Anda di halaman 1dari 3

RESENSI NOVEL

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Nama : EBIYANTO

Kelas : XII IPA 3

IDENTITAS NOVEL
Judul Novel : Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
Pengarang : BUYA HAMKA
Penerbit : PT. Bulan Bintang
Tahun Terbit : 1984
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal : 140 Halaman/28 Bab
ISBN : 979-418-055-6
Ukuran Buku : 21 cm
Katezgori Novel : Novel Fiksi

SINOPSIS NOVEL

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck melukiskan suatu kisah cinta murni antara seorang anak
muda zainuddin dan hayati yang dilandasi keikhlasan dan kesucian jiwa, yang patut dijadikan tamsil
ibarat. Jalan ceritanya dilatarbelakangi dengan peraturan-peraturan adat pusaka yang kokoh kuat,
dalam suatu negeri yang bersuku dan berlembaga, berkaum kerabat, dan berninik-mamak.
Bagaimanakah kisah cinta mereka? Apakah adat dan suku dapat menentangkan kesucian cinta
mereka?

Novel ini mengisahkan tetang cinta, adat, keturunan, dan kekayaan. Semua itu masuk dalam
kisah yang dibungkus oleh BUYA HAMKA dalm novel Tenggelmanya Kapal Van Der Wijck ini. Kisah
cinta abadi dari Zainuddin dan Hayati yang tak lekang oleh waktu, tak terpisah oleh dunia dan
pincangnya adat di negeri Minang. Minangkabau sebagai salah satu suku yang memegang tegus adat
dan tradisi. Keturunan dan kekayaan menjadi segala-galanya. Cinta suci Zainuddin untuk Hayati
terhalang oleh keturunan dan kemiskinan. Zainuddin yang merupakan keturuna campuran Minang
dan Bugis tidak mendapat pengakuan sebagai suku Minang asli, karena ibunya bersuku Bugis.
Cinta mereka pun terhalang dan Hayati menikah dengan Aziz, seorang Minang asli dan kaya.
Zainuddin setia dan tetap hidup dengan dirinya dan karya-karyanya. Zainuddin pindah ke Pulau Jawa
bersama bang Muluk sahabatnya dan menemukan titik kesuksesan disana (Surabaya). Hayati dan Aziz
akhirnya berpisah, Aziz mati bunuh diri dan Hayati menjanda.

Zainuddin yang demawan tidak ingin melihat Hayati menderita, meskipun Hayati telah menjadi
janda, Zainuddin tidak menikahi Hayati. Hayati diminta untuk pulang ke Padang menaiki kapal
Belanda termewah yaitu Kapal Van Der Wijck yang berlabuh ke laut Andalas. Hingga saatnya tiba
Hayati pulang dan tak kembali lagi seiring dengan kecelakaan yang menenggelamkan Kapal Van Der
Wijck tersebut. Nyawa Hayati tidak dapat diselamatkan. Zainuddin merasa menyesal atas
keputusannya menyuruh Hayati kembali ke Padang. Setelah hayati meningeal dalam peristiwa itu,
Zainuddin setiap hati mendatangi kubur Hayati, ia hidup dalam baying cintanya yang tetap ada
dihatinya, Zainuddin semakin rapuh dan sakit-sakitan, Zainuddin yang terkenal dengan karya-karya
hikayatnya kini telah tenggelam bersama bayang dan angan bersama Hayati.

Hingga setahun kemudian Zainuddin menyusul hayati kealam abadi. Zainuddin meninggalkan
harta benda melimpah dan karya-karya sastranya yang indah. Saat maut menjemputnya Zainuddin
menyelesaikan kisah hikayat cintanya bersama Hayati dalam tulisan terkahirnya yang berjudul
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Wijck. Zainuddinpun di kubur bersama angan dan cintanya yang
abadi di samping kubur Hayati sang kekasih abadinya.

KEPENGARANGAN
Hamka ialah Haji Abdul Malik Karim Amrullah dan merupakan putra dari Haji Abdul Karim
Amrullah seorang ulama pembaharu Islam yang terkemuka di Sumatra Barat. Meskipun sekolahnya
hanya sampai kelas II Sekolah Dasar saja, namun ia mendapat pendidikan agama dan bahasa Arab
yang luas dan dari ayahnya. Beliau dilahirkan tahun 1908 dan meninggal pada tahun 1981. Buku
pertama yang diterbitkan adalah Dibawah Lindungan Kakbah.

KEUNGGULAN NOVEL

Novel ini mengembangkan jiwa, menjadikan pembaca merasa berada langsung pada periode dan
tempat yang ada dalam novel. Buya Hamka membawa pembaca pada periode saat Indonesia masih
berada dalam dunia penjajahan. Dibalut dengan kisah cinta yang suci begitu menghaluskan jiwa. Buya
Hamka menggambarkan Negeri Padang dengan begitu indah dan menawan.

KEKURANGAN NOVEL
Novel ini meskipun telah di cetak ulang sebanyak 16 cetakan, gaya bahasanya telah
disempurnakan sesuai dengan EYD, namun tetap saja basahanya masih belum sempurna. Begitu juga
dengan adat yang diceritakan dalam novel ini sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,
manusia yang berhak mendapat mendapat cinta, pengakuan, dan keluarga. Gaya penulisan yang
digunakan adalah menggunakan bahasa Melayu.

MANFAAT NOVEL DAN AMANAT

Manfaat yang dirasakan saat membaca novel ini adalah mampu membuat pembaca kembali
mengingat sejarah Indonesia pada era sebelum kemerdekaan.

Amanat yang ingin disampaikan adalah sebagai berikut:

Selalu sabar dalam menghadapi segala cobaan dan penderitaan.


Siapa yang berbuat maka dia juga yang akan menerima balasan dari perbuatan itu.
Jangan gegabah dalam mengambil suatu keputusan.
Jika kita ingin berusaha dengan sungguh-sungguh pasti akan ada jalan.
Cinta bisa membutakan segalanya.

KESIMPULAN

Pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam buku ini sangat banyak, yang paling utama yaitu
untuk selalu sabar semua jodoh manusia ditangan Tuhan. Setiap hamba yang ingin berusaha pasti
akan ada jalannya.

Buku ini kurang cocok jika dibaca oleh anak-anak. Karena bahasa yang digunakan sedikit susah
dipahami. Pengarang banyak menggunakan bahasa Melayu.

Beri Nilai