Anda di halaman 1dari 13

EVALUASI

RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

1 Ketidak
Optimalan
pelaksanaan
alur
penerimaan
pasien (Flow of
care),
dandischarge
planning
(persiapan
pulang pasien)
2 Ketidak 1. Mengevaluasi Kamis, 5 1. Identifikasi telah dilakukan 1. Petugas hanya 1. Sosialisasi secara
Optimalan proses
Penyelenggaraan
Oktober oleh petugas melakukan terus menerus baik
identifikasi
Sistem IPSG pasien secara 2017 identifikasi dengan dari pihak bidang
(International tepat pada saat
Patient Safety identitas nama pada mutu, kepala
akan melakukan
Goal) tindakan saat sebelum bidang
2. Mengevaluasi
melakukan tindakan. keperawatan,
pelaksanaan
komunikasi Data yang terdapat pokja insiden
efektif dengan
dalam gelang keselamatan
prinsip SBAR
3. Mengevaluasi identitas pasien pasien, dan kepala
Keamanan
seringkali tidak ruangan mengenai
Penggunaan Obat
yang sesuai dengan data pentingnya
membutuhkan
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

perhatian/Improv pasien yang terdapat melakukan


e the safety of
dalam KTP, hal ini identifikasi pasien
High-Alert
Medications juga merupakan dengan
4. Mengevaluasi
hambatan bagi menggunakan
penggunaan label
infus dan perawat dalam minimal 2
penggunaan label
melakukan komponen
BUD pada obat-
obatan tak habis identifikasi dengan 2 identitas untuk
pakai
komponen identitas mencegah
5. Mengevaluasi 5
moments hand terjadinya kejadian
hygiene
tidak diharapkan
6. Mengevaluasi
perawatan luka pada pasien akibat
dengan teknik
kesalahan
septk aseptik
7. Mengevaluasi identifikasi. Perlu
pemilahan
pemahaman
sampah
infeksius dan non bersama secara
infeksius
sistem terutama
8. Mengevaluasi
pemilahan sprei untuk petugas
kotor infeksius
pendaftaran bahwa
dan non infeksius
9. Mengevaluasi pada saat proses
pemilahan benda
pendaftaran pasien
tajam ke dalam
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

limbah jerigen selalu


pengganti safety
menggunakan data
box
10. Mengevalu yang terdapat
asi assessment
dalam KTP untuk
pada pasien
dengan resiko keseragaman data
jatuh
11. Mengevalu
asi penggunaan
penanda resiko
2. Perawat sudah mampu 2. Perawat masih 2. Perlu sosialisasi
jatuh
12. Mengevalu melakukan komunikasi merasa bingung secara berkala
asi keefektifan
efektif dengan prinsip dengan yang dilakukan di
penggunaan
label tulisan SBAR secara verbal saat pendokumentasian rumah sakit baik
sudahkah anda
pelaporan keadaan umum dengan teknik melalui in house
memasang
bedside rail? pasien kepada dokter DPJP SBAR yang training mengenai
13. Mengevalu
tetapi belum dilakukan pengisian
asi penggunaan
gelang / kancing mendokumentasikan sesuai dokumentasi
kuning untuk
dengan SOP SBAR yang keperawatan
penandaan pasien
resiko jatuh ada di ruangan ataupun melalui
proses supervisi
dari supervisor,
kepala ruangan,
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

dan katim ruangan


terhadap perawat
pelaksana

3. Obat-obatan yang 3. Tidak terdapat 3. Perlu sosialisasi


membutuhkan perhatian / hambatan pada saat SOP mengenai
high alert telah dipindahkan pelaksanaan penyimpanan obat-
dari ruangan pemindahan obat- obat high alert di
obatan high alert ke RSUD Dr. Slamet
farmasi agar semua
memahami bahwa
setiap ruang
perawatan tidak
diperbolehkan
menyimpan obat
high alert di
ruangan

4. Label Infus telah dipasang 4. Belum semua 4. Perlu ditetapkan


pada setiap penggantian perawat dan suatu sistem untuk
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

plabot infus dan telah praktikan memberikan


tertulis jam dan tanggal tersosialisasikan pemahaman yang
pemberian cairan infus, no pemasangan label sama bagi semua
rekam medik, obat yang infus dan BUD, petugas mengenai
ditambahkan, jumlah sehingga masih ada manajemen obat
tetesan per jam, nama dan plabot infus yang dalam bentuk 1
tanda tangan perawat 1 dan tidak diberikan SOP atau protap
2. Label BUD belum label. Perawat belum
terpasang pada obat-obatan terbiasa dalam
yang tidak habis pakai, penggunaan label
sudah mulai terpasang pada stker BUD pada
handrub yang berada di obat-obatan yang
ruangan tidak habis sekali
pakai karena belum
memahami protap
manajemen obat

5. Hand hygiene sudah 5. Secara kognitif 5. Perlu pendekatan


dilakukan oleh petugas perawat atau secara personal

setiap sebelum dan sesudah petugas telah yang dilakukan


EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

tindakan ke pasien, tetapi mengetahui 5 oleh PPI, pokja


masih belum moment hand IKP, kepala
memperhatikan 5 moment hygiene namun ruangan dan ketua
hand hygiene belum terbiasa untuk tim kepada
melakukannya petugas yang
masih belum
terbiasa untuk
melakukan 5
moment hand
hygiene sehingga
bsia terbentuk 1
pemikiran yang
sama tentang 5
moment hand
hygiene

6. Perawatan dengan 6. Ketidaktersediaan


luka 6. Perlu kerjasama
teknik aseptik sudah alat untuk lintas program
dilakukan oleh sebagian melakukan perawat yang berada di
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

kecil perawat yaitu sekitar luka menjadi salah rumah sakit


26,6% (4 perawat) pada saat satu hambatan mengenai
melakukan perawatan luka, perawatdalam pengadaan alat GV
sedangkan sebagian besar melakukan dengan prinsip 1
lainnya masih belum perawatan luka pasien 1 alat GV.
menggunakan teknik dengan teknik septik Perlu dilakukan
aspetik dalam perawatan aseptik, termasuk pelatihan baik
luka belum semua melalui in house
perawat ruangan training ataupun
mendapatkan mengirimkan staff
pelatihan perawatan rumah sakit ke
luka yang berbagai seminar
seharusnya dimiliki yang berkaitan
oleh semua perawat dengan cara
yang berada di ruang perawatan luka
bedah tersebut

7. Pemilahan sampah 7. Tidak ditemukan 7. Perlu dilakukan


infeksius dan non infeksius hambatan selama supervisi berkala
telah berjalan efektif sesuai pelaksanaan agar pemilahan
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

dengan kriteria sampah sampah infeksius


dan non infeksius
agar tetap berjalan
secara optomal

8. Pemilahan sprei kotor 8. Tidak ditemukan 8. Perlu dilakukan


infeksius dan non infeksius hambatan selama supervisi secara
telah berjalan efektif sesuai pelaksanaan berkala mengenai
dengan kriteria jenis sprei pemilahan sprei
kotor kotor infeksius dan
non infeksius agar
tetap berjalan
optimal

9. Pemilahan benda tajam 9. Tidak ditemukan


telah dilakukan dengan 9. Perlu kerjasama
hambatan selama
menggunakan jerigenlimbah lintas program dan
pelaksaan
HD rumah sakit yang unit yang ada di
pembuangan limbah
dimanfaatkan sebagai safety rumah sakit agar
tajam ke jerigen
box penggunaan safety
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

limbah box dengan limbah


jerigen dijadikan
alternatif pilihan
saat safety box
tidak tersedia

10. Pengkajian atau 10. Belum terdapat 10. Perlu diilakukan


assessment pasien dengan pamahaman yang sosialisasi
resiko jatuh belum sama antar perawat mengenai cara
dilaksanakan secara optimal mengenai melakukan
pengkajian pasien pengkajian resiko
dengan resiko jatuh. jatuh pada pasien
Sebagian besar di RSUD Dr.
perawat berasumsi Slamet melalui
bahwa pengkajian pelatihan
resiko jatuh hanya dokumentasi
dilakukan di IGD asuhan
saja pada saat pasien keperawatan
masuk rumah sakit
dan tidak perlu
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

dilakukan di ruangan

11. Pemasangan penanda 11. Penanda resiko jatuh 11. Perlu diilakukan
resiko jatuh pada pasien belum dilaksanakan sosialisasi
dengan resiko jatuh belum karena belum mengenai cara
dilakukan karena adanya pengkajian melakukan
pengkajian resiko jatuh ulang mengenai pengkajian resiko
belum dilakukan resiko jatuh pasien jatuh pada pasien
di ruangan di RSUD Dr.
Slamet melalui
pelatihan
dokumentasi
asuhan
keperawatan

12. Penerapan 12. Pasien terkadang


12. Perlu sosialisasi
pemasangan bedside rail membuka sendiri
secara terus-
pada setiap bed pasien telah bedside rail-nya,
menerus dan
dilakukan dan ada 1 bed yang
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

tidak memiliki pendekatan


bedside rail personal dari pokja
IKP, kepala
ruangan, ketua
tim, perawat
pelaksana agar
mewmiliki
pemahaman yang
sama mengenai
pentingnya
pemasangan
bedside rail dalam
mencegah
terjadinya kejadian
tidak diharapkan
pada pasien akibat
cedera

13. Pemasangan kancing 13. Pemberian kancing 13. Diperlukan


berwarna kuning pada berwana kuning kerjasama lintas
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

pasien belum dapat belum dilakukan unit untuk


dilakukan karena tidak karena belum memastikan
tersedianya kancing kuning dilakukannya penyediaan
penanda resiko jatuh pengkajian ulang kancing kuning
berwarna kuning resiko jatuh di sebagai penanda
ruangan pada pasien
dengan resiko
jatuh
3 Ketidak
Optimalan
Pelaksanaan
Sistem Informasi
Manajemen
Rumah Sakit:
Pendokumentasi
an
Rekam Medis

4 Ketidak
Optimalan
Pelaksanaan
MPK: yang
meliputi belum
diberbaharuinya
Pengorganisasia
EVALUASI
RENCANA
NO MASALAH KEGIATAN WAKTU
HASIL HAMBATAN TINDAK LANJUT

n Struktur
Ruangan
5 Ketidak
Optimalan
Pelaksanaan
Manajemen Unit
yang
Berhubungan
dengan
Pemenuhan Rasa
Nyaman