Anda di halaman 1dari 14

1.

RUANG LINGKUP AUDITING LAPORAN KEUANGAN

A. TIPE-TIPE AUDITOR
1. Auditor intern
Auditor intern bekerja di suatu perusahaan untuk melakukan audit bagi
kepentingan manajemen perusahaan, seperti halnya auditor pemerintah bagi
pemerintah. Bagian audit dari suatu perusahaan bisa beranggotakan lebih dari seratus
orangdan biasanya bertanggungjawab langsung kepada presiden direktur, direktur
eksekutif, atau kepada komite audit dari dewan atau komisaris. Pada BUMN, auditor
intern berada dibawah SPI (Satuan Pengawasan Intern).
Tugas auditor intern bermacam-macam, tergantung pada atasannya. Ada bagian audit
yang hanya terdiri dari satu atau dua orang, yang sebagian besar tugasnya melakukan
audit ketaatan secara rutin. Bagian audit lainnya terdiri dari beberapa staf yang
mempunyai tugas yang berbeda-beda, termasuk juga hal-hal diluar akuntansi. Pada
tahun-tahun terakhir, banyak auditor intern yang terlibat dalam kegiatan audit
operasional.
Namun demikian, secara umum tugas pokok auditor intern adalah menentukan apakah
kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telahdipatuhi,
menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan
efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan
informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.
2. Auditor pemerintah
Auditor pemerintahan merupakan auditor professional yang bekerja di instansi
pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan
yang disajikan oleh unit-unit organisasi atau entitas pemerintahan atau
pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Meskipun terdapat
banyak auditor yang bekerja di instansi pemerintahan, namun umumnya yang disebut
auditor pemerintah adalah auditor yang bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembanguna (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta instansi pajak.
3. Auditor independen atau Eksternal
Auditor independen adalah auditor professional yang menyediakan jasanya
kepadanya masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan
yang dibuat oleh kliennya. Audit tersebut terutama ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan para pemakai informasi keuangan. Untuk berpraktik sebagai auditor
independen, seseorang harus memenuhi persyaratan pendidikan dan pengalaman
kerja tertentu. Auditor independen harus telah lulus dari jurusan akuntansi fakultas
ekonomi atau mempunyai ijasah yang disamakan, telah mendapat gelar akuntan dari
Panitia Ahli Pertimbangan Persamaan Ijasah Akuntan, dan mendapat izin praktik dari
Menteri Keuangan.
Auditor independen mempunyai tanggungjawab utama untuk melaksanakan
fungsi pengauditan terhadap laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan tanpa
memihak kepada kliennya. Auditor independen bekerja dan memperoleh honorium
dari kliennya yang dapat berupa fee perjam kerja.
4. Auditor Forensik
Audit Forensik terdiri dari dua kata, yaitu audit dan forensik. Audit adalah
tindakan untuk membandingkan kesesuaian antara kondisi dan kriteria. Sementara
forensik adalah segala hal yang bisa diperdebatkan di muka hukum / pengadilan.
Dengan demikian, Audit Forensik bisa didefinisikan sebagai tindakan menganalisa
dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria, untuk menghasilkan
informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan.
Karena sifat dasar dari audit forensik yang berfungsi untuk memberikan bukti di muka
pengadilan, maka fungsi utama dari audit forensik adalah untuk melakukan audit
investigasi terhadap tindak kriminal dan untuk memberikan keterangan saksi ahli
(litigation support) di pengadilan.
Audit Forensik dapat bersifat proaktif maupun reaktif. Proaktif artinya audit
forensik digunakan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan risiko terjadinya
fraud atau kecurangan. Sementara itu, reaktif artinya audit akan dilakukan ketika ada
indikasi (bukti) awal terjadinya fraud. Audit tersebut akan menghasilkan red flag
atau sinyal atas ketidakberesan. Dalam hal ini, audit forensik yang lebih mendalam
dan investigatif akan dilakukan.

B. TIPE TIPE AUDIT LAIN, ATESTASI DAN JASA


ASSURANCE
A. JASA ASSURANCE
Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu
informasi bagi pengambil keputusan. Pengambilkeputusan memerlukan informasi
yang andal dan relevan sebagai basis untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu
mereka mencari jasa assurance untuk meningkatkan kualitas informasi yang akan
dijadikan basis pengambilan keputusan.
Jasa Assurance dapat disediakan oleh profesi akuntan publik atau berbagai profesi
lain. Contoh jasa assurance yang disediakan oleh profesi lain adalah jasa pengujian
berbagai produk oleh organisasi konsumen (Non profit organization), jasa
pemeringkatan televisi (television rating), dan lain-lain.
Profesi Akuntan Publik menyediakan jasa assurance mengenai informasi Laporan
Keuangan historis kepada masyarakat. Jasa ini dikenal dengan jasa Audit. Di Amerika
jasa assurance yang juga disediakan oleh profesi akuntan publik adalah jasa undian
dan jasa kontes, meliputi prakiraan keuangan. Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan
jasa assurance tentang pengendalian web site semakin meningkat, dan profesi akuntan
publik dapat memenuhi kebutuhan ini.
B. .JASA ATESTASI
Salah satu tipe jasa assurance yang disediakan profesi akuntan publik adalah jasa
atestasi.
Jasa Atestasi adalah jasa yang diberikan oleh profesi akuntan publik dimana
profesi akuntan publik akan mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan
kesimpulan atas keandalan asersi tertulis yang dibuat dan ditanggungjawabi pihak
lain.
Sedangkan asersi adalah suatu pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang
secara implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain. Laporan Keuangan
(LK) historis adalah asersi manajemen. Manajemen menyatakan bahwa LK sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU).
Ada Tiga jenis jasa atestasi:
1. Audit atas Laporan Keuangan historis. Yaitu bentuk jasa atestasi dimana auditor
menerbitkan suatu laporan tertulis yang berisi pendapat apakah Laporan Keuangan
(LK) dalam semua hal yang material sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum
di Indonesia.
2. Review atas Laporan Keuangan historis. Banyak perusahaan non publik yang
menerbitkan LK kepada berbagai pemakai, tetapi tidak bersedia membiayai audit atas
LK tsb. Dalam kondisi seperti ini akuntan publik dapat membantu menyediakan jasa
review. Audit dan review berbeda dalam hal luasnya pemeriksaan dan jaminan
keakuratan. Audit dilaksanakan dengan pemeriksaan skala luas untuk mengumpulkan
bahan bukti memadai dalam rangka memberikan jaminan yang tinggi atas keakuratan
LK .
3. Jasa Atestasi Lainnya. KAP, dewasa ini, mengembangkan jasa-jasa baru, misalnya
atestasi atas LK prospektif (prakiraan dan proyeksi), data statistik atas hasil-hasil
investasi untuk organisasi seperti reksa dana, karakteristik perangkat lunak komputer.
Jenis-Jenis Audit
Audit operasional = mengevaluasi efisiensi dan efektivitas setiap bagian dari prosedur
dan metode operasi organisasi.
Audit ketaatan(compliance audit) = dilaksanakan untuk menentukan apakah pihak
yang diaudit mengikuti prosedur, aturan, atau ketentuan tertentu yang ditetapkan oleh
otoritas yang lebih tinggi.
Audit laporan keuangan(financial statement audit) = dilakukan untuk menentukan
apakah laporan keuangan telah dinyatakan sesuai dengan criteria tertentu.

C. KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Akuntan Publik adalah sebutan untuk orang yang secara professional dan
memiliki ijin resmi untuk menyediakan jasa asurans dan jasa-jasa lain terkait
Akuntansi Keuangan kepada masyarakat umumbaik perorangan maupun badan
usahadi suatu wilayah tertentu.
Menurut UU No. 5 Tahun 2011:
Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan
jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini (UU No.5 tahun 2011 tentang
Akuntan Publik).
Dari definisi itu, mungkin bisa anda pahami bahwa:
Akuntan Publik itu adalah SEBUTAN UNTUK SESEORANG (bukan
sekelompok orang atau organisasi). Artinya, siapapun (termasuk anda) memiliki
kesempatan untuk menjadi seorang Akuntan Publik.
Akuntan Publik itu MEMBERIKAN JASA (layanan pekerjaan) ASURANS,
secara profesional. Artinya, untuk bisa menjadi Akuntan Publik seseorang harus
mampu melaksanakan pekerjaan audit dan review laporan keuangan yang memenuhi
STANDAR MUTU tertentu dan berpegang pada kode etik profesi. Standar mutu yang
digunakan disebut Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Akuntan Publik itu MEMPEROLEH IJIN RESMI untuk menjalankan
profesinya. Artinya, memiliki kompetensi dan kemampuan professional di bidang
akuntansi keuangan saja tidaklah cukup untuk menjadi seorang Akuntan Publik. Yang
terpenting, harus memiliji ijin resmi.
Kantor Akuntan Publik, yang selanjutnya disingkat menjadi KAP, adalah badan usaha
yang didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan
mendapatkan izin usaha berdasarkan Undang-Undang ini.
Dari definisi di atas, bisa dilihat bahwa Kantor Akuntan Publik (KAP) itu:
Badan Usaha KAP adalah sebuah organisasi (bukan seseorang atau sesuatu),
entah itu berbentuk perseorangan atau persekutuan atau firma atau bentuk badan
usaha lain.
Didirikan oleh Akuntan Publik KAP didirikan oleh seorang Akuntan Publik (bila
badan usahanya berbentuk perseorangan) atau beberapa orang Akuntan Publik (bila
badan usahanya berbentuk persekutuan). Anggota sekutu dalam KAP berbentuk
persekutuan disebut Rekan.
Memberikan Jasa Asurans Sama seperti Akuntan Publik, KAP juga
menyediakan jasa asurans. Hanya saja bertindak atas nama organisasi. Menggunakan
Nama Pendirinya Sebuah KAP selalu menggunakan nama pendirinya. Bila badan
usahanya berbentuk perseorangan, maka otomatis nama KAP nya sama dengan nama
pendirinya yang sudah pasti seorang Akuntan Publik. Bila badan usahanya berbentuk
persekutuan, maka nama KAP nya menggunakan nama salahseorang pendirinya yang
juga seorang Akuntan Publik. Memperoleh Ijin Usaha Ini yang paling penting,
sebuah KAP harus mengantongi ijin usaha KAP.
KAP-KAP di Indonesia banyak yang saling bekerjasama. Organisasi di Indonesia
yang merupakan jaringan kerja sama antar-KAP disebut Organisasi Audit Indonesia
(OAI.)

D. MODEL BISNIS DALAM AUDIT


Strategi dan model dalam tata kelola TI perusahaan
Tata kelola Teknologi Informasi adalah sebuah kerangka kebijakan, prosedur
dan kumpulan proses-proses yang bertujuan untuk mengarahkan dan mengendalikan
perusahaan untuk pencapaian tujuan perusahaan dengan memberikan tambahan nilai
bisnis, melalui penyeimbangan keuntungan dan resiko TI beserta proses-proses yang
ada di dalamnya. Mereka bertanggung jawab terhadap arah strategi organisasi,
memastikan tujuan organisasi dapat tercapai dan sumber daya organisasi telah
dimanfaatkan dengan tepat. Tata kelola TI juga membutuhkan pengaturan yang tepat
untuk menggabungkan strategi TI dan pemanfaatan sumber daya TI untuk
memberikan keuntungan yang kompetitif bagi organisasi. Secara tidak langsung, tata
kelola TI menggunakan prinsip-prinsip tata kelola organisasi terhadap unit TI.
Jadi definisi dari Tata Kelola TI adalah suatu tanggung jawab yang akan di
laksanakan oleh direksi yang semuanya melibatkan pimpinan, struktur organisasi, dan
proses untuk memastikan bahwa TI menjadi pendukung dalam realisasi strategi suatu
perusahaan. Selain itu dalam tatakelola bidang IT terdapat lima bidang utama dalam
Tata Kelola TI, yaitu:
1. Stategic Aligment : Keharmonisan antara TI dengan bisnis.
2. Value Delivery : Memastikan pemanfaatan penerapan TI.
3. Risk Management : Pengelolaan resiko penerapan TI dan pemanfaatan TI untuk
mengendalikan resiko bisnis.
4. Resource Management : Pengelolaan kemampuan organisasi untuk menerapkan TI.
5. Performance Measurement : Pemantauan kinerja layanan TI.
Perencanaan Strategis TI
Dengan Perencanaan TI dapat memberikan kontribusi dan mempertajam
strategi organisasi dalam mencapai tujuannya.
Macam-Macam Strategi IT
1. IT Strategic Alignment
Strategi TI dapat mengartikulasi niat dari suatu perusahaan untuk menggunakan TI
dari berbagai area yang berdasarkan dari kebutuhan bisnis. Hal yang harus
dipertimbangkan dalam merumuskan strategi TI adalah
Business objectives and the competitive environment
Current and future technologies and the costs, risks and benefits they can bring to
the business
The capability of the IT organisation and technology to deliver current and future
levels of service to the business, and the extent of change and investment this might
imply for the whole enterprise
Cost of current IT and whether this provides sufficient value to the business
The lessons learned from past failures and successes
2. Strategic Plan
Strategic plan menjelaskan bagaimana sebuah perusahaan mengeksekusi
strategi yang dipilih. Strategic plan merupakan sebuah alat untuk membantu
organisasi dalam melakukan pekerjaan yang lebih memfokoskan pada energy,
sumberdaya dan waktu dari setiap orang dalam organisasi.
3. Element of strategic plan
Terdiri dari tiga elemen yaitu:
a. Where are we now
Untuk melihat posisi strategis apa yang terjadi secara internal dan eksternal
dalam menentukan perlu atau tidaknya suatu perubahan. Elemen dasarnya adalah
Mission Statement, Value and/or guiding principles, and SWOT.
b. Where are we going
Untuk melihat arah dan tujuan serta bentuk organisasi di masa yang akan
dating. Elemen dasar yang menentukan adalah Sustainable competitive advantage dan
Vision Statement.
c. How are we going to get there
Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dalam mencapai sasaran strategi
yang di tetapkan. Hal-hal yang dapat membantu dalam mencapai sasaran strategis
adalah:
- Strategic objective
- Strategy
- Short-term goals /priorities/initiatives
- Action Items
- Scorecard
- Execution
Model-Model Tata Kelola TI
1. The IT Infrastructure Library
Merupakan framework pengelolaan layanan TI(IT Service Management) yang
sudah di adopsi sebagai standar industry perangkat lunak. Kerangka kerja digunakan
untuk mendefinisikan pengelolan layanan yang terintegrasi, berbasiskan proses dan
praktik-praktik yang terbaik dalam organisasi.
2. ISO/IEC 1799
Bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan elemen dasar keamanan
informasi adalah
- Confidentiality :
- Intergrity
- Availability

3. COSO
Framework untuk mengevaluasi efektifitas control internal suatu perusahaan.
Lima komponen control yang dapat membantu mencapai sasaran kontrol internal
adalah monitoring, communication, control activities, information, control
environment dan risk assessment. Kemudian sasaran control internal dibagi menjadi
beberapa area yaitu operations, financial reporting dan compliance.
4. COBIT
Framework yang berorientasi pada bisnis yang didesain dan dikerjakan oleh
pengguna dan auditor serta merupakan sebuah panduan kemprehensif bagi pihak
manajemen dan pemilik bisnis. COBIT terdiri dari 4 domain utama yaitu plan and
organize, acquire and implement, deliver and support, dan monitor and evaluate.

E. STANDAR AUDITING

Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh
Institut Akuntansi Publik Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar
pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan beserta interpretasinya.
Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis.
Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan
Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut
masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing.
Di Amerika Serikat, standar auditing semacam ini disebut Generally Accepted
Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified
Public Accountant (AICPA)
Standar-standar tersebut di atas dalam banyak hal saling berhubungan dan
saling bergantung satu dengan lainnya. Keadaan yang berhubungan erat dengan
penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar, dapat berlaku juga untuk standar
yang lain. "Materialitas" dan "risiko audit" melandasi penerapan semua standar
auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.
Securities and Exchanges Commission (SEC)
SEC adalah lembaga pemerintah federal yang mengelola antara lain Securities
Act 1993, Securities Exchanges Act 1934, dan Sarbanes-Oxley Act 2002. Securities
Act 1993 mengatur pengungkapan informasi material dalam laporan registrasi untuk
penawaran perdana sekuritas ke publik. Formulir S, digunakan untuk menerbitkan
sekuritas, terdiri atas laporan keuangan auditan dari pendaftar. Securities Exchanges
Act 1934 mengatur laporan berjalan perusahaan yang sekuritasnya terdaftar dan
diperdagangkan di bursa efek atau yang memiliki aset lebih dari $1 juta dan sekuritas
ekuitas yang dimiliki oleh 500 orang atau lebih. Dokumen yang paling umum
dihadapi oleh auditor berdasarkan Securities Act 1993 adalah 10K, 10Q, dan 8K. 10K
dan 10Q adalah laporan tahunan dan triwulanan meliputi laporan keuangan diajukan
pada SEC oleh perusahaan publik. 8K diajukan setiap kali suatu peristiwa terjadi dan
mungkin menarik bagi investor (seperti penjualan divisi atau perubahan auditor).
Karena SEC memiliki tanggung jawab dan wewenang untuk mengawasi
pembentukan standar akuntansi dan auditing, FASB, ASB, dan PCAOB bekerja sama
dengan SEC ketika merumuskan standar tersebut.
Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB)
PCAOB menggambarkan dirinya sebagai perusahaan nirlaba yang didirikan
oleh Kongres untuk mengawasi audit perusahaan publik untuk melindungi investor
dan kepentingan umum dengan mendorong laporan audit yang informatif, akurat, dan
mandiri. Dewan adalah perusahaan nirlaba, dalam kenyataan ia merupakan badan
pengawas semi pemerintah yang diawasi oleh SEC. Sarbanes-Oxley Act 2002 pada
dasarnya mentransfer wewenang penetapan standar, examination, penyidikan, dan
penegakan untuk audit perusahaan publik dari profesi (seperti diwakili oleh AICPA)
ke PCAOB. Semua perusahaan akuntan publik yang menyediakan audit untuk
perusahaan publik diharuskan untuk mendaftar dengan membayar sejumlah biaya dan
mengikuti aturan dan standar dari PCAOB . hingga Februari 2011, dewan telah
menyetujui pendaftaran hampir 2.400 kantor akuntan publik.
PCAOB melakukan program examination secara rutin untuk menilai derajat
kepatuhan perusahaan akuntan publik terdaftar dengan aturan SOX, PCAOB, dan
SEC, dan standar profesional. PCAOB juga memiliki wewenang disipliner dan
investigasi luas terhadap perusahaan audit terdaftar. PCAOB tidak memiliki
kewewenangan untuk menetapkan standar yang berkaitan dengan audit dari entitas
yang bukan perusahaan publik.
PCAOB dapat menjatuhkan sanksi untuk mencegah kemungkinan terulangnya
pelanggaran aturan dan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan audit di masa
yang akan datang. Sanksi dapat berupa pencabutan pendaftaran perusahaan atau
membatasi individual tertentu untuk berpartisipasi dalam audit perusahaan publik
hingga denda uang dan persyaratan untuk tindakan perbaikan.
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
AICPA adalah sebuah asosiasi profesional swasta uang terdiri lebih dari
370.000 CPA di 128 negara. Ia melakukan sejumlah fungsi yang secara langsung
menunjang kegiatan anggota CPA. Yang paling penting dari fungsi ini adalah
pengumuman aturan dan standar yang memandu audit dan layanan terkait yang
diberikan kepada perusahaan-perusahaan nonpublik, entitas pemerintah seperti negara
bagian, kabupaten, kota dan distrik sekolah, dan entitas lain seperti perguruan tinggi
dan badan amal.
Selain peran untuk penetapan standar tersebut, AICPA mendukung
penelitian akuntansi dan audit yang menghasilkan sejumlah publikasi penting, dan
memberikan berbagai program pendidikan berkelanjutan. Sebagai contoh, AICPA
menerbitkan Journal of Accountancy, The Tax Advisor, berbagai Monograf Riset
Audit, Penerbitan Praktik Audit, dan Panduan Audit dan Akuntansi Industri. AICPA
bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan menilai ujian CPA yang seragam dan
memainkan peran penting dalam mengelola sertifikasi CPA dalam hubungannya
dengan masing-masing Dewan Akuntansi Negara Bagian.
Financial Accounting Standards Board (FASB)
FASB adalah badan yang didanai swasta yang memiliki misi untuk
menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan. Kodifikasi Standar Akuntansi
FASB (Kodifikasi atau ASC) diakui sebagai sumber GAAP Amerika Serikat oleh
SEC, PCAOB, dan AICPA.
Sebuah kelompok yang penting dalam FASB adalah Emerging Issues Task
Force (EITF). EITF didirikan oleh FASB untuk memenuhi kebutuhan akuntan untuk
panduan waktu mengenai praktik akuntansi dan metode dan untuk membatasi jumlah
isu-isu yang memerlukan pernyataan resmi dari FASB. Lihat situs FASB
(www.fasb.org) untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan FASB.
International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB)
IAASB disponsori dan didanai oleh International Federation of Accountants
(IFAC), yang menggambarkan dirinya sebagai organisasi global untuk profesi
akuntansi. IFAC didirikan pada 1977 dan berbasis di kota New York. Selain IAASB,
organisasi IFAC yang independen mewadahi dewan-dewan penyusun standar yang
mengembangkan standar internasional tentang etika, pendidikan, dan standar
akuntansi sektor publik. IAASB yang organisasi pendahulunya didirikan pada 1978,
direorganisasikan dan berganti nama menjadi bentuk yang sekarang pada 2002, kira-
kira pada saat Sarbanes-Oxley Act disahkan di Amerika Serikat. IAASB
mengeluarkan International Standards on Auditing (ISA) dan terutama merupakan
pembuat standar audit internasional yang diakui di luar Amerika Serikat. Standar audit
internasional dan Amerika Serikat sedang dalam proses konvergensi sampai batas
tertentu.
International Accounting Standards Board (IASB)
IASB adalah mitra internasional untuk FASB. Standar IASB adalah standar
akuntansi yang dominan di luar Amerika Serikat. IASB bertanggung jawab untuk
pengembangan dan publikasi dari International Financial Reporting Standards (IFRS),
dan untuk menyetuji interprestasi IFRS. IASB ini disponsori dan didanai oleh
Yayasan IFRS independen yang merupakan organisasi sektor swasta nirlaba.
Sepuluh Standar Audit Berlaku Umum
ASB awalnya mengeluarkan apa yang dikenal dengan 10 standar auditing yang
berlaku umum (Generally Accepted Auditing Standards GAAS) pada 1947 dan
secara berkala memodifikasi standar-standar tersebut untuk mencerminkan
perubahan-perubahan dalam ruang lingkup auditor. PCAOB mengadopsi standar ini
dan merujuknya, bersama-sama dengan standar sendiri, sebagai Standar PCAOB.
Standar audit berlaku umum terdiri atas tiga kategori standar, yaitu standar umum,
standar lapangan kerja, dan standar pelaporan. Tabel berikut berisi 10 standar auditing
berlaku umum karena mereka saat ini muncul dalam standar PCAOB.
Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Standar Umum
Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan
pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap
mental harus dipertahankan oleh auditor.
Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan
kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
2. Standar Pekerjaan Lapangan
Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus
disupervisi dengan semestinya.
Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan
audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.
Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan,
permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan
pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
3. Standar Pelaporan
Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan
penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan
dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode
sebelumnya.
Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali
dinyatakan lain dalam laporan auditor.
Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan
secara keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat
diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya
harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka
laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit
yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.
Standar-standar tersebut di atas dalam banyak hal saling berhubungan dan
saling bergantung satu dengan lainnya. Keadaan yang berhubungan erat dengan
penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar, dapat berlaku juga untuk standar
yang lain. "Materialitas" dan "risiko audit" melandasi penerapan semua standar
auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.
Konsep "materialitas" bersifat bawaan dalam pekerjaan auditor independen.
Dasar yang lebih kuat harus dicari sebagai landasan pendapat auditor independen atas
unsur-unsur yang secara relatif lebih penting dan unsur-unsur yang mempunyai
kemungkinan besar salah saji material. Misalnya, dalam perusahaan dengan jumlah
debitur yang sedikit, dengan nilai piutang yang besar, secara individual piutang itu
adalah lebih penting dan kemungkinan terjadinya salah saji material juga lebih besar
jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang mempunyai jumlah nilai piutang yang
sama tetapi terdiri dari debitur yang banyak dengan nilai piutang yang relatif kecil.
Dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang, sediaan umumnya mempunyai
arti penting, baik bagi posisi keuangan maupun hasil usaha perusahaan, sehingga
secara relatif sediaan memerlukan perhatian auditor yang lebih besar dibandingkan
dengan sediaan dalam perusahaan jasa. Begitu pula, piutang umumnya memerlukan
perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan premi asuransi dibayar di muka.
Pertimbangan atas risiko audit berkaitan erat dengan sifat audit.2 Transaksi kas
umumnya lebih rentan terhadap kecurangan jika dibandingkan dengan transaksi
sediaan, sehingga audit atas kas harus dilaksanakan secara lebih konklusif, tanpa
harusmenyebabkan penggunaan waktu yang lebih lama. Transaksi dengan pihak tidak
terkait biasanya tidak diperiksa serinci pemeriksaan terhadap transaksi antarbagian
dalam perusahaan atau transaksi dengan pimpinan perusahaan dan karyawan, yang
tingkat kepentingan pribadi dalam transaksi yang disebut terakhir ini sulit ditentukan.
Pengendalian intern terhadap lingkup audit mempengaruhi besar atau kecilnya risiko
salah saji terhadap prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor. Semakin efektif
pengendalian intern, semakin rendah tingkat risiko pengendalian.
JASA SELAIN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN
Sebagai tambahan terhadap audit atas laporan keuangan, sepanjang relevan
dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor independen, kesepuluh standar auditing
tersebut berlaku untuk jasa selain audit atas laporan keuangan, kecuali jika dinyatakan
lain dalam suatu Pernyataan Standar Auditing.

BAB III
KESIMPULAN

RUANG LINGKUP AUDI LAPORAN KEUANGAN.


A. TIPE TIPE AUDITOR:
Auditor internal
Auditor Eksternal
Auditor Pemerintah
Auditor Forensik

B. KANTOR AKUNTAN PUBLIK


Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah BADAN USAHAbaik itu perseorangan
atau persekutuanyang didirikan oleh seorang atau beberapa orang Akuntan Publik
untuk memberikan jasa sesuai dengan karakteristik profesi Akuntan Publik,
menggunakan nama (salahseorang) Akuantan Publik pendirinya dan memperoleh ijin
usaha.
Menurut UU No. 5 2011:

C. MODEL BISNIS
Tata kelola Teknologi Informasi adalah sebuah kerangka kebijakan, prosedur dan
kumpulan proses-proses yang bertujuan untuk mengarahkan dan mengendalikan
perusahaan untuk pencapaian tujuan perusahaan dengan memberikan tambahan nilai
bisnis, melalui penyeimbangan keuntungan dan resiko TI beserta proses-proses yang
ada di dalamnya. Mereka bertanggung jawab terhadap arah strategi organisasi,
memastikan tujuan organisasi dapat tercapai dan sumber daya organisasi telah
dimanfaatkan dengan tepat. Tata kelola TI juga membutuhkan pengaturan yang tepat
untuk menggabungkan strategi TI dan pemanfaatan sumber daya TI untuk
memberikan keuntungan yang kompetitif bagi organisasi. Secara tidak langsung, tata
kelola TI menggunakan prinsip-prinsip tata kelola organisasi terhadap unit TI.
D. STANDAR AUDITING

1.standar umum
2. standar pekerjaan lapangan
3. standar pelaporan

Standar Auditing adalah


sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntansi Publik
Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan
standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupakan pedoman audit
atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan
dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA
merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam
standar auditing.
Di Amerika Serikat, standar auditing semacam ini disebut Generally Accepted
Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified
Public Accountant (AICPA).