Anda di halaman 1dari 2

Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti

koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. Selain itu Natrium Sulfat 5
gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit, sehingga yang dapat
diamati eritrosit sja. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit
(Syaifuddin,1997). Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk
mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. Kandungan larutan
Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat.
Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah (Syaifuddin, 1997) :
1. Isotonis pada eritrosit
2. Untuk pengencer eritrosit
3. Merintangi pembekuan
4. Memperjelas bentuk eritrosit
5. Mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan
aglutinasi

Pada leukosit, digunakan larutan Turk, karena larutan ini terdiri atas
asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit, sehingga
hanya leukosit yang bisa diamati; dan gention violet 1 % yang memberikan
warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit, sehingga jelas
dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. Untuk pengenceran leukosit,
darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0.5. Lalu dihisap larutan Turk
hingga skala 11. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20
kali.
Larutan turk ini berfungsi sebagai (Syaifuddin, 1997) :
1. Memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit
2. Memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit
Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi. Penerbit Buku
Kedokteran EGC: Jakarta.