Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TUGAS MANDIRI (LTM)

Nama : Sundari Pratiwi


NIM : 150405035

1. Satuan Proses yang digunakan pada PT.Metanol Kaltim


1.1 Proses Hidrogenasi
Hidrogenasi adalah suatu reaksi kimia yang melibatkan adisi atau
penambahan molekul hidrogen pada suatu molekul. Biasanya reaksi hidrogenasi
ini terjadi pada molekul-molekul yang memiliki ikatan rangkap yang tidak jenuh
seperti alkena ataupun alkuna. Hidrogen akan teradisi pada ikatan rangkap
molekul tersebut sehingga dihasilkan suatu produk yang jenuh. Reaksi di mana
ikatan diputuskan ketika hidrogen diadisi dikenal sebagai hidrogenolisis. Proses
hidrogenasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni hidrogenasi biasa yang
memakai gas hidrogen (H2) sebagai sumber hidrogennya; dan hidrogenasi
perpindahan/hidrogenasi transfer yaitu proses hidrogenasi yang tidak
menggunakan gas hidrogen (H2) sebagai sumber hidrogen, namun memakai
hidrogen yang terkandung dalam suatu senyawa lain seperti larutan kalium
format sebagai pendonor hidrogen. Reaksi yang terjadi pada senyawa format
membentuk gas hidrogen (H2) adalah sebagai berikut:
HCOO- + H2O HCO3- + H2
Reaksi yang terjadi pada hidrogenasi perpindahan yaitu:
DH2 + A D + AH2
Dengan D adalah donor hidrogen dan A adalah akseptor/penerima hidrogen
(Liana, 2011).

1.2 Oksidasi Parsial Metana


Oksidasi parsial metana menjadi senyawa oksigenat seperti metanol dan
formaldehida merupakan salah satu dari teknpologi potensial yang sangat
menarik untuk pemanfaatan gas alam. Metana diproses untuk menghasilkan gas
sintesis yang kemudian diubah menjadi metanol atau formaldehida. Pada
tekanan sedang 1 hingga 2 MPa dan Temperatur tinggi (sekitar 850oC), metana
bereaksi dengan uap air (steam) dengan katalis nikel untuk menghasilkan gas
sintesis menurut reaksi kimia berikut :
CH4 + H2O -- > CO + 3H2
Reaksi ini dinamakan steam methane reforming atau SMR, merupakan
proses reaksi endotermik yang tinggi dan juga mahal. Penelitian terkini berhasil
menurunkan kondisi tekanan pada proses oksidasi parsial dengan menggunakan
oksigen sebagai agen pengoksidasinya sesuai dengan reaksi berikut :
2CH4 + O2 -- > 2CO + 4H2
Karbon monoksida dan hidrogen kemudian bereaksi dengan katalis untuk
menghasilkan metanol sesuai dengan reaksi berikut :
CO + 2H2 -- > CH3OH
(Gotama, 2012).

Proses pembuatan gas sintesis (syngas) melalui reaksi katalitik oksidasi


parsial metana merupakan proses yang lebih menguntungkan daripada
menggunakan reaksi katalitik reformasi kukus (steam reforming). Keuntungan
utama reaksi oksidasi parsial metana ini adalah :
(1) dalam reaksi ini terjadi reaksi eksotermik,
(2) memberikan perbandingan H2/CO. yang lebih rendah
(3) lebih selektif. Pada awalnya, faktor penyulit utama dalam proses ini adalah
tidak dapat dihindarinya pembentukan deposit karbon pada perbandingan
stoikiometri CH4/O2 yang digunakan (Widyananda, 2011).

2. Proses Produksi Metanol Pada PT. Metanol Kaltim


PT. Kaltim Methanol Industri berlokasi di kota Bontang, Kalimantan Timur,
menggunakan gas alam dari Badak Gas Field Center sebagai bahan baku yang
dipasok oleh perusahaan production sharing Pertamina, yaitu Total Fina Elf
Indonesie, Vico Indonesia dan Chevron. Gas alam pertama kali di alirkan pada
tanggal 23 Januari 1997 dan dilanjutkan dengan plant commissioning, kemudian
start up pada tanggal 31 Maret 1997. Setelah dihasilkan first drop Raw Methanol
pada tanggal 29 Februari 1998 dan Pure Methanol grade AA pada tanggal 08 Maret
1998, maka pabrik mulai di operasikan secara komersial dan tercapai kapasitas
terpasang 660.000 MTPY pada tanggal 29 Juli 2000. Teknologi yang digunakan
adalah synthesa process technology dengan menggunakan tekanan rendah
lisensiLurgi.
Secara garis besar proses methanol sebagai berikut :

Proses ini patennya dimiliki oleh Lurgi Oel Gas Chemie GmbH dengan
menggunakan reaktor sintesis dioperasikan pada rentang suhu 230-270oC dan
dengan tekanan operasi 50-100 bar. Jenis reaktor yang dapat digunakan adalah
reaktor shell and tube atau tubular reaktor.
Pada prinsipnya pembuatan metanol dengan menggunakan tekanan rendah
lisensi Lurgi menggunakan gas alam dimana kandungan gas metana (CH4) yang
terbanyak dalam komposisi gas alam. Secara umumnya, natural gas dapat dikonversi
menjadi zat zat kimia seperti metanol, formaldehid, dll baik itu secara langsung
ataupun tidak langsung (Zhang, dkk., 2003).
Dalam PT. Kaltim Metanol Industri menggunakan proses tidak langsung dari
gas metana, dimana gas metana pertama kali dikonversi menjadi syngas dengan
steam reforming. Dan selanjutnya syngas yang dihasilkan dikonversi menjadi produk
metanol. Tahapan prosesnya awalnya gas alam dikompresi dan dialirkan ke dalam
unit reformer, dalam hal ini LURGI reformer dan autothermal reformer. Steam
reforming atau direct oxidation merupakan proses yang mengubah gas alam
(metana) menjadi gas sintesis (H2 + CO). Pada proses ini gas metana diubah dalam
bentuk gas lain atau sintesis gas berupa gas H2 dan CO yang dapat digunakan dalam
proses hidrogenasi yang menghasilkan metanol. Dalam proses reforming Lurgi dapat
dilakukan dua proses metana dapat bereaksi dengan air ataupun mengalami oksidasi
parsial yang bereaksi dengan gas oksigen membentuk gas CO dan H2. Ataupun
ketika dua proses tersebut dikombinasikan, proses ini disebut sebagai autothermal
reforming Reaksi reforming dapat dilihat sebagai berikut :

Tetapi pada PT. Metanol Kaltim dalam proses reforming ini gas metana direaksikan
dengan gas oksigen untuk menghasilkan gas H2 dan CO. Reaksi dapat digambarkan
sebagai berikut :

Gas hasil reforming kemudian didinginkan dengan serangkaian alat penukar panas.
Panas yang dimiliki oleh gas hasil digunakan untuk membuat uap panas yaitu pada
pemanas awal gas alam, pemanas air umpan masuk boiler dan alat re-boiler di
kolom distilasi. Gas hasil tersebut kembali dikompresi hingga 80-90 bar tergantung
pada optimasi proses yang ingin dicapai. Setelah dikompresi gas hasil reforming
kemudian dikirim ke dalam reaktor pembentukan metanol. Gas dihidrogenasi dengan
gas H2 membentuk metanol dalam reaktor. Dalam reaktor sintesis akan mengalami
proses isotermal yang mengubah gas hasil menjadi crude methanol. Reaksi yang
terjadi dapat diberikan sebagai berikut :

CO + 2H2 CH3OH

Crude methanol hasil kemudian dikirim ke dalam unit kolom distilasi untuk
menghasilkan kemurnian metanol yang dihasilkan. Flowchart pembuatan metanol
dengan tekanan rendah lurgi dapat dilihat sebagai berikut :
Gambar 2.3 Flowsheet Proses Lurgi
Sintesis metanol pertama kali pada suhu rendah di operasikan pada suhu 250-
300 oC dan pada tekanan 50-100 atm. Katalis baru Cu/Zn oksida yang digunakan
mudah untuk meracuni, deaktivasi menjadikan pengontrolan reaktor methanol sangat
penting. Metanol adalah produk yang diinginkan, yang lebih reaktif dari metana,
beberapa penemuan telah berhasil mensintesis langsung metanol dari metana
menggunakan pemilihan katalis yang tepat. Menurut Chang, Miranda dan Bennett
(1988) oksidasi parsial metana pada suhu rendah menggunakan katalis molibdenum
oksida (MoO3) (Khirsariya, 2012).
Tabel 2.2 Katalis yang digunakan pada oksidasi metana
DAFTAR PUSTAKA

Gotama, Hadi Septian. 2012. Oksidasi Parsial Metana Menggunakan Co-ZSM-5 :


Pengaruh Double Template dan Perlakuan Alkali Terhadap
Mesoporositas dan Selektifitas Produk. Fakultas MIPA, Depok : Kimia.
Khirsariya, Priyank dan Raju K Mewada. 2013. Single Step Oxidation of Methane
to Methanol-Towards Better Understanding. Jurnal Science Direct. India :
Nirma University.
Liana. 2011. Studi Hidrogenasi Minyak Biji Kapok dengan Katalis Pd/C untuk
Bahan Baku Biodiesel. Jurusan Teknik Kimia. Bandung : Universitas
Katolik Parahyangan.
Widyananda, Perry. 2011. Oksidasi Parsial metana menjadi syngas dengan
menggunakan Katalis Berbasis Kobalt dan Nikel. Jakarta : Universitas
Indonesia
Zhang, Qijian., Dehua He., dan Qiming Zhu. 2003. Recent Progress in Direct
Partial Oxidation of Methane to Methanol. Journal of Natural Gas
Chemistry 12(2003)81-89. China : Liaoning Institute of Technology.