Anda di halaman 1dari 13

Sifat-sifat minyak pelumas :

Viskositas (Viscosity)
Viskositas atau kekentalan merupakan suatu ukuran yang menyatakan besarnya
tahanan cairan terhadap aliran.
Indek Viskositas (Viscosity Index)
ukuran dari laju perubahan viskositas minyak pelumas terhadap perubahan temperatur.
Titik Tuang (Pour Point)
temperatur dimana minyak pelumas mulai menjadi kental dan tidak dapat mengalir.
Titik Nyala (Flash Point)
temperatur terendah dimana uap minyak pelumas akan terbakar bila diberikan sumber panas tetapi
pembakaran berhenti bila sumber panas dihilangkan.
Titik Bakar (Fire Point)
temperatur dimana uap minyak/pelumas yang timbul akan terbakar dan akan terus menyala meskipun
tidak diberikan sumber panas.
Pelumas padat biasanya terbuat dari graphite dan molybden disulfida (MoS2). Pelumas ini
dipakai apabila pelumas cairdan pelumas semi padat sudah tidak memungkinkan untuk dipakai
misalnya pada temperatur operasi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

1. Waduk berfungsi untuk menahan air


2. Main gate, katup pembuka
3. Bendungan, berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan tinggi jatuh air. Selain
menyimpan air, bendungan juga dibangun dengan tujuan untuk menyimpan energi.
4. Pipa pesat (penstock) ,berfungsi untuk menyalurkan dan mengarahkan air ke cerobong turbin. Salah
satu ujung pipa pesat dipasang pada bak penenang minimal 10 cm diatas lantai dasar bak penenang.
Sedangkan ujung yang lain diarahkan pada cerobong turbin. Pada bagian pipa pesat yang keluar dari
bak penenang, dipasang pipa udara (Air Vent) setinggi 1 m diatas permukaan air bak penenang
(Surge Tank). Pemasangan pipa udara ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tekanan rendah
(Low Pressure) apabila bagian ujung pipa pesat tersumbat. Tekanan rendah ini akan berakibat
pecahnya pipa pesat. Fungsi lain pipa udara ini untuk membantu mengeluarkan udara dari dalam pipa
pesat pada saat start awal PLTMH mulai dioperasikan. inchDiameter pipa udara
5. Katup utama (Main Inlet Valve), berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetic
6. Turbin merupakan peralatan yang tersusun dan terdiri dari beberapa peralatan suplai air masuk turbin,
diantaranya sudu (runner), pipa pesat (penstock), rumah turbin (spiral chasing), katup utama (inlet
valve), pipa lepas (draft tube), alat pengaman, poros, bantalan (bearing), dan distributor listrik. Menurut
momentum air turbin dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin reaksi dan turbin impuls. Turbin
reaksi bekerja karena adanya tekanan air, sedangkan turbin impuls bekerja karena kecepatan air yang
menghantam sudu.
7. Generator, Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanis. Generator terdiri dari dua bagian utama, yaitu rotor dan stator. Rotor terdiri dari 18 buah besi
yang dililit oleh kawat dan dipasang secara melingkar sehingga membentuk 9 pasang kutub utara dan
selatan. Jika kutub ini dialiri arus eksitasi dari Automatic Voltage Regulator (AVR), maka akan timbul
magnet. Rotor terletak satu poros dengan turbin, sehingga jika turbin berputar maka rotor juga ikut
berputar. Magnet yang berputar memproduksi tegangan di kawat setiap kali sebuah kutub melewati
"coil" yang terletak di stator. Lalu tegangan inilah yang kemudian menjadi listrik
8. Draftube atau disebut pipa lepas, air yang mengalir berasal dari turbi
9. Tailrace atau disebut pipa pembuangan
10. Transformator adalah trafo untuk mengubah tegangan AC ke tegangan yang lebih tinggi.
11. Switchyard (controler)
12. Kabel transmisi
13. Jalur Transmisi, berfungsi menyalurkan energi listrik dari PLTA menuju rumah-rumah dan pusat
industri.
14. Spillway adalah sebuah lubang besar di dam (bendungan) yang sebenarnya adalah sebuah metode
untuk mengendalikan pelepasan air untuk mengalir dari bendungan atau tanggul ke daerah hilir.
15. Runner berfungsi untuk merubah energi kinetik air menjadi energi mekanik
16. - Guide Vane (sudu atur) berfungsi untuk pengaturan jumlah air (membuka dan menutup)
17. - Spiral Case( rumah siput) berfungsi untuk menjamin/meratakan tekanan disemua sisi runner
18. - Stay Vane (sudu tetap ) berfungsi untuk membentuk arah air yang akan masuk ke runner
19. - Draft tube (pipa lepas) berfungsi untuk memanfaatkan tinggi terjun antara runner dan muka air bawah
serta sebagai pelepasan air melalui tail race setelah digunakan memutar turbin.
20. Inlet valve berfungsi untuk mengisolasi aliran air disekitar turbin pada saat unit stop dan pada saat
pelaksanaan pemeliharaan
21. - Speed governor ( pengatur kecepatan) berfungsi untuk:
Pengaturan kecepatan sebelum paralel unit
Pengaturan frekwensi dalam keadaan paralel.unit
22. By pass valve (katup by pass) berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan air disisi turbin dengan sisi
penstock, agar pembukaan inlet valve ringan.
23. - Dewatering pump berfungsi menguras air yang berada di turbin saat akan dilakukan pemeliharaan
turbin, draf tube, guide vane, runner maupun spiral casing.
24. - Drainage pump berfungsi untuk menguras bocoran maupun rembesan air yang berada dirumah
pembangkit.
Instrumen ukur yang dipakai pada instalasi turbin berupa manometer, thermometer dan flow meter.
Pengaman Turbin terdiri dari
Temperatur relei
Vibrasi monitor
Over speed relai

PLTA dapat dibagi menjadi 2 kategori yaitu :


1. PLTA run off river
2. PLTA dengan kolam tando (reservoir)
Pada PLTA run off river, air sungai dialihkan dengan menggunankan dam yang dibangun memotong ali
ran sungai. Air sungai ini kemudian disalurkan ke bangunan air PLTA.Pada PLTA dengan kolam tando (reserv
oir), air sungai dibendung dengan bendungan besar agar terjadi penimbunan air sehingga terjadi kolam tando.
Selanjutnya air di kolam tando disalurkan ke bangunan air PLTA. Dengan adanya penimbunan air terlebih dah
ulu dalam kolam tando, maka pada musim hujan di mana debit air sungai besarnya melebihi kapasitas penyal
uran air bangunan air PLTA, air dapat ditampung dalam kolam tando. Pada musim kemarau di mana debit air
sungai lebih kecil daripada kapasitas penyaluran air bangunan air PLTA, selisih kekurangan air ini dapat diatas
i dengan mengambil air dari timbunan air yang ada dalam kolam tando. Inilah keuntungan penggunaan kolam
tando pada PLTA. Hal ini tidak dapat dilakukan pada PLTA run off river.
Pada PLTA run off river, daya yang dapat dibangkitkan tergantung pada debit air sungai, tetapi PLTA ru
n off river biaya pembangunannya lebih murahdaripada PLTA dengan kolam tando (reservoir), karena kolam t
ando memerlukan bendungan yang besar dan juga memerlukan daerah genangan yang luas.Jika ada sungai
yang mengalir keluar dari sebuah danau, maka dapat dibangun PLTA dengan menggunakan danau tersebut s
ebagai kolam tando. Contoh mengenai hal ini yaitu PLTA Asahan yang menggunakan Danau Toba sebagai kol
am tando, karena Sungai Asahan mengalir dari Danau Toba.
Pada prinsipnya PLTA mengolah energi potensial air diubah menjadi energi kinetis dengan adanya hea
d, lalu energi kinetis ini berubah menjadi energi mekanis dengan adanya aliran air yang menggerakkan turbin,
lalu energi mekanis ini berubah menjadi energi listrik melalui perputaran rotor pada generator. Jumlah energi li
strik yang bisa dibangkitkan dengan sumber daya air tergantung pada dua hal, yaitu jarak tinggi air (head) dan
berapa besar jumlah air yang mengalir (debit)
Aliran sungai dengan sejumlah anak sungainya dibendung dengan sebuah Dam. Airnya ditampung dal
am waduk yang kemudian dialirkan melaui Pintu Pengambilan Air (Intake Gate) yang selanjutnya masuk ke da
lam Terowongan Tekan (Headrace Tunnel). Sebelum memasuki Pipa Pesat (Penstock), air harus melewati Tan
gki Pendatar (Surge Tank) yang berfungsi untuk mengamankan pipa pesat apabila terjadi tekanan kejut atau t
ekanan mendadak yang biasa disebut sebagai pukulan air (water hammer) saat Katup Utama (Inlet Valve) ditu
tup seketika. Setelah Katup Utama dibuka, aliran air memasuki Rumah Keong (Spiral Case). Aliran air yang be
rgerak memutar Turbin dan dari turbin, air mengalir keluar melalui Pipa Lepas (Draft Tube) dan selanjutnya dib
uang ke Saluran Pembuangan (Tail Race). Poros turbin yang berputar tersebut dikopel dengan poros Generat
or sehingga menghasilkan energi listrik. Melalui Trafo Utama (Main Transformer), energi listrik disalurkan mele
wati Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV ke konsumen melalui Gardu Induk.
Prinsip Kerja Turbin Reaksi yaitu
Sudu-Sudu (runner) pada turbin francis dan propeller berfungsi sebagai sudu sudu jalan,
posisi sudunya tetap (tidak bisa digerakkan). Sedangkan sudu-sudu
pada turbin kaplan berfungsi sebagai sudu-sudu jalan, posisi sudunya bisa
digerakkan (pada sumbunya) yang diatur oleh servomotor dengan cara manual atau otomatis sesuai dengan p
embukaan sudu atur. Proses penurunan tekanan air terjadi baik pada sudu-sudu atur maupun pada sudu-sudu
jalan (runner blade).
Prinsip Terja Turbin Pelton berbeda dengan turbin reaksi Sudu sudu yang
berbentuk mangkok berfungsi sebagai sudu-sudu jalan, posisinya tetap (tidak bisa digerakkan).

Level transmitter adalah suatu alat ukur elektronik yang berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu
medium baik itu liquid,gas ataupun solid dimana alat ini terdiri atas dua bagian yaitu blok sensor
dan transmitter

Intake Gate (tiga set Intake Gate) terdiri dari Gate Leaf dengan By Pass Valve, house guide
frame. Intake Gate berfungsi untuk menutup dan membuka air yang akan masuk menuju k turbin
Inlet Valve berfungsi untuk menghentikan aliran air yang menuju ke turbin. Pada waktu turbin
beroperasi Inlet Valve terbuka penuh dan pada waktu tidak beroperasi Inlet Valve tertutup. Inlet
valve digerakkan oleh Servo Motor yang bekerja secara hidrolis.
Bypass Valve dipasang secara paralel dengan Inlet Valve dengan bagian belakang dan bagian
depan Inlet Valve tekanan sama kemudian Inlet Valve dibuka
Surge Tank berfungsi menyerap tekanan air yang tiba-tiba terjadi pada pipa pesat apabila debit air yang
masuk ke turbin berkurang atau berhenti. Surge Tank merupakan bagian pengaman PLTA jika terjadi
perubahan tekanan baik karena perubahan elevasi waduk , tekanan gelombang dan adanya water
hammer akibat benturan dari waduk.
Inlet Valve / Tahap Pembukaan Katup Air
Memutar Master Controller dari posisi Stop ke posisi Inlet Valve maka yang terjadi yaitu mula
mula By Pass Valve (katup samping) akan membuka sampai Casing(rumah turbin) terisi penuh dengan air
sehingga besar tekanan dibagian dalam degan bagian rumah turbin tersebut adalah sama.
Setelah kondisi ini sudah tercapai, maka Inlet Valve / katup pintu masuk akan membuka secara perlahan
lahan hingga terbuka penuh. Pembukaan ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 menit setelah Master
Controller diputar ke posisi Inlet Valve, yang mana hal ini akan diikuti dengan menyalanya lampu
indikator Inlet Valve.
Secara singkat governor pada PLTA ini berfungsi sebagai penstabil putaran turbin agar selalu konstan
dalam putaran 500 rpm menjaga antara output yang dihasilkan denagn input yang disediakan ( debit air ) juga
untuk menjaga kestabilan putaran/rpm agar didapat output dengan frequensi yang konstan yaitu 50 Hz atau
dengan kata lain mengatur putaran turbin secara otomatis
Current meter berfungsi untuk mengukur flow dan debit air
Penempatan vent pada pipa diusahakan pada tempat yg paling tinggi karena fungsinya sebagai
pembuangan ke udara. Begitu pula pada penempatan drain haruslah pada tempat yg rendah sesuai fungsinya
sebagai pembuangan cairan atau pembersihan cairan serta pembuangan kotoran pada jalur pipa.
Keuntungan Pompa Diafragma:
1. Tidak perlu perapat mekanis (mechanical seal).
2. Pemeliharaan mudah dan murah.
3. Dapat memompa fluida yang mengandung lumpur.
4. Apabila bekerja tanpa beban maka tidak akan terlalu merusak pompa.
Kerugian Pompa Diafragma:
1. Aliran berdenyut (pulsating flow)
2. Kapasitas sangat tergantung pada besar kecilnya pompa dan tidak dapat divariasi dengan perubahan
kecepatan.
3. Kapasitasnya rendah (dibandingkan dengan pompa sentrifugal).
4. Efisiensi rendah pada kapasitas tinggi.

PLTP
Direct Dry Steam Cycle
Merupakan jenis yang paling umum dari pembangkit listrik tenaga panas bumi. PLTP ini memanfaatkan
uap kering langsung dari sumur produksi yang dibor ke dalam reservoir panas bumi. Uap kering bertekanan
tinggi keluar dari sumur produksi dan melalui rock catcher, yaitu serangkaian mesh filter yang berfungsi
menangkap bongkahan batu, kerikil atau sampah lainnya yang dapat merusak sudu turbin. uap Uap tersebut
kemudian menggerakkan turbin uap yang dikopel dengan sebuah generator listrik. Uap keluar dari turbin dan
masuk ke kondensor yang berada dalam kondisi vakum sehingga terkondensasi menjadi air kondensat. Dari
sini kondensat dipompa melalui serangkaian scrubbing tower yang berfungsi untuk menghilangkan non-
condensable gas (NCG). Kondensat tersebut kemudian dipompa ke cooling tower dan mengalammi proses
pendinginan. Kondensat yang masih mengandung non-condensable gas (NCG) dialirkan kembali ke scrubber
sebelum disuntikkan ke reservoir panas bumi melalui sumur injeksi.
Separated Steam Cycle
Fluidanya campuran fasa uap dan fasa cair maka terlebbih dulu dilakukan pemisahan di separator.
Single Flash Steam Cycle
Sistem ini digunakan bila fluida di kepala sumur dalam kondisi air jenuh (saturated liquid). Fluida
Reservoir dalam perjalanannya menuju ke permukaan mengalami penurunan temperature sejalan dengan
terbenruknya uap dari fasa cair (liquid) yang ada. Asumsi yang dipakai pada kondisi ini adalh proses
Isenthalpik dengan kesetimbangan thermodinamika yang tetap terjaga. Hal ini berarti tidak tejadi kehilangan
panas dari system ke lingkungan dan penurunan temperature yang terjadi adalah akibat dipakainya panas
latent yang ada untuk merubah fasa air menjadi fasa uap. Salah satu hal yang memungkinkan terjadinya
proses penguapan ini adalah dengan dipasangnya Slotted liner pada zona produksi reservoir . Slotted liner
mempunyai lubang-lubang yang memungkinkan proses Throttling (enthalpy dianggap konstan). Siklus ini
digunakan untuk memanfaatkan energi panas dari fluida, karena fluida yang muncul di permukaan sebagai
cairan terkompressi atau cair jenuh (saturated fluid). Energi yang terkandung dalam fluida tersebut
dimanfaatkan dengan mengalirkan ke dalam Flasher (alat penguap) yang beroperasi pada tekanan yang lebih
rendah dari tekanan uap kering yang masuk ke Turbin.
Double Flash Steam Cycle
Pada PLTP jenis ini fluida yang keluar dari sumur produksi harus berada pada suhu tinggi (360 F).
Proses yang terjadi pada PLTP jenis ini adalah uap dari sumur produksi dipompa melalui serangkaian
pressure vessel yang tekanannya lebih rendah dari tekanan fluida panas bumi. Hal ini menyebabkan fluida
menglami flash off dan terbagi menjadi uap tekanan rendah, tekanan menengah dan tekanan tinggi. Uap
kemudian melewati turbin uap, mengalami kondensasi dan mengalami perlakuan sama seperti pada PLTP Dry
Steam yakni kembali ke reservoir panas bumi bersama dengan non-condensable gas (NCG) melalui sumur
injeksi.
Multi Flash Steam Cycle
Sistem siklus konversi energi ini mirip dengan sistem double flash, bedanya adalah kedua turbin yang
berbeda tekanan disusun secara terpisah, Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi yang mengandung air
dipisahkan di separator agar diperoleh uap kering yang digunakan untuk menggerakkan high pressure turbin.
Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga
dihasilkan energi listrik. Air hasil pemisahan dari separator temperatur dan tekanannya akan lebih rendah dari
kondisi fluida di kepala sumur. Air ini dialirkan ke flasher agar menghasilkan uap. Uap yang dihasilkan dialirkan
ke low pressure turbin sementara air sisanya dibawa ke condensor.
Binary Cycle
Pada PLTP jenis ini fluida panas bumi yang digunakan merupakan fluida bersuhu tinggi yang nantinya
akan digunakan untuk memanaskan fluida sekunder yang memiliki titik didih lebih rendah. Fluida sekunder
(biasanya isobutene atau isopentana) dipanaskan oleh fluida panas bumi melalui heat exchanger dan
mengalami flash off sehingga terbentuk uap. Uap ini digunakan untuk menggerakkan turbin. Uap yang telah
digunakan untuk memutar turbin uap akan dikondensasikan dalam condenser dan dialirkan kembali ke heat
exchanger untuk memulai siklus kembali. Karena fluida panas bumi hanya berpindah dari sumur produksi
menuju heat exchanger dan kembali diinjeksikan ke reservoir melalui sumur injeksi dalam sistem tertutup
maka dalam PLTP jenis ini tidak ada jalur keluar bagi gas berbahaya (noxious gas). Selain itu juga tidak
diperlukan peralatan untuk proses gas scrubbing
Combine Cycle
Untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi di beberapa pembangkit mulai digunakan
sistem pembangkit listrik dengan siklus kombinasi (combined cycle), yaitu penggabungan antara siklus multi
flash cycle dengan binary cycle. Fluida panas bumi dari sumur dipisahkan fasa-fasanya dalam separator . Uap
dari separator dialirkan ke Turbin HP, dan setelah itu sebelum fluida diinjeksikan kembali ke dalam
reservoir,fluida digunakan untuk memanaskan fluida organik yang mempunyai titik didih rendah. Uap dari
organik tersebut kemudian digunakan untuk menggerakkan Turbin LP.

Tiga fungsi utama instrumentasi adalah sebagai alat pengukuran, alat analisa dan alat kendali. aliran
(flow) air/uap di dalam pipa, tekanan (pressure) di dalam bejana tekan, tangki atau vessel, suhu (temperature)
di sebuah penukar panas (heat exchanger), serta tinggi permukaan (level) zat cair pada sebuah tangki.
hydrogen ion concentration (pH), moisture content, conductivity, density atau spesific gravity, combustible
content of flue gas, oxygen content of flue gas, nitrogen oxide emmissions, calorimetry (BTU content) dan lain
sebagainya.
Penilaian Harga atau Kualitas (Value or Quality Assessment)
Keselamatan dan Proteksi (Safety and Protection)
Kendali Otomatis (Automatic Control)
Pengumpulan Data (Data Collection)
Tujuan dari proteksi adalah :
- Mencegah kerusakan.
- Membatasi/melokalisasi kerusakan.
- Mencegah meluasnya gangguan sistem.
Proteksi bertugas untuk :
- Memberikan peringatan dini (alarm).
- Memisahkan sistem/peralatan yang terganggu dengan cara membuka PMT.
- Mematikan mesin yang sedang beroperasi jika dianggap berbahaya bagi peralatan.
Sensor adalah alat untuk mendeteksi / mengukur suatu besaran fisis yang digunakan untuk mengubah
variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.
Sensor itu sendiri terdiri dari transduser dengan atau tanpa penguat/pengolah sinyal yangterbentuk
dalam satu sistem pengindera.

Sensor merupakan input dari controller. Sensor adalah alat yang merubah dari suatu energi (panas,
tekanan, level, aliran, putaran dll) menjadi energi listrik (mV, mA, Ohm, Hz, Kontak dll.)
Klasifikasi Sensor Pengukuran
Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan menjadi 3 jenis, yakni :
Sensor Thermal (Panas) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan
panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu. Contoh : bimetal, termistor,
termokopel, RTD.
Sensor Mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan atau
pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan, aliran, level. Contoh : strain gauge, linear variable
deferential transformer (LVDT), proximity, potensiometer, load cell, bourdon tube
Sensor Optik (Cahaya) adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan
cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan. Contoh : photo cell, photo transistor, photo
diode, photo voltaic, photo multiplier, pyrometer optic.

Transduser Pasif
Potensiometer ------ Perubahan nilai tahanan karena posisi kontak bergeser.
(Tekanan,pergeseran/posisi)
Strain gauge----------Perubahan nilai tahanan akibat perubahan panjang kawat oleh tekanan dari luar. (Gaya,
torsi)
Posisi Transformator selisih(LVDT)-------Tegangan selisih dua kumparan primer akibat pergeseran inti trafo
(Tekanan, gaya, pergeseran)
Gauge arus pusar----Perubahan induktansi kumparan akibat perubahan jarak plat (Pergeseran, ketebalan)
Transduser Aktif
Sel fotoemisif---------Emisi elektron akibat radiasi yang masuk pada permukaan fotemisif (Cahaya dan radiasi)
Photomultiplier--------Emisi elektron sekunder akibat radiasi yang masuk ke katoda sensitif cahaya (Cahaya,
radiasi dan relay sensitif cahaya)
Termokopel-------------Pembangkitan ggl pada titik sambung dua logam yang berbeda akibat dipanasi
(Temperatur, aliranpanas, radiasi
Generator kumparan putar(tachogenerator)-- Perputaran sebuah kumparan didalam medan magnit yang
membangkitkan tegangan
(Kecepatan, getaran)
Piezoelektrik---------Pembangkitan ggl bahan kristal piezo akibat gaya dari luar
(Suara, getaran,percepatan, tekanan)
Sel foto tegangan------Terbangkitnya tegangan pada sel foto akibat rangsangan energi dari luar (Cahaya
matahari)
Termometer tahanan (RTD) ---- Perubahan nilai tahanan kawat akibat perubahan temperature (Temperatur,
panas)
Hygrometer tahanan-----Tahanan sebuah strip konduktif berubah terhadap kandungan uap air (Kelembaban
relative)
Termistor (NTC)------- Penurunan nilai tahanan logam akibat kenaikan temperatur
(Temperatur)
Mikropon kapasitor----- Tekanan suara mengubah nilai kapasitansi dua buah plat
(Suara, musik,derau)
Pengukuran reluktansi-------Reluktansi rangkaian magnetik diubah dengan mengubah posisi inti besi sebuah
kumparan (Tekanan, pergeseran, getaran, posisi)
Jenis jenis alat ukur level yang biasa digunakan di pembangkit adalah Differential Pressure (Orifice,
Ventury Pipe, Pitot Tube), Floating (Displacement, Float, Weight and Cable, Reed Switch, Tape), Static
Pressure Transmitter (Load Cell, Gage), Gelombang Fisika, Capacitive dan Inductive Level Meter, Paddle
Wheel, Diaphragm, Resistance Tape, Gage, Level Switch dan Intelligent Level Transmitter.
Alat ukur pressure yang biasa digunakan di pembangkit listrik adalah Manometer tube, well-type
manometer, inclined manometer, bourdon tube, diaphragm, bellows, capacitive transducer, differential
transformer, force balance, piezoelectric, potentiometer, wheatstone bridge dan strain gauge
Fungsi utama perapat poros generator adalah, mencegah gas hidrogen keluar keatmosfir, karena
tekanan gas hidrogen didalam generator lebih tinggi dari tekanan udara luar. Sebagai media perapat
digunakan minyak pelumas.
Sistem Perapat Poros Turbin
Celah diantara casing (bagian yang diam) dan rotor (bagian yang berputar) turbin menyebabkan
terjadinya kebocoran uap keluar atau udara masuk turbin. Untuk mencegah kebocoran pada celah tersebut
dipasang perapat. Sistem perapat dilakukan dengan memasang labirin (sirip-sirip) pada casing maupun rotor
secara berderet. Tetapi perapat yang hanya menggunakan labirin masih memungkinkan terjadinya kebocoran.
Untuk itu pada labirin diberikan fluida uap sebagai media perapat (gland seal steam).
Perapat (seal) berfungsi untuk mencegah kebocoran uap, perapatan ini terpasang mengelilingi poros.
Perapat yang digunakan adalah :
1. Labyrinth packing
2. Gland packing
Labyrinth seal
Sistem seal menggunakan bentuk labirin ini telah kita bahas pada artikel sebelumnya. Komponen ini
menjadi tempat bertemunya fluida kerja uap air di dalam turbin dengan udara bebas dari atmosfer. Lintasan
seal ini yang berbelok-belok akan menurunkan tekanan uap air dari dalam turbin maupun udara dari luar
sampai nilai tekanan keduanya sama. Di tengah-tengah labirin terdapat lubang sebagai saluran buangan
campuran uap air dan udara tadi. Selain terdapat saluran buang, di dalam labirin sisi yang lebih dekat dengan
turbin terdapat lubang untuk supply uap air yang dibutuhkan pada saat fluida kerja uap air utama belum
masuk ke dalam turbin uap.
Sesuai dengan awal pembahasan kita di atas, turbin uap yang menggunakan fluida kerja uap air
dengan tekanan dan temperatur yang paling tinggi disebut dengan turbin High Pressure (HP). Sedangkan
yang menggunakan fluida kerja uap air bertekanan dan temperatur lebih rendah disebut turbin Low
Pressure (LP). Labyrinth seal pada turbin HP selain memiliki lubang saluran untuk masuknya uap air sealing
serta lubang saluran untuk membuang campuran antara uap air seal dengan udara, juga terdapat lubang
saluran bernama leak off yang berfungsi untuk membuang kelebihan tekanan uap air seal. Pada saat turbin
normal beroperasi, uap air seal pada turbin HP didapatkan dari fluida kerja turbin yang bertekanan tinggi.
Untuk menjaga agar tekanan uap air seal selalu stabil pada nilai tertentu maka sebagian uap air seal akan
dibuang melalui saluran leak off.
Pada labyrinth seal turbin LP, karena tekanan uap air di dalam turbin sudah lebih vakum daripada
tekanan udara luar, maka dibutuhkan supply uap air tambahan untuk sistem seal dari uap air buangan
sistem leak off turbin HP.
Sistem seal pada turbin uap menggunakan uap air sebagai media pembatas antara sisi uap air di dalam
turbin uap dengan udara atmosfer. Uap air tersebut biasa disebut dengan seal steam. Pada saat turbin uap
beroperasi dengan beban penuh, seal steam didapatkan dari uap air yang berada di dalam turbin uap
tersebut. Hal ini biasa disebut dengan self sealing. Uap air di dalam turbin terutama turbin HP memiliki
tekanan yang tinggi, sedangkan seal steam tidak membutuhkan tekanan yang terlalu besar. Sehingga untuk
menjaga agar tekanan seal steam stabil berada pada nilai tertentu, maka pada seal steam header terdapat
saluran pipa dan kontrol leak off valve. Saluran pipa ini akan membuang uap air yang berlebihan ke
kondensor. Pada kondisi ini seal steam header berfungsi untuk mendistribusikan tekanan uap air seal yang
berasal dari labirin seal turbin HP ke labirin yang lain terutama pada turbin LP yang memiliki tekanan kerja uap
air di dalam turbin yang lebih rendah.
Sedangkan pada saat turbin uap masih dalam kondisi start up maupun shut down, maka tidak akan
terjadi self sealing. Pada kondisi tersebut kebutuhan seal steam harus dipenuhi dari luar, sehingga pada seal
steam header terdapat saluran dan valve kontrol untuk supply uap air dari luar. Pada kondisi ini seal steam
header berfungsi untuk mendistribusikan seal steam ke seluruh labyrinth seal turbin. Seal Steam dan Gland
Steam Header System
Seal steam akan bercampur dengan udara di dalam labyrinth seal. Campuran tersebut biasa disebut
dengan gland steam. Campuran ini selalu dikeluarkan dari labirin untuk menuju ke gland steam header dan
akan dikondensasi serta dipisahkan kembali antara uap air dengan udara di gland steam condenser.
Materi pltu Katup isolasi uap ekstraksi yang dipasang pada saluran uap ekstraksi serta semuanya
digerakkan oleh motor listrik. Berfungsi untuk memblokir uap ekstraksi pada saat belum diperlukan. Katup
satu arah ekstraksi (Extraction Line Check Valve). Berfungsi untuk mencegah aliran balik uap dari pemanas ke
turbin. Indikator level pemanas.
Deaerator merupakan komponen paling hilir dari sistem air kondensat. Merupakan pemanas tipe kontak
langsung (direct contact heater). Memiliki 2 fungsi utama yaitu untuk memanaskan air kondensat dan sekaligus
menghilangkan gas-gas (non condensable gas) (CO2, 02 , H2S) Jenis ini bisa membuat air dari air kondensat. jadi
asam dan menyebabkan percepatan korosi.. Media pemanas feed water yang digunakan adalah juga uap
ekstraksi.
Tes injector diperlukan agar pengabutan sempurna pada tekanan tertentu
secara umum, terdapat dua jenis turbin yaitu turbin tanpa kondenser (Atmospheric Exhaust/Back
Pressure Turbine) dimana yang keluar dari turbin langsung dibuang ke udara dan turbin dengan kondenser
dimana fluida yang keluar dari turbin dialirkan ke kondenser untuk dikondensasikan.

Bahan-bahan yang dipakai untuk saringan dapat berupa logam, selulosa, tanah liat, bulu (flet) dan
kertas.
Kalor seperti halnya kerja, merupakan energi yang berpindah atau transit. Perpindahan energi yang
berupa kalor diberi notasi huruf Q dalam satuan BTU
Uap yang mendapat pemanasan lebih hingga temperaturnya lebih besar dari temperatur uap jenuhnya
disebut dengan uap kering atau sering disebut dengan uap superheat (uap panas lanjut). Selisih temperatur
antara temperatur didih air dan temperatur superheat disebut dengan derajat superheat.
Peralatan Penunjang
Peralatan penunjang yang terdapat dalam suatu PLTU pada umumnya adalah :
a. Desalination Plant (Unit Desal)
b. Reverse Osmosis (RO)
c. Pre Treatment pada unit yang menggunakan pendingin air tanah / sungai
d. Demineralizer Plant (Unit Demin)
e. Hidrogen Plant (Unit Hidrogen)
f. Chlorination Plant (Unit Chlorin)
g. Auxiliary Boiler (Boiler Bantu)
h. Coal Handling (Unit Pelayanan Batubara)
i. Ash Handling (Unit Pelayanan Abu)

PLTU dengan pressurised boiler (tekanan ruang bakar positif) digunakan untuk pembakaran bahan
bakar minyak atau gas
PLTU dengan Balanced Draft Boiler (tekanan berimbang) biasa digunakan untuk pembakaran bahan
bakar batubara. ekanan ruang bakar dibuat sedikit dibawah tekanan atmosfir, biasanya sekitar 10
mmH2O
PLTU dengan vacum boiler tidak dikembangkan lagi, sehingga saat ini tidak ada lagi yang menerapkan
PLTU dengan boiler bertekanan negative
Pada PLTU dengan kapasitas > 100 MW dan mempunyai turbin multi cylinder, maka uap dari HP turbin
dialirkan kembali ke boiler, yaitu ke reheater. Konfigurasi reheater sama dengan superheater. Reheater
berfungsi untuk memanaskan uap dari HP (High Pressure) turbin agar kandungan energi panasnya meningkat
lagi setelah memutar HP turbin. Uap ini selanjutnya dialirkan kembali ke IP (Intermediate Pressure) turbin.
Pemanasan diperoleh dari gas buang yang keluar superheater.
Jenis turbin menurut banyaknya silinder dibagi menjadi :
Single cylinder
Multi cylinder
Jenis turbin menurut jumlah aliran uap masuk dibagi menjadi :
Single flow
Double flow
Katup utama turbin terdiri dari Main Stop Valve (MSV) dan Governor Valve (GV).Pada turbin dengan
kapasitas > 100 MW dilengkapi dengan katup uap reheat, yaitu Reheat Stop Valve (RSV) dan Interceptor Valve
(ICV).
Jacking oil berfungsi untuk mengangkat poros dengan minyak tekanan tinggi.
Rotor turbin yang berat dan panjang apabila dibiarkan dalam keadaan diam dalam waktu yang lama dapat
melendut. Pelendutan menjadi lebih nyata apabila dari kondisi operasi yang panas langsung berhenti. Untuk
mencegah terjadinya pelendutan, maka rotor harus diputar perlahan secara kontinyu atau berkala. Alat untuk
memutar rotor turbin ini disebut turning gear atau bearing gear.
Laju perpindahan panas tergantung pada aliran air pendingin, kebersihan pipa-pipa dan perbedaan
temperatur antara uap dan air pendingin.
Guna membantu tugas deaerator untuk menghilangkan oksigen, maka cara kimia pun dilaksanakan juga
yaitu dengan menginjeksikan Hydrazine kedalam air kondensat pada suatu titik sebelum air kondensat masuk
deaerator.

Kompresor turbo dan kompresor bolak-balik dapat dikombinasikan; suatu kompresor turbo dapat
dioperasikan berderet (in series) dengan kompresor bolak-balik, atau sebaliknya. Suatu kompresor turbo
dapat dioperasikan berjajar (in parallel) dengan kompresor bolak-balik untuk meningkatkan aliran.

Filter udara Generator Set Bahan Stainless Steel, Bahan Spoon dan Serat Katun
1. Kapas (yang direkat oleh kawat-kawat halus di kedua belah sisinya).
2. Karet busa.
3. Serat berkualitas tinggi.
4. Anyaman bahan baja tahan karat (Stainless Steel).
Jenis alat ukur vibrasi
Jenis jenis Sensor:
1. Displacement tranducer (Proximity Probe)
2. Velocity tranducer
3. Accelerometer

Dalam PLTU terdapat 3 jenis air heaters


1. Primary air heater, berfungsi untuk memanaskan udara primer, dimana udara primer berfungsi untuk
megalirkan serbuk batu bara dari pulvarizer ke dalam boiler.
2. Secondary air heater, berfungsi untuk memanaskan udara sekunder, dimana udara sekunder berfungsi
untuk udara dalam pembangkaran
3. Steam coil air heater, berfungsi untuk pemanas awal udara sebelum masuk ke primary air heater dan
secondary primer. Ini tidak meggunakan gas buang,, akantetapi menggunakan auxiliary steam
Putaran camshaft adalah setengah putaran crankshaft sehingga valve membuka dan menutup pada waktu
yang tepat selama proses empat langkah.

Pin timing procedure


Pemakaian pin timing dibagi dalam dua klasifikasi, yaitu:
1. Timing bolt: Untuk menentukan/menempatkan posisi piston no.1 pada top
dead center (TDC) atau titik mati atas (TMA), baik waktu
langkah kompresi (compression stroke) maupun langkah buang
(exhaust stroke).
2. Timing pin: Untuk memposisikan fuel injection pump (FIP) melakukan
injeksi bahan bakar pada silinder no.1.

Penjelasan
Pendinginan adalah suatu proses yang dilakukan untuk menurunkan temperatur suatu benda atau
lingkungan. Pendinginan dilakukan dengan cara memindahkan kalor dari objek yang akan didinginkan ke
lingkungan. Oleh karena itu dalam proses pendinginan diperlukan media yang digunakan untuk memindahkan
kalor tersebut. Adapun media pendingin yang digunakan adalah fluida kompresibel contohnya udara dan fluida
inkompresibel contohnya air. Umumnya pendinginan dilakukan cukup dengan menggunakan satu jenis fluida
saja, namun tak jarang pula digunakan fluida kerja lebih dari satu.
Pendinginan dapat terjadi dengan dua cara yaitu pendinginan secara alami dan pendinginan secara
paksa. Pendinginan secara alami yaitu proses pendinginan yang berlangsung dengan sendirinya tanpa turut
campur tangan manusia. Sedangkan proses pendinginan secara paksa yaitu proses pendinginan yang
berlangsung dengan turut campur tangan manusia. Selain itu menurut siklusnya, proses pendinginan terbagi
atas dua bagian yaitu:
1. Pendinginan Terbuka
Pendinginan terbuka yaitu proses pendinginan yang fluida kerjanya Irreversible (tidak
berulang/kembali), dimana fluida kerjanya melakukan pendinginan hanya sekali saja. Setelah fluida kerja
selesai melakukan pendinginan maka fluida kerja dikembalikan atau dibuang ke lingkungan.
2. Pendinginan Tertutup
Pendinginan tetutup yaitu proses pendinginan yang fluida kerjanya Reversible (berulang-ulang),
dimana fluida kerjanya melakukan pendinginan secara berulang-ulang. Setelah fluida kerja selesai melakukan
pendinginan, fluida kerja tersebut kembali didinginkan sehingga bisa digunakan kembali untuk proses
pendinginan. Hal tersebut kemudian membentuk sebuah siklus pendinginan. Tetapi untuk dapat membuat fluida
tersebut dapat mendinginkan lagi, diperlukan beberapa peralatan tambahan.
Gambar 1. Diagram sirkulasi air pendingin dari motor bakar torak
dengan pendingin air

Adapun tujuan dan alasan dari penggunaan pendinginan adalah sebagai berikut:
a. Untuk mencegah material dari kerusakan.
b. Menjaga struktur dan sifat-sifat dari suatu material agar tidak berubah.
c. Menjaga kerja suatu mesin agar stabil.
d. Membuat material atau mesin lebih tahan lama.

Dalam merencanakan suatu sistem pendingin, kita harus memperhatikan beberapa hal antara lain
biaya, beban pendinginan, media pendingin, lokasi dan lingkungan sekitar, sistem pendinginan,
peralatan yang dibutuhkan, dan lain-lain. Hal tersebut perlu diperhatikan karena akan sangat
berpengaruh terhadap kemampuan kerja dari sistem pendingin yang digunakan.