Anda di halaman 1dari 6

ASPEK SOSIOLOGI, PSIKOLOGI, DAN PSIKOLOGI SOSIAL DALAM

KAJIAN AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Keperilakuan

Dosen Ampu:

Drs. H. Umar Faruk, M.Si

Arvian Triantoro, S.Pd, M.Si

oleh:

Syva Sopianti (1406177)

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2017
Akuntansi telah mengalami metamorphosis yang panjang untuk menjadi bentuknya yang
modern seperti sekaarang ini. Meskipun tidak ada catatan yang dapat digunakan untuk menunjuk
secara langsung kapan akuntansi mulai dipraktikkan, dapat diperkirakan bahwa akuntansi telah
digunakan sejak zaman sebelum masehi. Dengan semakin majunya peradaban manusia, tidak
hanya pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan yang berkembang, akan tetapi sudah merambah
kepada perilaku para pelakunya atau pihak-pihak yang berkepentingan.
Para akuntan dan manajer professional menyadari kebutuhan akan tambahan informasi
ekonomi yang dihasilkan sistem akuntansi. Oleh karena itu informasi ditambah tidak hanya
melaporkan data-data keuangan tetapi data-data non keuangan yang terkait dalam proses
pengambilan keputusan. Sehingga para akuntan wajar memasukkan dimensi-dimensi keperilakuan
dari berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang dihasilkan oleh sistem.
Akuntansi Keperilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang berarti
mengumpulkan, mengukur,mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan
demikian,dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan
desain,kontruksi,serta penggunaan suatu sistem informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi
keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan sistem
akuntansi, mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi
Ruang lingkup akuntansi keperilakuan sungguh luas, yang meliputi antara lain :
Aplikasi dari konsep ilmu keperilakuan terhadap desain dan konstruksi sistem
akuntansi
Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi
Cara dengan mana informasi diproses untuk membantu dalam pengambilan
keputusan
Pengembangan teknih pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku para
pemakai data
Pengembangan strategi untuk memotivasi dan memengaruhi perilaku,cita cita,
serta tujuan dari orang orang yang menjalankan organisasi
Lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga besar :

Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain,konstruksi dan penggunaan sistem


akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai kaitan dengan sikap
dan filosofi manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang
berfungsi dalam organisasi.
Pengaruh sitem akuntansi terhadap perilaku manusia bidang dari akuntansi
keperilakuan ini berkenaan dengan bagaimana sistem akuntansi memengaruhi
motivasi,produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja, serta kerja sama.
Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia. Bidang
ketiga dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai hubungan dengan cara sistem
akuntansi digunakan sehingga memengaruhi perilaku.

Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang


mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989)
Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relatif baru. Ilmu keprilakuan mencangkup biang
riset manapun yang mempelajarinya baik melalui metode obsevasi maupun eksperimentasi,
perilaku manusia dalam lingkunan fisik maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu
sosial manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah, politik,
psikologi.

Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan


manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi.
Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan
merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan.Namun ilmu keperilakuan
dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan psikologi untuk
menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.
Menurut Robbins (2003), Ketiga hal tersebut, yaitu psikologi, sosiologi dan psikologi
sosial menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk
menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia, walaupun secara keseluruhan mereka memiliki
perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia.terutama merasa tertarik dengan bagaimana
cara individu bertindak.
Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu, sosiologi mempelajari
sistem sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka, jadi sosiologi mempelajari
orang-orang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Secara spesifik, sosiolog telah
memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi mereka
terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan rumit.

Psikologi sosial, adalah suatu bidang dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep
baik dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial.
Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan fisik.
Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial, pengaruh sosial dan ilmu dinamika
kelompok.

Adapun gambaran mengenai aspek sosiologi,psikologi dan psikologi sosial yang berkaitan dengan
perilaku akuntansi diantaranya :

1. Perilaku akuntansi yang berkaitan dengan aspek sosiologi yaitu: .


a. Untuk pengguna informasi:
Bagi Manajer: Perencanaan laba dan anggaran dalam organisasi. Penyusunan
anggaran adalah suatu tugas yang berifat teknis. Aspek keperilakauan dan
pengaggaran mengacu pada perilaku manusia yang muncul dalam proses
penyusunan anggaran dan perilaku manusia yang didorong ketika manusia
mencoba untuk hidup dengan anggaran. Anggaran menetapkan batasan terhadap
apa yang dibeli dan berapa banyak yang dapat dibelanjakan. Anggaran membatasi
tindakan manajer, dan merupakan alasan mengapa kinerja manajer dipantau secara
kontinu dan standar terhadap mana hasil kinerja yang dibandingkan.
Bagi Investor dan Kreditor: Bagaimana keputusan yang diambil setelah melihat
dan menganalisis laporan keuangan perusahaan apakah mereka akan menanamkan
modal/ memberi pinjaman atau tidak.
b. Untuk Profesi Akuntansi/Auditor : Bagaimana auditor membuat judgement atau
opini atas laporan keuangan suatu perusahaan sesuai dengan aturan yang ada,
ditunjukkan pada kemampuan auditor untuk mengkombinasikan bagian-bagian
informasi ke dalam suatu pertimbangan menyeluruh, yang meliputi konsistensi,
konsesus, wawasan diri auditor, dan penggunaan informasi tersebut.

2. Perilaku akuntansi yang berkaitan dengan aspek psikologi yaitu:


Sistem akuntansi sangat berpengaruh terhadap psikologi manusia seperti
mempengaruhi produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja, dan kerja
sama dan motivasi. Motivasi timbul dari aspek psikologis seseorang, dan motivasi
merupakan konsep yang penting untuk perilaku akuntansi manajer, akuntan, dan
auditor perlu memotivasi orang-orang ke tingkat performa yang diharapkan, hal
ini agar sasaran organisasi dapat dicapai, sehingga dapat bekerja sama dengan baik
dan mencapai produktivitas yang di harapkan perusahaan, sehingga perusahaan
dapat memberikan apa yang di inginkan oleh pekerja untuk mendapatkan kepuasan
dalam bekerja. Bagi investor yaitu bagaimana motivasi mereka dalam bereinvestasi
setelah melihat kinerja dari perusahaan tersebut.

3. Perilaku akuntansi yang berkaitan dengan aspek psikologi sosial yaitu:


Para manajer dan perilaku akuntansi harus mengembangkan persepsi yang
akurat bagi seseorang yang mereka anggap ideal. Perbedaannya bahwa mereka
merasa antara kunci dari sekelompok orang dapat memberikan sejumlah
kesuksesan atau ketidaksuksesan operasi. Perilaku para akuntan baik itu akuntan
perusahaan maupun auditor perlu mengetahui tentang persepsi karena persepsi
tersebut membentuk seseorang untuk berkembang ke dalam ide dan sikapnya
mempengaruhi perilaku, misalnya persepsi dalam penilaian atau pengukuran
kinerja, dsb. Sehingga dalam pelaporan dan pengauditan dapat berjalan seperti yang
seharusnya.
Para investor biasanya akan memiliki konflik dengan perusahaan, seperti
dalam teori agensi, bagaimana hubungan antara manajer dengan para pemegang
saham.

Sumber:
https://www.slideshare.net/DIANALESTARI3/2makalah-aspek-keperilakuan
https://www.academia.edu/16645119/Akuntansi_keprilakuan
https://www.scribd.com/doc/90737342/Konsep-Keperilakuan-Dari-Psikologi-Dan-Psikologi-
Sosial
https://bungrandhy.wordpress.com/2013/01/12/teori-keagenan-agency-theory/
https://www.scribd.com/document/340273567/AKUNTANSI-KEPERILAKUAN-docx