Anda di halaman 1dari 12

MENGATUR POSISI TIDUR

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Jl. Rakutta Sembiring km.5 1 1/12
Pematangsiantar

Ditetapkan oleh,
Tanggal Terbit
Direktur Akper Surya Nusantara
PROSEDUR
TETAP

Cara berbaring klien dengan posisi tertentu di tempat tidur, meja


PENGERTIAN pemeriksam atau meja operasi untuk meksud tertentu.

1. Memberikan rasa nyaman.


2. Membantu klien untukmemudahkan tindakan keperawatan,
TUJUAN tindakan pemeriksaan, dan pengobatan.
3. Memperlancar sirkulasi darah.

Berdasarkan SK Direkur Akper SN dengan nomor :


KEBIJAKAN

Persiapan pengaturan posisi klien di tempat tidur :


1. Kaji kesejajaran tubuh dan tingkat kenyamanan selama klien
berbaring.
2. Persiapan peralatan:
a. Bantal.
b. Papan kaki.
c. Trokanter rolls.
d. Gulungan tangan.
3. Minta bantuan bila perlu.
4. Jelaskan prosedur kepada klien.
5. Cuci tangan.
6. Jaga privasi klien.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI FOWLER/SEMIFOWLER

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Jl. Rakutta Sembiring km.5 Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Pematangsiantar 1 2/12

PENGERTIAN Membaringkan klien dengan posisi setengah duduk.

1. Mengurangi sesak napas.


2. Memberikan rasa nyaman.
TUJUAN 3. Membantu memperlancar pengeluaran cairan, misalnya
pada water sealed drainase (WSD)
4. Membantu mempermudah tindakan keperawatan.
Prosedur Kerja:
1. Lakukan persiapan 1-6 seperti yang telah dijelaskan di atas.
2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan jika diperlukan.
3. Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala
dinaikkan.
4. Naikkan kepala tempat tidur pada posisi fowler rendah (45-
90 derajat) atau semifowler (15-45 derajat).
5. Letakkan bantal kecil di bawah punggung pada kurva lumbal.
6. Letakkan bantal kecil di bawah kepala klien.
7. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai dari lutut dampai tumit.
8. Topang telapak kaki dengan menggunakan bantalan kaki.
9. Letakkan bantal untuk menopang kedua lengan dan tangan,
jika klien memiliki kelemahan pada kedua tangan tersebut.
10. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI MIRING (SIMS)

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Jl. Rakutta Sembiring km.5 Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Pematangsiantar 1 3/12

Membaringkan klien dalam posisi miring dan setengah telungkup.


PENGERTIAN

Membantu mempermudah tindakan pemeriksaan rectum atau


TUJUAN pemberian huknah, atau pemberian obat-obatan melalui anus.

Prosedur kerja:
1. Lakukan persiapan 1-6 seperti yang telah di atas.
2. Baringkan klien terlentang di tengah tempat tidur.
3. Miringkan klien hingga posisinya setengah telungkup dengan
tangan diluruskan dan letakkan telapak tangan diletakkan
pada bagian paha, abdomen mengenai tempat tidur, kaki
bagian bawah diluruskan, kaki bagian atas ditekuk (seperti
orang memeluk bantal), bagian tangan difleksikan, dan
tangan bagian bawah ke belakang.
4. Letakkan bantal di bawah kepala klien.
5. Letakkan bantal di tangan bagian atas.
6. Letakkan bantal pada kaki bagian atas.
7. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI TRENDELENBERG

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Jl. Rakutta Sembiring km.5 Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Pematangsiantar 1 4/12

Membaringkan klien dengan posisi kepala lebih rendah daripada


PENGERTIAN
kaki.

Memperlancar peredaran darah ke otak.


TUJUAN

Prosedur Kerja:
1. Klien dibaringkan telentang tanpa bantal.
2. Tempat tidur dibagian kaki ditinggikan dengan balok atau
bantal.
3. Di antara karpal klien dan ujung tempat tidur diberi bantal
sebagai penahan.
4. Pada tempat tidur khusus (functional bed) bagian kakinya
dapat ditinggikan sesuai dengan kebutuhan.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI DORSAL REKUMBEN

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Jl. Rakutta Sembiring km.5
1 6/12
Pematangsiantar

Membaringkan klien dengan posisi terlentang dengan lutut ditekuk


PENGERTIAN dan telapak kaki menapak di atas tempat tidur, sedangkan kedua
belah kaki direnggangkan.

1. Mempermudah tindakan pemeriksaan dan perawatan daerah


genetalia.
TUJUAN
2. Memudahkan proses persalinan pada klien yang akan
bersalin.
Prosedur kerja:
1. Klien berbaring terlentang dengan pakaian bagian bawah
dibuka.
2. Baringkan klien dalam keadaan datar di tempat tidur.
3. Angkat kaki ke arah atas menjauhi tempat tidur.
4. Lutut ditekuk ke arah atas.
5. Paha direnggangkan dan telapak kaki menapak pada tempat
tidur.
6. Apabila diinstruksikan untuk pemeriksaan genetalia atau
pemeriksaan lain di daerah perineum, buka kedua kaki
saling berjauhan.
7. Letakkan bental di bawah kaki agar dapat menopang kedua
kaki.

Hal-hal yang harus diperhatikan:


1. Perhatikan keadaan umum klein.
2. Hindari terjadinya bahaya jatuh.
3. Hindari tindakan yang dapat menimbulkan rasa malu dan
lelah pada klien, serta tetap menjaga kesopanan.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI LITOTOMI

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Jl. Rakutta Sembiring km.5
1 7/12
Pematangsiantar

Membaringkan klien dengan posisi terlentang dengan kedua paha


diangkat dan ditarik kea rah perut, sedangkan tungkai bawah
PENGERTIAN
membuat sudut 90 derajat terhadap paha.

1. Memudahkan tindakan pemeriksaan daerah genital.


2. Memudahkan proses persalinan.
TUJUAN
3. Memudahkan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR).
Persiapan alat:
1. Tempat tidur khusus pemeriksaan kebidanan (bed
ginecologi).
2. Selimut atau kain penutup.

Prosedur Kerja:
1. Klien berbaring terlentang dengan pakaian bagian bawah
dibuka.
2. Daerah kepala sampai leher diberikan bantal.
3. Angkat kaki ke arah atas menjauhi tempat tidur dan tekuk
kaki.
4. Perawat membentu meletakkan kaki pada menahan lutut.
5. Apabila disediakan tempat tidudr khusus (bed ginekologi),
taruh betis atau pergelangan kaki di tempat sanggahannya.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI GENU PEKTORAL
(KNEE CHEST)

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Jl. Rakutta Sembiring km.5
1 8/12
Pematangsiantar

Membaringkan klien dengan posisi menungging, kedua kaki ditekuk


PENGERTIAN dan dada menempel pada kasur.

1. Memudahkan tidakan pemeriksaan daerah rectum dan


sigmoid.
TUJUAN
2. Membantu mengubah letak kepala janin pada klien dengan
kehamilan sungsang.
Prosedur kerja:
1. Bantal disingkirkan dari tempat tidur.
2. Klien dibalikkan ke arah tempat tidur.
3. Letakkan bantal di daerah kepala dan balikkan wajah klien
ke sisi kiri/kanan tempat tidur.
4. Klien harus menungging dengan kepala, lutut, dan kaki
berada pada tempat tidur.
5. Daerah leher sampai ke paha setinggi mungkin (sesuai
kemampuan klien) menjauhi tempat tidur.
6. Pakaian bawah klien dibuka bila perlu.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI ORTOPNEA

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Jl. Rakutta Sembiring km.5 Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Pematangsiantar 1 9/12

Merupakan adaptasi dari posisi fowler tinggi, klien duduk di tempat


tidur atau samping tempat tidur dengan meja yang menyilang di atas
PENGERTIAN
tempat tidur.

1. Membantu mengatasi masalah kesulitan bernapas dengan


TUJUAN memberikan ekspansi dada maksimum.
2. Membantu klien yang mengalami ekspansi dada.

Prosedur Kerja:
1. Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala
dinaikkan.
2. Naikkan kepala tempat tidur setinggi 90 derajat.
3. Letakkan bantal kecil di atas meja yang meyilang di atas
tempat tidur.
4. Letakkan bantal di atas kaki, mulai dari lutut sampai tumit.
5. Pastikan tidak terdapat tekanan pada area popliteal, lutut
dalam keadaan fleksi.
6. Letakkan gulungan handuk di samping masing-masing pada
bagian kepala.
7. Topang telapak kaki klien dengan menggunakan bantalan
kaki.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI TELENTANG
(SUPINASI)

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Jl. Rakutta Sembiring km.5 Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Pematangsiantar 1 10/12

Posisi klien berbaring terlentang dengan kepala dan bahu sedikit


PENGERTIAN elevasi dengan menggunakan bantal.

1. Untuk klien pascaoperasi dengan anestesi spinal.


2. Untuk mengatasi masalah yang timbul akibat pemberian
TUJUAN
posisi pronasi yang tidak tepat.

Prosedur Kerja:
1. Baringkan klien telentang mendatar di tengah tempat tidur.
2. Letakkan bantal di bawah kepala dan bahu klien.
3. Letakkan bantal kecil di bawah punggung pada kurva lumbal
jika terdapat celah di sana.
4. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit.
5. Topang telapak kaki klie dengan menggunakan bantal kaki.
6. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisis ekstrimitas
atas, elevasikan tangan dan lengan bawah dengan
menggunakan bantal.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI TELUNGKUP
(PRONASI)

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Jl. Rakutta Sembiring km.5 Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Pematangsiantar 1 11/12

Posisi klien berbaring di atas abdomen dengan kepala menoleh ke


PENGERTIAN
samping.

1. Memberi ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut.


2. Mencegah fleksi kontraktur dari persendian pinggul dan lutut.
TUJUAN 3. Membantu drainase dari mulut, sehingga berguna bagi klien
pascaoperasi mulut atau tenggorokan.

Prosedur Kerja:
1. Baringkan klien telentang di tengah tempat tidur.
2. Gulingkan klien dan posisikan lengan dekat dengan
tubuhnya disertai siku lurus dan tangan di atas paha.
Posisikan telungkup di tengah tempat tidur yang datar.
3. Arahkan kepala klien ke salah satu sisi dengan bantal, jika
banyak drainase dari mulut. Perhatikan, pemberian bantal
mungkin dikontraindiksikan.
4. Letakkan bantal kecil di bawah abdomen pada area antara
diafragma dan krista iliaka.
5. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai lutut sampai tumit.
6. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisis ekstimitas
atas, elevasikan tangan dan lengan bawah dengan
menggunakan bantal.
7. Posisi ini mencegah terjadinya edema dan memberikan
kenyamanan.

PROSEDUR
MENGATUR POSISI LATERAL
(SIDE LYING)

AKPER SURYA NUSANTARA


PEMATANGSIANTAR
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
Jl. Rakutta Sembiring km.5
1 12/12
Pematangsiantar

Posisi klien berbaring pada salah satu sisi bagian tubuh dengan
PENGERTIAN
menoleh ke samping.

1. Mengurangi lordosis dan meningkatkan kelurusan punggung


yang baik.
TUJUAN
2. Baik untuk posisi tidur dan istirahat.
3. Membantu menghilangkan tekanan pada sarkum dan tumit.
Prosedur Kerja:
1. Baringkan klien telentang di tengah tempat tidur.
2. Gulingkan posisi klien menjadi miring.
3. Letakkan bantal di bawah dan posisikan ke depan sehingga
tubuh tidak menopang pada bahu tersebut.
4. Fleksikan bahu bawah dan posisikan ke depan sehingga
tubuh tidak menopang pada bahu tersebut.
5. Letakkan bantal di bawah lengan atas.
6. Letakkan bantal di bawah paha dan kaki atas sehingga
ekstrimitas bertumpu secara paralel dengan permukaan
tempat tidur.
7. Letakkan bantal guling di belakang punggung untuk
menstabilakan posisi klien.

PROSEDUR