Anda di halaman 1dari 52

1

KATA PENGANTAR

Untuk yang pertama dan yang utama kami panjatkan puji syukur kepada Allah SWT,
bahwasannya telah dapat tersusun Diktat Ekonomi Kelas VIII yang dipergunakan untuk Sekolah
Menengah Pertama (SMP) dengan pendekatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).

Dalam penyusunan buku diktat ini, diharapkan dapat mempermudah proses balajar
mengajar dalam sesuai dengan standar kelulusan ( SKL ).

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah
membantu demi terselesainya penyusunan diktat ini. Mudah-mudahan diktat ini bermanfaat
bagi siapa saja yang berkenan menggunakannya. Saran dan kritik untuk penyempurnaan diktat
ini sangat kami harapkan demi perbaikan pada edisi selanjutnya.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ----------------------------------------------------------------------------------- 1

DAFTAR ISI --------------------------------------------------------------------------------------------- 2

BAB 1 KELANGKAAN SUMBER DAYA DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN 3

A. Sumber Daya ------------------------------------------------------------------------- 3


B. Kebutuhan ----------------------------------------------------------------------------------- 4
C. Skala Prioritas dalam Pemenuhan Kebutuhan ---------------------------------- 6
Rangkuman ----------------------------------------------------------------------------------- 6
Evaluasi Bab 1 ------------------------------------------------------------------------- 8

BAB 2 SISTEM PEREKONOMIAN DAN PELAKU-PELAKU EKONOMI -------------- 10

A. Macam-macam Sistem Perekonomian -------------------------------------------- 10


B. Sistem Ekonomi Indonesia ------------------------------------------------------ 11
C. Pelaku Ekonomi ------------------------------------------------------------------------- 12
D. Koperasi ----------------------------------------------------------------------------------- 14
Rangkuman ----------------------------------------------------------------------------------- 16
Evaluasi Bab 2 ------------------------------------------------------------------------- 18

BAB 3 BENTUK-BENTUK PASAR --------------------------------------------------------------- 19

A. Pengertian Pasar ------------------------------------------------------------------------- 20


B. Jenis-jenis Pasar ------------------------------------------------------------------------- 20
C. Struktur Pasar ------------------------------------------------------------------------- 21
Rangkuman ----------------------------------------------------------------------------------- 22
Evaluasi Bab 3 -------------------------------------------------------------------------- 23

SOAL-SOAL UJIAN SEMESTER GANJIL ------------------------------------------------------ 24

BAB 4 KETENAGAKERJAAN ---------------------------------------------------------------- 26

A. Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja ------------------------------------------------------ 27


B. Permasalahan Tenaga Kerja ------------------------------------------------------ 28
C. Pengangguran -------------------------------------------------------------------------- 28
D. Peranan Pemerintah --------------------------------------------------------------- 29
Rangkuman ----------------------------------------------------------------------------------- 30
Evaluasi Bab 4 ------------------------------------------------------------------------- 31

BAB 5 KEUANGAN NEGARA DAN PAJAK -------------------------------------------- 32

A. Keuangan Negara --------------------------------------------------------------- 32


B. Pajak ----------------------------------------------------------------------------------- 33
C. Pungutan Resmi Selain Pajak ------------------------------------------------------ 36
Rangkuman ------------------------------------------------------------------------------------ 39
Evaluasi Bab 5 -------------------------------------------------------------------------- 40

BAB 6 PERMINTAAN DAN PENAWARAN -------------------------------------------- 42

A. Permintaan ----------------------------------------------------------------------------------- 42
B. Penawaran ----------------------------------------------------------------------------------- 44
C. Pembentukan Harga --------------------------------------------------------------- 45
Rangkuman ------------------------------------------------------------------------------------ 46
Evaluasi Bab 6 -------------------------------------------------------------------------- 48

SOAL-SOAL UJIAN SEMESTER GENAP ------------------------------------------------------- 49

DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------------------------- 52

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


3

BAB 1
KELANGKAAN SUMBER DAYA
DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai bab ini, kamu mempu mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan
sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Manfaat Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, kamu akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana
menerapkan skala prioritas dalam pemenuhan kebutuhan ketika dihadapkan pada keadaan
sumber daya yang terbatas.

Kata Kunci
Sumber daya, kelangkaan, kebutuhan, barang dan jasa serta skala prioritas.

Peta Konsep

Kelangkaan Sumber Daya


dan Upaya Pemenuhan
Kebutuhan

Skala Perioritas dalam


Suber Daya Kebutuhan
Pemenuhan Kebutuhan

A. Sumber Daya

Kamu mungkin sering mendengar istilah sumber daya atau sumber daya alam. Apa
yang dimaksud dengan sumber daya atau sumber daya alam itu ?
Sumber daya dapat diartikan sebagai suatu benda atau suatu keadaan yang dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Sementara sumber daya alam diartikan sebagai suatu
benda atau keadaan alam yang dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

A.1. Macam-macam Sumber Daya


Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus melakukan kegiatan produksi.
Dalam berproduksi itulah diperlukan ketersediaan sumber daya, yang dalam ilmu ekonomi
dikenal dengan istilah faktor produksi. Sumber daya ini terdiri dari :
a) Sumber daya alam (tanah, air, barang tambang).
b) Sumber daya manusia (tenaga kerja).
c) Sumber daya modal (uang, mesin dan peralatan).
d) Suber daya kewirausahaan.

Dengan memiliki faktor produksi berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia
maka kegiatan produksi dapat berjalan apalagi dengan ditambahnya sumber daya modal dan
kewirausaah maka hasil produksi dapat lebih meningkat lagi.

A.2. Kelangkaan Suber Daya


Inti permasalahan dalam ekonomi adalah adanya kesenjangan antara jumlah kebutuhan
manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Kesenjanga inilah yang dinamakan dengan kelangkaan (scarcity). Kelangkaan sumber daya
bisa mencakup keempat sumber daya yang telah diuraikan di atas.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


4

Sumber daya alam akan mengalami kelangkaan karena penggunaan yang terus-
menerus, sementara sumber daya alam ini jumlahnya terbatas dan tidak bisa diperbaiki.
Contohnya , minyak bumi yang jumlahnya semakin menipis.

Sumber daya manusia juga dapat mengalami kelangkaan terutama sumber daya
manusia yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Contohnya tenaga ahli di bidang
teknologi mesin-mesin mutakhir sangat kurang dan tidak sebanding dengan kebutuhan yang
ada.
Sumber daya modal, dalam artian uang, peralatan dan mesin-mesin masih sangat
kurang, sehingga produk yang dihasilkan tidak maksimal, baik dari segi kualitas maupun
kuantitas.
Faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan sumber daya adalah :
1) Karena tidak dapat diperbaharui, misalnya sumber daya alam.
2) Perbedaan letak geografis suatu wilayah.
3) Rendahnya tingkat pendidikan.
4) Rendahnya produktivitas.
5) Pertumbuhan penduduk yang tinggi.

B. Kebutuhan

B.1. Mcam-macam Kebutuhan.


Pada saat kelas satu, telah dijelaskan bahwa menusia memerlukan beraneka ragam
kebutuhan. Kebutuhan manusia dapat dibagi menjadi bebrapa golongan, yaitu :

Menurut Intensitasnya
a) Kebutuhan Primer
Yaitu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi karena berhubungan dengan
kelangsungan hidup dan kehidupan seseorang. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi
mungkin perkembangan fisik dan mental manusia akan terganggu
Contohnya : makanan, pakaian, perumahan.

b) Kebutuhan Sekunder
Yaitu kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi, dan merupakan
pelengkap dari kebutuhan primer dimana pemenuhannya akan membuat seseorang
terlihat lebih sempurna.
Contoh : radio, televisi dan lain-lain.

c) Kebutuhan Tersier
Yaitu kebutuhan yang sifatnya untuk kepuasan atau memenuhi kesenangan, maka tidak
semua orang sanggup memenuhi kebutuhan ini.
Contoh : mobil mewah, perhiasan dan lain-lain.

Menurut Sifatnya
a) Kebutuhan Jasmani
Yaitu kebutuhan yang sifatnya material atau kebendaan dan ditujukan untuk memuhi
kepentingan jasmani.
Contoh ; sandang, pangan dan papan.

b) Kebutuhan Rohani
Yaitu kebutuhan spiritual yang sifatnya kejiwaan.
Contoh ; rekreasi, kasih sayang, pendidikan dan lain-lain.

Menurut Waktu
a) Kebutuhan Sekarang (masa kini)
Yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini dan tidak bisa ditunda.
Contoh : obat ketika sedang sakit, makan disaat lapar.

b) Kebutuhan Masa yang Akan Datang


Yaitu kebutuhan jangka panjang dan pemenuhannya dapat ditunda.
Contoh : tabungan hari tua, asuransi kesehatan.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


5

Menurut Subyeknya
a) Kebutuhan individu
Yaitu kebutuhan perseorangan.
Contoh : cangkul bagi seorang petani, ballpoint untuk seorang pelajar.

b) Kebutuhan Kolektif
Yaitu kebutuhan untuk kepentingan bersama.
Contoh : masjid, rumah sakit, sekolah dan lain-lain

Menurut Wujudnya
a) Kebutuhan Material
Yaitu kebutuhan terhadap benda-benda berwujud.
Contoh : pakaian, perumahan dan lain-lain.

b) Kebutuhan Spiritual
Yaitu kebutuhan terhadap benda-benda tidak berwujud.
Contoh : kesenian, agama, keindahan dan hiburan.

B.2. Barang dan Jasa Sebagai Alat Pemuas Kebutuhan


Dalam ilmu ekonomi, barang dan jasa diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat
digunakan sebagai alat pemuas atau pemenuhan kebutuhan manusia. Barang merupakan alat
pemuasa kebutuhan yang berwujud, sementara jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak
berwujud.

Barang sebagai alat pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan sebagai berikut :


Barang menurut wujud atau sifatnya
a) Barang konkrit atau berwujud, seperti makanan, baju, buku,
b) Barang abstrak atau tidak berwujud, seperti pelayanan tukang cukur, pelayanan sopir.

Barang menurut pemiliknya


a) Barang privat, adalah barang milik perorangan
b) Barang publik, adalah barang milik masyarakat atau milik umum

Barang menurut kegunaannya


a) Barang konsumsi, yaitu barang yang untuk dikonsumsi langsung
b) Barang produksi, yaitu barang yang digunakan untuk menghasilkam barang lebih lanjut

Barang menurut hubungannya dengan barang lain


a) Barang substitusi, yaitu barang yang fungsinya dapat menggantikan fungsi barang lain.
b) Barang komplementer, yaitu barang yang fungsinya saling melengkapi

Barang menurut cara memperolehnya


a) Barang ekonomi, yaitu barang yang untuk memperolehnya dibutuhkan pengorbanan.
b) Barang Nonekonomi, yaitu barang bebas yang jumlahnya tidak terbatas sehingga untuk
memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan.
c) Barang illith, yaitu barang apabila jumlahnya berlebihan akan menimbulkan bencana

Barang menurut proses produksi


a) Barang dasar/bahan mentah, yaitu barang yang belum diolah atau belum mengalami
proses produksi
b) Barang setengah jadi, yaitu barang yang sudah diproses tapi belum merupakan barang
yang siap pakai
c) Barang jadi, yaitu barang hasil produksi yang siap dipakai untuk memenuhi kebutuhan

Barang menurut kualitasnya


a) Barang superior, yaitu barang yang selain memiliki kualitas yang tinggi juga memberikan
gengsi dan prestise bagi pemakainya.
b) Barang inferior, yaitu barang dengan kualitas rendah

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


6

C. Skala Prioritas dalam Pemenuhan Kebutuhan


Seperti telah diuraikan di atas bahwa sumber daya sebagai alat pemuas kebutuhan
manusia jumlanya sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia sehingga
diperlukan tindakan yang tepat untuk mempergunakannya sebaik dan seefisien mungkin.

Ilmu ekonomi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana melakukan
pilihan terhadap sumber daya yang terbatas dalam memenuhi kebutuhan. Dalam prakteknya,
untuk memenuhi kebutuhannya manusia harus dapat memilih alat pemuas kebutuhan yang
paling diperlukan dengan menerapkan skala prioritas. Untuk lebih jelasnya perhatikan daftar
susunan kebutuhan berikut ini.

Daftar Skala Prioritas


Prioritas ke Macam Kebutuhan

1 Kebutuhan Primer
2 Kebutuhan Sekarang
3 Kebutuhan Individu
4 Kebutuhan Sekunder
5 Kebutuhan Masa Depan
6 Kebutuhan Kolektif
7 Kebutuhan tersier

Tugas Individu :

1. Sebutkan macam-macam sumber daya alam unggulan yang ada di daerah


tempat tinggalmu !
2. Buatlah daftar macam-macam kebutuhan yang benar-benar kamu rasakan
saat ini !

Rangkuman :

Sumber daya adalah suatu benda atau suatu keadaan yang dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan.
Macam-macam Sumber Daya :
Sumber daya alam (tanah, air, barang tambang).
Sumber daya manusia ( tenaga kerja).
Sumber daya modal (uang, mesin dan peralatan).
Sumber daya kewirausahaan.
Kesenjangan antara jumlah kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas
kebutuhan yang jumlahnya terbatas disebut kelangkaan (scarcity).
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya
Barang dan jasa diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat
pemuas atau pemenuhan kebutuhan manusia

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


7

Glosarium

Faktor Produksi adalah suatu benda atau keadaan yang adapat digunakan
untuk menghasilkan barang atau jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan
Scarcity adalah keadaan dimana terjadi ketidak seimbangan atau
kesenjangan antara jumlah kebuatuhan dengan jumlah barang dan jasa
sebagai alat pemuas kebutuhan
Kebutuhan Primer adalah kebutuhan yang pemenuhannya harus
didahulukan karena menyangkut kelangsungan hidup manusia
Kebutuhan Skunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat
dilakukan setelah kebutuhan primer terpenuhi
Kebutuhan Tersier adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan
setelah kebutuhan primer dan skunder terpenuhi
Barang Substitusi adalah barang yang fungsinya dapat saling
menggantikan fungsi barang yang lain
Barang Komplementer adalah barang yang fungsinya saling melengkapi
Skala Prioritas adalah suatu tindakan dalam menentukan pilihan mana yang
harus lebih didahulukan berdasarkan pertimbangan yang rasional

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


8

EVALUASI BAB 1

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d di depan jawaban paling benar !

1. Suatu keadaan dimana sumber daya terbatas dan kebutuhan tidak terbatas dalam
ekonomi disebut .
a. kebutuhan
b. kelangkaan
c. kemakmuran
d. kepuasan

2. Pada hakikatnya masalah pokok ekonomi adalah


a. banyak pengangguran
b. harga barang naik terus
c. terlalu banyak pilihan
d. langkanya sumber daya dibanding kebutuhan

3. Kebutuhan yang harus dipenuhi jika manusia ingin tetap hidup disebut kebutuhan .
a. sekarang
b. primer
c. individu
d. sekunder

4. Kebutuhan jasmani dan rohani merupakan kebutuhan berdasarkan .


a. intensitas
b. waktu
c. wujud
d. sifat

5. Obat bagi orang sakit merupakan contoh dari kebutuhan.


a. primer
b. sekunder
c. sekarang
d. individu

6. Barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut
.
a. barang bebas
b. barang ekonomi
c. barang konsumsi
d. barang substitusi

7. Keinginan manusia yang harus dipenuhi dinamakan .


a. keinginan
b. harapan
c. kebutuhan
d. kelangkaan

8. Kompor dan minyak tanah, balpen dan tinta termasuk barang .


a. komplementer
b. substitusi
c. ekonomi
d. superior

9. Barang-barang yang bermutu tinggi disebut barang.


a. interior
b. ekonomi
c. komplementer
d. superior

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


9

10. Mobil merupakan barang modal atau barang produksi bila .


a. digunakan belanja ke pasar
b. diparkir di taman parkir
c. digunakan untuk angkutan umum
d. digunakan untuk jalan-jalan

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Jelaskan apa penyebab terjadinya kelangkaan !


2. Sebutkan macam-macam sumber daya (faktor produksi) yang kamu ketahui !
3. Sebutkan macam-macam kebutuhan menurut wujudnya ?
4. Jelaskan perbedaan antara barang dengan jasa !
5. Apa yang dimaksud dengan barang substitusi ? Berikan contohnya !

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


10

BAB 2
SISTEM PEREKONOMIAN
DAN PELAKU-PELAKU EKONOMI

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai bab ini, kamu mempu mendeskripsikan sistem perekonomian dan
pelaku-pelaku ekonomi : rumah tangga, masyarakat, perusahaan koperasi dan negara.

Manfaat Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, kamu akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana sistem
perekonomian dan peran pelaku-pelaku ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan
manusia.

Kata Kunci
Rumah tangga, sistem ekonomi, sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi pasar, sistem
ekonomi terpusat, sistem ekonomi campuran, sistem demokrasi ekonomi,rumah tangga
konsumsi, rumah tangga produksi, ekspor, impor.

Peta Konsep

Sistem Perekonomian
dan Pelaku-pelaku
Ekonomi

Sistem Perekonomian Pelaku Ekonomi

A. Macam-macam Sistem Perekonomian


Sistem ekonomi berasal dari dua kata, yaitu sistem dan ekonomi. Sistem artinya suatu
kesatuan yang utuh antara berbagai unsur yang tidak dapat dipisahkan sedangkan ekonomi
adalah pengaturan rumah tangga dalam arti yang luas.
Berdasarkan pengertian di atas maka sistem ekonomi adalah suatu tatanan atau pola
pengaturan hubungan berbagai rumah tangga (pelaku ekonomi) dalam upaya memenuhi
segala kebutuhan hidup manusia.
Setiap negara berbeda-beda dalam mengatur kehidupan ekonominya, hal ini
tergantung kepada falsafah dan ideologi yang dianutnya. Tugas sistem ekonomi yang dianut
suatu negara harus dapat memecahkan tiga permasalahan pokok perekonomian, pertama
barang dan jasa apa yang akan diproduksi? kedua bagaimana cara memproduksi barang dan
jasa tersebut? dan ketiga untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi?

Secara garis besarnya sistem ekonomi yang ada di dunia terdiri dari :
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Yaitu sistem ekonomi yang masih sangat sederhana dan mesih terikat kuat pada adapt
istiadat estempat.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional antara lain :
Kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dilakukan sesuai dengan
tradisi/kebisaaan.
Usaha hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau utama.
Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana.
Sistem pertukaran sangat sederhana (barter) dengan ruang lingkup yang terbatas.
Faktor produksi yang digunakan lebih banyak menggunakan faktor produksi asli
berupa tenaga kerja dan sumber daya alam.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


11

2. Sistem Ekonomi Pasar


Yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh kepada setiap individu
untuk bersaing mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam sistem ekonomi
ini peranan pemilik modal sangat dominan. Sistem ini disebut juga sebagai sistem
ekonomi kapitalisme atau liberalisme.
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar antara lain :
Setiap individu bebas memiliki faktor-faktor produksi.
Setiap individu bebas memilih pekerjaan.
Harga barang dan jasa ditentukan oleh mekanisme pasar, yaitu kekuatan
permintaan dan penawaran.
Pemerintah tidak ikut serta dalam pengaturan kegiatan ekonomi.
Terjadi persaingan yang bebas.

3. Sistem Ekonomi Terpusat / Komando


Yaitu sistem ekonomi yang dipegang dan dikuasai penuh oleh negara, dengan tujuan
untuk memberikan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat. Sistem ini disebut
juga sebagai sistem ekonomi sosialisme atau etatisme.
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat antara lain :
Tidak ada kebebasan individu dalam berusaha.
Perekonomian dikuasai dan diatur oleh negara.
Hak milik perorangan atas modal dan alat-alat produksi tidak diakui.
Tingkat harga ditentukan oleh negara.

4. Sistem Ekonomi Campuran


Yaitu sistem ekonomi gabungan antara sistem ekonomi pasar dengan sistem ekonomi
terpusat. Dalam sistem ekonomim ini yang berperan ada dua sektor, yaitu sektor
negara dan sektor swasta. Sistem ini banyak dianut oleh negara-negara berkembang.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional antara lain :
Pemerintah ikut serta dalam pengaturan kegiatan ekonomi.
Hak milik individu atas alat-alat produksi diakui.
Negara menguasai cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang
banyak.

Tugas Individu:

1. Sebutkan negara yang menganut sistem ekonomi komando !


2. Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari masing-masing sistem ekonomi
yang ada di dunia.

B. Sistem Ekonomi di Indonesia


Sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, disebut juga sistem Demokrasi ekonomi atau sistem
Ekonomi Kerakyatan. Landasan sistem demokrasi ekonomi Pancasila adalah :
a. Pembukaan UUD 1945 tentang tujuan negara.
b. Pancasila.
c. Pasal 23, Pasal 27 ayat (2), Pasal 33 ayat (1), (2),(3) dan Pasal 34 UUD 1945.

Ciri-ciri sistem ekonomi Indonesia adalah :


Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Negara menguasai cabang-cabang produksi yang penting yang menguasai hajat hidup
orang banyak.
Perekonomian yang dikuasai negara digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.
Penggunaan kekayaan dan keuangan negara dilakukan berdasarkan pemufakatan
dengan lembaga perwakilan rakyat.
Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang
layak.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


12

Hak milik perorangan diakui, asalkan dalam pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
Setiap potensi, inisiatif dan daya kreasi warga negara dikembangkan dalam batas-
batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Dalam sistem ekonomi demokrasi yang berdasarkan Pancasila, beberapa hal yang harus
dihindari adalah sebagai berikut :
Free fight Liberalisme, yaitu persaingan bebas yang menimbulkan pemerasan dan
penindasan.
Etatisme, yaitu dominasi negara dalam perekonomian yang dapat menyebabkan
matinya inovasi dan kreativitas masyarakat.
Monopoli, yaitu pemusatan perekonomian pada sekelompok orang sehingga
merugikan rakyat.

C. Pelaku Ekonomi
Pada hakikatnya semua usaha yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia dikatakan sebagai kegiatan ekonomi. Dalam masyarakat modern, pelaku ekonomi
dapat dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu :
1. Rumah Tangga Konsumsi (RTK)
2. Rumah Tangga Produksi (RTP)
3. Rumah Tangga Negara (Pemerintah)
4. Masyarakat Luar Negeri

1. Rumah Tangga Konsumsi


Rumah Tangga Konsumsi diartikan sebagai suatu kesatuan keluarga yang terdiri
suami istri dan anggota keluarga lainnya yang setiap hari melakukan kegiatan guna
terpenuhinya kebutuhan keluarga sehari-hari.
Rumah Tangga Konsumsi (RTK) berperan sebagai :
1) Penyedia faktor produksi
2) Pengguna barang atau jasa

Kegiatan pokok yang dilakukan RTK antara lain :


1) Menerima penghasilan dari para produsen dari hasil menjual faktor produksi
berupa upah/gaji, sewa, bunga, laba.
2) Memebelanjakan penghasilan di pasar barang dan jasa
3) Membayar pajak kepada pemerintah
4) Sebagai peminta barang impor dari Masyarakat Luar Negeri

2. Rumah Tangga Produksi


Rumah Tangga Produksi merupakan pelaku ekonomi yang mengusahakan,
menyediakan, menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Rumah tangga produksi disebut juga rumah tangga perusahaan. Pelaku ekonomi
kelompok ini terdiri dari Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta dan
Koperasi.

Berdasarkan kepemilikannya badan usaha dibedakan menjadi :


a. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh swasta.

b. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


Adalah badan usaha yang modalnya berasal dari kekayaan Negara yang
disisihkan.
Berdasarkan UU No. 9 tahun 1969 BUMN dibagi menjadi 3 macam:
1) Perusahaan Jawatan (Perjan)
2) Perusahaan Negara Umum (Perum)
3) Perusahaan Negara Perseroan (Perseroan Terbatas)

c. Badan Usaha Campuran


Adalah badan usaha yang modalnya merupakan patungan antara pemerintah dan
pihak swasta, bisaanya dengan komposisi modal 51% dari pemerintah dan
sisanya dari swasta.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


13

d. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)


Adalah badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah daerah Propinsi ataupun
pemerintah daerah Kota dan kabupaten dengan tujuan memenuhi kebutuhan
masyarakat daerah setempat serta sebagai sumber pendapatan daerah yang
bersangkutan untuk membiayai pembangunan daerahnya.

Berdasarkan bentuk hukumnya, badan usaha dibedakan menjadi :


a. Badan Usaha Perseorangan
Adalah badan usaha yang modal, pengelolaan dan tanggung jawabnya dipikul
oleh pemiliknya secara perseorangan.

b. Persekutuan Firma (Fa)


Adalah perusahaan yang merupakan gabungan dari beberapa pemilik modal yang
secara bersama-sama mendirikan perusahaan dengan satu nama dimana setiap
anggota bertanggung jawab penuh atas semua hutang perusahaan.

c. Persekutuan Komanditer (CV)


Adalah suatu bentuk kerja sama antara dua orang atau lebih untuk menjalankan
usaha. Anggota CV terdiri dari dua macam :
1) Anggota Aktif, yaitu anggota yang menyetor modal dan ikut menjalankan
perusahaan.
2) Anggota Pasif, yaitu anggota yang menyetor modal tapi tidak ikut menjalankan
perusahaan.

d. Perseroan Terbatas (PT)


Adalah perseroan yang didirikan oleh beberapa orang yang menanamkan
modalnya dalam bentuk saham. Keuntungan dari pemilikan saham disebut
Deviden dan dibagikan setiap akhir tahun pada saat Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS).

e. Koperasi
Adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum
dengan kegiatan usaha berlandaskan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan
ekonomi yang berdasar atas kekeluargaan.

f. Yayasan
Yayasan merupakan salah satu kegiatan sekelompok manusia yang bertujuan
meningkatkan kesejahteraan anggota dan tidak semata-mata mencari keuntugan.
Yayasan ada dua macam, yaitu :
a. Yayasan pemerintah, yang kegiatannya dibiayai oleh pemerintah.
b. Yayasan swasta, yang kegiatannya dibiayai oleh swasta dan sebagaian oleh
pemerintah.

3. Rumah Tangga Pemerintah


Di dalam kegiatan ekonomi, pemerintah mempunyai peran sebagai pengatur dan
pengawas agar kegiatan ekonomi berjalan lancar dan tertib baik dalam penyediaan
bahan baku, keamanan, pendidikan, pelatihan, tenaga kerja maupun fasilitas umum
selaku penunjang kelancara kegiatan ekonomi.

Jadi peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut :


1) Menyediakan prasarana produksi.
2) Menarik pajak langsung maupun tak langsung.
3) Mengatur perekonomian lewat pengawasan dan pengaturan dengan mengeluarkan
berbagai kebijakan di bidang ekonomi.
4) Mendirikan berbagai perusahaan negara sebagai penstabil kegiatan perekonomian.

4. Masyarakat Luar Negeri


Pemenuhan kebutuhan suatu negara tidak bisa hanya dipenuhi di dalam negeri
sendiri, melainkan memerlukan bantuan dari negara lain. Oleh karena itu, dalam
kegiatan ekonomi suatu negara pasti melibatkan kegiatan ekonomi negara lainnya.
Masyarakat luar negeri berperan sebagai penyerap faktor produksi dari rumah tangga

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


14

konsumsi, rumah tangga produksi maupun pemerintah, dan juga berperan sebagai
pengimpor barang hasil produksi dalam negeri.

Skema Hubungan Antar Pelaku ekonomi

Barang/jasa Barang/jasa
Masyarakat Luar Negeri

Barang/
Devisa
jasa

Rumah Tangga
Pemerintah
Rumah Pajak Pajak Rumah
Tangga Tangga
Konsumsi Barang dan jasa Konsumsi

Pengeluaran uang, barang dan jasa

Pembayaran atas jasa faktor produksi, upah, gaji,


sewa tanah dan bunga keuntungan

Pengeluaran untuk konsumsi jasa, tenaga, tanah dan


mobil

Tabungan Investasi

D. Koperasi
Koperasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperation. Co artinya bersama dan
operation artinya bekerja. Sehingga cooperation berarti bekerja bersama atau usaha
bersama.
Menurut UU No.25 tahun 1992 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang
seorang atau badan hukum koperasi dengan kegiatan usaha berlandaskan prinsip koperasi,
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Ciri-ciri koperasi Indonesia :


1. Koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang, bukan kumpulan modal.
2. Koperasi Indonesia bekerja sama, bergotong royong berdasarkan persamaan
derajat, hak dan kewajiban.
3. Segala kegiatan koperasi didasarkan atas kesadaran para anggotanya.
4. Tujuan koperasi benar-benar untuk kepentingan anggotanya.

Adapun ketentuan-ketentuan pokok koperasi Indonesia adalah sebagai berikut :


1. Landasan Koperasi Indonesia:
a. Landasan Idiil yaitu Pancasila
b. Landasan Struktural, UUD 1945
c. Landasan Mental, setia kawan dan kesadaran pribadi
d. Landasan Operasional, UU No. 25 Tahun 1992 tentang Pokok-pokok
Perkoperasian

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


15

2. Asas Koperasi Indonesia


a. Asas kekeluargaan
b. Asas gotong royong

3. Prinsip Koperesi Indonesia Menurut UU No. 25 tahun 1992 :


a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
c. Pembagian sisa hasil usaha sebanding dengan besar jasa usaha masing-
masing anggota
d. Pemberian balas jasa terbatas atas modal
e. Kemandirian

Dua Prinsip Pengembangan Koperasi yaitu Pendidikan Perkoperasian dan Kerja sama
antar koperasi

4. Perangkat Organisasi Koperasi


a. Pemegang kekuasaan tertinggi pada koperasi adalah rapat anggota
b. Pengurus koperasi
c. Pengawas koperasi

5. Sumber permodalan koperasi


a. Modal sendiri, terdiri dari :
1) simpanan pokok
2) simpanan wajib
3) simpanan sukarela
4) dana cadangan
5) hibah

b. Modal pinjaman, terdiri dari :


1) anggota sendiri
2) koperasi lain atau anggota koperasi lain
3) bank atau lembaga keuangan lainnya
4) penerbitan obligasi atau surat utang lainnya
5) sumber lain yang sah
6. Sisa hasil Usaha (SHU)
Sisa hasil usaha pada koperasi merupakan penghasilan yang diperoleh dalam satu
tahun buku setelah dikurangi biaya-biaya dan kewajiban lainnya.

7. Pembubaran Koperasi
Koperasi dapat dibubarkan oleh anggota maupun pemerintah apabila :
a. Melanggar ketentuan-ketentuan perkoperasian
b. Bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan
c. Tidak bisa diharapkan lagi kelangsungan hidupnya

8. Jenis-jenis Koperasi di Indonesia :


a. Berdasarkan sifat usahanya :
1) Koperasi Konsumsi
2) Koperasi Produksi
3) Koperasi Kredit
4) Koperasi Serba Usaha

b. Berdasarkan tingkatannya :
1) Kopersai Primer
2) Koperasi Pusat
3) Koperasi Gabungan
4) Koperasi Induk

c. Berdasarkan keluasan usahanya :


1) Koperasi Tunggal usaha
2) Koperasi Serba Usaha

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


16

Tugas Kelompok :

1. Diskusikan dengan teman-temanmu tentang kelebihan dan kelemahan


berbagai bentuk badan usaha !
2. Buatlah daftar susunan kepengurusan koperasi yang ada di sekitar tempat
tinggal kalian dan diskusikan !

Rangkuman :

Sistem ekonomi adalah suatu tatanan atau pola pengaturan hubungan berbagai rumah
tangga (pelaku ekonomi) dalam upaya memenuhi segala kebutuhan hidup manusia.
Secara garis besarnya sistem ekonomi yang ada di dunia terdiri dari :
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi Pasar
Sistem Ekonomi Terpusat / Komando
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, disebut juga sistem Demokrasi ekonomi atau
sistem Ekonomi Kerakyatan. Landasan sistem demokrasi ekonomi Pancasila
Rumah Tangga Konsumsi diartikan sebagai suatu kesatuan keluarga yang terdiri suami
istri dan anggota keluarga lainnya yang setiap hari melakukan kegiatan guna
terpenuhinya kebutuhan keluarga sehari-hari.
Rumah Tangga Produksi merupakan pelaku ekonomi yang mengusahakan,
menyediakan, menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat
Rumah Tangga pemerintah mempunyai peran sebagai pengatur dan pengawas agar
kegiatan ekonomi berjalan lancar dan tertib.
Masyarakat luar negeri berperan sebagai penyerap faktor produksi dari rumah tangga
konsumsi, rumah tangga produksi maupun pemerintah, dan juga berperan sebagai
pengekspor barang hasil produksi dalam negeri.
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum
koperasi dengan kegiatan usaha berlandaskan prinsip koperasi, sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


17

Glosarium

Barter adalah sistem pertukaran barang dengan barang


Sosialisme adalah ajaran atau suatu paham kenegaraan yang berusaha
supaya harta benda, industri dan perusahaan menjadi milik negara
Etatisme adalah suatu paham yang menekankan dominasi negara dalam
perekonomian
Demokrasi Ekonomi adalah suatu paham yang menyerahkan kegiatan
ekonomi pada kedaulatan rakyat
Cooperation adalah bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih
Free Fight Liberalisme adalah suatu paham yang membolehkan terjadinya
persaingan usaha sebebas-bebasnya

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


18

Evaluasi Bab 2

A. Pilihan Ganda
1. Sistem ekonomi yang pola berpikirnya dalam pengelolaan masih sangat terbatas disebut
sistem ekonomi .
a. pasar c. tradisional
b. komando d .campuran

2. Dalam sistem ekonomi komando, tingkat harga ditentukan oleh .


a. pemerintah
b. produsen
c. masyarakat
d. kekuatan permintaan dan penawaran

3. Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh kepada maysarakat untuk mencari
keuntungan sebesar-besarnya adalah sistem ekonomi .
a. etatisme c. liberalisme
b. sosialisme d. demokrasi ekonomi

4. Sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia yaitu sistem ekonomi .


a. tradisional c. liberalisme
b. sosialisme d. demokrasi ekonomi

5. Pelaku ekonomi yang menawarkan faktor produksi adalah .


a. perusahaan
b. pemerintah
c. masyarakat luar negeri dan rumah tangga konsumsi
d. masyarakat luar negeri dan perusahaan

6. Dalam kegiatan ekonomi peranan perusahaan lebih dominan dalam kegiatan .


a. konsumsi dan distribusi c. investasi dan konsumsi
b. produksi dan distribusi d. konsumsi dan produksi

7. Pelaku kegiatan ekonomi yang paling dominan dalam menjaga stabilitas kegiatan ekonomi
adalah .
a. pemerintah c. masyarakat luar negeri
b. perusahaan d. rumah tangga

8. Tiga sektor ekonomi yang menjadi kekuatan ekonomi nasional adalah .


a. Koperasi, BUMS dan Perusahaan Asing
b. BUMS, BUMN dan Perusahaan Asing
c. BUMN, BUMS dan Koperasi
d. BUMN, Koperasi dan Perusahaan Negara

9. Pendirian dan pembubaran koperasi ditentukan oleh Rapat Anggota Koperasi, artinya
Rapat Anggota merupakan .
a. kekuasaan absolute c. kekuasaan tidak terbatas
b. kekuasaan mutlak d.kekuasaan tertinggi

10. Koperasi yang kegiatan usahanya menghasilkan barang dan jasa disebut koperasi .
a. konsumsi
b. produksi
c. kredit
d. serba usaha

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


19

B. Uraian

1. Sebutkan ciri-ciri sistem ekonomi terpusat/komando


2. Sebutkan empat pelaku ekonomi di suatu negara !
3. Sebutkan peran dari Rumah Tangga Konsumsi dalam kegiatan perekonomian !
4. Apa yang dimaksud dengan persekutuan Firma (Fa)
5. Sebutkan definisi koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


20

BAB 3
BENTUK-BENTUK PASAR

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai bab ini, kamu mempu mendeskripsikan bentuk-bentuk pasar dalam
kegiatan ekonomi masyarakat.

Manfaat Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, kamu akan mendapatkan wawasan tentang bentuk, jenis dan
struktur pasar yang ada di masyarakat.

Kata Kunci
Pasar, pasar konkret, abstrak, monopoli,oligopoly,monopsoni dan monopolistik.

Peta Konsep

Bentuk-
bentuk Pasar

Pengertian Jenis-jenis Struktur


Pasar Pasar Pasar

Apa yang ada dalam pikiran kamu jika mendengar kata pasar ?
Ya, pasti dalam pikiran kamu akan terbayang sekumpulan orang yang teridiri dari para
penjual dan pembeli sedang melakukan transaksi jual beli berbagai macam barang
kebutuhan.
Apakah pengertian pasar menurut ilmu ekonomi ?
Dalam bab ini kamu akan mempelajari tentang pengertian pasar, jenis-jenis pasar
serta struktur pasar. Untuk itu mari kita pelajari bab berikut ini.

A. Pengertian Pasar
Pengertian pasar dalam ilmu ekonomi lebih luas dibandingkan dengan pengertian
pasar sehari-hari yang menyebutkan pasar sebagai tempat barang dan jasa diperjual belikan.
Apalagi dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju tidak
selalu mengharuskan penjual dan pembeli bertemu secara langsung. Transaksi jual beli dapat
dilakukan dengan menggunakan sarana atau peralatan komunikasi seperti telepon, internet
dan media massa lainnya.
Oleh karena itu pasar diartikan sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual
dengan berhubungan langsung atau tidak langsung untuk melaksanakan tukar menukar.

B. Jenis-jenis Pasar
Pasar dapat dibagi ke dalam beberapa golongan, yaitu sebagai berikut :
1. Pasar berdasarkan wujudnya, dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Pasar Konkret (pasar nyata)
- penjual dan pembeli bertemu secara langsung.
- barang yang dijual berada di tempat.
Contohnya pasar tradisional dan swalayan.

b) Pasar abstrak (pasar tidak nyata)


- penjual dan pembeli tidak bertemu.
- barang yang dijual hanya contoh/ sample saja.
Contohnya pasar internasional, pasar barang impor dan bursa efek.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


21

2. Berdasarkan waktu terjadinya, dibedakan menjadi lima, yaitu:


a) Pasar harian, diselenggarakan setiap hari.
b) Pasar mingguan, diselenggarakan setiap minggu.
c) Pasar bulanan, diselenggarakan setiap bulan.
d) Pasar tahunan, diselenggarakan setiap tahun.
e) Pasar temporer, diselenggarakan sewaktu-waktu

3. Berdasarkan jangkauannya, dibedakan menjadi tiga, yaitu:


a) Pasar lokal, mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu daerah atau
wilayah tertentu saja.
b) Pasar nasional, mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai wilayah atau
daerah tertentu dalam satu negara.
c) Pasar Internasional, mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara.

4. Berdasarkan hubungannya dengan proses produksi, dibedakan menjadi dua, yaitu :


a) Pasar out put (pasar produk), menjual barang yang sudah jadi.
Contohnya pasar sepatu, pasar pakaian.
b) Pasar in put (pasar faktor produksi), menjual faktor-faktor produksi.
Contohnya pasar tenaga kerja, pasar modal.

C. Struktur Pasar
Apabila kalian perhatikan jumlah penjual dan pembeli di suatu pasar dengan jumlah
penjual dan pembeli di pasar yang lain akan terlihat perbedaannya. Di mana perbedaan
jumlah penjual dan pembeli di suatu pasar akan membentuk struktur pasar. Struktur pasar
akan mempengaruhi perilaku pejual dan pembeli terhadap perubahan harga barang dan jasa
yang ada di pasar tersebut.
Di lihat dari strukturnya, pasar dibedakan atas pasar persaingan sempurna (perfect
market competition) dan pasar persaingan tidak sempurna (imperfect market competition).

1. Pasar Persaingan Sempurna.


Suatu pasar dikatakan pasar persaingan sempurna jika memenuhi 4 syarat berikut ini:
- jumlah penjual dan pembeli banyak
- barang yang dijual homogen
- produsen dan konsumen bebas keluar masuk pasar
- informasi pasar bersifat sempurna
- pembentukan harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna


Pasar persaingan tidak sempurna terjadi jika salah satu atau beberapa syarat pasar
persaingan sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna dibagi lagi
menjadi beberapa kelompok, yaitu :
a) Pasar monopoli, yaitu pasar yang dikuasai oleh seorang penjual.
Conoth: Listri hanya PLN yang berhak menjualnya kepada masyarakat.
b) Pasar oligopoli, yaitu pasar yang dikuasai oleh beberapa perusahaan/ penjual
yang memproduksi barang sejenis.
c) Pasar monopsoni, yaitu pasar yang hanya terdiri dari satu orang pembeli
sedangkan penjualnya banyak.
d) Pasar persaingan monopolistik, yaitu pasar yang berada diantara pasar
persaingan dan pasar monopoli.

Tugas Individu :

1. Sebutkan macam-macam pasar yang kamu ketahui !


2. Jelaskan bagaimana urutan perjalanan komoditas sayuran dari petani
hingga sampai ke tangan konsumen !

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


22

Rangkuman :

Pasar diartikan sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual dengan berhubungan
langsung atau tidak langsung untuk melaksanakan tukar menukar.
Pasar dapat dibagi ke dalam beberapa golongan, yaitu sebagai berikut :
1. Pasar berdasarkan wujudnya, dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Pasar Konkret (pasar nyata)
b) Pasar abstrak (pasar tidak nyata)
2. Berdasarkan waktu terjadinya, dibedakan menjadi lima, yaitu:
a) Pasar harian.
b) Pasar mingguan.
c) Pasar bulanan.
d) Pasar tahunan,
e) Pasar temporer,
3. Berdasarkan jangkauannya, dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a) Pasar lokal.
b) Pasar nasional.
c) Pasar Internasional.
4. Berdasarkan hubungannya dengan proses produksi, dibedakan menjadi dua, yaitu
:
a) Pasar out put (pasar produk).
b) Pasar in put (pasar faktor produksi).
Berdasarkan strukturnya, pasar dibedakan menjadi :
1. Pasar Persaingan Sempurna.
2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
a) Pasar monopoli.
b) Pasar oligopoli.
c) Pasar monopsoni.
d) Pasar persaingan monopolistik.

Glosarium

Internet adalah suatu teknologi informasi dengan menggunakan media


komputer yang memungkinkan terjadinya transfer informasi tanpa terbatas
ruang dan waktu
Pasar abstrak adalah pasar dimana penjual dan pembeli serta barang/jasa
yang dijual tidak berada pada tempat yang sama (tidak bertemu secara
langsung)
Pasar konkret adalah pasar dimana penjual dan pembeli serta barang/jasa
yang dijual berada pada tempat yang sama (bertemu secara langsung))
Homogen adalah serba sama atau sejenis
Perfect market competition adalah pasar dimana para pelakunya
melakukan persaingan secara sempurna
Imperfect market competition adalah pasar dimana para pelakunya tidak
melakukan persaingan secara sempurna
Pasar in put adalah pasar yang menjual faktor-faktor produksi
Pasar out put adalah pasar yang menjual barang/jasa yang siap untuk
dikonsumsi

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


23

Evaluasi Bab 3
A. Pilihan Ganda

1. Tempat bertemunya pembeli dan penjual dengan berhubungan langsung atau tidak
langsung untuk melaksanakan tukar menukar disebut .
a. pabrik c. pasar
b. industri d. agen

2. Yang bukan fungsi pasar adalah .


a. sarana distribusi c. sarana pembentuk harga
b. sarana rekreasi d. sarana promosi

3. Menurut wujudnya pasar terbagi atas .


a. pasar desa dan pasar kota
b. pasar nasional dan pasar internasional
c. pasar konkret dan pasar abstrak
d. pasar persaingan sempurna dan tidak sempurna

4. Jakarta Fair dan Pameran Pembangunan tergolong ke dalam .


a. pasar tahunan c. pasar mingguan
b. pasar bulanan d. pasar harian

5. Supermarket termasuk ke dalam jenis pasar .


a. pasar tahunan c. pasar mingguan
b. pasar bulanan d. pasar harian

6. Persetujuan jual beli dinamakan.


a. monopoli c. transaksi
b. saham d. komisi

7. Pasar yang memperjual belikan barang-barang kebutuhan sehari-hari disebut .


a. pasar abstrak c. pasar produksi
b. pasar konsumsi d. pasar monopoli

8. Bursa efek merupakan contoh dari .


a. pasar abstrak c. pasar konsumsi
b. pasar konkret d. pasar produksi

9. Pasar yang hanya terdiri dari seorang pembeli sementara penjualnya banyak disebut pasar
a. monopoli c. monopsoni
b. oligopoly d. monopolistic

10. Pasar beras, pasar ikan, pasar buah merupakan contoh dari .
a. pasar uang
b. pasar modal
c. pasar barang
d. pasar tenaga

B. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Pasar merupakan tempat bertemunya .. dan ..


2. Pasar Konkret adalah
3. Sebutkan conti\oh dari pasar in put (pasar faktor produksi) !
4. Sebutkan penggolongan pasar menurut luas jangkauannya !
5. Apa yang dimaksud dengan pasar oligopoly ?

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


24

SOAL-SOAL UJIAN SEMESTER GANJIL

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d di depan jawaban paling benar !

1. Suatu keadaan dimana sumber daya terbatas dan kebutuhan tidak terbatas dalam ekonomi
disebut .
a. kebutuhan c. kemakmuran
b. kelangkaan d. kepuasan

2. Kebutuhan yang harus dipenuhi jika manusia ingin tetap hidup disebut kebutuhan .
a. sekarang c. individu
b. primer d. sekunder

3. Obat bagi orang sakit merupakan contoh dari kebutuhan.


a. primer c. sekarang
b. sekunder d. individu

4. Barang yang untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan disebut .


a. barang bebas c. barang konsumsi
b. barang ekonomi d. barang substitusi

5. Kompor dan minyak tanah, balpen dan tinta termasuk barang .


a. komplementer c. ekonomi
b. substitusi d. superior

6. Barang-barang yang bermutu rendah disebut barang.


a. inferior c. substitusi
b. ekonomi d. superior

7. Dalam sistem ekonomi komando, tingkat harga ditentukan oleh .


a. pemerintah
b. produsen
c. masyarakat
d. kekuatan permintaan dan penawaran

8. Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh kepada maysarakat untuk mencari
keuntungan sebesar-besarnya adalah sistem ekonomi .
a. etatisme c. liberalisme
b. sosialisme d. demokrasi ekonomi

9. Sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia yaitu sistem ekonomi .


a. tradisional c. liberalisme
b. sosialisme d. demokrasi ekonomi

10. Dalam kegiatan ekonomi peranan perusahaan lebih dominan dalam kegiatan .
a. konsumsi dan distribusi c. investasi dan konsumsi
b. produksi dan distribusi d. konsumsi dan produksi

11. Pelaku kegiatan ekonomi yang paling dominan dalam menjaga stabilitas kegiatan ekonomi
adalah .
a. pemerintah c. masyarakat luar negeri
b. perusahaan d. rumah tangga

12. Tiga sektor ekonomi yang menjadi kekuatan ekonomi nasional adalah .
a. Koperasi, BUMS dan Perusahaan Asing
b. BUMS, BUMN dan Perusahaan Asing
c. BUMN, BUMS dan Koperasi
d. BUMN, Koperasi dan Perusahaan Negara

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


25

13. Pendirian dan pembubaran koperasi ditentukan oleh Rapat Anggota Koperasi, artinya
Rapat Anggota merupakan .

a. kekuasaan absolute c. kekuasaan tidak terbatas


b. kekuasaan mutlak d. kekuasaan tertinggi

14. Koperasi yang kegiatan usahanya memberikan layanan simpan pinjam disebut koperasi...
a. konsumsi c. kredit
b. produksi d. serba usaha

15. Tempat bertemunya pembeli dan penjual dengan berhubungan langsung atau tidak
langsung untuk melaksanakan tukar menukar disebut .
a. pabrik c. pasar
b. industri d. agen

16. Menurut wujudnya pasar terbagi atas .


a. pasar desa dan pasar kota
b. pasar nasional dan pasar internasional
c. pasar konkret dan pasar abstrak
d. pasar persaingan sempurna dan tidak sempurna

17. Pasar Ramadhan tergolong ke dalam .


a. pasar tahunan c. pasar mingguan
b. pasar bulanan d. pasar harian

18. Supermarket termasuk ke dalam jenis pasar .


a. pasar tahunan c. pasar mingguan
b. pasar bulanan d. pasar harian

19. Pasar yang memperjual belikan sumber daya disebut .


a. pasar abstrak c. pasar produksi
b. pasar konsumsi d. pasar monopoli

20. Pasar yang hanya terdiri dari seorang pembeli sementara penjualnya banyak disebut
pasar .
a. monopoli
b. oligopoly
c. monopsoni
d. monopolistik

.
B. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Apa yang dimaksud dengan kelangkaan !


2. Sebutkan macam-macam kebutuhan menurut intensitasnya?
3. Apa yang dimaksud dengan barang komplementer ? Berikan contohnya !
4. Sebutkan ciri-ciri sistem ekonomi pasar !
5. Apa yang dimaksud dengan persekutuan comanditer (CV)
6. Sebutkan definisi koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992
7. Sebutkan pengertian pasar menurut ilmu ekonomi !
8. Pasar Abstrakt adalah
9. Sebutkan penggolongan pasar menurut luas jangkauannya !
10. Apa yang dimaksud dengan pasar monopoli ?

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


26

BAB 4
KETENAGAKERJAAN

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan perekonomian Indonesia.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai bab ini, kamu mempu mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja
sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peranan pemerintah dalam upaya
penanggulangannya.

Manfaat Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, kamu akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana
peranan pemerintah dalam mengatasi permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja
sebagai sumber daya dalam kegiatan perekonomian.

Kata Kunci
Angkatan kerja, tenaga kerja , pengangguran.

Peta Konsep

Ketenagakerjaan

Angkatan Kerja Permasalahan Peranan


Pengangguran
dan Tenaga Kerja Tenaga Kerja Pemerintah

Manusia harus bekerja untuk mempertahankan hidupnya. Dengan bekerja, seseorang


akan memperoleh uang untuk membuayai kebutuhan hidupnya bersama keluarganya.
Dalam kegiatan produksi, tenaga manusia merupakan salah satu faktor produksi yang
sangat penting dan menentukan jalannya kegiatan produksi. Namun tidak jarang
permasalahan tenaga kerja muncul sehingga mengganggu kegiatan produksi.
Masalah ketenagakerjaan ini merupakan masalah yang dihadapi baik oleh negara
maju maupun negara berkembang. Bagaimana permasalahan tenaga kerja serta
penanggulangan yang dapat dilakukan oleh pemerintah? Mari kita pelajari bab berikut ini.

A. Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja


Salah satu masalah dalam ketenagakerjaan adalah kesempatan kerja. Apa yang
dimaksud dengan kesempatan kerja ?
Kesempatan kerja (demand for labor) diartikan sebagai suatu keadaan yang
menggambarkan ketersediaan pekerjaan (lapangan kerja) untuk diisi oleh para pencari kerja.
Di Indonesia masalah kesempatan kerja dijamin di dalam UUD 1945 pasal 27 ayat (2)
yang berbunyi : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak. Sehingga pemerintah bertanggung jawab atas tersedianya kesempatan kerja serta
pemberdayaan terhadap tenaga kerja.

1. Angkatan Kerja
Angkatan kerja diartikan sebagai penduduk pria dan wanita yang berusia 15 64
tahun yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan. Penduduk usia 15 64 tahun ini sering
juga disebut penduduk usia produktif, sementara penduduk yang berusia di bawah 15 tahun
dan di atas 64 tahun disebut penduduk usia non produktif.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


27

Di Indonesia jumlah penduduk usia produktif mencapai sekitar 40% dari total jumlah
penduduk. Untuk lebih jelasnya tentang hubungan antara jumlah penduduk dengan tenaga
kerja serta angkatan kerja dapat dilihat pada bagan berikut ini :

Jumlah total penduduk

Usia non produktif Usia Produktif


0-14 dan di atas 64 thn 15 64 thn

Angkatan kerja Bukan angkatan kerja

Bekerka Mencari kerja

Penuh Tidak penuh

Angkatan kerja dibagi lagi menjadi tiga kelompok, yaitu :


a) Bekerja Penuh (Full Employment)
Adalah angkatan kerja yang sudah bekerja dan minimal memenuhi syarat-syarat sebagai
pekerja penuh, yaitu :
- minimal bekerja 40 jam seminggu.
- memiliki upah yang sesuai dengan upah minimum regional (UMR).
- bekerja sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan.

b) Setengah Pengangguran (Underemployment)


Adalah angkatan kerja yang sudah bekerja tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai pekerja
penuh.

c) Pengangguran (Unemployment)
Adalah angkatan kerja yang sama sekali tidak bekerja atau seseorang yang tergolong
angkatan kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan tapi belum memperolehnya.

2. Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah orang yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika ada
permintaan kerja. Ada juga yang mengartikan tenaga kerja adalah orang yang bekerja pada
suatu perusahaan atau sesuatu yang membuat barang atau jasa.

Tenaga kerja dikelompokkan menjadi :


a) Tenaga kerja terdidik.
Adalah tenaga kerja yang keahlian dan keterampilan kerjanya diperoleh melalui
pendidikan formal dalam jangka waktu yang cukup lama.
Contoh : guru, dokter, insinyur dan sebagainya

b) Tenaga kerja terlatih


Adalah tenaga kerja yang keahlian dan keterampilan kerjanya diperoleh melalui
pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan.
Contoh : supir, tukang cukur, tukang bengkel dan sebagainya

c) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.


Adalah tenaga kerja yang keahlian dan keterampilan kerjanya diperoleh tidak melalui jalur
pendidikan baik formal maupun non formal.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


28

B. Permasalahan Tenaga Kerja


Secara garis besar permasalahan tenaga kerja di Indonesia terbagi ke dalam 3
kelompok, yaitu :
a. Masalah Internal Perusahaan, meliputi :
1) Masalah upah minimum, dimana perusahaan memberikan upah yang kecil karena
ingin memperoleh laba yang besar.
2) Masalah uang pesangaon, dimana perusahaan enggan membayarkan uang
pesangon kepada karyawannya yang kena PHK.
3) Masalah asuransi, dimana ada perusahaan yang enggan memasukkan
karyawannya pada program perlindungan Jamsostek.
4) Masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
5) Masalah kualitas tenaga kerja, dimana perusahaan enggan mengikut sertakan
karyawannya pada program peningkatan keterampilan dan keahlian tenaga kerja.

b. Masalah Eksternal Perusahaan, meliputi :


1) Kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan perusahaan.
2) Seringnya karyawan ikut demonstrasi dan pemogokan.

c. Masalah Peranan Pemerintah, meliputi :


1) Pemerintah kurang menyediakan lapangan kerja.
2) Pemerintah terlalu memanjakan pemilik perusahaan besar dan konglomerat.
3) Pemerintah kurang menyediakan lembaga-lembaga yang dapat meningkatkan
keterampilan tenaga kerja seperti lembaga-lembaga kursus dan pusat pelatihan.

C. Pengangguran
Jumlah penduduk yang besar pada dasarnya merupakan potensi yang sangat
berharga ditinjau dari segi tenaga kerja karena dapat menghasilkan angkatan kerja yang
besar apabila dapat didayagunakan secara tepat. Namun dalam kenyataannya jumlah
penduduk yang besar tidak selalu berhasil diberdayakan untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat.
Pada keadaan ideal, seharusnya besarnya kesempatan kerja sebanding dengan
pertambahan angkatan kerja sehingga semua angkatan kerja bisa terserap dan memperoleh
pekerjaan. Namun hal itu sulit terlaksana, karena pertambahan kesempatan kerja sangat kecil
sehingga tidak semua angkatan kerja memperoleh pekerjaan sehingga menimbulkan
pengangguran.
Pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang sama sekali tidak bekerja atau
seseorang yang tergolong angkatan kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan tapi belum
memperolehnya.

Macam-macam pengangguran :.
a. Berdasarkan penyebabnya, digolongkan menjadi tiga golongan, yitu :
1) Pengangguran Konjungtural (Cycle Unemployment)
Yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang naik turunnya
kehidupan perekonomian. Contohnya pada saat krisis ekonomi pada tahun 1997
yang menyebabkan banyaknya perusahaan yang bangkrut terjadinya PHK besar-
besaran.

2) Pengangguran Struktural
Yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur perekonomian.
Contohnya perubahan dari negara agraris menjadi negara industri akan menyebabkan
tenaga manusia tidak terpakai dan lebih banyak menggunakan mesin-mesin.

3) Pengangguran Normal/Friksional
Yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh adanya pencari kerja yang ingin
memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

b. Berdasarkan ada tidaknya pekerjaan yang dimiliki tenaga kerja, digolongkan menjadi tiga
golongan, yaitu ;
1) Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment)
Yaitu tenaga kerja yang bekerja tidak optimal karena alasan tertentu, misalnya
pekerjaannya tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


29

2) Setengah Menganggur (Under Unemployment)


Yaitu tenaga kerja yang bekerja tidak optimal karena tidak adanya lapangan kerja atau
pekerjaan.

3) Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)


Yaitu tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak punya pekerjaan.

Pengangguran yang terjadi di suatu negara dapat berdampak negatif terhadap


kehidupan manusia secara individu maupun terhadap perekonomian suatu negara,
diantaranya :
a) Menghambat pertumbuhan ekonomi.
b) Menghambat pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak.
c) Menghambat pencapaian tingkat kemakmuran masyarakat karena pendapatan riil
masyarakat lebih rendah dari pendapatan potensial yang seharusnya.
d) Menghilangkan mata pencaharian dan pendapatan.
e) Menghilangkan keterampilan.
f) Menimbulkan ketidak setabilan sosial dan politik.

D. Peranan Pemerintah
Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai pengatur kegiatan ekonomi negara,
pemerintah memiliki kewajiban untuk memecahkan permasalahan yang timbul di bidang
ketenaga kerjaan secara arif dan bijaksana tanpa merugikan pihak perusahaan maupun
tenaga kerja. Untuk itu pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengatur hubungan antara tenaga kerja
dan perusahaan seperti penetapan upah minimum, lamanya jam kerja, asuransi kerja dan
peraturan lainnya.
Sementara untuk mengatasi masalah pengangguran, pemecahannya dilakukan
dengan cara :
1. Mengembangkan industri padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dalam
jumlah banyak.
2. Melaksanakan proyek pekerjaan umum.
3. Pendayagunaan angkatan kerja melalui penyebaran dan pemerataan tenaga kerja.
4. Pengembangan usaha menengah, kecil dan mikro.
5. Pembinaan angkatan kerja usia muda melalui program pelatihan kerja dan magang.

Tugas Individu :

1. Jelaskan bagaimana pengaruh wajib belajar terhadap pertambahan jumlah


angkatan kerja.
2. Bagaimana cara untuk mengatasi permasalahan pekerja anak di bawah umur ?

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


30

Rangkuman :

Angkatan kerja adalah penduduk pria dan wanita yang berusia 15 64 tahun yang
sedang bekerja atau mencari pekerjaan.

Angkatan kerja dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :


a) Bekerja Penuh (Full Employment)
b) Setengah Pengangguran (Underemployment)
c) Pengangguran (Unemployment)

Tenaga kerja adalah orang yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika ada
permintaan kerja.

Tenaga kerja dikelompokkan menjadi :


a) Tenaga kerja terdidik.
b) Tenaga kerja terlatih.
c) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.

Permasalahan tenaga kerja di Indonesia terbagi ke dalam 3 kelompok, yaitu :


a. Masalah Internal Perusahaan.
b. Masalah Eksternal Perusahaan.
c. Masalah Peranan Pemerintah.

Pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang sama sekali tidak bekerja atau
seseorang yang tergolong angkatan kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan tapi belum
memperolehnya.

Macam-macam pengangguran.
a. Berdasarkan penyebabnya, digolongkan menjadi tiga golongan, yitu :
1) Pengangguran Konjungtural (Cycle Unemployment)
2) Pengangguran Struktural
3) Pengangguran Normal/Friksional
b. Berdasarkan ada tidaknya pekerjaan yang dimiliki tenaga kerja, digolongkan
menjadi tiga golongan, yaitu ;
1) Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment)
2) Setengah Menganggur (Under Unemployment)
3) Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)

Glosarium
Demand of labor adalah suatu keadaan tersedianya kesempatan kerja untuk
diisi oleh para pencari kerja
Usia produktif adalah usia dimana manusia dapat melukan kerja produktif
menghasilkan barang dan jasa dalam rangka memnuhi kebutuhannya
Masalah Internal adalah masalah yang timbul dan disebabkan oleh faktor-
faktor di dalam lingkungan sendiri
Masalah eksternal adalah masalah yang timbul dan disebabkan oleh faktor-
faktor yang berasal dari luar lingkungan
Upah minimum adalah upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
pokok
Usaha mikro adalah usaha skala kecil atau skala rumah tangga dengan modal
dan tenaga kerja yang terbatas

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


31

EVALUASI BAB 4

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d di depan jawaban paling benar !

1. Suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari
kerja disebut .
a. lapangan kerja c. tenaga kerja
b. kesempatan kerja d. angkatan kerja

2. Usia kerja berkisar antara.


a. 10 64 tahun c. 14 64 tahun
b. 10 55 tahun d. 14 55 tahun

3. Penduduk yang berdasarkan usia kerja sudah bisa bekerja disebut .


a. tenaga kerja c. angkatan kerja
b. pencari kerja d. kesempatan kerja

4. Di Indonesia jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 40% dari total jumlah penduduk. Juka
jumlah penduduk 200.000.000 orang maka jumlah angkatan kerjanya adalah .
a. 120.000.000 orang c. 80.000.000 orang
b. 100.000.000 orang d. 60.000.000 orang

5. Dokter merupakan tenaga kerja golongan .


a. tenaga kerja terdidik
b. tenaga kerja terlatih
c. tenaga kerja produktif
d. tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih

6. Pengangguran terjadi karena .


a. tingginya tingkat pertambahan penduduk
b. meningkatnya jumlah lulusan sekolah
c. kesempatan kerja lebih besar daripada angkatan kerja
d. angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja

7. Pengangguran terselubung disebut juga .


a. underemployment c. open employment
b. disguised employment d. full employment

8. Adanya resesi dan depresi ekonomi merupakan penyebab terjadinya pengangguran .


a. struktural c. konjungtural
b. friksional d. normal

9. Produktivitas tenaga kerja dapat mempengaruhi .


a. stabilitas nasional c. penghasilan masyarakat
b. kemakmuran bangsa d. pendapatan nasional

10. Lembaga yang didirikan oleh pemerintah sebagai tempat pelatihan keterampilan, motivasi
kerja dan peningkatan kualitas pekerja adalah..
a. Balai Latihan Kerja (BLK)
b. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
c. Bursa Tenaga Kerja (BTK)
d. Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI)

B. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Apa yang dimaksud dengan tenaga kerja ?
2. Jelaskan secara umum sebab-sebab terjadinya pengangguran !
3. Apa yang dimaksud dengan pengangguran struktural ?
4. Sebutkan usaha pemerintah untuk mengurangi pengangguran !
5. Jelaskan perbedaan antara industri padat modal dengan industri padat karya !

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


32

BAB 5
KEUANGAN NEGARA DAN PAJAK

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan perekonomian Indonesia.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai bab ini, kamu mempu mendeskripsikan fungsi pajak dalam
perekonomian nasional.

Manfaat Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, kamu akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana
fungsi pajak sebagai salah satru sumber keuangan negara dalam pembiayaan kegiatan
perekonomian nasional.

Kata Kunci
Keuangan negara, pajak, objek pajak, tarif pajak, subjek pajak. retribusi.

Peta Konsep

Keuangan Negara
dan Pajak

Pungutan Resmi
Keuangan Negara Pajak
Selain Pajak

Di dalam menjalankan roda pemerintahan serta melakukan kegiatan pembangunan


nasional, tentu pemerintah memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dari mana sumber keuangan
yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan tersebut ?
Marilah kita pelajari bab berikut ini.

A. Keuangan Negara
Pembelanjaan negara sama halnya dengan pembelanjaan yang dilakukan oleh
Rumah Tangga Produksi. Perbedaannya hanya terletak pada motif pembelanjaannya dimana
Rumah Tangga Produksi didorong oleh motif ekonomi ( mencari keuntungan semata)
sementara pembelanjaan negara didorong oleh motif sosial (untuk kepentingan umum). Untuk
itu dalam melakukan pembelanjaan negara, dalam hal ini pemerintah harus benar-benar
mengelola keuangannya secra tepat, baik untuk pengeluaran maupun untuk penerimaannya.
Keuangan negara menurut ilmu ekonomi diartikan sebagai bagian dari ilmu ekonomi
yang mempelajari tentang teori penerimaan negara dan pengeluarana negara.
Dalam mengatur perekonomiannya, pemerintah membuat suatu daftar anggaran yang
disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan daftar atau
penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara untuk suatu jangka
waktu tertentu , bisaanya satu tahun.
Tujuan APBN adalah untuk memelihara stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya
defisit anggaran.
Prinsip APBN adalah sebagai berikut:
1. Prinsip anggaran berimbang, artinya sisi penerimaan dan sisi pengeluaran harus
seimbang.
2. Prinsip anggaran dinamis, artinya anggaran harus mampu meningkatkan tabungan
pemerintah sehingga dapat menurunkan ketergantungan terhadap pinjaman luar
negeri.
3. Prinsip anggaran fungsional, artinya pengeluaran dalam APBN harus dilakukan sesuai
dengan fungsinya.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


33

Sementara fungsi APBN adalah sebagai berikut :


1. Fungsi regulator, yaitu APBN sebagai pengatur perekonomian.
2. Fungsi budgeter, yaitu fungsi APBN sebagai sumber pendapatan negara.
3. Fungsi alokatif, yaitu fungsi APBN sebagai sumber pembiayaan pembangunan yang
dialokasikan.

Dari penjelasan di atas, dapat kita lihat bahwa APBN memiliki dua sisi utama yaitu sisi
penerimaan dan sisi pembelanjaan. Apa saja jenis-jenis penerimaan dan pembelanjaan
tersebut, mari kita lihat tabel berikut ini:

Penerimaan Pembelanjaan

A. Pendapatan Negara dan Hibah B. Belanja Negara


I. Penerimaan Dalam Negeri I. Belanja Pemerintahan Pusat
1. Penerimaan Perpajakan 1. Pengeluaran Rutin
a. Penerimaan Pajak a. Belanja Pegawai
i. Pajak Penghasilan b. Belanja Barang
1. Migas c. Pembayaran Bunga Utang
2. Nonmigas i. Utang Dalam Negeri
ii. Pajak Pertambahan Nilai ii. Utang Luar Negeri
iii. Pajak Bumi dan Bangunan d. Subsidi
iv. Biaya Perolehan Hak atas Tanah 1. Subsidi BBM
dan Bangunan 2. Subsidi Non BBM
v. Cukai e. Pengeluaran Rutin Lainnya
vi. Pajak Lainnya 2. Pengeluaran Pembangunan
b. Perdagangan Internasional a. Pembiayaan Rupiah
i. Bea Masuk b. Bantuan Proyek
ii. Pajak/ Pungutan Ekspor II. Dana Perimbangan
2. Penerimaan Bukan Pajak 1. Dana Bagi Hasil
a. Penerimaan SDA 2. Dana Alokasi Umum
i. Minyak Bumi 3. Dana Alokasi Khusus
ii. Gas Alam
iii. Pertambangan Umum
iv. Kehutanan
v. Perikanan
b. Bagian Laba BUMN
c. Penerimaan Negara Bukan Pajak lainnya
II. Hibah

B. Pajak
1. Pengertian Pajak
Pajak adalah iuran wajib rakyat/masyarakat kepada negara berdasarkan undang-undang
yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat balas jasa (kontraprestasi) secara langsung,
yang digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah.

Dari pengertian tersebut, terdapat beberapa unsur penting tentang pajak, yaitu :
- Merupakan iuran wajib yang dikenakan kepada seluruh penduduk
- Diberlakukan sesuai undang-undang
- Tidak mendapat imbalan jasa (kontraprestasi) secara langsung
- Dipergunakan untuk pengeluaran negara/ mengatur perekonomian

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


34

2. Dasar Pemungutan Pajak


Pajak merupakan sumber penerimaan pemerintah dalam rangka menjalankan roda
pembangunan yang berasal dari masyarakat. Dasar hukum yang digunakan pemerintah
dalam memungut pajak dalah sebagai berikut :
a. UUD 1945 pasal 23 ayat(2) yang menyebutkan Segala pajak untuk keperluan negara
harus berdasarkan undang-undang.

b. Undang-undang Perpajakan yang sudah disempurnakan (terbaru) mulai berlaku sejak 1


Januari 2001, yang meliputi :
1) UU No. 16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUTP)
2) UU No. 17 tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan (PPh)
3) UU No. 18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Barang Mewah (PPN dan PPn BM)
4) UU No. 20 tahun 2000 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
5) UU No. 19 tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (PPSP)

3. Fungsi Pajak
Pajak mempunyai fungsi sebagai berikut :
1) Fungsi Budgeter, yaitu pajak sebagai sumber utama kas negara.
2) Fungsi Alokasi, yaitu pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
3) Fungsi Distribusi, yaitu pajak sebagai alat pemerataan pendapatan.
4) Fungsi Regulasi, yaitu pajak sebagai alat pengatur kegiatan ekonomi.
5) Fungsi Moneter, yaitu menciptakan keseimbangan keuangan
6) Fungsi Produksi, yaitu mendorong peningkatan produksi barang dan jasa di
masyarakat
7) Fungsi Konsumsi, yaitu mendorong terciptanmya peningkatan konsumsi
masyarakat
8) Fungsi gotong royong, yaitu mendorong peran serta masyarakat dan pemerintah
dalam membangun negaranya

4. Tujuan Pajak
a. Tujuan Pajak untuk Pemerintah antara lain :
1) penerimaan pemerintah
2) pembiayaan kegiatan pembayaran
3) memperbaiki neraca pembayaran
4) mengatur sirkulasi perekonomian nasional
5) menyeimbangkan keuangan negara

b. Tujuan Pajak untuk masyarakat antara lain :


1) mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga
negara yang baik
2) mendidik msyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa
dan negara
3) mendidik masyarakat agar tidak bertindak konsumtif
4) mendidik masyarakat dalam memilki rasa keadilan, kesamaan dan kepastian
hokum serta kemanfaatan

5. Asas Pemungutan Pajak


Pemungutan pajak harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1) Prinsip Kesamaan (Equality)
Pemungutan pajak harus adil dan disesuaikan dengan kemampuan wajib pajak

2) Prinsip Kepastian (Certainly)


Pemungutan pajak harus jelas, tegas dan pasti sehingga dipahami oleh wajib
pajak.

3) Prinsip Kelayakan (Convenience)


Pemungutan pajak jangan sekali-kali memberatkan wajib pajak.

4) Prinsip Ekonomi (Economy)


Pemungutan pajak harus memperhatikan prinsip ekonomi sehingga biaya
pemungutannya tidak melebihi hasil pemungutan pajak.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


35

6. Unsur-unsur Pajak
Setiap pajak paling tidak ada tiga unsur, yaitu :
1) Subyek pajak, yaitu orang yang wajib membayar pajak kepada negara disebut juga
wajib pajak.
2) Objek pajak, yaitu hal yang dikenakan pajak berupa peristiwa, keadaan, perbuatan
tertentu.
3) Tarif pajak, yaitu ketentuan berapa pajak yang harus dibayar berdasarkan
dasar/objek pajak tersebut.

Penerimaan pajak dapat dihitung berdasarkan rumus :

T= BxR

T = penerimaan pajak
B = objek pajak
R = tarif pajak

7. Jenis-jenis Pajak
Jenis-jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam
beberapa kelompok, yaitu :
a. Menurut Sifatnya, dibagi menjadi:
1) Pajak langsung, yaitu pajak yang harus dibayar sendiri oleh wajib pajak dan tidak
dapat dilimpahkan kepada orang lain. Misalnya Pajak Penghasilan (PPh) dan
Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
2) Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang dipungut dari pihak tertentu tetapi kemudian
dapat dilimpahkan kepada orang lain. Misalnya pajak penjualan, cukai, pajak
penjualan impor.

b. Menurut Instansi yang Memungutnya, dibagi menjadi:


1) Pajak pusat, yaitu pajak yang dipungut langsung oleh pemerintah pusat. Misalnya
PPh dan PPN.
2) Pajak daerah, yaitu pajak yang wewenang pemungutannya oleh pemerintah
daerah tingkat I dan II. Misalnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pajak
tontonan.

c. Menurut Subjek Pajaknya, dibagi menjadi:


1) Pajak perseorangan, yaitu pajak yang dipungut dari perseorangan.
2) Pajak badan, yaitu pajak yang dipungut dari badan hukum, seperti perusahaan.

d. Menurut Asalnya, dibagi menjadi:


1) Pajak luar negeri, yaitu pajak yang dipungut dari orang asing yang mempunyai
penghasil di Indonesia.
2) Pajak dalam negeri, yaitu pajak yang dipungut dari setiap warga negara yang
tinggal di Indonesia.

e. Menurut Objek Pajaknya, dibagi menjadi:


1) Objek pajak kejadian, seperti bea masuk dan bea keluar.
2) Objek pajak perbuatan, seperti PPN dan BBN
3) Objek pajak keadaan, seperti PPh dan PBB
4) Objek pajak pemakaian, sperti bea materai dan cukai

8. Tarif Pajak
Tarif pajak adalah dasar pengenaan besarnya pajak yang dikenakan kepada wajib
pajak, bisaanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Adapun macam-macam tarif pajak
adalah sebagai berikut :
a. Tarif Tunggal, yaitu tarif pajak yang hanya menggunakan satu macam tarif.
1) Tarif tetap, yaitu tarif yang jumlahnya tetap dan tidak bergantung kepada besar
kecilnya objek pajak. Contohnya pajak materai, berapapun nilai transaksi dikenai
tarif materai Rp. 6.000,00
2) Tarif proprsional, yaitu tarif pajak yang menggunakan presentase tetap berapapun
jumlah objek pajak. Contoh tarif PBB yang besarnya sama yaitu 0,5%.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


36

b. Tarif Tidak Tunggal, yaitu tarif pajak yang menggunakan lebih dari satu macam tarif.
1) Tarif progresif, yaitu tarif pajak yang apabila objek pajak semakin tinggi, tarif (%)
pajaknya juga semakin tinggi dan sebaliknya. Contohnya Pajak Penghasilan untuk
Pendapatan Kena Pajak

Pendapatan Tarif (%)

Rp. 0,00 s.d. Rp. 25.000.000,00 10%

Rp. 25.000.000,00 s.d. Rp. 50.000.000,00 15%

Rp. 50.000.000,00 ke atas 30%

2) Tarif regresif, yaitu tarif pajak yang apabila objek pajak semakin tinggi, tarif
pajaknya (%) semakin turun dan sebaliknya.

Nilai Objek Pajak Tarif (%)

Rp. 1.000.000,00 10%

Rp. 2.000.000,00 9%

Rp. 3.000.000,00 8%

C. Pungutan Resmi Selain Pajak


Selain dari pajak, pemerintah memperoleh sumber panerimaan dari pungutan resmi
lainnya (nonpajak) yang dipungut secara berkala. Pada pungutan remsi nonpajak, pemerintah
memberikan imbal jasa (kontraprestasi) secara langsung kapada si pembayar.
Pungutan resmi selain pajak dapat berupa :
1) Retribusi, contohnya retribusi parkir, retribusi hasil hutan, retribusi pasar dan retribusi
sampah.
2) Sumbangan wajib, contohnya Sumbangan Wajib Perbaikan Jalan (SWPJ) dan
Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Raya (SWDKLLJR).

Tugas Kelompok :

1. Diskusikan dengan temanmu bagaimana urutan penyusunan APBN mulai dari


perencanaan sampai dengan pengesahannya.
2. Manfaat apa yang dirasakan oleh masyarakat dari adanya pajak.

Contoh Perhitungan Pada Beberapa Macam Pajak

1. Pajak Penghasilan (PPh) Berdasarkan UU No. 17 tahun 2000 tentang PPh


a. Tarif Pajak
Pendapatan Tarif (%)
Rp. 0,00 s.d. Rp. 25.000.000,00 10%
Rp. 25.000.000,00 s.d. Rp. 50.000.000,00 15%
Rp. 50.000.000,00 ke atas 30%

b. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP):


1) wajib pajak (bujangan) sebesar Rp. 2.880.000,00
2) istri atau suami (status kawin) Rp. 1.440.000,00
3) istri atau suami yang bekerja dan penghasilannya apabila digabung Rp. 2.880.000,00
4) anak atau anggota keluarga seketurunan maksimal tiga orang @ Rp. 1.440.000,00

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


37

1. Jika diketahui penghasilan kena pajak (PKP) Tuan Ahmad Rp. 80.000.000,00 setahun,
berapakan PPh yang harus dibayar Tuan Ahmad dalam satu tahun ?

Jawab :
PPh Tuan Ahmad setahun :
10% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00
15% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 3.750.000,00
30% x Rp. 30.000.000,00 = Rp. 9.000.000,00
Total PPh terutang setahun = Rp.15.250.000,00

2. Jika diketahui PKP Tuan Ahmad hanya Rp. 12.000.000,00 setahun, berapakan besarnya
pajak terutang setahun ?
Jawab :
PPh terutang Tuan Ahmad setahun :
10% x Rp. 12.000.000,00 = Rp. 1.200.000,00 setahun

3. Tuan Rahmat bekerja pada PT Makmur Sejahtera dengan gaji Rp. 1.000.000,00 per bulan.
Ia sudah berkeluarga dan mempunyai 2 orang anak. Perusahaan membayar premi
asuransi kecelakaan kerja Rp. 20.000,00 dan premi asuransi kematian Rp. 10.000,00.
Iuran tunjangan hari tua (THT) Rp. 25.000,00 per bulan, biaya jabatan 5% dan iuran
pensiun sebesar Rp. 30.000,00 sebulan.

a. Berapakan PPh terutang setahun ?


b. Berapakah PPh jika dibayar perbulan ?

Jawab :
Perhitungan Pajak Penghasilan
Gaji sebulan Rp. 1.000.000,00
Premi asuransi kecelakaan Rp. 20.000,00
Premi asuransi kematian Rp. 10.000,00 +
Penghasilan Bruto Rp 1.030.000,00
Pengurangan :
- Biaya jabatan 5% x Rp. 1.030.000,00 = Rp. 51.500,00
- Iuran pension = Rp. 30.000,00
- Iuran THT = Rp. 25.000,00 +

Rp. 106.500,00 -
Penghasilan neto sebulan Rp. 923.500,00
Penghasilan Neto satu tahun : Rp 923.500,00 x 12 Rp. 11.082.000,00
Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) :
- wajib pajak Rp. 2.880.000,00
- wajib pajak kawin Rp. 1.440.000,00
- 2 anak @ Rp. 1.440.000,00 Rp. 2.880.000,00 +
Rp. 7.200.000,00 -
Penghasilan kena pajak Rp. 3.882.000,00

a. PPh pertahun : 10% x Rp. 3.882.000,00 ...Rp. 388.200,00


b. PPh perbulan : Rp. 388.200,00 : 12 .. Rp. 32.350,00

2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Berdasarkan UU No. 20 tahun 2000 tentang PBB
Objek Pajak : Adalah bumi dan bangunan
Tarif Pajak : Besarnya objek bangunan yang tidak kena pajak sebesar Rp. 8.000.000,00 dari
nilai jual Objek pajak :
tarif tanah 0,5% dari nilai jual
tarif bangunan 0,5% dari nilai jual
Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) minimal 20% dan maksimal 100%

Pak Ari memiliki objek pajak berupa :


tanah seluas 300 m2 dengan harga jual Rp. 5.00.000,00 per m2
bangunan seluas 200 m2 dengan harga jual Rp. 400.000,00 per m2
taman mewah seluas 150 m2 seharga Rp. 40.000,00
presentase nilai jual kena pajak 20%

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


38

Berapa pajak terutan Pak Ari ?


Jawab :
1. Nilai jual tanah 300 m2 x Rp. 500.000,00 = Rp. 150.000.000,00
2. Nilai jual bangunan
a. Bangunan 200 m2 x Rp 400.000,00 = Rp. 80.000.000,00
b. Taman mewah 150 m2 x Rp. 40.000,00 = Rp. 6.000.000,00 +
Rp. 86.000.000,00
Nilai jual bangunan tidak kena pajak Rp. 8.000.000,00 -
Total nilai jual bangunan Rp. 78.000.000,00

Nilai jual tanah dan bangunan Rp. 150.000.000,00 + Rp. 78.000.000,00


= Rp. 228.000.000,00

3. Besarnya pajak bumi dan bangunan :


a.Tanah: 0,5% x 20% x Rp. 150.000.000,00 = Rp. 150.000,00
b. Bangunan 0.5% x 20% Rp. 78.000.000,00 = Rp. 78.000,00
Jumlah pajak yang harus dibayar Pak Ari Rp. 228.000,00

Dapat juga dihitung dengan rumus :


PBB terutang = 0,5% x 20% (NJKP tanah + NJKP bangunan)
= 0,5% x 20% (Rp. 220.000.000,00)
= 0,001 x Rp. 228.000.000,00
= Rp. 228.000,00

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


39

Rangkuman :

Keuangan negara menurut ilmu ekonomi diartikan sebagai bagian dari ilmu ekonomi
yang mempelajari tentang teori penerimaan negara dan pengeluarana negara.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah daftar atau penjelasan
terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara untuk suatu jangka waktu
tertentu , bisaanya satu tahun.

Prinsip APBN adalah sebagai berikut:


1. Prinsip anggaran berimbang.
2. Prinsip anggaran dinamis.
3. Prinsip anggaran fungsional.

Fungsi APBN adalah sebagai berikut :


1. Fungsi regulator.
2. Fungsi budgeter.
3. Fungsi alokatif.

Pajak adalah iuran wajib rakyat/masyarakat kepada negara berdasarkan undang-


undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat balas jasa (kontraprestasi)
secara langsung, yang digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran
pemerintah
.
Pungutan resmi selain pajak dapat berupa :
1. Retribusi.
2. Sumbangan wajib.

Glosarium

Motif ekonomi adalah dorongan atau alas an yang menjadi dasar bagi
seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi
Hibah adalah pemberian dari pihak tertentu yang tidak mengikat dan tidak
perlu dikembalikan
Moneter adalah segala hal yang berkaitan dengan masalah keuangan
Konsumtif adalah sifat dalam mengkonsumsi barang dan jasa secara
berlebihan
Retribusi adalah pemungutan uang oleh pemerintah kepada rakyat sebagai
balas jasa dan didasarkan kepada peraturan pemerintah
Penghasilan bruto adalah penghasilan kotor sebelum dikurangi oleh
potongan untuk berbagai macam iuran
Penghasilan netto adalah penghasilan bersih setelah dikurangi oleh
potongan untuk berbagai macam iuran

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


40

EVALUASI BAB 5

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d di depan jawaban paling benar !

1. Keadaan perekonomian yang di dalamnya ada proses penerimaan dan pengeluaran untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat disebut .
a. keuangan negara c. sumber kuangan negara
b. penerimaan negara d. sumber pendapatan negara

2. Suatu daftar atau penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara
dinamakan.
a. Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah
b. Neraca Pengeluaran Negara
c. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
d. Budgeting

3. Prinsip APBN yang menyatakan bahwa pengeluaran dalam APBN harus dilakukan sesuai
dengan fungsinya disebut .
a. prinsip anggaran berimbang c. prinsip anggaran dinamis
b. prinsip anggaran fungsional d. prinsip anggaran konvensional

4. APBN berfungsi sebagai sumber pendapatan negara disebut .


a. fungsi alokatif c. fungsi regilator
b. fungsi dinamisator d. fungsi budgeter

5. Sumber pendapatan utama negara adalah .


a. migas c. pajak
b. non migas d. laba BUMN

6. Jika pengeluaran suatu anggaran lebih besar dari penerimaan disebut.


a. berimbang c. kredit
b. surplus d. defisit

7. Iuran wajib rakyat kepada negara untuk membiayai pembangunan nasional disebut .
a. pajak c. APBN
b. belanja negara d. iuran

8. Pajak yang dikenakan harus memberikan rasa keadilan. Halini berhubungan dengan prinsip
pajak yaitu .
a. equity c. convience
b. certainly d. humanity

9. Apabila anda belanja di Mc Donald atau di KFC, maka anda akan terkena pajak berupa .
a. Pajak Pendapatan c. Pajak Pertambahan Nilai
b. Pajak Bumi dan Bangunan d. Pajak Penjualan Barang Mewah

10. Di bawah ini yang termasuk pajak langsung adalah .


a. pajak penghasilan c. pajak penjualan
b. pajak tontonan d. pajak pembelian

11. Pemungutan pajak yang dilakukan oleh pemerintah daerah tingkat I dan II disebut
a. pajak langsung c. pajak pusat
b. pajak tak langsung d. pajak daerah

12. Yang termasuk jenis pajak menurut subyeknya antara lain pajak.
a. tidak langsung c. bumi dan bangunan
b. badan dan perorangan d. daerah

13. Pungutan pajak hendaknya seminim mungkin dan hasil yang dipungut harus lebih besar
dari ongkos pemungutannya. Maka asas pemungutan ini disebut asas .
a. keadilan c. ekonomi
b. kepastian d. kesenangan

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


41

14. Tarif pajak yang dikenakan sebanding dengan persentase kenaikan penghasilan
disebut.
a. tarif pajak progresif c. tarif pajak degresif
b. tarif pajak proporsional d. tarif pajak refresif

15. Jenis bumi dan bangunan yang tidak kena pajak adalah .
a. rumah dan toko
b. puskesmas
c. departemen store
d. kantor perseorangan

B. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Sebutkan pengertian dari APBN !


2. Sebutkan prinsip-prinsip dalam penyusunan APBN
3. Apa yang dimaksud dengan pajak ?
4. Sebutkan fungsi pajak !
5. Apa yang dimaksud dengan tarif pajak ?

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


42

BAB 6
PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Standar Kompetensi
Memahami kegiatan perekonomian Indonesia.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajarai bab ini, kamu mempu mendeskripsikan permintaan dan penawaran
serta terbentuknya harga pasar.

Manfaat Pembelajaran
Dengan mempelajari bab ini, kamu akan mendapatkan wawasan tentang permintaan dan
penawaran serta proses terbentuknya harga pasar atau harga keseimbangan.

Kata Kunci
Permintaan, penawaran, hukum permintaan dan penawaran, kurva permintaan dan
penawaran, harga, harga pasar.

Peta Konsep

Permintaan dan
Penawaran

Pembentukan
Permintaan Penawaran
Harga

Pada saat pendapatan seseorang mengalami perubahan , bisaanya akan diikuti pula
dengan perubahan jumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli. Misalnya ketika
pendapatan petani naik, maka jumlah permintaan terhadap barang konsumsi menjadi lebih
banyak dari sebelumnya. Sebaliknya ketika pendsapatan turun maka jumlah permintaan
terhadap barang konsumsi menjadi lebih sedikit.
Demikian pula halnya dengan pedagang, ketika permintaan terhadap suatu barang
atau jasa mengalami kenaikan, maka pedagang akan segera menaikkan harga barang atau
jasa tersebut.
Bagaimana hubungan antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa
serta hubungannya dengan proses terbentuknya harga? Mari kita pelajari bab berikut ini.

A. Permintaan
1. Pengertian Permintaan
Adanya kebutuhan seseorang terhadap satu atau beberapa jenis barang dan jasa
yang senantiasa harus dipenuhi akan melahirkan permintaan. Permintaan (demand) diartikan
sebagai jumlah barang dan jasa yang diminta oleh seseorang atau konsumen atau pembeli
pada waktu tertentu pada berbagai tingkat harga. Misalnya seorang pelajar membutuhkan
buku tulis, maka dikatakan terjadi permintaan terhadap buku tulis.

2. Macam-macam Permintaan
Penggolongan permintaan dapat ditinjau dari kemampuan daya beli, jumlah konsumen
dan subyek yang membutuhkan.
a. Permintaan menurut kemampuan daya beli, terdiri dari 3 macam, yaitu :
1) Permintaan absolut, yaitu permintaan yang tidak didukung oleh daya beli
konsumen.
2) Permintaan potensial, yaitu permintaan yang didukung oleh daya beli konsumen,
tapi belum tentu dilaksanakan.
3) Permintaan efektif, yaitu permintaan yang didukung oleh daya beli konsumen serta
telah dilaksanakan.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


43

b. Permintaan menurut jumlah konsumen, terdiri dari 2 macam, yaitu :


1) Permintaan individual, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang terhadap
suatu barang atau jasa. Disebut juga permintaan perseorangan.
2) Permintaan kolektif, yaitu permintaan yang dilakukan sekelompok orang secara
bersama-sama terhadap suatu barang atau jasa. Disebut juga permintaan pasar.

c. Permintaan menurut subyek yang membutuhkan, terdiri dari 3 macam, yaitu :


1) Permintaan konsumen.
2) Permintaan pemerintah (dalam negeri).
3) Permintaan luar negeri.

3. Hukum Permintaan dan Kurva Permintaan


Harga barang merupakan variabel yang mempengaruhi, sedangkan jumlah barang
yang diminta merupakan variabel yang dipengaruhi. Artinya jika harga barang berubah maka
akan mempengaruhi jumlah permintaan terhadap barang tersebut. Hubungan antara harga
dan jumlah barang yang diminta dinyatakan dalam hukum permintaan.
Berikut bunyi hukum permintaan :

jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta akan berkurang.
Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang diminta akan bertambah.

Hukum permintaan akan berlaku jika faktor-faktor lain selain harga barang dan jasa
tidak mengalami perubahan.
Perhatikan contoh berikut ini :
Seorang pembeli mempunyai uang sebesar Rp. 60.000,00 akan membeli apel. Jika
harga apel Rp. 10.000,00 per kilogram jumlah apel yang dibeli 6 kilogram. Jika harga apel Rp.
12.000,00 jumlah apel yang dibeli 5 kilogram. Jika harga apel Rp. 15.000,00 jumlah apel yang
dibeli 4 kilogram. Jika harga apel Rp. 20.000,00 jumlah apel yang dibeli 3 kilogram.

Jika dibuat tabel, maka akan terlihat sebagai berikut :

Harga Apel per Kg (Rp) Jumlah Permintaan (Kg)

10.000,00 6

12.000,00 5

15.000,00 4

20.000,00 3

Jika dibuat dalam bentuk grafik akan terbentuk kurva permintaan sebagai berikut :

P (Rp)

20.000,00 Keterangan :

15.000,00 D P : Harga

12.000,00 Qd : Jumlah barang


yang diminta
10.000,00
Qd (Kg) D : Hasil permintaan

0 3 4 5 6

Dari gambar di atas terlihat jelas bahwa kurva permintaan memiliki kemiringan negatif, artinya
bentuknya menurun dari kiri atas ke kanan bawah.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


44

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan


Permintaan terhadap suatu barang atau jasa bisa bertambah bisa juga berkurang. Hal
ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :
a. Intensitas kebutuhan, yaitu naik turunnya jumlah kebutuhan.
b. Selera konsumen, yaitu kegemaran konsumen terhadap suatu barang atau jasa.
c. Daya beli konsumen, yaitu kemampuan konsumen untuk membeli suatu barang atau
jasa.
d. Barang pengganti atau substitusi, yaitu adanya barang pengganti yang mamilki fungsi
sama dengan barang asli yang dibutuhkan.
e. Kualitas barang, yaitu mutu barang yang dianggap baik menurut konsumen.
f. Jumlah penduduk, dimana semakin bertambah jumlah penduduk maka permintaan
semakin bertambah pula.
g. Faktor nonekonomis, seperti bencana alam, kerusuhan dan kebijakan pemerintah.

B. Penawaran

1. Pengertian Penawaran
Permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa di pasar ditanggapi oleh
pengusaha dengan melakukan penawaran barang yang sama. Penawaran (supply) diartikan
sebagai kesediaan penjual untuk menjual berbagai jumlah produk (barang dan jasa) pada
berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.

2. Macam-macam Penawaraan
Berdasarkan jumlah produsen, penawaran dibagi menjadi :
a. Penawaran individual, yaitu penawaran suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh
produsen atau penjual.
b. Penawaran kolektif, yaitu penawaran suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh
sekelompok produsen atau penjual.

3. Hukum Penawaran dan Kurva Penawaran


Seperti halnya pada permintaan, penawaran merupakan hubungan antara harga dan
jumlah barang yang ditawarkan. Hubungan itu dinyatakan dalam hukum penawaran.
Berikut bunyi hukum penawaran :

jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah.
Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang diminta akan berkurang.

Untuk lebih memahami konsep penawaran, perhatikan contoh berikut ini :


Pada saat harga gabah Rp 2.500,00 per kg , jumlah penawaran gabah oleh petani di
Cianjur sebesar 200 ton per hari. Pada saat harga gabah Rp 2.000,00 per kg, jumlah
penawaran oleh petani turun menjadi sebesar 150 ton per hari. Dengan masuknya beras dari
Vietnam harga gabah turun menjadi Rp. 1.500,00 per kg dan jumlah penawaran turun menjadi
50 ton. Dan pada saat harga gabah semakin turun ke harga Rp. 1.000,00 per kg akan diikuti
penawaran sampai ke titik nol.

Jika dibuat tabel, maka akan terlihat sebagai berikut :

Kondisi Harga per Kg (Rp.) Jumlah Penawaran


(ton per hari)

1 2.500,00 200

2 2.000,00 150

3 1.500,00 50

4 1.000,00 0

Jika dibuat dalam bentuk grafik akan terbentuk kurva permintaan sebagai berikut :

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


45

P (Rp)
S
2.500,00 Keterangan :
P : Harga
2.000,00 Qs : Jumlah barang
yang ditawarkan
1.500,00 S : Hasil penawaran

1.000,00 Qs (ton)
0 50 150 200

Dari gambar di atas terlihat jelas bahwa kurva penawaran memiliki kemiringan positif,
artinya bentuknya menurun dari kiri bawah ke kanan atas.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran


Penawaran terhadap suatu barang atau jasa bisa bertambah bisa juga berkurang. Hal
ini disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :
a. Biaya produksi, yaitu jika biaya produksi murah jumlah penawaran akan bertambah.
b. Teknologi produksi, yaitu jika menggunakan teknologi yang tinggi maka produk yang
dihasilkan lebih banyak sehingga penawaran bertambah.
c. Laba yang diinginkan, yaitu jika pengusaha menginginkan laba yang lebih besar maka
ia akan meningkatkan jumlah produksinya sehingga penawaran meningkat.
d. Jumlah permintaan konsumen, yaitu jika permintaan dari konsumen bertambah maka
akan diikuti dengan jumlah penawaran yang meningkat pula.
e. Ketersediaan sumber-sumber produksi, yaitu jika sumber produksi cukup banyak
tersedia maka proses produksi akan berjalan lancer sehingga penawaran meningkat.

C. Pembentukan Harga

1. Pengertian Harga
Harga merupakan nilai suatu barang dan jasa yang dinyatakan dengan uang, misalnya
1 kg jeruk dinilai setara dengan Rp. 6.000,00 maka dikatakan jeruk itu memiliki harga Rp.
6.000,00.
Dalam transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli bisaanya terjadi tawar
menawar harga sehingga dicapai kesepakatan. Harga yang disepakati itu disebut harga
keseimbangan atau harga pasar (equilibrium price). Sehingga harga keseimbangan diartikan
sebagai harga yang terjadi setelah ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Dari penjelasan di atas didapat pengertian bahwa pembentukan harga keseimbangan
diawali dari proses interaksi antara permintaan dengan penawaran.

2. Macam-macam Harga
a. Harga subyektif, yaitu harga taksiran oleh pembeli maupun oleh penjual.
b. Harga obyektif, yaitu harga persetujuan atau kesepakatan antara pembeli dan penjual.
c. Harga pokok, yaitu jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang.
d. Harga jual, yaitu harga pokok ditambah laba yang diinginkan.
e. Harga pas, yaitu harga yang ditetapkan oleh penjual dan tidak dapat ditawar oleh
pembeli.

Jika dibuat grafiknya maka proses pembentukan harga akan tergambar sebagai berikut :
P
D S
Keterangan :

P : TingkatHarga
Q : Jumlah barang
E S : Jumlah penawaran
D : Jumlah permintaan
E : Kesepakatan harga

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


46

Rangkuman :

Permintaan (demand) diartikan sebagai jumlah barang dan jasa yang diminta oleh
seseorang atau konsumen atau pembeli pada waktu tertentu pada berbagai tingkat
harga.
Macam-macam Permintaan
a. Permintaan menurut kemampuan daya beli
1) Permintaan absolut.
2) Permintaan potensial.
3) Permintaan efektif.

b. Permintaan menurut jumlah konsumen


1) Permintaan individual.
2) Permintaan kolektif.

c. Permintaan menurut subyek yang membutuhkan


1) Permintaan konsumen.
2) Permintaan pemerintah (dalam negeri).
3) Permintaan luar negeri nusia

Hukum Permintaan : jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta akan
berkurang. Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang diminta akan
bertambah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan


a. Intensitas kebutuhan.
b. Selera konsumen.
c. Daya beli konsumen.
d. Barang pengganti atau substitusi.
e. Kualitas barang.
f. Jumlah penduduk.
g. Faktor nonekonomis.

Penawaran (supply) diartikan sebagai kesediaan penjual untuk menjual berbagai


jumlah produk (barang dan jasa) pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.

Bunyi Hukum Penawaran: jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang
ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang
diminta akan berkurang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran :


a. Biaya produksi.
b. Teknologi produksi.
c. Laba yang diinginkan.
d. Jumlah permintaan konsumen.
e. Ketersediaan sumber-sumber produksi.

Harga keseimbangan diartikan sebagai harga yang terjadi setelah ada keseimbangan
antara permintaan dan penawaran.

Macam-macam Harga
a. Harga subyektif.
b. Harga obyektif.
c. Harga pokok.
d. Harga jual.
e. Harga pas.

Penawaran (supply) diartikan sebagai kesediaan penjual untuk menjual berbagai


jumlah produk (barang dan jasa) pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


47

Bunyi Hukum Penawaran: jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang
ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang
diminta akan berkurang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran :


1. Biaya produksi.
2. Teknologi produksi.
3. Laba yang diinginkan.
4. Jumlah permintaan konsumen.
5. Ketersediaan sumber-sumber produksi.

Harga keseimbangan diartikan sebagai harga yang terjadi setelah ada keseimbangan
antara permintaan dan penawaran.

Macam-macam Harga
a. Harga subyektif.
b. Harga obyektif.
c. Harga pokok.
d. Harga jual.
e. Harga pas.

Glosarium

Demand adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang dilakukan oleh
konsumen
Supply adalah penawaran barang dan jasa yang dilakukan oleh produsen
Equilibrium price adalah harga keseimbangan yang terbentuk setelah
terjadi kesepakatan antara produsen/penjual dengan konsumen

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


48

EVALUASI BAB 6

Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d di depan jawaban paling benar !

1. Sejumlah barang dan jasa yang diminta oleh seseorang atau konsumen atau pembeli pada
waktu tertentu pada berbagai tingkat harga merupakan.
a. pengertian permintaan c. hukum permintaan
b. pengertian penawaran d. hukum penawaran

2. Hukum permintaan menyatakan jika harga turun maka jumlah permintaan akan .
a. naik c. tetap
b. turun d. berubah-ubah

3. Permintaan yang tidak disertai kemampuan daya beli disebut.


a. permintaan efektif c. permintaan absolute
b. permintaan elastis d. permintaan sempurna

4. Permintaan dari beberapa konsumen secara bersama-sama disebut


a. permintaan pasar c. permintaan kolektif
b. permintaan luar negeri d. permintaan individu

5. Permintaan merupakan tindakan ekonomi yang dilakukan oleh .


a. masyarakat pedagang c. masyarakat produsen
b. masyarakat buruh d. masyarakat konsumen

6. Arah kurva permintaan yaitu .


a. dari kiri atas ke kanan bawah c. dari kanan atas ke kiri bawah
b. dari kiri bawah ke kanan atas d. dari kanan atas ke kiri atas

7. Semakin tinggi harga barang maka penawaran dari pihak produsen semakin.
a. besar c. sedang
b. kecil d. berimbang

8. Nilai barang dan jasa yang dinyatakan dengan uang disebut .


a. permintaan c. harga
b. penawaran d. kurva

9. Harga yang terjadi setelah ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran disebut
a. harga obyektif c. harga pokok
b. harga subyektif d. harga jual

10. Terbentuknya harga keseimbangan merupakan proses yang dimulai dari


a. adanya harga yang ditentukan oleh penjual
b. adanya harga yang ditentukan oleh pembeli
c. adanya harga yang ditentukan oleh pemerintah
d. adanya tawar-menawar antara pembeli dan penjual

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penawaran !


2. Permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan daya beli disebut .
3. Bagaimana bunyi hukum penawaran ?
4. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran !
5. Apa yang dimaksud dengan harga keseimbangan ?

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


49

SOAL-SOAL UJIAN SEMESTER GENAP

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d di depan jawaban paling benar !
1. Suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari
kerja disebut .
a. lapangan kerja
b. kesempatan kerja
c. tenaga kerja
d. angkatan kerja

2. Penduduk yang berdasarkan usia kerja sudah bisa bekerja disebut .


a. tenaga kerja
b. pencari kerja
c. angkatan kerja
d. kesempatan kerja

3. Guru merupakan tenaga kerja golongan .


a. tenaga kerja terdidik
b. tenaga kerja terlatih
c. tenaga kerja produktif
d. tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih

4. Pengangguran terjadi karena .


a. tingginya tingkat pertambahan penduduk
b. meningkatnya jumlah lulusan sekolah
c. kesempatan kerja lebih besar daripada angkatan kerja
d. angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja

5. Adanya resesi dan depresi ekonomi merupakan penyebab terjadinya pengangguran :


a. struktural
b. friksional
c. konjungtural
d. normal

6. Lembaga yang didirikan oleh pemerintah sebagai tempat pelatihan keterampilan, motivasi
kerja dan peningkatan kualitas pekerja adalah..
a. Balai Latihan Kerja (BLK)
b. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
c. Bursa Tenaga Kerja (BTK)
d. Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI)

7. Suatu daftar atau penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara
dinamakan.
a. Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah
b. Neraca Pengeluaran Negara
c. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
d. Budgeting

8. Prinsip APBN yang menyatakan bahwa pengeluaran dalam APBN harus dapat
meningkatkan tabungan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar
negeri disebut .
a. prinsip anggaran berimbang
b. prinsip anggaran fungsional
c. prinsip anggaran dinamis
d. prinsip anggaran konvensional

9. APBN berfungsi sebagai sumber pembiayaan pembangunan disebut .


a. fungsi alokatif
b. fungsi dinamisator
c. fungsi regilator
d. fungsi budgeter

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


50

10. Sumber pendapatan utama negara adalah .


a. migas
b. non migas
c. pajak
d. laba BUMN

11. Jika pengeluaran suatu anggaran lebih kecil dari penerimaan disebut.
a. berimbang
b. surplus
c. kredit
d. deficit

12. Pajak yang dikenakan harus memberikan rasa keadilan. Halini berhubungan dengan
prinsip pajak yaitu .
a. equity
b. certainly
c. convience
d. humanity

13. Apabila anda belanja di Mc Donald atau di KFC, maka anda akan terkena pajak berupa
a. Pajak Pendapatan
b. Pajak Bumi dan Bangunan
c. Pajak Pertambahan Nilai
d. Pajak Penjualan Barang Mewah

14. Pemungutan pajak yang dilakukan oleh pemerintah daerah tingkat I dan II disebut
a. pajak langsung
b. pajak tak langsung
c. pajak pusat
d. pajak daerah

15. Yang termasuk jenis pajak menurut subyeknya antara lain pajak.
a. tidak langsung
b. badan dan perorangan
c. bumi dan bangunan
d. daerah

16. Pungutan pajak hendaknya disesuaikan dengan kemampuan wajib pajak. Maka asas
pemungutan ini disebut asas .
a. keadilan
b. kepastian
c. ekonomi
d. kesenangan

17. Tarif pajak yang dikenakan sebanding dengan persentase kenaikan penghasilan
disebut.
a. tarif pajak progresif
b. tarif pajak proporsional
c. tarif pajak degresif
d. tarif pajak refresif

18. Kesediaan penjual atau produsen untuk menjual sejumlah barang dan jasa pada waktu
tertentu pada berbagai tingkat harga merupakan.
a. pengertian permintaan
b. pengertian penawaran
c. hukum permintaan
d. hukum penawaran

19. Permintaan yang disertai kemampuan daya beli tapi belum dilaksanakan disebut.
a. permintaan efektif
b. permintaan potensial
c. permintaan absolute

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


51

d. permintaan sempurna

20. Permintaan dari beberapa konsumen secara bersama-sama disebut


a. permintaan pasar
b. permintaan luar negeri
c. permintaan kolektif
d. permintaan individu

21. Permintaan merupakan tindakan ekonomi yang dilakukan oleh .


a. masyarakat pedagang
b. masyarakat buruh
c. masyarakat produsen
d. masyarakat konsumen

22. Arah kurva permintaan yaitu .


a. dari kiri atas ke kanan bawah
b. dari kiri bawah ke kanan atas
c. dari kanan atas ke kiri bawah
d. dari kanan atas ke kiri atas

23. Semakin tinggi harga barang maka penawaran dari pihak produsen semakin.
a. besar
b. kecil
c. sedang
d. berimbang

24. Nilai barang dan jasa yang dinyatakan dengan uang disebut .
a. permintaan
b. penawaran
c. harga
d. kurva

25. Harga yang terjadi setelah ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran disebut
a. harga obyektif
b. harga subyektif
c. harga pokok
d. harga jual

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar !

1. Apa yang dimaksud dengan kesempatan kerja ?


2. Apa yang dimaksud dengan pengangguran struktural ?
3. Sebutkan fungsi APBN
4. Apa yang dimaksud dengan pajak ?
5. Sebutkan fungsi pajak !
6. Apa yang dimaksud dengan tarif pajak progresif ?
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penawaran !
8. Permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan daya beli dan sudah
dilaksakan disebut apa ?
9. Bagaimana bunyi hukum penawaran ?
10. Apa yang dimaksud dengan harga keseimbangan ?

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd


52

Daftar Pustaka

1. Ahman, Eeng. 2004. Ekonomi Untuk SMA Kelas I. Bandung : Grafindo Media Pratama
2. Hadiwijaya, H. 2001. Modal Koperasi. Bandung : Pionir Jaya.
3. Poerwadarminta, W.J.S. 1983. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai
Pustaka.
4. Putong, Iskandar. 2002. Ekonomi Mikro dan Makro, edisi 2. Jakarta : Ghalia Indonesia
5. Usman, Mardan dkk. 1994. Ekonomi Untuk SMU Kelas 1. Jakarta : PT Arie lima
6. Winardi. 1988. Pengantar Ilmu Ekonomi. Bandung : Tarsito
7. Winardi. 1985. Pengantar Ilmu Ekonomi Teoritika Modern. Bandung : Tarsito.

Ekonomi SMP Kelas VIII Disusun Oleh : Budi D. Hikmatulloh, S.Pd