah
Heksilresorsinol Larutan encer
instrumen, lantai, meja, s/d
o-Fenilfenol 0,5-3,0%
termometer Sedang
Kresol
Alkohol
Disinfeksi kulit,
Etanol
70-90% peralatan bedah, Sedang
Isopropanol
termometer
Alkohol + Iodin
Iodin Disinfeksi kulit, luka,
70% +
Iodofor gores, air bersih, kolam Sedang
0,5-2,0% I
Tincture renang
Persenyawaan Klorin Disinfeksi air,
Hipoklorit 0,5-5,0 g/L permukaan non-logam, Rendah
Kloramin peralatan RT
Senyawa Amonium Sanitasi lingkungan dan
0,1-2,0% Rendah
Kuarterner permukaan
Persenyawaan Merkuri 1,0% Disinfeksi kulit, Rendah
Metiolat instrument, pengawetan
Merkurokrom material biologis
5. METODE EVALUASI KEMAMPUAN DISINFEKTAN & ANTISEPTIK
Analisa laboratorium untuk memprediksi kemampuan aktual zat

METODE EVALUASI PROSEDUR


Siapkan beberapa larutan disinfektan dengan
konsentrasi berbeda dalam tabung reaksi
Tambahkan kedalam setiap tabung sejumlah suspensi
MO (tester)
Teknik Pengenceran
Setelah beberapa saat, sejumlah material dari setiap
(Media Cair)
tabung diinokulasi pada permukaan media cair (satu
media per satu larutan)
Inkubasi selama 1-2 hari
Amati pertumbuhan tester
Inokulasi tester pada permukaan beberapa media
Tempatkan sejumlah kecil disinfektan dengan
Teknik Media Agar
konsentrasi berbeda di pertengahan media
(Media Padat)
Inkubasi 1-2 hari
Amati pertumbuhan tester
Siapkan beberapa tabung reaksi larutan disinfektan &
larutan standar fenol (jumlah sama)
Setiap tabung diinokulasi dengan tester
Teknik Koefisien
Pada interval waktu yang berbeda, setiap larutan
Fenol
diinokulasi pada media tumbuh cair
Inkubasi selama 1-2 hari
Amati pertumbuhan tester

PERTUMBUHAN MO
DISINFEKTAN RASIO DILUSI
5 10 15
1 : 100 - - -
1 : 125 + - -
Disinfektan X 1 : 150 + - -
1 : 175 + + -
1 : 200 + + +
1 : 90 + - -
Larutan Fenol
1 : 100 + + +
Koefisien Fenol disinfektan X = 150/90 = 1,60
Koefisien Fenol : Daya basmi suatu disinfektan dibandingkan dengan fenol
AKTIVITAS ANTI-MIKROBA PERSENYAWAAN
KOEFISIEN FENOL
SENYAWA Salmonella Staphylococcu Mycobacterium Candida
typhi s aureus tuberculosis albicans
Fenol 1,0 1,0 1,0 1,0
o-Kresol 2,3 2,3 2,0 2,0
m-Kresol 2,3 2,3 2,0 2,0
p-Kresol 2,3 2,3 2,0 2,0
4-Etil Fenol 6,3 6,3 6,7 7,8
2,4-Dimetil Fenol 5,0 4,4 4,0 5,0
Metanol 0,026 0,030 - -
Etanol 0,040 0,039 - -
n-Propanol 0,102 0,082 - -
Iso-Propanol 0,064 0,054 - -
n-Butanol 0,273 0,220 - -

MANAJEMEN ASEPTIK
Untuk menghindari kontaminasi terhadap media, kultur MO, peralatan yang
telah dibersihkan dari MO, maka perlu dilaksanakan suatu pengelolaan
aseptik secara efektif agar faktor-faktor penyebab kontaminasi dapat diredam
Beberap faktor penyebab kontaminasi seperti berasal dari lingkungan,
manusia, hewan, udara, DLL. Yang dominan adalah berasal dari udara
Teknik aseptik yang dapat diterapkan :
Ruang Kerja
- Tidak ada aliran udara / aliran udara minimum (terisolasi)
- Harus bersih
- Jendela, pintu dalam keadaan tertutup
- Gunakan lampu germisidal/UV dan transfer room jika perlu

Manusia
- Mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan setelah bekerja
- Gunakan masker jika perlu

Peralatan
- Peralatan harus bersih.
- Peralatan gelas dikeringkan terlebih dahulu dalam oven pemanas 24
jam pada 105C
- Jarum inokulasi (streaker wire/glass spreaser) harus disterilisasi
- Gunakan pipet steril atau mikropipet

Meja Kerja
- Harus bersih
- Jika akan digunakan lap dulu dengan alkohol dan pastikan api Bunsen
menyala
- Yang paling baik adalah ada lemari inokulasi

Cawan Petri/Tabung reaksi


- Pastikan dalam keadaan steril
- Jika akan digunakan cawan Petri harus dibuka sedikit saja sedangkan
tabung reaksi harus dimiringkan agar kontak dengan udara minimum

Lingkungan
- Harus kering dan bersih
- Kontak minimum dengan serangga DLL