Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Serat sebagai elemen penguat sangat menentukan sifat mekanik dari
komposit karena meneruskan beban yang didistribusikan oleh matrik.
Orientasi, ukuran, dan bentuk serta material serat adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi property mekanik dari lamina. Serat alam yang dikombinasikan
dengan resin sebagai matrik akan dapat menghasilkan komposit alternatif yang
salah satunya berguna untuk aplikasi material industri. Dengan memvariasikan
lebar serat woven tersebut diharapkan akan didapatkan hasil properti mekanik
komposit yang maksimal untuk mendukung pemanfaatan komposit alternatif.

Dalam pembahasan komposit penguat serat alam acak yang dicontohkan


dengan bambu memiliki keunggulan komposit serat bambu dibandingkan dengan
fiber glass adalah komposit serat bambu lebih ramah lingkungan karena mampu
terdegradasi secara alami dan harganya pun lebih murah dibandingkan fiber
glass. Sedangkan fiber glass sukar terdegradasi secara alami. Selain itu
fiber glass juga menghasilkan gas CO dan debu yang berbahaya bagi
kesehatan jika fiber glass didaur ulang, sehingga perlu adanya bahan
alternatif pengganti fiber glass tersebut.

Dalam industri manufaktur dibutuhkan material yang memiliki sifat -


sifat istimewa yang sulit didapat dari logam. Komposit merupakan material
alternative yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

1
BAB I
PEMBAHASAN

Penggunaan Konstruksi Fiberglass (dan FRP) di Kapal Boat


Kita banyak mendengar istilah kapal fiberglass atau bahkan banyak orang secara
singkat menyebutnya dengan istilah kapal fiber. Kapal boat fiberglass dipakai
untuk berbagai macam keperluan sesuai dengan tujuan kegunaannya (kapal ikan,
kapal penumpang, kapal pesiar, kapal patroli, dll.).

Apa sebenarnya kapal fiberglass itu? Bagaimana kapal fiberglass dirancang dan
dibangun? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus terlebih
dahulu melihat apa itu konstruksi fiberglass, bahan-bahan apa saja yang
membentuknya dan teknologi apa saja yang digunakan untuk membangun sebuah
kapal fiberglass.

Membahas soal fiberglass secara mendalam akan membawa kita ke dalam ilmu
kimia dengan istilah-istilahnya (hidrokarbon, polymer, polyester, phenolic,
vinylester, dll.). Namun karena tulisan ini bukan diususun sebagai mata kuliah
kimia, maka proses kimia dan istilah-istilahnya akan dibahas secara sekilas
sebagai dasar pengetahuan semata dan tidak secara mendalam dan mendetail. Bagi
yang tertarik dengan ilmu kimia, maka masing-masing silakan melanjutkan
dengan pencarian sendiri atas jawaban-jawaban atas pertanyaan kimiawi lebih
lanjut.

Tulisan ini dibuat untuk membahas pemakaian konstruksi fiberglass (dan FRP) di
kapal boat secara umum, sedangkan tulisan mengenai pembangunan kapal boat
fiberglass akan disusun dalam tulisan terpisah.

Istilah Fiberglass

Istilah fiberglass itu adalah penyederhanaan istilah yang terdiri dari dua kata yaitu
fiber yang artinya serat dan glass yang artinya kaca. Sesungguhnya fiberglass
adalah salah satu jenis dari bahan komposit yang merupakan paduan dari dua
bahan yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda dimana perbedaan
tersebut pun masih dapat terlihat secara mikroskopik maupun makroskopik dalam
paduan akhir material komposit tersebut.

Apakah fiberglass yang banyak disebutkan sebagai bahan lambung kapal terbuat
dari paduan serat dan kaca? Jawabannya adalah tidak. Istilah fiberglass yang
sudah secara umum dipakai saat ini sebenarnya mewakili istilah bahasa Inggris
sebagai berikut:

Fiberglass Reinforced Plastic (FRP), yang jika diterjemahkan bunyinya


adalah plastik yang diperkuat oleh serat kaca.

Glass-fiber Reinforced Plastic (GRP), yang jika diterjemahkan bunyinya


adalah juga plastik yang diperkuat oleh serat kaca.

2
Fiber-reinforced Plastic atau Fiber-reinforced Polymer (FRP), yang
jika diterjemahkan bunyinya adalah plastik atau polymer yang diperkuat
oleh serat.

Melihat pemakaian bahan komposit di kapal boat, maka sebenarnya isitlah yang
paling tepat adalah istilah FRP yang maksudnya adalah Fiber-reinforced
Plastic atau Fiber-reinforced Polymer. Untuk lebih sederhana dan mudah
dipahami (karena tulisan ini bukan mata kuliah kimia), maka isitlah FRP yang
akan digunakan adalah untuk Fiber-reinforced Plastic karena secara umum
material polymer juga banyak dikenal sebagai plastik (walaupun karet misalnya,
juga termasuk salah satu material polymer).

Plastik di dalam konstruksi FRP ini dalam wujudnya ada dalam bentuk resin cair
(umumnya jenis polyester, vinylester dan epoxy), sedangkan seratnya bisa dibuat
dari bahan gelas (umumnya jenis E-glass), karbon, Kevlar (serat sintetis aramid),
bambu, dll.

Sedangkan istilah fiberglass di kapal boat sebaiknya hanya digunakan jika bahan
kompositnya memang terdiri dari serat kaca dan plastik.

Konstruksi Fiberglass dan FRP

Sebagai bahan komposit, FRP terdiri dari bahan dasar utama sbb :

Serat penguat : kaca (E-glass), karbon, Kevlar (serat sintetis aramid),


bambu, dll.
Resin (cair) : polyester, vinylester dan epoxy
Resin (cair) gelcoat : polyester, vinylester dan epoxy

dan bahan penunjang sbb:

Katalis (MEKP, methyl ethyl ketone peroxide)


Pengeras (hardener) untuk resin epoxy
Pewarna (pigment)
Pengental (filler)

Konstruksi FRP dibuat dengan mencampurkan serat penguat dan resin dengan
menggunakan cetakan yang sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Mengapa
konstruksi FRP terdiri dari paduan serat penguat dan resin sebagai dua material
utama? Hal ini karena masing-masing material mempunyai fungsi yang berbeda
yaitu :

Serat penguat : sebagai kekuatan konstruksi.


Resin konstruksi : sebagai perekat serat penguat yang memberikan
kekakuan bentuk dan juga kekedapan air di kapal.

Bayangkan jika kita mencaoba membuat konstruksi FRP dengan hanya serat saja,
bagaimana membentuknya? Namun kalau hanya dengan resin saja tidak akan ada

3
kekuatannya. Jadi di sini dapat dilihat bahwa dalam konstruksi FRP, serat penguat
berfungsi sebagai pemberi fungsi kekuatan dan resin sebagai pemberi fungsi
kekakuan bentuk dan kekedapan air.

Ilustrasi konstruksi FRP dibanding dengan konstruksi komposit pada beton


bertulang baja adalah seperti gambar di bawah :

Pada konstruksi beton bertulang baja, dapat dilihat bahwa semen adalah sebagai
pemberi fungsi kekakuan bentuk dan tulangan baja berfungsi sebagai pemberi
fungsi kekuatan.

Sedangkan pada konstruksi FRP, dapat dilihat bahwa resin adalah sebagai
pemberi fungsi kekakuan bentuk (dan juga kekedapan air pada kapal boat) seperti
halnya semen pada konstruksi beton bertulang baja dan lapisan serat penguat

4
berfungsi sebagai pemberi fungsi kekuatan seperti halnya tulangan baja pada
konstruksi beton bertulang baja . Mengenai bentuknya, konstruksi FRP bisa
dibentuk menurut cetakan sesuai keinginan.

Mengenai wujud dari material penguat dari konstruksi FRP bisa dalam bentuk :

Chopped Strand Mat (CSM); berwujud sebaran serat yang relatif pendek
dan acak. Biasanya hadir dalam kode yang menyebutkan tiga angka di
belakang CSM, contoh CSM 300. Artinya adalah CSM dengan kepadatan
300 gram per meter persegi (300 gr/m2).

Woven Roving (WR); berwujud seperti anyaman dengan kelompok serat


panjang yang relatif tebal. Biasanya hadir dalam kode yang menyebutkan
tiga angka di belakang WR, contoh WR 600. Artinya adalah WR dengan
kepadatan 600 gram per meter persegi (600 gr/m2).

Multi Axial; berwujud seperti anyaman dengan arah serat memanjang,


melintang dan juga menyilang.

Fiber Cloth; berwujud seperti kain tipis.

Jadi untuk selanjutnya di tulisan ini, istilah fiberglass akan diganti dengan FRP
agar lebih tepat penggunaannya.

Konstruksi FRP di Kapal Boat

Kapal boat adalah suatu benda yang digunakan dalam kondisi dinamis (bergerak,
bergetar, beban yang berubah-ubah baik besaran maupun arahnya) dan juga
lingkungan yang tidak bersahabat (air dan udara laut yang korosif, terik
matahari, cuaca yang berubah-ubah). Selain itu kapal boat juga mempunyai
tuntutan-tuntutan tertentu dalam pengoperasioannya seperti kecepatan, stabilitas,
olah gerak, dll. Oleh karena itu, pemakaian konstruksi FRP pada kapal boat
haruslah memperhatikan hal-hal tersebut.

Konstruksi FRP pada kapal boat harus merupakan bagian yang menjadi satu dan
saling terkait dengan perencanaan, perancangan, pembangunan dan pengoperasian
kapal boat. Oleh karena itu, pembuatan kapal FRP harus dilakukan oleh
gabungan orang-orang yang memahami keterkaitan kesemua faktor tersebut
sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Benda-benda konstruksi FRP lain yang bukan kapal boat tidak mempunyai
tuntutan kondisi yang serupa dengan kapal boat, meskipun teknik dasar-dasar
pengerjaan konstruksi FRP-nya serupa. Apakah orang yang bisa dan biasa
mengerjakan konstruksi FRP untuk benda-benda selain kapal boat (kursi, mainan
anak-anak, tempat sampah, bak mandi, tangki air, dll.) lalu otomatis mengerti
sepenuhnya bagaimana penggunaan konstruksi FRP di kapal boat? Jawabannya
adalah tidak! Tapi keahlian dasar mereka dalam mengerjakan konstruksi FRP
(dengan catatan bahwa keahlian dasar tersebut didukung oleh pengetahuan

5
memadai akan konstruksi FRP) bisa dikembangkan dengan pelatihan yang baik
untuk ditingkatkan menjadi keahlian konstuksi FRP di kapal. Yang jelas ,
keahlian pengerjaan konstruksi FRP di kapal boat tidak bisa didapatkan dengan
cara sulap, sihir atau dadakan. Semua harus jelas tahapannya.

Konstruksi FRP di kapal boat yang baik adalah yang memenuhi kriteria-kriteria
sebagai berikut :

Lapisan FRP yang memberikan kekuatan yang memadai; kekuatan di


konstruksi FRP adalah terletak pada susunan serat penguat (jumlah
lapisan, jenis serat penguat, dan pengaturan susunannya) dan bukan
karena ketebalannya!. Lapisan FRP yang tebal tapi disusun dari resin
dan serat penguat yang tidak tepat serta pengerjaan yang sembaranagan
akan menghasilkan konstruksi yang tebal, berat dan lemah (berbahaya!).

Kekedapan air yang baik; kekedapan air diberikan oleh penggunaan


resin yang tepat (jenis dan cara pencetakan) akan menentukan kekedapan
air tersebut.

Ketahanan cuaca yang baik; ketahanan cuaca, terutama ketahanan


terhadap sinar ultra violet dari matahari yang diberikan oleh penggunaan
gelcoat yang tepat (jenis dan cara pelapisan).

Kesatuan antar lapisan yang kuat; konstruksi FRP terdiri dari beberapa
lapisan paduan resin dan serat penguat. Proses pengerjaan yang tidak tepat
tidak akan memberikan kesatuan antar lapisan yang kuat sehingga bahaya
delaminasi (pengelupasan sambungan antar lapisan) mengintai.

Kesatuan antar komponen konstruksi kapal FRP yang solid; dalam


mempersatukan komponen konstruksi kapal FRP, pengikat eksternal
diperlukan (lem dan pengikat mekanis seperti baut dan sekrup).
Pengikatan-pengikatan tersebut harus menggunakan bahan dan metode
pengikatan yang tepat.

Kerapian pengerjaan yang baik; jika konstruksi FRP di kapal boat tidak
dikerjakan dengan rapi, maka keseluruhan kapal akan tidak enak
dipandang dan akan berpengaruh kepada nilai ekonomis kapal tersebut dan
juga kenyamanan manusia yang ada diatasnya.

Teknologi Pembuatan Kapal Boat FRP

Dalam pembuatan konstruksi FRP untuk kapal boat, pada dasarnya ada tiga jenis
pekerjaan utama yaitu :

Pembuatan cetakan
Pencetakan FRP
Penggabungan komponen konstruksi (lambung, geladak dan bangunan
atas)

6
Penyelesain akhir

Pembuatan Cetakan; cetakan diperlukan untuk tujuan mendapatkan bentuk


konstruksi FRP yang diinginkan. Cetakan bisa dibuat untuk pemakaian berulang
kali (cetakan permanen) dan juga pemakaian terbatas (cetakan tidak permanen).

Cetakan permanen akan lebih ekonomis jika digunakan untuk pembuatan kapal
boat dengan jumlah banyak agar biaya investasi pembuatan cetakan bisa disebar
merata ke jumlah kapal yang dibuat agar harga akhir kapal lebih kompetitif.
Sedangkan cetakan tidak permanen hanya dipakai untuk kapal yang dibuat dalam
jumlah terbatas.

Pencetakan FRP; proses pencetakan adalah dengan cara menuangkan campuran


resin cair siap cetak (resin polyester/vinylester + katalis, atau epoxy + pengeras
epoxy) ke atas lembaran serat penguat yang sudah ditata di atas cetakan.

Jenis-jenis cara pencetakan adalah sebagai berikut:

Hand lay-up : dicetak dengan tangan dengan cara resin cair dilumuri
dengan kuas dan ditekan merata ke serat penguat yang sudah ditata di
cetakan dengan menggunakan penekan roll

Spray up: resin dan serat kaca (dalam hal ini Chopped Strand Mat/CSM)
disemprotkan dengan menggunakan alat khusus secara bersamaan ke atas
cetakan.

Vacuum Infusion : resin disedot ke dalam vacuum bag (kantong kedap


udara) yang membungkus cetakan yang sudah terdapat serat penguat yang
ditata.

7
Penggabungan Komponen Konstruksi Utama; komponen konstruksi kapal boat
yang terutama adalah lambung (hull), geladak (deck), bangunan atas
(deckhouse/superstructure) dan sekat (bulkhead). Penggabungan antar komponen
tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, yaitu dengan cara-cara sebagai
berikut :

Pengikatan lem dan pelapisan FRP pada sambungan; ini biasanya


untuk penggabungan sekat dan lambung.

Pengikatan lem dan mekanis (baut dan sekrup); ini untuk


penggabungan antara lambung dan geladak serta bangunan atas.

Penyelesaian Akhir; penyelesaian akhir (finishing) adalah untuk memberikan


hasil permukaan lapisan FRP bagian luar yang prima dan juga pengecatan (bagian
bawah air untuk cat anti fouling) sesuai dengan keperluan. Ini dilakukan untuk
tujuan memperbaiki lapisan FRP bagian luar yang kurang sempurna
(penghalusan) dan juga pemolesan agar lapisan terlihat bersih dan mengkilap.

8
Kondisi Penentuan Harga Kapal Boat FRP di Pasar Indonesia

Di Indonesia ini terkadang ditemukan kapal FRP dengan ukuran utama dan
spesifikasi yang sama namun ditawarkan oleh produsen dan/atau penjual dengan
harga yang jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Mengapa demikian? Salah
satu penjelasannya mungkin disebabkan karena ketidaksamaan pemahaman akan
kriteria-kriteria konstruksi FRP di kapal boat sehingga harga menjadi satu-satunya
bahasa yang dimengerti baik oleh produsen dan juga pembeli. Jika harga adalah
satu-satunya kriteria penentu kualitas kapal maka kesimpulan yang didapat bisa
sangat menyesatkan.

Harga seharusnya menjadi cerminan dari efisiensi biaya produksi yang


bertanggung jawab dan keuntungan usaha yang wajar tanpa mengorbankan
kualitas konstruksi FRP pada kapal boat. Untuk mengetahui berapa harga
sebenarnya dari produk kapal boat FRP yang ditawarkan oleh produsen dan/atau
penjual, ada baiknya jika calon pembeli bisa berkonsultasi dengan konsultan
perancangan kapal boat yang kompeten sehingga spesifikasi kapal yang
sesungguhnya bisa dibedah bersama-sama antara calon pembeli dan konsultan
tersebut untuk mengetahui nilai kapal yang sebenarnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menambah informasi umum mengenai
penggunaan konstruksi FRP di kapal boat. Kapal boat FRP, jika dibuat dengan
baik dan benar, maka akan memberikan kenyamanan, kemudahan dan
keselamatan, bagi penggunanya. Namun jika sebaliknya, maka akan
membawa ketidaknyamanan, kesulitan bahkan marabahaya yang membahayakan
pengguna dan lingkungan sekitarnya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan kita selama menyusun dan mencari sumber referensi


makalah ini bahwa:
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang dari bahan
baku, bahan setengah jadi ssampai dengan barang jadi yang siap untuk di jual.

Saran

Proses penyelesaian makalah harus diselesaikan tepat waktu dan akurat, untuk
itu agar penulis betul-betul lebih meiliki rasa tanggungjawab yang besar agar data
tersebut dapat terselesaikan dengan baik.
Sebaiknya dalam suatu penyusunan makalah harus benar-benar jelas dan tidak
membingungkan agar pembaca dapat mengerti apa yang dituliskan oleh penulis.

9
DAFTAR PUSTAKA
http://boatindonesia.com/2011/10/penggunaan-konstruksi-fiberglass-dan-frp-di-kapal-
boat/

10

Anda mungkin juga menyukai