Anda di halaman 1dari 12

UJI TRAFO HUBUNG SINGKAT

LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktikum Matakuliah Praktikum Lab STL 01
yang Dibimbing oleh Bapak Quota Alief

Oleh :
S1 PTE-2015 Offering A
Balqish Syafira M. (150534603593)
Fitra
Hikmawan
Imin

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
Oktokber 2017
I. Tujuan Praktikum
1.1 Menentukan rugi tembaga pada transformator satu fasa
1.2 Menentukan efisiensi transformator
1.3 Menentukan impedansi primer dan impedansi sekunder
1.4 Menggambarkan vektor diagram transformator dalam keadaan
berbeban

II. Dasar Teori


Pengertian Transformator / Trafo :
Transformator atau yang sering juga disebut sebagai trafo merupakan
suatu peralatan listrik yang berfungsi untuk memindahkan energi listrik dari
satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui suatu gandengan
magnet berdasarkan prinsip induksi elektromagnet. Trafo digunakan secara
luas baik di dalam bidang tenaga listrik maupun elektronika. Penggunanya
dalam sistem tenaga yaitu dengan dipilihnya tegangan yang sesuai dan
ekonomis Untuk tiap tiap keperluan, misalnya kebutuhan akan tegangan tinggi
dalam pengiriman daya listrik jarak jauh.

Prinsip / Cara Kerja Transformator

Gambar 1.1 Cara Kerja Transformator


Prinsip kerja transformator adalah berdasarkan hukum faraday yaitu arus
listrik dapat menimbulkan medan magnet dan sebaliknya medan magnet dapat
menimbulkan arus listrik. Bila pada salah satu kumparan pada transformator
diberi arus listrik bolak balik maka jumlah garis gaya magnet berubah ubah
akibatnya pada kumparan primer terjadi induksi. Kumparan sekunder
menerima garis gaya magnet dari kumparan primer terjadi yang jumlahnya
juga berubah ubah. Maka pada kumparan sekunder juga timbul induksi dan
akibatnya antara dua ujung kumparan terdapat beda tegangan.
Dalam menghubungkan transformator secara paralel atau dalam tiga fase
bank. penting untuk mengetahui polaritas terminal transformator . Dalam
membangun trafo di pabrik, ujung dari gulungan bisa sangat terhubung dengan
mengarahkan memperluas keluar dengan melalui kasus ini bahwa aliran arus di
terminal sekunder sehubungan dengan terminal utama yang sesuai adalah
dalam arah yang sama atau berlawanan arah. Ketika arus mengalir dalam arah
yang sama dalam 2 terminal primer dan sekunder yang berdekatan. polaritas
transformator dikatakan subtraktif, dan ketika arus mengalir pada arah yang
berlawanan, polaritas dikatakan aditif.
Polaritas dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut: Bayangkan sebuah
transformator satu fase memiliki 2 tegangan tinggi dan 3 tegangan rendah pada
terminal eksternal. Hubungkan satu terminal tegangan tinggi ke terminal
tegangan rendah yang berdekatan dan menerapkan tegangan uji pada dua
terminal tegangan tinggi. Kemudian jika tegangan yang tidak terhubung
dengan tegangan tinggi dan tegangan rendah yang lebih kecil dari tegangan
yang digunakan maka itu disebut polaritas subraktif (Gambar 2). sedangkan
jika lebih besar dari tegangan diterapkan di seluruh terminal tegangan tinggi,
polaritas adalah aditif (Gambar 1)
Jika pada rangkaian polaritas transformator saling mengurangi maka itu
disebutsubstractive karena V < V1. Sebaliknya jika pada transformator akan
saling menjumlah maka disebut additive karana V >V1.

Gambar 1.2 Transformator substraktif dan adiktif


PerbandinganTransformasi
Pada umumnya jumlah lilitan primer tidak sama dengan jumlah lilitan
sekunder. Untuk trafo stepup jumlah lilitan primer lebih sedikit dari jumlah
lilitan sekunder, sebaliknya untuk trafo stepdown jumlah lilitan primer lebih
banyak dari jumlah lilitan sekunder. Banyaknya lilitan primer dan
banyaknya lilitan sekunder menunjukkan besarnya tegangan primer dan
besarnya tegangan sekunder. Semakin besar tegangannya semakin banyak
pula lilitannya. Jadi banyaknya lilitan berbanding lurus dengan besarnya
tegangan dimasing-masing sisi. Jika lilitan sekunder= Ns dan lilitan primer
= Np, maka perbandingan jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder disebut
perbandingan transformasi dan dinyatakan dengan T = Np/Ns. Pada
transformator berlaku persamaan: Up/Us = Np/Ns atau T = Up/Us

RugiRugi dan Efisiensi


Didalam pengoperasiannya transformator mengalami rugirugi daya, baik
pada kumparan maupun pada inti besinya. Rugirugi daya ini yang
mempengaruhi efisiensi kerja dari transformator tersebut. Macammacam rugi
pada transformator adalah :
a. Kerugian tembaga. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan
oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. Rugi tembaga
adalah rugi yang disebabkan arus beban mengalir pada kawat tembaga. Hal ini
menimbulkan rugi tembaga (Pcu) sebesar : (Zuhal, p.54) Pcu = I2 R dimana
Pcu = Rugi tembaga (Watt) I = Arus (A) R = Tahanan (Ohm) Karena arus
beban berubahubah, rugi tembaga juga tidak tetap tergantung pada beban.
b. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-
sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang
diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi
dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
c. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar
yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat
mempengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini
dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-
acak (bank winding)
d. Rugi Besi (Pi) Rugi besi adalah rugi yang timbul pada inti transformator
sebelum dibebani. Rugi besi ini terdiri atas :
- Rugi Histerisis Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus
primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat
mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi
dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Rugi histerisis
dinyatakan sebagai : (Zuhal, p.55) Ph = Kh f Bm dimana : Ph = Rugirugi daya
histerisis (Watt) Kh = Konstanta histerisis Bm = Kerapatan fluks maksimum
(Weber/m2) F = Frekuensi (Hz)
- Rugi Arus Eddy Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang
disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet
yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena
adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada
material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan.
Rugi arus eddy adalah rugi yang disebabkan arus pusar pada inti besi. Arus
pusar ini mengalir pada inti besi karena adanya induksi magnetis yang
ditimbulkan oleh kumparan primer pada inti besi. Sama seperti pada rugi
histerisis, rugi arus eddy ini akan berakibat timbulnya panas pada inti besi.
Untuk memperkecil rugi arus eddy ini dipakai inti besi berupa lembaran
lembaran tipis yang dilapisi dengan lapisan isolasi. Pe = Ke f 2 Bm dimana : Pe
= Rugi arus eddy Ke = Konstanta arus eddy Bm = Kerapatan fluks maksimum
(Weber/m2) F = Frekuensi (Hz) Jadi rugi besi (Pi) : Pi = Ph + Pe e. Kerugian
efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus
cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar
kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini
dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari
beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan
kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya
listrik keluaran dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Pada
transformator ideal efisiensinya 100 %, Karena adanya kerugian pada
transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk
transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%. hal ini
karena sebagian energi terbuang menjadi panas atau energi bunyi. Efisiensi
transformator dapat diketahui dengan rumus : = (Po/Pi)100%

a. Uji trafo hubung singkat

Gambar 1.3 Uji Trafo hubung singkat


Tujuannya adalah untuk menentukan impedansi pengganti, reaktansi bocor
ekivalen, dan resistensi total dari trafo berdasarkan belitan dimana alat-alat
ukur terpasang. Dengan nilai impedansi pengganti, maka jatuh tegangan total
(kehilangan tegangan total) dalam trafo dari sisi primer dan sekunder dapat
dihitung sehingga regulasi trafo dapat ditentukan serta menentukan rugi
tembaga pada beban penuh (pada sembarang beban). Nilai ini mengetahui
efisiensi trafo.
- Uji hubung singkat dilakukan di sisi tegangan tinggi dengan sisi tegangan
rendah dihubung singkat
- Sisi tegangan tinggi menjadi sisi masukan yang dihubungkan dengan sumber
tegangan
- Tegangan masukan harus cukup rendah agar arus di sisi tegangan rendah masih
dalam batas nominalnya
- Pengukuran di lilitan tegangan tinggi dilakukan seperti halnya pada uji beban
nol yaitu tegangan masukan Vsc, arus masukan Isc, dan daya (aktif) masukan Psc
- Tegangan masukan yang dibuat kecil mengakibatkan rugi-rugi inti menjadi
kecil sehingga kita dapat membuat pendekatan dengan mengabaikan rugi-rugi
inti
- Dengan demikian, daya Psc dapat dianggap sebagai daya untuk mengatasi rugi-
rugi tembaga saja yaitu rugi-rugi pada resistansi pengganti yang dilihat dari sisi
tegangan tinggi R
- Persamaan trafo pengganti hubung singkat ini adalah
PSC
PSC I SC
2
Rek Rek 2
I SC
VSC
VSC I SC Z ek Z ek
I SC
X ek Z ek2 Rek2

- Dalam perhitungan, nilai Rek = R1 + R'2


- Nilai resistansi masing-masing lilitan dapat diperoleh dengan pengukuran
terpisah
- Nilai reaktansi diperoleh dari persamaan Xek = X1 + X'2. Sedangkan reaktansi
masing-masing lilitan diasumsikan bernilai sama.

Rangkaian Percobaan

Gambar 1.4 Rangkaian Pengukuran Rugi Besi Transformator Satu Fasa


III. Alat dan Bahan
1. Transformator 1 Trafo 1 fasa 110/220V1KVA..... 1 buah
2. AVO meter ............................................................ 1 buah
3. Test pen ................................................................. 1 buah
4. Ampermeter AC .................................................... 1 buah
5. Voltmeter AC ........................................................ 1 buah
6. Wattmeter 1 fasa ................................................... 1 buah
7. Trafo regulator ...................................................... 1 buah
8. MCB ...................................................................... 1 buah
9. Kabel penghubung secukupnya

IV. Langkah Kerja


- Uji Hubung Singkat
1. Periksa trafo yang akan diuji apa dalam keadaan baik dengan
menggunakan AVOmeter (kebocoran isolasi).
2. Beri tegangan nominal pada trafo, dan tentukan jenis polaritas
Trafo dengan menggunakan testpen.
3. Buatlah rangkaian percobaan sesuai gambar yang tersedia.
4. Atur regulator pada output 2 5% (110Volt atau 220Volt) sesuai
input primer tranformator yang anda rakit (step up atau step down).
Tepatkan hasil pembacaan Is= Is nominal (KVA:Vs nom).
5. Catat penunjukan Vp, Vs, Ip, Is dan W (jika tersedia)
6. Mengukur nilai reaktansi trafo langkah pertama ukur hambatan
trafo yang digunakan
7. Kemudian rangkai sesuai skema gambar percobaan
8. Atur regulator tegangan nominal 50 V, catat penunjukan arus
sesuai gambar rangkain
9. Matikan regulator dan buatlah laporan praktikum, serta kerjakan
tugas-tugas berikut.
V. Hasil dan Pembahasan

1 Tahanan
r1 = 9,5 Ohm r2 = 21 Ohm
Tahanan isolasi
primer-sekunder = Ohm
Primer- inti trafo = Ohm
Sekunder-inti = Ohm
2 Polaritas trafo =
3 Penunjukan
Vp = 110 Volt
Vs = 220 Volt
Ip = 0,8 Amper
Is 0,18 Amper
W (jika tersedia) = Watt
4. Nilai reaktansi trafo

VI. Tugas dan Analisa


1. Hitung rugi tembaga
Jawab:
Diketahui
Toleransi V primer = 2% - 5 % V Nominal, ini berarti toleransi tegangan input
antara 2% - 5 % sehingga
220 x 5 % = 11 V
110 x 5 % = 5,5 V
Pada percobaan transformator dalam keadaan hubung singkat dapat diabaikan
karena tegangan primer dan sekunder masih kecil. Rugi tembaga primer dan
sekunder biasanya sama besar sehingga I2.R primer sama dengan I2.R sekunder.
pembacaan I primer dan I sekunder serta penunjukan Wattmeter dapat dihitung
dengan R primer dan R sekunder. Jadi penunjukan Wattmeter = Rugi Tembaga.
Sehinnga dapat dirumuskan:
Penunjukan Wattmeter = Rugi Tembaga
Rugi Tembaga Primer = I2 . R1
= 0,82 . 9,5
= 0,608 watt
Rugi Tembaga Sekunder = I 2 . R2
= 0,182 . 21
= 0,567 watt
Pada praktikum hubung singkat dicari rugi tembaga pada titik primer dan
sekunder. Seharusanya kedua titik ini mempunyai nilai rugi tembaga yang sama,
namun pada praktikum ini mempunyai nilai yang berbeda, yaitu Pcu sekunder =
0,567 watt dan Pcu primer = 0,608 watt. Perbedaan ini dikarenakan nilai resistansi
yang berbeda antara kumparan primer dan sekunder. Perbedaan nilai ini
ddikarenakan keadaan lilitan pada trafo yang sudah tidak pada kondisi prima.

2. Hitung Zp dan Zs
Jawab:
Menghitung Zp

Zp =
110
= 0.18

= 611,1
Menghitung Zs

Zs =
220
= 0.8

= 275
Impedansi pada sebuah trafo dapat menunjukkan penurunan tegangan yang terjadi
pada trafo ketika diberi tegangan penuh. Penurunan terjadi akibat adanya rugi-rugi
pada trafo.
3. Hitung efisiensi trafo
Jawab :

= x 100 %

.
= . x 100 %

220 . 0,08
= 110 . x 100 %
0,18

17,6
= x 100 %
19,8

= 88 %

Dari hasil perhitungan trafo memiliki nilai efisiensi yang besar, nilai
efisiensi didapatkan dari perbandingan antara daya masukan trafo atau daya
primer dengan daya keluaran trafo atau daya sekunder. Jika daya sekunder
semakin mendekati nilai dari daya primer maka efisiensi akan semakin tinggi.
Nilai efisiensi menujukan bagaimana keadaan trafo, nilai efisiensi sebesar 88%
merupakan nilai efisiensi yang tinggi, dapat disimpulkan trafo dalam keadan baik.

VII. Kesimpulan

Trafo yang digunakan pada praktikum ini dalam kondisi yang masih baik,
terbukti dengan efisiensinya yang mencapai 88%. Sebuah trafo yang mempunyai
persentasi impedansi akan semakin bagus, karena semakin kecil impedansinya
maka akan semakin kecil juga tegangan drop yang terjadi.
DAFTAR RUJUKAN

http://khakimmbois96.blogspot.co.id/2014/02/macam-macam-sambungan-kabel-
listrik.html accessed on Wednesday, Sept 6th 2017 at 9.24 pm.
http://www.academia.edu/12172379/PRAKTIKUM_INSTALASI_LISTRIK_FAKULTAS_TEKN
IK_JURUSAN_TEKNIK_ELEKTRO_UNIVERSITAS_UDAYANA accessed on Thursday,
March 7th 2017 at 8.08 pm.
http://www.ee.unud.ac.id/ins_newsFile/33-1390260812-
Modul%20Praktikum%20Instalasi%20Listrik%202014.pdf accessed on Friday,
March 8th 2017 at 9.26 pm.

Anda mungkin juga menyukai