Anda di halaman 1dari 23

drg. Sulastrianah, M.

Kes
Merupakan penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu
variabel atau lebih (independen) tanpa
membuat perbandingan atau penghubung
dengan variabel yang lain.
Noneksperimental
Nama lain: Studi prevalensi atau sampling
survey
Merupakan penelitian pendahuluan dari
penelitian lebih lanjut, yaitu penelitian
analitik atau eksperimental karena dari
penelitian deskriptif akan dihasilkan
hipotesis.
Penelitian
deskriptif

Deskriptif
dan hipotesis Hipotesis
baru

Analitik/
eksperimental
Menguji
hipotesis
Penelitian ini dilakukan karena timbulnya
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
morbiditas dan mortalitas, terutama pada
penelitian epidemiologi.
Pertanyaan tersebut berkaitan dengan:
Siapa (WHO?) variabel orang
Dimana (WHERE?) variabel tempat
Kapan (WHEN?) variabel waktu
Variabel seorang individu sangat banyak
pengamatan terhadap semua variabel
tersebut sangat sulit dilakukan
Beberapa variabel utama yang dapat
dijadikan indikator umur, jenis kelamin,
suku, tingkat pendidikan dan variabel lain
yang berhubungan dengan tujuan penelitian
mis: pemakaian alat kontrasepsi dan rokok.
Umur
Merupakan faktor penting dalam penelitian deskriptif
karena hampir semua penyakit dan kematian
berkaitan dengan umur.
Misalnya:
Angka kematian terbesar terletak pada umur 0-5 tahun,
kemudian terjadi penurunan dan mulai naik lagi setelah
40 tahun
Penyakit diare dan ISPA banyak dijumpai pada anak 1-5
tahun
Penyakit kronis seperti karsinoma, penyakit jantung dan
hipertensi banyak dijumpai pada usia lanjut
Penyakit kelamin banyak dijumpai pada usia produktif
Jenis kelamin
Secara umum setiap penyakit dapat menyerang
laki-laki atau perempuan, tetapi ada beberapa
jenis penyakit yang hanya menyerang laki-laki
atau perempuan, atau distribusi penyakit yang
berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Contoh
Thirotoksikosis,
kholesistisis, rheumathoid artitis,
DM lebih banyak pada perempuan
Penyakit jantung koroner dan hernia inguinalis lebih
banyak pada laki-laki
Suku
Untuk menentukan dengan jelas faktor suku
bangsa atau etnis yang berkaitan dengan penyakit
masih kontroversi
Beberapa penyakit dapat dihubungkan dengan
suku bangsa, misalnya
Karsinoma lambung banyak dijumpai pada orang
Jepang
Osteoporosis banyak dijumpai pada orang Cina

Sicle cell anemia berkaitan dengan ras negro


Tingkat pendidikan
Tidak berhubungan secara langsung dengan
penyakit, tetapi lebih banyak berkaitan dengan
jenis pekerjaan dan penghasilan.
Penduduk dengan tingkat pendidikan yang lebih
tinggi dengan penghasilan yang besar cenderung
mengalami perubahan pola konsumsi makanan
Tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung
memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai
kebersihan
Memegang peranan penting dalam penelitian
deskriptif.
Survei yang dilakukan pada musim yang
berbeda dapat menghasilkan pola penyakit
yang berbeda.
Dalam bidang epidemiologi, pengetahuan
mengenai variasi tersebut sangat penting
untuk menentukan apakah peningkatan
insidensi yang terjadi merupakan Kejadian
Luar Biasa (KLB) atau karena variasi musim
Perubahan waktu yang perlu mendapatkan
perhatian adalah terjadinya kecenderungan
sekuler, variasi siklik, variasi musim, dan
variasi random
Kecenderungan sekuler
Yaitu terjadinya kecenderungan atau perubahan pola
penyakit yang terjadi atau terulangnya epidemi dalam
waktu lama (biasanya lebih dari 10 tahun)
Misalnya pergeseran pola penyakit dari penyakit
menular ke penyakit non-infeksi yang terjadi di
negara-negara maju pada beberapa dasawarsa
terakhir ini.
Perubahan tersebut dapat digunakan untuk
mengadakan penilaian terhadap keberhasilan
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
Variasi siklik
Yaitu terjadinya siklus penyakit atau terulangnya
wabah penyakit yang dapat terjadi dalam waktu
2-3 tahun atau terjadi dalam waktu singkat,
misalnya wabah influenza.
Terjadinya siklus sering tidak dapat ditentukan
Variasi musim
Dalam kurun waktu satu tahun, terjadinya
penurunan atau peningkatan insidensi penyakit
tertentu secara teratur dipengaruhi oleh
perubahan musim.
Terjadinya variasi insidensi ini disebut variasi
musim dan diketahui dari hasil pengamatan
(surveillance) dengan mengadakan pencatatan
secara rutin dan teratur setiap bulan selama
bertahun-tahun
Variasi Random
Merupakan bentuk variasi atau siklus terjadinya
wabah ulangan yang tidak dapat diramalkan
sebelumnya, misalnya terjadinya wabah penyakit
sebagai akibat bencana alam seperti banjir, tanah
longsor dan gempa bumi.
Kondisi geografis yang berbeda akan
memiliki pola penyakit yang berbeda.
Misalnya:
Pola penyakit perkotaan berbeda dengan
pedesaan
Daerah pantai dan daerah pegunungan memiliki
pola penyakit berbeda
Daerah tropis dan subtropis
Merupakan penelitian kuantitatif dengan
tujuan untuk mendeskripsikan variabel
utama, mis: umur, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan, sosial ekonomi dll
Tidak dibutuhkan kelompok kontrol
Terdapat hubungan sebab akibat yang hanya
merupakan perkiraan yang didasarkan atas
tabel silang yang disajikan
Hasil penelitian hanya disajikan sesuai
dengan data yang diperoleh tanpa dilakukan
analisis mendalam.
Merupakan penelitian pendahuluan.
Pengumpulan data dilakukan dalam satu saat
atau satu periode tertentu, dan setiap subjek
hanya diamati satu kali.
Pengumpulan data dengan pendekatan cross
sectional berupa sampling survey atau data
sekunder dari rekam medis.
Dapat dilakukan pada wilayah yang terbatas
seperti desa atau kecamatan atau meliputi
wilayah yang besar seperti negara atau
institusi tertentu seperti sekolah, rumah
sakit, dll
Menyusun perencanaan pelayanan kesehatan
pada masyarakat.
Evaluasi program pelayanan kesehatan yang
telah dilakukan.
Usulan untuk penelitian lanjutan.
Membandingan prevalensi penyakit tertentu
antar daerah atau satu daerah dalam kurun
waktu yang berbeda.
Mudah dilaksanakan
Tidak membutuhkan kelompok kontrol
Memberikan banyak informasi penting untuk
perencanaan program pelayanan kesehatan
Dari penelitian deskriptif yang dilakuan dapat
ditentukan apakah temuan yang diperoleh
membutuhkan penelitian lanjutan atau tidak
Pengamatan pada subyek penelitian hanya
satu kali
Tidak dapat menentukan sebab-akibat secara
mendalam