Anda di halaman 1dari 21

1

STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi
KOMPETENSI DASAR
1.1 Menjelaskan konsep geografi
MATERI PEMBELAJARAN
konsep dasar geografi hasil seminar lokakarya Semarang 1988
INDIKATOR
Menganalisa konsep dasar geografi hasil seminar lokakarya Semarang 1988

PENGERTIAN GEOGRAFI
Ada banyak definisi tentang pengertian geografi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh akan tetapi tidak
ada satupun yang memuaskan setiap pendukungnya, tampaknya hal tersebut disebabkan karena
beragamnya pandangan tentang geografi sendiri, lantaran keberadaannya dalam sejarah peradapan ilmu
pengetahuan yang hampir seusia dengan peradapan itu sendiri. Beberapa definisi tersebut antara lain
sebagai berikut :

a. Beberapa definisi geografi dari beberapa tokoh asing :


1. Menurut HARTSHONE.
Geografi berkepentingan memberi diskripsi yang teliti, beraturan dan rasional tentang sifat
variabel dari permukaan bumi.

2. Menurut ALEXANDER.
Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.

3. Menurut YEATES.
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari
berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi.

4. Menurut FERDINAN VON RICHTHOFEN.


Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan
penduduknya, serta menerangkan hubungan sebab akibat ataupun terdapatnya gejala dan sifat-
sifat secara bersamaan.

5. Menurut EJ. TEAFFE.


Geografi adalah studi mengenai organisasi keruangan yang dinyatakan sebagai pola-pola dan
pesan-pesan.

6. Menurut HALIM KHAN.


Geografi adalah apa yang dilakukan oleh seorang geograf. Lingkungan alam dan lingkungan
sosial merupakan suatu wilayah untuk melakukan kegiatan, mendiskripsikan, menganalisa dan
mengamati pergolakan manusia untuk kelangsungan hidupnya.

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya


(Ali bin Abi Thalib)

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
2

b. Beberapa definisi geografi dari beberapa tokoh dalam negeri :


1. Menurut BINTARTO ( 1977)
Geografi adalah pengetahuan yang mempelajari hubungan sebab akibat setiap gejala atau
fenomena di permukaan bumi baik peristiwa maupun permasalahannya, melalui pendekatan
keruangan, kelingkungan dan kewilayahan untuk kepentingan pembangunan.

2. Menurut FIELDING, 1974 dalam SUTANTO, 1984


Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari letak dan susunan gejala atau fenomena di
permukaan bumi serta proses yang membuahkan agihannya.

3. Menurut Seminar dan lokakarya ( Semlok ) Geografi di Semarang 1988


Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer
dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

4. Menurut WARDIYATMOKO 1990


Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari permukaan bumi dengan segala sesuatu yang
terdapat padanya, mencakup manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, tanah, air udara, iklim dan
segala sesumber yang ada dengan segala interaksinya.

5. Menurut IKATAN GEOGRAFI INDONESIA.


Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer
dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

6. Menurut GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN ( GBPP) 1994.


Geografi adalah ilmu pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan gejala alam dalam
kehidupan di muka bumi (gejala geosfer) serta interaksi antara menusia dengan lingkungannya
dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

TUGAS
Analisalah dengan kelompokmu
Pengertian geografi menurut hasil seminar dan lokakarya ( Semlok ) Geografi di Semarang 1988
diatas

Saya tidak gagal


Saya berhasil menemukan 1000 cara membuat lampu tidak bekerja (menyala)
(Thomas Alafa Edison)

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
3

STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi
KOMPETENSI DASAR
1.1 Menjelaskan konsep geografi
MATERI PEMBELAJARAN
konsep dasar geografi hasil seminar lokakarya Semarang 1988
INDIKATOR
Menyimpulkan konsep dasar geografi dalam kajian geosfer

A. PENGERTIAN KONSEP GEOGRAFI


Gejala geografi yang ada disekitar kita merupakan hasil keseluruhan interelasi keruangan faktor fisis
dengan faktor manusia, dari hasil studi gejala yang nyata, dalam diri kita akan terbentuk suatu pola
abstrak atau abstraksi gejala yang kita kaji.

Pola abstrak dalam bentuk pengertian abstrak atau abstraksi inilah yang disebut konsep, karena pola
abstrak tersebut berkenaan dengan gejala yang konkrit (nyata) tentang geografi, maka disebut konsep
geografi.

Bahkan dalam arti yang lebih luas, tiap kata yang mengandung arti bagi geografi dan studi geografi
dapat diartikan sebagai konsep geografi, oleh karena itu konsep geografi tak terhingga banyaknya.

Dibawah ini dapat kamu baca dua kelompok konsep geografi, yaitu konsep geografi dari manca
negara ( Getrude Whipple dan Henry J. Warman) dan konsep geografi Indonesia

1. KONSEP GEOGRAFI DARI MANCA NEGARA

a. Getrude Whipple
Ia mengemukakan lima kategori utama konsep geografi sebagai berikut :
1. The earth as a planet ( Bumi sebagai planet)
2. Varied ways of living ( Variasi cara hiudup manusia )
3. Varied natural regions ( Variasi wilayah alamiah )
4. The significance of region to man ( Magna wilayah bagi manusia )
5. The importance of locatioan in understanding world affairs ( Pentingnya lokasi dalam
memahami peristiwa dunia)

Dalam mengartikan suatu ungkapan sebagai konsep geografi kita harus menghubungkan
ungkapan tersebut dengan : penyebarannya, relasinya, fungsinya, bentuknya, proses
terjadinya dan sebagainya.

Pada ungkapan Bumi sebagai planet diatas harus diabtraksikan bentuk bola bumi, proses
terjadinya, revolusi dan rotasinya, akibat dari revolusi dan rotasi, penyebaran daratan dan
lautan dan lain-lain.
Jadi pengertian bumi sebagai planet adalah mengungkapkan perngertian bumi sebagai suatu
planet.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
4

b. Henry J. Warman
Henry J. Warman mengemukakan 15 kategori sebagai berikut :
1. Regional Concept.
2. Life-layer concept
3. Man ecological dominant concept.
4. Globalism concept.
5. Spatial interaction concept.
6. Areal relationships concept.
7. Areal likenesses concept.
8. Arealn defeerences concept. TUGAS : Terjemahkan
9. Areal uniquenesses concept.
10. Areal distribution concept.
11. Relative location concept.
12. Comparative advantage conceot.
13. Perpetual transpomation concept.
14. Culturally defined resources concept.
15. Round earth on flat paper concept.

Dengan menggunakan dasar 15 konsep tersebut, kita akan dapat mengungkapkan berbagai gejala
dan berbagai masalah yang terjadi disekitar kita, selain itu kita dapat memahami sebab, akibat,
hubungan, fungsi, proses terjadinya gejala dan masalah sehari-hari di sekitar kita.

2. KONSEP GEOGRAFI INDONESIA


Di Indonesia dikenal sepuluh konsep geografi yang dipakai dalam melakukan generalisasi dari
sekelompok fenomena, adapun sepuluh konsep esensial geografi tersebut adalah :

a. Konsep Lokasi
Konsep ini adalah konsep utama geografi dan merupakan ciri khas ilmu pengetahuan geografi.

Konsep ini merupakan pemecahan jawaban atas pertanyaan yang harus dijawab oleh studi
geografi (analisa geografi) yaitu : Where (dimana).
Lokasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian :

a.1. Lokasi Absolut


Lokasi absolut menunjukkan tempat / letak yang tetap terhadap sistem koordianat ( Grid /
jaring) atau lebih dikenal dengan sebutan letak astronomis.

Contoh :
Indonesia terletak pada garis bujur 95BT dan 141 BT serta pada lintang 6Lu dan 11LS

a.2. Lokasi Relatip.


Lokasi relatip adalah lokasi yang dipengaruhi daerah sekitarnya. Lokasi relatip dikenal
dengan sebutan letak geografis.

Contoh :
Indonesia letaknya sangat strategis, terletak antara dua benua (benua Asia dan Australia)
dan dua samudera (Samudera Pasifik dan samudera Hindia)

b. Konsep Jarak
Jarak adalah ruang (panjang, jauh) antara dua benda atau tempat, konsep jarak adalah konsep
geografi yang berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi dan pertahanan.
Jarak terbagi dua , yaitu :

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
5

b.1. Jarak Absolut


Jarak absolut adalah jarak sesungguhnya yang ditarik lurus antar dua titik.

Contoh :
Jarak Nganjuk Surabaya setelah diukur dengan penggaris dan dikalikan skalanya 120 km

b.2. Jarak Relatip


Jarak relatip adalah jarak yang didasarkan atas pertimbangan waktu, kemudahan transpotasi dan
sebagainya.

Contoh :
Dari Surabaya ke Madura saat ini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat dibanding
dahulu, karena lapangan terbang Trunojoyo dan jembatan Suramadu sudah dapat dioperasikan

c. Konsep Keterjangkauan
Konsep keterjangkauan (Accessibility) berkaitan dengan kemudahan atau ketesediaan sarana
prasarana.

Contoh :
Dari Surabaya ke Madura saat dapat ditempuh lewat udara, air maupun darat, karena di Madura
sudah terdapat lapangan terbang Trunojoyo, Madura sudah dihubungkan dengan jembatan
Suramadu dengan Surabaya, serta sudah tersedia pelabuhan penyeberangan dengan jumlah kapal
feri yang cukup banyak

d. Konsep Pola
Dalam geografi konsep pola ini dititik beratkan pada pola keruangan (wilayah), baik fenomena alami
maupun fenomena sosial.

Contoh : Sosial
Pola pemukiman masyarakat nelayan memanjang sepanjang pantai

Contoh : Alami
Pola daerah gempa tektonik di Indonesia terletak di daerah daerah pertemuan lempeng

e. Konsep Morfologi
Konsep ini berkaitan dengan bentuk-bentuk muka bumi yang disebabkan oleh tenaga eksogen dan
endogen, seperti terjadinya pengangkatan, penurunan, pelipatan, pengikisan dan sebagainya.

Contoh :
Pulau Jawa mempunyai kondisi geografi sebagai berikut, di sebelah selatan berhadapan dengan
samudera Hindia merupakan rangkaian pegunungan bagian dari sirkum Mediteran dan semakin ke utara
semakin landai

f. Konsep Aglomerasi
Konsep ini adalah konsep yang berusaha mengungkapkan kecenderungan persebaran gejala geografi
yang mengelompok pada suatu tempat.
Pengelompokkan tersebut disebabkan berbagai faktor misalnya : penyediaan sarana pendidikan,
kesehatan, ekonomi dan sebagainya.

Contoh :
Di Kabupaten Nganjuk, pasar tradisional ada di jalan A. Yani, Pasar Sepeda dan Burung ada di jalan
Dermojoyo dan pasar Sapi ada di desa kedondong.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
6

g. Konsep Nilai Kegunaan


Antara daerah satu dengan daerah lainnya mempunyai nilai guna yang berbeda dilihat dari fungsinya
kegunaannya (nilai guna ini bersifat relatip).

Contoh : Daerah Dataran Banjir.


Daerah ini mempunyai nilai kegunaan yang rendah untuk pemukiman, tetapi bagi para petani (pertanian)
justru sebaliknya daerah ini akan mepunyai nilai kegunaan yang lebih tinggi.

Tugas :
Diskusikan dengan teman sebangkumu, jelaskan mengapa daerah dataran banjir tersebut,
bagi pemukiman nilai gunanya rendah dan bagi pertanian justru tinggi.

h. Konsep Interaksi dan Interdependensi


Konsep ini berkaitan dengan hubungan saling ketergantungan antar dua tempat / wilayah / daerah.
Contoh : Desa Kota.

Tugas :
Diskusikan dengan teman sebangkumu, jelaskan mengapa antara Desa dengan Kota terdapat
hubungan saling ketergantungan.

i. Konsep Deferensiasi Area


Konsep ini berusaha mengungkapkan dari areal atau region yang luas dapat menentukan perbedaan -
perbedaan areal yang lebih kecil berdasarkan bermacam - macam sub sistem yang kita soroti.

Contoh :
Areal pertanian yang luas (terdiri dari beberapa desa), mempunyai sub sistem : keadaan pengairannya,
keadaan jenis tanahnya, kemampuan teknologi petaninya, jenis pertanian yang dikembangkan dan lain-
lain

j. Konsep Keterkaitan keruangan


Konsep ini menunjukkan keterkaitan antar wilayah, baik fenomena alam maupun sosial.
Misal :
Beruang kutub mempunyai bulu yang tebal hal ini karena daerah kutub senantiasa dingin

TUGAS
SECARA INDUVIDU, MEMBERI CONTOH LAGI MASING MASING SATU SAJA KONSEP DASAR
GEOGRAFI ( INDONESIA ) DIATAS.
TULIS DALAM SELEMBAR KERTAS DAN KUMPULKAN

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
7

STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi
KOMPETENSI DASAR
1.2. Menjelaskan pendekatan geografi
MATERI PEMBELAJARAN
Metode pendekatan geografi
INDIKATOR
Menjelaskan perbedaan metode pendekatan geografi
dan
Menerapkan metode pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer

Orang yang berkecipung dalam bidang geografi, dalam melakukan pendekatan sekurang-kurangnya harus
melakukan dua jenis kegiatan, yaitu :
1. berlaku pada sistem keruangan.
2. berlaku pada sistem ekologi (ekosistem).

Bahkan lebih jauh daripada itu untuk mengkaji perkembangan atau dinamika suatu gejala dan atau suatu
masalah, harus pula menggunakan pendekatan historis atau pendekatan kronologis.

Dibawah ini akan dijelaskan berbagai pendekatan yang cukup relevan dengan pendekatan geografi atau
pendekatan keruangan, yaitu :

A. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)


Pendekatan ini merupakan ciri khas pendekatan geografi, Pada pelaksanaan pendekatan keruangan
pada studi geografi, harus tetap berdasarkan prinsip-prinsip geografi yang berlaku, prinsip-prinsip itu
adalah : prinsip persebaran, interelasi dan deskripsi.

Yang termasuk pendekatan keruangan yaitu :

1. Pendekatan Topik.
Dalam mempelajari suatu masalah geografi di wilayah tertentu, kita dapat mulai dari topik
tertentu yang menjadi perhatian utama.
Misal :
Didaerah tertentu yang menjadi perhatian utama adalah kelaparan. Maka kelaparan inilah yang
menjadi sorotan utamanya.
Kelaparan didaerah tersebut diungkapkan jenisnya, sebab-sebabnya, persebarannya,
intensitasnya dan interelasinya dengan gejala yang lain dan dengan masalah secara
keseluruhan. Pokoknya hal-hal yang berkaitan dengan kelaparan ini diungkapkan sejelas-
jelasnya sehingga diperoleh deskripsi geografi mengenai kelapan tersebut.

Yang menjadi pegangan utama dalam melakukan pendekatan topik ini yaitu tidak boleh
dilepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi wadah gejala atau topik topik yang
kita dekati, begitu juga dengan faktor-faktor geografi seperti manusianya dan keadaan
fisisnya tidak boleh diabaikan.

Dengan begitu kita akan dapat mengungkapkan karakteristik kelaparan didaerah/wilayah yang
bersangkutan.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
8

2. Pendekatan Aktivitas Manusia.


Pada pendekatan keruangan kedua ini, pendekatan utama diarahkan pada aktivitas
manusianya (human activities)

Pertanyaan utama pendekatan ini adalah bagaimana kegiatan manusia atau kegiatan penduduk
di suatu daerah atau suatu wilayah yang bersangkutan ?
Intinya, hal-hal yang berkenaan dengan aktivitas manusia (penduduk) itu menjadi sorotan utama,
misalnya persebarannya, interelasinya dan deskripsinya dengan gejala lain yang berkenaan
dengan aktivitas tadi.
Contoh :
Ditinjau dari persebarannya, kita dapat membedakan aktivitasnya sehubungan dengan mata
pencaharian yang dilakukan oleh penduduk, apakah aktivitasnya berlangsung di pegunungan,
apakah didataran rendah, apakah di pantai, atau apakah di hutan dsb.
Dari persebaran kegiatan penduduk tersebut, kita akan dapat pula mengungkapkan interelasinya
dengan keadaan misalnya, kesuburan tanah, keadaan airnya, telekomunikasi dan
transpotasinya dan lain-lain.

Dengan demikian kita dapat membuat deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan
persebarannya dalam ruang dan berdasarkan interelasi keruangan dengan gejala-gejala lain
sebagai sistem keruangan.

Jika aktivitas manusia menjadi langkah pendekatannya dan dihubungkan dengan pendekatan
topik diatas kelaparan , maka kita akan dapat mengungkapkan interelasi dan interaksi
keruangan antara aktivitas penduduk dengan gejala kelaparan.

3. Pendekatan Regional.
Region dapat dikonsepkan sebagai suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik
tertentu yang khas, yang membedakan diri dari region-region yang lain.

Tekanan utama pendekatan ini bukan pada topik dan aktivitas manusia, melainkan pada region
yang merupakan ruang atau wadahnya.
Missal:
Dalam melakukan studi geografi tentang gejala atau masalah kelaparan diatas, kita dapat
melakukan pendekatan regional tentang gejala atau masalah kelaparan tadi, dalam hal ini
meninjau kelaparan berdasarkan region atau wilayahnya.
Pertanyaan yang dapat dikemukakan yaitu : di wilayah mana saja kelaparan terjadi ? nah dari
pertanyaan ini kita akan dapat mengungkap persebaran gejala atau masalah kelaparan
dipermukaan bumi tadi.
Dan dari persebaran tersebut kita akan dapat mengungkapkan apa sebabnya kelaparan tersebut
terjdi di region/wilayah yang bersangkutan.

Dengan demikian kita dapat mengungkapkan interelasi dan interaksi gejala kelaparan itu dengan
gejala-gejala lain pada ruang atau region yang sama. Dari hasil pendekatan region ini dengan
berdasarkan prinsip-prinsip geografi, kita akan dapat mengadakan deskripsi gejala atau masalah
kelaparan tadi pada ruang yang bersangkutan, dengan demikian kita dapat mengemukakan
karakteristik gejala kelaparan berdasarkan ruang atau region.

Berdasarkan penjelasan diatas antara pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia dan
pendekatan region tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, pendekatan satu akan
menjelaskan pendekatan lainnya.

Ditinjau dari konteks studi geografi pendekatan keruangan yang terdiri dari pendekatan topik,
aktivitas manusia dan regional tersebut merupakan satu kebulatan (Unified geography) yang
tidak dapat dipisahkan dari prinsip persebaran, prinsip interelasi dan prinsip deskripsi, disinilah
letak karakteristik studi geografi.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
9

B. Pendekatan Ekologi (Ecological Approach)


Geografi dan ekologi merupakan dua bidang ilmu yang berbeda satu sama lain. Geografi berkenaan
dengan interelasi kehidupan manusia dengan faktor fisisnya yang membentuk sistem keruangan yang
menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan
dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau
ekosistem.

Prinsip dan konsep yang berlaku pada kedua bidang ilmu tersebut berbeda antara satu dengan lainnya,
tetapi karena ada kesamaan pada obyek yang digarapnya (manusia), kedua ilmu tersebut pada
pelaksanaan kerjanya dapat saling menunjang dan saling membantu.

Ekologi bagi geografi menyumbangkan suatu bentuk pendekatan yang dikenal sebagai pendekatan
ekologi.

Sedangkan yang dimaksud dengan pendekatan ekologi adalah suatu metodologi untuk mendekati,
menelaah dan menganalisa suatu gejala atau suatu masalah dengan menerapkan konsep atau prinsip
ekologi.
Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan pada hubungan antara manusia sebagai makluk hidup
dengan lingkungan alam. Pandangan dan penelaahan ini yang dikenal sebagai pendekatan ekologi, yang
dapat mengungkapkan masalah hubungan persebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan
alamnya.

C. Pendekatan Historis atau Pendekatan Kronologi


Menurut Preston E. James sejarah dan geografi merupakan ilmu yang dwitunggal.
Waktu dan tempat menyajikan kerangka kerja yang didalamnya dapat menjelaskan pranata manusia dan
proses perubahan kebudayaan yang dapat ditelusuri waktu dan tempatnya.

Jika dimensi tempat menjelaskan interelasi keruangannya, maka dimensi sejarah dapat menjelaskan
dimensi waktunya.

Gejala dan masalah geografi di permukaan bumi secara dinamis tidak hanya meliputi proses yang
berhubungan dengan tempatnya saja, melainkan melipiti pula proses kronologi berdasarkan kurun
waktunya.

Pada studi geografi, metodologi dengan menggunakan dimensi urutan waktu (dimensi sejarah) dikenal
sebagai pendekatan histories atau pendekatan kronologi. Dengan pendekatan histories gejala dan
masalah pada ruang tertentu kita tidak hanya dapat mengkaji perkembangannya, melainkan juga dapat
pula melakukan prediksi proses gejala dan masalah dimasa-masa yang akan datang.

Untuk menyususn rencana pembangunan suatu aspek kehidupan yang menyangkut ruang geografi,
pendekatan histories ini sangat penting. Dengan mengetahui perkembangan sejarah aspek kehidupan
tadi, secara mantap kita akan dapat menyususn suatu perencanaan yang serasi dan seimbang untuk
hari-hari mendatang, disinilah letak hakekat kepentingan pendekatan histories pada studi geografi.
Misal : Perkembangan sebuah kota.
Dengan meneliti, menganalisa dan mengadakan interpretasi peta suatu wilayah dengan menggunakan
pendekatan histories (dengan menggunakan peta perkembangan daerah berdasarkan urutan waktunya)
kita akan mengetahui kecenderungan ke arah mana kota tumbuh dan berkembang. Dengan demikian,
selain kita dapat mengkaji apa sebabnya kota berkembang ke arah itu, kita juga menyusun perencanaan
kota untuk menunjang perkembangannya.

D. Pendekatan Sistem (System Approach)


Suatu ruang yang merupakan satu kebulatan, dapat ditetapkan sebagai suatu sistem keruangan (spatial
system), suatu ruang geografi dengan segala komponen atau sub sistemnya, membentuk sistem
keruangan.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
10

A system is a series of phenomena which are interconnected by a common process.

Berdasarkan konsep dan pengertian diatas, sistem itu memiliki pengertian konotatip yang luas, konsep
sistem dapat diterapkan kepada rangkaian gejala, susunan jasmaniah manusia bahkan juga dapat
diterapkan pada alat /pesawat elektronik.

Yang menjadi kreteria utama dari suatu sistem adalah bahwa elemen atau komponen (sub Sistem) yang
membentuk sistem tersebut harus membentuk suatu rangkaian atau kesatuan yang tidak terpisah-
pisahkan.

Berdasarkan keterangan diatas maka akan timbul pertanyaan apa yang dimaksud pendekatan sistem
itu ?
Pendekatan system adalah mode berpikir sintetik (perpaduan/terpadu) yang diterapkan kepada
masalah yang merupakan suatu sistem, sedangkan yang di maksud mode berpikir sintetik yaitu
mode berpikir yang berdasarkan atas doktrin ekspansionisme (cara meninjau suatu benda atau
suatu hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar).

Dalam studi geografi pendekatan sistem ini dapat diartikan sebagai metodologi yang digunakan untuk
mendekati, menelaah dan mengkaji sistem gejala geografi dan sistem keruangan (spatial system).
Misal :
Kita menelaah Bidang Pertanian yang kita tetapkan sebagai satu sistem. Maka semua gejala yang
berhubungan dengan pertanian akan menjadi sub sistemnya, misalnya tanah dengan kesuburannya,
keadaan hidrografi dengan berbagai distribusi dan fluktuasi airnya, cuaca dengan bebagai unsur dan
perubahannya, manusia dengan berbagai aktivitasnya, teknologi dengan berbagai kelengkapannya.
Dengan melakukan pendekatan sistem ini, maka kita akan dapat mengungkapkan, menelaah, mengkaji
gejala pertanian tersebut pada suatu sistem keruangan.

Tugas 1
Bersama dengan kelompokmu
Menjelaskan perbedaan metode / pendekatan geografi diatas

Tugas 2
Bersama dengan kelompokmu
Tentukan satu atau dua permasalah yang berkaitan dengan gejala geografi ( bebas )
Selanjutnya pecahkan permasalah tersebut dengan menggunakan
Metode pendekatan geografi yang baru kamu pelajari
Tulis di selembar kerta, tulis nama kelompokmu, dan kumpulkan tepat waktu sesuai perintah

Gerbang utama menuju surga adalah mati


Tapi.........
Banyak sekali yang melupakannya bahkan takut, padahal dia pasti datang
Haruskah kita.........
Terlena dengan nikmatnya dunia

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
11

STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi
KOMPETENSI DASAR
1.3. Menjelaskan prinsip geografi
MATERI PEMBELAJARAN
Prinsip prinsip geografi
INDIKATOR
Menjelaskan prinsip prinsip geografi

Prinsip geografi menjadi dasar pada uraian, pengkajian dan pengungkapan gejala, faktor dan masalah
geografi.
Secara teoritis prinsip itu terdiri dari prinsip persebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip
keruangan.(korologi)

A. Prinsip Persebaran
Gejala dan fakta geografi, baik yang berkenaan dengan alamnya maupun manusianya tersebar
dipermukaan bumi dan tidak merata antara daerah satu dengan daerah lainnya.
Dengan melihat dan menggambarkan berbagai gejala dan fakta tersebut dalam peta, kita akan
lebih mudah mengungkapkan hubungannya antara satu dengan yang lainnya serta
persebarannya, yang selanjutnya kita dapat menindak lanjuti.

B. Prinsip Interelasi
Prinsip interelasi merupakan prinsip kedua untuk menelaah dan mengkaji gejala dan fakta
geografi.
Setelah kita melihat gejala dan fakta geografi itu penyebarannya dalam ruang (wilayah) tertentu
kita akan mengungkapkan pula hubungannya satu dengan lainnya.
Kita akan mengungkapkan hubungan antara faktor fisis dengan faktor fisis, antara faktor
manusia dengan manusia dan antara faktor fisis dengan faktor manusia. Dari hubungan tersebut
kita dapat mengungkapkan karakteristik gejala dan fakta geografi di tempat/wilayah tertentu.

C. Prinsip Deskripsi
Penjelasan/gambaran (deskripsi) merupakan prinsip geografi dan studi geografi untuk
memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah yang kita pelajari.
Prinsip ini tidak hanya dapat dilaksanakan melalui kata-kata dan peta, melainkan juga dapat
dilaksanakan dengan menggunakan diagram, grafik dan table.
Bentuk deskripsi akan memberikan penjelasan dan kejelasan tentang apa yang sedang kita
pelajari atau yang sedang kita selidiki, dalam kerangka kerja geografi prinsip ini tidak dapat kita
tinggalkan.

D. Prinsip Korologi
Prinsip ini merupakan prinsip geografi yang komprehensip, karena memadukan prinsip-prinsip
lainnya. Prinsip ini merupakan ciri dari geografi modern. Prinsip dikenalkan oleh Alfred Hetter
(1905) dan prinsip ini merupakan prinsip terpenting pada geografi dan studi geopgrafi.
Pada prinsip korologi ini, gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau penyebarannya, interelasi
dan interaksinya dalam ruang.
Misalnya Pertanian, selalu memperhatikan penyebarannya dalam ruang, interelasinya dengan
komponen-komponen atau faktor-faktor yang menunjang pertanian dan interaksi pertanian itu
dengan kehidupan pada ruang yang bersangkutan, dengan demikian kita akan mengungkapkan
karaktristik pertanian tersebut.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
12

Tugas 1
Dengan kelompokmu
Simpulkan perbedaan prinsip-prinsip geografi diatas
Dan
Kumpulkan tepat waktu sesuai perintah

Tugas 2
Secara kelompok, memberi satu contoh bencana di Indonesia (Sebarang )
Kemudian
Dikaji dengan empat prinsip diatas

Jika engkau menyukai akhlak mulia


maka
hendaklah engkau menjauhi segala hal yang haram

STANDAR KOMPETENSI
MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
13

1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi


KOMPETENSI DASAR
1.4. Menjelaskan aspek geografi
MATERI PEMBELAJARAN
Aspek geografi
INDIKATOR
Menjelaskan aspek fisik dan aspek sosial geografi

Diatas sudah dijelaskan bahwa obyek studi geografi adalah geosfer, yang meliputi :
- litosfer
- Hidrosfer
- Atrmosfer
- Biosfer
- Antroposfer

Litosfer, hidrosfer, atmosfer dan biosfer merupakan unsur-unsur fisik bumi yang dipelajari dalam geografi
fisis, sedangkan antroposfer, khususnya tingkah laku manusia dalam menghadapi bumi dipelajari dalam
geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi social dan geografi politik (Human Geografi/Geografi sosial).

Jadi dapat disimpulkan bahwa gejala-gejala geografi diatas mencakup aspek fisik dan aspek sosial

A. ASPEK FISIK
Litosfer, hidrosfer, atmosfer dan biosfer merupakan unsur-unsur fisik bumi yang dipelajari dalam geografi
fisis.

Litosfer antara lain mempelajari struktur lapisan kulit bumi, tenaga pembentuk kulit bumi,dan Pedosfer.
Tenaga pembentuk kulit bumi yaitu tenaga endogen (Tektonisme, vulkanisme dan seisme/gempa bumi)
dan tenaga eksogen (Meliputi pelapukan, pengikisan, pengendapan dan denudasi. Sedangkan Pedosfer
membahas tentang tanah yang meliputi proses terbentuknya tanah, klasifikasi tanah, penyebab
kerusakan tana dansebagainya.

Hidrofer antara lain membahas tentang siklus hidrologi, perairan darat serta perairan laut beserta segala
yang sesuatu yang mempengaruhinya.

Atmosfer antara lain mempelajari fisik bumi yang berkaitan dengan udara yang yang menyelubungi bumi
dengan segala sesuatu yang ada didalamnya seperti mempelajari Cuaca dan iklim.

Biosfer antara lain mempelajari berbagai faktor yang mempengaruhi persebaran flora fauna di dunia dan
Indonesia, hubungan persebaran hewan dengan kondisi fisik lingkungannya dan mempelajari dampak
kerusakan hewan dan tumbuhan terhadap kehidupan

B. ASPEK SOSIAL
Antroposfer, khususnya tingkah laku manusia dalam menghadapi bumi dipelajari dalam geografi
penduduk, geografi ekonomi, geografi social dan geografi politik (Human Geografi/Geografi sosial).
Kedua aspek tersebut dalam kehidupan sehari-hari, tidak dapat terpisahkan dalam arti keduanya saling
berkaitan, sebagai contoh :
- Gejala atmosfer, misal perbedaan iklim (perubahan musim) menjadikan munculnya jenis pakaian
yang berbeda yang dikenakan penduduk antara daerah satu dengan lainnya.
MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
14

- Gejala Hidrosfer, pada daerah / areal yang terdiri dari banyak air kecenderungannya tidak disukai
oleh manusia untuk pemukiman, tetapi daerah seperti itu sangat disukai petani untuk bercocok
tanam.
- Gejala Biosfer, keadaan fisik lingkungan yang berbeda menyebabkan persebaran hewan dan
tumbuhan yang berbeda pula, dan manusiapun akan menyesuaikan dengan kondisi tersebut
untuk kelangsungan hidupnya.
- Gejala Antroposfer, menimbulkan kondisi lingkungan kehidupan yang akhirnya akan
mempengaruhi keadaan lingkungan sosialnya

TUGAS 1 (Individu)
Memberikan contoh aspek-aspek geografi dalam kehidupan sehari hari

TUGAS 2 ( kelompok )
Memberikan contoh korelasi aspek fisik dan aspek sosial (masyarakat)

Janganlah sekali kali engkau menjadi orang yang...


Keburukannya lebih kuat daripada kebaikannya
Kekikirannya lebih kuat daripada kedermawanannya
Kekurangannya lebih kuat daripada kebajikannya

STANDAR KOMPETENSI

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
15

1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi


KOMPETENSI DASAR
1.4. Menjelaskan aspek geografi
MATERI PEMBELAJARAN
Aspek geografi
INDIKATOR
Menganalisis ruang lingkup geografi

Studi dan analisa geografi meliputi analisa gejala manusia dengan gejala alam dan juga meliputi pula
analisa persebarannya interelasinya interaksinya dalam ruang.( Ruang diartikan sebagai tempat
berdimensi tiga tanpa konotasi yang tegas atas batas dan lokasinya yang dapat menampung atau ditujukan
untuk menampung benda apa saja )

Melihat analisa gejala yang dipelajari diatas diharapkan geografi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan
What Where Why How - when tentang apa yang terjadi di permukaan bumi.

- What ( Apa )
Untuk menjawab pertanyaan what, geografi dapat menunjukkan gejala dan faktor alam dan
gejala atau faktor manusia.

- Where ( Dimana )
Untuk menjawab pertanyaan where geografi dapat menunjukkan ruang atau tempat terdapatnya
atau terjadinya gejala alam dan manusia tadi.

- Why ( Mengapa )
Untuk menjawab pertanyaan why, geografi dapat menunjukkan relasi interelasi interaksi
integrasi gejala-gejala tadi sebagai factor yang tidak terlepas satu sama lain.

- How ( Bagaimana )
Untuk menjawab pertanyaan how. Geografi dapat menunjukkan kualitas dan kuantitas gejala
dan interelasi / interaksi gejala-gejala tadi pada ruang yang bersangkutan.

- When ( Bilamana / kapan )


Geografi juga juga dapat menjawab pertanyaan when dalam mengungkapkan waktu terjadinya
atau waktu berlangsungnya.

Dengan demikian maka ruang lingkup geografi cukup luas dan mendasar, untuk melihat apa dan
bagaimana ruang lingkup geografi Rhoad Murphey mengemukakan tiga pokok, yakni :

- The distribution and relationship of mankind over the earth and the spatial aspects of human
settlement and the use of the earth.
Terjemahkan :
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
- The interrelationship between human society and the physical environment as part of the study
of areal differences.
MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
16

Terjemahkan


...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
- The regional framework and the analysis of specific region.
Terjemahkan :


...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................

Dari ketiga pokok diatas menjadi jelas apa yang merupakan ruang lingkup geografi, ruang lingkup
geografi tidak dapat dilepaskan dari aspek alamiah dan insaniah yang menjadi obyek studinya,
dan dalam ruang lingkup inilah tercerminya sifat karakteristik geografi sebagai suatu bidang ilmu
pengetahuan dan sebagai suatu bidang studi yang berbeda dengan bidang ilmu pengetahuan dan
bidang studi lainnya.

TUGAS
Secara kelompok menganalisis ruang lingkup geografi

STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
17

KOMPETENSI DASAR
1.4. Menjelaskan aspek geografi
MATERI PEMBELAJARAN
Aspek geografi
INDIKATOR
Menjelaskan perbedaan obyek formal dan obyek material geografi

Menurut Ikatan Geografi Indonesia (IGI), obyek studi geografi ada dua yaitu : obyek materiall dan obyek
formal.
A. Obyek Material Geografi.
Obyek studi geografi adalah geosfer, yang meliputi :
- litosfer (lapisan batuan)
- Hidrosfer (lapisan air)
- Atrmosfer (lapisan udara)
- Biosfer (kehidupan : Flora dan Fauna)
- Antroposfer (manusia dan hubungannya dengan lingkungan alam)

Litosfer, hidrosfer, atmosfer dan biosfer merupakan unsur-unsur fisik bumi yang dipelajari dalam
geografi fisis, sedangkan antroposfer, khususnya tingkah laku manusia dalam menghadapi bumi
dipelajari dalam geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi social dan geografi politik (Human
Geografi/Geografi sosial).

b. Obyek Formal Geografi


Obyek formal geografi adalah cara / metode geografi dalam mempelajari, mengkaji, memecahkan
masalah geografi, disini geografi berdeda dengan disiplin ilmu-ilmu lain, geografi menggunakan
pendekatan yang khas yaitu :
a. Pendekatan Analisis Keruangan ( Spatial Analysis )
b. Pendekatan Analisis Ekologi ( Ecologisal Analysis )
C. Pendekatan Analisis Konpleks Wilayah ( Regional Complex Analysis

TUGAS
Secara individu,
Menjelaskan perbedaan obyek material dan obyek formal geografi dari berbagai referensi

STANDAR KOMPETENSI

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
18

1. Memahami Konsep, pendekatan, prinsip dan aspek geografi


KOMPETENSI DASAR
1.4. Menjelaskan aspek geografi
MATERI PEMBELAJARAN
Aspek geografi
INDIKATOR
Menganalisis struktur geografi

Dengan menggunakan metode pendekatan topik dan pendekatan struktural memungkinkan kita
mengadakan studi geografi lebih terperinci berbagai topik dan struktur geografi secara mendalam. Oleh
karena itu ilmu pengetahuan geografi akan terpecah menjadi beberapa cabang sesuai dengan kekhususan
yang dipelajarinya.

Secara garis besar, geografi dapat diklasifikasikan menjadi tiga cabang, yaitu : geografi fisik, geografi
manusia dan geografi regional.

A. Geografi fisik
Yang dimaksud geografi fisik adalah cabang geografi yang mempelajari gejala fisik dari permukaan
bumi, yang meliputi tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang studi geografi fisik adalah gejala
alamiah permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia.

Kerangka kerja geografi fisik ditunjang oleh geologi, geomorfologi, ilmu tanah, meteorologi, klimatologi,
dan oceanografi.

Geografi fisik berbeda dengan geologi, meskipun yang dipelajari keduanya sama yaitu gejala kulit bumi
tetapi penekanannya dan analisanya berbeda.
Geologi lebih ditekankan kepada gejala dan proses alamiah murni dari kulit bumi, sedang geografi fisik
selalu dikaitkan dengan manusia yang ada didalam lingkungan alam tersebut.

B. Geografi Manusia
Yang dimaksud geografi manusia adalah cabang geografi yang bidang studinya yaitu aspek keruangan
gejala di permukaan bumi, yang mengambil manusia sebagai obyek pokok, yang meliputi aspek
kependudukan, aspek aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial
dan aktivitas budayanya.

Geografi manusia terbagi lagi dalam cabang-cabang : Geografi penduduk, geografi ekonomi, Geografi
politik, geografi pemukiman dan geografi sosial.

c. Geografi Regional
Geografi regional merupakan deskripsi yang komprehensip-integratip aspek fisik dan manusia dalam
relasi keruangannya di suatu wilayah.

Pada studi geografi regional, seluruh aspek dan gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara
bertautan dalam hubungan integrasi, interelasi keruangannya.

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
19

STRUKTUR GEOGRAFI

GEOGRAFI

GEOGRAFI FISIK GEOGRAFI MANUSIA GEOGRAFI REGIONAL

Geologi Geografi Penduduk


Geomorfologi Geografi Ekonomi
Ilmu Tanah Geografi Politik
Meteorologi Geografi Pemukiman
Klimatologi Geografi Sosial
Oceanografi

Belajarlah hingga batu nisan menjadi ijasahmu


( Ali Bin Abi Tholib )

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
20

DAFTAR PUSTAKA

Sumaatmadja, Nursid, Studi Geografi, Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan,


Alumni, Bandung, 1981

Arnold, Caroline, Geografi, Aktivitas Untuk Menjelajahi, Memetakan dan Menikmati


Duniamu, Pakar Raya, Bandung, 2001

Kartiman Kudanapodo, Didang Setiawan, Geografi 2, Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan, 1997

Moh. Mamur Tanididjaja, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, Departemen


Pendidikan dan Kebudayaan, 1995

........, Ilmu Pengetahuan Populer 2, Grolier International INC, PT Widyadara,........,1999

........, Ilmu Pengetahuan Populer 3, Grolier International INC, PT Widyadara,........,1999

........, Modul Geografi SMP / SMA, Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG)
Kuota 2008, Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Surabaya, 2008.

Tarigan Robinson, Perencanaan Pembangunan Wilayah, Bumi Aksara, JSTANDAR

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK
21

MODUL
GEOGRAFI 1
SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM, NGANJUK