Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS KOMPARATIF MANAJEMEN LABA SEBELUM DAN SESUDAH FULL

ADOPTION IFRS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI


BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015

COMPARATIVE ANALYSIS OF EARNINGS MANAGEMENT BEFORE AND


AFTER FULL ADOPTION IFRS IN THE MANUFACTURING COMPANY LISTED
ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2011-2015

JURNAL ILMIAH

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
Disusun Oleh :

NAMA : Ni Wayan Putri Rahayu


NO. MAHASISWA : 1314190134
N.I.R.M. : 20133120340359133
FAKULTAS : EKONOMI
JURUSAN : AKUNTANSI
PROGRAM : STRATA I

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA
JAKARTA
2017
UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

FAKULTAS EKONOMI
JAKARTA

TANDA PERSETUJUAN JURNAL ILMIAH

NAMA : Ni Wayan Putri Rahayu


NO. MAHASISWA : 1314190134
N.I.R.M : 20133120340359133
FAKULTAS : EKONOMI
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
PROGRAM : STRATA-1
JUDUL SKRIPSI : ANALISIS KOMPARATIF MANAJEMEN LABA
SEBELUM DAN SESUDAH FULL ADOPTION IFRS
PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE
2011-2015

Telah disetujui dan diterima baik oleh pembimbing skripsi guna melengkapi persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi S1 pada Fakultas Ekonomi
Universitas Persada Indonesia Y.A.I.

Jakarta, 1 Agustus 2017

Disetujui oleh,
Dosen Pembimbing

(Dr. Hj. Nuzulul Hidayati, S.E., Ak., M.M., CA)

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | ii


SURAT PERNYATAAN
ORISINILITAS ARTIKEL / KARYA ILMIAH

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


NAMA : Ni Wayan Putri Rahayu
NO. MAHASISWA : 1314190134
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI S-1

Dengan ini menyatakan Artikel / Karya Ilmiah ini adalah murni hasil karya tulis saya sendiri.
Apabila saya mengutip dari hasil orang lain, maka saya mencantumkan sumbernya sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab.
Apabila dikemudian hari saya terbukti melakukan plagiat (penjiplakan), maka saya akan
bertanggung jawab sepenuhnya dan bersedia untuk dikenai sanksi pembatalan penulisan Artikel
/ Karya Ilmiah dan siap dituntut di hadapan lembaga peradilan maupun institusi yang
berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | iii


SURAT PERSETUJUAN
UNGGAH ARTIKEL / KARYA ILMIAH

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


NAMA : Ni Wayan Putri Rahayu
NO. MAHASISWA : 1314190134
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI S-1
Dengan ini menyerahkan Artikel / Karya Ilmiah kepada Dewan Redaksi Jurnal Program Studi
untuk diunggah dan dapat dipublikasikan.
Surat persetujuan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab.

Jakarta, Agustus 2017

Ni Wayan Putri Rahayu


1314190134

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | iv


ANALISIS KOMPARATIF MANAJEMEN LABA SEBELUM DAN SESUDAH FULL
ADOPTION IFRS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015
Ni Wayan Putri Rahayu
Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I

ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai praktik manajemen laba di
Indonesia. Praktik manajemen laba yang diobservasi adalah manajemen laba akrual (tingkat akrual
diskresioner). Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdafatar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2011-2015 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode
purposive sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 65 perusahaan. Analisis yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah uji statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji wilcoxon signed rank . Alat ukur yang
digunakan untuk analisis ini adalah SPSS 24.
Hasil penelitian berdasarkan uji wilcoxon signed rank menujukkan bahwa tidak ada perbedaan
manajemen laba sebelum dan sesudah Full Adoption IFRS dengan nilai signifikansi (0,774>0,05),
berdasarkan uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa Full Adoption IFRS tidak mengurangi praktik
manajemen laba dengan rata-rata praktik manajemen laba sebesar 0,06085000 pada periode sebelum
Full Adoption IFRS dan 0,06348805 sesudah Full Adoption IFRS
Kata kunci : Manajemen Laba, Full Adoption IFRS.

ABSTRACT
This study aims to provide empirical evidence on earnings management practices in Indonesia.
Earnings management practices what are observed is accrual earnings management (the level of
discretionary accruals). The population of this research are listed manufacturing company in
Indonesian Stock Exchange (IDX) period 2011-2015 with purposive sampling method. Total sample in
this research are 65 companies. The analysis used to research is tested with descriptive statistics test,
normality data test, and wilcoxon signed rank test. The tools used to analysis for this research by using
SPSS 24.
The result of this research indicate that based on wilcoxon signed rank test shows that here is
no difference between the earnings management in the before and after Full Adoption IFRS with
significant value (0,774>0,05), based on statistic descriptive test shows that Full Adoption IFRS does
not reduce practice of earnings management, while the average of earnings management before Full
Adoption IFRS is 0,06085000 and 0,06348805 after Full Adoption IFRS.
Keyword : Earnings Management, Full Adoption IFRS.

PENDAHULUAN laporan keuangan tiap tahunnya. Berdasarkan


PSAK No.1, dijelaskan bahwa tujuan laporan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya,
keuangan adalah untuk memberikan informasi
perusahaan go public wajib melakukan
mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan,
pertukaran informasi antara pihak internal
dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi
dengan pihak eksternal perusahaan, seperti para
sebagian besar pengguna laporan keuangan
investor dan kreditur dengan melaporkan
dalam pembuatan keputusan ekonomik.
Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 5
Nurainun B. dan Priska D. S. semua informasi itu dipakai untuk membuat
(2011:398), berpendapat bahwa kebanyakan pertimbangan yang akhirnya akan
investor hanya menaruh perhatian pada menyebabkan orang yang membacanya akan
informasi laba, namun tanpa memperhatikan mengganti atau mengubah keputusannya.
bagaimana manajemen untuk melakukan Isu manajemen laba telah mencuri
manajemen laba (earnings management). perhatian para pelaku bisnis. Hal ini dapat
Keadaan ini diperburuk dengan adanya dibuktikan dengan adanya beberapa fenomena
kesenjangan informasi antara investor dengan yang timbul akibat praktik manajemen laba
manajemen, dimana manajemen mengetahui yang telah diketahui secara luas seperti kasus-
lebih banyak tentang perusahaan dan masalah- kasus yang terjadi pada Enron corporation
masalah di dalamnya dibandingkan dengan (2001), PT Kimia Farma Tbk (2002), PT Ades
investor, kreditor, pemegang saham, dan pihak Alfindo (2004), PT Indofarma Tbk (2004), PT
luar lainnya. Keadaan dimana manajemen lebih Bumi Resources Tbk (2009) dan Toshiba Corp
menguasai informasi perusahaan dibanding (2015).
pihak lain ini disebut informasi yang tidak Scott dalam Sulistiyanto (2008)
simetris atau asimetri informasi (information berpendapat bahwa manajemen laba merupakan
asymetric). Adanya asimetri informasi ini pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer
semakin memperluas kemungkinan manajemen dari standar akuntansi yang ada dan secara
untuk melakukan manajemen laba. alamiah dapat memaksimalkan utilitas mereka
Dalam Teori Efficiency Market dan atau nilai pasar perusahaan. Fleksibilitas
Hypothesis (EMH), juga disebutkan bahwa dalam menentukan kebijakan akuntansi inilah
laporan keuangan memiliki peran yang penting yang memicu terjadinya manajemen laba di
karena dapat mempengaruhi pasar modal. Oleh suatu perusahaan. Contohnya, penentuan
karena itu, khususnya di masyarakat Barat, hal metode pencatatan persediaan, yaitu FIFO dan
ini mengundang manajemen melakukan hal-hal average yang menentukan jumlah laba yang
yang mengubah laporan laba rugi untuk dilaporkan serta jumlah pajak yang akan
kepentingan pribadinya, seperti disetorkan perusahaan.
mempertahankan jabatan atau mendapatkan Keberadaan IFRS sebagai standar
bonus yang tinggi. (Harahap, 2011:248). akuntansi internasional saat ini,
National Association of Certified Fraud dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan standar
Examiners dalam Sulistyanto (2008) pelaporan keuangan di tiap negara, sehingga
berpendapat bahwa manajemen laba adalah laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.
kesalahan atau kelalaian yang disengaja dalam Hal ini dapat menyulitkan para investor dan
membuat laporan mengenai fakta material atau kreditor dalam membuat keputusan bisnis lintas
data akuntansi sehingga menyesatkan ketika negara.
Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 6
Dengan demikian, untuk memenuhi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
kebutuhan akan laporan keuangan yang 2011-2015.
seragam dan dapat dimengerti oleh masyarakat
Berikut ini adalah rumusan masalah
secara global, maka dibuatkanlah standar
dalam penelitian ini.
akuntansi bertaraf internasional, yaitu
1. Apakah ada perbedaan tingkat manajemen
International Financial Reporting Standards
laba sebelum dan sesudah Full Adoption
(IFRS).
IFRS pada perusahaan manufaktur yang
Dari sisi akuntansi, IFRS diharapkan
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
akan meningkatkan kualitas pelaporan
2011-2015?
keuangan dengan meningkatnya komparabilitas
2. Apakah Full Adoption IFRS dapat
laporan keuangan, dan transparansi bagi para
mengurangi praktik manajemen laba pada
pengguna laporan keuangan, salah satunya
perusahaan manufaktur yang terdaftar di
dengan mengurangi manajemen laba (Cahyati,
Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015?
2011:2).
Berdasarkan hasil peneilitan
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah
Kurniawati (2014), adopsi IFRS berpengaruh
1. Untuk mengukur dan memberikan bukti
terhadap manajemen laba dan tingkat
secara empiris mengenai praktik manajemen
manajemen laba setelah adopsi IFRS menjadi
laba sebelum Full Adoption IFRS pada
lebih kecil. Hal ini serupa dengan penelitian
perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Ewert dan Wagenhof (2005) menyatakan
Bursa Efek Indonesia periode 2011-2012.
bahwa standar akuntansi yang semakin ketat
2. Untuk mengukur dan memberikan bukti
dapat menurunkan manajemen laba dan
secara empiris mengenai praktik manajemen
meningkatkan kualitas pelaporan keuangan.
laba setelah Full Adoption IFRS pada
Oleh karena itu, dengan adanya
perusahaan manufaktur yang terdaftar di
perubahan standar akuntansi yang mengacu
Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015.
kepada IFRS, penulis ingin mengetahui apakah
3. Untuk mengetahui tingkat perubahan praktik
dengan adanya pengadopsian IFRS secara
manajemen laba perubahan yang terjadi
penuh (Full Adoption) dapat mengurangi
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar
adanya praktik manajemen laba di Indonesia.
di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015
Berdasarkan uraian di atas, maka
sebelum dan setelah Full Adoption IFRS.
menarik bagi peneliti untuk melakukan
4. Untuk mengetahui apakah Full Adoption
penelitian dengan judul Analisis Komparatif
IFRS dapat mengurangi adanya praktik
Manajemen Laba Sebelum dan Sesudah Full
manajeman laba pada perusahaan
Adoption IFRS pada perusahaan Manufaktur
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2011-2015.
Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 7
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS akuntansi. Teori akuntansi positif dapat
A. Teori Keagenan (Agency Theory) memberikan pedoman bagi para pembuat
Teori keagenan timbul karena adanya kebijakan akuntansi dalam menentukan
perbedaan kepentingan antara pihak pincipal konsekuensi dari kebijakan tersebut
dengan pihak agent (Hill and Jones, (Utomo,2014:2)
1992:132). Dalam teori ini, pihak principal Terdapat 6 (enam) proxy yang telah
merupakan pemilik perusahaan atau diketahui memiliki kemampuan dalam
pemegang saham (shareholder), sedangkan menjelaskan praktek-praktek yang
pihak agent adalah manajer perusahaan. merupakan cerminan dari aplikasi teori
Principal selaku pemilik perusahaan akuntansi positif. Keenam proxy dimaksud
menyediakan dana dan fasilitas perusahaan, adalah ukuran perusahaan (firm size), tingkat
sedangkan pihak agent menjalankan amanat risiko (risk level),kompensasi manajerial
untuk mengelola perusahaan dan wajib (managerial compensation), porsi utang
melaporkan kinerja perusahaan dalam terhadap aktiva atau modal (financial
bentuk laporan keuangan maupun laporan leverage), pembatas-pembatas dalam
tahunan. penyelesaian utang, dan rasio pembayaran
Sulistyanto (2008:117) berpendapat dividen (dividen payout ratio) (Christie
bahwan hubungan agensi ini seharusnya (1990) dalam Gumanti (2002:85).
dapat membuat perusahaan meningkatkan Watts dan Zimmerman (1986, 1990)
nilainya karena dikelola oleh orang yang dalam Utomo (2014:4) memberikan
mengetahui dan memahami bagaimana gambaran tentang praktik akuntansi yang
mengelola perusahaan serta diawasi ketat didesain untuk menjelaskan dan
oleh pemilik, namun yang terjadi sebaliknya. memprediksi apa yang akan dilakukan
Hal ini terjadi karena masing-masing pihak perusahaan dan apa yang tidak akan
memiliki kepentingan pribadi sehingga dilakukan perusahaan secara khusus,
dapat memicu adanya konflik. Menurut misalnya pemilihan metode akuntansi.
Godfrey, et al (2010) membagi biaya Sedangkan, menurut Deegan (2004)
keagenan menjadi 3 jenis , yaitu biaya dalam Utomo (2014) teori akuntansi positif
monitoring (monitoring cost), biaya menjelaskan bagaimana akuntansi keuangan
perikatan (bonding cost) dan residual loss. dapat digunakan untuk meminimalisasi
biaya keagenan dari setiap pihak yang
B. Teori Akuntansi Positif (Positive terlibat dalam kontrak yang masing-masing
Accounting Theory) pihak mengutamakan kepentingannya.
Teori akuntansi positif pada prinsipnya
menjelaskan dan memprediksi praktik
Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 8
C. Manajemen Laba (Earnings laba yang dilaporkan untuk mengurangi
Management) fluktuasi dan agar laba perusahaan terlibat
Manajemen Laba dapat diartikan sebagai stabil. Strategi ini juga menampilkan kinerja
suatu kemampuan untuk memanipulasi perusahaan yang relatif baik karena laba
pilihan-pilihan yang tersedia dan yang stabil dalam keadaan ekonomi yang
mengambil pilihan yang tepat untuk dapat berfluktuasi.
mencapai tingkat laba yang diharapkan Scott (2012) mengemukakan beberapa
(Belkaoui, 2006:74) motivasi terjadinya manajemen laba :
Menurut Subramanyam (2010:131- 1) Motivasi Bonus
132) ada tiga strategi dalam manajemen Bonus plan hypothesis menegaskan
laba, yaitu : bahwa manajer perusahaan cenderung
1) Meningkatkan laba (Increasing Income) untuk memilih prosedur-prosedur
Strategi manajemen laba dengan akuntansi yang menggeser earnings yang
meningkatkan laba yang dilaporkan pada dilaporkan dari periode masa depan ke
periode kini untuk membuat perusahaan periode sekarang. Manajer melakukan
dipandang lebih baik. Strategi ini juga manajemen laba untuk kepentingan
memungkinkan pertumbuhan laba selama bonusnya.
beberapa periode. Kinerja perusahaan akan 2) Motivasi Kontraktual Lainnya
tampak baik apabila laba yang dihasilkan Hipotesis debt/equity yaitu suatu
dalam tiap periode mempunyai perusahaan yang rasio debt/equity besar
kecenderungan meningkat. cenderung manajer perusahaan memilih
2) Pengurangan laba periode kini (Big prosedur-prosedur akuntansi yang
Bath ) menggeser earnings yang dilaporkan dari
Strategi big bath dilakukan dengan periode masa depan ke periode sekarang.
menurunkan laba pada periode kini. Manajemen melakukan manajemen laba
Biasanya dengan melakukan penghapusan untuk memenuhi perjanjian utangnya
(write off) sebanyak mungkin pada saat agar meloloskan perusahaan dari
periode yang dinilai dalam keadaan ekonomi kesulitan keuangan.
sulit, misalnya pada saat resesi ekonomi 3) Motivasi Politik
dimana perusahaan lain juga melaporkan Perusahaan besar cenderung
laba yang rendah. menggunakan metode akuntansi yang
3) Perataan laba (Income Smoothing ) dapat mengurangi laba periodiknya
Strategi ini merupakan strategi yang paling dibanding perusahan yang kecil. Hal ini
umum dilakukan oleh perusahaan, dimana dilakukan untuk memperoleh kemudahan
manajer meningkatkan atau menurunkan dan fasilitas dari pemerintah.

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 9


4) Motivasi Pajak Accepted Accounting Principle). Perbedaan
Manajer termotivasi melakukan pada kedua standar ini ditinjau dari 3 (tiga)
manajemen laba karena income taxation hal, yaitu
karena semakin tinggi labanya maka 1. Fair Value vs Historical Cost
semakin besar pajak yang dikenakannya. Berdasarkan PSAK 68 yang diadopsi
Sehingga manajer melakukan dari IFRS 13, nilai wajar (fair value)
manajemen laba untuk mengurangi pajak merupakan pengukuran berbasis pasar,
tersebut. bukan perngukuran spesifik atas suatu
5) Pergantian CEO entitas. Fair value menggantikan
Motivasi manajemen laba ada di sekitar historical cost karena metode historical
pergantian CEO yang akan diganti cost dinilai tidak mencerminkan kondisi
melakukan pendekatan strategi untuk yang sebenarnya (Qomariah,2013 dalam
memaksimalkan laba agar menaikkan Kurniawati, 2014:14)
bonusnya. 2. Principal Based vs Rule Based
6) Motivasi Pasar Modal Standar akuntansi yang
Motivasi ini muncul karena informasi diimplementasikan di Indonesia
akuntansi digunakan secara luas oleh sebelum mengadopsi IFRS bersifat rule
investor dan para ahli analis keuangan based. Rule based bersifat lebih spesifik
untuk menilai saham. Dengan begitu, karena mengatur semua detail untuk
kondisi ini menciptakan kesempatan bagi hampir semua permasalahan akuntansi.
manajer untuk memanipulasi earnings Dibandingkan dengan rule based,
dengan cara mempengaruhi performa principle based lebih mempresentasikan
harga saham jangka pendek. realita keadaan ekonomi sehingga lebih
fleksibel untuk menyesuaikan dengan
D. IFRS (International Financial Reporting kondisi lingkungan yang baru. Tetapi
Standards) dengan adanya fleksibilitas tersebut,
Menurut Palepu (2010), the maka akan ada kemungkinan
adoption of IFRS makes financial statements penyalahgunaan fleksibilitas oleh
more comparable across countries and manajer. Selain itu, principle based
lowers the barriers to cross-border memiliki tingkat keterbandingan yang
investment analysis. lebih rendah dibandingkan dengan rul
Sebelum menganut International based. (Van Beest, 2013 dalam Putri,
Financial Reporting Standards (IFRS) 2014:10)
sebagai standar pelaporan keuangan, 3. Pengungkapan yang lebih rinci
Indonesia menganut US GAAP (Generally

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 10


IFRS telah mensyaratkan mengenai
pengungkapan berbagai informasi PENELITIAN TERDAHULU
tentang resiko baik kualitatif maupun Berikut merupakan penelitian terdahulu
kuantitatif. Tingkat pengungkapan terkait penelitian ini.
penuh (full disclosure) diharapkan dapat 1. Anggun Putri Pratiwi dan Monica Weni
mengurangi tingkat asimetri informasi Pratiwi (2016) menganalisa tentang
antara pihak manajer dengan pengguna pengaruh Adopsi IFRS terhadap Manajemen
laporan keuangan (Kurniawati, Laba di Indonesia. Hasil dari penelitian
2014:30). tersebut adalah adopsi IFRS pada penelitian
ini tidak berpengaruh terhadap variabel
Implementasi IFRS dapat memberikan Manajemen Laba. Adopsi IFRS memiliki
dampak positif dan negatif dalam dunia pengaruh dalam menurunkan praktik
bisnis dan jasa audit Indonesia, yaitu manajemen laba, namun angka penurunan
(Narendra, 2013:15) praktik manajemen laba selama tiga periode
1. Akses ke pendanaan internasional akan (2012-2014) penelitian hanya berkisar rata-
lebih terbuka karena laporan keuangan rata 2.64%.
akan lebih mudah dikomunikasikan ke 2. Maria Regina Fika Meilida Sugirianto
investor global. (2016) menganalisis tentang perbedaan
2. Relevansi laporan keuangan akan Praktik Manajemen Laba Sebelum dan
meningkat karena lebih banyak Sesudah Konvergensi IFRS pada
menggunakan nilai wajar. Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di
3. Kinerja keuangan (laporan laba rugi) BEI Tahun 2010-2013. Hasil dari penelitian
akan lebih fluktuatif apabila haraga- tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat
harga fluktuatif. perbedaan praktek manajemen laba akrual
4. Smoothing income menjadi semakin dan manajemen laba riil melalui arus kas
sulit dengan penggunaan balance sheet operasi sebelum dan sesudah adanya
approach dan fair value. konvergensi IFRS.
5. Principle base standards mungkin 3. Icih dan Izma Fikrotusshohah (2014)
menyebabkan keterbandingan laporan menganalisa tentang kualitas Informasi
keuangan sedikit menurun yakni bila Akuntansi Sebelum dan Sesudah Adopsi
penggunaan professional judgement Penuh International Financial Reporting
ditumpangi dengan kepentingan untuk Standard (IFRS). Hasil dari penelitian
mengatur laba (earnings management) tersebut menunjukkan bahwa terdapat
6. Penggunaan off balance sheet semakin perbedaan tingkat Manajemen Laba sebelum
terbatas dan sesudah adopsi IFRS dan adopsi IFRS

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 11


berpengarug negatif terhadap manajemen manajemen laba riil, tidak terdapat
laba. perbedaan antara manajemen laba riil pada
4. Yunita Eka P (2014) menganalisa tentang periode sebelum dan setelah adopsi IFRS.
pengaruh adopsi IFRS, leverage dan ukuran 7. Ari Dewi Cahyati (2011) menganalisa
perusahaan terhadap manajemen laba. Hasil tentang peluang manajemne laba pasca
dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa konvergensi IFRS. Hasil dari penelitian
Adopsi IFRS tidak berpengaruh terhadap tersebut menunjukkan bahwa Konvergensi
manajemen laba. Hal ini dikarenakan revisi ke IFRS diharapkan akan membawa dampak
tujuh PSAK di bawah program konvergensi positif dengan mengurangi hambatan
IFRS tidak menyebabkan perubahan dalam investasi lintas negara serta meningkatnya
kebijakan akuntansi perusahaan, yaitu kualitas laporan keuangan sehingga IFRS
PSAK 13, PSAK 14, PSAK 16, PSAK 26, diharapkan mampu mengurangi manajemen
PSAK 30, PSAK 50 dan PSAK 55. laba.
5. Lintang Kurniawati (2014) menganalisa
tentang Pengaruh Adopsi IFRS Terhadap
Manajemen laba pada perusahaan KERANGKA PEMIKIRAN
manufaktur yang terdaftar di BEI. . Hasil PERBEDAAN

dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa


H1
adopsi IFRS berpengaruh terhadap
Manajemen Manajemen
manajemen laba dan tingkat manajemen laba Laba Sebelum
Full
Laba Sesudah
Adoption
Full Adoption IFRS Full Adoption
setelah adopsi IFRS menjadi lebih kecil. IFRS IFRS
6. Yayu Putri Senjani (2012) menganalisa H2
tentang manajemen laba berbasis akrual dan
PENURUNAN
riil sebelum dan setelah adopsi IFRS. Hasil
dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa Gambar 1
Kerangka Pemikiran
secara empiris bahwa tidak ada perbedaan
antara manajemen laba akrual dan riil pada
PERUMUSAN HIPOTESIS
periode sebelum dan setelah adopsi IFRS
secara wajib.. Lebih lanjut, manajemen laba
H1 : Terdapat perbedaan antara Manajemen
akrual perusahaan yang mengadopsi IFRS
Laba Sebelum dan Sesudah Full
secara sukarela meningkat setelah adopsi.
Adoption IFRS.
Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan
H2 : Full Adoption IFRS dapat mengurangi
antara waktu perusahaan mengadopsi IFRS
praktik manajemen laba.
dengan praktik manajemen laba akrual yang
dilakukan. Sedangkan pada pengujian

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 12


METODOLOGI PENELITIAN Dengan menggunakan koefisien
A. JENIS PENELITIAN regresi diatas nilai nondiscretionary
Penulisan skripsi ini termasuk jenis accruals (NDA) dapat dihitung dengan
penelitian terapan (applied research), yaitu rumus :
1
menguji sesuatu yang pernah diteliti = 1 ( )+2 ( )+3 (
1 1
sebelumnya. Metode yang digunakan dalam
)
1
penelitian ini adalah metode deskriptif
Selanjutnya discretionary accrual (DA)
dengan studi komparatif. Tujuan penelitian
dapat dihitung sebagai berikut :
ini adalah untuk menguji hipotesis dari
=
subyek penelitian. Penelitian komparatif
Keterangan :
bersifat membandingkan persamaan dan
= Total akrual perusahaan i pada
perbedaan 2 (dua) atau lebih fakta dan sifat
periode t
objek yang diteliti.
= Laba bersih perusahaan i pada
periode t
B. OPERASIONALISASI VARIABEL
Pada dasarnya, variabel dalam = Arus kas aktivitas operasi

penelitian ini adalah manajemen laba. perusahaan i pada

Manajemen laba dalam penelitian ini diukur periode t

dengan akrual diskresioner (discretionary = Non Discretionary Accruals

accrual) dengan menggunakan Modified perusahaan i pada periode t

Jones Model (1995) yang dikembangkan = Discretionary Accruals


oleh Dechow dan kawan-kawan (1995). perusahaan i pada periode t
Secara detail, dengan Modified Jones 1= Total aktiva perusahaan i pada
Model, penentuan akrual diskresioner periode t-1
sebagai indikator manajemen laba dapat = Perubahan penjualan bersih
dijabarkan dalam tahap-tahap sebagai perusahaan i pada periode t
berikut (Sulistiawan, Januarsi, Alvia, 2011) = Perubahan piutang perusahaan
: i pada periode t
TAit = = Property, plant, equipment
Menentukan nilai parameter 1 , 2 , perusahaan i pada periode t
3 diperoleh dengan menggunakan model 1 , 2 , 3 = parameter yang diperoleh
berikut ini pada periode estimasi : dari persamaan regresi

= 1 + 2 + 3 +

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 13


C. POPULASI DAN SAMPEL secara lengkap data-data yang
PENELITIAN dibutuhkan.
Populasi yang akan menjadi objek Pengambilan sampel pada periode
penelitian adalah perusahaan manufaktur 2011-2015 dilakukan karena peneliti ingin
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) memperoleh informasi keuangan sebelum
periode 2011-2015. Ada sejumlah 148 adanya Full Adoption IFRS, yaitu tahun
perusahaan manufaktur yang terdaftar di 2011 dan informasi keuangan terkini setelah
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011- adanya Full Adoption IFRS, yaitu tahun
2015. 2012-2015
Teknik sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode non probability D. JENIS, SUMBER DAN METODE
sampling dengan tipe purposive sampling PENGUMPULAN DATA
dimana teknik penentuan sampel 1. Jenis Data
menggunakan pertimbangan tertentu Jenis data yang digunakan dalam
berdasarkan tujuan penelitian. penelitian ini adalah data dokumenter
Adapun kriteria sampel yang akan (Documentary Data) yang merupakan
digunakan adalah sebagai berikut. jenis data penelitian yang berupa
1. Perusahaan manufaktur yang secara laporan tahunan perusahaan yang
berturut-turut terdaftar di Bursa Efek diterbitkan di website resmi Bursa Efek
Indonesia pada periode 2011-2015 Indonesia (BEI).
2. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di 2. Sumber Data
BEI yang memiliki laporan keuangan Sumber data yang digunakan dalam
yang telah diaudit atau laporan tahunan penelitian ini adalah data sekunder
serta data yang dibutuhkan lengkap dari (Secondary Data) yang merupakan data
tahun 2011-2015 penelitian yang diperoleh secara tidak
3. Laporan tahunan perusahaan langsung melalui media perantara
menggunakan bahasa indonesia dalam (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).
pelaporan keuangannya dan mata uang Data sekunder yang digunakan berasal
rupiah dalam pelaporan unit moneternya dari laporan tahunan perusahaan yang
4. Perusahaan manufaktur yang tidak terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama
mengalami kerugian selama tahun 2011- periode 2011 - 2015.
2015 3. Metode Pengumpulan Data
5. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Metode pengumpulan data yang
BEI periode 2011-2015 yang memiliki digunakan dalam penelitian ini
adalah metode observasi tidak
Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 14
langsung dengan menggunakan data Dalam penelitian ini, jika data
sekunder, yaitu penulis hanya berdistribusi normal, maka akan

meneliti objek penelitian laporan menggunakan pengujian dua sampel


berhubungan parametrik (paired sample
keuangan tahunan perusahaan
t test), sedangkan jika data tidak
manufaktur yang terdaftar di Bursa
berditribusi normal, maka akan
Efek Indonesia tanpa terlibat secara
menggunakan Wilcoxon Signed Rank
langsung pada kegiatan operasional
Test. Pada penelitian ini, menggunakan
perusahaan. uji statistik kolmogorov-smirnov.
Dasar pengambilan keputusan untuk
E. RANCANGAN ANALISIS menentukan normalitas data adalah
Dalam penelitian ini model analisa sebagai berikut:
data yang digunakan adalah model analisis a. Jika probabilitas (Asymp.Sig)
statistik yang pengolahan datanya <0,005 maka data tidak terdistribusi
menggunakan prgram SPSS 24. Pengujian normal.
yang dilakukan terdiri dari: b. Jika probabilitas (Asymp.Sig)
1. Statistik Deskiptif >0,005 maka data terdistribusi
Penelitian ini menggunakan metode normal.
statistik deskriptif agar dapat
memberikan gambaran suatu data yang 3. Uji Dua Sampel Berhubungan
dilihat dari nilai mean, maksimum, (Paired Sampel t-test)
minimum dan standar deviasi. Pengujian-t (t-test) untuk dua
sampel yang berhubungan adalah
2. Uji Normalitas menguji beda rata-rata berpasangan
Uji normalitas berguna untuk antara dua sampel. Pengujian-t ini
mengetahui apakah variabel dependen, untuk pengujian parametrik. Sebab
independen, atau keduanya berdistribusi observasi di dalam kedua sampel
normal, mendekati normal atau tidak. berhubungan dan berpasangan, maka
Jika datanya tidak berdistribusi normal, kedua sampel ini dapat dianggap satu
analisis nonparametrik dapat digunakan. sampel yang sama dengan rumus
Jika data berdistribusi normal, analisis (Hartono, 2010):
parametrik termasuk model-model

regresi dapat digunakan (Umar, =

2008:79).

dengan :

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 15


diolah adalah data sekunder yang diperoleh
=

dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
2 ()2 Teknik pengambilan sampel dalam
=
1 penelitian ini menggunakan metode
Keterangan : Purposive Sampling, yaitu sampel yang

= perbedaan nilai rata-rata dua sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan kriteria

tertentu untuk mendapatkan sampel yang
= perbedaan deviasi standar dua sampel representatif. Dari 148 perusahaan
n = jumlah observasi di dalam sampel ke-1 maufaktur yang terdaftar di BEI periode
atau sampel ke-2 2011-2015, diperoleh sampel sebanyak 65
perusahaan yang telah dipilih sesuai dengan
Dasar pengambilan keputusan untuk
kriteria tujuan dilakukan penelitian.
menerima atau menolak Ho pada uji paired
Tabel 1
sampel t-test adalah sebagai berikut:
Prosedur Pemilihan Sampel
Jika probabilitas (Asymp.Sig) <
Keterangan Jumlah
0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika
Jumlah perusahaan manufaktur yang
probabilitas (Asymp.Sig) > 0,05 maka Ho
terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 148
diterima dan Ha ditolak.
secara berturut-turut tahun 2011-2015
Perusahaan maufaktur yang tidak
4. Wilcoxon Signed Rank Test menerbitkan dan mempublikasikan
laporan keuangan ataupun laporan (9)
Wilcoxon signed rank test digunakan
apabila data tidak berdistribusi normal. tahunan lengkap yang telah diaudit
Dasar pengambilan keputusan untuk selama tahun 2011-2015
menerima atau menolak Ho pada uji Perusahaan manufaktur yang tidak
wilcoxon signed rank test adalah sebagai menerbitkan laporan keuangan lengkap (2)
berikut (Hartono, 2010): per 31 Desember
Jika probabilitas (Asymp.Sig) < 0,05 maka Perusahaan manufaktur yang tidak
Ho ditolak dan Ha diterima. Jika memilki data laporan keuangan dalam (30)
probabilitas (Asymp.Sig) > 0,05 maka Ho
mata uang rupiah
diterima dan Ha ditolak.
Perusahaan manufaktur yang mengalami
(42)
kerugian selama tahun 2011-2015
Perusahaan yang terpilih sebagai sampel 65
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah
perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI periode 2011-2015 sejumlah 148
perusahaan. Data penelitian yang akan

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 16


B. Analisis Hasil Penelitian Tabel 2
1. Statistik deskriptif Hasil Uji Statistik Deskriptif Manajemen
Gambar 2 Laba Sebelum dan Sesudah Full Adoption
Rata-Rata Tingkat Manajemen Laba
IFRS
Tahun 2011-2015

Rata-Rata Tingkat Manajemen Laba

0.060849 0.060898
0.07
Tingkat Manajemen Laba

0.050616 0.051468
0.06 0.047043
0.05
0.04 Hasil statistik deskriptif variabel
0.03
manajemen laba sebelum dan sesudah Full
0.02
Adoption IFRS seperti yang ditampilkan
0.01
0 pada Tabel 2 dijelaskan sebagai berikut.
2011 2012 2013 2014 2015
Nilai rata-rata manajemen laba sebelum
Tahun Full Adoption IFRS sebesar 0,06085000

Berdasarkan grafik di atas, dapat dengan standar deviasi sebesar

dijelaskan sebagai berikut. 0,069200654. Nilai standar deviasi lebih


besar daripada nilai rata-rata
Pada tahun 2011, dimana pada tahun ini
Indonesia belum menganut Full Adoption menunjukkan adanya variasi yang besar

IFRS memiliki rata-rata tingkat manajemen atau adanya kesenjangan yang cukup

laba sebesar 0,060849, kemudian naik besar antara nilai minimum dengan nilai

sebesar 0,000049 sehingga menjadi maksimum, yaitu 0,000380 dan

0,060898 di tahun 2012, dimana tahun 2012 0,358036.

merupakan tahun pertama dimulainya Full Nilai rata-rata manajemen laba sesudah

Adoption IFRS mulai diimplementasikan di Full Adoption IFRS sebesar 0,06348805

Indonesia. dengan standar deviasi sebesar

Pada tahun 2013, rata-rata tingkat 0,096070288. Nilai standar deviasi lebih

manajemen laba sebsar 0,050616, kemudian besar daripada nilai rata-rata

mengalami penurunan sebesar 0,003573 di menunjukkan adanya variasi yang besar

tahun 2014 sehingga menjadi 0,047043. atau adanya kesenjangan yang cukup

Pada tahun 2015, rata-rata tingkat besar antara nilai minimum dengan nilai

manajemen laba meningkat dari tahun maksimum, yaitu 0,012175 dan

sebelumnya menjadi 0,051468. 0,790760.

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 17


Pada periode sebelum Full Adoption
IFRS, nilai minimum sebesar 0,000380
yang terdapat pada perusahaan dengan
kode TSPC, nilai maksimum sebesar
0,358036 yang terdapat pada perusahaan
dengan kode WIIM. Pada periode setelah
Full Adoption IFRS, nilai minimum
sebesar 0,012175 yang terdapat pada
perusahaan dengan kode SQBB , nilai
maksimum sebesar 0,790760 yang Hasil uji normalitas dengan
terdapat pada perusahaan dengan kode menggunakan Kolmogorov-Smirnov test
SRSN. pada data manajemen laba sebelum dan
Berdasarkan uji statistik deskriptif yang sesudah Full Adoption IFRS disajikan pada
dilakukan, maka dapat disimpulkan output di atas. Kolom Asymp.Sig.(2-tailed)
bahwa rata-rata tingkat manajemen laba menunjukkan angka 0,000 pada untuk data
setelah adanya Full Adoption IFRS lebih manajemen laba sebelum maupun sesudah
tinggi dibandingkan sebelum Full Full Adoption IFRS.
Adoption IFRS. Hal ini dapat dikatakan
Menurut uji normalitas Kolmogorov-
bahwa hipotesis kedua yang menyatakan
Smirnov, suatu data dapat dikatakan
bahwa Full Adoption IFRS dapat
berdistribusi normal jika nilai output
mengurangi praktik manajemen laba
Asymp.Sig.(2-tailed) > 5% atau 0,05.
ditolak. Hal ini didukung dengan hasil
Sehingga, berdasarkan hasil tersebut dapat
yang menunjukan bahwa praktik
diketahui bahwa data manajemen laba
manajemen laba mengalami peningkatan
sebelum dan sesudah Full Adoption IFRS
sebesar 0,00263805 setelah Full
tidak berdistribusi normal.
Adoption IFRS.
Berdasarkan uji normalitas ini, maka
teknik pengujian selanjutnya adalah Uji
2. Uji Normalitas
Wilcoxon, karena data tersebut tidak
Tabel 3
berdistribusi normal
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-
Smirnov

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 18


3. Wilcoxon Signed Rank Test Hasil uji beda pada variabel
Tabel 4 manajemen laba menunjukkan nilai
Hasil Wilcoxon Signed Rank Test signifikansi lebih besar dari =0,05

Manajemen Laba (0,774>0,05) maka dapat disimpulkan


bahwa hipotesis pertama yang
mengatakan bahwa terdapat perbedaan
praktik manajemen laba antara sebelum
dan sesudah Full Adoption IFRS ditolak.
Hal ini berarti, tidak terdapat perbedaan
praktik manajemen laba antara sebelum
dan sesudah Full Adoption IFRS.

Berdasarkan data di atas, dapat


C. Pembahasan Hasil Penelitian
diketahui bahwa dari 65 sampel
Berdasarkan Wilcoxon Signed Rank
perusahaan, terdapat 28 perusahaan yang
Test, maka dapat diketahui nilai signifikansi
tingkat manajemen labanya berkurang
sebesar 0,774>0,05 yang artinya H1 ditolak,
setelah Full Adoption IFRS, dan
artinya tidak terdapat perbedaan praktik
sebaliknya, terdapat 37 perusahaan yang
manajemen laba antara sebelum dan sesudah
tingkat manajemen laba nya lebih tinggi
Full Adoption IFRS. Hasil penelitian ini
setelah adanya Full Adoption IFRS.
didukung oleh hasil penelitian yang
dilakukan oleh Senjani (2012) yang
Tabel 5 menyatakan bahwa tidak ada perbedaan

Hasil Wilcoxon Signed Rank Test manajemen laba akrul dan rill pada periode
sebelum dan setelah adopsi IFRS secara
Manajemen Laba
wajib dan Sugirianto (2016) yang
menyatakan bahwa tidak ada perbedaan
praktek manajemen laba akrual dan
manajemen laba riil melalui arus kas operasi
sebelum dan sesudah konvergensi IFRS.
Berdasarkan uji statistik deskriptif,
maka dapat diketahui bahwa tingkat praktik
manajemen laba lebih tinggi setelah Full
Adoption IFRS, yang artinya H2 ditolak,
artinya Full Adoption IFRS tidak dapat
mengurangi praktik manajemen laba.

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 19


Adapun penelitian yang dilakukan oleh tahun 2014, tingkat manajemen laba
Pratiwi dan (2016) menyatakan bahwa mengalami penurunan, sehingga dapat
adopsi IFRS tidak berpengaruh terhadap dilihat bahwa penerapan IFRS mulai
variabel manajemen laba dan penelitian memberikan dampak yang positif. Hal ini
yang dilakukan oleh Kaaya (2015:63), dikarenakan IFRS mensyaratkan
menyatakan bahwa IFRS merupakan faktor pengungkapan yang lebih rinci dan
yang penting dalam pelaporan keuangan, terbatasnya penggunaan off balance sheet
tetapi bukan hal yang utama dalam yang membuat kesempatan manajemen
menjamin kualitas pelaporan keuangan. perusahaan dalam melakukan manajemen
Penerapan IFRS pada suatu negara laba menjadi lebih kecil.
menuntut perusahaan-perusahaan untuk Setelah mengalami penurunan selama 2
melakukan perubahan mulai dari mengubah tahun, praktik manajemen laba mengalami
prosedur akuntansi sampai perubahan sistem kenaikan dari tahun 2014 sebesar 0,003573
operasi dan bisnis perusahaan. Oleh karena menjadi 0,047043 pada tahun 2015. Hal ini
itu, butuh persiapan matang dalam sungguh sangat disayangkan mengingat
mengadopsi suatu standar akuntansi Indonesia telah mengadopsi penuh IFRS
keuangan. sejak 2012.
Hasil penelitian yang menunjukkan Salah satu hal yang mendasar sebagai
bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat perubahan standar akuntansi internasional
manajemen laba sebelum dan sesudah Full IFRS adalah beralihnya dasar pengukuran
Adoption IFRS. Hal ini dapat terjadi karena dari historical cost menjadi fair value.
penerapan IFRS di suatu negara juga Perubahan ini dilakukan karena prinsip
dipengaruhi oleh faktor lain seperti keadaan historical cost sudah dinilai tidak relevan
ekonomi, tingkat pendidikan masyarakat dengan kondisi yang sebenanya, sedangkan
serta lingkungan dan hukum yang mengatur prinsip fair value mengasumsikan bahwa
negara yang berkaitan. nilai aset ataupun liabilitas dihitung
Berdasarkan gambar 2 di atas, dapat berdasarkan atas harga pasar.
ditarik kesimpulan bahwa tingkat praktik Perubahan standar pengukuran menjadi
manajemen laba masih fluktuatif. fair value menuai pro dan kontra. Walaupun
Peningkatan tingkat manajemen laba dari dengan menerapkan fair value, laporan
tahun 2011 ke tahun 2012, menunjukkan keuangan menjadi lebih relevan tetapi,
bahwa perusahaan masih melakukan terdapat kendala objektivitas dan
penyesuaian dalam menerapkan IFRS keberadaan dokumen pendukung dalam
sehingga manajemen laba belum mengalami pengukuran aset.
penurunan. Sedangkan pada tahun 2012 ke

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 20


Di samping itu, dengan berkembangnya KESIMPULAN DAN SARAN
ilmu pengetahuan, serta didorong dengan A. KESIMPULAN
perilaku ketidakjujuran manajemen Berdasarkan hasil penelitian dan
perusahaan yang memanfaatkan kesempatan analisis data yang telah dilakukan dalam
yang ada, maka proses penilaian dan penelitian ini, baik secara parsial
estimasi akan rentan untuk dimanipulasi.
maupun secara serentak dapat
Mendukung pendapat Sparta dalam Hardiani
disimpulkan beberapa hal, yaitu antara
(2014) bahwa perlu bantuan pihak III yang
lain sebagai berikut:
sangat independen dalam penerapan fair
1. Tidak terdapat perbedaan yang antara
value, agar pengukurannya tidak subjektif
tingkat manajemen laba sebelum dan
dan kehandalan dapat terjamin. Selain itu,
sesudah Full Adoption IFRS.
para auditor harus memastikan apakah aset
2. Adanya Full Adoption IFRS tidak
atau liabilitas yang dilaporkan oleh
mengurangi tingkat manajemen laba
perusahaan telah sesuai denga fair value.
Berkaitan dengan keputusan Peraturan
Menteri Keuangan bernomor
B. SARAN
191/PMK.10/2015 tentang Penilaian
1. Bagi Investor
Kembali Aktiva Tetap menetapkan tarif
Berdasarkan kesimpulan di atas,
pajak final sebesar 3-6%. Nilai aset yang
investor tidak boleh lengah dalam
dihitung berdasarkan harga pasar
mempertimbangkan serta mengambil
memungkinkan adanya kecenderungan nilai
keputusan dalam berinvestasi pada suatu
aset menjadi naik dan perusahaan wajib
perusahaan walaupun Indonesia telah
membayar pajak final sebesar 3-6% atas aset
mengadopsi penuh IFRS. Sebaiknya para
yang direvaluasi atau dinilai kembali. Hal ini
investor tidak menaruh telur dalam satu
dapat membebani perusahaan jika tidak ada
keranjang, yang artinya tidak
aliran kas masuk yang berarti, sehingga ada
berinvestasi hanya pada satu perusahaan
kecenderungan perusahaan melakukan
saja, hal ini bertujuan untuk memperkecil
kerjasama dengan appraisal (penilai) dalam
adanya resiko investasi.
menentukan nilai wajar pada aset yang akan
direvaluasi sehingga dapat meminimalkan
2. Bagi Penelitian Selanjutnya
jumlah pajak yang akan dibayarkan oleh
Menambah periode penelitian
perusahaan.
Sebelum Full Adoption IFRS, karena
pada penelitian ini hanya meneliti
1(satu) tahun yaitu pada tahun 2011.

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 21


Jika dalam penelitian selanjutnya Gumanti, Tatang Ary (2002). Pilihan-Pilihan
Akuntansi dalam Aplikasi Teori
menunjukkan adanya perbedaan yang
Akuntansi Positif. JAAI Vol. 6 (1)
signifikan, maka diharapkan untuk
Harahap, Sofyan Safri. (2011). Teori
melanjutkan pengujian menggunakan Akuntansi Edisi Revisi 2011. Jakarta:
uji lanjut (Post-Hoc Test) untuk Rajawali Pers.
mengetahui dimana letak perbedaan Hardiani, Indri. (2014). Fair Value
tersebut Measurement: Masalah Baru atau
Solusi Pada Pelaporan Keuangan
(Studi Fenomenologi Atas Pandangan
3. Bagi Regulator atau DSAK IAI Auditor). Skripsi. Universitas
Diponegoro.
Disarankan kepada Dewan
Penyusun Standar Akuntansi di Hartono, Jogiyanto. (2010). Metodologi
Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE
Indonesia untuk melakukan revisi- Yogyakarta.
revisi terhadap PSAK sehingga
Hill, C.W.L & Thomas M. Jones. (1992).
standar akuntansi yang digunakan Stakeholder-Agency Theory. Journal of
tidak memberikan celah kepada Management Studies, Vol. 29 (2).
emiten untuk melakukan manajemen Icih & Fikrotusshohah, I. (2014). Analisis
laba. Kualitas Sebelum dan Sesudah Adopsi
Penuh International Financial
Reporting Standards (IFRS) : Studi
DAFTAR PUSTAKA Kasus pada Perusahaan Manufaktur
yang Terdaftar di Bursa Efek
Belkaoui, et. al. (2006). Accounting Theory.
Indonesia Periode 2010-2013.
Jakarta: Salemba Empat. Proceedings SNEB.
Cahyati, Ari Dewi. (2011) Peluang Ikatan Akuntan Indonesia. (2014). Standar
Manajemen Laba Pasca Konvergensi Akuntansi Keuangan.
IFRS: Sebuah Tinjauan Teoritis dan
Empiris. JRAK, Vol. 2 (1). Kaaya, I.D. (2015). The Impact of
International Financial Reporting
Eka P., Yunita. (2014). Pengaruh Adopsi
Standards (IFRS) on Earnings
IFRS, Leverage dan Ukuran Management : A Review of Empirical
Perusahaan Terhadap Manajemen Evidence. Journal of Finance and
Laba. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, Accounting, Vol.14 (1), 155-180.
Vol. 3 (12).
Kasus-kasus manajemen laba.
Ewert dan Wagenhof. (2005). Economic www.bisnis.liputan6.com. Diakses pada
Effects of Tightening Accounting tanggal 6 mei 2017.
Standards to Restrict Earnings
Management. The Accounting Review. Kasus-kasus manajemen laba.
Vol. 80 , 1101-1124 www.news.detik.com. Diakses pada
tanggal 6 mei 2017.
Godfrey, Jayne et al. (2010). Accounting
Theory,(7th .ed). John Wiley&Sons Inc. Kurniawati, Lintang. (2014). Pengaruh Adopsi
IFRS Terhadap Manajemen Laba

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 22


pada Perusahaan Manufaktur yang Terjemahan Buku 1. Jakarta: Salemba
Terdaftar di BEI. Tesis. Universitas Empat.
Sebelas Maret.
Sugirianto, M.R.F.M. (2016). Analisis
Narendra, Abhiyoga. (2013). Pengaruh Perbedaan Praktik Manajemen Laba
Pengadopsian International Financial Sebelum dan Sesudah Konvergensi
Reporting Standards (IFRS) Terhadap IFRS pada Perusahaan Manufaktur
Manajemen Laba : Studi Empiris yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-
Pada Perusahaan Manufaktur yang 2013. Skripsi. Universitas Sanata
Terdaftar di BEI Tahun 2011-2012. Dharma Yogyakarta.
Skripsi. Universitas Diponegoro.
Sulistiawan, D., Y, Januarsi & L, Alvia (2011).
Nurainun B. & Priska D. S. 2011. Pengaruh Creative Acounting: Mengungkap
Manajemen Laba Terhadapa Return Manajemen Laba dan Skandal
Saham pada Perusahaan yang Diaudit Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
oleh Kantor Akuntan Publik Big Four
dan Non Big Four. Jurnal Akuntansi Sulistyanto, Sri. (2008). Manajemen Laba
Vol. 2 No. 1. 2011. Teori dan Model Empiris. Jakarta:
Grasindo.
Palepu, K.G, et.al. (2010). Business Analysis
and Valuation IFRS Edition,(2nd . ed). Umar, Husein. (2008). Desain Penelitian
United Kingdom: Cengage Learning Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: PT
EMEA. Raja Grafindo Persada.

Peraturan Menteri Keuangan bernomor Universitas Persada Indonesia Y.A.I (2015).


191/PMK.10/2015 tentang Penilaian Pedoman Penulisan Skripsi dan Non
Kembali Aktiva Tetap. www.pajak.go.id. Skripsi Serta Ujian
Diakses pada tanggal 26 Juni 2017. Komprehensif/Penutup Studi Fakultas
Ekonomi, (8th. ed). Jakarta: Universitas
Pratiwi, Anggun Putri dan Monica Weni Persada Indonesia Y.A.I.
Pratiwi. (2016). Pengaruh Adopsi IFRS
Terhadap Manajemen Laba di Utomo, R.B. (2014). Pengaruh Leverage,
Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Bonus Plan, dan Kekuatan Buruh
INDOCOMPAC terhadap Kebijakan Akuntansi.
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper
Putri, M.S. (2014). Hubungan Standar
Akuntansi Indonesia dengan Metode
Manajemen Laba : Analisis PSAK
sebelum dan sesudah Konvergensi
IFRS. Skripsi. Universitas Indonesia

Scott, William R. (2012). Financial


Accounting Theory, (6 th .ed). Toronto:
Pearson Prentice Hall.

Senjani, Yaya Putri. 2012. Manajemen Laba


Berbasis Akrual dan Riil Sebelum dan
Setelah Adopsi IFRS. Tesis: Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta

Subramanyam & Wild, J. (2010). Analisis


Laporan Keuangan, (10th. .ed)

Jurnal Karya Ilmiah Mahasiswa Akuntansi FE UPI Y.A.I | 23