Anda di halaman 1dari 13

M A K A L A H

PENYUSUNAN PAKET WISATA

Disusun Oleh :

1. AYU NUR P
2. AZHAR RIZKYANDI
3. BAYU EKO. W
4. ERSITA DEVA. C
5. FAREZA SEPTIANSAH. R
6. GANDUNG ADHI. W
7. HEFIKA EFAYANTI. W

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI ......


PACITAN
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
KATA PENGANTAR

Teriring rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan


kemudahan serta kesempatan kepada kami selaku penyusun makalah ini,
sehingga makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya dan dapat
dibaca oleh pembaca sekalian.
Penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas yang harus
kami tempuh sehingga sudah menjadi kewajiban kami untuk menyelesaikannya
dengan baik dan semaksimal mungkin kami tulis apa yang menjadi referensi dan
rujukan pada tema Penyusunan Paket Wisata.
Dalam penyusunannya sudah barang tentu kami temui kesulitan, namun
karena adanya bantuan dari berbagai pihak maka semua dapat teratasi. Untuk
itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu selesainya penyusunan makalah ini.
Harapan kami, makalah ini dapat berguna menjadi referensi dalam
menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang dunia wisata serta bisa menjadi
rujukan dalam mencari tambahan wawasan khususnya pada bidang pariwisata.

Pacitan, Februari 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................... i

Kata Pengantar ................................................................................... ii

Daftar Isi ............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1

1.2 Pembatasan Masalah ................................................................ 2

1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Perencanaan Wisata ................................................................. 3

2.2. Sejarah Paket Wisata ................................................................ 4

2.3. Paket Wisata di Indonesia ......................................................... 5

2.4. Jenis jenis Paket Wisata ......................................................... 5

2.5. Penyusunan Biaya Paket Wisata ............................................... 6

2.6. Komponen wisata dalam penyusunan paket wisata ................... 8

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan ................................................................................ 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas yang memiliki
peran penting dalam kegiatan perekonomian Indonesia. Bahkan sektor
pariwisata merupakan ujung tombak dari kemajuan perekonomian suatu
Negara, karena sektor pariwisata melebihi sektor migas serta industri
lainnya apabila dikelola dengan baik.
Perkembangan sektor pariwisata di indonesia ini merupakan suatu
bukti keberhasilan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Ini juga
memungkinkan pendapatan masyarakat juga semakin meningkat, sehingga
banyak di antara mereka menggunakan waktu luangnya untuk melakukan
perjalanan wisata, di dalam maupun ke luar negeri.
Kegiatan wisata tak dapat dipungkiri akan selalu menjadi kebutuhan
dasar setiap manusia untuk menghilangkan kejenuhan yang dilakukan
setiap hari (Razak dan Supriharjo, 2013). Pariwisata telah tumbuh menjadi
sebuah industri yang sangat menguntungkan dan memiliki prospek yang
sangat baik seakan-akan telah menjadi kebutuhan pokok manusiawi
(Mudayanti, 2008). Sehingga saat ini banyak yang terjun menggeluti dunia
usaha jasa biro perjalanan tour dan travel dengan berbagai paket wisata
yang ditawarkan untuk wisatawan.
Biro Perjalanan wisata adalah suatu perusahaan yang usaha dan
kegiatanya merencanakan dan menyelenggarakan perjalanan wisata,
dengan tujuan mengambil keuntungan dari penyelenggaraan tersebut. Biro
perjalanan tour dan travel akan membuat paket wisata semenarik mungkin
yang nantinya akan ditawarkan ke para wisatawan yang ingin melakukan
kegiatan pariwisata, sehingga akan memiliki daya tarik wisatawan untuk
menggunakan jasa biro tersebut. Paket wisata adalah perpaduan dari
beberapa prodak wisata (minimal dua produk) yang dikemas menjadi satu
kesatuan harga yang tidak dapat dipisahkan, dari definisi di atas dapat
diketahui bahwa suatu paket wisata sudah dirancang sedemikian rupa
dengan harga yang sudah ditentukan dengan termasuk pula biaya-biaya

1
pengangkutan, akomodasi, obyek yang dikunjungi dan sebagainya (Desky,
1999 dalam Wihatmoko, 2008).
Peran dari jasa biro perjalanan tersebut sangat penting untuk
perkembangan sektor pariwisata di Indonesia. Jasa biro perjalanan tour
dan travel dapat dikatakan sebagai penggerak bisnis pariwisata dan
promotor. Karena jasa biro perjalanan akan menarik minat wisatawan
sebanyak-banyaknya untuk menggunakan jasa tersebut untuk berkunjung
ke suatu objek wisata dengan memberikan kesan menyenangkan,
kenyamanan, keramahan dan keselamatan. Serta jasa biro perjalanan
akan mempertimbangkan kualitas pelayanan, karena memiliki hubungan
yang erat dengan kepuasan wisatawan. Kepuasan wisatawan yang
merupakan konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain yaitu
persepsi konsumen terhadap kualitas jasa, kualitas produk, harga dan
faktor situasi dan personal dari konsumen.

1.2. Pembatasan Masalah


Membaca latar belakang yang telah kami uraikan maka kami
mengambail sebuah permasalahan yang kami angkat dalam pembahasan
makalah ini yaitu tentang Perencanaan Paket Wisata.

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini selaian sebagai salah satu tugas
wajib kami dalam penilaian yang dilakukan oleh pendidik, juga sebagai
sarana belajar dalam menyusun makalah dengan teknik yang benar, serta
sebagai sarana untuk menambah wawasan khususnya dalam bidang
usaha jasa pariwisata.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perencanaan Wisata


Merencanakan sesuatu bila dilakukan dengan baik tentu akan
memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan dapat pula memperkecil
semua efek sampingan yang tidak menguntungkan. Karena itu pentingnya
perencanaan dalam pengembangan pariwisata sebagai suatu industri tidak
lain ialah agar perkembangan industri pariwisata sesuai dengan apa yang
telah dirumuskan dan berhasil mencapai sasaran yang dikehendaki, baik
itu ditinjau dari segi ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup.
Aspek perencanaan kepariwisataan terdiri atas unsur wisatawan,
unsur aksesbilitas (transportasi), unsur atraksi dan unsur informasi. Unsur
wisatawan yang menggambarkan karakteristik wisatawan, pola budaya dan
aktivitas yang dilakukan akan terbentuk apabila unsur informasi yang ada
dapat diterima. Sumber informasi biasanya berasal dari guide atau
informasi yang bersifat langsung. Karakteristik wisatawan akan
memberikan pengaruh terhadap kebutuhan unsur transportasi baik
transportasi dari dan ke atraksi wisata maupun aksesbilitas di dalam atraksi
wisata. Unsur atraksi lebih mengikat terhadap service yang diberikan
kepada wisatawan. Atraksi yang baik akan memberikan informasi yang
tepat kepada wisatawan untuk datang. Kondisi aksesbilitas yang baik akan
mampu memberikan manfaat yang signifikan terhadap kunjungan
wisatawan.
Secara umum, manfaat dari produk perencanaan yang dilakukan
adalah (Terry G.R., 1982):
a. Melakukan inventarisasi mengenai semua fasilitas yang tersedia dan
potensi yang dimiliki.
b. Menaksir pasaran pariwisata dan mencoba melakukan proyeksi lalu
lintas wisatawan pada masa yang akan datang.
c. Memperhatikan di daerah belahan dunia mana permintaan (demand)
adalah lebih besar dari pada persediaan atau penawaran (supply).

3
d. Melakukan penelitian kemungkinan perlunya penanaman modal, baik
modal dalam negeri maupun modal asing.
e. Melakukan perlindungan terhadap kekayaan alam yang dimiliki dan
memelihara warisan budaya bangsa serta adat astiadat suatu bangsa
yang ada.

2.2. Sejarah Paket Wisata


Paket wisata yang ada sekarang ini tidak terlepas dari
perkembangan pariwisata pada masa lampau. Thomas Cook adalah orang
yang pertama kali menciptakan paket wisata ini pada tanggal 5 Juli 1854.
Thomas Cook menyelenggarakan paket wisata dengan perjalanan
menggunakan kereta api pergi pulang dari Leicester-Loughborough untuk
melihat sebuah pameran yang sedang diadakan. Berkat promosi yang
terus-menerus dilakukan Thomas, jumlah peserta paket wisata tersebut
sangat banyak.
Hal yang mendasari kegiatan wisata yang diselenggarakan oleh
Thomas Cook disebut paket wisata karena perjalanan menggunakan
kereta api dari Leicester-Loughborough dikemas dalam satu paket dengan
jadwal yang telah ditentukan dan biaya yang telah ditentukan oleh Thomas
sudah termasuk biaya akomodasi kereta api pergi pulang, dan biaya
kunjungan ke pameran di Loughborough. Merasa yakin bahwa telah
berhasil menyelenggarakan paket wisata dengan baik, maka Thomas Cook
kemudian mendirikan sebuah biro perjalanan dengan menggunakan
namanya sendiri, Thomas Cook. Biro perjalanan ini menyelenggarakan
paket wisata serupa ke berbagai daerah di Inggris .
Selain memberikan jasa paket wisata, Thomas Cook
memperkenalkan penggunaan nilai tukar pada tahun 1867. Nilai tukar
tersebut dinamakan voucher. Dengan voucher ini, maka orang yang
mengikuti paket wisata tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang dalam
setiap kegiatan paket wisata. Misalnya, akomodasi perjalanan pergi pulang,
makan, minum, dan menginap di hotel. Kesemuanya ini telah ditanggung
oleh perusahaan perjalanan yang bersangkutan.

4
2.3. Paket Wisata di Indonesia
Paket wisata adalah suatu rencana kegiatan wisata yang telah
disusun secara tetap dengan harga tertentu yang mencakup transportasi,
hotel atau akomodasi, obyek dan daya tarik wisata serta fasilitas penunjang
lainnya yang tertera dalam perjanjian paket wisata tersebut.
Di Indonesia, ada dua jenis bidang usaha perjalanan dengan
lingkup jenis layanan dan fungsi yang berbeda satu sama lain.
Pertama adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Agen
Perjalanan (Travel Agent/ Travel Agency). Travel Agency hanya
mempunyai fungsi dan jenis layanan penjualan tiket dari berbagai sarana
transportasi. Dengan demikian pada hakekatnya, suatu agen perjalanan
hanya merupakan kepanjangan tangan atau agen dari bidang-bidang
usaha transportasi.
Kedua adalah bidang usaha perjalanan yang disebut Biro
Perjalanan Wisata atau Tour Operator yang fungsi dan jenis layanannya
yaitu mencakup penyusunan dan penyelenggaraan paket-paket wisata,
termasuk pemesanan tiket kamar hotel, dan pengaturan transportasi.
Dapat dikatakan bahwa Biro Perjalanan Wisata mempunyai lingkup fungsi
dan jenis layanan yang lebih luas disbanding dengan agen perjalanan .

2.4. Jenis jenis Paket Wisata


Di Indonesia sekarang ini terdapat banyak sekali paket wisata yang
ditawarkan oleh para penyelenggara kegiatan wisata. Jenis-jenis paket
wisata tersebut adalah;
a. Pleasure Tourism, yaitu paket wisata yang disusun untuk tujuan ingin
mengetahui suatu daerah tujuan wisata dalam acara mengisi liburannya
guna menghilangkan kepenatan diri atas rutinitas sehari-hari.
b. Recreation Tourism adalah jenis paket wisata yang disusun dengan
tujuan utamanya memanfaatkan hari liburnya guna pemulihan
kesegaran jasamani maupun rohani.
c. Cultural Tourism adalah paket wisata yang diselenggarakan khusus
untuk mengetahui adat-istiadat, gaya dan cara hidup suatu bangsa,
sejarah, seni budaya maupun acara keagamaan.

5
d. Adventure Tourism adalah paket wisata yang dilakukan di alam
terbuka untuk melatih ketangkasan jasmani serta menyegarkan rohani
dengan mengambil resiko yang cukup membahayakan keselamatan
jiwa dengan dipandu oleh seseorang atau lebih yang berpengalaman.
e. Sport Tourism adalah paket wisata yang dilakukan dalam rangka
melatih atau melakukan uji ketangkasan jasmani atau mengikuti
pertandingan olah raga di daerah atau di negara lain.
f. Bussiness Tourism yakni paket wisata yang dilakukan dalam rangka
melakukan studi kelayakan usaha di daerah atau di negara yang
dikunjungi.
g. Convention Tourism adalah paket wisata dalam rangka mengikuti
kegiatan atau mengahdiri suatu acara konferensi, seminar, pameran
atau sejenisnya yang diselingi dengan kegiatan wisata diwaktu
senggangnya.
h. Special Interest Tourism adalah paket wisata khusus yang
memerlukan keahlian dan kemampuan khusus pula bagi pesertanya
dengan klasifikasi jumlah pesertanya yang terbatas seperti pilgrime,
terjun payung, gantole atau sejenisnya .

2.5. Penyusunan Biaya Paket Wisata


Paket wisata merupakan suatu produk dan suatu produk akan lebih
lengkap jika diberi harga (price). Harga adalah suatu alat ukur bagi
konsumen untuk melakukan penilaian terhadap suatu produk. Produk paket
wisata bersifat comparative sehingga konsumen bisa menilai dengan
bantuan harga.
Biaya adalah pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam
pembuatan suatu produk dan ada beberapa jenis biaya yang harus
diperhatikan
a. Cost plus pricing
b. Direct cost, biaya langsung adalah semua jenis biaya yang secara
langsung digunakan dalam produksi paket wisata. Contoh biaya
langsung: biaya akomodasi, transportasi, guide fee, dll
c. Indirect cost, biaya tidak langsung adalah semua jenis biaya yang
tidak langsung digunakan dalam pembuatan paket wisata. Contoh

6
biaya tidak langsung; gaji karyawan, biaya marketing, biaya
pengembangan.
d. Saving cost / standbay cost. saving cost adalah perhitungan biaya
yang digunakan untuk berjaga jaga apabila terjadi perubahan biaya
yang tidak direncanakan.
e. Variable cost, biaya yang berubah karena jumlah atau frekuensi,
sifatnya perorangan contoh: tiket/karcis masuk, meals. Dll
f. Fixed cost : biaya tetap, yiatu biaya yang tidak berubah karena
frekuensi atau jumlah contoh, trnsportasi.
g. Semi variable cost, sifatnya variable tapi juga tetap dimana biaya
seperti ini harus dihitung secara fixed cost contoh donation, tips dll
Penentuan biaya komponen sangat menentukan dalam penyusunan
harga paket wisata, menetukan paket wisata dapat dilakukan dengan cara:
a. Menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan, dengan menjumlahkan
biaya langsung dengan biaya tidak langsung.
b. Hanya menghitung biaya langsung saja,
Permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara menghitung
jumlah keseluruhan biaya paket wisata yang terdiri dari 2 jenis biaya yang
mempunyai sifat yang berbeda. Penghitungan biaya tersebut tidak akan
mungkin jika tidak merubah salah satu jenis biaya ke biaya yang sama,
penghitungannya bisa dilakukan dengan beberapa alternatif diantaranya
yaitu:
a. Mengubah biaya tetap (biaya bagi sejumlah pax tertentu) kedalam
biaya perorangan, baru kemudian ditambahkan biaya variable (yang
sudah menyatakan biaya perorangan) untuk memperoleh biaya
perorangnya. Cara ini cocok digunakan untuk penghitungan yang
menggunkan saving cost.
b. Mengubah biaya variable (biaya per orang) kedalam biaya bagi
sejumlah pax tertentu, baru kemudian dilakukan penjumlahan dengan
biaya tetap. Baru setelah itu dilakukan pembagian dengan jumlah pax
yang ada, untuk mendapatkan harga satuan. Cara ini cocok dilakukan
untuk peyusunan tailor made tour.

7
Prosedur dalam menentukan perhitungan penyusunan biaya paket
wisata yang dapat mencapai pendekatan untuk menentukan harga ialah :
a. Menginventarisasi seluruh biaya komponen penyusunan paket wisata
yang dapat di hitung
b. Menyusun harga berdasarkan perhitungan, tidak menurut perasaan
atau perhitungan kira - kira.
c. Mengambil kebijaksanaan mempergunakan saving cost/standby cost
untuk mencegah dampak bila terjadi perubahan biaya.
d. Menjumlahkan seluruh biaya untuk sejumlah pax, baru melakukan
pembagian dengan jumlah pax yang dihitung?
e. Sejak awal perhitungan telah mencari biaya yang menyatakan biaya
perpax
f. Pada jumlah biaya perorangan yang diperoleh, ditambahkan
perhitungan:
- Besarnya surcharge, mark up dan margin atas keuntungan yang
diharapkan ditentukan sesuai kebijaksanaan masing masing
perusahaan
- Harga jual bila memakai saluran distribusi (harga sudah termsuk
komisi yang diberikan.
- Bila diperlukan dalam harga jual sudah termasuk perhitungan
kondisi dari harga misalnya komplimentari
g. Menghitung harga paket wisata yang dinyatakan dalam satuan mata
uang tertentu, pada umumnya di Indonesia dinyatakan dengan Dollar
Amerika

2.6. Komponen wisata dalam penyusunan paket wisata


Komponen wisata meliputi fasilitas-fasilitas yang terlibat dalam
penyelenggaraan wisata, dimana wisata terjadi karena adanya
keterpaduan antara berbagai fasilitas yang saling mendukung dan
berkesinambungan. Adapun komponen wisata yang meliputi hal-hal
sebagai berikut :
a. Sarana transportasi
Sarana transportasi terkait dengan mobilisasi wisatawan, tetapi
transportasi tidak hanya dipakai sebagai sarana untuk membawa

8
wisatawan dari satu tempat ke tempat lain saja, namun juga dipakai
sebagai atraksi wisata yang menarik
b. Sarana akomodasi
Sarana akomodasi dibutuhkan apabila wisata diselenggarakan dalam
waktu lebih dari 24 jam dan direncanakan untuk mengunakan sarana
akomodasi tertentu sebagai tempat menginap.
c. Sarana makanan dan minuman
Dilihat dari lokasi ada restoran yang berada di hotel dan menjadi bagian
atau fasilitas hotel yang bersangkutan, ada pula restoran yang berdiri
sendiri secara independen.
d. Obyek dan atraksi wisata
Objek dan atraksi wisata dapat dibedakan atas dasar asal-usul yang
menjadi karakteristik objek atau atraksi tersebut, yaitu wisata alam,
wisata sejarah, wisata budaya, wisata ziarah dan wisata hiburan.
e. Sarana hiburan
Hiburan pada hakikatnya adalah salah satu atraksi wisata. Hiburan
bersifat massal, digelar untuk masyarakat umum dan dan bahkan
melibatkan masyarakat secara langsung serta tidak ada pemungutan
biaya yang menikmatinya, dimana hiburan semacam ini disebut
amusement.
f. Toko cenderamat
Toko cenderamata erat kaitannya dengan oleh-oleh atau kenang-
kenangan dalam bentuk barang tertentu.
g. Pramuwisata dan pengatur wisata (guide dan tour manager)
Pramuwisata dan pengatur wisata adalah petugas purna jual yang
bertindak sebagai wakil perusahaan yang mengelola wisata untuk
membawa, memimpin, memberi informasi dan layanan lain kepada
wisatawan sesuai dengan acara yang disepakati.

9
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Paket wisata (package tour) adalah produk perjalanan yang dijual
oleh suatu perusahaan biro perjalanan atau perusahaan transport yang
bekerja sama dengannya dimana harga paket wisata tersebut telah
mencakup biaya perjalanan, hotel ataupun fasilitas lainnya (Suwantoro:
1997). Sedangkan menurut Yoeti (1997), paket wisata merupakan suatu
perjalanan wisata yang direncanakan dan diselenggarakan oleh suatu
travel agent atau biro perjalanan atas resiko dan tanggung jawab sendiri
baik acara, lama waktu wisata dan tempat yang akan dikunjungi,
akomodasi, transportasi, serta makanan dan minuman telah ditentukan
oleh biro perjalanan dalam suatu harga yang telah ditentukan jumlahnya.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan paket wisata adalah
wisata paket disusun dengan harga tertentu. Harga paket wisata pada
umumnya sudah termasuk semua komponen yang termasuk kedalam
wisata, seperti transportasi, makan, akomodasi, guide, dan lain-lain.
Paket wisata adalah suatu rencana kegiatan wisata yang telah
disusun secara tetap dengan harga tertentu yang mencakup transportasi,
hotel atau akomodasi, obyek dan daya tarik wisata serta fasilitas penunjang
lainnya yang tertera dalam perjanjian paket wisata tersebut

10

Anda mungkin juga menyukai