Anda di halaman 1dari 6

TINJAUAN TERHADAP ILMU KEPERILAKUAN: DALAM

PRESPEKTIF AKUNTANSI

I. Aspek Keperilakuan pada Akuntansi


Seberapa canggih prosedur akuntansi yang ada, informasi yang dapat disediakan
pada dasarnya bukanlah tujuan akhir. Kesempurnaan teknis tidak pernah mampu mencegah
orang untuk mengetahui bahwa tujuan jasa akuntansi organisasi bukan sekedar teknik yang
didasarkan pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada
bagaimana perilaku orang-orang di dalam perusahaan, baik sebagai pemakai maupun
pelaksana.
Menurut Schiff dan Lewin (1974) ada lima aspek penting dalam akuntansi
keperilakuan, yaitu:
a. Teori Organisasi dan Keperilakuan Manajerial
Teori organisasi modern mempunyai perhatian dalam menjelaskan perilaku
komponen entitas perusahaan sebagai dasar untuk memahami tindakan dan motif-
motif mereka. Teori organisasi modern memandang adanya interaksi antarelemen
organisasi untuk mendukung tujuan organisasi.
Secara lebih spesifik, teori organisasi modern berkonsentrasi pada perilaku
pengarahan tujuan organisasi, motivasi dan karakteristik penyelesaian masalah.
Tujuan organisasi dipandang sebagai hasil dari proses mempengaruhi dalam
organisasi, penentuan batas-batas dalam pengambilan keputusan dan peranan dari
pengendalian internal yang diciptakan oleh organisasi. Faktor-faktor lainnya
adalah kepuasan kerja dan komitmen organisasional. Namun demikian, hubungan
antara kepuasan kerja dan komitmen organisasional terkadang bersifat resiprokal,
yaitu hubungan yang bersifat timbal balik. Dalam suatu situasi dan kondisi tertentu
komitmen organisasional mempengaruhi kepuasan kerja dan pada situasi dan
kondisi yang berbeda kepuasan kerja mempengaruhi komitmen organisasional.
b. Penganggaran dan Perencanaan
Fokus dari area ini adalah formulasi tujuan organsiasi dan interaksi perilaku
individu. Beberapa dimensi penting dalam area ini adalah proses partisipasi
penganggaran, level kesulitan dalam pencapaian tujuan, level aspirasi dan adanya
konflik antara tujuan individual dengan tujuan organisasi. Keselarasan antara
tujuan individu dengan tujuan organisasi menjadi rerangka manajerial

1
mengembangkan organsasi. Dua isu penting dalam bidang penganggaran dan
perencanaan adalah organizational slack dan budgetary slack.
c. Pengambilan Keputusan
Fokus dalam bidang ini adalah teori-teori dan model-model tentang
pengambilan keputusan. Ada teori normatif, paradoks dan model deskriptif dalam
pengambilan keputusan. Teori normatif adalah bagaimana seharusnya orang
mengambil keputusan. Paradoks adalah sesuatu yang bertentangan dengan teori
normatif, sedangkan model deskriptif menjelaskan apa yang terjadi ketika orang
mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta empiris yang ada.
d. Pengendalian
Aspek pengendalian sangat penting dalam organisasi. Semakin besar
organisasi, memerlukan tindakan pengendalian yang semakin intensif.
Pengendalian selalu dihubungkan dengan pengukuran kinerja dan adaptasi individu
terhadap pengendalian. Dimensi penting dalam pengendalian adalah struktur
organisasi, pengendalian internal, desentralisasi-sentralisasi dan hubungan antara
dan antar hirarki administrasi. Perkembangan terbaru dalam pengendalian internal
adalah diakuinya lingkungan pengendalian sebagai salah satu kunci (key succes
factor) dalam mengendalikan operasional organisasi. Lingkungan pengendalian
yang tidak sehat seringkali menunjukkan adanya kelemahan dalam komponen
pengendalian intern yang lain. Lingkungan pengendalian merefleksikan sikap dan
kesadaran menyeluruh seluruh organisasi mengenai pentingnya pengendalian
intern organisasi.
e. Pelaporan Keuangan
Aspek keperilakuan dalam pelaporan keuangan meliputi perilaku perataan
laba dan keandalan informasi akuntani dan relevansi informasi akuntansi bagi
investor. Perataan laba adalah bagian dari manajemen laba yang disebabkan oleh
pihak manajemen mempunyai informasi privat untuk kepentingan dirinya.
Manajemen laba intinya adalah masalah keperilakuan, yaitu perilaku manajemen
yang mementingkan dirinya sendiri dalam suatu pola keagenan. Ruang lingkup
manajemen laba termasuk didalamnya adalah pemilihan metode akuntansi,
estimasi, klarifikasi dan format yang digunakan dalam pengungkapan bersifat
wajib. Yang perlu diperhatikan di sini adalah antara format/bentuk sama
pentingnya dengan isi yang disajikan/yang dilaporkan.

2
II. Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntansi Keperilakuan
2.1. Akuntansi adalah Tentang Manusia
Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan faktor social secara jelas di desain
dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh system akuntasi. Belum perah ada
sudut pandang semacam itu, dan para akuntan belum pernah mengoperasikan perilaku
kepada suatu yang vakum. Para akuntan secara berkelanjutan membuat beberapa
asumsi mengenai bagaimana mereka membuat orang termotivasi, bagaimana mereka
menginterprestasikan dan menggunakan informasi akuntansi, dan bagaimana system
akuntansi mereka sesuai dengan kenyataan manusia dan memengaruhi organisasi. Jika
akuntan berhubungan dengan efektifitas dan prosedur perusahaan secara luas, maka
mereka juga selayaknya memonitor ketepatan asumsi yang bersifat kontradiktif
terhadap apa yang mereka lihat dan realitas perusahaan.
2.2 Akuntansi adalah Tindakan
Dalam organisasi, semua anggotanya mempunyai peran yang harus dimainkan
dalam mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi
tanggung jawab dan rasa tanggung jawab anggota tersebut terhadap pencapaian tujuan.
Rasa tanggug jawab tersebut pada sebagian organisasi dihargai dalam bentuk
penghargaan tertentu. Pencapaian tujuan dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah
satu bentuk tanggung jawab organisasi dalam memenuhi keinginannya untuk mencapai
tujuan dan sasaran organisasi. Peran anggota organisasi sangat berpengaruh pada
pencapaian tujuan.
2.3 Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Ruang lingkup akuntansi keperilakuan sungguh luas, yang meliputinya antara lain :
1) Aplikasi dari konsep ilmu keperilakuan terhadap desain dan kostruksi system
akuntansi.
2) Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi.
3) Cara dengan mana informasi diproses untuk membantu dalam pengambilan
keputusan.
4) Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku
pemakai data.
5) Pengembangan strategi untuk memotivasi dan memengaruhi perilaku, cita-cita,
serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi.

3
2.4 Lingkup dan Sasaran Hasil dari Ilmu Keperilakuan
Istilah ilmu keperilakuan adalah penemuan yang relative baru. Konsep tersebut
begitu luasnya sehingga lebih baik lingkup dan isinya digambarkan dari awal. Ilmu
keperilakuan mencakup bidang riset manapun yang mempelajari, baik melalui metode
eksperimen maupun observasi, perilaku dari manusia dalam lingkungan fisik maupun
sosial. Tujuan dari ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan dan
memprediksi sekelompok fenomena yaitu, kebiasaan yang mendasari dalam perilaku
manusia. Dengan demikian ilmu keperilakuan mecerminkan observasi sistematis dari
perilaku manusia dengan tujan untuk mengkonfirmasi hipotesis tertentu secara
ekperimental melalui referensi terhadap perubahan perilaku yang dapat diobservasi.

2.5 Lingkup dan Sasaran Hasil dari Akuntasi Keperilakuan


Para akuntan keperilakuan memusatkan perhatian mereka pada hubungan antara
perilaku dan system akuntansi. Mereka menyadari bahwa proses akuntansi melibatkan
ringkasan dari sejumlah kejadian ekonomi makro yang dihasilkan dari perilaku manusia
dan akuntansi itu sendiri, serta dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku,
yang pada gilirannya secara bersama-sama akan menentukan semua keberhasilan
peristiwa ekonomi.
2.6 Persamaa dan Perbedaan Ilmu Keperilakuan dengan Akuntansi Keperilakuan
Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi
keperilakuan manusia. Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan
manusia dengan akuntansi. Ilmu keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial,
sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntasi dan
pengetahuan keperilakuan. Namun, ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan
sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan psikologi untuk menilai dan
memecahkan permasalahan organisasi.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa ilmu keprilakuan merupakan
bagian dari ilmu sosial, akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi
dan pengetahuan keprilakuan. Akuntansi keprilakuan diterapkan dengan praktis
menggunakan riset ilmu keprilakuan untuk menunjukkan dan memperediksi perilaku
manusia.
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et
al., 1989), istilah sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang

4
meliputi keseluruhan desain alat pengendalian manajemen yang meliputi sistem
pengendalian, sistem penganggaran, desain akuntansi pertanggung jawaban, desain
organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi, desain pengumpulan biaya, desain
penilaian kinerja serta pelaporan keuangan.
2.7 Prespektif Berdasarkan Perilaku Manusia: Psikologi, sosiologi, dan Psikologi
Sosial
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha untuk mengukur,
menjelaskan, dan terkadang untukmengubah perilaku manusia. Para psikologi
memperhatikan, mempelajari, dan berupaya untuk memahami perilaku individual.
Sedangkan sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungannya sesame manusia.
Secara spesifik, sosiologi telah memberikan kontribusi yang besar pada perilaku
organisasi melalui studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama
organisasi yang formal dan relative rumit.
Psikologi social adalah suatu bidang kajian didalam psikologi, tetapi
memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi. Psikologi social
memfokuskan pada pengaruh satu-satu tehadap orang lain.

5
DAFTAR PUSTAKA

Lubis, Arfan Ikhsan, 2010, Akuntansi Keperilakuan, Edisi 2, Salemba Empat: Jakarta.

Sasongko, Noer, 2009, Pengantar Akuntansi Keperilakuan,


http://akuntansikeperilakuan.blogspot.co.id/2009/07/pengantar-akuntansi-
keperilakuan_9945.html (diakses pada tanggal 20 September 2017)