Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PENYAKIT 10.

Myopia Ringan
11. Presbiopia
A. KELOMPOK UMUM 12. Katarak pada Pasien Dewasa
1. Tuberkulosis (TB) Paru 13. Glaukoma Akut
2. TB dengan HIV 14. Glaukoma Kronis
3. Morbili 15. Trikiasis
4. Varicella 16. Episkleritis
5. Malaria 17. Trauma Kimia Mata
6. Leptospirosis 18. Laserasi Kelopak Mata
7. Filariasis 19. Hifema
8. Infeksi pada Umbilikus 20. Retinopati Diabetik
9. Kandidiasis Mulut
10. Lepra E. TELINGA
11. Keracunan Makanan 1. Otitis Eksterna
12. Alergi Makanan 2. Otitis Media Akut
13. Syok 3. Otitis Media Supuratif Kronik
14. Reaksi Anafilaktik 4. Benda Asing di Telinga
15. Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue 5. Serumen Prop

B. DARAH DAN SISTEM IMUN F. KARDIOVASKULAR


1. Anemia 1. Angina Pektoris
2. HIV/AIDS tanpa Komplikasi 2. Infark Miokard
3. Lupus Eritematosus Sistemik 3. Takikardia
4. Limfadenitis 4. Gagal Jantung Akut dan Kronik
5. Cardiorespiratory Arrest
C. DIGESTIVE 6. Hipertensi Esensial
1. Ulkus Mulut
2. Reflex Gastroesofageal G. MUSKULOSKELETAL
3. Gastritis 1. Fraktur terbuka
4. Intoleransi Makanan 2. Fraktur tertutup
5. Malabsorbsi Makanan 3. Polimialgia Reumatik
6. Demam Tifoid 4. Artritis Reumatoid
7. Gastroenteritis (Disentri, Kolera, Giardiasis) 5. Artritis, Osteoartritis
8. Disentri Basiler dan Disentri Amuba 6. Vulnus
9. Perdarahan Gastrointestinal 7. Lipoma
10. Hemoroid Grade 1-2
11. Hepatitis A H. NEUROLOGI
12. Hepatitis B 1. Tension Headache
13. Kolesistisis 2. Migren
14. Apendisitis Akut 3. Vertigo
15. Peritonitis 4. Tetanus
16. Parotitis 5. Rabies
17. Askariasis 6. Malaria Serebral
18. Penyakit Cacing Tambang 7. Epilepsy
19. Schistosomiasis 8. Transient Ischemic Attack
20. Taeniasis 9. Stroke
21. Strongiloidiasis 10. Bells Palsy
11. Status Epileptikus
D. MATA 12. Delirium
1. Mata Kering 13. Kejang Demam
2. Buta Senja 14. Tetanus Neonatorum
3. Hordeolum
4. Konjungtivitis I. PSIKIATRI
5. Blefaritis 1. Gangguan Somatoform
6. Perdarahan Subkonjungtiva 2. Demensia
7. Benda asing di konjungtiva 3. Insomnia
8. Astigmatism 4. Gangguan campuran Anxietas dan Depresi
9. Hipermetropia 5. Gangguan Psikotik
J. RESPIRASI L. METABOLIK, ENDOKRIN DAN NUTRISI
1. Influenza 1. Obesitas
2. Faringitis Akut 2. Tirotoksikosis
3. Laryngitis Akut 3. Diabetes Melitus Tipe 2
4. Tonsillitis Akut 4. Hiperglikemia Hiperosmolar Non Ketotik
5. Bronchitis Akut 5. Hipoglikemia
6. Asma Bronkial 6. Hiperurisemia-Gout Artritis
7. Status Asmatikus 7. Dyslipidemia
8. Pneumonia Aspirasi 8. Malnutrisi Energi Protein
9. Pneumonia dan Bronkopneumonia
10. Pneumothorax M. GINJAL DAN SALURAN KEMIH
11. PPOK 1. Infeksi Saluran Kemih
12. Epistaksis 2. Pielonefritis tanpa Komplikasi
13. Benda Asing di Hidung 3. Fimosis
14. Furunkel pada Hidung 4. Parafimosis
15. Rhinitis Akut
16. Rhinitis Vasomotor N. KESEHATAN WANITA
17. Rhinitis Alergi 1. Kehamilan Normal
18. Sinusitis 2. Hyperemesis Gravidarum
3. Anemia Defisiensi besi pada Kehamilan
K. KULIT 4. Pre-Eklampsia
1. Miliaria 5. Eklampsi
2. Veruka Vulgaris 6. Abortus
3. Herpes Zoster 7. Ketuban Pecah Dini (KPD)
4. Herpes Simpleks 8. Persalinan Lama
5. Moluskum Kontagiosum 9. Perdarahan Post Partum
6. Reaksi Gigitan Serangga 10. Rupture Perineum Tingkat 1-2
7. Scabies 11. Mastitis
8. Pedikulosis Kapitis 12. Inverted Nipple
9. Pedikulosis Pubis 13. Cracked Nipple
10. Dermatofitosis
11. Pitiriasis versicolor/Tinea versicolor O. PENYAKIT KELAMIN
12. Pioderma 1. Flour Albus/Vaginal discharge Non Gonore
13. Erisipelas 2. Sifilis
14. Dermatitis Seboroik 3. Gonore
15. Dermatitis Atopik 4. Vaginitis
16. Dermatitis Numularis 5. Vulvitis
17. Liken Simpleks Kronik (Neurodermatitis
Sirkumskripta)
18. Dermatitis Kontak Alergik (DKA)
19. Dermatitis Kontak Iritan
20. Napkin Eczema (Diaper Rash)
21. Dermatitis Perioral
22. Pitiriasis Rosea
23. Eritrasma
24. Skrofuloderma
25. Hidradenitis Supuratif
26. Acne Vulgaris Ringan
27. Urtikaria
28. Exanthematous Drug Eruption
29. Fixed Drug Eruption
30. Cutaneus Larva Migrans
31. Luka Bakar Derajat I dan II
32. Ulkus pada Tungkai
33. Sindrom Stevens-Johnson
DAFTAR SKILL 50. Pengambilan benda asing pada hidung

1. Cuci tangan 7 langkah KARDIO-RESPI


2. Prinsip aseptik dan antiseptik 51. Pemeriksaan leher
3. Alat pelindung diri 52. Pemeriksaan dada
4. Proses konsultasi 53. Dekompresi jarum
5. Edukasi individu dan kelompok 54. Terapi oksigen dan inhalasi
6. Konseling 55. Pemeriksaan jantung
7. Menyampaikan kabar buruk 56. Pemeriksaan JVP
8. Persetujuan tindakan medik 57. Palpasi arteri karotis dan deteksi bruit
9. Penilaian kesadaran 58. Pemeriksaan tredelenburg
10. Penilaian postur dan habitus 59. Palpasi denyut arteri ekstremitas
11. Penilaian status gizi anak dan dewasa 60. EKG
12. Pemeriksaan tekanan darah
13. Pemeriksaan denyut nadi GEH
14. Pemeriksaan pernapasan 61. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan
15. Pemeriksaan suhu 62. Pemeriksaan fisik abdomen
16. Pemeriksaan rangsang meningeal 63. Pemeriksaan shifting dullness dan undulasi
17. Pemeriksaan nervus kranialis 64. Pemeriksaan diagnostik apendisitis
18. Pemeriksaan refleks fisiologis 65. Pemeriksaan inguinal/hernia
19. Pemeriksaan refleks patologis 66. Pemasangan NGT
20. Pemeriksaan sistem sensorik 67. Prosedur bilas lambung
21. Pemeriksaan sistem motorik 68. Pemeriksaan colok dubur
22. Pemeriksaan koordinasi 69. Prosedur klisma/enema/huknah (Irigasi kolon)
23. Pemeriksaan fungsi luhur 70. Perawatan kantung kolostomi
24. Pemeriksaan neurologis lainnya
25. Anamnesis psikiatri URO-REPRO
26. Penilaian status mental 71. Pemeriksaan fisik ginjal dan saluran kemih
27. Diagnosis multiaksial 72. Pemasangan kateter uretra
28. Menentukan prognosis pada kasus psikiatri 73. Pemeriksaan fisik ginekologi wanita
29. Indikasi rujuk pada kasus psikiatri 74. Asuhan persalinan normal
75. Penilaian post partum
INDERA PENGLIHATAN 76. Perawatan luka post partum
30. Penilaian penglihatan pada bayi dan anak 77. Kompresi bimanual
31. Penilaian refraksi 78. Inisiasi menyusui dini
32. Pemeriksaan lapangan pandang 79. Pemeriksaan payudara dan konseling SADARI
33. Pemeriksaan eksternal mata 80. Pemeriksaan genitalia pria
34. Pemeriksaan media refraksi 81. Insisi abses bartholini
35. Pemeriksaan posisi bola mata 82. Konseling kontrasepsi
36. Pemeriksaan TIO 83. Pemasangan kontrasepsi
37. Penilaian penglihatan warna 84. Konseling prakonsepsi
38. Pemberian obat tetes mata dan salep mata 85. Pemeriksaan ANC
39. Pencabutan bulu mata 86. Resusitasi bayi baru lahir
40. Membersihkan benda asing pada mata
ENDOKRIN-METABOLIK-HEMATOLOGI
INDERA PENDENGARAN 87. Pengaturan diet
41. Pemeriksaan fisik telinga 88. Pemberian insulin pada pasien DM
42. Penilaian tajam pendengaran 89. Penilaian kelenjar tiroid
43. Penilaian tajam pendengaran pada anak 90. Konseling kasus gangguan metabolisme dan endokrin
44. Manuver valsava 91. Palpasi kelenjar limfe
45. Pembersihan meatus auditorius/ekstraksi corpal telinga 92. Konseling anemia, talasemia dan HIV

INDERA PENGECAPAN DAN PENCIUMAN ORTOPEDI


46. Penilaian pengecapan 93. Pemeriksaan tulang belakang
47. Pemeriksaan fisik hidung 94. Pemeriksaan ekstremitas atas
48. Pemeriksaan transluminasi sinus frontalis dan 95. Pemeriksaan ekstremitas bawah
maksillaris 96. Penilaian dan stabilisasi fraktur
49. Penatalaksanaan perdarahan hidung 97. Melakukan dressing (sling, bandage)
KULIT 142. Interpretasi rontgen throrax
98. Pemeriksaan fisik kulit, mukosa dan kuku 143. Uji fungsi paru
99. Pemeriksaan effloresensi kulit, pewarnaan gram,
metilen blue, ziehl neelsen, dan pemeriksaan KOH PENGAMBILAN SPESIMEN LABORATORIUM
144. Pengambilan spesimen darah
BAYI DAN ANAK 145. Pengambilan spesimen urin
100. Penilaian skor APGAR 146. Pengambilan spesimen dahak
101. Palpasi fontanella 147. Pengambilan spesimen swab tenggorokan
102. Pemeriksaan refleks primitif 148. Pengambilan spesimen Goresan kulit
103. Penilaian pertumbuhan dan perkembangan 149. Pengambilan spesimen Kerokan kulit
104. Tes rumple leed 150. Pengambilan spesimen Swab anal
105. Tatalaksana bayi berat lahir rendah/BBLR 151. Pengambilan spesimen tinja
106. Peresepan makanan untuk bayi
107. Tatalaksana gizi buruk KETERAMPILAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM
108. Pungsi vena pada anak 152. Pemeriksaan hematologi
109. Finger prick 153. Pemeriksaan hitung jenis apus darah tepi
154. Pembuatan sediaan darah tepi
KEGAWATDARURATAN 155. Pemeriksaan LED
110. Bantuan hidup dasar 156. Pemeriksaan masa pendarahan
111. RJP 157. Pemeriksaan masa pembekuan
112. Penilaian status dehidrasi 158. Pemeriksaan golongan darah dan antigen resus
113. Resusitasi cairan 159. Pemeriksaan tinja
114. Tatalaksana dehidrasi pada anak 160. Pemeriksaan urin
115. Manuver Heimlich
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI
BEDAH MINOR 161. Pemeriksaan BTA
116. Anestesi infiltrasi, blok saraf lokal, topical 162. Pemeriksaan duh tubuh
117. Jahit luka 163. Pemeriksaan jamur permukaan
118. Pemberian analgesic 164. Tes rapid kehamilan
119. Sirkumsisi 165. Pemeriksaan fertilitas sederhana
120. Insisi dan drainase abses 166. Fern test
121. Eksisi tumor jinak kulit 167. Pemeriksaan IVA
122. Perawatan luka
123. Ekstraksi kuku PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK
124. Kompres terbuka dan tertutup 168. Pemeriksaan glukosa
125. Bebat kompresi pada vena varikosum 169. Pemeriksaan protein

KETERAMPILAN PROSEDURAL LAIN KEDOKTERAN FORENSIK-MEDIKOLEGAL


126. Peresepan rasional 170. Deskripsi luka
127. Pungsi vena pada dewasa 171. Pemeriksaan luar mayat
128. Injeksi IM/IV/SC 172. Pembuatan visum et repertum
129. Transport pasien 173. Pengambilan muntahan atau isi lambung kasus
130. Prosedur skin test medikolegal
131. Insersi kanula pada vena perifer anak
NOTTINGHAM SENSORY TEST
IKM-IKK 174. Pemeriksaan sensasi taktil
132. Panduan keterampilan program jaminan mutu 175. Pemeriksaan sensasi kinestetik
133. Identifikasi dan modifikasi gaya hidup 176. Pemeriksaan streognosis
134. Diagnosis komunitas 177. Manual muscle testing
135. Diagnosis holistik dan keluarga
136. Diagnosis okupasi PEMERIKSAAN LAINNYA
137. Surveilans 178. Schober test
138. Pembinaan kesehatan usia lanjut 179. Sit and reach test
139. Rehabilitasi medis 180. Pengukuran lingkup gerak sendi dengan goniometer
140. Rehabilitasi sosial bagi individu, keluarga dan masy 181. Pediatric balance scale dan berg balance scale
182. Timed up dan go test
PEMERIKSAAN PENUNJANG MEDIS 183. Barthel index
141. Interpretasi rontgen tulang belakang 184. Uji fungsi menelan