Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini marak terjadinya penyimpangan mutu pangan. Penyimpangan


mutu pangan adalah penurunan mutu secara organoleptik dari pangan yang
menyebabkan produk tidak sesuai persyaratan penerimaan namun produk masih
aman untuk dikonsumsi. Penyimpangan mutu adalah penyusutan kualitatif dimana
bahan mangalami penurunan mutu sehingga menjadi tidak layak dikonsumsi
manusia. Bahan pangan yang rusak mengalami perubahan cita rasa, penurunan
nilai gizi atau tidak aman lagi untuk dimakan karena mengganggu kesehatan. Pada
kondisi ini maka makanan sudah kadaluarsa atau melewati masa simpan (shelf
life). Penyusutan kuantitatif mengakibatkan kehilangan jumlah atau bobot hasil
pertanian, dan ini disebabkan oleh penanganan yang kurang baik atau karena
gangguan biologi (proses fisiologi, serangan serangga dan tikus). Susut kuantitatif
dan susut kualitatif ini penting dalam pengemasan, dan susut kualitatif lebih
penting dari susut kuantitatif.

Penyimpangan mutu pangan salah satunya disebabkan oleh pengaruh


kemasan. Pengemasan dapat mempengaruhi mutu pangan melalui perubahan fisik
dan kimia karena migrasi zat-zat kimia dari bahan kemas (monomer plastik, timah
putih, korosi). Selain itu kemasan juga berpengaruh terhadap perubahan aroma
(flavor), warna, tekstur yang dipengaruhi oleh perpindahan uap air dan O2.

Berbagai jenis bahan yang digunakan untuk keperluan kemasan antara lain:
bahan- bahan dari logam, kayu, gelas dan kertas. Kertas sering digunakan sebagai
kemasan primer, merupakan kemasan yang paling murah dan mudah didapatkan,
biasanya digunakan untuk produk pangan yang berbentuk padat dan langsung
konsumsi. Kertas mudah rusak terutama bila kontak dengan minyak atau air
sehingga tidak digunakan untuk produk pangan yang berminyak atau cairan. Di
Indonesia, masih banyak digunakan kemasan kertas yang berasal dari kertas bekas
untuk membungkus gorengan, dengan alasan pemanfaatan kertas bekas dan harga
yang lebih murah bila dibandingkan dengan kertas yang masih bersih/baru . Fakta
di masyarakat menunjukkan bahwa kertas paling banyak digunakan untuk
membungkus aneka ragam makanan gorengan atau makanan jajanan.

1.2 Rumusan Masalah

- Apa yang menyebabkan penyimpangan mutu pada gorengan?

- Metode apa yang digunakan untuk menganalisis kadar cemaran dari kemasan
terhadap gorengan?

- Bagaimana hubungan antar faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan


mutu gorengan?

- Dampak dari penyimpangan mutu pada gorengan?

1.3 Tujuan

- Mengetahui penyebab penyimpangan mutu pada gorengan.

- Menerapkan metode untuk menganalisis kadar cemaran dari kemasan terhadap


gorengan.

- Menjelaskan hubungan antar faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan


mutu pangan.

- Mengetahui dampak dari penyimpangan mutu pada gorengan.\

1.4 Manfaat

Mampu mengetahui penyebab sekaligus dampak dari penyimpangan mutu


gorengan serta dapat menerapkan metode yang tepat untuk menganalisis kadar
cemaran dari kemasan terhadap gorengan.