Anda di halaman 1dari 18

StrategiNasionalPencegahandanPemberantasanKorupsi(StranasPPK)

sertaRencanaAksiDaerahPemberantasanKorupsi(RADPK)

A. Pendahuluan

StrategiNasionalPencegahandanPemberantasanKorupsi

SebagaikonsekuensidiratifikasinyaUnitedNationsConventionagainstCorruption(UNCAC)
oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui UU No. 7 Tahun 2006, maka perlu dilakukan
penyesuaianpenyesuaian kembali terhadap langkahlangkah strategis yang diperlukan
dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Direktorat Hukum dan HAM Bappenas
sejak tahun 2006 telah mengkoordinasikanKementerian/Lembaga terkait serta pemangku
kepentingan lainnya untuk menyusun Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan
Korupsi 20112025 yang lebih komprehensif, yang dijadikan sebagai acuan bagi seluruh
stakeholders. Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi 20112025
tersebutditujukanuntukmelanjutkan,mengkonsolidasikandanmenyempurnakanberbagai
upaya dan kebijakan pemberantasan korupsi agar mempunyai dampak yang konkrit bagi
peningkatan kesejahteraan, keberlangsungan pembangunan berkelanjutan dan konsolidasi
demokrasi.

Sebagai penjabaran rencana aksi jangka panjang 20112025, dibuat rencana aksi jangka
menengah 20112014. Selain itu dibentuk juga rencana aksi yang lebih tajam dan dapat
dijadikan acuan dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan korupsi oleh
Kementerian/Lembaga secara tahunan. Penyusunan Rencana Aksi Nasional Tahunan ini
dimulaipadaakhirtahun2010denganmelibatkanKementerian/LembagaterkaitdanUnit
KerjaPresidenbidangPengawasandanPengendalianPembangunan(UKP4).

Sampai dengan saat ini Naskah Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
masihmengalamibanyakperkembangan danpenyempurnaan. Berdasarkanmasukanpara
pakardariberbagaibidangdisliplinilmu,perludicantumkanfokuskegiatanprioritasberupa
strategi Pendidikan dan budaya anti korupsi ke dalam dokumen ini. Sehingga dalam
perkembangan terakhir di akhir tahun 2011, Fokus kegiatan prioritas pada Stranas
PencegahandanPemberantasanKorupsimenjadi6strategiyakni(1)StrategiPencegahan;
(2) Strategi Penegakan Hukum; (3) Strategi Kriminalisasi dan Harmonisasi Peraturan
Perundangundangan; (4) Strategi Kerja Sama Internasional dan Perampasan Aset; (5)
StrategiPendidikandanBudayaAntiKorupsi;dan(6)StrategiMekanismePelaporan.

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan
PemberantasanKorupsiTahun2011

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan
PemberantasanKorupsiTahun2011dituangkankedalamInstruksiPresidenNomor9Tahun
2011.InpresNo.9Tahun2011yangditerbitkanpada12Mei2011terdiridari6strategi,11
program, 102 rencana aksi, dan 142 subrencana aksi yang meliputi 16
Kementerian/Lembaga.TitikberatInpres9/2011adalahpadaPencegahanKorupsiterutama
dibidang Penegakan Hukum(fokus kepada Pencegahan Korupsi pada institusi Kepolisian,
Kejaksaaan,danDirjenPemasyarakatanKementerianHukumdanHAM).Inpresinimerinci
langkahlangkah konkrit untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi yang harus
dijalankan oleh seluruh aparat negara penerima Inpres. Langkahlangkah itu mencakup
enam strategi yaitu pencegahan, penindakan, harmonisasi peraturan dan perundang
undangan, penyelamatan aset hasil korupsi, kerjasama Internasional, dan mekanisme
pelaporan.

Inpres 9/2011 merupakan bagian pertama dari rangkaian Rencana Aksi Pencegahan dan
PemberantasanKorupsi(RANPK)yangakandilaksanakansecaraberkesinambungansampai
dengan tahun 2014. Rangkaian RAN PK ini seharusnya sudah tertuang dalam Strategi
Nasional Pencegahan Korupsi 20112014 yang disusun Bappenas, dimana sampai dengan
saat ini masih belum selesai dan diterbitkan.Keseluruhan RAN PK tersebut dirancang agar
dapatmeningkatkannilaiCPIIndonesia,dengansasaranprioritaspadalimabidangyaitu(1)
Perizinan, (2) Pajak dan Bea Cukai, (3) Pertanahan, (4) Penegakan Hukum, serta (5)
Ketenagakerjaan.

PenyusunanAksiNasionalPencegahandanPemberantasanKorupsiTahun2012

RencanaAksiPencegahandanPemberantasanKorupsiTahun2011yangbelumdiselesaikan
oleh Kementerian/Lembaga, dilanjutkan pada tahun 2012 dengan penambahan aksi yang
disesuaikandenganprioritasnasionaldanmasukandariberbagaipihak.Bappenasbersama
dengan UKP4, Setwapres dan Kementerian/Lembaga terkait mengkoordinasikan
penyusunanAksiNasionalPencegahandanPemberantasanKorupsiTahun2012

RencanaAksiDaerahPemberantasanKorupsi(RADPK)

Diktum 11 Butir 3 Inpres No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi
menyebutkan bahwa Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala
Bappenas bertugas menyusun Rencana Aksi Nasional Tahun 20042009 Pemberantasan
Korupsi (RANPK), berkoordinasi dengan Menteri/Kepala Lembaga Pemerintah Non
Departemen terkait dan unsur masyarakat serta Komisi Pemberantasan Korupsi.
Selanjutnya,dokumenRANPKdisosialisasikankedaerah,kemudiandaerahdidoronguntuk
menyusun Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD PK). Dalam Peraturan
Presiden No. 5 Tahun 2010 tentang Rencana pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 20102014 menyebutkan bahwa salah satu hal yang menandakan terwujudnya
pemerintahan yang bersih dan bebas KKN adalah terlaksananya RAD PK di Propinsi,
KabupatendanKota.

B. CapaianKinerja

Hasilyangdicapai

Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Inpres No. 9 Tahun 2011 dan
PenyusunanAksiPencegahandanPemberantasanKorupsiTahun2012

Sepanjang tahun 2011, telah dilakukan berbagai pertemuan dalam rangka koordinasi
penajaman Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, baik jangka
menengah (20112014) maupun jangka panjang (20112025). Selain itu dilakukan juga
pertemuandalamrangkapembahasanInpresNo.9Tahun2011sertaAksiPencegahandan
PemberantasanKorupsiTahun2012

WaktudanTempat Kegiatan Keterangan


Pelaksanaan
AkhirDes2010 PenajamanStranasPPK
akhirJanuari2011 20112014danRencanaAksi
PPK2011olehWaprescq.
UKP4
18Februari2011 Rapat koordinasi terbatas Agendapertemuanadalah
lingkup Kemenko tanggapanK/Lterhadapmatriks
Perekonomian, Kemenko StranasPPKdanpenajamanrencana
Kesra dan Kemenko aksistranasppktahun2011.
Polhukam tentang Pertemuaninidipimpinlangsung
pembahasan draft inpres olehMenkopolhukamdengan
tentang percepatan, dihadiriolehparaMenteriterkait
pencegahan dan StranasPPK
pemberantasankorupsi2011
Februari2011 KonsolidasidenganK/Lyang
akandituangkanmenjadi
InpresPercepatan
Pencegahandan
PemberantasanKorupsi
Tahun2011
11Maret2011 RapatKoordinasi Pertemuan ini merupakan tindak
Kantor Pembahasan Matriks lanjut terhadap konfirmasi /
Kementerian LampiranInprestentang tanggapan dari Kementerian/
Koordinator Bidang Rencana Aksi Pencegahan Lembaga per tanggal 10 Maret
Politik, Hukum dan dan Pemberantasan Korupsi 2011, dengan jumlah rencana
Keamanan Tahun2011 aksiPPKmenjadi45butir.
Pertemuan ini merupakan
finalisasi matriks lampiran Inpres
tentang Rencana Aksi PPK tahun
2011, matriks ini selanjutnya
akan dilaporkan kepada wakil
presiden, yang kemudian akan
dikoordinasikan dengan
sekretaris kabinet untuk
penyusunandraftinpresRencana
Aksi Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi Tahun
2011.
Rapat koordinasi ini dibuka oleh
sekretaris Menkopolhukham,
dipimpin oleh Menteri PPN/
Kepala Bappenas, dan dihadiri
oleh kementerian/ lembaga
terkait.
Hasil rapat koordinasi akan
disampaikan terlebih dulu
kepadaBapakMenkopolhukham,
dan sebelum dilaporkan kepada
bapak Wakil Presiden, halhal
yang berkaitan dengan waktu
targetpenyelesaiandanhalyang
masihbelumjelas,sepertihalnya
pada 10 kasus yang harus
dipetakan jaksa agung, akan
dikoordinasikan terlebih dahulu
denganUKP4.
Setelah dilaporkan ke bapak
Wakil Presiden, maka matriks
lampiran Inpres Rencana Aksi
PPK tahun 2011 ini akan
diteruskankeSektretarisKabinet,
untukdijadikanpenyusunandraft
Inpres.
6April2011 RapatKoordinasi Pertemuan ini bertujuan untuk
Kantor Wakil Pembahasan Matriks membahas lebih lanjut
Presiden LampiranInprestentang mengenai Matriks Lampiran
Rencana Aksi Pencegahan Inpres tentang Rencana Aksi
dan Pemberantasan Korupsi Pemcegahan dan
Tahun2011 Pemberantasan Korupsi Tahun
2011. Terdapat beberapa
perubahanyakni
1. Menghapus Rencana Aksi
tentang percepatan
pelaksanaan SKB 4 Menteri
dan Kepala BKPM tentang
Percepatanpelayanperizinan
dan non perizinan untuk
memulaiusaha,RencanaAksi
mengenai Mekanisme
pendampingan TKI yang
bermasalah di luar negeri,
dan Rencana aksi tentang
pengawasan terhadap
pembangunan angkutan
udara,daratdanlautperintis.
2. Menambahkan 4 Rencana
aksi yang terkait dengan
perpajakkandanbeacukai
3. Meningkatkan transparansi
pelayanan pada kantor
pelayanan Dirjen bea cukai
serta pembuatan MoU anti
korupsi dengan para stake
holders dan optimalisasi
whistle blowing system dan
kerja sama dengan K/L dan
PPATK mengenai pertukaran
data.
Total Rencana Aksi pada Rapat
Koordinasi kali ini disepakati
sebanyak45butir.
13April2011 RapatKoordinasi Pertemuan ini bertujuan untuk
Kantor Wakil Pembahasan final Matriks penajaman Rencana Aksi
Presiden Lampiran inpres tentang Pencegahan dan Pemberantasan
Rencana Aksi Pencegahan KorupsiTahun2011.
dan Pemberantasan Korupsi Total Rencana Aksi PPK menjadi
Tahun2011 102 Rencana Aksi setelah
mendapatkan penambahan dari
Rencana Aksi dari Satgas
Pemberantasan Mafia Hukum
yang dikemukakan oleh kepala
UKP4 yang menambahkan
rencana Aksi untuk Kepolisian,
Kejaksaan dan Kementerian
HukumdanHAM(terkaitdengan
Pemasyarakatan).
12Mei2011 PenerbitanInstruksiPresiden Inpres 9 tahun 2011 terdiri dari 6
No.9Tahun2011tentang strategi, 11 program, 102 rencana
RencanaAksiPencegahan aksi, dan 142 subrencana aksi yang
danPemberantasanKorupsi meliputi 16 Kementerian/Lembaga.
Tahun2011 Titik berat Inpres 9/2011 adalah
pada Pencegahan Korupsi terutama
di bidang Penegakan Hukum (fokus
kepada Pencegahan Korupsi pada
institusi Kepolisian, Kejaksaaan, dan
DirjenPemasyarakatanKementerian
HukumdanHAM)
78Oktober2011 LokakaryaExpert Dalam rangka finalisasi dokumen
HotelFourSeason ConsultationStranasPPK Stranas PPK baik jangka
menengah dan jangka panjang,
maka diperlukan adanya
pertemuan para Pakar dari
berbagai disiplin ilmu bertujuan
untuk memberikan masukan
kepada Bappenas mengenai
beberapahalyangterkaitdengan
draftStranasPPK.Darihasilakhir
pertemuan ini diharapkan
Pemerintah bersamasama
dengan para ahli tersebut dapat
menentukan fokus dan langkah
langkah strategis untuk upaya
pencegahan dan pemberantasan
korupsi. Hal ini juga ditujukan
untukmenyiapkandokumenfinal
Stranas PPK dan mempersiapkan
proses peluncuran dokumen
Stranas PPK pada akhir Oktober
2011.
Peserta pertemuan antara lain:
TimInti(BAPPENAS,SETWAPRES,
UKP4, KPK, Satgas PMH,
Kemitraan,ICW,TII,danUNODC),
Para nara sumber, pakar yang
memiliki pemikiran mendalam
terhadap upaya pencegahan dan
pemberantasan korupsi di
Indonesia.
2428Oktober Konferensi negara pihak Konvensi yang dihadiri lebih dari
2011,Marrakech, Konvensi PBB Antikorupsi 1000 delegasi dari 129 negara ini
Maroko (Conference Of the States membahas isuisu mengenai
PartiestotheUnitedNations mekanisme kajian terhadap
Convention Against pelaksanaan UNCAC oleh negara
Corruption COSP UNCAC) pihak, aspekaspek pencegahan
sesikeempat korupsi, dan identifikasi pemberian
bantuan teknis yang dibutuhkan
oleh negara pihak. Selain itu
dibahas pula perkembangan
terakhir mengenai kerja sama
internasional dalam pengembalian
aset tindak pidana korupsi yang
telahdilakukanmelaluiUNCAC
1November2011 Expert Meeting pembahasan Pertemuan ini merupakan tindak
SS12,Bappenas tindak lanjut pembahasan lanjut dari pertemuan tanggal 78
StranasPPK Oktober 2011.Dalampertemuanini
dibahas juga mengenai persiapan
pertemuandenganWakilPresiden
15November2011, Focus Group Discussion PertemuaninimengundangK/Lyang
Hotel InpresNo.9Tahun2011dan terkaitdalamInpres9tahun2011
Dharmawangsa Persiapan Penyusunan
Rencana Aksi Pencegahan
dan Pemberantasan Korupsi
Tahun2012
17November2011, Lokakarya Penyusunan Draft Pertemuan ini mengundang para
HotelKempinsky StranasPPK pakarantikorupsi
21November2011, Konsultasi Penyusunan PertemuaninimengundangK/Lyang
HotelSahid StranasPPK terkaitdenganInpres9tahun2011
5Desember2011, Finalisasi Aksi Pencegahan Mengundang K/L terkait dengan
RuangRapat dan Pemberantasan Korupsi agenda pembahasan adalah
Bappenas Tahun2012 konfirmasi terhadap target
penyelesaianaksisetiapK/L

PartisipasidalamForumInternasional

Sebagai bentuk partisipasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di forum
internasional,Bappenasberperanaktifdalambeberapakegiatan,antaralain:

ImplementationReviewGroup(IRC)UNConventioanAgainstCorruptiondiWina,Austria
Regional Training for Focal Points & Governmental Experts Participating in the Review
MechanismfortheUnitedNationsConventionAgainstCorruption
SelfAssessmentChecklistUNCAC
InterimOpenendedIntergovernmentalWorkingGrouponPreventionofCorruptionVienna,
Austria

Terkait dengan Implementasi dari pelaksanaan UNCAC, Direktorat Hukum dan HAM
bersamabeberapapihakterkaitjugaaktifmengikutiKonferensiNegaraNegaraPihakpada
Konvensi PBB Menentang Korupsi (UNCAC CoSP) yang bertujuan untuk meningkatkan
kapasitasdankerjasamaantaraNegaranegarapihakuntukmencapaitujuandalamUNCAC
serta untuk mempromosikan dan meninjau pelaksanaannya, sejak sesi pertama yang
dilaksanakan di Amman, Jordania (1014 Desember 2006), sesi kedua diselenggarakan di
Bali,Indonesia(28Januari1Februari2008)sesiketigadidilaksanakandiDoha,Qatarpada
November 2009, dan pada Oktober 2011, UNCAC CoSP keempat dilaksanakan di
Marrakech,Maroko.

RencanaAksiDaerahPemberantasanKorupsi(RADPK)

Sejak tahun 2006 Bappenas telah memfasilitasi penyusunan RAD PK di 22 Provinsi dan 17
Kabupaten/Kota. Beberapa pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota
memang telah menjabarkan sesuai dengan lingkup kewenangan masingmasing. Bentuk
penjabaranadalahmenuangkandalamPeraturanKepalaDaerah.

Dalam rangka pencapaian sasaran RPJMN 20102014, Bappenas bekerjasama dengan


KemitraanpadaTahun2011melanjutkandukunganpercepatanpemberantasankorupsidi
beberapadaerah.PenentuandaerahyangakandifasilitasiberdasarkanmasukandariKomisi
Pemberantasan Korupsi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi, Transparansi Internasional Indonesia (TI Indonesia), dan pihak terkait lainnya.
Masukanbeberapalembagatersebutsangatbergunauntukmemberikangambarankondisi
daerah yang dianggap tepat dan memenuhi kriteria sebagai daerah critical dari sisi
pemberantasan korupsi. Beberapa kriteria yang ditetapkan adalah: hasil Survei Intergitas,
hasilsurveyIPKKota,besarnyaAPBD,besarnyaPAD,danKomitmen KepalaDaerahdalam
pemberantasankorupsi.Berdasarkanhasilmasukandankriteriatersebut,daerahyangakan
difasilitasiPenyusunanRADPKuntukTahun2011yaitu:KotaMedan,KotaSamarinda,Kota
Surabaya,KotaPalembangdanKotaCirebon.
Kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka fasilitasi penyusunan RAD PK di tahun 2011,
antaralain:
1. Pertemuan pendahuluan untuk penyusunan RAD PK yang merupakan rangkaian awal
darikegiatanfasilitasipenyusunanRADPK.
Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 1213 Mei 2011 di Jakarta dengan
mengundang Bappeda, Inspektorat dan Organisasi Masyarakat Sipil/Akademisi. Dari
pertemuan ini, tersusun rencana kerja operasional dalam rangka tindak lanjut dari
diskusipersiapanpenyusunanRADPK
2. PelatihanfasilitatorRADPKdi3Regional
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang utuh terhadap Pedoman
UmumRADPKsehinggadapatdigunakansecaraefektifolehpihakpihakdidaerahdan
menyiapkan fasilitator untuk penyusunan dan pendampingan RAD PK di daerah.
Pelatihaninidilakukan3xditigaregionalyangberbedabeda:
- Regional1:JawadanSumatera,bertempatdiBogor(1417Sept2011)
- Regional2:Bali,NusaTenggara&PapuadilaksanakandiBali(2730Sept2011)
- Regional3:Sulawesi,KalimantandanMaluku,diMakasar(1013Okt2011)

Untukkepentingandokumentasi,mediainformasidanpembelajaranpublik,makasaat
inisedangdicetakModulPelatihanFasilitatorRADPK

3. KampanyedanKonsultasiPublikDraftRADPK
DokumenRADPKyangtelahdisusunolehTimPenyusunRADPKKota,perlumendapat
masukandaripublik.Kegiataninibertujuanmemberimasukandantanggapanterhadap
draft RAD PK Kota. Pada tanggal 1617 November 2011 telah dilaksanakan di Kota
Cirebon,danpadatanggal2324NovembertelahdilaksanakandiPalembang

Dari 5 (lima) kota yang difasilitasi, baru Kota Palembang dan Kota Cirebon yang telah
memilikidraftRADPKyangakandituangkankedalamPeraturanWalikota.


KEGIATANTERKAITFASILITASIPENYUSUNANRADPK
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Konsultasidan Konsultasidan Konsultasidan Konsultasidan Konsultasidan FasilitasiPenyusunan FasilitasiPenyusunan


KampanyePublik KampanyePublik KampanyePublik KampanyePublikRANPK KampanyePublikRAN RADPK(inisiatif RADPKdi5Kota
RANPK RANPKserta RANPKserta sertaPenyusunanRAD PKsertaPenyusunan daerah) 1. KotaMedan
1. Banjarmasin PenyusunanRADPK PenyusunanRADPK PK RADPK 1. ProvinsiJawaBarat 2. KotaSamarinda
2. Medan 1. Bali 1. KalimantanBarat 1. JawaTimur(2009) 1. SulawesiTengah (lanjutan) 3. KotaCirebon
3. Surabaya 2. NanggroeAceh 2. KalimantanTimur 2. Riau(2010) (2010) 2. KabupatenRokan 4. KotaPalembang
4. Makassar Darussalam (2008) 3. NusaTenggaraBarat 2. DKIJakarta Hulu(2010) 5. KotaSurabaya
5. Manado 3. Kepulauan 3. JawaBarat(2008) 4. Gorontalo 3. Jambi 3. KotaPagarAlam
6. Padang BangkaBelitung 4. ProvinsiLampung InisiatifDaerah
(2009) PenyusunanRADPKdan ReviewPelaksanaan (lanjutan) 1. ProvSumateraUtara
4. JawaTengah SurveyPersepsi RADPK 2. Kab.Sidoarjo
(2007) Masyarakat(CRC)di 1. JawaTengah ReviewPelaksanaan 3. Kab.Purworejo
5. Papua Kab/Kota 2. Bali RADPKdi 4. Kab.Bangli
6. Sulawesi 1. Kab.Pemalang 3. NanggroeAceh Kabupaten/Kota
Tenggara (2007) Darussalam 1. KotaProbolinggo PelatihanFasilitatorRAD
7. DI.Yogyakarta 2. Kab.Indramayu 4. KalimantanTimur 2. Kabupaten PK
8. KepulauanRiau 3. KotaMagelang 5. SulawesiSelatan Pemalang 1. RegionalI(Wilayah
9. SulawesiSelatan (2007) 3. Kabupaten SumateradanJawa)
(2009) 4. Kab.Jembrana(2007) InisiatifDaerah Jembrana 2. RegionalII(Wilayah
10. Kalimantan 5. KotaDenpasar - SumateraSelatan Bali,NusaTenggara
Tengah (2010) (2010) FasilitasiPenyusunan danPapua)
6. KotaBandung(2008) - KotaProbolinggo RADPK 3. RegionalIII(Wilayah
(2009) 1. KotaBandung Kalimantan,Sulawesi,
InisiatifDaerah 2. KotaDenpasar danMaluku)
- KepulauanBangka 3. KotaMakassar
Belitung(lanjutan)
- Kab.KutaiBarat PeluncuranPedoman
UmumRADPK
Keterangan:daerahyangberwarnamerahtelahmenuangkanRADPKkedalamPeraturanKepalaDaerahdenganisuyangdisesuaikandengankebutuhandaerah
yangditentukanolehstakeholderdidaerah
PermasalahandanTindakLanjut/Solusi

Permasalahan utama dalam berbagai kegiatan tersebut adalah terkait dengan Koordinasi
dengan Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah. Terkait dengan penyusunan
Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Inpres No. 9 Tahun 2011, dan
Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012, seringkali terhambat dengan
perwakilan Kementerian/Lembaga yang hadir dalam pertemuan bergantiganti. Koordinasi
di internal Kementerian/Lembaga maupun antar Kementerian/Lembaga menjadi masalah
yangutama.

Terkait dengan fasilitasi penyusunan RAD PK, komitmen pimpinan daerah masih menjadi
hambatan.Selainitu,seringnyamutasidanpromosiyangtidakdisertaidengantransferof
knowledgemenjadihambatantersendiridalamhalkoordinasidenganfocalpointdidaerah.

Berbagai forum formal maupun informal (seperti Musrenbangnas dan rapat koordinasi)
digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan koordinasi di Kementerian/Lembaga
maupun Pemerintah Daerah. Komunikasi yang intensif baik melalui surat, telpon maupun
emailmenjadialternatiflainuntukmenjembatanimasalahkoordinasi


TUGAS/KEGIATAN HASIL/CAPAIANKINERJA PERMASALAHANDANTINDAKLANJUT(SOLUSI)
Penyusunan Strategi - Adanya berbagai pertemuan Permasalahan
Nasional Pencegahan dan koordinasi dengan Terkait dengan penyusunan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan
PemberantasanKorupsi Kementerian/Lembaga maupun Korupsi, Inpres No. 9 Tahun 2011, dan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan
Organisasi Masyarakat Sipil dan Korupsi Tahun 2012, seringkali terhambat dengan perwakilan
Akademisi yang menghasilkan Kementerian/Lembaga yang hadir dalam pertemuan bergantiganti. Koordinasi di
masukan terhadap draft Strategi internal Kementerian/Lembaga maupun antar Kementerian/Lembaga menjadi
Nasional Pencegahan dan masalahyangutama.
Pemberantasan Korupsi Jangka
PanjangdanJangkaMenengah TindakLanjut
- Instruksi Presiden Nomor 9 tahun Berbagai forum formal maupun informal (seperti Musrenbangnas dan rapat
2011 tentang Rencana Aksi koordinasi) digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan koordinasi di
Pencegahan dan Pemberantasan Kementerian/Lembaga. Komunikasi yang intensif baik melalui surat, telpon
KorupsiTahun2011 maupunemailmenjadialternatiflainuntukmenjembatanimasalahkoordinasi
- Draft Aksi Pencegahan dan
PemberantasanKorupsiTahun2012
Fasilitasi Penyusunan - AdanyadraftRADPKKotaPalembang Permasalahan
Rencana Aksi Daerah dan Kota Cirebon yangtelah - KomitmenKepalaDaerah
Pemberantasan Korupsi mendapatmasukandaripublik - mutasidanpromosiyangtidakdisertaidengantransferofknowledge
(RADPK) - ModulPelatihanFasilitatorRADPK
TindakLanjut
Berbagai forum formal maupun informal (seperti Musrenbangnas dan rapat
koordinasi)digunakanuntukmengatasiberbagaipermasalahankoordinasidengan
Pemerintah Daerah. Komunikasi yang intensif baik melalui surat, telpon maupun
emailmenjadialternatiflainuntukmenjembatanimasalahkoordinasi


Dokumentasi

PenyusunanStranasPPK

ExpertMeetingStranasPPKFourSeasonHotel,Jakarta78October2011

KonfirmasiKementerian/LembagaterhadaptargetpenyelesaianaksiPencegahandanPemberantasan
KorupsiTahun2012

PertemuanPersiapanStranasPPK

KonsultasiStranasPPK,21November2011



RencanaAksiDaerahPemberantasanKorupsi(RADPK)


PertemuanPendahuluanPenyusunanRADPK

PertemuaninimerupakanawaldarirangkaiankegiatandalamrangkapenyusunanRADPKdi
Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pertemuan dihadiri oleh instansi pusat (Kemendagri, KPK,
Kemenpan & RB) dan pemda (Bappeda, Inspektorat) serta Organisasi Masyarakat
Sipil/Akademisi. Tujuan pertemuan ini untuk menciptakan persamaan persepsi mengenai
RADPKdanmeningkatkankoordinasipusatdandaerahdalamupayapencegahankorupsi.



WorkshopPenyusunanRADPK

Setelah dilakukan beberapa kali pertemuan identifikasi dan penyusunan draf RAD PK
Provinsi/Kabupaten/Kota, dilakukan kegiatan workshop penyusunan RAD PK. Pertemuan ini mengundang
unsurpemerintahdaerah,Swasta,Akademisi,MasyarakatdanMediaMassa.Tujuanpertemuanadalahuntuk
memberimasukandrafRADPKyangtelahdisusunolehpemda.











DiskusiHasilReviewPenyusunandanPelaksanaanRADPK

Untuk mengetahui perkembangan RAD PK pasca fasilitasi di Provinsi/Kabupaten/Kota, dilakukan review
terhadap penyusunan dan pelaksanaan RAD PK. Review dilakukan oleh konsultan independen yang
memotretdokumenperencanaandanpenganggarandalamkaitannyadenganpelaksanaanRADPK.







PeluncuranPedomanUmumRADPK
Bappenas menyusun Pedoman Umum RAD PK berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan
Korupsi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi, Organisasi Masyarakat Sipil serta instansi terkait lainnya. Pedoman ini
disusun dengan tujuan membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan upaya
pencegahan korupsi secara sistemik, terarah, terpadu dan berkesinambungan melalui upaya
perbaikan pelayanan publik, penataan sistem administrasi maupun perbaikan mekanisme
pengelolaankeuangan
PelatihanFaasilitatorRAD
DPKdi3Regional
KampanyedanKonsultasiPublikDraftRADPK


ForumInternasional