Anda di halaman 1dari 3

BUBBLE COLUMN REACTOR

Konsep
Gas terdispersi secara kontinyu di dalam fase cair
Tepat untuk reaksi dua fase yaitu liquid-gas
Atau tiga fase yaitu slurry-gas

Mekanisme Kerja
Gas diumpankan dari bagian bawah kolom lalu menuju ke atas dan bereaksi dengan cairan lalu
meninggalkan kolom. Penggunaan gas pada jumlah yang lebih banyak atau lebih kecil
tergantung kepada intensitas reaksi kimia dan perpindahan massa yang terjadi. Gas yang masih
mengandung banyak reaktan akan disirkulasikan kembali sebagai umpan. Begitu seterusnya.

Keuntungan
Biaya operasi murah
Menghasilkan panas dan perpindahan massa yang maksimal dan seragam

Kerugian
Produk yang dihasilkan kemungkinan tidak seragam apabila gas diumpankan pada kecepatan
tinggi, karena kemungkinan terjadi pembentukan aliran yang heterogen. (Sesuai dengan analisis
rezim pada bubble column)

Aplikasi
Konversi gas alam
Bioproses
Pengolahan air limbah
Klorinasi
Alkilasi
Industri metalurgi
Contoh proses: (pembentukan metanol)
Syngas masuk dari bagian bawah reaktor dan bereaksi dengan minyak mineral yang dipanaskan.
Gas kemudian bereaksi dengan bantuan katalis untuk membentuk produk metanol . Gas yang
tidak bereaksi dan metanol menguap dan keluar lewat bagian atas reaktor. Setelah keluar dari
reaktor , metanol terkondensasi menjadi cairan .

Pada dasarnya, reaktor gelembung adalah reaktor dua fasa, yaitu gas dan cairan, yang
berbentuk vessel silinder dengan distributor gas (sparger) di bagian bawah reaktor. Fluida
berfasa gas didispersikan melalui sparger, sehingga terbentuk gelembung gas yang kemudian
bergerak melalui fluida berfasa cair yang berada di dalam vessel. Pada pengembangan reaktor
gelembung selanjutnya, gelembung gas bergerak melalui suspensi yang merupakan campuran
fluida berfasa cair dan padatan. Reaktor gelembung model ini dinamakan dengan reaktor
gelembung tiga fasa atau slurry bubble column reactor (SBC).
Reaktor gelembung tiga fasa memiliki beberapa keuntungan apabila diimplementasikan dalam
dunia industri dalam proses operasinya dibandingkan:
Keuntungan pertama yaitu reaktor jenis ini memiliki karakteristik transfer panas dan
massa yang lebih unggul, yang artinya koefisien transfer panas dan massa yang nilainya
kekurangan bagian yang bergerak dan kepadatan; durabilitas katalis dan material
kemasan yang lain lebih lama.

Kemampuan penambahan dan pengurangan katalis dan operasi yang bebas penyumbat
sebagai pilihan reaktor.

Tidak membutuhkan proses pemisahan fasa solid dari fasa liquidnya

Meningkatkan konversi dan selektivitas.

Lebih mudah dalam proses scale-up dikarenakan hidrodinamika-nya hanya dipengaruhi


oleh channel yang terbentuk dalam katalis.
Cocok digunakan untuk reaksi-reaksi yang eksotermis karena slurry yang melewati
reaktor dapat berperan sebagai penyerap panas.

Menghilangkan kemungkinan terjadinya hot spot dalam reaktor karena slurry juga bisa
berfungsi sebagai distributor suhu sehingga suhu dalam reaktor menjadi seragam.

Fasa-Fasa pada Reaktor Gelembung Tiga Fasa


Sesuai dengan namanya, yaitu reaktor gelembung tiga fasa, reaktor ini merupakan suatu
reaktor yang mengkombinasikan sifat-sifat fluida gas, fluida cair, dan padatan untuk menunjang
proses terjadinya suatu reaksi kimia. Arah gerak aliran dari slurry yang berada di dalam reaktor
gelembung tiga fasa bisa searah, berlawanan arah, ataupun batch terhadap arah aliran gelembung
gas. Sementara itu, arah aliran gelembung gas adalah ke atas.

Fasa Gas
Fasagas yang akan didispersikan dan dialirkan ke dalam reaktor adalah fluida
yang berisi reaktan dari reaksi kimia yang akan dilangsungkan. Fasa gas ini bisa saja
mengandung hanya satu atau lebih dari satu reaktan. Laju alir superfisial fasa gas yang melalui
reaktor harus lebih kecil dari laju alir superfisial fasa cair di dalam reaktor, yaitu sekitar 0 cm/s
sampai 2 cm/s. Laju alir fasa gas akan menentukan pola zona aliran ketiga fasa yang terbentuk di
dalam reaktor.

Fasa Cair
Fasa cair yang berada di dalam reaktor adalah fluida yang bisa berperan sebagai reaktan dan/atau
produk dari reaksi kimia yang akan dilangsungkan. Fasa cair ini mengandung reaktan, produk,
atau inert. Laju alir superfisial fasa cair di dalam reaktor harus lebih besar dari laju alir
superfisial gas, yaitu sekitar 1 cm/s sampai 50 cm/s

Fasa Padat
Ukuran dari partikel padat yang berada di dalam reaktor ini bervariasi antara 5 m sampai 150
m. Padatan yang pada dasarnya berperan sebagai katalis ini mengisi sampai skeitar 50% dari
volume total slurry.

Perlu diperhatikan bahwa fenomena reaksi, perpindahan massa, dan perpindahan kalor
sangat ditentukan oleh sifat-sifat fasa yang terlibat di dalam reaktor ini. Laju alir superfisial fasa
gas, properti fasa cair, dan konsentrasi fasa padat di dalam reaktor adalah tiga faktor utama yang
menentukan reaksi yang terjadi pada reaktor gelembung tiga fasa.

Anda mungkin juga menyukai