Anda di halaman 1dari 103

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

SISTEM KELISTRIKAN PADA KAPAL LCU

(Landing Craft Utility)

Achmad Yani (NIM. 1404311000500)


Musa Abdul Basith (NIM. 140431100070)

DOSEN PEMBIMBING:
Riza Alfita, S.T., M.T.
NIP. 198004192008121003

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN

2017
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

SISTEM KELISTRIKAN PADA KAPAL LCU


(Landing Craft Utility)

Achmad Yani (NIM.140431100050)


Musa Abdul Basith (NIM.140431100070)

DOSEN PEMBIMBING:
Riza Alfita, S.T.,M.T.
NIP. 198004192008121003

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2017

i
ii
SISTEM KELISTRIKAN PADA KAPAL LCU

(Landing Craft Utility)

LEMBAR PENGESAHAN

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Oleh:

Achmad Yani

140431100050

Musa Abdul Basith

140431100070

Tanggal : Februari 2017

Disetujui oleh:

Koordinator PKL Pembimbing PKL

Kunto Aji Wibisono, ST., MT Riza Alfita, ST.,M.T.


NIP. 19871014201504001 NIP.198004192008121003

Ketua Program Studi

Miftachul Ulum,ST.,MT
NIP.197608122009121001

iii
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

iv
v
vi
SISTEM KELISTRIKAN PADA KAPAL LCU

(Landing Craft Utility)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DI PT.PAL INDONESIA

Oleh:

Achmad Yani

140431100050

Musa Abdul Basith

140431100070

Tanggal : Februari 2017

Disetujui oleh:

Kepala Departemen EO/Interior Pembimbing PKL

PT.PAL INDONESIA (Persero) PT.PAL INDONESIA (Persero)

Ir.Tulus Wiyono Duljalil


NIP.103831196 NIP.103831185

vii
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

viii
SISTEM KELISTRIKAN PADA KAPAL LCU

(Landing Craft Utility)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DI PT.PAL INDONESIA

Oleh:

Achmad Yani

140431100050

Musa Abdul Basith

140431100070

Tanggal : Februari 2017

Mengetahui,

Divisi Pembinaan Organisasi & SDM

Kepala Departemen Diklat & Renbang

Drs.Poendjoel Karjono

ix
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

x
SISTEM KELISTRIKAN PADA KAPAL LCU

(Landing Craft Utility)

Nama mahasiswa : Achmad Yani

NRP : 140431100050

Nama mahasiswa : Musa Abdul Basith

NRP : 140431100070

Pembimbing : Riza Alfita, S.T.,M.T

ABSTRAK

Dalam era modern yang menuntut kemajuan teknologi dan


industri menuntut untuk mampu membuat dan menggunakan
peralatan yang seba canggih dan modern. Salah satunya adalah pada
bidang perkapalan. Industri yang memproduksi kapal, baik kapal
perang maupun kapal niaga, di wajibkan membuat kapal dengan
standar internasional. PT.PAL INDONESIA (Persero) merupakan
salah satu perusahaan galangan kapal yang memproduksi kapal
perang, niaga, tenker,dan sebagainya. PT.PAL INDONESIA
(Persero) juga memberikan jasa pemeliharaan dan perbaikan pada
kapal.

Pada laporan Kerja Praktek Lapangan ini akan dibahas


mengenai sisem kelistrikan pada kapal LCU (Landing Craft Utility).
Sistem kelistrikan pada kapal merupakan suatu bagian vital, karena
sistem kelistrikan sangat di perlukan dalam pengoperasian kapal, jadi
dalam merancang sistem kelistrikan dibutuhan keahlian khusus dan
harus sesuai standar yang telah ditentukan. Bagian-bagian utama pada
sistem kelisrikan kapal yaitu: Desel generator, pengaman desel
generator, main switchboard, electronic power panel, distribusi daya,
Power Feeder, Motor 3 phasa, dan lighting feeder.

Kata kunci: Kelistrikan kapal, Diesel Generator, MSB

xi
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

xii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT atas rahmat


dan izinNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja
Lapangan di PT.PAL INDONESIA (Persero) berserta penyusunan
laporannya.

Adapun tujuan kegiatan Paktik Kerja Lapangan (PKL) ini


adalah memperkenalkan dan memberikan pengalaman kerja bagi
mahasiswa serta mengaplikasikan apa yang telah diperoleh di bangku
perkuliahan ke dalam dunia kerja. Maksud dan tujuan penulisan
laporan ini adalah guna memenuhi syarat sebagai kelengkapan
memperoleh gelar sarjana (S1) Program Studi Teknik Elektro ,
Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura. Laporan ini disusun
berdasarkan pada pengamatan dan observasi yang dilakukan selama
1 bulan tepatnya tanggal 16 Januari 2017 sampai 13 Februari 2017 di
PT.PAL INDONESIA (Persero).

Selesainya Laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak .


Oleh kerena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada:

1. Bapak Drs. Poendjoel Karjono selaku Kepala Departemen


Diklat PT.PAL INDONESIA (persero) yang telah
memberikan fasilitas dalam pelaksanaan praktik kerja
lapangan.
2. Bapak Edy Witjaksono selaku Kabiro EO & Interior di
Divisi Kapal Perang yang telah memberikan banyak arahan
dan bimbingan dalam melaksanakan praktik kerja lapangan.
3. Bapak Duljalil selaku kepala Bengkel Listrik di Divisi Kapal
Perang dan pembimbing lapangan yang membimbing dan
memberikan pengarahan dalam melaksanakan praktik kerja
lapangan.
4. Bapak Miftachul Ulum,ST.,MT selaku ketua Jurusan Teknik
Elektro Universitas Trunojoyo Madura.

xiii
5. Bapak Riza Alfita, S.T.,M.T. selaku dosen pembimbing
yang memberikan pengarahan berupa ilmu maupun
pengalaman dalam melaksanakan praktik kerja lapangan
6. Seluruh Staf berserta karyawan PT.PAL INDONESIA yang
telah membantu dan memberikan ilmu dalam peyusunan
laporan.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari


kesempurnaan dalam memaparkan yang lebih rinci. Oleh kerana itu
kritik dan saran yang membangun di butuhkan untuk kesempurnaan
laporan ini dimasa yang akan datang dapat sempurna.

Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi


penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Bangkalan , 16 Februari 2017

Penulis

xiv
DAFTAR ISI

COVER.............................................................................................. i

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................. iii

LEMBAR PENGESAHAN SIDANG .............................................. v

LEMBAR PENGESAHAN INSTANSI ......................................... vii

ABSTRAK ...................................................................................... xi

KATA PENGANTAR ................................................................... xiii

DAFTAR ISI ...................................................................................xv

DAFTAR GAMBAR.................................................................... xvii

DAFTAR TABEL ......................................................................... xix

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ...................................................................... 1

1.2 Perumusan Masalah .............................................................. 2

1.3 Tujuan ................................................................................... 2

1.4 Manfaat dan Manfaat ............................................................ 3

1.5 Sistematika Penulisan ........................................................... 3

BAB 2 PROFIL PERUSAHAAN .................................................... 5

2.1 Struktur Organisasi ............................................................... 5

2.2 Sejarah Singkat ....................................................................12

xv
2.3 Visi dan Misi........................................................................14

BAB 3 DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA .................15

3.1 Dasar Teori...........................................................................15

3.2 Kajian Pustaka .....................................................................33

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN ..........................................35

4.1 Desain Sistem.......................................................................36

4.2 Jadwal kegiatan ....................................................................37

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN ..........................................39

5.1 Sistem Kelistrikan Kapal .....................................................39

5.2 Uraian kegiatan PKL............................................................48

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ...........................................51

6.1 Kesimpulan ..........................................................................51

6.2 Saran ....................................................................................51

DAFTAR PUSTAKA......................................................................53

BIODATA PENULIS......................................................................55

LAMPIRAN ....................................................................................59

Lampiran 1.Berkas kesediaan perusahaan telah menerima PKL

Lampiran 2.Data

Lampiran 3.Daftar Hadir Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan

Lampiran 4.Dokumentasi

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT.PAL INDONESIA (Persero) ....5

Gambar 2.2 Logo PT.PAL INDONESIA (Persero) ........................12

Gambar 3.1 Injection pump. ............................................................17

Gambar 3.2 Bentuk sederhana kontruksi generator sinkron ............21

Gambar 3.3 Bentuk sederhana kontruksi Stator generator sinkron..21

Gambar 3.4 Trafo 3 fasa hubungan bintang bintang (Y- Y) ............27

Gambar 3.5 Trafo 3 Trafo 3 fasa hubungan delta-delta (-) ........27

Gambar 3.6 Trafo 3 fasa hubungan bintang delta (Y-)..................28

Gambar 3.7 Trafo 3 fasa hubungan delta bintang (-Y).................28

Gambar 3.8 Trafo 3 fasa hubungan delta zig-zag ............................29

Gambar 3.9 Bagian- Bagian Motor Induksi 3 Fasa. ........................29

Gambar 3.10 Stator Motor Induksi 3 Fasa.......................................30

Gambar 3.11 Rotor Motor Induksi 3 Fasa .......................................30

Gambar 3.12 Kontaktor ...................................................................32

Gambar 3.13 Relay ..........................................................................33

Gambar 4.1 Flowchat Desain Sistem...............................................35

Gambar 5.1 Diesel Generator ..........................................................40

Gambar 5.2 MSB (Main Switch Board) ..........................................45

Gambar 5.3 Elektronik Power Panel dalam MSB ...........................46

xvii
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

xviii
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Jadwal kegiatan PKL. .....................................................36

Tabel 5.1 Pengujian Nominal Pada Generator................................44

xix
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

xx
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga sebagian
besar wilayahnya terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh
laut atau perairan sehingga terdapat bentangan antar pulau yang
beragam, dari yang letaknya berdekatan hingga yang berjauhan,
hal ini menjadi kendala mengingat adanya peningkatkan
kebutuhan manusia di segala bidang yang semakin bertambah
seiring perkembangan zaman yang dipengaruhi arus informasi
dan teknologi, tentu saja semua kebutuhan tersebut dapat
terpenuhi sendiri oleh setiap daerah maupun negara. Salah satu
jenis transportasi yang sangat efektif dan efisien bagi
perdagangan adalah dengan menggunakan transportasi laut.
Dalam mempertahankan NKRI peranan terutama untuk
menjaga wilayah indonesia yang luas dari gangguan juga
diperlukan suatu jenis transportasi yang menunjang yaitu kapal
perang salah satu jenis kapal yang khusus digunakan dalam
proses mengamankan laut Indonesia dan dimilki oleh militer
indonesia.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka
transportasi laut juga dituntut untuk dapat memenuhi standar
dan kualitas yang diinginkan dari segi keselamatan. Hal itu
sangat disadari oleh masyarakat dan galangan kapal sebagai
tempat industri yang memproduksi kapal. Indonesia memiliki
salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Asia Tenggara
dan tercanggih di tingkat dunia, yaitu PT. PAL INDONESIA
(Persero). PT. PAL INDONESIA (PERSERO) berusaha untuk
memperoleh andil yang besar dalam pengembangan usaha di
sektor kelautan. Dengan teknologi yang sesuai dengan standar
internasional, agar galangan dapat menjalankan peran dan
fungsinya dengan baik, diperlukan SDM yang baik.
Sebagai sumber daya manusia yang diharapkan nantinya
mampu dan dapat ikut dalam berperan dalam kemajuan
teknologi perkapalan, Mahasiswa Program Studi (S1) Teknik
Elektro Universitas Trunojoyo Madura mengadakan Kerja
Praktek Lapangan 2017 pada instansi atau perusahaan yang
bergerak pada bidang Perkapalan. Kegiatan ini bertujuan agar

1
mahasiswa dapat mengenal lebih jauh tentang Teknologi dan
Industri Perkapalan serta lebih mengenali tentang hal hal yang
berkaitan erat dengan dunia perkapalan

1.2 Perumusan Masalah


Adapun perumusan masalah dari dilaksanakanya kerja praktek
di PT.PAL INDONESIA (Persero) adalah:
1. Bagaimana teknologi yang digunakan oleh PT.PAL
INDONESIA (Persero)?
2. Bagaimana sistem kelistrikan pada kapal LCU (Landing
Craft Utility) ?
3. Bagaimana komponen-komponen dalam sistem kelistrikan
kapal LCU (Landing Craft Utility).

1.3 Tujuan dan Manfaat


A. Adapun maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kerja
praktek di PT. PAL INDONESIA (Persero) adalah :
1. Dapat mempelajari tentang teknologi produksi pada
PT. PAL INDONESIA (Persero), baik yang sudah ada
maupun yang sedang dikembangkan.
2. Dapat mengetahui sistem kelistrikan pada kapal di
PT.PAL INDONESIA (Persero).
3. Dapat mengetahui komponen-komponen dalam sistem
kelistrikan kapal LCU (Landing Craft Utility).

B. Manfaat dari peraktek kerja lapangan ini adalah:


1. Manfaat Secara Umum
a) Merupakan sarana penghubung antara perusahaan
dengan lembaga pendidikan tinggi.
b) Merupakan sarana untuk alih teknologi bidang
Teknik Elektro khususnya dan bidang-bidang
lainya bagi kemajuan perusahaan yang
bersangkutan.
c) Sebagai sarana untuk memberikan penilaian
kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan oleh
perusahaan yang bersangkutan.

2
2. Manfaat Secara Khusus Bagi Mahasiswa
a) Dapat mengenal lebih jauh ilmu yang telah didapat
di bangku kuliah melalui kenyataan yang ada di
lapangan.
b) Dapat mengetahui sistem kelistrikan pada kapal
LCU (Landing Craft Utility).
c) Dapat mengenal lebih dekat tentang suatu galangan
kapal atau perusahaan yang bergerak di bidang
kemaritiman mengenai peralatan dan teknologi
yang baik digunakan dalam perbaikan maupun
pembangunan kapal baru, sehingga terjadi
keterpaduan antara yang dipelajari di kampus
dengan praktek langsung di lapangan.
d) Dapat menguji kemampuan pribadi dalam
berkreasi pada bidang ilmu yang dimiliki serta
dalam tata cara hubungan masyarakat di
lingkungan kerjanya di masa mendatang.

1.4 Batasan Masalah


Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, pembahasan
hanya dibatasi pada penjelasan sistem kelistrikan pada kapal
LCU (Landing Craft Utility) di PT.PAL INDONESIA (Persero).

1.5 Sistematika Penulisan


a. Bab I Pendahuluan. Bab ini berisi pendahuluan yang
menjelaskan latar belakang permasalahan, perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan
penelitian serta sistematika penulisan.
b. Bab II Profil Perusahaan. Berisi tentang struktur
organisasi, sejarah singkat perusahaan. Visi dan misi
perusahaan.
c. Bab III Dasar Teori dan Tinjauan Pustaka. Berisi
tinjauan pustaka yang meliputi teori-teori dasar dan
penelitian sebelumnya (referensi).
d. Bab IV Metodologi Penelitian. Bab ini berisi tentang
langkah-langkah yang dilakukan meliputi rancangan
sistem dan jadwal kegiatan.
e. BabV Hasil dan Pembahasan. Berisi tentang
pembahasan mengenai penelitian sistem kelistrikan pada

3
kapal LCU (Landing Craft Utility) dan uraian kegiatan
pkl.
f. Bab VI Penutup. Berisi hasil dan kesimpulan.

4
BAB 2
PROFIL PERUSAHAAN
2. 1 Struktur Organisasi
Menurut Surat Keputusan Direktur Utama PT. PAL
INDONESIA (Persero) nomor: SKEP/038.a/10000/XII/2007,
tanggal 22 Januari 2008, Struktur Organisasi PT. PAL
INDONESIA (Persero) terdiri dari 6 (enam) Direksi yaitu :
1. Direktur Utama
2. Direktur Pengembangan Usaha
3. Direktur Pembangunan Kapal
4. Direktur Rekayasa Umum & Pemeliharaan
5. Direktur Keuangan
6. Direktur SDM & Umum
Serta 16 ( enam belas ) Kepala Divisi.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT.PAL INDONESIA (Persero).

5
Adapun penjelasan dari tugas masing-masing divisi beserta
bagan struktur organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero)
(gambar 2.1) sebagai berikut:

A. Divisi Pemasaran dan Penjualan


Adapun tugas dari divisi pemasaran dan penjualan
adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan perencanaan pemasaran jangka panjang
dan jangka pendek produk kapal maupun non kapal.
2. Melaksanakan riset pasar, segmentasi pasar dan studi
kelayakan terhadap produk kapal dan non kapal.
3. Melaksanakan pemasaran dan penjualan produk kapal
dan non kapal.
4. Melaksanakan pengembangan produk dan
pengembangan pasar untuk mendukung produk baru.
5. Melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan
proyek dalam aspek biaya dan kepuasan pelanggan.

B. Divisi Teknologi
Adapun tugas dari divisi teknologi adalah sebagai
berikut:
1. Melaksanakan perencanaan desain dan engineering
untuk proyek-proyek yang sedang diproduksi.
2. Melaksanakan penelitian dan pengembangan dibidang
rancang bangun dan proses produksi.
3. Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi
menunjang kegiatan yang berhubungan dengan
rancang bangun dan penelitian.
4. Melaksanakan strategi dibidang teknologi, penelitian
dan pengembangan maupun bidang-bidang lainnya
sesuai dengan pengarahan dan ketentuan Direksi.
5. Melaksanakan kegiatan integrated logistic support
untuk kapal-kapal yang diproduksi.

C. Divisi Pengadaan & Pergudangan


Adapun tugas dari divisi pengadaan dan pergudangan
adalah sebagai berikut :

6
1. Merencanakan kebutuhan Material baik untuk
mendukung proyek maupun operasional.
2. Mengkoordinir pelaksanaan pengadaan material sesuai
kebutuhan material.
3. Mengkoordinir pengelolaan material pada lokasi
penyimpanan.
4. Membuat perencanaan kebutuhan dana untuk
menunjang kebutuhan material.
5. Mengelola sistem informasi material untuk menunjang
unit kerja lain.

D. Divisi Kapal Perang


Adapun tugas dari divisi kapal perang adalah sebagai
berikut :
1. Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal-kapal
perang maupun selain kapal perang sesuai kebijakan
Direktur Pembangunan Kapal.
2. Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk
dan jasa bagi fasilitas idle capacity (Suatu kapasitas
produk yang tidak terpakai atau kapasitas produk yang
menganggur).
3. Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah
dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi
jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang
terperinci.
4. Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal
secara efektif dan efisien. Sesuai aspek QCD.
5. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil
pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan
menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan
keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.

E. Divisi Kapal Niaga


Adapun tugas dari divisi kapal niaga adalah sebagai
berikut :
1. Melaksanakan perencanaan pembangunan kapal-kapal
niaga sesuai kebijakan Direktur Pembangunan Kapal.

7
2. Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk
dan jasa bagi fasilitas idle capacity (Suatu kapasitas
produk yang tidak terpakai atau kapasitas produk yang
menganggur).
3. Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah
dibuat oleh Direktorat Pembangunan Kapal menjadi
jadwal pelaksanaan proyek dan nilai biaya proyek yang
terperinci.
4. Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal
secara efektif dan efisien. Sesuai aspek QCD.
5. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil
pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan
menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan
keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.

F. Divisi General Engineering


Adapun tugas dari divisi general engineering adalah
sebagai berikut :
1. Melaksanakan perencanaan pembangunan produk-
produk rekayasa umum sesuai kebijakan Direktur
Pemeliharaan dan Rekayasa Umum.
2. Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk
dan jasa bagi fasilitas idle capacity (Suatu kapasitas
produk yang tidak terpakai atau kapasitas produk yang
menganggur ) .
3. Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah
dibuat oleh Direktorat Pemeliharaan dan Rekayasa
Umum menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai
biaya proyek yang terperinci.
4. Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal
secara efektif dan efisien. Sesuai aspek QCD.
5. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil
pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan
menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan
keselamatan kerja dan waktu seefektif mungkin.

8
G. Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan
Adapun tugas dari divisi pemeliharaan dan perbaikan
adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan perencanaan pemeliharaan dan
perbaikan kapal maupun non kapal sesuai kebijakan
Direktur Pemeliharaan dan Rekayasa Umum.
2. Melaksanakan pemasaran dan penjualan untuk produk
dan jasa bagi fasilitas idle capacity (Suatu kapasitas
produk yang tidak terpakai atau kapasitas produk yang
menganggur).
3. Merinci IPP (Instruksi Pelaksanaan Proyek) yang telah
dibuat oleh Direktorat Pemeliharaan dan Rekayasa
Umum menjadi jadwal pelaksanaan proyek dan nilai
biaya proyek yang terperinci.
4. Melaksanakan pembangunan proyek-proyek kapal
secara efektif dan efisien. Sesuai aspek QCD.
5. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
pembangunan proyek-proyek agar mendapatkan hasil
pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dengan
menggunakan biaya, tenaga, material, peralatan
keselamatan kerja dan waktu selektif mungkin.

H. Divisi Perbendaharaan
Adapun tugas dari divisi perbendaharaan adalah
sebagai berikut :
1. Melaksanakan kebijakan pendanaan perusahaan sesuai
dengan prinsip pengelolaan pendanaan dan perbankan
yang berlaku.
2. Melaksanakan strategi optimalisasi return kinerja
keuangan dan likuiditas perusahaan.
3. Melaksanakan analisa pasar keuangan sebagai dasar
pengambilan kcputusan dalarn rangka mengurangi
resiko pasar keuangan.
4. Melaksanakan study kelayakan kinerja keuangan
proyek atau bidang usaha mandiri.
5. Melaksanakan pengelolaan invoicing dan
penagihannya, untuk menunjang optimalisasi cash
flow perusahaan.

9
I. Divisi Akuntansi
Adapun tugas dari divisi akuntansi adalah sebagai
berikut :
1. Mempersiapkan dan melaksanakan kebijakan akuntansi
perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
2. Melaksanakan perencanaan dan pengendalian serta
pengawasan atas biaya perusahaan dan investasi
perusahaan.
3. Menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah
maupun jangka panjang dalam bidang akuntansi dan
keuangan untuk rnendukung kelancaran pelaksanaan
kegiatan perusahaan.
4. Melaksanakan evaluasi dan analisa terhadap pengelolaan
asset liabilities serta kinerja dari anak perusahaan dan kerja
sama usaha lainnya.
5. Melaksanakan implementasi dan pengembangan software
aplikasi bisnis perusahaan.

J. Divisi Pembinaan Organisasi dan SDM


Adapun tugas dari divisi pembinaan organisasi dan
SDM adalah sebagai berikut :
1. Merencanakan dan mengevaluasi organisasi sesuai
dengan perkembangan bisnis perusahaan.
2. Merencanakan kebutuhan SDM baik jangka pendek
maupun jangka panjang beserta pengembangannya.
3. Melaksanakan proses administrasi mutasi promosi dan
rotasi dalam rangka peningkatan kompetensi diri
sendiri dan penyegaran penugasan.
4. Merencanakan, mengelola dan mengembangkan
sistem pelatihan baik dari dalarn maupun dari luar
perusahaan.
5. Merencanakan dan mengembangkan sistem informasi
untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan
pembinaan dan pengembangan SDM.

10
K. Divisi Kawasan Perusahaan
Adapun tugas dari divisi kawasan perusahaan adalah
sebagai berikut :
1. Merencanakan dan mengendalikan terhadap
pengelolaan dan pemeliharaan bangunan
infrastrukturnya beserta anggarannya.
2. Merencanakan dan mengendalikan terhadap
pengelolaan dan pemeliharaan utilitas dan lingkungan
hidup.
3. Merencanakan dan mengendalikan terhadap
pengelolaan dan pemeliharaan utilitas dan lingkungan
hidup.
4. Merencanakan dan mengendalikan terhadap
pengelolaan keamanan dan ketertiban.
5. Membina pengelolaan asset perusahaan.

L. Satuaan Pengawasan Intern


Adapun tugas dari divisi satuan pengawasan intern
adalah sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pengawasan, pengamatan, analisa
dan evaluasi terhadap penyelenggaraan operasional
dan pengelolaan keuangan perusahaan.
2. Mencegah kemungkinan penyimpangan operasional
perusahaan melalui pembinaan sumber daya dan
sumber dana.
3. Meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya dan
sumber dana dalam rangka mendukung program
profitisasi perusahaan.
4. Menyusun dan menentukan standar ekonomi, teknis,
hukum dan manajemen sebagai tolok ukur dalam
penilaian atas pelaksanaan tugas pokok disetiap lini
perusahaan.

M. Kualitas & Standarisasi Divisi


Adapun tugas dari divisi kualitas dan standarisasi
adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan perencanaan pemeriksaan dan
pengujian proyek-proyek yang sedang diproduksi.

11
2. Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian guna
pengendalian dan jaminan mutu seluruh hasil produksi
perusahaan.
3. Mengkoordinir kegiatan purna jual hasil produksi
perusahaan selama masa garansi.
4. Menganalisa dan mengevaluasi hasil pencapaian mutu
produksi perusahaan.
5. Melaksanakan pengujian baik merusak maupun tidak
merusak untuk material dan hasil proses produksi.

N. Sekretaris Pcrusahaan
Adapun tugas dari divisi perusahaan adalah sebagai
berikut :
1. Mengadakan pembinaan, pengelolaan dan
penyempurnaan sistem administrasi yang ada dengan
mengacu kepada prinsip manajemen keadministrasian.
2. Melaksanakan pembinaan hubungan baik dengan Stake
Holder (Public Relation) guna menumbuhkan citra
positif terhadap perusahaan (komunikasi, publikasi dan
penyebaran informasi mengenai kebijakan maupun
aktifitas perusahaan).
3. Memberikan pelayanan hukum serta mempersiapkan
dokumen yang mengandung aspek hukum yang
diperlukan perusahaan.

2.2 Sejarah Singkat

Gambar 2.2 Logo PT.PAL INDONESIA (Persero).

Untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di sektor Industri


Maritim maka dalam hal ini pemerintah membuka perusahaan
galangan kapal yaitu PT. PAL INDONESIA (Persero).
Perusahaan ini disamping tugas utamanya membangun kapal
baru juga ikut serta membangun dan memajuk an Teknologi dan
Industri kemaritiman yang ada di Indonesia.

12
Terbentuknya perusahaan PT. PAL INDONESIA (Persero)
merupakan kelanjutan dari Marine Establishment (ME) yang
didirikan oleh pernerintah Hindia Belanda. ME diresmikan
dengan lembar nomer 22/1939 pada tahun 1939 yang
mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan perawatan dan
perbaikan kapal-kapal laut yang digunakan sebagai armada
Angkatan Laut Belanda yang menjaga kepentingan-kepentingan
daerah kolonialnya. Pada dasarnya ME sendiri merupakan
kelanjutan dari "PAL" artinya Penataran Angkatan Laut yang
didirikan Hindia Belanda pada tahun 1848.
Pada masa perang dunia kedua, pernerintah Hindia Belanda
di Indonesia menyerah kepada Pemerintah Jepang sehingga
dalam masa pendudukan Jepang ME diganti menjadi Haigun SB
21/24 Butai yang mempunyai tugas dan fungsi yang sama
dengan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Setelah
Jepang menyerah pada sekutu, maka pernerintah Hindia
Belanda menguasai kembali selama dua bulan sehingga tahun
1945 namanya diganti seperti semula menjadi Marine
Establishment yang fungsinya sama.
Pada masa Perang Kemerdekaan setelah Republik Indonesia
diproklamasikan namanya dirubah menjadi PAL (Penataran
Angkatan Laut), hanya saja penyerahan ME oleh Pemerintah
Hindia Belanda berkesan setengah hati dan sering terjadi
sabotase.
Dengan bcrdasarkan keputusan Presiden RI nomer 370/61
tahun 1961, Penataran Angkatan Laut dilebur kedalam
Departemen Angkatan Laut dan namanya dirubah menjadi
Komando Angkatan Laut (Konatal). Sejak tahun 1961 Konatal
tidak lagi berstatus sebagai Perusahaan Negara. dan bertugas
untuk memelihara, memperbaiki dan membangun kapal-kapal
Angkatan Laut.
Perkernbangan selanjutnya adalah perubahan status Konatal
menjadi Perusahaan Umum Negara berdasarkan Peraturan
Pemerintah nomer 4 tahun 1978. Perusahaan negara ini dikenal
dengan nama Perusahaan Umum Dok dan Galangan Kapal
(Perumpal). Akhirnya dengan lembaran Negara RI nomer 8
tahun 1980 dan akte pendirian nomer 12 tahun 1980 tanggal 15
April 1980 Perumpal diubah statusnya menjadi Perseroan
dengan nama PT. PAL INDONESIA (Persero) dan sampai

13
dengan saat ini telah diadakan perubahan yang terakhir dengan
akte pendirian Nomer I tanggal 4 Nopember 2002.[1]

2.3 Visi dan Misi


PT.PAL INDONESIA (Persero) mempunyai reputasi
sebagai kekutan utama untuk pengembangan industri maritim
nasional. Sebagai usaha untuk mendukung industri maritim di
indonesia, PT.PAL INDONESIA (Persero) bekerja keras untuk
menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi
dalam mendukung industri maritim nasional. Pengenalan lebih
luas di pasar global telah menjadi inspirasi PT.PAL
INDONESIA (Persero) untuk memelihara kualitas produk dan
jasa.

A Visi
Menjadi perusahaan perkapalan dan rekayasa
berkelas dunia yang dihormati, maksud dari berkelas dunia
yaitu dalam lingkup kualitas SDM, produk dan pelayanan,
budaya, organisasi, dan metodenya. Sedangkan dihormati
dalam arti bersungguh-sungguh memberikan nilai tambah
pada produk dan pelayanan untuk mencapai antusiasme
pelanggan dan bersungguh-sungguh menjaga kehormatan
dan integritas perusahaan.[1]

B. Misi
1. Meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui pemuasan
pelanggan dan insan PAL INDONESIA (Persero).
2. Menjadi bagian penting dalam mendukung pertahanan
dan keamanan nasional.[1]

14
BAB III
DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Dasar Teori


A. Main Generator Set
Generator adalah suatu mesin yang dapat mengubah tenaga
mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi
elektromagnetik. Generator diharapkan dapat mensuplai
kebutuhan listrik kapal saat beroperasi dan keselamatan serta
kenyamanan penumpang dan awak kapal.
Untuk antisipasi keadaan emergency di kapal harus
mempergunakan genset emergency, dengan kapasitasnya harus
mencukupi beban vital pada propulsion system dan ship service.
Perlengkapan genset secara umum meliputi: Prime mover,
reduction gear (jika disyaratkan), generator, exciter, control
panel, lubrication oil system, dan cooling water system.

1. Diesel Generator
Diesel Generator merupakan sebuah bentuk pembangkit
listrik dimana sebagai penggerak utamanya (prime mover)
adalah mesin diesel dan di hubungkan (couple) dengan
generator listrik dalam satu dudukan (base frame) yang
kokoh dan terinstal dengan baik sehingga dapat
dioperasikan dengan baik.
Bagian-bagian dan sistem pada diesel generator
diantaranya adalah:

a. Radiator
Radiator adalah bagian dari mesin diesel yang
berfungsi sebagai pemindah / pelepas kalor mesin.
Konstruksi radiator terdiri dari pipa pipa tipis yang
disusun sejajar dan satu sama lain dan dilekatkan sirip
sirip plat tipis. Konstruksi ini bertujuan untuk
memperluas bidang permukaan dari air yang lewat
pipa radiator, dibantu dengan hembusan angin dari
kipas radiator yang melewati kisi-kisi dan sirip sirip
radiator proses perpindahan/ pembuangan
berlangsung, hal ini dapat dirasakan bahwa udara
yang keluar dari radiator terasa hangat atau panas.

15
Sistem pendinginan dalam diesel generator yaitu:
1) Direct Air Coolling System
Direct Air Coolling System adalah system
pendinginan udara dihembuskan dari kipas
centrifugal yang tersambung secara mekanik
dengan mesin.

2) Direct Water Cooling System


Direct Water Cooling System adalah sistem
pendinginan menggunakan media air yang
disirkulasikan melalui radiator oleh water pump.

3) Separate Water Cooling System


Separate Water Cooling System adalah sistem
pendinginan secara terpisah. Biasanya engine
dalam ruangan (indoor) sedangkan radiator di luar
ruangan (outdoor).

d. Cooling Tower Water Cooling System


Cooling Tower Water Cooling System adalah
sistem pendinginan menggunakan menara
pendingin (cooling tower) dimana air dipompa
dan disirkulasikan ke cooling tower.

2. Water Pump
Water pump adalah bagian dari mesin diesel yang
berfungsi mensirkulasikan air pendingin (cooling water)
dari engine ke radiator dan kembali ke engine lagi. Water
pump ini digerakkan oleh putaran mesin itu sendiri
melewati mekanisme pulley yang disambung dengan V-
belt.
3. Dinamo Stater
Dinamo starter adalah Dinamo starter ini bagian dari
mesin yang berfungsi sebagai penggerak awal dari mesin.
Dimana melalui mekanisme roda gigi dan pinion dynamo
starter ini menggerakkan Flywheel. Dari awal putaran
diporos ini akan menghasilkan kompresi diruang bakar
dan putaran injection pump yang akan mengabutkan
bahan bakar.Setelah terjadi pembakaran dan

16
menghasilkan gerakan berputar sendiri , dinamo akan
lepas dari gigi flywheel.

4. Alternator Charging
Alternator Charging adalah bagian dari mesin yang
berfungsi sebagai pengisi baterai aki sewaktu mesin jalan.
Alternator charging ini dilihat dari konstruksinya
menyerupai generator 3 phase dimana statornya terlilit
kumparan 3 Phase namun tegangannya kecil antara 12 15
V atau 24 28 V . Keluaran 3 phase ini disearahkan dengan
6 buah dioda sehingga terbentuk terminal positif dan
negative. Tegangan DC ini dikontrol oleh regulator.
Keluaran dari regulator ini akan mengatur exsitasinya.
Regulator ini berfungsi untuk mengatur arus charging
supaya tidak berlebihan.

5. Injection pump
Engine Control Injection pump adalah bagian dari
mesin yang berfungsi sebagai pompa injeksi ke ruang
bakar melalui nozel.

Gambar 3.1 Injection pump

17
Pompa injeksi ini mempunyai tekanan kerja yang tinggi
hingga mencapai bar. Tekanan kerja yang tinggi inilah
hingga bahan bakar solar dapat dikabutkan.

6. Panel
Panel adalah bagian dari generator set yang berfungsi
sebagai Proteksi, Monitoring, command. proteksi yang
dimaksud adalah memberikan pengamanan terhadap mesin
antara lain high water temperature switch, low oil pressure
switch, overspeed relay. Pada genset yang kapasitas besar
proteksi didalamnya lebih banyak dan komplit karena sdh
dalam bentuk modul kontrol.
Monitoring yang dimaksud adalah pembacaan
parameter Volt, Ampere, Frekuensi, jam kerja, suhu air dan
tekanan oli.
Command yang dimaksud adalah untuk perintah start
engine, stop engine dan emergecy stop.

7. Air Filter
Air Filter adalah bagian dari mesin yang berfungsi
untuk menyaring atau memfilter udara yang masuk ke
dalam ruang bakar pada mesin Diesel.

8. Stator
Stator adalah bagian statis dari generator yang merubah
perubahan garis garis gaya magnet yang melaluinya
menjadi sumber tegangan/ mengeluarkan tegangan.
Didalam stator generator terdapat belitan belitan
penghantar yang disusun sedemikian rupa sesuai kaidah
baik jumlah lilitan, jarak antara lilitan (pitch factor) dan
beda sudut antara phasa, sehingga menghasilkan tegangan
3 phasa yang mempunyai sudut 120 derajat terhadap phasa
lainnya.
Kemampuan dan kualitas generator ditentukan juga
oleh bahan inti besi dan bahan tembaga yang dipakai serta
tingkat ketahanan isolasi terhadap panas yang melaluinya.
Bahan inti dari stator merupakan bahan terpilih yang
mempunyai tingkat permeabilitas magnetic yang tinggi,
terbentuk dari lapisan lapisan plat yang terlaminasi satu

18
sama lain. Hal ini adalah dimaksudkan untuk mengurangi
rugi besi karena rugi arus hystrisis yang berpusar dalam
inti besi.
Demikian juga dengan lilitan tembaga atau kawat email
mempunyai kualitas yang khusus disamping biasanya
mempunyai lapisan isolasi (email) yang double/ ganda.
Juga mempunyai ketahahanan yang tinggi sampai 150
derajat celcius sehingga tahanan isolasi masih cukup kuat
untuk menahan panasnya stator generator maupun arus
lilitan itu sendiri.

9. Rotor
Rotor adalah bagian dinamis dari generator, yaitu
sebagai bagian yang berputar yang memberikan perubahan
garis - garis gaya magnet terhadap permukaan inti stator.
Rotor terdiri dari inti besi yang membentuk sepatu kutub
yang didalamya terdapat kumparan magnet yang akan
membentuk kutub utara dan selatan.
Konstruksi rotor ini harus sangat kokoh karena
mempunyai bagian yang selalu berputar, bagian yang
berputar akan mempunyai gaya tekanan keluar
(sentrifugal).

10. Exciter
Exciter adalah bagian generator yang berfungsi untuk
pembangkitan tegangan sebagai sumber arus mains rotor
untuk pembentukan kutub. Exciter ini terdiri dari exciter
stator dan exciter rotor. Exciter stator dapat sumber arus
dari AVR sedangkan Exciter rotor mengeluarkan tegangan
untuk arus kutub main rotor.

11. Automatic Voltage Regulator ( AVR )


Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah bagian dari
Generator yang berfungsi mengatur , mengontrol dan
memonitor tegangan yang keluar dari mains stator
berdasarkan prinsip umpan balik / feed back dimana output
dimonitor untuk mengontrol input supaya terjadi
keseimbangan antara tegangan keluar dengan tegangan

19
reference. sehingga tegangan yang keluar dari generator
selalu konstan dengan berbagai level beban.

12. Cooling Fan


Cooling Fan adalah bagian dari generator yang
berfungsi mengeluarkan disipasi panas dari dalam
generator, sumber panas yang terbesar berasal dari inti
stator dan inti rotor sumber panas lain berasal dari
penghantar/ belitan.

13. Space heater


Space heater adalah peralatan tambahan dari generator
yang berfungsi untuk memberikan pemanasan di dalam
generator. Pemanasan ini dimaksudkan untuk mengurangi
/ menghindarkan kelembaban didalam generator.
Kelembaban yang berlebihan dapat merusakkan nilai
resistansi atau tahanan isolasi dari hantaran / lilitan.

B. Generator Sinkron (Alternator)


Generator mempunyai dua bagian utama yaitu rotor
(bagian yang berputar) dan stator (bagian yang diam).
Generator ini disebut generator sinkron (sinkron =
serempak) karena kecepatan perputaran medan magnet
yang terjadi sama dengan kecepatan perputaran rotor
generator. Alternator ini menghasilkan energi listrik bolak
balik (alternating current, AC) dan biasa diproduksi untuk
menghasilkan listrik AC 1-fasa atau 3-fasa. stator (bagian
yang diam). Bentuk gambaran sederhana konstruksi
generator sinkron ditunjukkan pada gambar 3.2 dan 3.3.

20
Gambar 3.2 Bentuk sederhana kontruksi generator
sinkron.

Gambar 3.3 Bentuk sederhana kontruksi Stator


generator sinkron.

a. Kerangka atau gandar dari besi tuang untuk


menyangga inti jagkar.
b. Inti jangkar dari besi lunak / baja silicon.
c. Alur / parit / slot dan gigi tempat meletakan
belitan (kumparan)bentuk alur ada yang terbuka,
setengah tertutup dan tertutup.
d. Belitan jangkar terbuat dari tembaga, yang
diletakan pada alur.

21
C. Main Switch Board (MSB)
Main Switch Board atau dinamakan panel listrik
adalah suatu susunan peralatan listrik atau komponen
listrik yang dirangkai sedemikian rupa didalam suatu
papan kontrol sehingga saling berkaian dan membentuk
fungsi sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Sebuah
Main switch board dapat mengarahkan listrik dari satu atau
lebih sumber ke beberapa daerah yang lebih kecil dari
penggunaan. Dalam suatu panel listrik terdiri dari switch
yang berfungsi untuk mengarahkan listrik.
Peran switch board adalah untuk membagi arus
utama yang disediakan untuk switch board menjadi arus
kecil untuk distribusi lebih lanjut dan untuk memberikan
switching, perlindungan saat ini dan metering untuk
berbagai saat ini. Secara umum, switch board
mendistribusikan kekuatan untuk transformer, panel
board, peralatan kontrol, dan akhirnya untuk sitem
beban.[2]

1. Penel-panel Main Switch Board


Di dalam switchboard ada bank dari busbar, strip
datar tembaga atau aluminium, yang switchgear
terhubung. Ini membawa arus besar melalui
switchboard, dan didukung oleh isolator. Busbar
telanjang yang umum, tetapi banyak jenis yang
sekarang diproduksi dengan penutup isolasi di bar,
hanya menyisakan titik koneksi terkena.

2. Generator Control Panel


Generator control panel merupakan panel listrik
yang mempunyai fungsi utamanya untuk
mengoperasikan generator meliputi starting, running,
stoping, emergency dan dilengkapi dengan proteksi
serta monitoring baik proteksi maupun terhadap
diesel engine maupun terhadap generator.
Proteksi terhadap engine antara lain meliputi:
1) Low oil pressure
2) High water temperature
3) High oil temperature

22
4) Over / Under speed
5) Low voltage battery.
Proteksi terhadap generator antara lain meliputi:
1) Over atau under voltage
2) Over atau under Frekuensi
3) Over current
4) Overload.

3. Motor Starter Panel


Motor Starter panel merupakan panel listrik yang
berfungsi untuk mengoperasikan motor listrik yang
meliputi Starting, running, dan stoping dengan
dilengkapi proteksi sesuai kebutuhan antara lain
circuit breaker, overload, relay, dan lain-lain.
Sebagian panel listrik dilengkapi dengan metering
sebagai fungsi monitoring baik yang yang berbentuk
digital maupun analog (jarum, lampu pilot, dan lidah
getar).

Dari suplai sebuah MSB (Main Switch Board) dibagi


menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Generator 1 dan 2
Generator 1 dan 2 merupakan bagian paling
penting pada MSB (Main Switch Board), karena pada
bagian generator menyuplai daya pada beban
kemudian di MSB (Main Switch Board) diatur
penyaluran bebannya.Terdapat pengaman serta
proteksi terhadap main dengan ini, seperti ACB
(Automatic Circuit Breker), Over Current Relay,
Under Voltage Trip, dan Reserve Power Relay. Selain
itu terdapat Current Transformer serta Potensial
Transformer yang digunakan untuk sebagai alat
pengaman serta menstransformasikan arus untuk CT
dan tegangan untuk PT, sehingga dapat dibaca oleh
alat ukur.

b. Shore Connection
Shore Connection merupakan bagian dari MSB
(Main Switch Board) yang yang didalamnya terdapat

23
sebuah terminal, diamana terminal ini akan di
hubungkan ke sumber PLN, tapi sebelum
dihubungkan ke kapal listrik dari PLN masuk trafo
Step-up terlebih dahulu agar tegangan outputnya 440
volt antar phasanya dan frekunsinya 60 Hz. Shore
Connection digunakan hanya pada saat kapal
berlabuh atau bersandar. Sehingga daya yang di
suplai beban tidak berasal dari generator. Oleh karena
itu, didalam shore terdapat sebuah fasilitas yang
digunakan untuk pengalihan kerja dinamakan
interlock. Sistem interlock merupakan sistem yang
berfungsi untuk menyuplai daya dari Main Generator
atau Shore Conection.

c. Circuit Breaker
Circuit Breaker atau bisa disebut skalar pemutus
tenaga adalah suatu alat pemutus rangkaian listrik
pada suatu sistem tenaga listrik yang mampu
membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua
kondisi, Circuit Breaker dapat bekerja secara
otomatis ketika terjadi gangguan atau secara manual
ketika dilakukan perawatan atau perbaikan. Circuit
Breaker (CB) merupakan suatu alat listrik yang
berfungsi untuk melindungi sistem tenaga listrik
apabila terjadi kesalahan atau gangguan pada sistem
tersebut, terjadinya kesalahan pada sistem akan
menimbulkan berbagai efek seperti efek termis, efek
magnetis dan dinamis stability.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu Circuit


Breaker (CB) adalah sebagai berikut :
1) Mampu menyalurkan arus maksimum sistem
secara terus menerus.
2) Mampu memutuskan dan menutup jaringan
dalam keadaan berbeban maupun terhubung
singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada
pemutus tenaga itu sendiri.
3) Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan
kecepatan tinggi agar arus hubung singkat tidak

24
sampai merusak peralatan sistem, sehingga tidak
membuat sistem kehilangan kestabilan, dan
merusak pemutus tenaga itu sendiri.
Jenis-jenis Circuit Breaker dianataranya adalah

1. ACB (Air Circuit Breker)


ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit
breaker dengan sarana pemadam busur api berupa
udara. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan
tegangan menengah. Udara pada tekanan ruang
atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang
timbul akibat proses switching maupun gangguan.
Pengoperasian pada bagian mekanik ACB dapat
dilakukan dengan bantuan solenoid motor ataupun
pneumatik.
Perlengkapan lain yang sering diintegrasikan
dalam ACB adalah :
Over Current Relay (OCR)
Under Voltage Relay (UVR)

2. MCCB (Miniatur Control Circuit Breaker)


MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang
dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu
sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung.
Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat
berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung
singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu
pengaman ini, mempunyai kemampuan pemutusan
yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.
MCCB ini biasanya digunakan pada arus diatas 100A.

3. MCB (Miniatur Circuit Breaker)


MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang
dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk
pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay
elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat.
Keuntungan menggunakan MCB, yaitu :
1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun
terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya.

25
2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian
diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih.
3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi
hubung singkat atau beban lebih.

d. Transformator
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat
memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau
lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui
suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi-
elektromagnet. Transformator terdiri dari pasangan
kumparan primer dan skunder yang diisolasi (terpisah)
secara listrik dan lilitan primer sebagai input sedangkan
kumparan skunder sebagai output serta inti besi lunak dibuat
dari pelat yang berlapis-lapis untuk mengurangi daya yang
hilang karena arus pusar.
Prinsip kerja dari tansformator adalah Transformator
bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Ketika
kumparan primer dialiri arus AC (bolak-balik) maka akan
menimbulkan medan magnet atau fluks magnetik
disekitarnya. Kekuatan Medan magnet (densitas Fluks
Magnet) tersebut dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang
dialirinya. Semakin besar arus listriknya semakin besar pula
medan magnetnya. Fluktuasi medan magnet yang terjadi di
sekitar kumparan primer akan menginduksi gaya gerak
listrik dalam kumparan sekunder dan akan terjadi
pelimpahan daya dari kumparan primer ke kumparan
sekunder.[3]
Jenis-jenis transformator ada dua yaitu: transformator
step-up dan step-down.
Hubungan Pada Transformator tiga fasa Pada
prinsipnya adalah metode atau cara merangkai kumparan di
sisi primer dan skunder. Umumnya dikenal tiga cara untuk
merangkai kumparan pada trafo tiga fasa, yaitu hubungan
bintang, hubungan delta, dan hubungan zig-zag.

26
1. Trafo 3 fasa hubungan bintang bintang (Y-Y)

Gambar 3.4 Trafo 3 fasa hubungan bintang bintang


(Y- Y).

2. Trafo 3 fasa hubungan delta delta (-)

Gambar 3.5 Trafo 3 fasa hubungan delta-delta (-).

27
3. Trafo 3 fasa hubungan bintang delta (Y-)

Gambar 3.6 Trafo 3 fasa hubungan bintang delta (Y-).

4. Trafo 3 fasa hubungan delta bintang (-Y)

Gambar 3.7 Trafo 3 fasa hubungan delta bintang


(-Y).

28
5. Trafo 3 fasa hubungan zig-zag.

Gambar 3.8 Trafo 3 fasa hubungan delta zig-zag.

e. Motor Induksi 3 Fasa


Motor Induksi 3 fasa adalah suatu mesin listrik yang
merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan
menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip
antara medan stator dan medan rotor. Pada kapal motor
induksi 3 fasa digunakan untuk ballast, bilge pump, dan fan
ventilasi.

Bagian-bagian motor induksi tiga fasa diantaranya adalah

Gambar 3.9 Bagian- Bagian Motor Induksi 3 Fasa.

29
1. Stator
Stator adalah bagian dari mesin yang tidak
berputar dan terletak pada bagian luar. Dibuat dari besi
bundar berlaminasi dan mempunyai alur alur
sebagai tempat meletakkan kumparan.

Gambar 3.10 Stator Motor Induksi 3 Fasa.

2. Rotor
Rotor dalah bagian dari mesin yang berputar bebas
dan letaknya bagian dalam. Terbuat dari besi laminasi
yang mempunayi slot dengan batang alumunium /
tembaga yang dihubungkan singkat pada ujungnya.

Gambar 3.11 Rotor Motor Induksi 3 Fasa


Keuntungan menggunakan motor induksi 3 fasa diantaranya
adalah
1. Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila
motor dengan rotor sangkar.

30
2. Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi.
3. Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak
ada sikat sehingga rugi gesekan kecil.
4. Biaya pemeliharaanmrendah karena pemeliharaan
motor hampir tidak diperlukan.
Kerugian menggunakan motor induksi 3 fasa diantaranya
adalah
1. Kecepatan tidak mudah dikontrol.
2. Power faktor rendah pada beban ringan.
3. Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal.

f. Sumber Teganagan DC
Sumber teganagan dc pada kapal berasal dari baterai aki
12 volt yang dirangkai seri sehingga pada kapal suplai
tegangan dc adalah 24 volt. Tegangan 24 volt dc digunakan
untuk starting Diesel Generator, Main engine, sebagian
untuk penerangan, dan perangkat elektronik serta navigasi
pada kapal yang membutuhkan suplai tegangan 24 volt dc.
Pada kapal juga dilengkapi dengan charger baterai aki yang
berfungsi untuk charger aki sehingga dapat menjaga dari
drop tegangan pada aki .
Dalam sistem kelistrikan kapal sumber tegangan dc
antara yang digunakan untuk starting dengan sumber general
sumber dc memiliki sumber teagangan dari aki sendiri.

g. Magnetic Kontaktor
Kontaktor adalah peralatan listrik yang bekerja
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada
kontaktor terdapat sebuah belitan yang mana bila dialiri arus
listrik akan timbul medan magnet pada inti besinya, yang
akan membuat kontaknya tertarik oleh gaya magnet yang
timbul tadi. Kontak Bantu NO (Normally Open) akan
menutup dan Kontak Bantu NC (Normally Close) akan
membuka. Kontak pada kontaktor terdiri dari kontak utama
dan kontak Bantu. Kontak utama digunakan untuk rangkaian
daya sedangkan kontak Bantu digunakan untuk rangkaian
kontrol.

31
Adapun peralatan elektromekanis jenis kontaktor
magnet dapat dilihat pada gambar berikut gambar 3.12
merupakan jenis kontaktor 3 fasa :

Gambar 3.12 Kontaktor.


h. Relay
Dalam dunia elektronika, relay dikenal sebagai
komponen yang dapat mengimplementasikan logika
switching. Sebelum tahun 70-an, relay merupakan otak
dari rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC
yang mulai menggantikan posisi relay. Relay yang paling
sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan
pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.
Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan
sebagai berikut :
1. Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk
menutup (atau membuka) kontak saklar.
2. Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh
daya/energi listrik.
Relay ini menghubungkan rangkaian beban on atau off
dengan pemberian energi elektromagnetis. Konstruksi relay
terdiri dari kumparan inti besi stationar. Kontak relay
dipasangkan pada batang besi bersendi. Jika kumparan
dialiri arus listrik maka timbulah elektromagnetik pada inti
besi sehingga batang besi dapat ditarik ke inti
elektromagnetik dan menutup pada kotak relay yang lain.

32
Jika arus listrik diputuskan maka kontak akan dilepaskan
oleh pegas. Gambar 3.13 dibawah ini merupakan contoh
bentuk relay.

Gambar 3.13 Relay.

3.2 Kajian Pustaka


a. Dionysius M.S dan Indra Ranu Kusuma (2014) dalam
penelitian Perancangan Power Management System pada
kapal penumpang menyatakan bahwa Power Management
System merupakan suatu sistem yang mengontrol dan
memonitoring generator untuk menghasilkan daya dan
akhirnya dialirkan pada peralatan kelistrikan yang ada pada
kapal. Load atau beban merupakan hal yang harus di cukupi
oleh generator selaku sumber kelistrikan.Sifat pembebanan
dari peralatan listrik dapat ditentukan dengan frekuensi kerja
atau intensitas penggunaannya dalam kurun waktu tertentu.
Dimulai dari perhitungan beban kelistrikan dan generator
hingga penggolongan peralatan yang dianggap essen dan
harus beroperasi untuk menjamin kinerja kapal.Setelah itu
dapat ditentukan batas bawah kemampuan generator dalam
menyuplai daya listrik.

b. Achmad, Firdaus, Ir.Sardono Sarwito M.Sc, dan Indra Ranu


Kusuma,ST,M.Sc. (2014) dalam penelitian Studi Analisa
Teknik Instalasi dan Ekonomi Desain Kelistrikan kapal
penumpang Dengan menggunakan Busbar Trunking

33
menyatakan bahwa distribusi kelistrikan merupakan salah
satu faktor yang di butuhkan untuk sumber tenaga
mentransmisi daya menuju beban agar dapat dioperasikan
sesuai kebutuhan. secara data stastitika bahwa kecelakaan
kapal, khususnya kebakaran kapal mayoritas dipengaruhi
oleh instalasi kabel dalam mendistribusikan daya menuju
beban. Hal ini di kerenakan sistem kabel tidak terbuat dari
bahan yang bebas halogen. Busbar trunking merupakan
salah satu media distribusi kelistrikan yang memiliki tingkat
keandalan dan keamanan yang lebih baik dibandingkan
kabel.

34
BAB 4
METODOLOGI PENELETIAN

4.1 Desain Sistem

Gambar 4.1 Flowchat Desain Sistem.

35
4.2. Jadwal Kegiatan

Tabel 4.1 Jadwal kegiatan PKL(Praktek Kerja Lapangan)


Januari Februari
No Kegiatan
II III IV I
1 Pengenalan perusahaan PT. PAL
Indonesia.

2 Materi I
1. Struktur Perusahaan.
2. Proses Bisnis PT. PAL
Indonesia.
3. Pengenalan bagian
bagian pada kapal
secara umum dan
sistem kelistrikan
pada kapal secara
umum.
3 Materi II
1. Pengenalan dan
Pemahaman Dasar
sistem kelistrikan &
Proteksi Pada kapal
LCU (Landing Craft
Utility).

2. Pengontrolan motor 3
fasa pada kapal LCU
(Landing Craft
Utility).
3. Proses pembangkitan
listrik Diesel
Generator pada kapal
LCU (Landing Craft
Utility).

4. Penggunaan Main
Switch Board (MSB)
pada kapal LCU
(Landing Craft
Utility).

36
5. Pengenalan bagaian-
bagian kapal induk
(SSV) 602 dari LCU
(Landing Craft Utility)
dan kapal PKR
(Perusak Kawal
Rudal) 302.
4 Penyusunan Laporan Kerja
Praktik

37
[Halaman ini Sengaja dikosongkan]

38
BAB 5
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sistem kelistrikan padal kapal LCU (Landing Caft Utility) adalah
suatu sistem dimana dari awal pengbangkitan listrik oleh generator
sampai sistem distribusi ke bagianbagian yang membutuhkan
sumber daya listrik. Instalasi listrik atau sistem distribusi daya listrik
pada kapal merupakan salah satu instalasi yang sangat penting untuk
mengoptimalkan kinerja operasional kapal iu sendiri. Perencanaan
instalasi listrik kapal ini tentu harus berdasarkan pada persyaratan
atau ketentuan yang berlaku untuk sistem dikapal. Dalam pembuatan
suatu sistem kelistrikan harus memperhitungkan jumlah beban
dengan sumber (Generator) sehingga antara satu sama lain bisa
berfungsi dengan optimal dan tidak menimbulkan kebakaran karena
beban atau instalasi listrik yang buruk. Selain itu pemilihan generator
yang sesuai dengan kebutuhan harus melewati beberapa tahap sampai
akhirnya ditemukan type mesin yang cocok dipasang pada kapal.
Didalam suatu kapal dilengkapi dengan pengaman listrik, jika terjadi
konsleting atau arus pendek maka pengaman akan berfungsi memutus
sambungan lisrik ke beban sehingga tidak menimbulkan kebakaran.
Pada sistem pendistribusian listrik kapal harus dapat terjamin
dalam pasokan listriknya kerena kapal tidak dapat berfungsi
sebagaimana mestinya jika pasokan listrik mengalami gangguan.
Dalam memenuhi pasokan listriknya maka kapal mempunyai
generator utama, generator cadangan, dan baterai (aki). Dalam
pembagian pasokan listrik tersebut maka kapal mempunyai dua
bagian penting yang berfungsi untuk mendistribusikan listrik menuju
beban-beban yang terpasang, yaitu: switchboard, electronic power
panel.

5.1 Sistem Kelistrikan Kapal LCU (Landing Craft Utility)


A. Generator
Generator berfungsi mengubah energi mekanis menjadi
tegangan energi listrik melalui proses induksi
elektromagnetik. Generator arus bolak-balik (AC)
menghasilkan energi listrik dengan arus bolak-balik.

39
Berikut gambar 5.1 merupakan gambar diesel generator
pada kapal LCU (Landing Caft Utility).

Gambar 5.1 Diesel Generator.

Prinsip kerja generator arus bolak-balik (AC)


menggunakan hukum faraday yang menyatakan jika
sebatang penghatar berada pada medan magnet yang
berubah-ubah, maka pada penghatar tersebut akan terbnetuk
gaya gerak listrik. Prinsip kerja generator bolak-balik 3 fasa
sama dengan generator satu fasa, akan tetapi pada genarator
tiga fasa memiliki tiga lilitan yang sama tetapi tegangan
outputanya berbeda fasa 120o pada masing-masing fasa.
Besar tegangan generator tergantung pada:
1. Kecepatan putaran (N)
2. Jumlah kawat pada kumparan yang memotong fluk (Z)
3. Banyaknya fluk magnet yang dibangkitkan oleh medan
magnet (f).

Generator arus bolak-balik (AC) sering disebut sebagai


alternator, generator AC (Alternating Current), dan
generator sinkron. Generator arus bolak-balik (AC) pada
generator merupakan generator sinkron. Generator
dikatakan sinkron karena jumlah putaran rotornya sama
dengan jumlah putaran medan magnet pada stator.
Kecepatan sinkron dihasillkan dari hasil kecepatan rotor
dengan kutub-kutub mangnet yang berputar dengan
kecepatan yang sama dengan stator.
Kontruksi generator arus bolak-balik (AC) sebagai berikut:

40
1. Rangka Stator
Rangka stator pada generator arus bolak-balik
terbuat dari besi tuang, rangka stator merupakan tempat
meletakkan bagian bagian generator.

2. Stator
Stator pada generator arus bolak-balik (AC)
memiliki alur-alur sebagai tempat meletakan lilitan
stator. Lilitan stator berfungsi untuk tempat GGl
induksi. Stator bagian yang diam dan mengeluarkan
tegangan bolak-balik. Inti stator terbuat dari bahan
ferromagnetik berlapis-lapis.

3. Rotor
Rotor adalah bagian generator arus bolak-balik
yang berputar, bagian-bagian ini terdapat kutup-kutup
magnet dengan lilitanya yang terdiri arus searah, yang
melewati cincin geser dan sikat-sikat. Pada bagian ini
menghasilkan medan magnit yang menginduksikan ke
stator.

4. Cincin Geser .
Cincin geser terbuat dari kuningan atau tembaga
yang dipasang pada poros dengan memakai bahan
isolasi. Slipling ini berputar bersama-sama poros dan
rotor.

Generator bolak-balik (AC) dibuat sedemikian rupa,


sehingga lilitan tempat terjadi GGL induksi tidak bergerak
sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan medan magnet
berputar generator jenis di bisa disebut dengan generator
kutup. Keuntungan menggunakan generator kutub adalah
dalam mengambil arus tidak dibutuhkan cincin geser dan
sikat arang. Karena lilitan tempat terjadinya GGL tidak
berputar. Generator sinkron sangat cocok untuk
menghasilkan tegangan tinggi dan arus yang besar.

41
Secara umum kutub magnet generator sinkron di bedakan
atas:
1. Kutub magnet dengan bagian yang menonjol (salient
pole). Kontruksi seperti ini digunakan untuk putaran
rendah , dengan jumlah kutub banyak. Diameter rotor
besar dan berporos pendek.
2. Kutub magnet dengan bagian yang tidak menonjol (non
silient). Kontoksi seperti ini digunakan untuk putaran
putarn tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm), dengan jumlah
kutub yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh
permukaan rotor di buat alur-alur untuk tempat lilitan
penguat, 1/3 bagian lagi merupakan bagian yang utuh,
yang berfungsi sebagai inti kutub.
Sistem penguat (Exiter) generator pada kapal berfungsi
pada saat generator di hubungkan dengan beban akan
menyebabkan tegangan output pada generator turun, kerena
medan magnet yang dihasilkan dari arus penguat relatif
konstan. Agar tegangan generator konstan, maka harus ada
peningkatan arus pengauatan sebanding dengan kenaikan
beban .
Generator ini pada kapal dijalankan atau di kopel oleh
mesin diesel sehingga kecepatan putaran rotor generator
tergantung pada kecepatan dari mesin diesel tersebut.
Sedangkan untuk menjalankan atau starting mesin diesel di
start dengan montor dc 24 v. Dan untuk menghasilkan
tegangan yang setabil pada generator maka diperlukan AVR
(Automatic Voltage Regulator).
Generator AC (Bolak-Balik) dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
a. Generator AC (Bolak-Balik) 1 fasa
b. Generator AC (Bolak-Balik) 3 fasa
Pada kapal LCU (Landing Caft Utility) menggunakan
2 generator dengan rincian satu generator utama dan 1
generator cadangan. Jenis generator yang digunakan adalah
Generator AC (Bolak-balik) 3 fasa sinkron dengan output:
a. Tegangan : 440 v
b. Frekuensi : 60 Hz
c. Jumlah fasa : 3 fasa
d. Arus : 31 A
e. Watt : 18,9 KW

42
f. Merk : Catelpillar

B. Sistem pengaman pada generator


Keamanan dari suatu generator tidak saja tergantung
tergantung pada konstruksi dan pembebanan yang tidak
melebihi batas maksimumnya, tetapi juga pada sistem
pengamannya. Pengaman generator ini melindungi
terhadap gangguan eksternal maupun internal sistem.
Generator membutuhkan sistem pengaman yang dapat
bekerja cepat dan tepat dalam mengisolir gangguan agar
tidak terjadi kerusakan fatal.
Proteksi pada mesin generator ada dua macam, yaitu :

1. Pengaman Alarm
Pengaman alarm bertujuan memberitahukan
kepada operator bahwa ada sesuatu yang tidak normal
dalam operasi mesin generator dan agar operator segera
bertindak:
1. Menormalkan sistem yang terganggu tersebut
2. Menghentikan mesin bila sistem tidak dapat
dinormalkan atau nilai gangguan terus berlanjut.

Jenis pengaman alarm pada mesin generator, yaitu:


1. Temperatur air pendingin tinggi
2. Temperatur air pendingin rendah
3. Tekanan minyak pelumas rendah
4. Level bahan bakar rendah
5. Sistem tidak dapat distart
6. Sistem battery voltage
7. Battery changer
8. Damper udara masuk mesin tertutup.

2. Pengaman Trip
Pengaman trip berfungsi untuk menghindarkan
mesin generator dari kemungkinan kerusakan karena
ada sistem yang berfungsi tidak normal, sedangkan
gangguannya terus berlanjut dan operator tidak bisa
menormalkannya, maka mesin akan stop secara
otomatis.

43
Jenis pengaman trip pada mesin generator, antara lain :
1. Putaran lebih (over speed)
2. Over atau under frekuensi
3. Over atau under voltage
4. Over current
5. Over load
6. Temperatur air pendingin tinggi
7. Tekanan minyak pelumas rendah
8. Emergency stop
9. Reverse power.

C. Pengujian Generator
Pengujian nominal generator dengan beban water
resistance.

Tabel 5.1 Pengujian Nominal Pada Generator.


No Tegang Beban Arus Power Freq
an (V) (%) R(A) S(A) T(A) (Kw) (Hz)
1 440 0 0 0 0 0 60
2 440 25 6 6 6 4.725 60
3 440 50 12 12 12 9.45 60
4 440 75 19 19 19 14.175 60
5 440 100 25 25 25 18.9 60
6 440 110 27 27 27 20.79 60
7 440 75 19 19 19 14.175 60
8 440 50 12 12 12 9.45 60
9 440 25 6 6 6 4.725 60
10 440 0 0 0 0 0 60

Berdasarkan tabel 5.1 Pengujian Nominal pada generator


diatas dapat dijelaskan bahwa pada pengujian generator
dengan beban water resistance di mulai 0 %, 25 %, 50 %,
75 %, 100 %, dan 110 % (hanya beberapa detik). Dalam
pengujian generator akan didapatkan Tegangan (V), Arus A,
Power (Kw), Frekuensi (hz). Sesuai dengan tabel di atas
maka jika prosentase water resistance semakin besar maka
nilai arus dan powernya juga ikut naik.

44
D. Main Switch Board
Main Switch Board (MSB) mempunyai fungsi sebagai
pembagi daya listrik yang kemudian disalurkan ke
elektronic power panel (EPP). Main Switch Board (MSB)
tersebut mendapat suplai dari pembangkit listrik
(Generator) yang mempunyai tegangan 440 V, 60 Hz, dan 3
fasa. Emergency switch board dipakai jika Main Switch
Board (MSB) tidak dapat berfungsi, Emergency Switch
Bord ini terhubung langsung dengan dengan generator
cadangan. Sehigga jika pada agenerator utama mengalami
kegagalan dalam pengoperasian tidak dapat menyuplai
Main Switch Board (MSB), maka generator cadangan akan
langsung menyuplai Emergency Switch Board
menggantikan fungsi main switch board. Dibawah ini
adalah gambar 5.2 merupakan gambar Main Switch Board
(MSB) pada kapal LCU (Landing Caft Utility).

Gambar 5.2 MSB (Main Switch Board)

E. Electronic Power Panel


Main Switch Board (MSB) membagi daya menuju
Elektronic Power Panel yang mempunyai jumlah dua atau
lebih kemudian langsung menuju beban-beban terpasang.
Electronic Power Panel terdiri dari dua bagian yaitu:
Electronic Power Panel Primer dan Electronic Power
Panel Sekunder. Untuk bagian primer langsung ke beban
sedangkan bagian sekunder masih harus melewati Electric
Power Panel sekunder sebelum menuju beban.[5] Dibawah

45
ini adalah gambar 5.3 merupakan gambar Elektronik Power
Panel pada Main Switch Board (MSB) di kapal LCU
(Landing Caft Utility).

Gambar 5.3 Elektronik Power Panel dalam MSB

F. Distribusi Daya
Energi untuk beban penerangan dan beban daya sistem
kelistrikan suatu kapal disuplai dari generator utama.
Selain itu juga dapat disuplai dari Emergency generator atau
batteray (aki). Daya listrik yang keluar dari generator
semuanya akan dipusatkan ke satu Main Switch Board
(MSB). Biasanya, Emergency Switch Board dan sistem
Emergency distribution dayanya terhubung denagan bus tie
dari switchboard di kapal. Jika sistem pelayanan daya di
kapal mengalami kegagalan/ kerusakan, sistem pelayanan
normal akan secara otomatis berpindah dari pelayanan
normal ke pelayanan Emergency generator.[5]

G. Lighting Feeder (Saluran/Instalasi Penerangan)


Semua kebutuhan penerangan kapal disuplai dengan
beberapa feeder dari sistem distribusi dari switchboard
melalui panel distribusi penerangan.[4] Suplai sumber

46
tegangan untuk Lighting Feeder (Saluran/Instalasi
Penerangan) berasal dari generator dan baterai (aki).

H. Power Feeder (Pengisian Daya)


Feeder yang terpisah diharapkan dapat memberikan
pelayan ke ke panel dan grup control board melayani
peralatan bantu pada kamar mesin dan perlengkapan
pendingin yang tidak disuplai secara tersendiri. Kipas
ventilasi pada kapal disuplai oleh feeder itu sendiri. Tiap
feeder ventilasi, sirkuit breaker dapat dioperasikan dengan
kendali jarak jauh untuk memutuskan daya pada feeder
dalam kasus kebakaran.

I. Daya dan Penerangan kondisi Darurat


Beberapa bentuk penerangan untuk kondisi darurat
harus disediakan pada kapal yang berupa sistem penerangan
dengan tenaga listrik. Beban-beban yang harus disuplai
dayanya dari sumber tenaga sesaat adalah sebagai berikut:
1) Lampu- lampu navigasi.
2) Beberapa lampu di kamar mesin yang digunakan untuk
menunjukan kondisi operasional peralatan.
3) Penerangan untuk gang-gang, tangga, jalur
penyelamatan, gelada kendaraan, ruang abk, dan ruang
mesin.
4) Lampu-lampu untuk penerangan umum.
5) Lampu penerangan untuk ruangan radio, kemudi, ruang,
peta, ruang kendali/ anjungan.
6) Sistem komunikasi elektrik utama yang tidak memiliki
sumber penyimpanan daya sendiri.
7) Sistem pengeras suara darurat.
8) Pompa bilge.

47
5.2 Uraian Kegiatan PKL
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
Waktu Praktik Kerja Lapangan adalah hari kerja
perusahaan mulai hari senin sampai dengan jumat (5 hari
kerja dalam seminggu). Jam kerja dan jam istirahat pada saat
PKL adalah
Senin sd. Kamis : pukul 07.30 sd. 16.00 WIB.
Istirahat : Pukul 12.00 sd 13.00 WIB.
Jumat : pukul 07.30 sd. 16.00 WIB.

Tempat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan berada pada


Bengkel Listrik, Departemen Elektrik, Elektronic, &
Interior, Divisi kapal perang di PT. PAL INDONESIA
(Persero).

B. Tugas Pokok Unit Kerja


Tugas Pokok unit kerja ini adalah Fabrikasi dan instalasi
listrik pada kapal.

C. Penjelasan Singkat Tugas Unit Kerja


1. Fabrikasi
Fabrikasi merupakan suatu rangkaian pekerjaan
dari beberapa komponen material baik berupa plat,
pipa ataupun baja profil dirangkai dan dibentuk
setahap demi setahap berdasarkan item-item tertentu
sampai menjadi suatu bentuk yang dapat dipasang
menjadi sebuah rangkaian alat produksi maupun
konstruksi.
Pada bengkel listrik untuk fabrikasi mempunyai
tugas sebagai berikut:
a) Pembuatan seat dan coaming
b) Pembuatan main cable way dan sub cable way
c) Pemotongan/cutting cable
1) Power system
2) Main lighting system
3) Emergancy lighting system.

48
2. Instalasi
Instalasi merupakan suatu seni yang memasang,
menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang
dianggap bisa merujuk pada suatu konteks makna
tertentu.
Pada bengkel listrik untuk instalasi mempunyai
tugas sebagai berikut:
a) Pemasangan seat panel, coaming, lighting, dan
equipments
b) Pemasangan main cable way dan sub cable way
c) Penarikan cable (wiring):
1) Power system
2) Main lighting system
3) Emergancy lighting system.
d) Connecting cable
e) Commingsioning.

49
[Halaman ini Sengaja dikosongkan]

50
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Dalam sub-sub ini dipaparkan keimpulan yang dapat
diambil berdasarkan analisis hasil penelitian. Adapun
kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
a. Kapal merupakan alat transportasi yang sangat kompleks
yang tentunya dalam proses pembuatan kapal, harus
dilakukan secara bertahap. Mulai dari proses Fabrikasi,
instalasi listrik, Pemasangan, Pengecekan hingga
machinery outfitting. Hal ini sesuai dengan aturan
Standart Mutu Produksi yang diterbitkan oleh PT PAL
Indonesia itu sendiri.
b. Instalasi listrik atau sistem distribusi daya listrik pada
kapal merupakan salah satu instalasi yang sangat penting
untuk mengoptimalkan kinerja operasional kapal iu
sendiri. Mulai dari pembangkitan listrik oleh generator
lalu didistribusikan Main Switch Board (MSB) dan
Electronic Power Panel sampai kepada beban-beban
yang ada pada kapal.
c. Komponen-komponen dalam sistem kelistrikan memiliki
fungsi masing-masing yang saling berkaitan.
Komponen-komponen dalam sistem kelistrikan
diantaranya meliputi sistem pembangkitan listrik, sistem
pengaman, dan distribusi daya sampai ke beban.

6.2 Saran
Berdasarkan hasil analisa diatas, sistem kelistrikan
pada kapal LCU (Landing Caft Utility) untuk mendapatkan
instalasi listrik dan distribusi ke beban dapat berjalan
dengan normal dan optimal pada kapal maka harus di
perhitungkan beban yang digunakan dengan generator
yang akan dipakai pada kapal .

51
[Halaman ini Sengaja dikosongkan]

52
DAFTAR PUSTAKA

[1] http://www.pal.co.id/v5/index.php.,[Diakses pada 12


Februari 2017]
[2] Novarianto., 2010. Analisa Karakteristik Kebutuhan Daya
Listrik pada Kapal Cargo dalam Rangka Effisiensi Energi.
Surabaya: ITS.
[3] Transformator., [Diakses pada 12 Februari 2017 dari:
http://te.unib.ac.id/lecturer/amrirosa/wp-
content/uploads/2013/07/Transformator.pdf
[4] Aswanto,Nun Isnan.,2009..Perancangan Instalasi Listrik
Kapal. Makassar: UNHAS.
[5] Desain Sistem Kelistrikan pada kapal Contener Meratus
Barito., [Diakses pada 25 Februari 2017 dari:
https://prezi.com/bynobmg43jnj/analisa-sistem-kelistrikan-
pada-kapal-container/].

53
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

54
BIODATA PENULIS

DATA PRIBADI

Nama : Achmad Yani


Tempat/ Tanggal
: Bojonegoro, 19 Juni 1996
Lahir
Dusun Tempuran, RT/RW
03/02 Desa Sumodikaran,
Alamat :
Kec.Dander, Kab. Bojonegoro,
Jawa Timur
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
No. Tlp/Seluler : 085-231-318-517
Email : Achmadyaniia3@gmail.com
Status : Belum Menikah
RIWAYAT PENDIDIKAN
2002 - 2008 SD Negeri 1 Sumodikaran -
2008 - 2011 Mts Negeri 1 Bojonegoro -
2011 - 2014 MA Negeri 2 Bojonegoro IPA
2014 - Sekarang Universitas Trunojoyo
Teknik Elektro
Madura
PENGALAMAN ORGANISASI
Anggota
Elektro UTM Mengajar 2014-2016
HIMATRO (Himpunan Mahasiswa Teknik Anggota
Elektro) 2014-2015
SOKET (Studi Otomasi Dan Kendali
Wakil Ketua
Trunojoyo)2016-2017
LDK-MKMI 2015-2016 Anggota Syiar

55
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

56
BIODATA PENULIS

DATA PRIBADI

Nama : Musa Abdul Basith


Tempat/ Tanggal Mojokerto, 19 September
:
Lahir 1995
Jln. Panggreman V/15,
Kell. Kranggan, Kec.
Alamat :
Prajurit Kulon, Kota
Mojokerto, Jawa Timur
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraa
: Indonesia
n
No. Tlp/Seluler : 085-733-229-976
musaabdulbasith@yahoo.co.
Email :
id
Status : Belum Menikah
RIWAYAT PENDIDIKAN
200 - 2008 SD Negeri Kranggan 4 -
2
200 - 2011
SMP Negeri 8 Mojokerto -
8
201 - 2014
SMA Negeri 2 Mojokerto IPA
1
201 - Sekaran Universitas Trunojoyo
Teknik Elektro
4 g Madura
PENGALAMAN ORGANISASI
Anggota
Elektro UTM Mengajar 2014-2016
HIMATRO (Himpunan Mahasiswa Teknik
Anggota
Elektro) 2014-2016

57
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

58
LAMPIRAN 1. BERKAS KESEDIAAN PERUSAHAAN
TELAH MENERIMA PKL

59
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

60
LAMPIRAN 2. DATA

61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

72
LAMPIRAN 3. DAFTAR HADIR MAHASISWA KERJA
PRAKTEK LAPANGAN

73
[Halaman ini sengaja dikosongkan]
..

74
75
[Halaman ini sengaja dikosongkan]

76
LAMPIRAN 4. DOKUMENTASI

Kapal LCU (Landing Caft Utility)

Uji Coba Kapal LCU (Landing Caft Utility)

Pengujian jendela Kapal LCU (Landing Caft Utility)

77
Diesel Generator

Generator

Control Unit Diesel Generator

Motor 3 Fasa

78
Sambungan Bintang Motor 3 Fasa

MSB (Main SwitchBoard)

Instalasi Pada MSB (Main SwitchBoard)

Instalasi Pemasangan Relay pada MSB

79
Instalasi MCB

Ruang Anjungan kapal

Indikator Diesel Generator

Control Navigasi Dan Signal Light Panel

80
Trotel

Radio Militer

Antena Militer

Sensor Kecepatan dan Arah Angin

81
GPS Radio Militer

Melihat Proses Pengujian Generator

Charger Aki

Ruang Control Room Kapal SSV 602

82