Anda di halaman 1dari 9

MANIFESTASI PANAS BUMI

Manifestasi panas bumi merupakan gejala dipermukaan yang merupakan ciri


terdapatnya potensi energi panasbumi. Bukti kegiatan panas bumi dinyatakan oleh
manifestasi-manifestasi di permukaan, menandakan bahwa fluida hidrotermal yang berasal dari
reservoir telah keluar melalui bukaan-bukaan struktur atau satuan-satuan batuan
berpermeabilitas.
Klasifikasi manifestasi panas bumi:
1. Difusi
Peristiwa mengalirnya fluida dari reservoir ke permukaan akibat adanya perbedaan
konsentrasi.
Terdiri atas dua, yaitu :
a. Warm Ground
b. Hot Ground

a. Warm Ground (Tanah Hangat)

Salah satu pertanda adanya potensi geothermal di suatu area adalah tanah hangat (warm
ground). Tanah hangat ditandai dengan temperatur sebuah area tanah yang lebih tinggi
dibandingkan dengan temperature tanah di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena suhu yang
lebih tinggi pada batuan bawah permukaan berpindah secara konduksi menuju batuan yang ada
di atas permukaan.

Wilayah bumi berdasarkan temperatur tanahnya dibagi menjadi dua yaitu kasawasan
non thermal dan kawasan thermal. Kawasan non thermal memiliki gradien temperatur berkisar
10-40C/km. Kawasan thermal terbagi menjadi dua, yaitu kawasan semi thermal dengan
gradient temperature 70-80C/km dan kawasan hiperthermal dengan gradient temperature yang
sangat tinggi sehingga sering dinyatakan dalam C/cm

b. Hot Steaming Ground (Tanah Beruap)


Hot steaming ground adalah hasil dari konduksi panas bawah tanah yang menyebabkan
terciptanya uap panas yang keluar dari bawah tanah. Uap panas naik ke sekitar permukaan
tetapi tidak benar-benar habis. Uap mengembun dan menguras pergi tanpa dilepaskan ke
atmosfer. Lapisan tipis dari uap mengembun dibawah kondisi udara lembab. Jika udara kering,
maka tidak ada uap yang diamati. Uap panas yang keluar dari bawah tanah ini dapat menjadi
indikasi bahwa keadaan bawah permukaan daerah tersebut sangat panas dan terdapat akifer
sumber air tanah yang dapat dimanfaatkan dalam eksplorasi energi panas bumi.

2. Direct Discharge
Merupakan manifestasi yang terjadi dipermukaan bumi.
Terdiri atas 5, yaitu :
a. Mud Pool
b. Hot Pool
c. Hot Spring
d. Fumarol
e. Solfatara
a. Mud Pools (Kolam Lumpur)

Mud pools merupakan bagian dari mata air panas asam atau fumarole dengan air yang
terbatas. Mud pools terbentuk ketika uap dan gas muncul dibawah kolam air hujan. Gas-gas
tersebut bereaksi dengan batu untuk memproduksi tanah liat, yang membuat campuran lumpur
di kolam. Ini biasanya membentuk genangan lumpur yang mendidih. Asam dan
mikroorganisme mengurai sekeliling batu menjadi lempung dan lumpur. Lumpur pada mudpot
membentuk sifat yang kental dan sering mendidih, maka dari itu sering disemprotkan dari
mudpot tersebut. Lalu membentuk semacam gunung lumpur mini, bisa mencapai ketinggian 3-
5 meter. Meskipun mudpots sering disebut "gunung lumpur". gunung lumpur yang sebenarnya
sangat berbeda di alam. Lumpur mudpot yang umumnya putih warna keabu-abuan, tapi
kadang-kadang diwarnai dengan kemerahan atau bintik-bintik merah muda dari senyawa besi.
Bentuk Mudpots dalam geotermal area dengan temperatur tinggi, dimana air dengan suplai
pendek. Sedikit air yang naik ke permukaan di tempat dimana tanah kaya akan debu vulkanik,
clay (lempung) dan partikel halus lainnya. Ketebalan dari lumpur biasanya berubah sepanjang
musiman tabel air.

b. Hot Pools (Kolam Panas)

Kolam panas terbentuk karena adanya aliran air panas dari bawah permukaan melalui
rekahan-rekahan batuan. Pada permukaan air terjadi penguapan yang disebabkan oleh
perpindahan panas dari permukaan air ke atmosfer. Kolam panas terbagi menjadi tiga, yaitu
calm pools, boiling pools, dan ebullient pools. Temperature pada calm pools umumnya berada
di bawah titik didih sehingga kecepatan aliran air pada kolam ini kecil sekali. Pada boiling
pools temperature air merupakan titik didihnya, hal ini menyebabkan sering kali terjadi
semburan air. Boiling pools juga sering diklasifikasikan sebagai mata air panas. Ebullient pools
merupakan kolam panas dengan air yang bergejolak disebabkan oleh letupan-letupan kuat yang
muncul tidak beraturan. Letupan-letupan ini disebabkan karena terlepasnya uap panas dari
dalam air. Letupan-letupan yang lebih kecil dapat disebabkan oleh adanya non-condensible gas
seperti CO2

c. Hot Spring (Mata Air Panas)

Mata air panas juga merupakan salah satu petunjuk adanya sumber daya panasbumi di
bawah permukaan. Mata air panas merupakan mata air yang sumber airnya berasal dari air
tanah yang memiliki suhu yang tinggi akibat pemanasan secara geothermal, dimana adanya
aliran air tanah yang bersuhu tinggi muncul ke permukaan melalui rekahan-rekahan batuan.

Gambar Kaitan Mata Air Panas sebagai Manifestasi Permukaan dari Geothermal
Bentuk dari mata air panas yang berada di permukaan juga memiliki berbagai macam
jenis. Mata air panas yang muncul di kawasan gunungapi sering mengalami pemanasan oleh
magma, yang menyembur ke permukaan bumi karena adanya tekanan uap di bawah
permukaan, yang sering kita sebut sebagai Geyser.
Sifat kimia air dari mata air panas seringkali digunakan untuk mengetahui jenis
reservoir di bawah permukaan. Mata air panas yang bersifat asam merupakan manifestasi
permukaan dari sistem panasbumi yang didominasi uap, sementara mata air panas yang bersifat
netral merupakan manifestasi permukaan untuk sistem panasbumi yang didominasi air.
Pemanfaatan mata air panas sangat bervariasi. Selain dalam ekplorasi energi
sumberdaya panasbumi, mata air panas juga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh manusia.
Salah satu contohnya yaitu dengan adanya pemanfaatan mata air panas sebagai sumber air
pemandian air panas sebagai bagian dari pemanfaatan dari segi pariwisata. Uap air yang
dihasilkan dari mata air panas juga dapat dimanfaatkan sebagai penggerak mesin turbin
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dari segi kesehatan, uap air dari mata air panas juga
sering dimanfaatkan sebagai spa

d. Fumarol

Fumarole adalah lubang kecil yang memancarkan uap panas kering (dry steam) atau
uap panas yang mengandung butiran-butiran air (wet steam) dengan kecepatan tinggi.
Tingginya kecepatan dari fumarole sendiri seringkali menimbulkan suara bising. Fumarole
memiliki kandungan gas yang beraneka ragam. Apabila uap tersebut mengandung gas H2S
maka manifestasi permukaan tersebut disebut solfatar, sedangkan fumarole yang
memancarkan uap dengan kandungan asam boric tinggi umumnya disebut soffioni.
Hampir semua fumarole yang merupakan manifestasi permukaan dari sistim dominasi
air memancarkan uap panas basah. Temperatur uap umumnya tidak lebih dari 100C. Fumarole
jenis ini sering disebut fumarole basah (wet fumarole). Pada daerah dimana terdapat sistim
dominasi uap selain wet fumarole juga terdapat istilah dry fumarole, yaitu fumarole yang
memancarkan uap bertemperatur tinggi sekitar 100-150C. Fumarole jenis ini sangat jarang
dijumpai di alam.
e. Solfatara

Solfatara adalah fumarol yang mengeluarkan gas-gas oksida belerang (seperti


SO2 dan SO3), selain karbon dioksida (CO2)dan uap air(H2O). Solfatara mudah dikenali karena
udara sekitarnya berbau busuk seperti kentut, sebagai bau khas gas-gas oksida belerang. Dalam
konsentrasi tinggi, gas emisi ini juga berbahaya bagi hewan dan manusia.

3. Intermittent Discharge
Merupakan Peristiwa letusan yang relatif kecil namun terjadi berkali-kali. Contoh : Geyser

Geyser merupakan mata air panas bumi yang menyemburkan air panas secara intermiten (
selang waktu tak tentu). Ketinggian semburan dan lama semburan bervariasi merupakan
manifestasi sstem dominasi air.
4. Catastrophic Discharge (Hydrotermal Eruption)
Suatu proses erupsi vulkanisme yang mana material-material yang dikeluarkan berupa
mineral-mineral atau batuan ubahan hidrotermal.

Letusan hidrothermal adalah erupsi uap yang membawa tephra atau material kecil yang
merupakan karakter sifat periodik dari banyak area fumarol. Letusan ini membuat kawah kecil
berukuran kurang dari 1000 meter dan dikelilingi oleh endapan silica sinter, travertine dan
lapisan breksi. Letusan hydrothermal terjadi di area dimana tekanan uap dari fluida geothermal
melewati tekanan didih hidrostatik. Letusan ini terdapat pada titik dimana peningkatan
konveksi dari fluida geothermal terhambat oleh lapisan relatif impermeable yang disebut
caprock. Fenomena erupsi hidrothermal merupakan indicator kuat dari reservoir hydrothermal
aktif. Contoh letusan hydrothermal antara lain: Waiotapu (New Zealand), Rotarua ( New
Zealand), Kawah Kamojang (Indonesia), Yangbajing (Tibet)

5. Concealed Discharge
Merupakan Manifestasi yang berbentuk rembesan-rembesan fluida hidrotermal. Contohnya
seepage.
Geothermal Seepages (Rembesan Panas Bumi)

Rembesan panas bumi merupakan salah satu manifestasi permukaan dari sistem
geothermal. Rembesan panas bumi berupa air panas maupun uap air yang keluar ke permukaan
bumi, yang melewati rekahan-rekahan batuan yang ada di atasnya. Sistem yang bekerja pada
rembesan panas bumi ini hampir sama dengan mata air panas, namun yang membedakan dari
kedua manifestasi tersebut adalah dari debit fluida panas yang dikeluarkannya. Rembesan
panas bumi ini juga hampir setipe dengan fumarol, karena bentuk fluida yang dikeluarkan juga
hampir sama. Rembesan bisa masuk ke sungai atau ke danau. Sebuah sungai rembesan bisa
diidentifikasi dengan membedakan konstituen tidak reaktif di atas dan di bawah rembesan
keluar. Dapat bercampur di atas maupun dibawah aliran sungai.

Salah satu parameter yang dapat di gunakan untuk mengetahui keberadaan potensi
panasbumi adalah keberadaan manifestasi panasbumi. Berikut ini adalah beberapa istilah
dalam penyebutan manifestasi panasbumi :

Fumarole adalah lubang kecil yang memancarkan uap panas kering (dry steam) atau

uap panas yang mengandung butiran-butiran air (wet steam). Apabila uap tersebut

mengandung gas H2S maka manifestasi permukaan tersebut disebut Solfatar. Fumarole

yang memancarkan uap dengan kandungan asam boric tinggi umumnya disebut

Soffioni.

Hot Spring / Sumber mata air panas, banyak digunakan oleh masyrakat di Indonesia

untuk tempat wisata misal Cangar, Songgoriti dll.

Geyser didefinisikan sebagai mata air panas yang menyembur ke udara secara

intermitent (pada selang waktu tak tentu) dengan ketinggian air sangat beraneka ragam,

yaitu dari kurang dari satu meter hingga ratusan meter. Geyser merupakan manifestasi

permukaan dari sistim dominasi air.

Steam Ground, tanah panas / beruap.

Alterasi hidrothermal merupakan proses yang terjadi akibat adanya reaksi antara batuan

asal dengan fluida panasbumi. Batuan hasil alterasi hidrotermal tergantung pada

beberapa faktor, tetapi yang utama adalah temperatur, tekanan, jenis batuan asal,

komposisi fuida (hususnya pH) dan lamanya reaksi. Mineral hidrothermal yang

dihasilkan di zona permukaan biasanya adalah kaolin, sulphur, residue silika dll.

Hydrothermal alteration is a general term embracing the mineralogical, textural, and


chemical response of rocks to achanging thermal and chemical environment in the
presence of hot water, steam, or gas (Henley and Ellis, 1983)
Secara umum Alterasi panasbumi yang banyak ditemukan adalah sebagai berikut :

Travertin adalah jenis karbonat yang diendapkan di dekat atau permukaan; ketika air

meteorik yang sedang bersirkulasi mengalami pemanasan oleh magma dan bereaksi

dengan batuan karbonat. Biasanya terbentuk sebagai timbunan/gundukan di sekitar

mata air panas, dapat digunakan sebagai indikator reservoir panas bumi temperatur

rendah (<125 C).

Silika sinter adalah endapan silika di permukaan yang berwarna keperakan. Silika

sinter merupakan manifestasi pernukaan dari sistim panasbumi yang didominasi air.

Endapan ini dapat digunakan sebagai indikator yang baik bagi keberadaan reservoir

bersuhu >175 C (High Entalphy Geothermal System).

Keberadaan manifestasi panasbumi merupakan salah satu cara termudah mendeteksi


keberadaan potensi panasbumi suatu daerah, tetapi perlu di ingat bahwa daerah yang tidak
memiliki manifestasi panasbumi tidak memiliki potensi energi panasbumi. Daerah yang di
duga memiliki potensi panasbumi tetapi tidak memiliki manifestasi panasbumi disebut daerah
dengan Hidden Geothermal System. Sebagai contoh adalah di daerah Gunung Wilis Jawa
Timur, tidak dijumpai adanya manifestasi berupa tanah panas, kolam air panas dan tanah panas
tetapi manifestasi yang muncul berupa hidrotelmal alteration yang sangat sukar ditemukan
karena tertutup oleh outcrop.