Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. D


DENGAN HIPERTENSI DI RT 03/04 DESA LIMPAKUWUS
KECAMATAN SUMBAG

Disusun oleh:
KUKUH SABATINA
I4B015006

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2016
A. LATAR BELAKANG
Keberhasilan pembangunan suatu bangsa dapat dilihat dari peningkatan
usia harapan hidup (UHH) penduduknya. UHH mencerminkan peningkatan
derajat jesehatan dan kesejahteraan suatu bangsa. Berdasarkan laporan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2011, pada tahun 2000-2005 UHH
adalah 66,4 tahun (dengan presenrase populasi lansia tahun 2000 adalah 7,74%),
diperkirakan angka tersebut akan meningkat pada tahun 2045-2050 yaitu UHH
menjadi 77, 6 tahun (dengan presentase lansi tahun 2045 adalah 28,68%).
Laporan tersebut sesuai dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia
terjadi peningkatan UHH di Indonesia pada tahun 2010 yaitu 69,43 tahun yang
sebelumnya pada tahun 2000 UHH hanya 64,5 tahun. Angka tersebut terus
meningkat yang ditunjukan pada tahun 2011 UHH kembali meningkat menjadi
69,65 tahun dengan persentase populasi lansia sebanyak 7,58% (Kemenkes RI,
2013).
Seiring meningkatnya UHH atau jumlah lansia juga semakin meningkat
pula angka kesakitan karena penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif
merupakan penyakit tidak menular yang terjadi beriringan dengan proses
degenerasi / penuaan. penyakit degenerative merupakan gabungan dari kelainan-
kelainan yang timbul akibat penyakit penyakit dan proses menua dimana secara
perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta
mempertahankan struktur fungsi normalnya mulai menghilang, keadaan ini
mengakibatkan lansia menjadi tidak dapat bertahan terhadap penyakit dan
memperbaiki kerusakan yang diderita. Kemenkes RI (2013) menyebutkan jenis
penyakit yang banyak diderita oleh lansia seperti hipertensi esensial, gangguan
refraksi, penyakit kulit dan pulpa, katarak, penyakit jantung iskemik, sesak nafas,
diare, sakit gigi, diabetes melitus. Faktor risiko dari beberapa penyakit tersebut
adalah akibat gaya hidup lansia yang kurang sehat, seperti kebiasaan merokok
dan obesitas.
Berdasarkan penjelasan diatas maka perubahan gaya hidup bagi lansia
untuk menurunkan risiko penyebab penyakit sangat diperlukan. Karena
peningkatan risiko penyebab penyakit akan meningkatkan angka kesakitan pada
lansia yang berakibat pada terganggunya aktivitas sehari-hari lansia.
Analisis situasi
Ny. D seorang lansia yang aktif, diusianya yang sudah menginjak usia 70 tahun,
Ny. D masih aktif bekerja sebagai dukun bayi dan masih mampu berjalan jauh
sendiri menuju rumah kliennya. Ny. D tinggal sendirian di rumahnya, terkadang
cucu atau buyutnya juga menginap di rumahnya untuk menemaninya. Ny. D
tinggal di rumah semi permanen yang berdindingakan anyaman bamboo dan
berlantaikan tanah. Saat pengkajian Ny. D mengeluh susah tidur, terutama jika
sudah tidur sering bangun di tengah malam dan kemudian tidak dapat tidur lagi
hingga pagi hari sehingga seing merasa lelah di siang hari namun tidak bisa tidur
siang juga. Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan hasil TD : 160/100
mmHg, N: 82x/menit, RR: 22x/ menit, S36,70 C:, GDS: 98 g/dl. Saat ditanya
tentang penyakitnya, Ny. D tidak dapat menjabab tentang penyebab, cara
pencegahan, diet hipertensi, dan komplikasinya. Ny. D hanya menjawab jika
dirinya sudah lama mengalami hipertensi dan ibunya juga dulu mengalami
hipertensi, Ny. D selalu kontrol baik ke Puskesmas atau ke PKD setiap 2 minggu
sekali untuk medapatkan obat penurun tekadan darah dan mengecek tekanan
darahnya.

B. PROSES KEPERAWATAN
1. Diagnosa keperawatan
a. Gangguan pola tidur b.d perkembangan: akhir dewasa
b. Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri b.d Kurang pengetahuan
tentang manajemen penyakit

C. TUJUAN
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan tindakan keperawatan kepada Ny. D selama 3 kali
kunjungan, diharapkan Ny. D mampu mengatasi gangguan tidurnya dan
meningkatkan kualitas tidurnya, memahami tentang penyakitnya (hipertensi)
dengan baik dan benar.

2. Tujuan khusus
a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, Ny. D mampu megatasi masalah
gangguan tidurnya dan meningkatkan kualitas tidurnya.
b. Setelah dilakukan tindakakn keperawatan, Ny. D mampu memahami
tanda gejala, penyebab, komplikasi, pencegahan dan diit hipertensi.
c. Setelah dilakukan tindakakn keperawatan, Ny. D mampu memahami
manfaat akupresure untuk meningkatkan kualitas tidur.
d. Setelah dilakukan tindakakn keperawatan, Ny. D mampu memahami
manfaat Spirirtual emotional freedom technique (SEFT) untuk
meningkatkan kualitas tidur.
e. Setelah dilakukan tindakakn keperawatan, Ny. D mampu memahami
manfaat senan anti strok untuk mengurangi/ mencegah komplikasi dari
hipertensi..
f. Evaluasi: Ny. D mampu menjelaskan kembali penyebab, tanda-gejala,
komplikasi dan pencegahan hipertensi. Ny. D dapat mempraktikkan
akupresur, SEFT dan senam. S
D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
1. Metode
Ceramah, diskusi, demonstrasi
2. Media dan alat
Lembar balik, leaflet, brosur
3. Waktu dan tempat
a. Selasa, 17 Mei 2016
Di rumah Ny. D RT 03/04 Desa Limpakuwus
b. Kamis, 19 Mei 2016
Di rumah Ny. D RT 03/04 Desa Limpakuwus
c. Jumat, 20 Mei 2016
Di rumah Ny. D RT 03/04 Desa Limpakuwus
d. Senin, 23 Mei 2016
Di rumah Ny. D RT 03/04 Desa Limpakuwus

E. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Menyiapkan SAP
b. Menyiapkan materi dan media
c. Kontrak waktu dengan sasaran
d. Menyiapkan tempat
e. Menyiapkan pertanyaan
2. Evaluasi proses
a. Sasaran memperhatikan dan mendengarkan selama penkes berlangsung.
b. Sasaran aktif bertanya bila ada hal yang belum dimengerti.
c. Sasaran memberi jawaban atas pertanyan pemberi materi.
d. Sasaran tidak meninggalkan tempat saat penkes berlangsung.
e. Tanya jawab berjalan dengan baik
3. Evaluasi hasil
a. Penkes dikatakan berhasil apabila sasaran mampu menjawab pertanyaan
80 % lebih dengan benar.
b. Penkes dikatakan cukup berhasil / cukup baik apabila sasaran mampu
menjawab pertanyaan antara 50 80% dengan benar.
c. Penkes dikatakan kurang berhasil / tidak baik apabila sasaran hanya
mampu menjawab kuran dari 50 % dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA
Kemenkes RI. (2013). Gambaran kesehatan lanjut usia di Indonesia. Buletin Jendela
Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta