Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PAJAK INTERNASIONAL

Oleh :
Fajar Hidayat / 16 / (08320006548)

Program Diploma III Keuangan


Spesialisasi Administrasi Perpajakan
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
2009/2010
Pasal Dalam Tax Treaty Kecenderungan Model Perjanjian Keterangan
Indonesia Kuwait UN Model OECD Model
Pasal 1/Orang dan Badan √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
yang tercakup dalam Model maupun UN Model
persetujuan
Pasal 2/Tax Covered √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Model maupun UN Model
Pasal 3/General definition √ Tidak terdapatnya istilah Bisnis
dalam Treaty tersebut,sehingga
mengindikasikan Treaty mengikuti
UN Model
Pasal 4/Resident √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Model maupun UN Model
Pasal 5/Permanent √ Persyaratan untuk menjadi BUT
Establishment lebih mendekati persyaratan di UN
Model, terlihat dari pengaturan
time test yang lebih singkat yang
didukung oleh UN Model
Pasal 6/Income From √ Hasil perbandingan treaty dengan
Immovable Property UN Model memperlihatkan
kesamaan .
Pasal 7/Business Profit √ √ Pasal 8 terlihat perpaduan Konsep
konsep dari UN model dan OECD
Model,dimana keduanya saling
melengkapi.
Pasal 8/International √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Traffic Model maupun UN Model
Pasal 9/Associated √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Enterprises Model maupun UN Model
Pasal 10/Divedens √ Karena adanya pembatasan jumlah
maksimum untuk deviden yakni 10
%.
Pasal 11/Interest Pasal ini diatur secara unik, karena
tidak mengikuti ketentuan di UN
Model maupun OECD Model
Pasal 12/Royalties √ Karena Royalti boleh dipajaki di
negara sumber,sedangkan OECD
model pemajakan atas royalti hanya
menjadi hak negara sumber.
Pasal 13/Capital Gain √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Model maupun UN Model
Pasal 14/Independent √ Karena pasal ini tidak diatur lagi
Personal Services dalam OECD Model
Pasal Dalam Tax Treaty Kecenderungan Keterangan
Indonesia Kuwait Model
Perjanjian
UN Model OECD Model
Pasal 15/Dependent √ √ Meskipun mengacu kepada Kedua
Personal Service model tersebut, namun pasal 3
treaty memiliki keunikan yang tidak
diatur dalam UN Model maupun
OECD Model Tentang Pemajakan
imbalan diperoleh karena pekerjaan
yang dilakukan di atas kapal laut
atau pesawat udara yang
dioperasikan dalam jalur lalulintas
internasional oleh perusahaan dari
suatu Negara pihak pada
Persetujuan
Pasal 16/Director’s Fees √ Meskipun mengacu kepada UN
model , namun pasal 1 treaty
memiliki keunikan yang tidak diatur
dalam UN Model yaitu Imbalan
para direktur dan pembayaran-
pembayaran serupa lainnya hanya
boleh dipajaki di Negara sumber
Pasal 17/Artistes and √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Athletes Model maupun UN Model
Pasal 18/ Pensions and √ Karena Pensiun boleh dipajaki di
Annuities negara sumber,sedangkan OECD
model pemajakan atas pensiun
hanya menjadi hak negara sumber.
Pasal 19/Government √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Service Model maupun UN Model
Pasal 20/Teachers and Tambahan yang tidak diatur UN
Reseachers Model maupun OECD Model
Pasal 21/Students and √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Trainees Model maupun UN Model
Pasal 22/Other Income √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Model maupun UN Model
Pasal 23/Capital Pasal ini diatur secara unik, karena
tidak mengikuti ketentuan di UN
Model maupun OECD Mode
Pasal 24/Elimination of √ √ Pasal inimenggunakan credit
Double Taxation method yang ketentuannya sama-
sama diatur di dua model
perjanjian.
Pasal 25/Non- √ √ Secara garis besar pasal ini disusun
discrimination hampir sama dengan ketentuan di
UN model maupun OECD
Pasal 26/Mutual √ √ Secara garis besar pasal ini disusun
Agreement hampir sama dengan ketentuan di
UN model maupun OECD
Pasal 27/Exchange of √ Lebih mengacu kepada UN
Information Model,terlihat dari pasal 1 yang
mengakomodasi ketentuan di UN
Model
Pasal 28/ Miscellaneous Tidak ada diatur dalm kedua model
Rules perjanjian
Pasal 29/ Diplomatic and √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Consular Privilages Model maupun UN Model

Pasal 30/Entry Into Force √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD


Model maupun UN Model
Pasal 31/Termination √ √ Tidak ada perbedaan dalam OECD
Model maupun UN Model
Kesimpulan dari analisis per pasal maka saya menyimpulkan bahwa Perjanjian Treaty antara Indonesia dengan Kuwait disusun cenderung berdasarkan UN
Model hal ini tergambarkan dalam ketentuan pasal 5 mengenai Permanent Establishment, Pasal 6 tentang Income From Immovable Property dan ada
beberapa ketentuan yang diatur secara unik yang tidak diatur dalam UN model maupun OECD Model.

Anda mungkin juga menyukai