Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM 1

RANGKAIAN ELKA II
KARAKTERISTIK DIODA SILIKON DAN GERMANIUM DENGAN PENGUKURAN
ARUS DAN TEGANGAN

Disusun Oleh :

Indah Puspita D (11)

PRODI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MALANG


2016
1. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :

Dapat mengukur karakteristik dioda silikon dan germanim dengan pengukuran arus dan
tegangan.

2. Dasar Teori
Dioda adalah suatu komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor,
yang biasa disebut PN junction,yaitu suatu bahan campuran yang terdiri dari bahan tipe
P dan bahan tipe N.
Salah satu contoh dari diode adalah diode silikon dan diode germanium. Dioda
silikon terbuat dari bahan silikon, seperti halnya dengan yang lain, diode ini umumnya
digunkan sebagai penyearah pada regulator. Keistimewaan dari diode ini adalah
kemampuannya dalam mengalirkan arus dan tegangan yang cukup besar. Arus yang
mengalir melewati diode ini hanya mengalir ke satu arah saja, yaitu dari anoda dan
katoda.
Untuk diode germanium terbuat dari bahan germanium. Setiap diode ini mempunyai
karakteristik masing-masig. Karakteristik diode silikon dan germanium, pada saat
tegangan 0V maka tidak ada arus yang mengalir (I = 0),baik dalam arah forward
maupun dalam arah reverse. Untuk diode silikon, arusmulai naik setelah mencapai
tegangan cut-in antara 0,6 V 0,7 V. Sedangkan pada diode germanium, arus mulai naik
setelah dapat menembus tegangan cut-in pada level 0.2V 0,3V.

3. Gambar Percobaan

Gambar 2. Rangkaian Dioda Forward


4. Alat dan Bahan
1) j Iupad : 1buah
2) Power Supply : 1buah
3) Multimeter Analog : 1buah
4) Multimeter Digital : 1buah
5) Jumper : 10 buah
6) Dioda Silikon : 1buah
7) Dioda Germanium : 1buah
8) Resistor 100 : 1buah
9) Resistor 1K : 1buah
10) Banana to Banana : 2 buah

5. Langkah Percobaan
1) Kalibrasi multimeter analog dan tulis hasil pengukuran pada tabel 1.
2) Ukur hambatan resistor, dioda (pada keaadan forward ) dengan skala seperti pada tabel
2.
3) Pasang rangkaian seperti Gambar 1.
4) Ukur arus dan tegangan yang melewati dioda dan resistor dengan memberikan
tegangan yang bervariasi pada rangkaina.
5) Isi hasil pengukuran tegangan pada tabel 3 (untuk dioda silikon) dan tabel 4 (untuk
dioda germanium). Sedangkan isi hasil pengukuran arus pada tabel 7 (untuk dioda
silikon) dan tabel 8 (untuk dioda germanium).
6) Gambar karakteristik dioda hasil pengukuran dengan posisi forward.

6. Tabel Hasil Praktikum


Tabel 1 Kalibrasi

Kalibrasi
Skala Pengukuran Perhitungan Presisi
10 5 7,9
X10 5 = 0,56
9
52 65
X100 4,5 = 0,6
4
52 0,65
X1K 4,5 = 0,6
4
Tabel 2 Resistansi Dioda
Vs RS (100 ) RL (1k ) Dioda Silikon Dioda
Germanium
1X 100 1k 6 10
10X 90 950 450 240
1KX 0,1k 1k 3,8k 1,2k

Tabel 3 Tegangan Forward Dioda Silikon


Vs VRS(mV) VRL(mV) VDSi(V)
1 47 48,3 0,521
1,5 84,6 86,8 0,55
2 127,8 131 0,571
2,5 169,9 174,2 0,585
3 214,8 220,3 0,597

Tabel 4 Tegangan Forward Dioda Germanium


Vs VRS(mV) VRL(mV) VDGer(V)
1 69,3 71 0,287
1,5 104,9 107,5 0,329
2 145,6 149,1 0,372
2,5 186 188,2 0,439
3 227,6 233,1 0,480

Tabel 5 Arus Forward Dioda Silikon


Vs IRS(mA) IRL(mA) IDSi(mA)
1 1,375 1,375 1,375
1,5 2,125 2.125 2.125
2 3,37 3,37 3,37
2,5 4,1 4,1 4,1
3 5,2 5,2 5,2
Tabel 6 Arus Forward Dioda Germanium
Vs IRS(mA) IRL(mA) IDGer(mA)
1 1,625 1,625 1,625
1,5 2,375 2,375 2,375
2 3,5 3,5 3,5
2,5 4,3 4,3 4,3
3 5,45 5,45 5,45

Grafik Percobaan

V Dioda Silikon (forward) V Dioda Germanium(Forward)


250 250
200 200
150 150
100 100
50 50
0 0
1 1.5 2 2.5 3 1 1.5 2 2.5 3
VRS 47 84.6 127.8 169.9 214.8 VRS 69.3 104.9 145.6 186 227.6
VRL 48.3 86.8 131 174.2 220.4 VRL 71 107.5 149.1 188.2 233.1
VDS 52.1 55 57.1 58.5 59.7 VDGer 28.7 32.9 37.2 43.9 48

VRS VRL VDS VRS VRL VDGer

I Dioda Silikon (forward) I Dioda Germanium (Forward)


6 6
5 5
4 4
3 3
2 2
1 1
0 0
1 1.5 2 2.5 3 1 1.5 2 2.5 3
Series1 1.375 2.125 3.37 4.1 5.2 IRS 1.625 2.375 3.5 4.3 5.45
Series2 1.375 2.125 3.37 4.1 5.2 IRL 1.625 2.375 3.5 4.3 5.45
Series3 1.375 2.125 3.37 4.1 5.2 IDS 1.625 2.375 3.5 4.3 5.45

Series1 Series2 Series3 IRS IRL IDS


7. Analisa data
Pada rangkaian terbias maju (Forward) pada dioda Silikon diperoleh data besar arus
dengan manipulasi sumber tegangan (1 volt, 1,5 volt, 2 volt, 2,5 volt dan 3 volt) masing-
masing sebesar 1.375mA, 2.125mA, 3.37mA, 4.1mA, 5.2mA. Sedangkan pada dioda
Germanium didapatkan nilai arus sebesar 1.625 mA, 2.375mA, 3.5mA, 4.3mA dan
5.45mA.
Untuk tegangan pada rangkaian terbias maju (forward) pada diode silikon dengan
sumber tegangan (1 volt, 1,5 volt, 2 volt, 2,5 volt dan 3 volt) masing-masing sebesar 52.1
mV, 55 mV, 57.1 mV, 58.5 mV, 59.7 mV. Sedangkan pada diode germanium didapat nilai
tegangan sebesar 28.7mV, 32.9 mV, 37.2 mV, 43.9 mV, 48mV.

8. Kesimpulan
Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari pertemuan semi konduktor jenis P
dan jenis N (PN Junction). Elektroda yang di hubungkan dengan jenis P disebut Anoda sedangkan
yang di hubungkan dengan jenis N disebut Katoda. Dioda berfungsi sebagai saklar elektronika
Karena akan melewatkan arus dalam satu arah saja. Pada pemasangan diode dengan forward
bias di dapat hasil semakin tinggi nilai Vs, semakin tinggi pula nilai VRs , VRL , diode silikon (VDsi)
,diode germanium ( VDge), di dapat hasil nilai VRs + VRL + VRL= VDsi dan nilai VDsi mendekati nilai Vs
(tegangan sumber).
9. Lampiran