Anda di halaman 1dari 2

Ofloksasin

Antibakteri Golongan kuinolon, fluorokuinolon


Bentuk sediaan ofoksasin : tablet salut selaput
Dosis harian : 7.5 15 mg/KgBB
Kegunaan
Mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi
saluran pernapasan, infeksi kulit, dan infeksi menular seksual, misalnya gonore. Ofloxacin
bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan memberantas bakteri penyebab infeksi-
infeksi tersebut.
Farmaodinamik
Bentuk double helix DNA harus dipisahkan menjadi 2 utas DNA pada saat akan
berlangsungnya replikasi dan transkripsi. Pemisahan ini selalu akan mengakibatkan
terjadinya puntiran berlebihan (overwinding) pada double helix DNA sebelum titik pisah.
Hambatan mekanik ini dapat diatasi kuman dengan bantuan enzim DNA girase
(topoisomerase ll) yang kerjanya menimbulkan negative supercoi- /rng. Golongan
fluorokuinolon menghambat kerja enzim DNA girase pada kuman dan bersilat bakterisidal.
Mekanisme resistensi melalui plasmid seperti yang banyak terjadi pada antibiotika lain tidak
dijumpai pada golongan kuinolon, namun dapat terjadi dengan mekanisme mutasi pada DNA
atau membran sel kuman.
Farmakokinetik
Fluorokuinolon diserap dengan cepat melalui saluran cerna. Semua lluorokuinolon mencapai
kadar puncaknya dalam 1-2 jam setelah pemberian obat, Pefloksasin adalah lluorokuinolon
yang absorpsinya paling baik dan masa paruh eliminasinya paling panjang.
Bioavailabilitasnya pada pemberian per oral sama dengan pemberian parenteral. Penyerapan
siprolloksasin (dan mungkin juga lluorokuinolon lainnya) terhambat bila diberikan bersama
antasida. Fluorokuinolon hanya sedikit lerikat dengan protein. Golongan obat ini didistribusi
dengan baik pada berbagai organ tubuh. Dalam urin semua lluorokuinolon mencapai kadar
yang melampaui Kadar Hambat Minimal untuk kebanyakan kuman patogen selama minimal
12 jam. Salah satu silat fluorokuinolon yang menguntungkan ialah bahwa golongan obat ini
mampu mencapai kadar tinggi dalam jaringan prostat. Beberapa lluorokuinolon seperti
siprofloksasin dan olloksasin dapat mencapai kadar tinggi dalam cairan serebrospinal bila ada
meningitis. Sifat lain lluorokuinolon yang menguntungkan ialah masa paruh eliminasinya
panjang sehingga obat cukup diberikan 2 kali sehari. Kebanyakan lluorokuinolon
dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui ginjal. Masa paruh eliminasi olloksasin akan
sangat memanjang dalam keadaan gagal ginjal. Sebagian kecil obat akan dikeluarkan melalui
empedu. Hemodialisis hanya sedikit mengeluarkan lluorokuinolon dari tubuh sehingga
penambahan dosis umumnya tidak diperlukan.
Efek samping
Manifestasi pada saluran cerna, terutama berupa mual dan hilang nafsu makan, merupakan
efek samping yang paling sering dijumpai. Dibandingkan dengan antimikroba lain yang
berspektrum luas, lluorokuinolon jarang menimbulkan gangguan keseimbangan flora usus.
Hal ini mungkin disebabkan golongan obat ini tidak mempunyai aktivitas antibakteri
terhadap kuman anaerob. Efek samping pada susunan saral pusat umumnya bersilat ringan
berupa sakit kepala, vertigo, dan insomnia. Efek samping yang lebih berat pada SSP seperti
reaksi psikotik, halusinasi, depresi dan kejang, jarang terjadl. Penderita berusia lanjut,
khususnya dengan arteriosklerosis afau epilepsi, lebih cenderung mengalami efek samping
susunan saraf pusat ini. Reaksi hipersensitivitas berupa eritema dan pruritus. Reaksi
lotoloksik pernah dilaporkan terjadi setelah pemberian asam nalidiksat. Penderita yang
mendapal lluorokuinolon dianjurkan agar menghindarkan diri dari paparan berkepanjangan
terhadap sinar matahari. Pada beberapa spesies hewan percobaan, golongan kuinolon ternyata
dapat menimbulkan artropati pada hewan muda. Meskipun belum diketahui apakah elek
samping ini dapat terjadi pada manusia, golongan obat ini tidak diindikasikan pada wanita
hamil dan anak yang belum mencapai usia akilbalik. Enoksasin menghambat metabolisme
teolilin dan dapat menyebabkan peningkatan kadar teolilin. Siprofloksasin dan beberapa
lluorokuinolon lain juga memperlihatkan elek iniwalaupun tidak begitu dramatis.
Kontraindikasi
1. Hipersensitifitas
2. Bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi obat
ini.
3. Ofloxacin juga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak.
4. Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, hati, ginjal, radang tendon
atau tendonitis, epilepsi, diabetes, defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase
(G6PD), dan penyakit myasthenia gravis.
5. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Sumber :

Farmakologi dan terapi fk UI edisi 4


Tuberkulosis pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Perhimpunan Dokter
Paru Indonesia
Buku Informasi Spesialite Obat volume 49