Anda di halaman 1dari 21

Ergot Alkaloid Ergot (Claviceps

Purpurea) Adalah Jamur Dengan


Sclerotina (tubuh Buah) Yang
Menghasilkan Lebih Dari
Translated to English
indonesian > english 11 months ago
trash
Ergot alkaloid Ergot (Claviceps purpurea) adalah jamur dengan sclerotina (tubuh buah) yang
menghasilkan lebih dari 20 alkaloid indol. Ini tumbuh di rye dan tanaman sereal lainnya. Ergotism
merupakan respon beracun untuk menelan ergot-terkontaminasi biji-bijian, dan memanifestasikan
baik sebagai kejang yang menyakitkan dari otot-otot ekstremitas menyebabkan epilepsi seperti
kejang-kejang ('api St Anthony'), atau sebagai muntah dan diare yang mengarah ke gangren jari-jari
kaki dan jari-jari. Kedua sindrom dapat menyebabkan kematian. Ergotamine menyempitkan
pembuluh darah perifer dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini digunakan dalam pengobatan sakit
kepala migrain. Ergonavine adalah oxytocic dan vasokonstriksi dan digunakan sebagai pengobatan
atau pra-ventative pasca-partum perdarahan. LSD (lysergic acid) adalah turunan semi-sintetik dari
ergot, senyawa alami yang sama ditemukan di Ipomoea spp. (Morning glory). Strychnine berasal dari
benih Strychnos nux-vomica (Logani-aceae), juga dikenal sebagai vomica nux. Ini adalah stimulan
yang kuat untuk sistem saraf pusat dalam dosis rendah, tetapi menjadi mematikan beracun dalam
dosis yang lebih besar (60-90 mg), menyebabkan berlebihan refleks dan kejang-kejang tonik (Tyler et
al. 1988). Brucine adalah alkaloid terkait tetapi kurang toksik di Strychnos spp. Yohimbine berasal
dari kulit Aspidosperma quebracho (Apocynaceae) dan Pausinystalia yohimba (Rubiaceae). Tanaman
ini konon aphrodisiacs. Yohimbine blok-adrenergik transmis-keputusan tetapi merangsang-
adrenergik situs (Robinson 1981). Yohimbine dan strychnine kadang-kadang digabungkan dalam
farmasi-tions persiapan untuk digunakan sebagai afrodisiak dan tonik saraf.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit yang ditimbulkan oleh makanan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu infeksi dan
intoksikasi. Infeksi terjadi bila setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang
mengandung mikroorganisme patogen hidup, kemudian timbul gejala-gejala penyakit. Ada
pun keracunan makanan terjadi apabila di dalam makanan terdapat racun, baik racun kimiawi
maupun intoksikasi.

Intoksikasi adalah keracunan yang disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang


mengandung senyawa beracun. Senyawa beracun tersebut dapat berasal dari tanaman atau
hewan yang terdapat secara alamiah atau diproduksi oleh mikroba pada bahan pangan.

Penyakit yang ditularkan melalui makanan tersebut dapat menyebabkan penyakit yang ringan
maupun yang dapat mengakibatkan kematian. Besarnya dampak terhadap kesehatan belum
diketahui, karena hanya sebagian kecil dari kasus-kasus yang akhirnya dilaporkan ke
pelayanan kesehatan dan jauh lebih sedikit lagi yang diselidiki. Kasus-kasus yang dilaporkan
di negara maju diperkirakan hanya sekitar 5 10 %, sedangkan di banyak negara
berkembang data kuantitatif yang dapat diandalkan pada umumnya sangat terbatas.

Keracunan makanan dapat disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh mikroorganisme
dalam makanan, racun alamiah yang terdapat dalam jaringan tanaman atau hewan dan bahan
kimia beracun yang terdapat dalam makanan.

Salah satu mikroorganisme yang dapat menghasilkan racun adalah jamur/kapang. Racun
yang dihasilkan oleh jamur/kapang disebut mikotoksin. Mikotoksin bisa dimaknai sebagai zat
metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur dan bersifat racun (toksik). Lebih lengkapnya,
mikotoksin didefinisikan sebagai produk alami dengan bobot molekul rendah yang dihasilkan
sebagai metabolit sekunder dari cendawan berfilamen dan dapat menyebabkan penyakit
bahkan kematian pada manusia, hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme lainnya.

Mikotoksin dapat menimbulkan penyakit yang sifatnya kronis atau menahun. Toksin ini
berbahaya bagi hewan atau manusia karena bersifat karsinogenik atau memacu timbulnya
kanker dan mutagenik yang menyebabkan terjadinya mutasi genetik. Sedangkan racun dari
bakteri bersifat akut, dari beberapa jam sampai beberapa hari. Lebih dari 300 mikotoksin
telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang tampak dalam makanan dan hidup dengan kadar
yang cukup untuk menimbulkan masalah.

FAO telah memperkirakan sekitar 25 % makanan di dunia secara signifikan terkontaminasi


mikotoksin. Mikotoksin dihasilkan oleh jamur yang menyerang hasil pertanian, terutama
serealia dan biji-bijian yang mengandung minyak, selama pertumbuhan dan penyimpanan
pasca panen. Kebeadaan mikotoksin akibat interaksi yang rumit antara organisme
toksinogenik, tanaman penjamu, dan beberapa faktor lingkungan seperti suhu, uap air dan
penyimpangan.

Mikotoksin juga ditemukan dalam susu, daging, dan produk olahannya akibat hewan
penghasilnya mengkonsumsi makanan yang mengandung mikotoksin. Mikotoksin tidak
terpengaruh oleh perlakuan pasteurisasi dan tetap dapat ditemukan dalam produk seperti
yogurt, keju, dan krim.

Terdapat beberapa jenis mikotoksin yang sering merugikan manusia, salah satunya adalah
ergot alkaloid yang diproduksi oleh jamur Claviceps purpurea dan sering mengkontaminasi
gandum dan hewan ternak.
B. Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk membahas tentang ergot alkaloid.

C. Manfaat

Menambah pengetahuan mengenai mikotoksin, khususnya mengenai ergot alkaloid.

BAB II

ERGOT ALKALOID

Ergot alkaloid adalah mikotoksin yang menyebabkan penyakit halusinasi bagi hewan dan
manusia, yang disebabkan aktivitas asam lisergat dalam kandungannya, yang mempengaruhi
syaraf-syaraf di kepala sehingga mengakibatkan halusinasi yang bisa dikatakan berbahaya.
Toksin ini diproduksi oleh beberapa keluarga fungi dan merupakan kelompok alkaloid
ergoline, dikelompokkan menjadi 2 golongan, golongan amida asam lisergat, yang
terkandung dalam keluarga Clavicipitacieae, dan golongan alkaloid clavine, yang terkandung
dalam Aspergillus fumingatus.

Gandum yang terinfeksi jamur Claviceps purpurea

A. Sejarah Penemuan

Sejak pada abad pertengahandi Eropa, manusia keracunan akibat mengkonsumsi roti gandum,
yang terbuat dari gandum yang telah terinfeksi ergot.

Di Perancis selama revolusi keracunan akibat ergot mulai dikenal. Pada tahun 1976 Linnda
R. Caporael mengemukakan bahwa gejala histeris (kejang) yang dialami seorang perempuan
muda saat itu menurutnya diakibatkan mengkonsumsi makanan yang mengandung ergot.
Namun, Nicholas P. Spanos dan Jack Gottlieb, setelah melakukan peninjauan secara medis
meragukan kesimpulannya.

Kykeon adalah jenis minuman yang dulu dikonsumsi oleh orang Yunani kuno yang pertama
kali disintesis oleh ahli kimia dari Swiss, yaitu Albert Hofmann, pada tahun 1938 yang di
dalamnya mengandung ergot alkaloid.
B. Struktur

Adapun struktur dari ergot alkaloid adalah sebagai berikut :

C. Sintesis pada Fungi

Proses infeksi pada gandum

Penelitian telah menunjukkan ada hubungan erat antara proses perkembangan morfologi
suatu sel dengan proses sintesis produk alaminya, termasuk metabolit sekunder. Dalam
bukunya The Relationship Between Conidiation and Alkaloid Production in Saprophytic
Strains ofClaviceps Pazoutova dan Rehacek menuliskan, pada tahun 1997 telah diketahui
bahwa Claviceps purpurea (salah satu spesies penghasil alkaloid ergot) yang termutasi
mengalami penurunan kemampuan dalam membentuk konidia dalam media agar-agar. Jamur
yang telah termutasi ini diidentifikasi juga menghasilkan racun alkaloid yang lebih sedikit
dari keadaan normalnya. Hal ini menunjukkan bahwa sintesis alkaloid ergot pada jamur
ergot, terjadi bersamaan dengan proses perkembangan morfologinya (diferensiasi sel). Tidak
ada keterangan atau penelitian yang menerangkan pada fasa mana alkaloid ergot ini mulai
disintesis, serta mekanisme sintesisnya. Berdasarkan keterangan diatas sintesis alkaloid ergot
akan mulai terjadi setelah infeksi jamur pada tanaman host, hingga tahap akhir
perkembangan, setelah terbentuk sclerotia. Suatu inti padat, keras, berwarna gelap, berisi
kumpulan alkaloid ergot.

Jamur ergot mengalami fasa perkembangbiakan spora pada suhu sekitar 18oC pada kondisi
kelembaban tinggi. Kondisi ini yang diperkirakan kondusif untuk sintesis alkaloid ergot pada
jamur. Enzim yang sampai saat ini telah diketahui terlibat dalam proses sintesis alkaloid ergot
adalah:

Enzim Fungsi

Dimethylallyltryptophan Membentuk DMAT dari triptofan

synthetase (DMATS)

Chanoclavine 1 Mengubah Chanoclavine I/ Chanoclavine I


cyclase aldehide menjadi Agroclavine

Rangkaian reaksi yang terjadi adalah :


Prekursor utama dalam proses sintesis alkaloid ergot adalah L-triptofan. Tahap awal sintesis
adalah prenilasi (gugus yang diberi warna merah) triptofan yang dikatalisis enzim DMATS.
Tahap in akan menghasilkan dimetilalil triptofan (DMAT) dengan struktur seperti diatas.
DMAT ini selanjutnya diproses lebih lanjut, hingga menghasilkan 3 jenis alkaloid yaitu asam
lisergat (diproduksi keluargaClavicipitaceae) dan jenis fumiglavine yang
diproduksi Aspergillus fumigatus. Proses pengubahan dari DMAT menjadi ketiga alkaloid
diatas belum jelas mekanismenya, namun terdapat enzim yang berhasil diisolasi pada tahap
ini, yaitu Chanoclavine 1cyclase, yang mengubah chanoclavine I menjadi argoclavine.
Tahap lain yang dapat diperkirakan dari keberadaan enzim ini adalah:
Tahap selanjutnya setelah reaksi diatas, diperkirakan adalah terbentuknya elymoclavine,
dengan struktur :

D. Fungsi Ergot Alkaloid bagi Jamur

Pada umumnya tidak ada fungsi khusus terhadap organisme yang menghasilkannya
(ergotamine). Fungsi dari toksin ini adalah :

1. Untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.

2. Untuk mempertahankan diri dari makhluk hidup lain di sekitarnya,(berkompetisi).

E. Aplikasi bagi Hidup Manusia

Ergot alkaloid memiliki berbagai kegiatan biologis termasuk efek


pada sirkulasi dan neurotransmisi. Toksin ini biasa diaplikasikan :

1. Untuk menginduksi kontraksi rahim dan untuk mengontrol perdarahan setelah


melahirkan. Dimana kerja ergot alkaloid pada aplikasi ini yaitu:

2. Mempengaruhi otot uterus berkontraksi terus-menerus sehingga memperpendek


pendarahan kala III.

3. Menstimulssi otot-otot polos terutama dari pembuluih darah perifer dan rahim.
4. Pembuluh darah mengalami vasokonstriksi sehingga tekanan darah naik dan terjadi efek
oksitosuk pada kandungan mature.

5. Ekstrak ergot ini juga digunakan dalam farmasi, termasuk alkaloid ergot dalam produk
Cafergot yang mengandung kafein dan ergotamine , biasanya untuk mengobati sakit kepala
migrain dan ergometrin.

6. Dua obat yang diturunkan dari ergot, adalah Pergolide dan cabergoline , biasanya
digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson yaitu meningkatkan resiko katup jantung
bocor .

7. Alkaloid ergot, dapat dimanfaatkan juga dalam terapi, umumnya diperoleh dari tanaman

8. Alkaloid ergot digunakan untuk menstimulasi sistem syaraf simpatik.

9. Beberapa alkaloid lisergat seperti halnya ergotamin dan ergobasin digunakan pada
terapi kandungan yaitu untuk mengkontraksi uterus pada saat proses melahirkan untuk
mengkontraksi uterus postpatu.

F. Manfaat dalam Industri

Pada umumnya alkaloid ergot dalam kehidupan, dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Sehingga
dalam industry alkaloid ergot ini diproduksi sebagai obat-obatan juga. Misalnya :

1. Obat analgesik untuk penyakit migran

2. Obat untuk menghentikan pendarahan

3. Obat mengurangi rasa sakit pada saat melahirkan

G. Proses Produksi Obat dalam Industri

Dalam pembuatan obat-obatan dalam industri, prosesnya adalah:

1. Menyiapkan bahan baku, yaitu jamur

2. Mengisolasi alkaloid ergot dalam jamur tersebut

3. Karena alkaloid ergot masih mengandung racun, untuk itu senyawa alkaloid ergot
diturunkan senyawanya menjadi ergotamine. Dengan jalan:
BAB III

PENUTUP
A. Simpulan

Ergot alkaloid adalah toksin atau racun yang dihasilkan oleh jamur Claviceps
purpurea.Toksin ini dapat menyebabkan penyakit halusinasi bagi hewan dan manusia, yang
disebabkan aktivitas asam lisergat dalam kandungannya, yang mempengaruhi syaraf-syaraf di
kepala sehingga mengakibatkan halusinasi yang bisa dikatakan berbahaya.

B. Saran

Menjaga kebersihan individu, makanan, dan lingkungan sehingga terhindar dari jamur,
terutama jamur yang dapatBAB I

Beranda
Full Posts | Comments
By Email
About
Diberdayakan olehBlogger.

Blog Archive
2011 (20)
o Juni (7)
PUPUK PHOSPHAT
Proses Pengolahan Singkong (Manihot Esculenta) men...
HARI BUMI
CONTOH MEMBACA GRAFIK KIMIA
TABEL ASAM BASA
MIKOTOKSIN
MELANIN
o Mei (13)
Followers
Tentang Situs Ini

Redaksi Kimia Indonesia

Blog sederhana untuk belajar dan berbagi ilmu kimia di Indonesia. --Mahasiswa Kimia
Universitas Malang (UM)--

Lihat profil lengkapku


Labels
APLIKASI KIMIA (2)
BIOKIMIA (6)
KIMIA ANALITIK (5)
KIMIA ANORGANIK (7)
KIMIA DASAR (2)
KIMIA LINGKUNGAN (1)
KIMIA ORGANIK (1)
Adsense Banner
Sample Widget
Beranda
Search This Blog
Cari

Tags
APLIKASI KIMIA (2)
BIOKIMIA (6)
KIMIA ANALITIK (5)
KIMIA ANORGANIK (7)
KIMIA DASAR (2)
KIMIA LINGKUNGAN (1)
KIMIA ORGANIK (1)
Archive
2011 (20)
o Juni (7)
PUPUK PHOSPHAT
Proses Pengolahan Singkong (Manihot Esculenta) men...
HARI BUMI
CONTOH MEMBACA GRAFIK KIMIA
TABEL ASAM BASA
MIKOTOKSIN
MELANIN
o Mei (13)
BUKU TAMU

ShoutMix chat widget

MIKOTOKSIN

PENGERTIAN

Mikotoksin, cukup familiar kita mendengar istilah ini. Mikotoksin bisa dimaknai sebagai zat
metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur dan bersifat racun (toksik). Lebih lengkapnya,
mikotoksin didefinisikan sebagai produk alami dengan bobot molekul rendah yang dihasilkan sebagai
metabolit sekunder dari cendawan berfilamen dan dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian
pada manusia, hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme lainnya.

Saat terkonsumsi ayam, produktivitas ayam akan menurun, baik berupa hambatan
pertumbuhan, penurunan produksi telur atau bahkan kematian. Tidak hanya itu, zat metabolit ini
juga berperan sebagai immunosuppressant, yakni agen yang mampu melemahkan sistem kekebalan
tubuh maupun menjadikan respon tubuh dalam pembentukan antibodi hasil vaksinasi kurang
optimal. Akibatnya tubuh ayam menjadi lebih mudah terinfeksi bibit penyakit.
JENIS-JENIS MIKOTOKSIN

Terdapat beberapa jenis mikotoksin utama yang sering merugikan manusia, yaitu

aflatoksin, citrinin, ergot alkaloid, fumonisin, ochratoxin, patulin, trichothecene, dan zearalenone.

Tabel 1. Jenis Mikotoksin, sumber dan bahaya yang sering terkontaminasi

Mikotoksin Jamur yang memproduksi Bahan yang sering terkontaminasi

Aflatoksin Aspergillus flavus Jagung, biji kapok, kacang, kedelai

Aspergillus parasiticus

Citrinin Penicillium citrinum jagung, beras, gandum, barley, dan

Spesies monascus

Ergot alkaloid Claviceps purpurea Gandum, hewan ternak

Fumonisin Fusarium verticilloides jagung

Fusarium graminearum

Ochratoksin A Aspergillus ochraceus Gandum, barley,oats, jagung, dll

Aspergillus nigri

Penicillium verrucosum

Patulin Fusarium miniliformin Jagung

Trichothecenes Fusarium graminiearum Jagung, gandum, barley

Fusarium culmorum

Zearalenone Fusarium graminearum Jagung, gandum, barley, rumput

Tabel 2. Jenis mikotoksin, struktur kimia

Jenis mikotoksin Struktur kimia

Aflatoksin
Citrinin

Ergot alkaloid

Fumonisin

Ochratoksin A

Patulin
Trichothecenes

Zearalenone

ERGOT ALKALOID

Sejarah Penemuan

Sejak pada abad pertengahandi Eropa, manusia keracunan akibat mengkonsumsi roti
gandum, yang terbuat dari gandum yang telah terinfeksi ergot.

Di Perancis selama revolusi keracunan akibat ergot mulai dikenal. Pada tahun 1976 Linnda R.
Caporael mengemukakan bahwa gejala histeris (kejang) yang dialami seorang perempuan muda saat
itu menurutnya diakibatkan mengkonsumsi makanan yang mengandung ergot. Namun, Nicholas P.
Spanos dan Jack Gottlieb, setelah melakukan peninjauan secara medis meragukan kesimpulannya.

Kykeon adalah jenis minuman yang dulu dikonsumsi oleh orang Yunani kuno yang pertama
kali disintesis oleh ahli kimia dari Swiss, yaitu Albert Hofmann, pada tahun 1938 yang di dalamnya
mengandung ergot alkaloid.

Sekilas tentang Alkaloid Ergot

Alkaloid ergot adalah mikotoksin yang menyebabkan penyakit halusinasi bagi hewan dan manusia,
yang disebabkan aktivitas asam lisergat dalam kandungannya, yang mempengaruhi syaraf-syaraf di
kepala sehingga mengakibatkan halusinasi yang bisa dikatakan berbahaya.

Dipruduksi beberapa keluarga fungi

Merupakan kelompok alkaloid ergoline, dikelompokkan menjadi 2 golongan, golongan amida asam
lisergat, yang terkandung dalam keluarga Clavicipitacieae, dan golongan alkaloid clavine, yang
terkandung dalam Aspergillus fumingatus

Sintesis Ergot

Sintesis Ergot Alkaloid pada Fungi


Penelitian telah menunjukkan ada hubungan erat antara proses perkembangan morfologi suatu sel dengan
proses sintesis produk alaminya, termasuk metabolit sekunder. Dalam bukunya The Relationship Between Conidiation and
Alkaloid Production in Saprophytic Strains ofClaviceps Pazoutova dan Rehacek menuliskan, pada tahun 1997 telah
diketahui bahwa Claviceps purpurea (salah satu spesies penghasil alkaloid ergot) yang termutasi mengalami penurunan
kemampuan dalam membentuk konidia dalam media agar-agar. Jamur yang telah termutasi ini diidentifikasi juga
menghasilkan racun alkaloid yang lebih sedikit dari keadaan normalnya. Hal ini menunjukkan bahwa sintesis alkaloid ergot
pada jamur ergot, terjadi bersamaan dengan proses perkembangan morfologinya (diferensiasi sel). Tidak ada keterangan
atau penelitian yang menerangkan pada fasa mana alkaloid ergot ini mulai disintesis, serta mekanisme sintesisnya.
Berdasarkan keterangan diatas sintesis alkaloid ergot akan mulai terjadi setelah infeksi jamur pada tanaman host, hingga
tahap akhir perkembangan, setelah terbentuk sclerotia. Suatu inti padat, keras, berwarna gelap, berisi kumpulan alkaloid
ergot.

Gambar 1. Sclerotia, kumpulan alkaloid ergot pada fasa akhir perkembangan jamur.

Jamur ergot mengalami fasa perkembangbiakan spora pada suhu sekitar 18oC pada kondisi kelembaban tinggi.
Kondisi ini yang diperkirakan kondusif untuk sintesis alkaloid ergot pada jamur. Enzim yang sampai saat ini telah diketahui
terlibat dalam proses sintesis alkaloid ergot adalah:

Enzim Fungsi

Dimethylallyltryptophan Membentuk DMAT dari triptofan

synthetase (DMATS)

Chanoclavine 1cyclase Mengubah Chanoclavine I/ Chanoclavine I aldehide me


Rangkaian reaksi yang terjadi

Prekursor utama dalam proses sintesis alkaloid ergot adalah L-triptofan. Tahap awal sintesis adalah prenilasi (gugus yang
diberi warna merah) triptofan yang dikatalisis enzim DMATS. Tahap in akan menghasilkan dimetilalil triptofan (DMAT)
dengan struktur seperti diatas. DMAT ini selanjutnya diproses lebih lanjut, hingga menghasilkan 3 jenis alkaloid yaitu asam
lisergat (diproduksi keluarga Clavicipitaceae) dan jenis fumiglavine yang diproduksiAspergillus fumigatus. Proses
pengubahan dari DMAT menjadi ketiga alkaloid diatas belum jelas mekanismenya, namun terdapat enzim yang berhasil
diisolasi pada tahap ini, yaitu Chanoclavine 1cyclase, yang mengubah chanoclavine I menjadi argoclavine. Tahap lain
yang dapat diperkirakan dari keberadaan enzim ini adalah:
Tahap selanjutnya setelah reaksi diatas, diperkirakan adalah terbentuknya elymoclavine, dengan struktur :

Pengaruh Nutrien Terhadap Proses Sintesis

Karbon

Sumber karbon yang sering digunakan adalah glukosa, gliserol, maltose, sukrosa dan galaktosa. Pada dasarnya
banyaknya sumber karbon akan memperlambat sintesis alkaloid ergot. Karbon banyak dibutuhkan untuk perkembangan
morfologis jamur. Semakin banyak jumlah karbon perkembangan morfologi akan meningkat dengan cepat, sehingga sinteis
alkaloid ergot akan lebih lambat, atau bahkan terjadi setelah perkembangan morfologi selesai. Hal in dibuktikan
pada Cephalosporium acremonium, jika pada media diberi sumber-sumber karbon yang cepat (mudah didegradasi) seperti
glukosa, gliserol, maltosa, pembentukan cephalosporin pada jamur ini akan lebih lambat dari media dengan sumber karbon
yang lebih sulit didegradasi seperti sukrosa dan galaktosa.

Nitrogen

Pada dasarnya sintesis metabolit sekunder tidak depengaruhi oleh nitrogen. Namun beberapa jenis jamur
seperti Aspergillus akan terinhibisi oleh keberadaan ion ammonium pada kadar tertentu.

Pospat

Pospat adalah elemen paling penting dalam proses sintesis alkaloid ergot, karena transport energi sel selalu
melibatkan transfer dan pelepasan pospat. Namun kadar pospat yang cukup tinggi justru akan menghambat kerja enzim
DMATS dan chanoclavineIcyclase. Pospat dalam kadar 0,3 300 mM cukup efektif untuk diferensiasi sel, namun kadar
diatas 10 mM justru akan menghambat proses sintesis alkaloid ergot.

Proses Berhentinya Sintesis

Sintesis alkaloid ergot akan terhenti saat

Terdapat salah satu (atau seluruh) enzim dalam jalur sintesis yang rusak . Setiap enzim dalam organisme memiliki waktu
paruh sendiri-sendiri. Pada saatnya, enzim-enzim tersebut rusak.

Efek reaksi balik.

Efek reaksi balik adalah terhambatnya sintesis suatu senyawa dalam jalur sintesis alkaloid ergot, akibat banyaknya
jumlah senyawa serupa yang sudah ada. Efek reaksi balik pertama pada sintesis alkaloid ergot terjadi pada tahap pertama,
dimana enzim DMAT diinhibisi oleh agroclavine dan elymoclavine. Elymoclavine juga menginhibisi enzim selanjutnya, yaitu
chanoclavineIcyclase. Tipe lain efek reaksi balik pada sintesis alkaloid ergot terjadi pada sintesis triptofan, yaitu pada
enzim anthranilate synthetase . Enzim ini di inhibisi pula oleh elymoclavine dan chanoclavine. Inhibisi ini cukup
berpengaruh, karena triptofan adalah prekusor utama dalam sintesis alkaloid ergot. Namun secara umum efek reaksi balik
ini tidak terlalu mempengaruhi sinteis alkaloid ergot.

FUNGSI ALKALOID ERGOT BAGI JAMUR ERGOT

Pada umumnya tidak ada fungsi khusus terhadap organisme yang


menghasilkannya,(ergotamine).

Untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.

Untuk mempertahankan diri dari makhluk hidup lain di sekitarnya,(berkompetisi).

APLIKASI ALKALOID ERGOT BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Ergot alkaloid memiliki berbagai kegiatan biologis termasuk efek pada sirkulasi dan neurotransmisi.
Untuk menginduksi kontraksi rahim dan untuk mengontrol perdarahan setelah melahirkan. Dimana
kerja ergot alkaloid pada aplikasi ini yaitu:

Mempengaruhi otot uterus berkontraksi terus-menerus sehingga memperpendek pendarahan kala


III.

Menstimulssi otot-otot polos terutama dari pembuluih darah perifer dan rahim.

Pembuluh darah mengalami vasokonstriksi sehingga tekanan darah naik dan terjadi efek oksitosuk
pada kandungan mature.

Ekstrak ergot ini juga digunakan dalam farmasi, termasuk alkaloid ergot dalam produk
Cafergot yang mengandung kafein dan ergotamine , biasanya untuk mengobati sakit kepala
migrain dan ergometrin.

Dua obat yang diturunkan dari ergot, adalah Pergolide dan cabergoline , biasanya digunakan untuk
mengobati penyakit Parkinson yaitu meningkatkan resiko katup jantung bocor .

Alkaloid regot, dapat dimanfaatkan juga dalam terapi, umumnya diperoleh dari tanaman

Alkaloid ergot digunakan untuk menstimulasi sistem syaraf simpatik.

Beberapa alkaloid lisergat seperti halnya ergotamin dan ergobasin digunakan pada terapi
kandungan yaitu untuk mengkontraksi uterus pada saat proses melahirkan untuk mengkontraksi
uterus postpatu.

CONTOH LAIN MIKOTOKSIN

Okratoksin

Diketahui 3 macam Okratoksin, yaitu Okratoksin A (OA), Okratoksin B (OB), dan Okratoksin C
(OC).

Okratoksin A (OA) diketahui sebagai penyebab keracunan ginjal pada manusia maupun
hewan, dan juga diduga bersifat karsinogenik.

Okratoksin A ini pertama kali diisolasi pada tahun 1965 dari kapang Aspergillus
ochraceus.Secara alami A. ochraceus terdapat pada tanaman yang mati atau busuk, juga pada biji-
bijian (seperti kopi), kacang-kacangan, buah-buahan (anggur).

OA juga dapat dihasilkan oleh Penicillium viridicatum yang terdapat pada biji-bijian di daerah
beriklim sedang seperti pada gandum di eropa bagian utara

Selain pada produk tanaman, ternyata OA dapat ditemukan pada berbagai produk ternak seperti
daging babi, ayam dan susu. Hal ini karena OA bersifat larut dalam lemak sehingga dapat tertimbun
di bagian daging yang berlemak.

Zearalenon

Zearalenon adalah toksin estrogenik yang dihasilkan oleh kapang Fusarium graminearum,
F.tricinctum, dan F. moniliforme. Mikotoksin ini cukup stabil dan tahan terhadap suhu tinggi.
Hingga saat ini terdapat 6 macam turunan zearalenon, diantara nya -zearalenol , 6,8-
dihidroksizearalenon, 8-hidroksizearalenon, 3-hidroksizearalenon, 7-dehidrozearalenon, dan 5-
formilzearalenon.

Komoditas yang banyak tercemar zearalenon adalah jagung, gandum, kacang kedelai, beras dan
serelia lainnya.

Trikotesena

Mikotoksin golongan trikotesena dihasilkan oleh


kapang Fusarium spp., Trichoderma, Myrothecium,Trichothecium dan Stachybotrys.

Mikotoksin golongan ini dicirikan dengan adanya inti terpen pada senyawa tersebut.Toksin yang
dihasilkan oleh kapang-kapang tersebut diantaranya adalah toksin T-2 yang merupakan jenis
trikotesena paling toksik.Toksin ini menyebabkan iritasi kulit dan juga diketahui bersifat teratogenik.
Selain toksin T-2, trikotesena lainnya seperti deoksinivalenol, nivalenol dapat menyebabkan emesis
dan muntah-muntah

Fumonisin

Fumonisin termasuk kelompok toksin fusarium yang dihasilkan oleh kapang Fusarium spp,
terutama F. moniliforme dan F. proliferatum.

Diketahui 11 jenis senyawa Fumonisin, yaitu Fumonisin B1 (FB1), FB2, FB3 dan FB4, FA1, FA2, FC1, FC2,
FP1, FP2 dan FP3. Diantara jenis fumonisin tersebut, FB1 mempunyai toksisitas yang dikenal juga
dengan nama Makrofusin.

FB1 dan FB2 banyak mencemari jagung dalam dan pada beras, karena itu mikotoksin jenis fumonisin
ini paling berpengaruh pada hasil pertanian Indonesia yang sebagian besar padi dan jagung.

MANFAAT ALKALOID ERGOT DALAM INDUSTRI

Pada umumnya alkaloid ergot dalam kehidupan, dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Sehingga
dalam industry alkaloid ergot ini diproduksi sebagai obat-obatan juga. Misalnya untuk pbat:

Obat analgesik untuk penyakit migran

Obat untuk menghentikan pendarahan

Obat mengurangi rasa sakit pada saat melahirkan

PROSES PRODUKSI OBAT DALAM INDUSTRI

Dalam pembuatan obat-obatan dalam industry, prosesnya adalah:

Menyiapkan bahan baku, yaitu jamur

Mengisolasi alkaloid ergot dalam jamur tersebut

Karena alkaloid ergot masih mengandung racun, untuk itu senyawa alkaloid ergot diturunkan
senyawanya menjadi ergotamine. Dengan jalan: