Anda di halaman 1dari 2

Contoh kasus pelanggaran kode etik psikologi dalam bidang pendidikan

Suatu SMA di daerah yang jauh dari kota ingin menggunakan tes psikologi sebagai salah satu
acuan untuk melihat kemampuan minat dan bakat siswa kelas 1 yang akan penjurusan di kelas 2
(IPA, IPS, dan Bahasa). Kemudian BK di SMA tersebut menghubungi seorang psikolog A yang bekerja
di sebuah biro psikologi yang mana hanya terdapat di kota yang letaknya jauh dari SMA tersebut.
Dalam hal ini biro psikologi tersebut mengadakan kerjasama untuk mengadakan tes psikologi
dengan pihak SMA tersebut. Pihak biro hanya mengirim alat alat tes psikologi ke SMA tersebut
tanpa adanya seorang psikolog yang ikut serta, hal tersebut mengakibatkan yang memberikan
instruksi tes tersebut adalah tenaga BK di SMA tersebut yang memiliki gelas strata 1 dalam bidan
pendidikan. Biro psikologi berpendapat melakukan hal tersebut karena kendala jarak yang jauh, yang
mana pihak SMA setuju dengan hal tersebut.

Kemudian hasil tes psikologi tersebut di kirim kembali ke pihak biro psikologi untuk di
interpretasi oleh psikolog A. Dalam hasil interpretasi ada seorang siswa B yang hasilnya menunjukan
bahwa dia cocok di dalam bidang IPS, namun orang tua siswa B menghubungi biro agar psikolog A
menetapkan hasil tes dari siswa B cocok ke jurusan IPA dengan iming iming uang. Akhirnya
psikolog A mengamini hal tersebut.

Analisis

Dalam kasus ini jelas bahwa psikolog A dari pihak biro psikologi tersebut melanggar kode
etik psikologi yang telah ditetapkan oleh HIMPSI. Pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh
adalah pendelegasian yang salah, tidak ada kerahasiaan dalam alat tes, mengubah hasil (manipulasi)
tes psikologi yang mana hal hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada pihak pihak yang
terkait.

Pasal pasal yang terkait

Pasal 2b ayat 2
Tentang harus menjaga kejujuran dan kebenaran dalam bidang keilmuan psikologi
Pasal 2b ayat 3
Tentang seorang psikolog tidak boleh berbohong dan terlibat pemalsuan
Pasal 4 ayat 3c
Pelanggaran berat. Karena sengaja memanipulasi hasil yang merugikan pihak pihak terkait
Pasal 9
Tentang Dasar-dasar Pengetahuan Ilmiah dan Sikap Profesional.
Pasal 10
Mengatur tentang pendelegasian pekerjaan pada orang lain.
Pasal 13
Tentang Sikap Profesional .
Pasal 67
Tentang Menjaga Alat, Data dan Hasil Assesmen.