Anda di halaman 1dari 3

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil kajian situasi selama 2 hari dari tanggal 25-26 September 2017, di ruang
Bedah Orthopedi Marjan Atas, ditemukan permasalahan, baik itu dari manajemen unit maupun
manajemen asuhan. Masalah tersebut yaitu ketidak optimalan pelaksanaan alur penerimaan
pasien (Flow of care) dan discharge planning(persiapan pulang pasien), dan penyelenggaraan
praktik keperawatan profesional, ketidak optimalan pelaksanaan Model Praktik Keperawatan
Profesional : Struktur Pengorganisasian Ruangan, ketidak optimalan Penyelenggaraan Sistem
IPSG (International Patient Safety Goal), ketidak optimalan pelaksanaan sistem informasi
manajemen rumah sakit: Pendokumentasian Rekam Medis, ketidak optimalan pelaksanaan
Manajemen Unit yang berhubungan dengan pemenuhan rasa nyaman.
Setelah dilakukannya kajian situasi, dan kesepakatan pada seminar awal. Maka dimulai
implementasi yang dilakukan dari tanggal 30 September 4 Oktober 2017. Implementasi yang
dilakukan dari beberapa masalah yang muncul dalam manajemen asuhan tersebut adalah dengan
Membuat usulan dan rancangan pembuatan alur penerimaan pasien baru. Membuat usulan dan
rancangan pembuatan lembar balik untuk mempermudah sosialisasi tata tertib rumah sakit, hak
pasien, kewajiban pasien, pendidikan kesehatan cuci tangan, pemilahan sampah, etika batuk dan
bersin, manajemen nyeri, resiko jatuh, mobilisasi pasien perioperatif, dan nutrisi post operatif
kepada keluarga pasien saat pasien baru datang ke ruangan. Sosialisasi penerimaan pasien baru
(Flow of care), dan discharge planning (persiapan pulang pasien) serta penggunaan lembar balik.
Pada masalah ketidak optimalan pelaksanaan alur penerimaan pasien (Flow of care) dan
discharge planning(persiapan pulang pasien).
Pada masalah ketidak optimalan Penyelenggaraan Sistem IPSG (International Patient Safety
Goal) telah dilakukan implementasi berupa, mensosialisasikan dan mempraktekkan identifikasi
pasien secara tepat. Melakukan sosialisasi komunikasi efektif dan mempraktekkan komunikasi
efektif dengan prinsip SBAR pada saat hand over. Mensosialisasaikan untuk Meningkatkan
Keamanan Penggunaan Obat yang membutuhkan perhatian/Improve the safety of High-Alert
Medications. Mensosialisasikan penggunaan label dan BUD serta membuat rancangan lembar
label infus dan penggunaan obat dan BUD. Mensosialisasikan cara hand hygiene 5 moments 6
steps, Melakukan role play perawatan luka dengan teknik aseptik. Mensosialisasikan pemilahan
sampah dan membuat rancangan label sampah infeksius dan non infeksius. Mensosialisasikan
pemilahan sprei/linen dan membuat rancangan label sprei/linen infeksius dan non infeksius.
Mensosialisasikan pemilahan sprei/linen dan membuat rancangan label sprei/linen infeksius dan
non infeksius. Mensosialisasikan pemilahan benda tajam ke dalam safety box. Sosialisasi untuk
mengurangi resiko jatuh dengan melakukan assessment resiko jatuh pada pasien. Membuat
rancangan penanda resiko jatuh. Membuat rancangan tulisan label sudahkah anda memasang
bedside rail?, dan mensosialisasikan penggunaan gelang kuning untuk penandaan pasien resiko
jatuh.
Pada masalah ketidak optimalan pelaksanaan pendokumentasian telah dilakukan
implementasi berupa Membuat usulan dan rancangan pembuatan penyusunan berkas
dokumentasi yang ada di lemari Nurse station. Penyusunan berkas dokumentasi yang ada di
lemari nurse station dan memfasilitasi keefektifan buku dokumentasi: buku laporan tim, buku
discharge planning, buku waiting list, buku timbang terima, buku tata keuangan, buku jadwal
terapi, dsb.
Implementasi yang dilakukan dari beberapa masalah yang muncul dalam manajemen unit
telah dilakukannya berupa Mensosialisasikan struktur organisasi yang ada. Membuat struktur
organigram Ruang Marjan Atas. Melakukan pembaharuan papan informasi Ruang Marjan Atas.
Pada masalah Ketidak Optimalan Pelaksanaan MPKP: yang meliputi belum diperbaharuinya
Pengorganisasian Struktur Ruangan. Juga dilakukannya usulan sosialisasi pertemuan manajemen
nyeri. Mengadakan sosialisasi teknik manajemen nyeri pada pasien pre dan post operasi yang
ada di ruangan pada ketidak optimalan Pelaksanaan Manajemen Unit yang Berhubungan dengan
Pemenuhan Rasa Nyaman.
Berdasarkan hasil praktek manajemen keperawatan di ruang orthopedi Marjan Atas maka
diperoleh kesimpulan, yaitu :
1. Pada ketidak optimalan pelaksanaan alur penerimaan pasien (Flow of care), discharge
planning (persiapan pulang pasien), dan penyelenggaraan praktik keperawatan
profesional dapat ditarik kesimpulan untuk point 1.
2. Pada ketidak Optimalan Penyelenggaraan Sistem IPSG (International Patient Safety
Goal) telah dilakukan sosialisasi mengenai identifikasi pasien secara tepat, komunikasi
efektif dan mempraktekkan komunikasi efektif pada saat hand over, keamanan
penggunaan obat yang perlu diwaspadai dengan tidak menempatkan di ruangan,
pengajuan rancangan dan sosialisasi penggunaan label infus dan obat serta label BUD,
sosialisasi hand hygiene 5 moment 6 steps, role play perawatan luka dengan teknik
aseptik, pengajuan rancangan label sampah infeksius dan non infeksius serta sosialisasi
pemilahan sampah, pengajuan rancangan label sprei infeksius dan non infeksius serta
sosialisasi pemilahannya, sosialisasi pemilahan limbah benda tajam ke safety box,
sosialisasi assessment pada pasien dengan reesiko jatuh, pengajuan rancangan tanda
pasien dengan resiko jatuh, penggunaan gelang berwarna kuning pada pasien dengan
resiko jatuh pada tanggan 30 September 2017 4 Oktober 2017.
3. Model Praktik Keperawatan Profesional : Struktur Pengorganisasian Ruangan, sudah
dilakukan pemasangan dan sosialisasi struktur organisasi, mading informasi, dan papan
penanggung jawab tim didepan ruang perawatan pada tanggal 4 5 oktober 2017.