Anda di halaman 1dari 3

ESAI TENTANG TEKNOLOGI SAINS

DI
SUSUN OLEH :

GUFRON
ALIFI (16042606296)

TAHUN ANGKATAN 2016

PENDAHULUAN

Sains dan teknologi adalah dua hal yang tidak dapat di pisahkan. Dalam penerapannya
sains secara otomatis menghasilkan apa yang di sebut teknologi. Perlu diketahui, bahwa
sains bersifat teoritis, sedangkan teknologi bersifat praktis. Pada hakikatnya, sains
dipelajari mengembangkan kemampuan manusia. Teknologi diciptakan untuk meringakan
beban manusia dari segala kesulitan. Namun dalam penerapannya, sains dan teknologi
mempunyai dampak positif dan negatif. Namun kali ini, saya akan mendeskripsikan esai
teknologi sains yang berdampak positif bagi kita, yaitu MANFAAT DAUN
SAMBILOTO UNTUK MENGOBATI HIV. Di akui atau tidak, di indonesia beberapa
tahun kebelakangan ini penyakit HIV semakin meningkat. Dan sampai detik ini, sulit
sekali menemukan obat yang setidaknya mengobati walaupun tidak total, oleh karena itu,
saya tertarik untuk mengembangkan ide saya. Namun, lebih lanjut saya akan
menjelaskannya di bawah ini.

MANFAAT DAUN SAMBILOTO UNTUK MENGOBATI HIV

Sambiloto atau Andrographis paniculata adalah salah satu tumbuhan herbal dari famili
Acanthaceae yang tingginya sampai 90 cm. Sambiloto merupakan tumbuhan liar yang
memiliki banyak khasiat, yaitu dapat mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya
adalah dapat mengobati penyakit HIV. Karena merupakan jenis tumbuhan liar, sambiloto
dapat ditemukan di tempat-tempat seperti kebun, tepi sungai, atau pekarangan. Daun
sambiloto mengandung laktone dan flavonid. Laktone di peroleh dari daun dan
cabangnya, masing-masing mengandung deoxyyandrographoldie, andropraholio (zat
pahit). Flavonoid sendiri paling banyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrgrafin,
panikulin. Ciri-ciri tumbuhan sambiloto, yaitu sebagai berikut :

1. Daun tunggal bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal
runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua.
2. Bunga, perbungaan rasesoma yang bercabang membentuk malai, keluar dari ujung
batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung dan berwarna putih.
3. Buah kapsul berbentuk corong, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm pangkal dan ujung
berbentuk tajam.

Mengapa daun sambiloto dapat di gunakan sebagai pengobatan HIV.? Karena di dalam
sambiloto zat aktif, yaitu Androrapholid, yaitu zat aktif yang mampu menghambat
tumbuhnya virus. Selain itu, zat yang terasa pahit ini juga bisa meningkatkan produksi
antibody (immonstimulant). Berkat efek farmakologisnya yang mampu merangsang daya
tahan selular (fagositosis) dan memproduksi antibody (immonstimulant), di dalam dunia
kesehatan di gunakan sebagai penghambat HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Dengan adanya kandungan flavonoid di dalam sambiloto, maka sambiloto sangat
bermanfaat bagi struktur tubuh. Karena fungsi dari flavonoid sebagai antibiotik dan
antiinflamasi. Maka dari itu kandungan flavanoid terbukti dapat menghambat efektivitas
mikroorganisme, sehingga dapat di jadikan sebagai anti virus, seperti virus HIV.