Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1. Pengertian
Uji t pada dasarnya adalah suatu pengujian untuk melihat apakah nilai tengah (nilai
rata-rata) suatu distribusi nilai (kelompok) berbeda secara nyata (significant) dari nilai tengah
dari distribusi nilai (kelompok) lainnya.
2. Kegunaan
Untuk melihat beda nilai tengah dua buah distribusi nilai biasanya menggunakan uji
t atau t-test.
Uji t ini juga dapat untuk melihat dua beda nilai koefisien korelasi.
Bermaksud menguji keadaan (sesuatu) yang terdapat dalam suatu kelompok dengan
kelompok lain.
Menguji apakah terdapat perbedaan yg signifikan di antara kelompok-kelompok.

BAB II

PEMBAHASAN

1. TEKNIK ANALISIS DATA

Dalam hal ini data yang diolah adalah hasil belajar siswa pada kelas eksperimen
(pengajaran dengan pembelajaran problem posing) dan kelas kontrol (pengajaran dengan
inkuiri). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis perbedaan dengan menggunakan
rumus Uji-t. Sebelum melakukan Uji-t tersebut, terlebih dahulu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut :
1
Menghitung rata-rata skor

X
X i

Dimana:

= Mean

X i = Jumlah skor siswa


n = Banyak siswa (Sudjana, 2005:67)
Menghitung standard deviasi
Standard deviasi dapat dicari dengan rumus:

n X 2 X
2

S
n(n 1) (Sudjana, 2005:93)

Dimana:
S = Standar Deviasi
X = jumlah skor total
X 2= jumlah kuadrat skor total
n = banyak siswa
Selanjutnya menghitung varians dengan memangkatduakan standard deviasi.

Uji normalitas
Untuk menguji apakah sampel berdistribusi normal atau tidak digunakan uji
normalitas liliefors. Langkah-langkah sebagai berikut:

a. Mencari bilangan baku

Dengan rumus:

Xi X
Zi
S

Dimana:

2
Xi : Data ke-i
X : Nilai rata-rata
S : Simpangan baku sampel
b. Menghitung peluang F zi P Z Z i dengan menggunakan daftar distribusi normal
baku.
c. Selanjutnya menghitung proporsi S zi dengan rumus:
banyaknya Z 1 , Z 2 ,..., Z n Z i
S zi
n

d. Menghitung selisih F zi S zi kemudian dibentuk harga mutlak.


e. Menentukan harga terbesar dari selisih harga mutlak F zi S zi sebagai Lo Untuk
menerima dan menolak distribusi normal data penelitian dapatlah dibandingkan nilai
Lo dengan nilai kritis L uji liliefors dengan taraf signifikan 0.05 dengan kriteria

pengujian:
Jika Lo Ltabel maka sampel berdistribusi normal.

Jika Lo Ltabel maka sampel tidak berdistribusi normal (Sudjana, 2005:466).

3
Uji Homogenitas
Untuk melihat kedua kelas yang diuji memiliki kemampuan dasar yang sama terlebih
dahulu diuji kesamaan variansnya. Untuk menguji kesamaan varians digunaka uji F sebagai
berikut:
Ho : 12 = 22
Ha : 1222

Dimana:
H0 : Kedua populasi mempunyai varians yang sama.
Ha : Kedua populasi mempunyai varians yang berbeda.

var ians terbesar


F (Sugiyono,2009:276)
var ians terkecil

Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

Jika Fhitung Ftabel maka Ho diterima

Jika Fhitung Ftabel maka Ho ditolak

Dimana F v1 ,v2 didapat dari daftar distribusi F dengan peluang , sedangkan

derajat kebebasan v1 dan v 2 masing-masing sesuai dengan dk pembilang = n1 1 dan dk

penyebut = n 2 1 pembilang dan taraf nyata 0,05

Uji Hipotesis

Hipotesis yang akan diuji dirumuskan sebagai berikut:

H 0 : 1 2

H a : 1 2

Dimana:

H 0 : 1 2 : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar

dengan pembelajaran problem posing dan diajar dengan


pembelajaran inkuiri di kelas VIII SMP Negeri 17 Medan T.A
2012/2013.

4
H a : 1 2 : Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan

pembelajaran problem posing dan diajar dengan pembelajaran


inkuiri di kelas VIII SMP Negeri 17 Medan T.A 2012/2013.

Data berasal dari populasi yang homogen ( 1 2 dan tidak diketahui) dan normal
maka digunakan rumus uji t yaitu :

X1 X2
t
1 1 (Sudjana,2005:239)
S
n1 n2

Keterangan :
t = Luas daerah yang dicapai
n1 = Banyak siswa pada sampel kelas eksperimen
n2 = Banyak siswa pada sampel kelas kontrol
S1 = Simpangan baku kelas eksperimen

S2 = Simpangan baku kelas kontrol


S2 = Simpangan baku gabungan dari S1 dan S 2
X1 = Rata-rata skor siswa kelas eksperimen
X2 = Rata-rata skor siswa kelas kontrol
c. Kriteria pengujian adalah : terima Ho jika t hitung t tabel dengan dk =
( n1 n2 2 ) dengan peluang (1 ) dan taraf nyata = 0,05 Untuk harga-harga t
lainnya Ho ditolak atau terima Ha.

2. ANALISIS DATA

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua
kelas yang diberi perlakuan yang berbeda, yaitu kelas eksperimen diajar dengan
pembelajaran Problem posing dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri. Data
yang diperoleh merupakan data pretes dan data postes siswa kelas VIII SMP N 17 Medan T.A
2012/2013.

5
Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi, Dan Varians Data Kelas Eksperimen

Nilai Pretes
Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai:

X 1286,64 X 2
52050,82 dan n = 35

Maka rata-rata:

X
X
1286,64
36,76
n 35

Standar Deviasi:

n X 2 X 35 52050,82 1286,64 2
2

S
n(n 1) 35 34

S 11,81

Varians = 139,51

Nilai Postes
Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai:

X 2846,65 X 2
235064,27 dan n = 35

Maka rata-rata:

X
X
n

2846,65
X 81,33
35

Standar Deviasi:

n X 2 X 35 235064,27 2846,65 2
2

S
n(n 1) 35 34

S 10,20

Varians = 104,06

6
Tabel 1. DATA PRE-TES DAN POST-TES KELAS EKSPERIMEN

No Kode Pretes Postes


Urut Siswa Skor Nilai(X) X^2 Skor Nilai(Y) Y^2
1 R1 7 46,67 2178,09 11 73,33 5377,29
2 R2 8 53,33 2844,09 10 66,67 4444,89
3 R3 2 13,33 177,69 12 80,00 6400,00
4 R4 2 13,33 177,69 13 86,67 7511,69
5 R5 6 40,00 1600,00 12 80,00 6400,00
6 R6 4 26,67 711,29 12 80,00 6400,00
7 R7 5 33,33 1110,89 15 100,00 10000,00
8 R8 5 33,33 1110,89 11 73,33 5377,29
9 R9 8 53,33 2844,09 15 100,00 10000,00
10 R10 7 46,67 2178,09 12 80,00 6400,00
11 R11 4 26,67 711,29 14 93,33 8710,49
12 R12 8 53,30 2840,89 12 80,00 6400,00
13 R13 4 26,67 711,29 13 86,67 7511,69
14 R14 7 46,67 2178,09 13 86,67 7511,69
15 R15 3 20,00 400,00 11 73,33 5377,29
16 R16 6 40,00 1600,00 13 86,67 7511,69
17 R17 8 53,33 2844,09 13 86,67 7511,69
18 R18 6 40,00 1600,00 14 93,33 8710,49
19 R19 6 40,00 1600,00 14 93,33 8710,49
20 R20 6 40,00 1600,00 11 73,33 5377,29
21 R21 3 20,00 400,00 12 80,00 6400,00
22 R22 7 46,67 2178,09 13 86,67 7511,69
23 R23 4 26,67 711,29 14 93,33 8710,49
24 R24 7 46,67 2178,09 12 80,00 6400,00
25 R25 6 40,00 1600,00 10 66,67 4444,89
26 R26 6 40,00 1600,00 11 73,33 5377,29
27 R27 7 46,67 2178,09 15 100,00 10000,00
28 R28 5 33,33 1110,89 11 73,33 5377,29
29 R29 5 33,33 1110,89 11 73,33 5377,29
30 R30 7 46,67 2178,09 12 80,00 6400,00
31 R31 2 13,33 177,69 11 73,33 5377,29
32 R32 5 33,33 1110,89 12 80,00 6400,00
33 R33 6 40,00 1600,00 12 80,00 6400,00
34 R34 4 26,67 711,29 12 80,00 6400,00
35 R35 7 46,67 2178,09 8 53,33 2844,09
Jumlah Nilai 193 1286,64 52041,82 427 2846,65 235064,27
Rata-rata 5,51 36,76 12,20 81,33
S. Deviasi 1,77 11,81 1,53 10,20
Varians 3,14 139,51 2,34 104,06
Maksimum 8 53,33 15 100,00
Minimium 2 13,33 8 53,33

7
Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi, Dan Varians Data Kelas Kontrol

Nilai Pretes
Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai:

X 1293,31 X 2
54665,47 dan n = 35

Maka rata-rata:

X
X
1293,31
36,95
n 35

Standar Deviasi:

n X 2 X 35 54665,47 1293,31 2
2

S
n(n 1) 35 34

S 14,22

Varians = 202,22

Nilai Postes
Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai:

X 2593,33 X 2
197555,56 dan n = 35

Maka rata-rata:

X
X
n

2593,33
X 74,10
35

Standar Deviasi:

n X 2 X
2

S
n(n 1

S
35197555,56 2593,33 2 12,60
35 34
Varians = 158,88

Tabel 2. DATA PRETES DAN POSTES KELAS KONTROL

8
No Kode Pretes Postes

9
Urut Siswa Skor Nilai(X) X2 Skor Nilai(Y) Y2
1 O1 7 46,67 2178,09 12 80,00 6400,00
2 O2 3 20,00 400,00 13 86,67 7511,11
3 O3 9 60,00 3600,00 13 86,67 7511,11
4 O4 9 60,00 3600,00 15 100,00 10000,00
5 O5 2 13,33 177,69 12 80,00 6400,00
6 O6 5 33,33 1110,89 10 66,67 4444,44
7 O7 3 20,00 400,00 13 86,67 7511,11
8 O8 6 40,00 1600,00 11 73,33 5377,78
9 O9 2 13,33 177,69 14 93,33 8711,11
10 O10 4 26,67 711,29 14 93,33 8711,11
11 O11 5 33,33 1110,89 10 66,67 4444,44
12 O12 2 13,33 177,69 11 73,33 5377,78
13 O13 4 26,67 711,29 10 66,67 4444,44
14 O14 6 40,00 1600,00 11 73,33 5377,78
15 O15 6 40,00 1600,00 9 60,00 3600,00
16 O16 7 46,67 2178,09 11 73,33 5377,78
17 O17 2 13,33 177,69 9 60,00 3600,00
18 O18 6 40,00 1600,00 11 73,33 5377,78
19 O19 7 46,67 2178,09 12 80,00 6400,00
20 O20 3 20,00 400,00 12 80,00 6400,00
21 O21 6 40,00 1600,00 8 53,33 2844,44
22 O22 8 53,33 2844,09 10 66,67 4444,44
23 O23 3 20,00 400,00 10 66,67 4444,44
24 O24 7 46,67 2178,09 10 66,67 4444,44
25 O25 5 33,33 1110,89 9 60,00 3600,00
26 O26 7 46,67 2178,09 10 66,67 4444,44
27 O27 8 53,33 2844,09 7 46,67 2177,78
28 O28 5 33,33 1110,89 13 86,67 7511,11
29 O29 8 53,33 2844,09 10 66,67 4444,44
30 O30 6 40,00 1600,00 12 80,00 6400,00
31 O31 5 33,33 1110,89 12 80,00 6400,00
32 O32 9 60,00 3600,00 10 66,67 4444,44
33 O33 5 33,33 1110,89 9 60,00 3600,00
34 O34 8 53,33 2844,09 15 100,00 10000,00
35 O35 6 40,00 1600,00 11 73,33 5377,78
Jumlah Nilai 194 1293,31 54665,47 389 2593,33 197555,56
Rata-rata 5,54 36,95 11,11 74,10
S. Deviasi 2,13 14,22 1,89 12,60
Varians 4,55 202,22 3,57 158,88
Maksimum 9 60,00 15 100,00
Minimium 2 13,33 7 46,67

Interval Data

Tabel 3. Data Pretes Kelas Eksperimen

No Nilai pretes Frekuensi Interval Frekuensi


10
kelas
eksperimen
1 13,33 3 13,33 - 20,33 5
2 20,00 2 21,33 - 28,33 5
3 26,67 5 29,33 36,33 8
4 33,33 8 37,33 44,33 5
5 40,00 5 45,33 52,33 8
6 46,67 8 53,33 60,33 4
7 53,33 4 Jumlah : 35
Jumlah 1286,64 35

36,76
X
SD 11,81

S2 139,51

Nilai 53,33
maksimum
Nilai 13,33
minimum

Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Siswa Kelas Eksperimen

Gambar1. Diagram batang untuk nilai pretes kelas eksperimen

11
Tabel 4. Data Pretes Kelas Kontrol

No Nilai Pretes Frekuensi Interval Frekuensi


Kelas kontrol
1 13,33 4 13,33 - 21,33 8
2 20,00 4 22,33 30,33 2
3 26,67 2 31,33 39,33 6
4 33,33 6 40,33 48,33 12
5 40,00 7 49,33 57,33 4
6 46,67 5 58,33 66,33 3
7 53,33 4 Jumlah =
35
8 60,00 3

Jumlah 1293,31 35

36,95
X
SD 14,22

S2 202,22

Nilai maksimum 60,00

Nilai minimum 13,33

Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Siswa Kelas Kontrol

Gambar 2. Diagram batang untuk nilai pretes kelas kontrol

12
Tabel 5 Data Nilai Postes Kelas Eksperimen

No Nilai Postes Frekuensi Interval Frekuensi


Kelas
Esperimen
1 53,33 1 53,33 61,33 1
2 66,67 2 62,33 70,33 2
3 73,33 8 71,33 79,33 8
4 80,00 11 80,33 88,33 17
5 86,67 6 89,33 97,33 4
6 93,33 4 98,33 100 3
7 100,00 3 Jumlah = 35
Jumlah 2846,65 35

81,33
X
SD 10,20

S2 104,06

Nilai 100,00
maksimum
Nilai minimum 53,33

Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Postes Siswa Kelas Eksperimen

Gambar 3. diagram batang untuk nilai postes kelas eksperimen

13
Tabel 6. Data Nilai Postes Kelas kontrol

No Nilai Postes Frekuensi Interval Frekuensi


Kelas kontrol
1 46,70 1 46,67 55,67 2
2 53,30 1 56,67 65,67 4
3 60,00 4 66,67 75,67 15
4 66,70 9 76,67 85,67 6
5 73,30 6 86,67 95,67 4
6 80,00 6 96,67 100 4
7 86,70 4 Jumlah = 35
8 93,30 2
9 100,00 2
Juml- 2593,33 35
ah
X 74,10

SD 12,60

S2 158,88

Nilai 100
maksimum
Nilai 46,67
minimum

Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Postes Siswa Kelas Kontrol

Gambar 4. Diagram batang untuk nilai postes kelas kontrol

3. DESKRIPSI HASIL PERHITUNGAN


Data pada penelitian ini diperoleh dari tes awal yaitu pretes hasil belajar yang
diberikan sebelum dilakukan perlakuan, dan tes akhir yaitu postes hasil belajar yang diberikan
setelah dilakukan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

14
Tabel 7. Rekapitulasi hasil pretes dan postes hasil belajar matematika siswa
Pretes Postes
Kelompok S S
Eksperimen 13,33 53,33 36,76 11,81 53,33 100,00 81,33 10,20
Kontrol 13,33 60,00 36,95 14,22 46,67 100,00 74,10 12,60
Rata-rata hasil pretes hasil belajar matematika siswa untuk kelas eksperimen adalah
36,76 dan nilai postes adalah 81,33. Sedangkan untuk kelas kontrol, rata-rata hasil pretes
adalah 36,95 dan rata-rata nilai postes adalah 74,10. Dari data di atas peneliti memperoleh
selisih dari masing-masing kelas.

4. UJI PERSYARATAN ANALISIS DATA


Uji Normalitas
Untuk menguji normalitas data digunakan uji Liliefors yang bertujuan untuk
mengetahui apakah penyebaran data hasil penelitian memiliki sebaran data yang berdistribusi
normal atau tidak. Sampel berdistribusi normal jika dipenuhi syarat L 0 < Ltabel pada taraf =
0,05.
Pengujian normalitas data setiap variabel penelitian dilakukan dengan menggunakan
teknik Lilliefors, yaitu memeriksa distribusi penyebaran data berdasarkan distribusi normal.

Data Nilai Pretes Siswa Kelas Eksperimen

No X F Fk Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(Zi)

1 13.33 3 3 -1.98 0.0239 0.0857 0.0618

2 20.00 2 5 -1.42 0.0778 0.1429 0.0651

3 26.67 5 10 -0.85 0.1977 0.2857 0.0880

4 40.00 8 18 0.27 0.6064 0.5143 0.0921

4 33.33 5 23 -0.29 0.6141 0.6571 0.0430

5 46.67 8 31 0.84 0.7996 0.8857 0.0861

6 53.33 4 35 1.40 0.9192 1.0000 0.0808

X 1286.64 Lo 0.0921

N 35 Ltabel 0.1498

Mean 36.76

S 11.81

Prosedur penghitungan:

15
1) Mengurutkan data dari yang terkecil sampai data yang terbesar, kemudian menentukan
frekuensi observasi (fi) dan frekuensi kumulatif (fk).
2) Mengubah tanda nilai menjadi bilangan baku (Zi).
Contoh nilai X1 = 46,67 diubah menjadi bilangan baku Z1 = 0,84. Untuk mengubahnya
digunakan rumus:

Xi X
Zi
S

Contoh perhitungan:

Diketahui: X 36,76 ; S 11,81

Untuk X1 = 46,67

46,67 36,76
Z1 0,84
11,81

Selanjutnya tanda nilai kedua X 15 = 20,0, bilangan Z15 = -1,42. Demikian seterusnya untuk
tanda nilai berikutnya.

3) Untuk menentukan F(Zi) digunakan nilai luas di bawah kurva normal baku. Contoh untuk
F(0,84) = 0,7996. Cara melihatnya dengan memberi tanda pada kolom pertama untuk angka
0,8 (Daftar Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal) sedangkan pada baris teratas ditandai 0,04
sehingga koordinat keduanya memberikan angka luasan di bawah kurva normal baku sebesar
0,7996. Selanjutnya untuk F(-1,42) = 0,0778. Demikian seterusnya untuk tanda berikutnya.
4) Menentukan S(Zi) dengan cara menghitung proporsi f k berdasarkan fi seluruhnya. Untuk

fk 31
S(0.84) = 0,8857 yang diperoleh dengan menghitung 0,8857 . Untuk S(-1,42)
f i 35
= 0,1429. Demikian seterusnya.
Langkah terakhir, menentukan F(Zi) - S(Zi) kemudian mengambil harga mutlak terbesar yang disebut
L0 atau Lhitung. Untuk N = 35 diperoleh harga Ltabel = 0,1498 pada 0,05 .

Diperoleh L0 < Ltabel, yaitu 0,0921 < 0.1498 sehingga disimpulkan bahwa sebaran data pretes siswa
kelas eksperimen adalah berdistribusi normal.

16
Data Nilai Postes Siswa Kelas Eksperimen

No X Fi fk Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(Zi)

1 53.33 1 1 -2.74 0.0031 0.0286 0.0255

2 66.67 2 3 -1.44 0.0749 0.0857 0.0108

3 73.33 8 11 -0.78 0.2177 0.3143 0.0966

4 80.00 11 22 -0.13 0.4880 0.6286 0.1406

5 86.67 6 28 0.52 0.6985 0.8000 0.1015

6 93.33 4 32 1.18 0.8810 0.9143 0.0333

7 100.00 3 35 1.83 0.9664 1.0000 0.0336

Y 2846.65 Lo 0.1406

N 35 Ltabel 0.1498

Mean 81.33

S 10.20

Diperoleh L0 < Ltabel, yaitu 0,1406 < 0.1498 sehingga disimpulkan bahwa sebaran data postes siswa
kelas eksperimen adalah berdistribusi normal.

17
Data Nilai Pretes Siswa Kelas Kontrol

Untuk data pretes siswa kelas kontrol, diperoleh hasil sebagai berikut:

No X Fi Fk Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(Zi)

1 13.33 4 4 -1.66 0.0485 0.1143 0.0658

2 20.00 4 8 -1.19 0.1170 0.2286 0.1116

3 26.67 2 10 -0.72 0.2358 0.2857 0.0499

4 33.33 6 16 -0.25 0.4033 0.4571 0.0538

5 40.00 7 23 0.21 0.5832 0.6571 0.0739

6 46.67 5 28 0.68 0.7518 0.8000 0.0482

7 53.33 4 32 1.15 0.8749 0.9143 0.0394

8 60.00 3 35 1.62 0.9474 1.0000 0.0526

X 1293.31 Lo 0.1116

N 35 Ltabel 0.1498

Mean 36.95

S 14.22

Selanjutnya dengan membandingkan harga L0 dengan Ltabel didapat L0 < Ltabel, yaitu 0,1116 <
0.1498 sehingga disimpulkan bahwa sebaran data pretes siswa kelas kontrol adalah
berdistribusi normal.

18
Data Nilai Postes Siswa Kelas Kontrol

Selanjutnya data postes untuk siswa kelas kontrol, dengan cara yang sama seperti contoh di
atas, secara ringkas diperoleh hasil sebagai berikut:

No Y f fk Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi)-S(Zi)

1 46.70 1 1 -2.17 0.0150 0.0286 0.0136

2 53.30 1 2 -1.65 0.0495 0.0571 0.0076

3 60.00 4 6 -1.12 0.1314 0.1714 0.0400

4 66.70 9 15 -0.59 0.3121 0.4286 0.1165

5 73.30 6 21 -0.06 0.4761 0.6000 0.1239

6 80.00 6 27 0.47 0.6808 0.7714 0.0906

7 86.70 4 31 1.00 0.8413 0.8857 0.0444

8 93.30 2 33 1.52 0.9357 0.9429 0.0072

9 100.00 2 35 2.06 0.9803 1.0000 0.0197

Y 2593.33 Lo 0.1239

N 35 Ltabel 0.1498

Mean 74.10

S 12.60

Diperoleh L0 < Ltabel, yaitu 0,1239 < 0,1498 sehingga disimpulkan bahwa sebaran data postes siswa
kelas kontrol adalah berdistribusi normal.

Uji normalitas data pretes hasil belajar kelas eksperimen diperoleh L0 (0,0921) < Ltabel
(0,1498) dan data pretes hasil belajar kelas kontrol diperoleh L0 (0,1116) < Ltabel (0,1498).
Data postes hasil belajar kelas eksperimen diperoleh L0 (0,1406) < Ltabel (0,1498) dan data
postes kelas kontrol diperoleh L0 (0,1239) < Ltabel (0,1498). Dengan demikian dapat
disimpulkan distribusi data pretes dan postes hasil belajar dengan pembelajaran inkuiri dan
pembelajaran problem posing di kedua kelas berdistribusi normal.
Secara ringkas hasil perhitungan data-data hasil penelitian diperlihatkan pada tabel-
tabel berikut :

19
Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Matematika
Pretes Postes
Kelas
L0 Ltabel Keterangan L0 Ltabel Keterangan
Eksperimen 0,0921 0,1498 Normal 0,1406 0,1498 Normal
Kontrol 0,1116 0,1498 Normal 0,1239 0,1498 Normal

Uji Homogenitas Data


Selanjutnya pengujian homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji F untuk
mengetahui apakah kelompok sampel berasal dari populasi yang homogen atau tidak.
varians terbesar
F
varians terkecil

Hasil tabulasi varians pretes kedua kelompok sampel diperoleh:

A. KELAS EKSPERIMEN

No. Kode Pretes Postes Peningkatan


Urut Siswa
T1(1) T1(1)2 T(2)1 T2(1)2 T(2)1-T(1)1 (T(2)1-T(1)1)2
1 R1 46,67 2178,0889 73,33 5377,2889 26,66 710,7556
2 R2 53,33 2844,0889 66,67 4444,8889 13,34 177,9556
3 R3 13,33 177,6889 80 6400 66,67 4444,8889
4 R4 13,33 177,6889 86,67 7511,6889 73,34 5378,7556
5 R5 40 1600 80 6400 40 1600
6 R6 26,67 711,2889 80 6400 53,33 2844,0889
7 R7 33,33 1110,8889 100 10000 66,67 4444,8889
8 R8 33,33 1110,8889 73,33 5377,2889 40 1600
9 R9 53,33 2844,0889 100 10000 46,67 2178,0889
10 R10 46,67 2178,0889 80 6400 33,33 1110,8889
11 R11 26,67 711,2889 93,33 8710,4889 66,66 4443,5556
12 R12 53,33 2844,0889 80 6400 26,67 711,2889
13 R13 26,67 711,2889 86,67 7511,6889 60 3600
14 R14 46,67 2178,0889 86,67 7511,6889 40 1600
15 R15 20 400 73,33 5377,2889 53,33 2844,0889
16 R16 40 1600 86,67 7511,6889 46,67 2178,0889
17 R17 53,33 2844,0889 86,67 7511,6889 33,34 1111,5556
18 R18 40 1600 93,33 8710,4889 53,33 2844,0889
19 R19 40 1600 93,33 8710,4889 53,33 2844,0889
20 R20 40 1600 73,33 5377,2889 33,33 1110,8889
21 R21 20 400 80 6400 60 3600
22 R22 46,67 2178,0889 86,67 7511,6889 40 1600
23 R23 26,67 711,2889 93,33 8710,4889 66,66 4443,5556
24 R24 46,67 2178,0889 80 6400 33,33 1110,8889
25 R25 40 1600 66,67 4444,8889 26,67 711,2889
26 R26 40 1600 73,33 5377,2889 33,33 1110,8889
27 R27 46,67 2178,0889 100 10000 53,33 2844,0889
20
28 R28 33,33 1110,8889 73,33 5377,2889 40 1600
29 R29 33,33 1110,8889 73,33 5377,2889 40 1600
30 R30 46,67 2178,0889 80 6400 33,33 1110,8889
31 R31 13,33 177,6889 73,33 5377,2889 60 3600
32 R32 33,33 1110,8889 80 6400 46,67 2178,0889
33 R33 40 1600 80 6400 40 1600
34 R34 26,67 711,2889 80 6400 53,33 2844,0889
35 R35 46,67 2178,0889 53,33 2844,0889 6,66 44,3556
X 1286,67 52045,0225 2846,65 235064,2669 1559,98 77776,0894
Rata-
rata 36,762 1487,000643 81,33285714 6716,121911 44,57085714 2222,173983
SD 11,81282947 813,7007886 10,20105115 1652,16274 15,57377478 1367,96672
VAR 139,51 662108,9733 104,0614445 2729641,718 242,542461 1871332,947

B. KELAS KONTROL

Pretes Postes Peningkatan


No Kode
Urut Siswa T1(1) T1(1)^2 T(2)1 T2(1)^2 T(2)1-T(2)2 (T(2)1-T(2)2)^2
1 O1 46,67 2178,0889 80 6400 33,33 1110,8889
2 O2 20 400 86,67 7511,6889 66,67 4444,8889
3 O3 60 3600 86,67 7511,6889 26,67 711,2889
4 O4 60 3600 100 10000 40 1600
5 O5 13,33 177,6889 80 6400 66,67 4444,8889
6 O6 33,33 1110,8889 66,67 4444,8889 33,34 1111,5556
7 O7 20 400 86,67 7511,6889 66,67 4444,8889
8 O8 40 1600 73,33 5377,2889 33,33 1110,8889
9 O9 13,33 177,6889 93,33 8710,4889 80 6400
10 O10 26,67 711,2889 93,33 8710,4889 66,66 4443,5556
11 O11 33,33 1110,8889 66,67 4444,8889 33,34 1111,5556
12 O12 13,33 177,6889 73,33 5377,2889 60 3600
13 O13 26,67 711,2889 66,67 4444,8889 40 1600
14 O14 40 1600 73,33 5377,2889 33,33 1110,8889
15 O15 40 1600 60 3600 20 400
16 O16 46,67 2178,0889 73,33 5377,2889 26,66 710,7556
17 O17 13,33 177,6889 60 3600 46,67 2178,0889
18 O18 40 1600 73,33 5377,2889 33,33 1110,8889
19 O19 46,67 2178,0889 80 6400 33,33 1110,8889
20 O20 20 400 80 6400 60 3600
21 O21 40 1600 53,33 2844,0889 13,33 177,6889
22 O22 53,33 2844,0889 66,67 4444,8889 13,34 177,9556
23 O23 20 400 66,67 4444,8889 46,67 2178,0889
24 O24 46,67 2178,0889 66,67 4444,8889 20 400
25 O25 33,33 1110,8889 60 3600 26,67 711,2889
26 O26 46,67 2178,0889 66,67 4444,8889 20 400
27 O27 53,33 2844,0889 46,67 2178,0889 -6,66 44,3556
28 O28 33,33 1110,8889 86,67 7511,6889 53,34 2845,1556
29 O29 53,33 2844,0889 66,67 4444,8889 13,34 177,9556

21
30 O30 40 1600 80 6400 40 1600
31 O31 33,33 1110,8889 80 6400 46,67 2178,0889
32 O32 60 3600 66,67 4444,8889 6,67 44,4889
33 O33 33,33 1110,8889 60 3600 26,67 711,2889
34 O34 53,33 2844,0889 100 10000 46,67 2178,0889
35 O35 40 1600 73,33 5377,2889 33,33 1110,8889
X 1293,31 54665,467 2593,35 197557,64 1300,04 61291,245
Rata-
rata 36,951714 1561,8705 74,095714 5644,5041 37,144 1751,178429
SD 14,220372 1038,6352 12,604299 1910,2651 19,55577186 1588,496977
VAR 202,21898 1078763,1 158,86835 3649112,8 382,4282129 2523322,644

Varians terbesar = 202,22

Varians terkecil = 139,51

Maka:

202,22
F 1,450
139,51

Pada taraf 0,05 dan dkpembilang = 35 1 = 34 dan dkpenyebut = 35 1 = 34.

Karena dalam daftar nilai persentil distribusi f tidak terdapat untuk f 0.05 (34,34), maka dicari dengan cara
interpolasi sebagai berikut:

f0,05 (40,34) = 1,74

f0,05 (30,34) = 1,80

f0,05 (34,34) = x

Interpolasi:

34 30 X - 1,80

40 30 1,74 - 1,80

34 - 30
X 1,80 1,74 1,80
40 - 30

F0,05 (34,34) = 1,776

Dengan membandingkan kedua harga tersebut diperoleh harga fhitung < ftabel yaitu 1,450 < 1,776. Hal ini
berarti bahwa h0 ditolak dan ha diterima. Jadi varians data pretes kedua kelompok sampel berasal dari
populasi yang homogen.

22
Berdasarkan perhitungan hasil uji homogenitas pretes diperoleh nilai Fhitung = 1,450
dan uji homogenitas postes diperoleh Fhitung =1,527 . Pada taraf signifikan 0,05 diperoleh harga
Ftabel = 1,776.
Karena Fhitung< Ftabel maka data pretes dan postes kedua sampel homogen yang berarti
bahwa data yang diperoleh dapat mewakili seluruh populasi yang ada. Secara ringkas hasil
perhitungan uji homogenitas data pretes dan postes kedua kelas ditunjukkan pada tabel
dibawah ini.

Uji Homogenitas Data Pretes dan Postes Kelas Eksperimen dan Kelas kontrol

Data Sampel Varians Fhitung Ftabel Kesimpulan

Pretes K. Eksperimen 139,51 1,450 1,776 Homogen

K. Kontrol 202,22

Postes K. Eksperimen 104,06 1,527 1,776 Homogen

K. Kontrol 158,88

Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis terlebih dahulu harus terpenuhi syarat-syarat analisis uji
hipotesis. Karena persyaratan untuk uji hipotesis telah terpenuhi, maka uji hipotesis dapat
dilakukan dengan uji-t. Untuk mengetahui apakah kemampuan awal siswa berbeda atau tidak
maka dilakukan uji-t.

X1 X 2
t hitung
1 1
S
n1 n 2

Hipotesis yang diajukan adalah:

H 0 : 1 2

Ha : 1 2

Dimana: 1 = rata-rata hasil belajar kelas eksperimen

2 = rata-rata hasil belajar kelas kontrol

Berdasarkan hasil perhitungan postes siswa diperoleh harga-harga sebagai berikut:

X1 = 81,33 S21 = 104,06 n1 = 35

23
X2 = 74,10 S22 = 158,88 n1 = 35

dimana:

S 2

n1 1 S1 n2 1 S 2
2 2

n1 n2 2

S2
35 1104,06 35 1158,88
35 35 2

S 2 131,47

didapat : S = 11,47

81,33 74,10
t
1 1
11,47
35 35

7,23
t
11,47(0,24)

t 2,626

Pada taraf signifikansi 0,05 dan dk = n1 + n2 2 = 35 + 35 2 = 68. Karena harga t (0,95 ; 68) tidak
terdapat dalam daftar distribusi t, maka untuk mencari harga tabel dilakukan dengan interpolasi linier
sebagai berikut:

t(0,95 ; 60) = 1,67

t(0,95 ; 120) = 1,66

t(0,95 ; 68) = X

maka:

68 - 60
X 1,67 1,66 1,67
120 - 60

X 1,67 0,0013

24
X 1,669

Berdasarkan perhitungan diatas, pada dk = 68 dan taraf nyata = 0,05 dan t (1- ) =

t(0,975) diperoleh ttabel = 1,669 dan thitung = 2,626. Kriteria pengujian yaitu terima Ho jika

<t< . Berdasarkan perhitungan diperoleh bahwa -1,997< t < 1,997, sehingga

terlihat bahwa ternyata thitung tidak berada dalam interval tersebut yang berarti bahwa Ho
ditolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa
yang diajar dengan pembelajaran inkuiri dan yang diajar dengan pembelajaran problem
posing di kelas VIII SMP Negeri 17 Medan T.A. 2012/2013.

Hasil pengujian hipotesis pada taraf signifikan = 0,05 dan dk = 68, untuk pengujian
hipotesis diperoleh thitung = 2,626 sedangkan ttabel = 1,669. Kriteria pengujian adalah : terima H 0

jika < t < pada taraf signifikan = 0,05, karena harga t hitung = 2,626 tidak

berada dalam interval tersebut, maka Ha diterima dan menolak Ho yang berarti terdapat
perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran inkuiri dan yang diajar dengan
pembelajaran problem posing. Secara ringkas hasil perhitungan uji hipotesis tertera pada tabel
dibawah

Tabel 9 Ringkasan Perhitungan Uji t

Kelas Rata- N Varians thitung ttabel Keterangan


rata
Eksperimen I 81,33 35 104,06 Terima Hayang artinya
Eksperimen II 74,10 35 158,88 2,626 1,669
terdapat perbedaan

25
BAB III
KESIMPULAN
Dengan menggunakan uji t (t-test) akan membantu pengolahan data untuk melihat
perbedaan dari 2 sampel dalam penelitian eksperimen. Berdasarkan perhitungan dari data
hasil pretes dan postes kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh kesimpulan bahwa
terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran problem posing dan
yang diajar dengan pembelajaran inkuiri.

26
DAFTAR PUSTAKA

Anggoro, T. Dkk . (2008). Metode Penelitian. Universitas Terbuka: Jakarta

Arikunto, Suharsimi, (2009), Manajemen Penelitian, Rineka Cipta: Jakarta.

Herrhyanto, N & Hamid, A . (2008). Statistika Dasar. Universitas Terbuka: Jakarta


Sudjana. (2005). Metode Statistika. Tarsito: Bandung

Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Pendidikan :Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif. Dan


R&D, Alfabeta: Bandung

27
28