Anda di halaman 1dari 4

TINJAUAN PUSTAKA

Penggilingan dilakukan untuk mendapatkan ukuran bahan pakan yang lebih

kecil. Keuntungan lain dari penggilingan ini adalah bahan baku akan menjadi mudah

ditangani dan mempermudah proses pencampuran bahan pakan (Koch, 1996).

Terdapat 2 metode pemecahan bahan baku utama, yaitu dengan menggunakan

Hammer Mill dan Roller Mill, walaupun sebenarnya masih terdapat metode lainnya,

antara lain Burr Mill atau Disk Mill (Koch dan Waldroup, 1997).

Alat dan Bahan

Butiran Jagung sebanyak 5 kg, berfungsi sebagai bahan yang akan digiling

Hammer Mil, berfungsi sebagai alat untuk menggiling bahan pakan

Screen ukuran 2 dan 5, berfungsi untuk menyaring bahan pakan yang digiling

berukuran 2 mm dan 5 mm

Wadah/baki penampung, berfungsi untuk menampung bahan pakan yag telah

digiling.

Timbangan, berfungsi untuk menimbang bahan pakan

Prosedur Praktikum

Siapkan sampel bahan pakan (jagung) sebanyak 5 kg

Siapkan screen (dies) 5 dan screen 2

Nyalakan mesin hammermill dan biarkan beberapa saat sampai mesin stabil

Tuangkan jagung 5 kg secara bertahap ke dalam mesin dengan ukuran screen

5 sambil menyalakan timer/stopwatch (untuk mencatat waktu penggilingan


Tunggu hingga jagung habis, matikan timer/stopwatch

Timbang jagung halus yang dihasilkan

Hitung waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh jagung halus (kg/jam)

Lakukan hal yang sama pada hammermill dengan screen 2

Hasil Pengamatan

Kelompok Berat Awal (Kg) Berat Akhir (Kg) Waktu

1 5,005 5,005 1 menit 7 detik

2 5,005 4,875 2 menit 13 detik

3 5,005 4,980 1 menit 10 detik

4 5,02 4,990 4 menit 14 detik

5 5,005 4,865 1 menit 14 detik

6 5,0 4,945 2 menit 50 detik

7 5,0 5,040 1 menit 6 detik

8 5,0 4,920` 3 menit 31 detik

Pembahasan

Jumlah yang digiling = 5,005 kg (A)

Lama waktu penggilingan = 2 menit 13 detik (B)



Produktivitas mesin = x 60 menit
5,005
= x 60 = 140,99 kg/jam
2,13

Pada praktikum kali ini dilakukan pengolahan secara fisik terhadap 5 kg


jagung berbentuk butiran, dengan metode penggilingan. Penggilingan dilakukan
untuk mendapatkan ukuran bahan pakan yang lebih kecil. Keuntungan lain dari
penggilingan ini adalah bahan baku akan menjadi mudah ditangani dan
mempermudah proses pencampuran bahan pakan (Koch, 1996).
Menurut Koch dan Waldroup (1997), terdapat 2 metode pemecahan bahan
baku utama, yaitu dengan menggunakan Hammer Mill dan Roller Mill, walaupun
sebenarnya masih terdapat metode lainnya, antara lain Burr Mill (Disk Mill).
Penggilingan jagung pada kegiatan praktikum, dilakukan menggunakan Hammer Mill
dengan menggunakan screen 2 dan screen 5.
Penggunaan screen akan menentukan besarnya ukuran partikel bahan pakan
hasil penggilingan. Terdapat 2 ukuran screen pada pelaksanaan praktikum, yaitu
screen 2 dengan ukuran 2 mm, dan screen 5 dengan ukuran 5 mm. Pada kelompok
kami, menggunakan screen 2 dengan ukuran 2 mm. Pada proses penggilingan,
diamati dan dihitung waktu penggilingan untuk 5 kg jagung butir hingga menjadi
serbuk halus (mesh), serta dihitung produktivitas mesin tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada proses penggilingan, yaitu pemasukkan
sampel, pembukaan katup, dan karung penampung hasil penggilingan. Pemasukkan
sampel butiran jagung pada alat, sebaiknya dilakukan dengan sedikit demi sedikit
hingga bahan habis. Sampel yang terlalu banyak dan terlalu cepat dimasukkan ke
mesin ketika mesin belum selesai menggiling sampel sebelumnya, akan menghambat
kerja mesin sehingga waktu giling semakin lama.
Membuka katup tidak boleh terlalu lebar, dan lebar bukaannya harus stabil
selama proses berlangsung. Screen 2 memiliki ukuran relatif kecil, sehingga bila
dibuka katupnya terlalu besar, maka akan membuat mesin macet dan proses
penggilingan terhambat. Butir-butir jagung yang masih besar, akan tersangkut dan
menghambat mesin, lalu mengakibatkan jumlah hasil gilingan menjadi berkurang.
Untuk karung penampung, diikat dan disambungkan dengan kuat ke bagian output
mesin, agar tidak ada hasil gilingan yang terbuang.
Penggilingan menggunakan screen 2 pada kelompok kami, memiliki waktu
penggilingan 2 menit 13 detik, waktu ini jauh lebih lama dibandingkan dengan
penggunaan screen 5. Waktu giling menggunakan screen 5, contohnya adalah data
kelompok 1 yaitu 1 menit 7 detik. Perbedaan waktu yang cukup jauh dikarenakan
ukuran screen 5 yang lebih besar, sehingga ukuran partikel bahan yang dihasilkan
tidak terlalu halus, otomatis waktu yang terpakai untuk menggiling akan berkurang.
Perhitungan produktivitas mesin dilakukan untuk mengetahui kemampuan
mesin menghasilkan output per jam-nya. Untuk produktivitas mesin, didapatkan hasil
140,99 kg/jam. Ukuran screen dapat mempengaruhi produktivitas mesinnya. Apabila
ukuran screen kecil (screen 2), maka waktu giling akan semakin lama, sehingga
output yang dihasilkan dalam 1 jam mesin berjalan juga akan menjadi sedikit.

Kesimpulan

Jika produktivitas mesin untuk menggiling jagung sebanyak 5,005 kg dan

screen 2 pada perhitungan perjamnya adalah 140,99 kg/jam dan hasil penggilingan

4,835 kg.

DAPUS
Koch, K. 1996. Hammer mills and roller mills. MF-2048 Feed Manufacturing,

Department of Grain Science and Industry, Kansas State University.

Waldroup, P.W. 1997. Particle Size Reduction of Cereal Grains and its Significance

in Poultry Nutrition. Technical Bulletin PO34-1997, American Soybean

Association, Singapore