Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PT. Lamindo Inter Multikom adalah salah satu Perusahaan Pertambangan

Swasta Nasional yang bergerak dibidang pertambangan batubara di Kabupaten

Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Sistem penambangannya dilakukan secara

tambang terbuka (open pit mining) dan menggunakan metode gali isi kembali (back

filling methode) dengan urutan kegiatan meliputi : kegiatan pembongkaran, dan

pemuatan. Setelah kegiatan penambangan berakhir lokasi bekas tambang selanjutnya

ditutup kembali menggunakan tanah dan batuan penutup (over burden).

Pengukuran kemajuan tambang pada setiap daerah yang mengalami

perubahan menggunakan alat ukur Total station sehingga diperoleh data output total

station adalah koordinat X, koordinat Y, dan elevasi (Z), sehingga perhitungan-

perhitungan untuk memperoleh nilai koordinat dan elevasi tidak perlu dilakukan.

Data hasil pengukuran akan tersimpan secara otomatis pada memory card alat ukur

total station yang kemudian bisa langsung diolah pada program Minescape 4.119

untuk penggambaran daerah yang mengalami kemajuan tambang/perubahan karena

sudah dalam bentuk CSV (Comma Delimited) yang bisa langsung terbaca.

1
Untuk efisiensi pekerjaan penambangan maka perlu dilakukan pengukuran

kemajuan tambang untuk mengetahui berapa besar perubahan penurunan level,

volume dan tonase material yang tertambang, posisi dan batas penambangan,

sehingga hasil yang nantinya diperoleh dari pekerjaan tersebut adalah penggambaran

dalam bentuk peta sehingga dapat diperoleh target produksi serta umur tambang dapat

diperkirakan dengan perkiraan cadangan yang ada.

1.2 Perumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

Dalam penelitian ini, diidentifikasikan permasalahan yaitu perhitungan

Kemajuan Tambang masih bersifat manual dan belum adanya penggunaan metode

cross section pada Microsoft excel 2007 dalam perhitungan kemajuan tambang serta

penggambaran menggunakan program aplikasi seperti Minescape 4.119 pada PT.

Lamindo Inter Multikom

1.2.2 Masalah Penelitian

Adapun masalah pada penelitian ini yaitu :

1. Berapa besar Volume dan Tonase material yang telah tertambang

berdasarkan hasil penggambaran menggunakan Minescape 4.119 dengan

metode Triangle Volume dalam perhitungannya

2. Berapa Rata-rata perubahan/penurunan elevasi berdasarkan hasil

pengukuran kemajuan tambang

2
1.2.3 Batasan Masalah

Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian, maka peneliti

hanya membatasi masalah pada perhitungan kemajuan tambang menggunakan

metode Triangle Volume menggunakan Software Minescape 4.119.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa besar :

1. Volume dan Tonase material yang telah tertambang berdasarkan hasil

penggambaran menggunakan Minescape 4.119 dengan metode Cross

Section serta Microsoft Excel 2007 dalam perhitungannya.

2. Rata-rata perubahan/penurunan elevasi berdasarkan hasil pengukuran

kemajuan tambang dengan perhitungan menggunakan Microsoft Excel

2007.

1.4 Waktu Dan Lokasi Penelitian

Tugas akhir ini rencananya akan dilaksanakan pada September 2016

Oktober 2016 (Lampiran 1) bertempat di PT. Lamindo Inter Multikom Kabupaten

Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Manfaat teoritis, menjadi bahan acuan atau sumber bagi para peneliti

dalam bidang ilmu pertambangan.

3
2. Manfaat praktis, menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam

melakukan evaluasi dalam perhitungan kemajuan tambang dan pencapain

target produksi.

4
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Peta Topografi

Peta topografi adalah peta yang memiliki informasi tentang relief daerah

penelitian yang memberikan informasi topografi berupa perbedaan ketingian,

kemiringan lereng serta daerah aliran sungai, Sehingga untuk ketinggian permukaan

tanah pada suatu tempat terhadap permukaan laut yang digambarkan dengan garis-

garis kontur dapat diketahui secara detail. Informasi topografi yang terdapat pada peta

topografi dapat digunakan untuk membuat model tiga dimensi dari permukaan tanah

pada peta tersebut. Dengan model tiga dimensi maka objek pada peta dilihat lebih

hidup seperti pada keadaan sesungguhnya di alam, sehingga untuk menganalisa suatu

peta topografi dapat lebih mudah dilakukan.

2.2 Pengukuran Kemajuan Tambang

Kemajuan tambang adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada daerah

tambang setelah dilakukan kegiatan penambangan. Dalam hal ini adalah perubahan

bentuk permukaan karena proses penambangan. Perubahan ini diukur menggunakan

alat ukur Total Station. Data hasil pengukuran ini diolah menggunakan aplikasi

Microsoft Excel 2007 dalam perhitungannya dan menggunakan Aplikasi program

Minescape 4.119, sehingga nantinya akan diketahui berapa besar volume dan tonase

yang telah terbongkar selama 1 bulan, rata-rata perubahan/penurunan elevasi serta

5
tampilan peta topografi daerah tersebut sebelum dan sesudah dilakukan

penambangan.

2.3 Alat Ukur Total Station

Total Station adalah alat ukur berbasis elektronik hasil pengembangan dari

alat ukur Theodolit. Total Station merupakan hasil gabungan antara teknologi

Theodolit dengan teknologi EDM (Electronic Distance Measurement).

2.4 Spesifikasi Alat Ukur Total Station

a. Bagian-bagian Total Station

Gambar 2.1
Alat Ukur Total Station
Keterangan Gambar:

1. Alat Bantu Bidik

2. Teropong atau Teleskop

3. Sekrup Gerak Vertikal

4. Nivo Tabung

6
5. Batu Baterai

6. Tombol Operasi

7. Layar

8. Sekrup Gerak Horizontal

9. Nivo Kotak

10. 3 (Tiga) Sekrup Penyetel Nivo

b. Cara Mengoperasikan Alat

1. Menghidupkan Alat/On

Tekan tombol On + PROG

2. Mematikan Alat/Off

Tekan tombol PROG + User secara bersamaan.

2.5 Langkah-langkah Pengukuran Menggunakan Alat Total Station

Adapun langkah-langkah pengukuran menggunakan alat total station yaitu

sebagai berikut :

1. Dirikan Tripod (tepat diatas titik kontrol/patok) sesuai dengan prosedur yang

telah ditentukan.

2. Pasang Total Station di atas kepala Tripod dengan mengikatkan landasan Total

Station dengan sekrup pengunci di kepala Tripod.

3. Fokuskan center point pada patok dimana alat Total Station akan didirikan

dengan tetap memperhatikan letak kepala Tripod tetap mendatar, dengan cara:

7
angkat dua kaki Tripod dengan posisi mata melihat pada teropong center point

untuk menempatkan titik yang akan didirikan Total Station.

4. Setel nivo kotak dengan mengatur tinggi rendahnya kaki statif pada setiap

pergeseran gelembung nivo dengan menggunakan sekrup menyetel kaki statif

hingga gelembung nivo bergeser ke tengah.

5. Tempatkan kembali center point pada titik yang akan didirikan pesawat dengan

menyetel 3 sekrup penyetel, dengan cara memutar dua sekrup ke arah dalam atau

luar secara bersamaan, dan sekrup yang satu digunakan untuk menempatkan

center point tersebut.

6. Setel nivo tabung dengan memutar salah satu 3 sekrup penyetel hingga

gelembung nivo bergeser ke tengah.

7. Periksa kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan

memutar teropong ke segala arah, bila gelembung nivo itu bergeser lagi maka

lakukan penyetelan kembali.

8. Setelah nivo kotak dan nivo tabung telah berada pada posisi tengah, maka

pengukuran dapat dimulai.

9. Dirikan Prisma ditempat/posisi yang akan dicari kordinat X, Y, dan Z lalu

tembak menggunakan alat Total Station dengan menekan tombol F1(kordinat dan

elevasi akan secara otomatis dibaca dan direkan oleh alat).

8
2.6 Perhitungan Volume

Perhitungan volume kemajuan tambang pada PT. Lamindo Inter Multikom:

a. Menggunakan metode Triangle Volume menggunakan Software Minescape

4.119.

Perhitungan volume pada Minescape 4.119 dalam penggambarannya dan

menggunakan metode Triangle Volume serta Microsoft Excel 2007 dalam

perhitungannya. Sehingga untuk perhitungan luas tidak perlu dilakukan

karena dari penggambaran menggunakan Minescape 4.119 luas area yang

akan dihitung dapat ketahui.

b. Menggunakan Cara Manual

Adapun rumus yang digunakan untuk menentukan:

Rata-rata Elevasi Kemajuan Tambang

Zrata-rata = Zrata-rata Atas Zrata-rata Bawah

Luas Kemajuan Tambang

Luas daerah yang mengalami kemajuan dapat diperoleh dengan

menggunakan Alat Planimeter atau dengan cara membuat polygon dan

menghitung menggunakan tools statistic pada Minecape 4.119

Volume Kemajuan Tambang


Volume = Zrata-rata Blok x Luas Blok
Tonase Kemajuan Tambang
Tonase = Volume Blok A x Density

9
2.7 Teori dasar Pengukuran Kemajuan Tambang

a. Azimuth (Sudut Jurusan)

Gambar 2.2 Sudut azimuth

Tg AB = X/Y

Xb - Xa
Tg AB =
Yb - Ya

Xb - Xa
AB= Arc Tg
Yb - Ya

A X

Gambar 2.3 Sudut azimuth

10
b. Jarak Datar (d)

Dapat diperoleh dengan menggunakan rumus seperti pada halaman berikut :

D = ( BA BB ) x 100 sin2 Z

Dimana : D = Jarak Datar

BA = Benang Atas

BB = Benang Bawah

Z = Zenit atau sudut vertikal

c. Sudut Vertikal

Gambar 2.4 Sudut Vertikal

Sudut antara PA dan garis mendatar dinamakan sudut miring h dan sudut

antara PA dan garis tegak lurus dinamakan sudut zenith z, karena garis tegak lurus

yang ditarik selalu melalui titik zenith. Hubungan antara sudut miring h dan sudut

zenith z adalah h + z = 900. Bila garis PA terletak di bawah garis mendatar maka

sudut h akan diberi tanda negatif. Nilai h berada pada 0 900 dengan tanda positif

dan negatif. Sedangkan sudut zenith selalu mempunyai tanda positif dengan nilai 0

1800.

11
A. Koordinat (x dan y)

X = Xawal + D x Sin

Y = Yawal + D x Cos

Dimana :

X = Absis

Y = Ordinat

D = Jarak datar

= Sudut Jurusan (Azimuth)

B. Beda Tinggi (H)

Beda Tinggi dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut :

H = ( BA BB ) x 100 x cos Z + TA BT

Dimana : H = beda tinggi

TA = tinggi alat theodolit

BT = benang tengah

Ketinggian = ketinggian titik + beda tinggi

12
2.8 Pengeplotan / Penggambaran Peta

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap pengeplotan dan penggambaran

peta antara lain:

Skala peta, tentukan skala peta terlebih dahulu sebelum memplot data

pengukuran di atas kertas gambar. Besarnya skala ditentukan oleh

kegunaan peta yang akan digambar.

Berikutnya tentukan interval kontur dengan menggunakan rumus :

Skala Peta
IK =
2000

Mulailah memplot titik poligon pertama, diteruskan dengan titik poligon

berikutnya hingga terbentuk poligon tertutup

Tariklah garis ketinggian ( kontur ) dengan menghubungkan titik-titik

yang mempunyai ketinggian yang sama.

2.9 Deskripsi Software Minescape

MineScape Mine Planning and Design Software, MineScape dikembangkan

untuk memenuhi berbagai tuntutan dalam industri pertambangan, dan digunakan di

lebih dari 100 perusahaan pertambangan di Indonesia. Minescape adalah solusi

lengkap bagi operasi tambang open cut dan underground. MineScape memiliki fungsi

pemodelan geologi dan desain tambang yang luas sehingga menjadi solusi

13
pertambangan terkemuka di Indonesia. Dengan berbagai macam fitur yang dimiliki,

Minescape menawarkan kemudahan penggunaan melalui:

Graphical Task Interface (GTi) yang menggabungkan berbagai macam fungsi

Minescape

Tampilan yang intuitif

Semua data dan model 3D dapat diakses oleh banyak user secara bersamaan

Menyediakan CAD 3D

Tersedianya MineScape Explorer untuk melihat project dan mengolah data.

Dapat digunakan oleh banyak user dalam suatu network

Memiliki fungsi pemodelan stratigraphy yang kompleks termasuk patahan

naik.

Gabungan antara database geologi dengan pemodelan dan grafis 3D

Semua produk Minescape telah terintregasi dan dapat diakses oleh banyak

user dengan database tunggal dalam suatu network. Setiap produk melakukan

pemrosesan data tertentu disertai dengan fungsi perencanaan pertambangan lainnya.

Adapun fitur-fitur dalam Software Minescape yaitu :

Core MineScape

Core MineScape, merupakan inti dari semua produk MineScape dan terdiri dari:

Sistem 3D CAD yang terintegrasi dan berbasis minin

Programming yang disesuaikan dengan kebutuhan

Fungsi dokumentasi yang lengkap meliputi fasilitas-fasiltas pengolahan

surface, gridding, manajemen transaction dan spreadsheet

14
Sistem pelaporan yang disesuaikan dengan kebutuhan

Menampilkan secara langsung file-file dalam bentuk AutoCAD ESRI

Fungsi plotting yang lengkap.

Block Model

Melakukan pemodelan endapan non stratigraphy dalam bentuk 3D yang akurat dan

efisien dengan menggunakan sistem CAD yang terintegrasi untuk menampilkan dan

mengolah model. Menghasilkan model deposit 3D dengan menginterpretasikan data

geology untuk mendefinisikan solid-solid wireframe dan mengeksport hasilnya ke

produk optimasi pihak ketiga seperti Whittle 4D.

Geological Database (GDB)

Menyimpan data downhole survey, litologi dan kualitas, menghasilkan rangkuman

standar dan laporan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan menampilkan data

downhole secara grafis. GDB dapat menampilkan litologi, interval, geofisik and

korelasi serta menyediakan fungsi compositing dan washability.

Stratmodel

Melakukan pemodelan stratigraphy yang kompleks termasuk patahan naik. Mengolah

elemen-elemen model 3D secara interaktif termasuk tampilan 3D ke segala arah.

Drill & Blast

Menggunakan sistem 3D CAD untuk mempercepat pengaturan pola letusan,

perhitungan lubang di permukaan dan mengirimkan laporan pola lubang untuk

pemasangan bor yang dilengkapi dengan GPS. Drill dan Blast terintegrasi untuk

menentukan zona-zona diluar letusan secara cepat.

15
Roads

Mendesain haul roads secara interaktif dalam 3D. Menentukan kebutuhan cut dan fill

untuk keseimbangan dan optimasi secara masal..

Open Cut

Menghasilkan dan menguji desain tambang untuk operasi produksi jangka pendek

dan studi kelayakan jangka panjang.

Survey

Menghasilkan survey secara otomatis dari rencana penambangan. memasukkan hasil

survey dari perekam maupun buku lapangan langsung ke database minescape

Schedule

Mengoptimalkan metode penambangan serta pentahapan penambangan yang akan

dilakukan

16
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Prosedur Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari kegiatan pengambilan

data, pengolahan data dan analisis data. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

3.1.1 Teknik Pengambilan Data

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Studi Kepustakaan

Teknik pengambilan data kepustakaan dengan mengadakan studi pustaka

yaitu dengan mengambil data-data dari berbagai literature yang

berhubungan dengan topik pembahasan sebagai data pendukung dalam

penelitian.

2. Penelitian Lapangan

Berdasarkan penelitian langsung yang dilakukan di PT. Lamindo Inter

Multikom, maka di dapat diambil data sebagai berikut:

a. Data Primer

- Nilai koordinat berupa X (Easthing), Y (Northing) dan Z (Elevasi).

- Data elevasi akhik penambangan bulan September.

b. Data Sekunder

17
- Keadaan umum daerah penelitian, dapat memberikan informasi

tentang sejarah perusahaan dan lokasi kesampaian daerah

penelitian.

- Data geologi, dapat memberikan informasi tentang letak, kondisi

dan karakterisistik endapan batuan.

- Data geografi, memberikan informasi tentang curah hujan,

kelembapan udara dan iklim.

3.1.2. TeknikPengelolaan Data

Pengolahan data dilakukan dengan perhitungan sebagai dasar konsep dalam

penelitian dan menggunakan Software Microsoft Excel dan Minescape4.119 sebagai

sarana pendukung dalam membuat desain pit dan penjadwalan penambangan

batubara

3.1.3 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan pada penelitian ini adalah teknik

analisis matematis yaitu hubungan antara variabel-variabel yang diperoleh dari hasil

pengukuran dilapangan menggunakan metode korelasi data yang diperoleh dan

keadaan actual setelah penambangan.

3.2 Peralatan Dan Fasilitas

18
Untuk kelancaran penelitian ini maka penulis meminta kesediaan pihak

perusahaan untuk menyediakan kelengkapan seperti peralatan penelitian, peralatan

lapangan, konsumsi, akomodasi dan transportasi.

3.3 Penutup

Demikian proposal tugas akhir ini kami buat, untuk menjadi bahan

pertimbangan Bapak/Ibu. Besar harapan kami kiranya kegiatan ini dapat terlaksana.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

19
LAMPIRAN I

RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

September Oktober
Kegiatan I II III IV I II III IV
Orientasi
Lapangan
Pengumpulan
Data Lapangan

Pengolahan Data
Penyusunan
Laporan

20
LAMPIRAN II

DAFTAR PUSTAKA

1. Andi Ilham Samanlangi. 2004, Kumpulan Materi Kursus

Perencanaan Tambang Terbuka, Bandung.

2. Budi Permana, Kurweni Ukar. 2004, Seri Pembelajaran

Komputer Microsoft Excel , Elex Media Komputindo, Jakarta.

3. Budi Rochmanto. 2005, Diktat Mata kuliah Geologi Fisik Edisi

Kedua, Makassar.

4. Eko Budianto. 2005, Pemetaan Kontur dan Pemodelan Spasial

3 Dimensi Menggunakan Surfer, Penerbit Andi, Yokyakarta.

5. Irwan M. Arif. 1995 Dasar-Dasar Perencanaan Tambang dan

Perancangan Tambang, ITB Bandung.

6. , Handout, Metode Perhitungan Cadangan, Teknik Pertambangan

ITB, Bandung.

21
22