Anda di halaman 1dari 3

10 cara penentuan sampel menurut para ahli

1. Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk
menentukan ukuran sampel :

a. Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan
penelitian
b. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya),
ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
c. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel
sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
d. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat,
penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai
dengan 20

2. Menurut Arikunto (2008:116) Penentuan pengambilan Sample sebagai berikut :


Apabila kurang dari 100 lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan
penelitian populasi. Jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-
55% atau lebih tergantung sedikit banyaknya

3. Frankel dan Wallen (1993:92) menyarankan besar sampel minimum untuk :

a. Penelitian deskriptif sebanyak 100


b. Penelitian korelasional sebanyak 50
c. Penelitian kausal-perbandingan sebanyak 30/group
d. Penelitian eksperimental sebanyak 30/15 per group

4. Malhotra (1993) memberikan panduan ukuran sampel yang diambil dapat ditentukan dengan
cara mengalikan jumlah variabel dengan 5, atau 5x jumlah variabel. Dengan demikian jika
jumlah variabel yang diamati berjumlah 20, maka sampel minimalnya adalah 5 x 20 = 100

5. Arikunto Suharsimi (2005) memberikan pendapat sebagai berikut : ..jika peneliti memiliki
beberapa ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat menentukan kurang lebih 25
30% dari jumlah tersebut. Jika jumlah anggota subjek dalam populasi hanya meliputi antara
100 150 orang, dan dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan angket, maka
sebaiknya subjek sejumlah itu diambil seluruhnya. Namun apabila peneliti menggunakan
teknik wawancara dan pengamatan, jumlah tersebut dapat dikurangi menurut teknik sampel
dan sesuai dengan kemampuan peneliti.

6. Joseph F.Hair (1998), untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi yang tidak bisa
dihitung adalah sebagai berikut :

Dianjurkan di atas 30 sampel.

Untuk survei bisnis , sampel sekitar 100 dianggap memadai.

Atau berkisar 15 sampai 20 kali dari variabel bebas

7. Gay dan Diehl (1992) berpendapat bahwa sampel haruslah sebesar-besarnya. Pendapat Gay
dan Diehl (1992) ini mengasumsikan bahwa semakin banyak sampel yang diambil maka
akan semakin representatif dan hasilnya dapat digenelisir. Namun ukuran sampel yang
diterima akan sangat bergantung pada jenis penelitiannya.

* Jika penelitiannya bersifat deskriptf, maka sampel minimunya adalah 10% dari populasi

* Jika penelitianya korelasional, sampel minimunya adalah 30 subjek

* Apabila penelitian kausal perbandingan, sampelnya sebanyak 30 subjek per group

* Apabila penelitian eksperimental, sampel minimumnya adalah 15 subjek per group

8. Menurut Pamela L. Alreck dan Robert B. Seetle dalam buku The Survey Research
Handbook utk Populasi yg besar sampel minimum kira-kira 100 responden dan sampel
maksimum adl 1000 responden atau 10% dgn kisaran angka minimum dan maksimum.

9. L.R Gay dalam buku Educational Research menyatakan bahwa utk riset deskriptif besar
sampel 10% dari populasi riset korelasi 30 subjek riset kausal komparatif 30 subjek per
kelompok dan riset eksperimental 50 subjek per kelompok.
10. Slovin (1960) menentukan ukuran sampel suatu populasi dengan formula

n=N/(N(d)^2+1)

n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.

Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah
5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

n=125/(125.(0,05)^2+1)=95,23, dibulatkan 95