Anda di halaman 1dari 3

IPA MASA DEPAN

SOAL-SOAL TERKAIT DENGAN MATERI


NANOMATERIAL BIOSENSOR KOLESTEROL

Oleh:
I Wayan Winarsa

PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2017
1. Apakah yang dimaksud dengan nanomaterial dan hubungannya dengan
nanoteknologi?
Jawab:
Nanomaterial merupakan merupakan materi yang memiliki ukuran sangat kecil,
yang berkisaran pada skala 1-100 nm. Sedangkan nanoteknologi merupakan
teknologi yang memiliki urkuran yang relative kecil. Nanoteknologi
memerlukan materi yang bersifat nano (nano material). Sehingga dapat
disimpulkan bahwa nanomaterial memiliki hubungan yang sangat erat dengan
nanoteknologi. Semakin kecil atau ringan sebuah teknologi, maka akan semakin
efisien teknologi tersebut.

2. Kenapa teknologi nano perlu dikembangkan di masa depan?


Jawab:
Pangsa pasar (maksudnya banyak orang yang lebih menyukai produk berukuran
nano). Simpel dan efesien merupakan alasan sederhana perlunya dikembangkan
teknologi nano di masa depan.
Penggunaan nanoteknologi dalam dunia komputer telah mengubah ukuran
komputer menjadi semakin kecil, namun disertai dengan peningkatan
kemampuan dan kapasitasnya. Seperti halnya komputer, telepon genggam juga
disempurnakan dengan nanoteknologi, sehingga harganya menjadi semakin
murah, tetapi dengan kemampuan dan kapasitas yang jauh lebih baik. Produk-
produk lainnya seperti nano-tekstil, nano-keramik, nano-coating, nano-film,
nano-farmasi dan sebagainya telah berkembang dan dipasarkan secara luas.

3. Bagaimanakah prinsip kerja biosensor kolesterol?


Jawab:
Biosensor kolesterol bekerja menggunakan prinsip amperometrik dengan
konfigurasi 3 elektroda. Hidrogen peroksida (H2O2) yang dihasilkan
mengakibatkan terjadinya aliran arus di electrode. Arus mengalir melalui
counter electrode (CE) dan working electrode. Tidak ada arus yang mengalir di
reference electrode (RE). Penggunaan konfigurasi tiga electrode akan
meminimalkan besarnya tegangan jatuh (potential drop) akibat adanya
resistansi cairan (Rs).
Jenis transduster yang dibuat adalah jenis amperometrik dengan konfigurasi
tiga elektroda. Amperometrik biosensor berbasis enzim merupakan perangkat
biosensor komersial yang banyak ditemukan di pasar industri. Sensor ini
beroperasi pada tegangan tetap dengan menggunakan reference electrode
sehingga arus yang dihasilkan dari oksidasi atau reduksi substrat yang berada
di atas permukaan working electrode dapat diukur

4. Pengembangan teknologi nanomaterial manakah yang diperlukan pada


biosensor kolesterol?
Jawab:
Pengembangan teknologi nanomaterial bisa dilakukan pada transduser, counter
electrode, reference electrode, working electrode dan lain sebagainya.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi teknolog nano, akan membuat
biosensor lebih efisien dan mudah untuk digunakan.

5. Apakah yang dimaksud dengan teknologi screen printing?


Jawab:
Pada teknologi nanomaterial biosensor dikembangakan sebuah teknologi
screen printing. Screen Printing adalah sebuah proses pembacaan gambar
melalui sebuah biosensor. Data yang berupa gambar berdasarkan hasil
pengamatan dari biosensor kemudian diolah ke transducer dan akan
ditampilkan berupa grafik melalui sebuah monitor.