Anda di halaman 1dari 7

ALAT ALAT PEMANCANG TIANG PANCANG

Metode Jack-In Pile (Hydarulic)

Metode JACK-IN Pile adalah metode pemancangan dengan menggunakan Mesin


Pancang Hydraulic dimana proses pemancang tiang pancang dengan memberikan tekanan

Jenis-Jenis Alat Pemancangan Tiang Pancang

beban secara STATIS (beban tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis
kerjanya) pada tiang pancang, penekanan/pemancangan tiang akan berhenti bila tiang telah
mencapai tanah keras aktual (bisa sesuai data sondir report dan bisa juga kurang atau lebih dalam
dari kedalaman sondir).

Berikut merupakan beberapa kelebihan jika menggunakan metode mesin pancang Hydraulic.

Menghasilkan Daya dukung Gesek tanah yang lebih baik karena metoda hydraulic jack-
in (metoda penetrasi tekan statis) sehingga tanah yang tadinya mendorong kesamping
akibat penetrasi tiang, dalam beberapa jam tanah yang terdorong akan kembali menjepit
tiang dan memberikan daya dukung tambahan (friksi tanah terhadap tiang akan semakin
besar).
Tidak menghasilkan suara bising seperti pada hammer (umumnya menggunakan Silent
Genset sebagai main power untuk aktifitas mesin hydraulic jack in) sehingga tidak
menghasilkan polusi asap yang cukup berarti.
Output pekerjaan/ produktifitas kerjanya lebih baik daripada hammer (untuk pekerjaan
pemancangan dimana penetrasi max adalah rata tanah, minimum 300m' / hari ~ 10jam
kerja/hari).
Tidak menimbulkan getaran disekeliling sehingga aman buat bangunan di dekatnya
(Minim Retak Struktural pada bangunan tetangga).
Tidak diperlukan loading test beban aksial, karena mesin hydraulic jack-in dilengkapi
dengan pressure gauge (MPA) sehingga beban aksial aktual dapat diketahui dari
pembacaan nilai MPA pada pressure Gauge diinstrument mesin.

Selain kelebihan yang didapat dari metode ini, metode ini juga memiliki beberapa kekurangan.
Diantaranya adalah:.

Tidak maksimal pengerjaannya jika terjadi hujan karena bila tiang diperlukan
welding/pengelasan sambungan maka proses penyambungan tiang pancang.butuh waktu
lama.
Jika menggunakan Mesin Hydraulic Jack In Robot lambat untuk berpindah dari satu titik
ke
titik
pemancangan yang lain, sedangkan jika menggunakan Mesin Hydraulic Jack In dengan
roda Crawler : cepat untuk berpindah dari satu titik ke titik pemancangan yang lain, akan
tetapi tidak terlalu baik dalam pressure pemancangan dan kurang siku (tergantung
permukaan tanah yang menjadi landasan).
Pada saat mobilisasi mesin kelokasi proyek mesin Hydraulic jack-in sangat tergantung
terhadap ketersediaan Tronton dan crane service (Mobile Crane). Sedangkan dalam
proses pemancangan bila mesin tidak dilengkapi dengan crane maka harus disediakan
juga diproyek crane service (Mobile Crane) dimana fungsi dari crane disini adalah
sebagai alat untuk mengangkat tiang pancang dimasukkan ke dalam penjepit hydraulic
jack dan pemancangan pun dapat diilakukan

Metoda Pelaksanaan Pemancangan dengan Hydraulic Jack In:

1. Perkerjaan persiapan.
Kontraktor pancang harus menerima beberapa dokementasi pendukung pekerjaan dari
pemberi kerja antara lain : Sondir Report dan atau Data Bor Log, Lay out drawing titik
pancang dan working load rencana untuk kemudian diketahui berapa tiang ukuran yang
akan dipakai.
Kontraktor pancang memberikan proposal kerja berupa penawaran (quotation), time
schedule produksi tiang dan pelaksanaan, bila diperoleh kesepakatan maka akan
ditindaklanjuti dengan survey lokasi; dimana harus dipastikan akses kelokasi cukup baik
dan tanah dilokasi harus merupakan tanah padat untuk menghindari tronton dan crain
service ambles ketika mobilisasi kelokasi.

1. Mobilisasi Mesin

Persiapan Mobilisasi dari Workshop

Mobilisasi mesin menggunakan 5 tronton + 1


Setting Mesin Menggunakan Crane Service
Crane Service

Mesin pancang hydraulic jack in kapasitas 120 ton telah siap untuk digunakan
2. Pemancangan.
Suplay/kedatangan tiang pancang keproyek dipersiapan sedemikian mungkin sesuai
dengan kebutuhan harian pemancangan.
Mengangkat tiang pancang menggunakan crane dan kemudian dimasukkan ke dalam
grip(jepit) pada mesin hydraulic jack-in. Tiang ditekan secara statis ke dalam
tanah. Sebagai tambahan : jarak terdekat titik pancang kedinding tetangga adalah 70-80
cm (seperti terlihat pada gambar) menggunakan Grip Ujung dengan kapasitas maksimum
= +/-50% dari kemampuan mesin. Sedangkan bila menggunakan Grip Tengah maka
Kapasitas Tekan ketika tiang pancang ditekan ke dalam tanah dapat dibaca nilai MPA
pada Pressure Gauge yg menunjukkan kekuatan daya dukung tanah.
Apabila tiang pancang tinggal 2 meter dr permukaan tanah dan belum mencapai MPA
yang diinginkan maka tiang disambung dgn tiang pancang berikutnya. Proses
penyambungannya dengan pengelasan (welding), dimana pada masing ujung tiang
pancang terdapat plat baja yg gunanya untuk media penyambungan.
Apabila tiang pancang yang kedua tinggal 2 meter dr muka tanah dan kedalaman
pemancangan sudah hampir mendekati kedalaman sondir dan MPA bacaan pada pressure
gauge sudah hampir mendekati MPA yang diinginkan, maka untuk tiang berikutnya
dimasukkan alat bantu yg berupa baja solid yg bentuknya sama dgn tiang pancang (tiang
doly) agar diharapkan tiang dapat terdorong rata tanah ataupun didorong lebih jauh lagi
masuk kedalam tanah (jika nantinya hendak digali untuk pembangunan basement).
Apabila Mesin pancang telah mencapai MPA yang diinginkan, dapat ditandai dengan
bacaan pada pressure gauge dan apabila dorongan mesin sudah melewati kemampuan
mesin maka mesin akan terangkat sebagian ini pertanda bahwa pemancangan sudah
mencapai tanah keras maka proses pemancangan sudah selesai.

Sumber : http://indopile.blogspot.com/
A. Metode Diesel Hammer

Diesel Hammer adalah sebuah alat yang digunakan untuk memancang/memukul tiang
pancang ke dalam tanah yang digunakan untuk pondasi sebuah bangunan bertingkat,
jembatan, dermaga, tower, dll.

Bagian-bagian penting alat pancang :

1. Pemukul (Hammer)
Bagian ini biasanya terbuat dari baja masif/pejal yang berfungsi sebagai palu untuk pemukul
tiang pancang agar masuk ke dalam tanah.
2. Leader
Bagian ini merupakan jalan (truck) untuk bergeraknya pemukul (hammer) ke atas dan ke
bawah. Macam-macam Leader :
o Fixed Leader (leader Tetap)
o Hanging Leader (Leader Gantung)
o Swinging Leader (Leader yang dapat berputar dalam bidang vertikal).
3. Mesin uap
Bagian ini untuk menggerakkan pemukul (hammer) pada single atau double acting steam
hammer.

Kelebihan Diesel Hammer


o Ekonomis dalam pemakaian
o Mudah dipakai di daerah terpencil
o Berfungsi sangat baik di daerah dingin
o Mudah perawatannya

Kekurangan Diesel Hammer


o Kesulitan dalam menentukan energi / blow
o Sulit / Sukar dalam pengerjaan pada tanah lunak

Pengoperasian Diesel Hammer

Tabung Diesel Hammer beroperasi sebagai berikut: Piston dengan bantuan dari crab dan pekerja
ahli katrol mengemudi tumpukan khusus, kemudian dinaikkan ke posisi atas dengan crab dan
dijatuhkan ke bawah. Sebelum bawah Ram melewati exhaust port piston mendorong tuas pompa
bahan bakar dan bahan bakar dari pompa dipasok ke landasan. Dampak energi dibagi antara
penguapan bahan bakar dan pencampuran udara panas dan mengemudi tumpukkan. Setelah
singkat waktu, campuran udara bahan bakar dinyalakan dan tekanan dari gas buang
memperluas piston dibangkitkan dan impuls mengemudi tambahan ditransmisikan ke tumpukan.

Diagram Operasi diesel Hammer Diesel Hammer

Sumber : http://civilengeenering.wordpress.com/2012/10/04/diesel-hammer/

B. Vibratory Pile Driver


Alat ini sangat baik dimanfaatkan pada tanah lembab. Jika material dilokasi berupa pasir
kering maka pekerjaan menjadi lebih sulit karena material tidak terpengaruh dengan adanya
getaran yang dihasilkan oleh alat. Efektifitas penggunaan alat ini tergantung pada beberapa
factor yaitu amplitude, momen eksentrisitas, frekuensi, berat bagian bergetar dan berat lain
tidak bergetar.

Vibrator Pile
Beban yang akan diterima oleh pondasi gedung berkali-kali lipat lebih besar daripada
rumah biasa. Jadi, diperlukan pondasi khusus yaitu dengan pondasi tiang. Pondasi tiang
yang digunakan pada gedung dibuat dengan beberapa bahan berbeda, seperti baja,
beton dan kayu. Dan, agar pondasi yang berupa tiang pancang ini dapat berdiri
sempurna dan mampu menahan beban dari gedung, diperlukan proses pemasangan
yang benar. Agar hal ini dapat dilakukan, maka banyak perusahaan kontraktor yang
menggunakan beberapa alat khusus untuk memasang tiang pancang ini.

4 Jenis Alat Pemasang Tiang Pancang


Dari berbagai jenis alat tersebut, berikut beberapa diantaranya yang banyak digunakan
oleh perusahaan untuk memasang tiang pancang pada proyek bangunan mereka.

1. Drop Hammer
Seperti namanya, alat ini berfungsi sebagai palu yang memukul tiang pancang agar
menancap sempurna pada tanah yang akan menjadi dasar dari bangunan yang
dibangun. Bentuk alat ini menyerupai palu yang diletakkan pada bagian atas tiang. Palu
ini sangat berat dan berat inilah yang digunakan untuk memberikan tekanan pada tiang
agar tiang menancap pada tanah. Pada bagian atas tiang atau disebut kepala tiang,
diberikan topi atau cap yang berfungsi sebagai shock absorber. Topi ini sangat
diperlukan agar saat palu memukul tiang, tiang pancang tidak akan mengalami
kerusakan. Biasanya, topi penyerap tekanan ini dibuat dari bahan kayu.
2. Diesel Hammer
Alat ini merupakan alat dengan kinerja paling sederhana diantara alat-alat lain yang
digunakan untuk memasang tiang pancang. Bentuknya berupa silinder dengan piston
atau ram yang berfungsi untuk menekan tiang pancang. Selain itu, terdapat dua mesin
diesel yang menggerakan piston ini. Bagian-bagian lain dari alat ini adalah tangki untuk
bahan bakar, tangki untuk pelumas, pompa bahan bakar, injector dan mesin pelumas
agar piston dapat bekerja dengan lancar. Saat bekerja, mesin diesel akan memberikan
tekanan pada udara dalam silinder. Tekanan udara yang bertambah ini akan
menggerakkan piston yang akan memukul tiang pancang.

3. Hydraulic Hammer
Seperti namanya, alat ini menggunakan prinsip perbedaan tekanan pada cairan yang
ada didalam alat. Dengan menggunakan perbedaan tekanan ini, maka alat ini dapat
memberikan tekanan pada tiang pancang agar mampu terpasang dengan baik.
Biasanya, alat ini digunakan untuk memasang pondasi tiang baja H dan pondasi
lempengan baja. Alat ini bekerja dengan cara menarik, mendorong dan mencengkeram
tiang pancang agar mampu berada pada posisi yang tepat. Tiang pancang yang dapat
dipasang dengan alat ini biasanya berukuran lebih pendek dari alat lainnya. Karena itu,
alat ini sangat cocok untuk digunakan pada area pembangunan yang tidak terlalu luas.
Bila dibutuhkan tiang pancang yang cukup panjang, biasanya dapat dilakukan dengan
cara menyambung ujung tiang pancang pendek yang dipasang menggunakan alat ini.

4. Vibratory Pile Driver


Alat ini menggunakan getaran untuk memasang tiang pancang. Didalam alat ini,
terdapat beberapa batang yang berada pada posisi horizontal. Batang ini akan berputar
dengan arah yang berlawanan. Hal ini akan menyebabkan beban eksentris pada alat ini
menimbulkan getaran. Getaran inilah yang digunakan untuk menggetarkan material
tiang pancang yang terpasang pada alat. Saat tiang pancang ikut bergetar, maka tiang
pancang akan mampu menembus area tempat dimana tiang tersebut akan dipasang.
Karena sistem yang digunakan inilah yang menyebabkan alat ini sangat cocok untuk
digunakan pada area dengan kadar kelembaban yang tinggi. Banyak perusahaan yang
menggunakan alat ini, karena kemudahannya, seperti PT Nikifour kar