Anda di halaman 1dari 64

BAB I

PENDAHULUAN
Setiap manusia bekerja untuk memelihara dan memenuhi kelangsungan hidupnya.
Akan tetapi manusia mempunyai keterbatasan dalam melakukan aktivitas itu. Salah satu dari
keterbatasan manusia adalah mengalami kelelahan dan stress akibat beban kerja. Salah satu
ilmu ergonomi yang dapat membantu kita dalam memberikan gambaran mengenai faktor apa
saja yang mempengaruhi kelelahan kerja pada suatu aktivitas kerja adalah metode pengukuran
kinerja fisiologi. Dengan menggunakan ilmu fisiologi, dapat diukur konsumsi oksigen dan
energi yang dihasilkan untuk setiap pekerjaan, kecepatan denyut jantung awal sebelum
beraktivitas, suhu tubuh awal sebelum beraktivitas, kecepatan denyut jantung saat
beraktivitas, kecepatan denyut jantung setelah beraktivitas, dan suhu tubuh setelah
beraktivitas.

Pengukuran bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Pengukuran secara
langsung yaitu pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang menunjukkan
konsumsi oksigen dan energi yang dihasilkan untuk setiap pekerjaan. Cara tidak langsung
adalah meggunakan rumus-rumus yang akan mendapatkan jumlah konsumsi oksigen dan
energi yang dihasilkan untuk setiap pekerjaan melalui data denyut jantung per menit,
perubahan temperatus tubuh, dan waktu recovery percobaan. Setelah mengetahui konsumsi
oksigen dan energi yang dihasilkan, maka dapat ditentukan waktu recovery yang semestinya
diberikan pada pekerja agar mampu mengembalikan kondisi pekerja pada keadaan seperti
semula atau minimal mendekati kondisi tersebut.

1
BAB II

LANDASAN TEORI

Pengertian atau definisi dari kerja adalah semua aktivitas yang secara sengaja dan berguna dilakukan
manusia untuk menjamin kelangsungan hidupnya, baik sebagai individu maupun sebagai umat
keseluruhan. Studi ergonomi berkaitan dengan kerja manusia dalam hal ini ditujukan untuk
mengevaluasi dan merancang kembali tata cara kerja yang harus diaplikasikan agar dapat memberikan
peningkatan efektifitas dan efesiensi. Selain juga kenyamanan ataupun keamanan bagi pekerjanya
dalam melakukan suatu pekerjaan. Salah satu tolak ukur (selain waktu) yang diaplikasikan untuk
mengevaluasi apakah tata cara sudah dirancang baik atau belum adalah dengan mengukur pengamatan
energi kerja yang harus dilakukan untuk melakukan aktivitasaktivitas tersebut.

Berat ringannya suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang pekerja akan dapat ditentukan
oleh gejala-gejala perubahan yang tampak dapat diukur lewat pengukuran anggota tubuh atau fisik
manusia, antara lain:

1. Laju detak jantung

2. Tekanan darah

3. Temperatur badan

4. Konsumsi oksigen yang dihirup

5. Kandungan kimia dalam tubuh

6. Laju pengeluaran keringat

Pembagian Kerja

Pembagian kerja adalah suatu sistem pengaturan pekerjaan atau bisa disebut juga sebagai pembagian
kerja. Secara umum jenis kerja dibedakan menjadi dua bagian yaitu kerja fisik dan kerja mental.

1. Kerja fisik

Pengeluaran energi relatif lebih banyak, dibandingkan kerja mental membutuhkan usaha dan energi
yang cukup besar dan kerja fisik dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Kerja statis

Tidak menghasilkan gerak

Kontraksi otot bersifat isometris

Kelelahan lebih cepat terjadi

2
Modul VI Fisiologi 3

b. Kerja dinamis

Menghasilkan gerak

Kontraksi otot bersifat isotonos

Kontraksi otot bersifat ritmis

Kelelahan relatif lebih lama terjadi

2. Kerja mental

Pengeluaran energi relatif sedikit dan kerja pun relatif lebih ringan dibandingkan dengan kerja fisik
yang membutuhkan energi lebih besar dan cukup sulit untuk mngukur kelelahannya. Hasil kerja
manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

Faktor-faktor dari individu, meliputi sikap, fisik, motivasi, jenis kelamin, pendidikan,
keterampilan, pengalaman, dan sebagainya.

Faktor-faktor situasional, meliputi lingkungan fisik, mesin, peralatan, metode kerja,


dan sebagainya.

Kelelahan Kerja

Kelelahan kerja adalah suatu kondisi dimana terjadi pada saraf dan otot manusia sehingga tidak dapat
berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Kelelahan dipandang dari sudut industri adalah pengaruh dari
kerja pada pikiran dan tubuh manusia yang cenderung untuk mengurangi kecepatan kerja mereka atau
menurunkan kualitas produksi atau kedua-duanya dari performansi optimum seorang operator.
Cakupan dari kelelahan yaitu:

a. Penurunan dalam performansi kerja

Pengurangan dalam kecepatan dan kualitas output yang terjadi bila melewati suatu periode tertentu
disebut fatigue industri.

b. Pengurangan pada kapasitas kerja

Perusakan otot atau ketidakseimbangan susunan saraf untuk memberikan stimulus disebut fatigue
fisiologis.

c. Laporan-laporan subyektif dari pekerja

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 4

Berhubungan dengan perasaan gelisah dan bosan disebut fatigue psikologis.

d. Perubahan-perubahan dalam aktivitas dan kapasitasnya

Perubahan fungsi fisiologis atau perubahan kemampuan dalam melakukan aktivitas fisiologis disebut
fatigue fungsional.

Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat keleahan. Faktorfaktor yang mempengaruhi
tingkat kelelahan, yaitu:

1. Penentuan dan lamanya waktu kerja. 7. Lingkungan fisik kerja.

2. Penentuan dan lamanya waktu istirahat. 8. Kecepatan kerja.

3. Sikap mental pekerja. 9. Jenis dan kebiasaan olahraga.

4. Besar beban kerja. 10. Jenis kelamin.

5. Kemonotonan pekerjaan dalam lingkungan 11. Usia.


kerja yang tetap.
12. Sikap kerja.
6. Kondisi tubuh operator pada waktu
melaksanakan pekerjaan.

Kelelahan otot adalah kelelahan yang terjadi karena kerja, dengan adanya aktivitas kontraksi dan
relaksasi. Untuk mengurangi kelelahan otot adapun saransaran yang dapat dilakukan dalam
mengurangi kelelahan otot adalah sebagai berikut ini:

1. Mengatur beban kerja dengan melakukan perancangan kerja.

2. Mengatur periode istirahat yang cukup berdasarkan atas pertimbangan fisiologis.

3. Mengatur regu-regu kerja dengan baik dan menyeimbangkan tekanan fisiologis diantara anggota
pekerja.

4. Menyediakan air dan garam yang cukup bagi pekerja yang bekerja dalam lingkungan kerja yang
panas.

5. Menyeleksi pekerja yang didasarkan atas kemampuan fisik mereka dan tingkat pelatihan (training)
untuk aktivitas tertentu yang membutuhkan energi yang cukup besar.

Penentuan waktu istirahat (recovery):

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 5

a. Berdasarkan konsumsi energi yang didapatkan dari konversi kecepatan denyut jantung ( ) 5.1 =
K T K S R Keterangan, R = Waktu istirahat (menit) T = Total waktu kerja K = Energi yang
dikeluarkan dalam bekerja (kcal/menit) S = Konstanta Untuk penentuan S diberikan pendekatan
seperti pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Klasifikasi Beban Kerja dan Reaksi Fisiologis Tingkat Pekerjaan
Energy Expenditure Detak Jantung Konsumsi Energi Kcal/menit Kcal/8 jam Detak/menit Liter/menit
Undully Heavy > 12.5 > 6000 > 175 > 2.5 Very Heavy 10.0 12.5 4800 6000 150 175 2.0 2.5
Heavy 7.5 10.0 3600 4800 125 150 1.5 2.0 Moderate 5.0 7.5 2400 3600 100 125 1.0 1.5
Light 2.5 5.0 1200 2400 60 100 0.5 1.0 Very Light < 2.5 < 1200 < 60 < 0.5

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
BAB III

PENGUMPULAN DATA

1. Rekaplah data hasil percobaan treadmill berdasarkan data semua shift di minggu yang
sama saat praktikan melakukan percobaan. Rekaplah berdasarkan jenis kelamin!
Praktikan Laki Laki
Tabel 3.1. Rekap Percobaan treadmill praktikan Laki - Laki

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 160 9 0.06
2 170 20 0.16
Gregorius 2015-043- 3 182 34 0.26
109 171 71
Geri 063 4 186 43 0.36
5 185 59 0.46
6 188 71 0.56
1 168 12 0,069
2 181 25 0,138
Richard 2015-043- 3 183 40 0,21
129 179 90
Jonathan 052 4 189 55 0,283
5 192 70 0,355
6 194 87 0,428
1 156 10 8,1
2 171 24 15
Michael
2015-043- 3 187 40 21
Hansen 129 177 98
114 4 190 58 28,2
Wijaya
5 193 76 35,5
6 193 95 42
1 93 2 0,06
2 88 4 0,11
William 2015-043- 3 89 7 0,15
74 92 14
Purwaraharja 143 4 93 9 0,2
5 92 11 0,25
6 94 14 0,3
1 162 14 0,1
2 164 28 0,2
Fransiscus
2015-043- 3 169 39 0,3
Xaverius 146 168 82
019 4 172 54 0,4
Brian
5 172 70 0,48
6 178 82 0,6
1 102 3 0,1
2 104 7 0,2
2015-043- 3 107 12 0,3
William 97 104 31
021 4 111 18 0,4
5 108 22 0,5
6 114 28 0,6

6
Modul VI Fisiologi 7

Tabel 3.1. Rekap Percobaan treadmill praktikan Laki Laki (lanjuttan)

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 151 19 0,1
2 153 29 0,2
2015-043- 3 156 40 0,3
Michael 85 129 73
040 4 158 50 0,4
5 160 60 0,5
6 164 71 0,6
1 166 14 0,16
2 180 27 0,24
2015-043- 3 179 40 0,34
Dennis Kenji 100 169 80
077 4 182 53 0,45
5 186 66 0,55
6 185 80 0,62
1 134 13 0,1
2 133 17 0,2
Billy Jhon 2015-043- 3 129 25 0,3
105 122 52
Tanaka 056 4 128 33 0,4
5 131 41 0,5
6 130 49 0,6
1 143 32 0,01
2 171 43 0,08
Sandy 2015-043- 3 171 54 0,33
96 165 89
Kartolo 058 4 133 62 0,42
5 220 73 0,51
6 193 82 0,6
1 144 10 0,1
2 156 19 0,2
Adrian 2015-043- 3 159 31 0,3
122 158 71
Hartanto 087 4 164 43 0,4
5 168 56 0,5
6 173 69 0,6
1 141 7 0,14
2 142 15 0,24
2015-043- 3 152 23 0,34
Yosua Lewi 120 149 54
082 4 154 32 0,44
5 158 44 0,54
6 162 53 0,64
1 130 4 0,1
2 144 14 0,2
2015-043- 3 144 22 0,3
Henri 130 150 60
120 4 152 31 0,4
5 157 39 0,5
6 160 50 0,6

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 8

Tabel 3.1. Rekap Percobaan treadmill praktikan Laki Laki (lanjutan)

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 174 14 0,16
2 141 1 0,29
Nicholas 2015 - 043 - 3 150 9 0,37
99 162 46
Hugrasena 085 4 167 19 0,47
5 169 31 0,56
6 176 44 0,66
1 221 28 0,07
2 195 42 0,11
Aloisius 2015-043- 3 205 60 0,2
178 191 68
Galih 030 4 167 72 0,3
5 138 89 0,4
6 216 115 0,5
1 142 10 0,1
2 158 22 0,2
Richson 2015-043- 3 165 29 0,4
111 171 59
Agustinus 079 4 174 22 0,5
5 180 37 0,6
6 172 57 0,7
1 144 13 0.1
2 149 20 0.2
Aliffian 2015-043- 3 150 28 0.31
96 144 60
Yanuwar 112 4 152 37 0.4
5 158 46 0.51
6 158 55 0.61
1 153 11 0,1
2 163 27 0,18
Joseph 2015-043- 3 166 43 0,25
112 165 101
Hendryawan 141 4 167 60 0,36
5 179 78 0,48
6 185 98 0,58
1 124 6 0,1
2 137 14 0,2
Juan 2015-043- 3 156 25 0,3
108 148 33
Kharisma 043 4 154 36 0,4
5 158 48 0,5
6 161 59 0,6
1 124 8 0,1
2 137 17 0,2
Devin 2015-043- 3 156 25 0,3
114 148 93
Estamario 057 4 154 32 0,39
5 159 48 0,47
6 161 62 0,53

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 9

Tabel 3.1. Rekap Percobaan treadmill praktikan Laki Laki (lanjutan)

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 127 6 0,11
2 146 15 0,21
M. 2013-043- 3 160 28 0,31
117 152 70
Bramantyo 140 4 163 44 0,41
5 172 53 0,51
6 170 67 0,61
1 145 10 0,1
2 163 23 0,2
Faris 2015-043- 3 173 42 0,3
122 165 92
Dhiaulhaq 164 4 176 57 0,4
5 179 74 0,5
6 183 92 0,6
1 139 13 0,11
2 156 20 0,21
2015-043- 3 147 31 0,31
Dendi 86 131 62
173 4 142 40 0,41
5 136 51 0,51
6 135 59 0,61
1 158 10 0,15
2 160 17 0,3
Marcel 2015-043- 3 163 25 0,38
173 161 63
Paskalis 075 4 153 38 0,47
5 159 47 0,56
6 201 58 0,65
1 126 5 0,15
2 132 11 0,25
Christoforus 2015-043- 3 128 19 0,35
73 118 42
Jason 142 4 123 26 0,45
5 127 33 0,55
6 120 41 0,64
1 149 11 0,1
2 165 23 0,2
2015-043- 3 173 36 0,3
Louis Rio 86 155 86
044 4 175 49 0,4
5 173 62 0,5
6 170 77 0,6
1 143 8 0,1
2 160 21 0,2
2015-043- 3 159 35 0,3
Reynaldi 84 160 81
037 4 164 49 0,4
5 166 63 0,5
6 175 78 0,6

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 10

Tabel 3.1. Rekap Percobaan treadmill praktikan Laki Laki (lanjutan)

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 136 8 0,1
2 163 22 0,2
2015-043- 3 170 36 0,3
Reflianto 97 156 93
024 4 181 53 0,4
5 185 70 0,5
6 184 87 0,6

Praktikan Perempuan

Tabel 3.2. Rekap Percobaan treadmill praktikan Perempuan

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 125 13 0,0107
2 127 18 0,0171
2015-043- 3 125 24 0,0251
Vannie 88 116 44,5
051 4 132 30 0,0321
5 127 36 0,0393
6 133 42 0,0463
1 159 8 0,0072
2 166 14 0,0137
Jessica 2015-043- 3 181 23 0,0208
120 174 58
Ardelia 027 4 183 33 0,028
5 182 43 0,035
6 183 53 0,0424
1 144 15 0,0128
2 160 23 0,0193
Clara 2015-043- 3 167 31 0,0266
103 148 57
Felicia 099 4 171 39 0,0337
5 172 47 0,041
6 175 57 0,0481
1 110 3 0,05
2 113 8 0,11
Cassandra 2015-043- 3 114 12 0,15
75 113 28
Etania 055 4 114 18 0,2
5 115 22 0,25
6 123 28 0,3
1 139 6 0,05
2 136 14 0,1
Erika 2015-043- 3 142 21 0,15
110 139 43
Chairanti 116 4 140 28 0,2
5 140 34 0,25
6 138 42 0,3

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 11

Tabel 3.2. Rekap Percobaan treadmill praktikan Perempuan (lanjutan)

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 144 9 0,1
2 160 19 0,2
Ardelia
2015-043- 3 168 29 0,3
Khairina D 89 162 69
128 4 167 40 0.4
P
5 174 52 0,5
6 175 65 0,6
1 144 6 0,1
2 156 13 0,2
2015-043- 3 165 23 0,3
Catheryne 104 159 79
064 4 169 33 0,4
5 170 43 0,5
6 172 52 0,6
1 166 8 0,09
2 182 18 0,18
Duhita Al 2015-043- 3 185 28 0,28
101 181 64
Hayyu 090 4 187 38 0,39
5 189 48 0,49
6 192 58 0,6
1 152 9 0,2
2 181 21 0,3
Angelia 2015 - 043 3 173 33 0,4
111 163 57
Ayda - 160 4 169 38 0,46
5 168 44 0,56
6 172 54 0,67
1 113 4 0,08
2 136 8 0,16
Nathalia
2015-043- 3 158 16 0,25
Yoan 97 142 48
165 4 165 26 0,36
Kevina
5 166 36 0,45
6 168 48 0,54
1 123 5 0,07
2 144 13 0,16
Framsisca 2015-043- 3 160 22 0,25
107 158 54
Cindy 045 4 171 33 0,35
5 175 44 0,45
6 175 52 0,55
1 118 8 0,06
2 130 13 0,21
Indah
2015-043- 3 161 20 0,42
Puspita 102 145 43
174 4 161 27 0,52
Rani
5 164 34 0,61
6 168 42 0,7

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 12

Tabel 3.2. Rekap Percobaan treadmill praktikan Perempuan (lanjutan)

Heart AVG AVG


HR Konsumsi Jarak
Menit Rate / Heart Konsumsi
Nama NIM Awal Energi Tempuh
Ke- min Rate Energi
(bpm) (kcal) (km)
(bpm) (bpm) (Kcal)
1 140 10 0,1
2 160 15 0,18
Grace 2015-043- 3 167 25 0,3
102 160 58
Tiana 139 4 166 35 0,39
5 173 45 0,49
6 179 56 0,59
1 156 5 0,09
2 167 14 0,19
2015-043- 3 175 23 0,29
Lia Selsya 145 168 53
137 4 178 32 0,39
5 181 42 0,49
6 184 53 0,59

2. Rekaplah data hasil percobaan step test berdasarkan data semua shift di minggu yang sama
saat praktikan melakukan percobaan. Rekaplah berdasarkan jenis kelamin!
Praktikan Laki Laki

Tabel 3.3. Rekap Percobaan step test praktikan Laki Laki

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
1 157 11
Nicholas
2015-043-151 110 2 164 25 110 38
Jova
3 167 38
1 171 15
Frederick
2015-043-169 120 2 180 28 120 48
Batara
3 190 45
1 134 5
Jerri
2015-043-098 101 2 155 12 101 26
Bunarwan
3 166 23
1 130 6
Enrico Lim 2015-043-009 113 2 149 14 113 24
3 152 23
1 127 4
David Putra 2015-043-048 89 2 153 12 89 23
3 161 22
1 120 4
Michael
2015-043-025 81 2 128 10 81 18
Holine
3 138 18
Fransiscus 1 158 15
Xaverius 2015-043-019 116 2 171 21 116 37
Brian 3 179 35

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 13

Tabel 3.3. Rekap Percobaan step test praktikan Laki Laki (lanjutan)

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
1 156 15
Kevin
2015-043-015 119 2 179 23 117 39
Widyananda
3 188 39
1 104 4
Joshua
2015-043-047 75 2 113 9 71 4
Christian
3 123 17
1 139 10
Clief
2015-043-162 98 2 151 22 96 29
Bonsila
3 157 35
1 172 23
Nicholas
2015-043-022 120 2 182 40 120 92
Pratama
3 192 52
1 146 12
Su Fendy 2015-043-145 2 169 24 113 60
3 182 38
1 139 7
Jeremy
2015-043-046 95 2 158 17 95 33
Verrel
3 168 28
1 135 9
Kevin
2014043068 99 2 157 21 131 33
Pratama
3 167 37
1 141 7
Dennis
2015-043-077 100 2 156 16 99 16
Kenji
3 163 25
1 120 15
Billy Jhon
2015-043-056 105 2 135 23 104 9
Tanaka
3 140 31
1 115 6
Sandy
2015-043-058 88 2 125 13 78 0
Kartolo
3 135 20
1 143 10
Larry
2015-043-028 99 2 153 20 98 22
Lauwrence
3 158 30
1 119 8
Steven
2015-043-167 103 2 134 16 119 28
Wijaya
3 136 26
1 141 6
Yosua Lewi 2015-043082 115 2 145 15 114 25
3 154 24
1 133 6
Daniel
2015-043-006 98 2 155 15 100 29
Christoper
3 164 26
1 149 7
William
2015-043-039 108 2 170 18 110 59
Giovanni
3 175 28

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 14

Tabel 3.3. Rekap Percobaan step test praktikan Laki Laki (lanjutan)

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
1 143 5
Stefanus 2015 - 043 -
109 2 145 15 90 24
Wisnu 005
3 150 24
1 142 7
Nicholas
2015-043-085 106 2 149 17 90 27
Hugrasena
3 168 25
1 220 26
Aloisius
2015-043-030 216 2 182 43 195 28
Galih
3 191 59
1 138 21
Davyd
2015-043-181 99 2 152 31 99 33
Tarigan
3 159 42
1 104 8
Prasetyo
2015-043-131 109 2 133 16 109 25
Bayu Aji
3 144 25
1 137 11
Hartanto 2015-043-105 103 2 149 20 102 32
3 165 30
1 132 9
Clinton
2015-043-042 95 2 139 17 94 29
Putra
3 151 28
1 148 25
Vinson
2015-043-088 115 2 170 37 122 42
Halim
3 178 43
1 130 16
Tenwin
2015-043-107 100 2 135 23 103 13
Winardy
3 136 32
1 115 6
Nico Elendy 2015-043-132 82 2 127 13 78 21
3 130 21
1 139 27
Johanes
2015-043-161 83 2 158 13 149 33
Raditya
3 159 13
1 213 40
Kristoporus
2015-043-163 105 2 190 46 109 63
C.E.S
3 167 53
1 147 7
Samuel 2015-043-089 105 2 166 19 105 18
3 176 33
1 140 8
Alderwan 2013-043-206 104 2 155 19 104 47
3 165 40
1 137 10
Yosep 2015-043-108 85 2 147 21 89 17
3 155 33

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 15

Tabel 3.3. Rekap Percobaan step test praktikan Laki Laki (lanjutan)

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
1 133 9
Dendi 2015-043-173 86 2 142 18 101 23
3 151 28
1 128 7
Jonathan
2015-043-029 107 2 136 16 106 26
Desmond
3 132 25
1 127 7
Michael 2015-043-032 79 2 142 14 87 26
3 148 24
1 146 8
Derian
2015-043-076 99 2 155 16 106 27
Hansel
3 161 27
1 115 5
Denielson 2015-043-038 94 2 136 11 110 22
3 160 20
1 140 25
Michael 2015-043-121 99 2 154 37 99 50
3 162 50
1 155 20
Samuel 2015-043-069 121 2 166 35 121 55
3 179 52
1 148 9
Reynaldi 2015-043-037 84 2 165 23 88 98
3 176 38
1 122 5
Patrick 2015-043-003 70 2 135 14 70 44
3 144 24
1 133 11
Fuad 2015-043-157 103 2 146 21 102 34
3 153 32
1 141 7
Alfredo 2015-043-067 105 2 158 18 104 32
3 162 30

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 16

Praktikan Perempuan
Tabel 3.4. Rekap Percobaan step test praktikan Perempuan

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
Sherly 1 147 6
2015-043-
Gunawan 127 2 165 16 127 27
102
Tjhong 3 177 27
1 159 8
Yeni 2015-043-
114 2 171 20 114 33
Engyelia 034
3 177 33
1 189 3
Jessica 2015-043-
88 2 193 12 112 94
Lesmana 081
3 193 23
1 184 18
Lorensia 2015-043-
126 2 194 34 147 133
Jennita 084
3 197 46
1 142 8
2015-043-
Vienna 134 2 146 14 130 24
050
3 153 21
1 143 7
2015-043-
Vanessa 85 2 157 13 84 31
153
3 164 21
1 130 6
2015-043-
Priskilla 76 2 159 15 93 65
129
3 166 23
1 210 8
2015-043-
Monica 86 2 227 19 173 239
013
3 188 31
1 142 10
2015-043-
Nathasya C 86 2 150 16 84 96
176
3 161 25
1 72 1
Vanessa Lim 2015-043-
72 2 161 10 83 20
Wirya 119
3 135 20
1 136 4
2015-043-
Theresia Suli 95 2 172 10 98 54
152
3 173 23
1 150 6
Maria 2015-043-
120 2 159 14 120 28
Angela 149
3 169 23
1 158 10
Syafira
2015043135 110 2 168 19 143 30
Salsabila
3 178 30

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 17

Tabel 3.4. Rekap Percobaan step test praktikan Perempuan (lanjutan)

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
1 164 27
Yulitari Flora 2015-043-
140 2 181 40 136 19
Theresa 126
3 188 55
1 152 25
Lucia 2015-043-
119 2 160 36 135 47
Christanti 007
3 169 37
1 135 6
Nadya 2015-043-
98 2 155 13 113 22
Juliana Bano 144
3 161 20
1 131 9
Nathalia 2015-043-
90 2 144 16 90 26
Yoan Kevina 165
3 152 25
1 145 8
2015-043-
Gabriella A 102 2 166 16 129 36
139
3 180 26
1 151 8
Amelia 2015-043-
123 2 172 17 122 31
Pricilla 168
3 181 31
1 159 25
Andiskia 2015-043-
98 2 170 40 162 69
Meity P. 180
3 181 57
1 148 19
Ni Made 2015-043-
104 2 160 20 101 36
widyastuti 017
3 163 25
1 125 4
2015-043-
Herlina 93 2 143 11 88 19
068
3 149 19
1 158 6
2015-043-
Nathania 123 2 177 17 119 30
026
3 184 28
1 193 9
2015-043-
Delima 161 2 182 22 197 43
182
3 206 36
1 178 13
2015-043-
Jessica 134 2 185 22 188 31
035
3 188 32
1 162 8
2015-043-
Welhelmina 106 2 176 16 106 92
179
3 184 27

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 18

Tabel 3.4. Rekap Percobaan step test praktikan Perempuan (lanjutan)

Heart Konsumsi Heart Rate Konsumsi


HR Task
Nama NIM Rate Energi Istirahat Energi Rata-
Awal Time
(bpm) (kcal) (bpm) rata (kcal)
1 134 7
2015-043-
Cindy 110 2 143 15 110 25
118
3 154 24
1 165 8
2015-043-
Sonia 115 2 186 21 115 69
147
3 189 36
1 151 8
2015-043-
Amanda 110 2 165 17 109 67
125
3 173 32

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
BAB IV
PENGOLAHAN DATA

4.1. Buatlah grafik hubungan antara waktu percobaan dengan heart rate, waktu
percobaan dengan konsumsi energi dan hubungan antara heart rate terhadap konsumsi
energi untuk percobaan treadmill dan step test untuk data kelompok saja!
Grafik untuk Treadmill
Tabel 4.1 tabel heart rate pada Treadmill
task time heart rate
1 145
2 163
3 173
4 176
5 179
6 183

heart rate untuk Treadmill


200
180
160
140
Heart rate

120
100
80 heart rate
60
40
20
0
1 2 3 4 5 6
Waktu

Grafik 4.1 grafik heart rate pada treadmill terhadap waktu

Tabel 4.2 tabel konsumsi energi pada Treadmill


task time konsumsi energi
1 10
2 23
3 42
4 57
5 74
6 92

19
Modul VI Fisiologi 20

konsumsi energi untuk treadmill


100
90
80
konsumsi energi

70
60
50
40 konsumsi energi
30
20
10
0
1 2 3 4 5 6
Waktu

Grafik 4.2 grafik konsumsi energi pada treadmill terhadap waktu

Tabel 4.3 tabel konsumsi energi Treadmill terhadap heart rate

konsumsi energi heart rate


10 145
23 163
42 173
57 176
74 179
92 183

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 21

heart rate terhadap konsumsi energi treadmill


100
90
80
konsumsi energi
70
60
50
40 konsumsi energi
30
20
10
0
145 163 173 176 179 183
Heart rate

Grafik 4.3 grafik konsumsi energi terhadap Heart rate pada Treadmill

Grafik untuk Step Test

Tabel 4.4 tabel heart rate pada Step Test

waktu Heart rate Alderwan Heart rate Cindy

1 140 134

2 155 143

3 165 154

Heart Rate Step test


200

150
Heart Rate

100
Heart rate Alderwan
50 Heart rate Cindy

0
1 2 3
Waktu

Grafik 4.4 grafik heart rate pada Step test terhadap waktu

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 22

Tabel 4.5 tabel konsumsi energi pada Step Test

waktu konsumsi energi Alderwan Konsumsi energi Cindy

1 8 7

2 19 15

3 40 24

Konsumsi energi pada steptest


45
40
35
Konsumsi Energi

30
25
20 konsumsi energi Alderwan
15 Konsumsi energi Cindy

10
5
0
1 2 3
Waktu

Grafik 4.5 grafik konsumsi energi pada Steptest terhadap waktu

Tabel 4.6 tabel konsumsi energi terhadap heart rate pada Step test

Nama konsumsi energi Heart rate

8 140

Alderwan 19 155

40 165

7 134

cindy 15 143

24 154

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 23

Konsumsi energi terhadap heart rate pada step test


45
40
35
30
konsumsi energi

25
20 konsumsi energi alderwan
15 konsumsi energi cindy
10
5
0
134 140 143 154 155 165
Heart rate

Grafik 4.6 grafik konsumsi energi terhadap Heart rate pada Steptest

4.2. Berdasarkan data heart rate rata rata untuk percobaan treadmill dan Body Mass
Index, buatlah persamaan regresi linear antara kedua faktor tersebut terhadap
konsumsi energi rata rata dengan menggunakan software SPSS atau Minitab! (Regresi
Linear dipisahkan untuk laki laki dan perempuan).
Untuk Laki Laki
Tabel 4.7. Data treadmill Laki Laki

AVG Heart Rate AVG Konsumsi


NAMA BMI
(bpm) Energi (Kcal)
Gregorius Geri 171 19,6 71
Richard Jonathan 179 25,45 90
Michael Hansen Wijaya 177 20,83 98
William Purwaraharja 92 20,9 14
Fransiscus Xaverius Brian 168 25,91 82
William 104 23,12 31
Michael 129 19,27 73
Dennis Kenji 169 20,42 80
Billy Jhon Tanaka 122 20,55 52
Sandy Kartolo 165 23,73 89
Adrian Hartanto 158 23,31 71
Yosua Lewi 149 19,26 54

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 24

Tabel 4.7. Data treadmill Laki Laki (lanjutan)

AVG Heart Rate AVG Konsumsi


NAMA BMI
(bpm) Energi (Kcal)
Henri 150 18,73 60
Nicholas Hugrasena 162 21,26 46
Aloisius Galih 191 24,51 68
Richson Agustinus 171 21,15 59
Aliffian Yanuwar 144 16,85 60
Joseph Hendryawan 165 29,83 101
Juan Kharisma 148 20,96 33
Devin Estamario 148 37,42 93
M. Bramantyo 152 28,65 70
Faris Dhiaulhaq 165 33,63 92
Dendi 131 18,96 62
Marcel Paskalis 161 22,49 63
Christoforus Jason 118 20,38 42
Louis Rio 155 18,19 86
Reynaldi 160 28,06 81
Reflianto 156 31,16 93

Regresi linear percobaan treadmill untuk praktikan laki - laki adalah membandingkan faktor
heart rate rata rata dan Body Mass Index dengan Konsumsi energi rata rata. Secara umum
persamaan regresi linear dengan variabel tersebut dirumuskan dengan :
Y = a + b(x1 ) + c(x2 )
Y = Konsumsi energi rata rata
X1 = heart rate rata rata
X2 = Body Mass Index
Dengan menggunakan software Minitab didapat persamaan regresi linear untuk praktikan
perempuan sebagai berikut :

Gambar 4.7 Persamaan Regresi Linear Praktikan Laki Laki

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 25

Gambar 4.8. Persamaan Regresi Linear Praktikan Laki - Laki (lanjutan)

Gambar 4.9 Persamaan Regresi Linear Praktikan Laki Laki (lanjutan)

Gambar 4.10. Persamaan Regresi Linear Praktikan Laki Laki (lanjutan)

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 26

Gambar 4.11. Persamaan Regresi Linear Praktikan Laki Laki (lanjutan)

Dari hasil perhitungan regresi linear dengan Minitab, koefisien setiap variabel adalah sebagai
berikut:
Konstanta = -57,4
Heart Rate (X1) = 0,576
BMI (X2) = 1,63

didapat persamaan :
Y = 57,4 + 0,576(x1 ) + 1,63(x2 )

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 27

Untuk Perempuan
Tabel 4.8. Data treadmill Perempuan

AVG
AVG Heart
NAMA Konsumsi BMI
Rate (bpm)
Energi (Kcal)
Vannie 116 24,26 44,5
Jessica Ardelia 174 21,23 58
Clara Felicia 148 20,7 57
Cassandra Etania 113 21,23 28
Erika Chairanti 139 17,21 43
Ardelia Khairina D P 162 26,03 69
Catheryne 159 24,09 79
Duhita Al Hayyu 181 19,54 64
Angelia Ayda 163 23,31 57
Nathalia Yoan Kevina 142 24,44 48
Framsisca Cindy 158 19,94 54
Grace Tiana 160 23,15 58
Lia Selsya 168 15,78 53
Indah Puspita Rani 145 43 18,26

Regresi linear percobaan treadmill untuk praktikan perempuan adalah membandingkan faktor
heart rate rata rata dan Body Mass Index dengan Konsumsi energi rata rata. Secara umum
persamaan regresi linear dengan variabel tersebut dirumuskan dengan :
Y = a + b(x1 ) + c(x2 )
Y = Konsumsi energi rata rata
X1 = heart rate rata rata
X2 = Body Mass Index
Dengan menggunakan software Minitab didapat persamaan regresi linear untuk praktikan
perempuan sebagai berikut :

Gambar 4.12. Persamaan Regresi Linear Praktikan Perempuan

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 28

Gambar 4.13. Persamaan Regresi Linear Praktikan Perempuan (lanjutan)

Gambar 4.14. Persamaan Regresi Linear Praktikan Perempuan (lanjutan)

Gambar 4.15. Persamaan Regresi Linear Praktikan Perempuan (lanjutan)

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 29

Gambar 4.16. Persamaan Regresi Linear Praktikan Perempuan (lanjutan)

Dari hasil perhitungan regresi linear dengan Minitab, koefisien setiap variabel adalah sebagai
berikut:
Konstanta = -63,6
Heart Rate (X1) = 0,505
BMI (X2) = 1,91

didapat persamaan :
Y = 63,6 + 0,505(x1 ) + 1,91(x2 )

4.3 Buatlah perhitungan Vo2Max untuk setiap data heart rate yang terkumpul! Buatlah
contoh perhitungan dengan menggunakan data kelompok masing-masing. lalu
,perhitungan dengan menggunakan Vo2Max harus dipisahkan untuk laki laki dan
perempuan

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 30

Tabel 4.9. tabel rekapitulasi vo2max pria

Heart
No Nama rate vo2 max
157 45,39
1 Nicholas Jova 164 42,45
167 41,19
171 39,51
2 Frederick Batara 180 35,73
190 31,53
134 55,05
3 Jerri Bunarwan 155 46,23
166 41,61
130 56,73
4 Enrico Lim 149 48,75
152 47,49
127 57,99
5 David Putra 153 47,07
161 43,71
120 60,93
6 Michael Holine 128 57,57
138 53,37
158 44,97
7 Fransiscus Xaverius Brian 171 39,51
179 36,15
156 45,81
8 Kevin Widyananda 179 36,15
188 32,37
104 67,65
9 Joshua Christian 113 63,87
123 59,67
139 52,95
10 Clief Bonsila 151 47,91
157 45,39
172 39,09
11 Nicholas Pratama 182 34,89
192 30,69
146 50,01
12 Su Fendy 169 40,35
182 34,89

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 31

Tabel 4.9 tabel rekapitulasi vo2max pria (lanjutan)

Heart
No Nama rate vo2 max
139 52,95
13 Jeremy Verrel 158 44,97
168 40,77
135 54,63
14 Kevin Pratama 157 45,39
167 41,19
141 52,11
15 Dennis Kenji 156 45,81
163 42,87
120 60,93
16 Billy Jhon Tanaka 135 54,63
140 52,53
115 63,03
17 Sandy Kartolo 125 58,83
135 54,63
143 51,27
18 Larry Lauwrence 153 47,07
158 44,97
119 61,35
19 Steven Wijaya 134 55,05
136 54,21
141 52,11
20 Yosua Lewi 145 50,43
154 46,65
133 55,47
21 Daniel Christoper 155 46,23
164 42,45
149 48,75
22 William Giovanni 170 39,93
175 37,83
143 51,27
23 Stefanus Wisnu 145 50,43
150 48,33
142 51,69
Nicholas
24 149 48,75
Hugrasena
168 40,77
220 18,93
25 Aloisius Galih 182 34,89
191 31,11

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 32

Tabel 4.9. Tabel Rekapitulasi Vo2max Pria (Lanjutan)

No Nama Heart rate vo2 max


138 53,37
Davyd
26 152 47,49
Tarigan
159 44,55
104 67,65
Prasetyo Bayu
27 133 55,47
Aji
144 50,85
137 53,79
28 Hartanto 149 48,75
165 42,03
132 55,89
29 Clinton Putra 139 52,95
151 47,91
148 49,17
30 Vinson Halim 170 39,93
178 36,57
130 56,73
Tenwin
31 135 54,63
Winardy
136 54,21
115 63,03
32 Nico Elendy 127 57,99
130 56,73
139 52,95
Johanes
33 158 44,97
Raditya
159 44,55
213 21,87
Kristoporus
34 190 31,53
C.E.S
167 41,19
147 49,59
35 Samuel 166 41,61
176 37,41
140 52,53
36 Alderwan 155 46,23
165 42,03
137 53,79
37 Yosep 147 49,59
155 46,23

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 33

Tabel 4.9. Tabel Rekapitulasi Vo2max Pria (Lanjutan)

Heart
No Nama
rate vo2 max
133 55,47
38 Dendi 142 51,69
151 47,91
128 57,57
39 Jonathan Desmond 136 54,21
132 55,89
127 57,99
40 Michael 142 51,69
148 49,17
146 50,01
41 Derian Hansel 155 46,23
161 43,71
115 63,03
42 Denielson 136 54,21
160 44,13
140 52,53
43 Michael 154 46,65
162 43,29
155 46,23
44 Samuel 166 41,61
179 36,15
148 49,17
45 Reynaldi 165 42,03
176 37,41
122 60,09
46 Patrick 135 54,63
144 50,85
133 55,47
47 Fuad 146 50,01
153 47,07
141 52,11
48 Alfredo 158 44,97
162 43,29

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 34

Tabel 4.10. Tabel Rekapitulasi Vo2max Perempuan

No Nama Heart rate vo2 max


147 38,6591
1 Sherly Gunawan Tjhong 165 35,3345
177 33,1181
159 36,4427
2 Yeni Engyelia 171 34,2263
177 33,1181
189 30,9017
3 Jessica Lesmana 193 30,1629
193 30,1629
184 31,8252
4 Lorensia Jennita 194 29,9782
197 29,4241
142 39,5826
5 Vienna 146 38,8438
153 37,5509
143 39,3979
6 Vanessa 157 36,8121
164 35,5192
130 41,799
7 Priskilla 159 36,4427
166 35,1498
210 27,023
8 Monica 227 23,8831
188 31,0864
142 39,5826
9 Nathasya C 150 38,105
161 36,0733
72 52,5116
10 Vanessa Lim Wirya 161 36,0733
135 40,8755
136 40,6908
11 Theresia Suli 172 34,0416
173 33,8569
150 38,105
12 Maria Angela 159 36,4427
169 34,5957
158 36,6274
13 Syafira Salsabila 168 34,7804
178 32,9334
164 35,5192
14 Yulitari Flora Theresa 181 32,3793
188 31,0864

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 35

Tabel 4.10. Tabel Rekapitulasi Vo2max Perempuan (Lanjutan)

No Nama Heart rate vo2 max


152 37,7356
15 Lucia Christanti 160 36,258
169 34,5957
135 40,8755
16 Nadya Juliana Bano 155 37,1815
161 36,0733
131 41,6143
17 Nathalia Yoan Kevina 144 39,2132
152 37,7356
145 39,0285
18 Gabriella A 166 35,1498
180 32,564
151 37,9203
19 Amelia Pricilla 172 34,0416
181 32,3793
159 36,4427
20 Andiskia Meity P. 170 34,411
181 32,3793
148 38,4744
21 Ni Made widyastuti 160 36,258
163 35,7039
125 42,7225
22 Herlina 143 39,3979
149 38,2897
158 36,6274
23 Nathania 177 33,1181
184 31,8252
193 30,1629
24 Delima 182 32,1946
206 27,7618
178 32,9334
25 Jessica 185 31,6405
188 31,0864
162 35,8886
26 Welhelmina 176 33,3028
184 31,8252
134 41,0602
27 Cindy 143 39,3979
154 37,3662
165 35,3345
28 Sonia 186 31,4558
189 30,9017

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 36

Tabel 4.10. Tabel Rekapitulasi Vo2max Perempuan (Lanjutan)

No Nama Heart rate vo2 max


151 37,9203
29 Amanda 165 35,3345
173 33,8569

1. Perhitungan vo2 max untuk alderwan pada step test menggunakan rumus:
Vo2max(ml/kg/min) pria= 111,3-(0,42heart rate (bpm))
Perhitungan vo2max untuk menit pertama pada alderwan
Vo2max(ml/kg/min) pria= 111,3-(0,42140)= 52,53 ml/kg/min
Perhitungan vo2max untuk menit kedua pada alderwan
Vo2max(ml/kg/min) pria= 111,3-(0,42155)= 46,23 ml/kg/min
Perhitungan vo2max untuk menit ketiga pada alderwan
Vo2max(ml/kg/min) pria= 111,3-(0,42165)= 42,03 ml/kg/min

2. Perhitungan vo2 max untuk cindy pada step test menggunakan rumus:
Vo2max(ml/kg/min) wanita = 65,81-(0,1847heart rate (bpm))
Perhitungan vo2max untuk menit pertama pada cindy
Vo2max(ml/kg/min) wanita = 65,81-(0,1847134)= 41,0602 ml/kg/min
Perhitungan vo2max untuk menit pertama pada cindy
Vo2max(ml/kg/min) wanita = 65,81-(0,1847143)= 39,3937 ml/kg/min
Perhitungan vo2max untuk menit pertama pada cindy
Vo2max(ml/kg/min) wanita = 65,81-(0,1847154)= 37,3662 ml/kg/min

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 37

4.4. Berdasarkan data VO2max yang sudah didapat dari poin sebelumnya, buatlah regresi
linear secara manual antara VO2max terhadap Konsumsi Energi!
Perhitungan VO2max rata rata Praktikan Laki Laki
Tabel 4.11. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Pria

Konsumsi
VO2
Energi
No Nama Heart rate vo2 max max
Rata -
rata-rata
Rata
157 45,39
1 Nicholas Jova 164 42,45 43,01 38
167 41,19
171 39,51
Frederick
2 180 35,73 35,59 48
Batara
190 31,53
134 55,05
3 Jerri Bunarwan 155 46,23 47,63 26
166 41,61
130 56,73
4 Enrico Lim 149 48,75 50,99 24
152 47,49
127 57,99
5 David Putra 153 47,07 49,59 23
161 43,71
120 60,93
Michael
6 128 57,57 57,29 18
Holine
138 53,37
158 44,97
Fransiscus
7 171 39,51 40,21 37
Xaverius Brian
179 36,15
156 45,81
Kevin
8 179 36,15 38,11 39
Widyananda
188 32,37
104 67,65
Joshua
9 113 63,87 63,73 4
Christian
123 59,67
139 52,95
10 Clief Bonsila 151 47,91 48,75 29
157 45,39
172 39,09
Nicholas
11 182 34,89 34,89 92
Pratama
192 30,69
146 50,01
12 Su Fendy 169 40,35 41,75 60
182 34,89

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 38

Tabel 4.11. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Pria (Lanjutan)

Konsumsi
VO2
Energi
No Nama Heart rate max
Rata -
rata-rata
vo2 max Rata
139 52,95
13 Jeremy Verrel 158 44,97 46,23 33
168 40,77
135 54,63
14 Kevin Pratama 157 45,39 47,07 33
167 41,19
141 52,11
15 Dennis Kenji 156 45,81 46,93 16
163 42,87
120 60,93
Billy Jhon
16 135 54,63 56,03 9
Tanaka
140 52,53
115 63,03
17 Sandy Kartolo 125 58,83 58,83 0
135 54,63
143 51,27
Larry
18 153 47,07 47,77 22
Lauwrence
158 44,97
119 61,35
19 Steven Wijaya 134 55,05 56,87 28
136 54,21
141 52,11
20 Yosua Lewi 145 50,43 49,73 25
154 46,65
133 55,47
Daniel
21 155 46,23 48,05 29
Christoper
164 42,45
149 48,75
William
22 170 39,93 42,17 59
Giovanni
175 37,83
143 51,27
Stefanus
23 145 50,43 50,01 24
Wisnu
150 48,33
142 51,69
Nicholas
24 149 48,75 47,07 27
Hugrasena
168 40,77
220 18,93
25 Aloisius Galih 182 34,89 28,31 28
191 31,11

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 39

Tabel 4.11. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Pria (Lanjutan)

Konsumsi
VO2
Energi
No Nama Heart rate vo2 max max
Rata -
rata-rata
Rata
138 53,37
26 Davyd Tarigan 152 47,49 48,47 33
159 44,55
104 67,65
Prasetyo Bayu
27 133 55,47 57,99 25
Aji
144 50,85
137 53,79
28 Hartanto 149 48,75 48,19 32
165 42,03
132 55,89
29 Clinton Putra 139 52,95 52,25 29
151 47,91
148 49,17
30 Vinson Halim 170 39,93 41,89 42
178 36,57
130 56,73
Tenwin
31 135 54,63 55,19 13
Winardy
136 54,21
115 63,03
32 Nico Elendy 127 57,99 59,25 21
130 56,73
139 52,95
Johanes
33 158 44,97 47,49 33
Raditya
159 44,55
213 21,87
Kristoporus
34 190 31,53 31,53 63
C.E.S
167 41,19
147 49,59
35 Samuel 166 41,61 42,87 18
176 37,41
140 52,53
36 Alderwan 155 46,23 46,93 47
165 42,03
137 53,79
37 Yosep 147 49,59 49,87 17
155 46,23
133 55,47
38 Dendi 142 51,69 51,69 23
151 47,91

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 40

Tabel 4.11. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Pria (Lanjutan)

Konsumsi
VO2
Energi
No Nama Heart rate vo2 max max
Rata -
rata-rata
Rata
128 57,57
Jonathan
39 136 54,21 55,89 26
Desmond
132 55,89
127 57,99
40 Michael 142 51,69 52,95 26
148 49,17
146 50,01
41 Derian Hansel 155 46,23 46,65 27
161 43,71
115 63,03
42 Denielson 136 54,21 53,79 22
160 44,13
140 52,53
43 Michael 154 46,65 47,49 50
162 43,29
155 46,23
44 Samuel 166 41,61 41,33 55
179 36,15
148 49,17
45 Reynaldi 165 42,03 42,87 98
176 37,41
122 60,09
46 Patrick 135 54,63 55,19 44
144 50,85
133 55,47
47 Fuad 146 50,01 50,85 34
153 47,07
141 52,11
48 Alfredo 158 44,97 46,79 32
162 43,29

Contoh Perhitngan untuk Praktikan Alderwan


(2 max )

2 =

52,53 + 46,23 + 42,03

2 =
3

2 = 46,93

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 41

Perhitungan VO2max rata rata Praktikan Perempuan


Tabel 4.12. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Perempuan

VO2 Konsumsi
No Nama Heart rate vo2 max max energi
rata-rata rata - rata
147 38,6591
Sherly Gunawan
1 165 35,3345 35,7039 27
Tjhong
177 33,1181
159 36,4427
2 Yeni Engyelia 171 34,2263 34,5957 33
177 33,1181
189 30,9017
3 Jessica Lesmana 193 30,1629 30,40917 94
193 30,1629
184 31,8252
4 Lorensia Jennita 194 29,9782 30,40917 133
197 29,4241
142 39,5826
5 Vienna 146 38,8438 38,6591 24
153 37,5509
143 39,3979
6 Vanessa 157 36,8121 37,24307 31
164 35,5192
130 41,799
7 Priskilla 159 36,4427 37,79717 65
166 35,1498
210 27,023
8 Monica 227 23,8831 27,33083 239
188 31,0864
142 39,5826
9 Nathasya C 150 38,105 37,9203 96
161 36,0733
72 52,5116
10 Vanessa Lim Wirya 161 36,0733 43,15347 20
135 40,8755
136 40,6908
11 Theresia Suli 172 34,0416 36,19643 54
173 33,8569
150 38,105
12 Maria Angela 159 36,4427 36,38113 28
169 34,5957
158 36,6274
13 Syafira Salsabila 168 34,7804 34,7804 30
178 32,9334

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 42

Tabel 4.12. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Perempuan (lanjutan)
VO2 Konsumsi
No Nama Heart rate vo2 max max energi
rata-rata rata - rata
164 35,5192
14 Yulitari Flora Theresa 181 32,3793 32,99497 19
188 31,0864
152 37,7356
15 Lucia Christanti 160 36,258 36,19643 47
169 34,5957
135 40,8755
16 Nadya Juliana Bano 155 37,1815 38,04343 22
161 36,0733
131 41,6143
Nathalia Yoan
17 144 39,2132 39,52103 26
Kevina
152 37,7356
145 39,0285
18 Gabriella A 166 35,1498 35,58077 36
180 32,564
151 37,9203
19 Amelia Pricilla 172 34,0416 34,7804 31
181 32,3793
159 36,4427
20 Andiskia Meity P. 170 34,411 34,411 69
181 32,3793
148 38,4744
21 Ni Made widyastuti 160 36,258 36,8121 36
163 35,7039
125 42,7225
22 Herlina 143 39,3979 40,1367 19
149 38,2897
158 36,6274
23 Nathania 177 33,1181 33,8569 30
184 31,8252
193 30,1629
24 Delima 182 32,1946 30,03977 43
206 27,7618
178 32,9334
25 Jessica 185 31,6405 31,88677 31
188 31,0864
162 35,8886
26 Welhelmina 176 33,3028 33,6722 92
184 31,8252
134 41,0602
27 Cindy 143 39,3979 39,27477 25
154 37,3662

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 43

Tabel 4.12. Tabel Rekapitulasi Konsumsi Energi dan Vo2max Perempuan (lanjutan)

VO2 Konsumsi
No Nama Heart rate vo2 max max energi
rata-rata rata - rata
165 35,3345
28 Sonia 186 31,4558 32,564 69
189 30,9017
151 37,9203
29 Amanda 165 35,3345 35,7039 67
173 33,8569

Contoh Perhitngan untuk Praktikan Cindy


(2 max )

2 =

41,0602 + 39,3979 + 37,3662

2 =
3

2 = 39,27477

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 44

Tabel 4.13. Perhitungan Regresi Linear Praktikan Laki Laki

VO2 max Konsumsi Energi


No X2 Xn.Yn
rata-rata (x) Rata - Rata (Y)
1 43,01 38 1849,86 1634,38
2 35,59 48 1266,648 1708,32
3 47,63 26 2268,617 1238,38
4 50,99 24 2599,98 1223,76
5 49,59 23 2459,168 1140,57
6 57,29 18 3282,144 1031,22
7 40,21 37 1616,844 1487,77
8 38,11 39 1452,372 1486,29
9 63,73 4 4061,513 254,92
10 48,75 29 2376,563 1413,75
11 34,89 92 1217,312 3209,88
12 41,75 60 1743,063 2505
13 46,23 33 2137,213 1525,59
14 47,07 33 2215,585 1553,31
15 46,93 16 2202,425 750,88
16 56,03 9 3139,361 504,27
17 58,83 0 3460,969 0
18 47,77 22 2281,973 1050,94
19 56,87 28 3234,197 1592,36
20 49,73 25 2473,073 1243,25
21 48,05 29 2308,803 1393,45
22 42,17 59 1778,309 2488,03
23 50,01 24 2501 1200,24
24 47,07 27 2215,585 1270,89
25 28,31 28 801,4561 792,68
26 48,47 33 2349,341 1599,51
27 57,99 25 3362,84 1449,75
28 48,19 32 2322,276 1542,08
29 52,25 29 2730,063 1515,25
30 41,89 42 1754,772 1759,38
31 55,19 13 3045,936 717,47
32 59,25 21 3510,563 1244,25
33 47,49 33 2255,3 1567,17
34 31,53 63 994,1409 1986,39
35 42,87 18 1837,837 771,66
36 46,93 47 2202,425 2205,71
37 49,87 17 2487,017 847,79
38 51,69 23 2671,856 1188,87
39 55,89 26 3123,692 1453,14
40 52,95 26 2803,703 1376,7
41 46,65 27 2176,223 1259,55

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 45

Tabel 4.13. Perhitungan Regresi Linear Praktikan Laki Laki (lanjutan)

VO2 max Konsumsi Energi


No X2 Xn.Yn
rata-rata (x) Rata - Rata (Y)
42 53,79 22 2893,364 1183,38
43 47,49 50 2255,3 2374,5
44 41,33 55 1708,169 2273,15
45 42,87 98 1837,837 4201,26
46 55,19 44 3045,936 2428,36
47 50,85 34 2585,723 1728,9
48 46,79 32 2189,304 1497,28
TOTAL 2304,02 1581 113087,65 71871,63

Bentuk Regresi Linear :

= +

(=1 ) (=1 )(=1 )


= 2
(=1 2 ) (=1 )

48(71871,63) (2304,02 1581)


=
48(113087,65) 2304,022

192817,38
=
119699,04

= 1,63

(=1 2 )(=1 ) (=1 )(=1 )


= 2
(=1 2 ) (=1 )

(113087,65 1581) (2304,02 71871,63)


=
48(113087,65) 2304,022

13197901,7
=
119699,04

=110,26

Bentuk Persamaan Garis :

= +

Konsumsi Energi = 1,63VO2max + 110,26


Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi
Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 46

Tabel 4.14. Perhitungan Regresi Linear Praktikan Perempuan

VO2 Konsumsi
max energi
No X2 Xn.Yn
rata-rata rata - rata
(x) (Y)
1 35,7039 27 1274,768 964,0053
2 34,5957 33 1196,862 1141,658
3 30,40917 94 924,7174 2858,462
4 30,40917 133 924,7174 4044,419
5 38,6591 24 1494,526 927,8184
6 37,24307 31 1387,046 1154,535
7 37,79717 65 1428,626 2456,816
8 27,33083 239 746,9745 6532,069
9 37,9203 96 1437,949 3640,349
10 43,15347 20 1862,222 863,0693
11 36,19643 54 1310,182 1954,607
12 36,38113 28 1323,587 1018,672
13 34,7804 30 1209,676 1043,412
14 32,99497 19 1088,668 626,9044
15 36,19643 47 1310,182 1701,232
16 38,04343 22 1447,303 836,9555
17 39,52103 26 1561,912 1027,547
18 35,58077 36 1265,991 1280,908
19 34,7804 31 1209,676 1078,192
20 34,411 69 1184,117 2374,359
21 36,8121 36 1355,131 1325,236
22 40,1367 19 1610,955 762,5973
23 33,8569 30 1146,29 1015,707
24 30,03977 43 902,3876 1291,71
25 31,88677 31 1016,766 988,4898
26 33,6722 92 1133,817 3097,842
27 39,27477 25 1542,507 981,8692
28 32,564 69 1060,414 2246,916
29 35,7039 67 1274,768 2392,161
TOTAL 1026,055 1536 36632,74 51628,52

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 47

Bentuk Regresi Linear :

= +

(=1 ) (=1 )(=1 )


= 2
(=1 2 ) (=1 )

29(51628,52) (1026,055 1536)


=
29(36632,74) 1026,0552

78793,4
=
9560,6

= 8,24

(=1 2 )(=1 ) (=1 )(=1 )


= 2
(=1 2 ) (=1 )

(36632,74 1536) (1026,055 51628,52)


=
29(36632,74) 1026,0552

3294187,56
=
9560,6

= 344,56

Bentuk Persamaan Garis :

= +

Konsumsi Energi = 8,24VO2max + 344,56

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 48

4.5 Buatlah perhitungan waktu istirahat untuk percobaan treadmill dan step test dengan
menggunakan konsumsi energi rata-rata kelompok saja!

4.5.1 Percobaan Treadmill

Tabel 4.15. Hasil Treadmill Praktikan Faris

Nama: Faris

Task Heart Konsumsi


Jarak Tempuh
Time Rate Energi
(km)
(min) (bpm) (kkal)

LARI SELAMA 6 MENIT

1 145 10 0.1

2 163 23 0.2

3 173 42 0.3

4 176 57 0.4

5 179 74 0.5

6 183 92 0.6

Tabel 4.15. Hasil Treadmill Praktikan Faris (lanjutan)

AVG
AVG Heart Max Heart Konsumsi
Keterangan
Rate (bpm) Rate (bpm) Energi
(kkal)

Nilai 169 185 92

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 49

Tabel 4.15. Hasil Treadmill Praktikan Faris (lanjutan)

Nama: Faris

Task Heart Konsumsi


Jarak Tempuh
Time Rate Energi
(km)
(min) (bpm) (kkal)

ISTIRAHAT SELAMA 6 MENIT

1 142 13

2 127 23

3 119 30

4 110 40

5 106 47

6 104 53

Tabel 4.15. Hasil Treadmill Praktikan Faris (lanjutan)

AVG
AVG Heart Max Heart Konsumsi
Keterangan
Rate (bpm) Rate (bpm) Energi
(kkal)

Nilai 123 162 53

( )
=
1.5

6(53 5) 288
= =
53 1.5 51.5

= 5.5922

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 50

4.5.2 Percobaan Step test

Tabel 4.16. Hasil Step Test Praktikan Alderwan

Nama: Alderwan Jenis Kelamin: Pria

Task Time Heart Rate Konsumsi


VO2 Max
(min) (bpm) Energi (kkal)

1 146 8 52.5

2 155 19 46.23

3 165 40 42

Tabel 4.16. Hasil Treadmill Praktikan Alderwan (lanjutan)

AVG
AVG Heart Max Heart Konsumsi
Keterangan
Rate (bpm) Rate (bpm) Energi
(kkal)

Nilai 145 168 47

Tabel 4.16. Hasil Treadmill Praktikan Alderwan (lanjutan)

Nama: Alderwan Jenis Kelamin: Pria

Task Time Heart Rate Konsumsi Energi


VO2 Max
(min) (bpm) (kkal)

1 121 7

2 111 14

3 107 20

4 108 24

5 105 29

6 104 32

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 51

Tabel 4.16. Hasil Treadmill Praktikan Alderwan (lanjutan)

AVG
AVG Heart Max Heart Konsumsi
Keterangan
Rate (bpm) Rate (bpm) Energi
(kkal)

Nilai 112 130 32

( )
=
1.5

6(32 5) 162
= =
32 1.5 30.5

= 5.3114

Tabel 4.17. Hasil Treadmill Praktikan Cindy (lanjutan)

Nama: Cindy Jenis Kelamin: Wanita

Task Time Heart Rate Konsumsi


VO2 Max
(min) (bpm) Energi (kkal)

1 134 7 41.0602

2 143 15 39.3937

3 154 24 37.3662

Tabel 4.17. Hasil Treadmill Praktikan Cindy (lanjutan)

AVG
AVG Heart Max Heart Konsumsi
Keterangan
Rate (bpm) Rate (bpm) Energi
(kkal)

Nilai 140 154 25

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 52

Tabel 4.17. Hasil Treadmill Praktikan Cindy (lanjutan)

Nama: Cindy Jenis Kelamin: Wanita

Task Time Heart Rate Konsumsi


VO2 Max
(min) (bpm) Energi (kkal)

1 117 6

2 110 7

Tabel 4.17. Hasil Treadmill Praktikan Cindy (lanjutan)

AVG
AVG Heart Max Heart Konsumsi
Keterangan
Rate (bpm) Rate (bpm) Energi
(kkal)

Nilai 117 128 9

( )
=
1.5

2(9 4) 10
= =
9 1.5 7.5

= 1.33

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
BAB V
ANALISIS DAN PERTANYAAN

5.1. Analisis keseluruhan praktikum dengan poin analisis sebagai berikut


o Penjelasan mengenai hasil grafik
Berdasarkan data hasil percobaan pada treadmill maupun step test pada grafik utuk
heart rate ,setiap menit heart rate akan mengalami kenaikan karena setiap menit
aktifitas fisik yang dialami praktikan akan semakin berat maka jantung akan
mengalami kenaikan frekuensi denyut jantut hal ini disebabkan pada saat mengalami
tes fisik jantung memompa darah lebih cepat karena energi yang terkuras pada saat
berlari, memerlukan asupan oksigen yang lebih.dan cara penyaluran oksigen ke otak
melalui darah.sehingga diperlukan yang namanya pengantaran oksigen melalui darah
dari jantung lebih cepat.sehingga membuat denyut nadi memompa lebih cepat.
Berdasarkan data hasil percobaan pada treadmill maupun steptest untuk grafik
konsumsi energi ,pada setiap menit konsumsi energi akan mengalami kenaikan karena
setiap menit aktifitas fisik akan semakin berat sehingga membutuhkan energi yang
lebih banyak . ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi energi yaitu berat
badan,tinggi badan, dan jenis kelamin. Selain itu kenapa setiap menit konsumsi
energi makin besar karena setiap menit konsumsi oksigen yang dibutuhkan akan
semakin besar . untuk setiap satu liter oksigen terdapat 4,8 kkal maka hal ini akan
mempengaruhi konsumsi energi yang di butuhkan tubuh.selain itu konsumsi energi
meningkat karena pada saat praktikan mengalami kerja fisik proses metabolisme
meningkat sehingga akan menghasilkan energi yang semakin besar sehingga
konsumsi energi yang dikeluarkan tubuh akan semakin besar.
Berdasarkan data hasil percobaan pada treadmill maupun step test pada grafik
hubungan heart rate dengan konsumsi energi ,setiap kenaikan konsumsi energi maka
heart rate nya juga akan semakin besar hal ini di sebabkan pada saat kita melakukan
kerja fisik konsumsi energi yang digunakan sangat tergantung pada oksigen yang
diserap. Jumlah oksigen yang diserap sangat di pengaruhi oleh detak jantung semakin
besar detak jantung maka semakin besar jumlah oksigen yang diserap. Selain itu
konsumsi energi juga di pengaruhi oleh metabolisme tubuh . metabolisme tubuh
sangat dipengaruhi oleh detak jantung maka semakin besar detak jantung maka
metabolisme tubuh akan semakin cepat.

53
Modul VI Fisiologi 54

o BMI Praktikan

Dari total hasil BMI diketahui nilai rata-rata BMI untuk laki-laki adalah 23.852 dan untuk
perempuan adalah 21.608. Untuk nilai BMI laki-laki termasuk ke dalam kategori kegemukan
dengan rentang nilai 23-27 yang dikarenakan berat badan rata-rata laki-laki melebihi berat
normal yang disebabkan kurangnya frekuensi olahraga dan frekuensi berlari sehingga terjadi
penumpukan lemak. Sedangkan untuk nilai BMI perempuan termasuk ke dalam kategori
normal dengan rentang nilai 18-25 yang dikarenakan berat badan rata-rata perempuan tidak
melebihi batas normal.

o Regresi Linear poin 4.2 (treadmill) dan poin 4.4 (step test)
Regresi Linear untuk percobaan treadmill dilakukan dengan menggunakan Minitab, dengan
faktor Heart Rate rata rata dan BMI (Body Mass Index) sebagai faktor bebas yang
mempengaruhi besarnya konsumsi energi yang menjadi faktor dependent (terikat). Pada
perhitungan regresi linear percobaan treadmill untuk peraktikan laki laki, didapat persamaan
:
Y = 57,4 + 0,576(x1 ) + 1,63(x2 )
Secara umum, dari perhitungan dengan menggunakan persamaan regresi linear diatas, maka
dapat disimpulkan bahwa:
Apabila terdapat kenaikan pada heart rate rata rata sebesar 1 denyutan, maka akan
mempengaruhi nilai konsumsi energi dengan peningkatan sebesar 0,576.
Begitu pula dengan body mass index yang meningkat sebesar 1, maka akan ada
peningkatan nilai konsumsi energi sebesar 1,63.
Konstanta A bernilai minus (-), disebabkan karena nilai heart rate rata rata
seseorang tidak mungkin bernilai negatif, sehingga berakibat pada nilai konstanta
yang menunjukkan nilai minus.
Y = 63,6 + 0,505(x1 ) + 1,91(x2 )
Persamaan regresi linear konsumsi energi pada praktikan wanita juga dapat disimpulkan
bahwa:
Apabila terdapat kenaikan pada heart rate rata rata sebesar 1 denyutan, maka akan
mempengaruhi nilai konsumsi energi dengan peningkatan sebesar 0,505.
Begitu pula dengan body mass index yang meningkat sebesar 1, maka akan ada
peningkatan nilai konsumsi energi sebesar 1,91.
Konstanta (a) juga menunjukkan minus. Sama seperti persamaan untuk praktikan laki
laki yang menunjukkan ketidakmungkinan terdapat nilai positif dari faktor terikat
(konsumsi energi rata rata) apabila, salah satu dari kedua faktor bernilai 0. Dalam
hal ini adalah faktor heart rate rata rata.

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 55

Untuk regresi linear percobaan step test perhitungan dilakukan dengan manual. Perhitungan
regresi linear ini terdiri dari faktor konsumsi energi sebagai faktor terikat yang akan
diprediksikan dan faktor besarnya VO2max, sebagai faktor bebas.

Persamaan regresi linear untuk praktikan laki laki adalah sebagai berikut :

Konsumsi Energi = 1,63VO2max + 110,26

Secara umum, dari perhitungan dengan menggunakan persamaan regresi linear diatas, maka
dapat disimpulkan bahwa:
Apabila terdapat kenaikan pada VO2max sebesar 1 (ml/kg/min), maka akan
mempengaruhi nilai konsumsi energi dengan penurunan sebesar 1,63.
Konstanta A bernilai 110,26. Ini menandakan bahwa apabila dalam keadaan seseorang
yang tidak melakukan kegiatan apapun, maka energi yang terpakai adaah 110,26.

Persamaan regresi linear untuk praktikan perempuan adalah sebagai berikut :

Konsumsi Energi = 8,24VO2max + 344,56

Secara umum, dari perhitungan dengan menggunakan persamaan regresi linear diatas, maka
dapat disimpulkan bahwa:
Apabila terdapat kenaikan pada VO2max sebesar 1 (ml/kg/min), maka akan
mempengaruhi nilai konsumsi energi dengan penurunan sebesar 8,24.
Konstanta A bernilai 110,26. Ini menandakan bahwa apabila dalam keadaan seseorang
yang tidak melakukan kegiatan apapun, maka energi yang terpakai adaah 344,56.

o Klasifikasi beban kerja berdasarkan kedua percobaan


Sebelum dilakukan analisa klasifikasi beban kerja, berikut ditampilkan tabel klasifikasi beban
kerja :

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 56

Tabel 5.1 klasifikasi beban kerja

Oxygen
Energy expenditure Heart Rate
Grade of Work consumption
(kcal per min) (beats per min)
(1 per min)
Rest (sitting) 1.5 60-70 0.3
Very light work 1.6 - 2.5 65-75 0.32 - 0.50
Light work 2.5 - 5.0 75-100 0.50 - 1.00
Moderate work 5.0 - 7.5 100-125 1.00 - 1.50
Heavy work 7.5 - 10 125-150 1.50 - 2.00
Very heavy work 10 - 12.5 150-180 2.00 - 2.50
Unduly heavy > 12.5 > 180 > 2.50

Disini kita menilai beban kerja yang dilakukan praktikan menggunakan data maximum heart
rate dan rata rata konsumsi energi pada percobaan treadmill dan steptest. Pada percobaan
treadmill yang dilakukan oleh Faris selama 6 menit didapatkan data maximum heart rate
adalah 185 bpm yang termasuk beban kerja unduly heavy, sedangkan untuk rata rata
konsumsi energi adalah 92 kkal per min maka termasuk beban kerja unduly heavy.
Sedangkan untuk percobaan step test yang dilakukan selama 3 menit praktikan alderwan
mendapatkan nilai maximum heart rate 168 bpm maka termasuk beban kerja very heavy
work, sedangkan untuk rata rata konsumsi energi adalah 47 kkal per min maka termasuk
beban kerja unduly heavy , sedangkan untuk praktikum cindy nilai maximum heart rate nya
adalah 154 bpm maka termasuk beban kerja very heavy work, sedangkan untuk rata rata
konsumsi energi adalah 25 kkal permin maka termasuk unduly heavy work. Jika melihat dari
data heart rate maka untuk treadmill termasuk beban kerja unduly heavy work, sedangkan
steptest untuk kedua praktikan termasuk beban kerja very heavy work. Sedangkan jika
melihat dari konsumsi energi baik dari data treadmill maupun steptest termasuk beban kerja
unduly heavy work. Terjadi perbedaan beban kerja menurut heart rate dan konsumsi energi,
dikarenakan mungkin saat konsumsi energi tinggi melebihi batas dari beban kerja maximum
belum tentu heart rate juga akan melebihi batas dari beban kerja maximum. Dikarenakan
mungkin praktikan terbiasa melakukan olahraga sehingga saat ia mengkonsumsi energi
secara besar maka heart rate nya bisa tetap stabil(tidak berubah secara drastis). Melihat
besar nya heart rate sangat dipengaruhi oleh intensitas olahraga seseorang serta mental
seseorang saat melakukan kerja tersebut. Tapi dapat disimpulkan bahwa beban kerja fisik
untuk treadmill lebih berat daripada steptest walau sekalipun berada dilevel yang sama
melihat dari besarnya heart rate dan konsumsi energi serta durasi pekerjaan yang lebih lama

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 57

. Mengingat beban kerja di pengaruhi juga oleh waktu karena semakin lama waktu kita
melakukan aktifitas fisik maka tubuh akan lebih banyak mengonsumsi energi serta heart rate
yang dihasilkan akan semakin tinggi yang menyebabkan tubuh akan lebih besar mengalami
kelelahan.

o Bandingkan hasil waktu istirahat menggunakan perhitungan dengan waktu


istirahat selama praktikum berlangsung

Pada percobaan treadmill, diketahui waktu istirahat menggunakan perhitungan adalah 5.5922
menit sedangkan waktu istirahat praktikum berlangsung adalah 6 menit. Sedangkan pada
percobaan step test, diketahui waktu istirahat menggunakan perhitungan pada orang pertama
adalah 5.3114 menit kemudian waktu istirahat praktikum berlangsung adalah 6 menit dan
waktu istirahat menggunakan perhitungan pada orang kedua adalah 1.33 menit kemudian
waktu istirahat praktikum berlangsung adalah 2 menit . Waktu istirahat menggunakan
perhitungan lebih kecil dari pada waktu istirahat berlangsung sehingga waktu istirahat yang
dibutuhkan sudah cukup.

5.2. Apa hubungan antara kebiasaan merokok, frekuensi lama tidur, dan frekuensi olahraga
terhadap fisiologis seseorang?

Hubungan antara kebiasaan merokok dengan fisiologi seseorang adalah dapat menyebabkan
meningkatnya frekuensi detak jantung sehingga dapat membuat seseorang menjadi mudah
lelah dan juga dapat terjadi penyempitan terhadap paru-paru yang dapat mempengaruhi
pernapasan seseorang. Lalu untuk frekuensi lama tidur jika terlalu lama maka paru-paru dan
jantung tidak menjadi terlatih sehingga jika melakukan olahraga akan membuat seseorang
menjadi mudah lelah. Sedangkan untuk frekuensi tidur yang sebentar paru-paru dan jantung
tidak mendapat waktu istirahat yang cukup sehingga menyebabkan lelah yang berlebihan.
Kemudian hubungan dengan frekuensi olahraga, jika seseorang jarang melakukan olahraga
maka otot-otot akan menjadi kaku dan sulit untuk melakukan kegiatan dan dapat terjadi
penumpukan lembak di tubuh.

5.3. Jelaskan mengenai metode penilaian beban kerja fisik!


Menurut Rodahl (1989) bahwa penilaian beban fisik dapat dilakukan dengan dua metode
secara objektif , yaitu penelitian secara langsung dan metode tidak langsung. Metode
pengukuran langsung yaitu dengan mengukur oksigen yang dikeluarkan (energyexpenditure)
melalui asupan energi selama bekerja. Semakin berat kerja semakin banyak energi yang
dikeluarkan. Meskipun metode dengan menggunakan asupan oksigen lebih akurat, namun

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 58

hanya mengukur secara singkat dan peralatan yang diperlukan sangat mahal. Lebih lanjut
Christensen (2001) menjelaskan bahwa salah satu pendekatan untuk mengetahui berat
ringannya beban kerja adalah dengan menghitung nadi kerja, konsumsi energi, kapasitas
ventilasi paru dan suhu inti tubuh. Pada batas tertentu ventilasi paru, denyut jantung, dan suhu
tubuh mempunyai hubungan yang linear dengan konsumsi oksigen atau pekerjaan yang
dilakukan. Kemudian Konz (1996) mengemukakan bahwa denyut jantung adalah suatu alat
estimasi laju metabolisme yang baik, kecuali dalam keadaan emosi dan konsodilatasi.
Metode Penilaian Kerja Fisik terbagi atas Metode Penilaian Langsung dan Penilaian Tidak
Langsung.
Metode pengukuran langsung yaitu dengan mengukur energi yang dikeluarkan (energy
expenditure) melalui asupan oksigen selama bekerja. Semakin berat beban kerja akan semakin
banyak energi yang diperlukan untuk dikonsumsi. Meskipun metode pengukuran asupan
oksigen lebih akurat, namun hanya dapat mengukur untuk waktu kerja yang singkat
dandiperlukan peralatan yang mahal. Berikut adalah kategori beban kerja yang didasarkan
pada metabolisme, respirasi suhu tubuh dan denyut jantung menurut Christensen (1991) pada
tabel berikut:
Tabel 5. 2kategori beban kerja yang didasarkan pada metabolisme, respirasi suhu tubuh
dan denyut jantung menurut Christensen (1991)

Metode penilaian tidak langsung adalah dengan menghitung denyut nadi selama bekerja.
Pengukuran denyut jantung selama bekerja merupakan suatu metode untuk menilai
cardiovasculair strain dengan metode 10 denyut (Kilbon, 1992) dimana dengan metode ini
dapat dihitung denyut nadi kerja sebagai berikut:
10 denyut
Denyut Jantung = 60

Penggunaan nadi kerja untuk menilai berat ringannya beban kerja mempunyai beberapa
keuntungan, selain mudah, cepat, sangkil dan murah juga tidak diperlukan peraltan yang
mahal serta hasilnya pun cukup reliabel dan tidak menganggu ataupun menyakiti orang yang
diperiksa.
Denyut nadi untuk mengestimasi indek beban kerja fisik terdiri dari beberapa jenis yaitu:
1. Denyut Nadi Istirahat (DNI) adalah rerata denyut nadi sebelumpekerjaan dimulai

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 59

2. Denyut Nadi Kerja (DNK) adalah rerata denyut nadi selama bekerja
3. Nadi Kerja (NK) adalah selisih antara denyut nadi istirahat dengan denyut nadi kerja.
Peningkatan denyut nadi mempunyai peranan yang sangat penting didalam peningkatan
cardiat output dari istirahat sampai kerja maksimum. Peningkatan yang potensial dalam
denyut nadi dari istirahat sampai kerja maksimum oleh Rodahl (1989) dalam Tarwaka, dkk
(2004:101) didefinisikan sebagai Heart Rate Reverse (HR Reverse) yang diekspresikan dalam
presentase yang dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.

% HR = 100

Denyut Nadi Maksimum (DNMax) adalah: (220 umur) untuk laki-laki dan (200 umur)
untuk perempuan. Lebih lanjut untuk menentukan klasifikasi beban kerja bedasarkan
peningkatan denyut nadi kerja yang dibandingkan dengan denyut nadi maksimum karena
beban kardiovaskuler (cardiovasculair load = % CVL) dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut.

% CVL = 100

5.4. Sebutkan 2 jenis metode pengukutan VO2max selain metode Queen College Step Test!
Metode Cooper Test
Tes lari 2.4 Km yang dirancang oleh Cooper adalah salah satu bentuk tes lapangan untuk
mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang. Peserta tes harus berlari secepat-cepatnya
menempuh jarak 2.4 Km. Lintasan Tes 2.4Km usahakan berstruktur datar tidak bergelombang,
tidak licin, tidak terlalu banyak belokan tajam. Garis start untuk mengawali tes rancanglah
sedemikian rupa hingga jarak finis sama, artinya garis start sama dengan garis finis hal ini
dilakukan untuk memudahkan pengetes.Waktu tempuh yang dicapai oleh peserta tes dicatat
dalam satuan menit dua angka dibelakang koma. Waktu tersebut digunakan untuk
memprediksi tingkat kebugaran atlet dengan cara mengkonfirmasikan dengan table tingkat
kebugaran jasmani milik Cooper.Tes ini dilakukan untuk kelompok umur
Kelompok laki-laki dan perempuan berumur dibawah 30 tahun
Kelompok laki-laki dan perempuan berumur 30 sampai dengan 39 tahun
Kelompok laki-laki dan perempuan berumur 40 sampai dengan 49 tahun
Kelompok laki-laki dan perempuan berumur diatas 50 tahun
Peserta yang melakukan tes harus dinyatakan sehat oleh dokter dengan mengenakan pakaian
olahraga yang nyaman dan sopan. Kemudian dilakukan pencatatan tinggi badan, berat badan,
dan denyut nadi. Setelah itu peserta tes berlari 2.4 Km dengan ditandai dengan aba-aba pada
saat itu stopwatch dihidupkan. Setelah mencapai finis dengan kaki menginjak garis finis
stopwatch dimatikan yang kemudian diukur catatan waktunya dan setelah itu ditimbang

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 60

kembali berat badan, diukur tinggi badan dan denyut nadinya setelah berselang 15 menit
diukur kembali denyut nadinya.
Rumus yang digunakan untuk metode cooper test adalah:
504,9
VO2Max = 44,73

Kategori kebugaran jasmani untuk tes 2.4Km milik Cooper dibagi menjadi lima kategori
sesuai dengan kelompok umurnya:

Gambar 5.1 kategori kebugaran pada cooper test

Metode Multistage Fitness Test (MFT)


Multistage Fitness Test atau Bleep Test adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat
kebugaran jasmani seseorang. Biasanya tes ini banyak dipakai untuk olahraga seperti bola
basket, sepak bola, voly dan lainnya.
Perlengkapan Tes :
Lintasan tes dapat berupa halaman, lapangan olahraga atau tanah datar yang
tidak licin sepanjang 20 meter.
Pengeras suara dan tape recorder
Kaset atau CD berisi panduan tes MFT.

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 61

Pelaksanaan Tes (Bleep Test) :


Tes bleep dilakukan dengan lari menempuh jarak 20 meter bolak-balik, yang
dimulai dengan lari pelan-pelan secara bertahap yang semakin lama semakin
cepat hingga atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari, berarti
kemampuan maksimalnya pada level bolak-balik tersebut.

Setiap jarak 20 meter telah ditempuh, dan pada setiap akhir level, akan
terdengar tanda bunyi 1 kali.
Start dilakukan dengan berdiri, dan kedua kaki di belakang garis start. Subjek
lari sesuai dengan irama menuju garis batas hingga satu kaki melewati garis
batas.
Bila tanda bunyi belum terdengar, namun atlet telah melampaui garis batas,
tetapi untuk lari balik harus menunggu tanda bunyi. Sebaliknya, bila telah ada
tanda bunyi atlet belum sampai pada garis batas, atlet harus mempercepat lari
sampai melewati garis batas dan segera kembali lari ke arah sebaliknya
Bila dua kali berurutan atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari berarti
kemampuan maksimalnya hanya pada level tersebut.
Setelah atlet tidak mampu mengikuti irama waktu lari, atlet tidak boleh terus
berhenti, tetapi tetap meneruskan lari pelan-pelan selama 3-5 menit untuk
cooling down

Pengukuran nilai Vo2max berdasarkan besarnya level yang berhasil dicapai oleh atlit tersebut :

Tabel 5.3 tabel level VO2max pria

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
Modul VI Fisiologi 62

Tabel 5.4. tabel level VO2max wanita

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi


Program StudiTeknik Industri, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Jumlah konsumsi energi seseorang dalam melakukan kegiatan dapat dipengaruhi oleh

beberapa faktor seperti rata rata heart rate, BMI, dan jumlah maksimal oksigen yang dapat

dihirup.

Kelelahan seseorang dalam melakukan kegiatan disebabkan adanya jumlah yang tidak

seimbang antara jumlah konsumsi energi yang dibutuhkan denganjumlah oksigen pada dalam

tubuh seseorang.

Klasifikasi kerja digolongkan menjadimRest (sitting), Very light work, Light work, Moderate

work, Heavy work, Very heavy work, Unduly heavy yang bergantung padaseberapa besar

jumlah energi yang dibutuhkan, ,denyut jantung rata rata, dan oksigen yang dihirup.

Semakin besar pekerjaan tersebut maka,jumlah energi yang dibutuhkan, ,denyut jantung rata

rata, dan oksigen yang dihirup semakin besar.

Saran

Asisten Laboratorium akan lebih baik, bila menanyakan kepada praktikan terlebih dahulu

mengenai penyakit khusus yang dimiliki praktikan sebelum dilakukan praktikum fisiologi ini.

Asisten Laboratorium hendaknya memberi waktu kepada praktikan untuk melakukan

pemanasan terlebih dahulu sebelum praktikum, untuk menghindari kemungkinan cedera yang

terjadi.

63
BAB VII

DAFTAR PUSTAKA

Kimbal, John W. 1994.Biologi Edisi Kelima; Jilid 2. Erlangga. Jakarta

Kimball, John W.1994.Biologi Edisi Kelima; Jilid 1. Erlangga. Jakarta

Materi Workshop Analysis Beban Kerja oleh Tajuddin Idris, S.Si. M.T

Sastrowinoto, Suyatno. 1985. Meningkatkan Produktivitas Dengan Ergonomi. PT. Pustaka

Binaman Pessindo. Jakarta.

Sumamur. 1982. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. PT. Gunung Agung., Jakarta.

Tarwaka, 2011. Ergonomi Industri. Solo : Harapan Press Solo

Tarwaka, Solichul H, Bakri A, dan Sudiajeng Lilik. 2004. Ergonomi Untuk

Theresia L, Sudri N.M, dan Yusnita E. 2006. Penentuan lamanya waktu istirahat berdasar

beban kerja. ITI. Serpong Tangerang.

64