Anda di halaman 1dari 23

SISTEM SKELETON

Disusun
Oleh :
Nur Indah Sari
Echa Wahyu Ningsih
Wais Al Kurni
Bau Anggi Anggraini
Nur Anisa

Jurusan Pendidikan Biologi


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar
Tahun Ajaran 2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah, yang berjudul Sistem Skeleton.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca demi perbaikan makalah ini.

Makassar, 18 April 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................2
DAFTAR ISI ....3
BAB I PENDAHULUAN 4
A. Latar Belakang 4
B. Rumusan Masalah ...4
C. Tujuan 4
BAB II PEMBAHASAN ...5
A. Sistem Rangka ....5
B. Pembentukan Tulang .8
C. Gangguan pada system gerak ..17
BAB III PENUTUP ..21
A. Kesimpulan ..21
Daftar Pustaka.22

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anatomi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari ana yang artinya
memisahmisahkan atau mengurai. Dan tomos yang artinya memotong-motong, jadi anatomi
berarti mengurai dan memotong. Ilmu bentuk dan susunan tubuh di peroleh dengan cara
mengurai badan melalui potongan bagian-bagian dari badan dan hubungan alat tubuh satu
dengan yang lainnya sedangkan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal fungsi atau
pekerjaan dari tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat tubuh tersebut dan untuk mengetahui
perubahan yang terjadi pada tubuh orang sakit kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur
dan fungsi tiap alat-alat dari susunan tubuh manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Makanisme dan sifat khusus tubuh manusia hidup di luar pengendalian kita sendiri, misalnya
rasa haus dan lapar yang membuat kita mencari minum dan makan, perasaan dingin membuat
kita mencari kehangatan dan perlindungan. Manusia sebenarnya bergerak secara otomatis
karena kita mempunyai perasaan, fikiran, dan pengetahuan yang merupakan suatu rangkaian
kehidupan yang otomatis memungkinkan kita hidup pada berbagai keadaan. Sistem skelet
(tulang kerangka).
Susunan tulang atau skelet (kerangka) merupakan salah satu unsur sistem penegak dan
penggerak. Tulang manusia dihubungkan dengan yang lain melalui sambungan tulang atau
persendian sehingga terbentuk kerangka yang meruapakan sitem lokomotif pasif, yang akan
diatur oleh alat-alat lokomotif aktif dari otot.
B. Rumusan Masalah
1. Fungsi kerangka tubuh manusia dan jenis-jenis tulang!
2. Bagaimana proses terjadinya pembentukan tulang dan sendi!
3. Gangguan apa saja yang timbul dalam system gerak?

C. Tujuan
1. Mengetahui fungsi kerangka tubuh dan berbagai macam jenis tulang.
2. Mengetahui proses pembentukan tulang dan sendi.
3. Mengetahui segala penyakit/gangguan dalam system gerak.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. SISTEM RANGKA
Kerangka tubuh manusia juga disebut sistem skelet yaitu merupakan susunan tulang
pembentuk tubuh manusia,penggerak badan,merupakan alat gerak pasif karena tulang juga
akan ikut bergerak, jika alat gerak aktif(otot) yang melekat pada tulang tersebut mengadakan
gerakan, jadi tulang berguna untuk pelekatan otot tubuh. Selain itu, tulang-tulang tersebut
juga berfungsi sebagai pembentukan darah merah yaitu pada cavum medular(rongga
sumsum) yang terdapat pada tulang yang berbentuk pipih atau panjang, terutama pada
medulla ossea rubra(sumsum tulang merah) sedang pada sumsu tulang kuning atau medulla
ossea flava tidak memproduksi sel darah merah, kecuali jika diperlukan akan berubah
menjadi sumsum tulang merah.
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk
hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan
(rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara
terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia
dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur
lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206
tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.
Fungsi kerangka:
menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh
melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru
tempat melekatnya otot-otot
untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot
tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah.

1. Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan atas :


a. Tulang Pipa ( os tubular)
Tulang pipa berbentuk bulat panjang. Tulang pipa dijumpai pada anggota gerak.
Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja
sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkan adanya pergerakan. Di bagian tengah
terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak.
Contoh tulang pipa adalah tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang
telapak tangan, dan tulang betis. Bagian-bagian dari tulang pipa, antara lain sebagai
berikut:
1) Epifisis, yaitu kedua ujung tulang.
2) Diafisis, yaitu bagian tengah tulang
3) Cakraepifisis, yaitu sambungan epifisis dan diafisis.

5
4) Tulang rawan daerah sendi.
5) Kanalis medularis, yaitu rongga memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum
tulang kuning.
6) Periosteum, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang.
Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan
pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot skeleton ke tulang
dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.

b. Tulang Pipih
Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih terdiri atas dua lapisan
jaringan tulang keras dan di tengahnya berupa lapisan tulang seperti bunga karang
(spons) yang di dalamnya berisi sum-sum merah sebagai tempat pemben-tukan selsel
darah. Tulang-tulang pipih berperan dalam melindungi organ tubuh. Tulang pipih
terdapat pada tulang tengkorak, belikat, rusuk, dan tulang wajah.
c. Tulang panjang
Tulang panjang adalah tulang yang panjangnya melebihi lebarnya. Biasanya
terdiri dari sebuah batang berbentuk tabung yang disebut diafisis dan sebuah epifsisi pada
ujung-ujungnya. Pada masa pertumbuhan diafisis dari tulang panjang dipisahkandari
epifisis oleh sebuah epifisis tulang rawan. Bagian diafisi yang terletak berdekatan dengan
epifisis cartilage disebut dengan metafisis. Bagian batang atau diafisis dari tulang panjang
memiliki sebuah rongga sempit di bagian tengahnya yang berisi sumsum tulang.
Bagian ujung dari tulang panjang, yaitu epifisis dan metafisis, terdiri
daricancellous bone yang dikelilingi oleh lapisan cortical bone yang tipis. Permukaan
artikular dari ujung tulang panjang dilapisi olehcartilage hialin. Tulang panjang
ditemukan pada tungkai. Yang termasuk tulang panjang adalah femur, tibia, dan fibula
pada paha dan betis, humerus, radius, dan ulna dari lengan, serta metatarsal, metacarpal,
dan phalanges dari kaki dan tangan. Tulang panjangpada kaki mencakup setengah dari
tinggi manusia. Tulangpanjang terutama tumbuh akibat perpanjang diafisis.Pertumbuhan
longitudinal dari tulang panjang merupakan hasildari osifikasi endokondrial dari lempeng
epifise. Pertumbuhanmemanjang tulang distimulasi oleh growth hormone (GH)
yangdisekresikan lobus anterior dari glandula pituitary (Snell, 2004)
d. Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan berukuran pendek, tidak beraturan, misalnya
terdapat pada tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, dan telapak
kaki. Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis. Tulang pendek sebagian besar
terbuat dari jaringan tulang jarang karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena
kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh seperti terdapat pada
tulang pergelangan tangan.

6
e. Tulang-tulang pneumatika
Tulang-tulang ini membentuk rongga-rongga yang berisi udara dan dibatasi oleh
membran mukosa. Misalnya tulang-tulang pembentuk tengkorak ( os ethmoidale,os
sphenoidale, maxilla,dsb).
f. Tulang-tulang sesamoid
Tulang sesamoid adalah tulang-tulang kecil yang biasanya terdapat diantaranya
persendian tulang. Misalnya tulang tempurung lutut (os patella) yang merupakan tulang
sesamoid yang terbesar.

2. Jenis Tulang dibedakan atas:


a. Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan dapat ditemukan pada embrio, anak-anak, dan orang dewasa.
Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari sel-sel mesenkim. Pada embrio,
bagian dalam tulang rawan berongga dan berisi sel-sel pembentuk tulang yang
disebut osteoblas. Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang
rawan daripada matriksnya. Kondisi ini berkebalikan dengan tulang rawan pada orang
dewasa yang justru lebih banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa
terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung
matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut
perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang
disebut kondrioblas. Tulang rawan ini dapat dijumpai pada bagian tubuh, di antaranya
pada ujung tulang persendian, taju pedang, cincing batang tenggorok, daun telinga, antara
tulang rusuk, antara ruas tulang belakang, dan lain-lain.
Tulang rawan terbagi menjadi 3, yaitu :
1) Tulang rawan hialin
Banyak mengandung serabut kolagen bersifat ulet, kuat dan elastic. Tulang rawan
hialin bersifat sementara karena akan berubah menjadi tulang keras. Tulang rawan hialin
terdapat pada tlang rawan sendi, iga, saluran pernapasan dsb.
2) Tulang rawan elastic
Substansi interselnya kaya akan serabut elastic dan sedikit kolagen, ditemukan
pada daun telinga, epiglottis dsb.
3) Tulang rawan fibrosa
Dikenal sebagai jaringan penyambung tukang rawan, mengadung lebih sedikit sel
dibandingkan jenis yang lain. Fungsi dari tulag fibrosa yaitu memperdalam rongga-
rongga cawan sendi.

b. Tulang Sejati (Osteon)


Tulang sejati bersifat keras dan matriksnya banyak mengandung kalsium dan
fosfat. Matriks tulang juga banyak mengandung zat perekat. Di dalamnya terdapat
jaringan-jaringan seperti sarang lebah yang sangat keras dan kuat, pada bagian tengah

7
tulang terdapat sumsum tulang yang bertugas membuat sel darah merah dan sel darah
putih.

3. Secara mikroskopis tulang terbagi menjadi


a. Tulang Spons
Tulang spons memiliki matriks yang berongga. Misalnya, terdapat pada tulang pipih dan
pendek.
b. Tulang Kompak
Tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, misalnya terdapat pada tulang
pipa.

B. Pembentukan tulang ( osifikasi) :


Osifikasi adalah proses pembentukkan tulang keras dari tulang rawan (kartilago). Ada
dua jenis osifikasi yaitu osifikasi membran dan osifikasi endokondral. Tulang keras dapat
terbentuk baik melalui proses osifikasi intamembran, osifikasi endokondral atau
kombinasi keduanya. Osifikasi endokondral adalah pergantian tulang rawan menjadi
tulang keras selama proses pertumbuhan. proses osifikasi ini bertanggung jawab pada
pembentukkan sebagian besar tulang manusia. Pada proses ini sel-sel tulang (osteoblas)
aktif membelah dan muncul dibagian tengah dari tulang rawan yang disebut center
osifikasi. Osteoblas selanjutnya berubah menjadi osteosit, sel-sel tulang dewasa ini
tertanam dengan kuat pada matriks tulang. Sebagian besar tulang juga dapat terbentuk
dari gabungan osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral. pada proses ini sel
mesenkim berkembang menjadi kondroblast yang aktif membelah. sel-sel kondroblas
yang besar mensekresikan matriks yang berupa kondrin. kondroblas berubah menjadi
osteoblas yang menghasilkan osteosit dan menghasilkan mineral untuk membentuk
matriks tulang.
Tulang keras dewasa merupakan jaringan hidup yang tersusun atas komponen organik
dan komponen mineral. Komponen organik terdiri atas protein berupa serabut kolagen,
matriks ekstraseluler dan fibroblast, dengan sel-sel hidup yang menghasilkan kolagen dan
matriks. komponen mineral tersusun atas kalsium karbonat yang memberikan kekuatan
dan kekakuan pada tulang. Selama kehidupan individu, osteoblas terus mensekresikan
mineral, sedangkan osteoklast terus mengabsorb mineral. pasien rawat inap dan astronot,
tulangnya serikali rapuh disebabkan proses reabsorbsi oleh osteoklast lebih cepat
dibandingkan proses sekresi oleh osteoblast.
Tulang-tulang orang yang telah berumur rapuh disebabkan komponen mineral
dalam tulang tersebut mulai menurun produksinya. Jaringan yang berkembang akan
disisipi dengan pembuluh darah. Pembuluh darah ini akan
membawa mineral seperti kalsium dan menyimpannya pada jaringan tersebut.Proses
pembentukkan tulang (osifikasi) Rangka manusia terbentuk pada saat masih embrio
berusia genap dua bulan, walaupun masih berupa tulang rawan (cartilago).

8
Osifikasi intra membran berasal dari mesenkim yang merupakan cikal bakal dari
tulang. pada proses perkembangan hewan vertebrata terdapat tiga lapisan lembaga yaitu
ektoderm, medoderm, dan endoderm. mesenkim merupakan bagian dari lapisan
mesoderm, yang kemudian berkembang menjadi jaringan ikat dan darah. Tulang
tengkorak berasal langsung dari sel-sel mesenkim melalui proses osifikasi intramembran.
Proses pembentukan tulang:
a. Jaringan embrional (mesenkim) membentuk tulang rawan sebagai rangka awal. Tulang
rawan tersebut berongga dan menghasilkan sel induk tulang (osteoblast).
b. Osteoblast kemudian membentuk sel-sel tulang. Masing-masing tulang menghasilkan
matriks tulang yang di dalamnya diendapkan garam-garam kalsium (Ca) dan phospor (P)
sehinggan tulang menjadi keras.
Berdasarkan pembentukanya tulang dibagi menjadi:
a. Tulang chondral yaitu tulang yang mengaami osifikasi dengan didahului oleh
pembentukan tulang rawan lebih dahulu. Dikenal dua jenis penggantian pembentukan
tulang tersebut yaitu encondral dan pericondral.
b. Tulang membran yaitu tulang yang terbentuk tanpa melalui bentuk tulang
rawan, ini juga disebut tulang desmal. Arah pertumbuhan tulang ke luar dan ke dlam.
Misalnya pada tulang pipih (tulang tengkorak, tulang belikat, tulang rusuk, dsb).

1. Persendian Antar Tulang (Hubungan Antar Tulang)


Masing-masing tulang rangka saling berhubungan satu dengan lainnya baik secara
kontinue maupun diskontinue membentuk persendian. Jadi persendian (articulatio) adalah
hubungan antara dua atau lebih tulang tanpa mengingat sifat hubungan tersebut dapat
atau tidak dapat bergerak secara langsung atau tidak langsung.
a. Terbentuknya sendi adalah sebagai berikut :
Mula-mula kartilago didaerah sendi membengkak, kedua ujungnya akan diliputi oleh
jaringan pengikat, jaringan serabut, tetap menjaga agar kedua ujung kartilago tersebut
tidak tercerai. Sesudah kedua kartilago terisi sel-sel tulang maka keduannya diselaputi
membran sinovial (selaput sendi) yang giat menghasilkan minyak sinovial sebagai
pelumas. Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak dibutuhkan
struktur khusus yang terdapat pada artikulasi, Struktur khusus tersebut dinamakan
sendi.terbentuknya sendi dimulai dari kartilago didaerah sendi. Terbentuknya sendi
dimulai dari kartilago didaerah sendi. Mula mula kartilago akan membesar lalu kedua
ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago akan membentuk
sel sel tulang , keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membrane sinoval) yang liat dan
menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut sinoval.
1. Sinartrosis
Adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi, hubungan antar
tukang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sam sekali tidak bisa
digerakkan. Ada dua tipe utama sinartrosis , yaitu suture dan sinkrondosis. Suture adalah

9
hubungan antar tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya
pada tengkorak. Sikondrosis adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh
kartilago hialin, contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa ;
hubungan antar tulang ini tidak dapat digerakkan.
2. Amfiartrosis
Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk
sedikit gerakan. Dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis sendi
dihubungkanoleh kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi antar tulang
belakang , dan pada tulang kemaluan. Pada sindesmosis , sendi dihubungkan oleh
jaringan ikat serabut dan ligament . contohnya sendi anatar tulang betis dan tulang kering.
3. Diartosis
Adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungka oleh
jaringan sehingga tulang dapat digerakkan , disebut juga sendi.
Diartosis disebut juga hubungan synovial yang dicirikan dengan keleluasaan bergerak
dan fleksibel.
Diatrosis dicirikan sebagai berikut:
1. Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous,
2. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membrane jaringan ikat yang disebut
membrane synovial yang menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi
gesekan,
3. Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligament dan ada yang tidak,
4. Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.

b. Hubungan tulang yang bersifat diartrosis contohnya adalah sebagai berikut:


1) Sendi Peluru
Pada sendi ini kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini
memungkinkan gerakan yang bebas dan dapat berporos tiga. Misalnya sendi pada gelang
bahu dan gelang panggul.
2) Sendi Engsel
Pada sendi engsel kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu ,
misalnya pada siku, lutut, nata kaki, dan ruas antar jari.
3) Sendi Putar
Pada sendi ini ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk
seperti ini memungkinkan untuk gerakan rotasi untuk satu poros , misalnya antar tulang
hasta dan pengumpil, dan antar tulang atlas dengan tulang tengkorak.
` 4) Sendi Ovoid
Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan kekiri dan
kekanan , maju mundur dan muka belakang. Misalnya antar tulang pengumpil dan tulang
pergelangan tangan.

10
5) Sendi Pelana atau Sela
Pada sendi ini kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan
berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti gerakan orang naik kuda.
Misalnya sendi antar tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan dan ibu jari.
6) Sendi luncur
Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan
tidak berporos, contohnya sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang
pergelangan kaki, antar tulang selangka dan tulang belikat.

2. Sistem Rangka tubuh manusia:


1. Skeleton aksial
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan
dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan. Macam-macam
skeleton aksial yaitu:
1. Tulang dada
Tulang dada termasuk tulang pipih,terletak di bagian tengah dada. pada
sisi kiridan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama
dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan
pembuluh darah besar dari kerusakan Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:
a. Tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat
melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua.
b. Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang
rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
c. Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang
dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan
2. Tulang tengkorak bagian kepala dan wajah terdiri dari:
Tulang tengkorak bagian kepala terdiri dari:
bagian parietal > tulang dahi
bagian temporal > tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga
bagian occipitas > daerah belakang daritengkorak
bagian spenoid > berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji
bagian ethmoid > tulang yang menyususn rongga hidung
Tulang tengkorak tulang-tulang tengkorak merupakan tulang yang
menyusun kerangka kepala. Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang yang
menyusun kepala dan empat belas tulang yang menyusun bagian wajah. tulang
tengkorak bagian kepala merupakan bingkai pelindung dari otak. Sendi yang
terdapat diantara tulang-tulang tengkorak merupakan sendi mati yang disebut
sutura.
Tulang tengkorak bagian wajah terdiri dari:
rahang bawah > menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. hal tersebut

11
satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan yang lebih bebas
Rahang bawah > menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit
palatinum (tulang langit-langit) > menyusun sebagian dari rongga hidung dan
bagian atas dari atap rongga mulut
zigomatik > tulang pipi
tulang hidung
Tulang lakrimal > sekat tulang hidung.
3. Tulang Rusuk
Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama
dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-
paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:
a. Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada
bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung
depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan.
b. Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih
pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan
dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan
disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada
c. Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang
berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.
Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a). melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan.
b). melindungi lambung, limpa dan ginjal, dan
c). membantu pernapasan.

4. Ruas Ruas tulang Belakang


Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang disusun oleh 33 buah
tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5
bagian yaitu:
1. Tujuh ruas pertama disebut tulang leher (vertebra cervicalis).
1. Ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua
berupa tulang pemutar atau poros, bentuk dari tulang atlas
memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan. Karakteristik dari
tulang atlas adalah :
tidak mempunyai corpus vertebrae
mempunyai dua arcus yaitu arcus anterior dan arcus posterior
mempunyai dataran sendi untuk dens epistrophii sehingga kepala
dapat digelengkan ke kanan dan ke kiri.
Mempunyai tuberculum anterior dan posterior, tetapi belum
mempunyai processus spinosus.

12
2. Ruas kedua disebut epistropheus (pemutar) sehingga kepala dapat
menggeleng ke kanan dan ke kiri. Karakteristik dari ruas kedua ini
yaitu :
Mempunyai corpus seperti yag dipunyai oleh columna vertebrae
lainnya dengan satu arcus vertebrae anterior.
Mempnuyai dens epistrophii yang bersendi dengan tulang atlas
sehingga kepala dapat menggeleng ke kanan dan kekiri.
3. Ruas tulang ketujuh
Karakteristik dari ruas tulang ketujuh yaitu :
Processus spinosusnya runcing dan paling menonjol (dapat diraba
dari luar), oleh karena itu disebut dengan vertebrae prominent.
4. Ruas tulang leher lainnya
Memiliki ciri umum yaitu :
Memiliki corpus vertebrae, foramen vertebralis tempat sumsum
tulang belakang, processus spinosus yang sering bercabang dua,
tetapi kebanyakan runcing, satu arcus vertebrae anterior, biasanya
corpus vertebra semakin kebawah semakin besar.
2. Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung(vertebra thoracalis).
Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan
tempat melekatnya tulang rusuk. Bentuk ruas-ruas ini makin kebawah makin
besar dan kuat, ruas yang paling bawah hamper sama dengan ruas tulang
pinggang bersendi dengan os costae membentuk rongga dada (cavum thoracalis).
3. Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang(vertebra lumbalis).
Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-
ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat
otot-otot. Ruas tulang ini paling kuat dan paling besar disbanding dengan vertebra
lainnya, terutama corpus vertebraenya, processus spinosus pendek kea rah sagital.
Lempeng arcus vertebraenya lebih tebal, sedang foramen vertebraenya kecil.
4. Lima ruas tulang kelangkangan (vertebra sacralis).
Berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang. Bagian
kanan dan kiri os sacrum ini bersendi dengan os coxa kanan dan kiri, merupakan
sendi kaku dan sukar digerakkan, diperkuat dengan ligamentum
5. Bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx),
Tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu. Ruas-ruas
tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan.
menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa
organ.
Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan
menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya
otot, rusuk dan beberapa organ.

13
1. Sekeleton Apendikular
Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton
axial. Skeleton apendikular terdiri dari :
1) Anggota gerak atas (extremitas superior)
Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:
1. Humerus / tulang lengan atas.
Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus,
dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua
lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna.
2. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta.
Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan
melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang
besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna.
3. Karpal / pergelangan tangan.
Tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh
ligamen.
4. Metakarpal / telapak tangan.
Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan
dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan
dengan tulang-tulang jari (palanges)
5. . Palanges (tulang jari-jari).
Tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah
tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.

2) Anggota gerak bawah (extremitas inferior)


Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang:
1. Femur / tulang paha.
Merupakan tulang panjang, keras dan merupakan tulang pipa
terbesar, pada ujung proximanya terdapat bangunan yang berbentuk
bundar dan besar yang disebut caput femoris. Inilah yang bersendi pada
mangkok sendi pada gelang bahu yang disebut acetabulum. Persendian
tersebut dibantu oleh ligamentum.
2. Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis.
Merupakan tulang pipa yang ukuran dan besarnya dapat dikatakan
nomor dua setelah femur. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut
bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering
lebih besar dibandingkan dengan tulang betis karena berfungsi untuk
menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tulang pipa
terkecil dari tulang pembentuk cruris dan tempat melekatnya beberapa
otot.

14
3. Patela / tempurung lutut.
Terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela
berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan. pada tendon
yang membentuk lutut.
4. Tarsal / Tulang pergelangan kaki.
Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah
satunya adalah tulang tumit. Bagian distal dari tarsal bersendi dengan
bagian proximal dari metatarsal atau disebut basis metatarsal.
5. Metatarsal / Tulang telapak kaki.
Tersusun atas 5 buah tulang pipa yang tersusun mendatar. Bagian
ujung distal dari metatarsal bersendi dengan tulang-tulang jari dengan
nama sendinya articulation metatarso-phalanges.
6. Palanges / tulang jari-jari tangan.
Terdiri dari tulang-tulang pipa. Setiap jari tersusun atas 3 tulang
kecuali tulang ibu jari atas 2 tulang, jadi semuanya berjumlah 14 ruas.

3) Gelang bahu
Tulang gelang bahu (klavikula dan scapula / belikat dan selangka).
Tulang selangka berbentuk seperti huruf S, berhubungan dengan tulang
lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan
gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada
sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat. Tulang
belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada
bagian belakang dari tulang rusuk. Fungsi utama dari gelang bahu adalah
tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan
pada sendi.
4) Gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggul. Pada
anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu
illium (bagian atas), tulang ischiun (bagian bawah) dan tulang pubis
(bagian tengah). Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang
sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada
bagian depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang
menghubungkan kedua tulang pubis. Fungsi gelang panggung terutama
untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang
belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti
kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh
kembangnya janin.
5) Bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan tulang
coccyx.

15
Secara umum fungsi sistem rangka adalah membentuk kerangka
yang kaku dengan jaringan-jaringan dan organ-organ yang melekat
padanya. Sistem rangka melindungi organ-organ vital seperti otak yang
dilindungi oleh tulang tengkorak, paru-paru dan jantung dilindungi oleh
tulang dada dan tulang rusuk. Gerakan tubuh terbentuk dari kerjasama
antara sistem rangka dengan otot, oleh sebab itu keduanya sering
dikelompokkan menjadi satu nama yaitu sistem musculo-skeletal. rangka
merupakan tempat melekatnya otot melalui perantaraan tendon. Antara
tulang yang satu dengan tulang yang lain dikaitkan dengan perantaraan
ligamen Sistem gerak pada manusia dan hewan terdiri atas rangka (tulang)
dan otot. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat
menggerakkan tulang. Oleh karena itu, otot disebut sebagai alat gerak
aktif, sedangkan tulang disebut sebagai alat gerak pasif.
Tulang manusia terdiri dari tulang pipih, tulang pipa, dan tulang
tak beraturan. Tulang pipih dan tulang tak beraturan di bagian dalamnya
diisi dengan sumsum tulang merah yang turut berfungsi dalarn
pembentukan darah merah; tulang pipa di lubang pipanya terisi sumsum
tulang kuning yang mengandung banyak lemak. Karena fungsinya
membentuk sel darah, pengambilan sumsum tulang untuk diagnosis
penyakit darah sering dilakukan pada tulang panggul (crista iliaca); dan
pemeriksaan sumsum tulang untuk men diagnosis kemungkinan penyakit
malaria pada orang dewasadapat menggunakansumsumdari
tulangdada (ossternum). Pada saat bayi masih di dalarn kandungan, salah
satu tulang yang paling eepat tumbuh adalah tulang tengkorak yang
membungkus otak (neuro-craniumT).ulangtungkai mulai tumbuh eepat
setelah lahir. Tulang tengkorak yang membentuk wajah tumbuh relatif
larnbat dibandingkan neuro-cranium. Pada saat lahir semua bayi
mempunyai variasi ukuran dan bentuk tulang wajah ( splanchno-
cranium) yang minimal sehingga jika diperhatikan semua bayi normal
mempunyai bentuk kepala atau wajah yang kira-kira sarna. Semua bayi
mempunyai pipi montok dan wajah yang bundar, tennasuk yang berkulit
putih, kuning, atau hitam. Setelah lahir, di tulang rahang atas mulai teIjadi
pertumbuhan gigi yang biasanya mulai muncul atau
mengalami erupsipada usia sekitar 6 bulan. Sejalan dengan pertumbuhan
bayi, wajah bayi akan mulai memanjang karena gigi yang tumbuh akan
memaksa tulang rahang atas dan tulang rahang bawah memanjang juga.
Setelah gigi susu tumbuh dan keluar dari gusi, di dalam tulang tetap
berlangsung pertumbuhan gigi tetap. Melalui proses seperti ini, wajah bayi
secara perlahan akan mengalami perubahan. Menurut data statistik pada
umumnya wajah bayi barn akan menunjukkan kesamaan dengan ibu atau

16
bapaknya setelah usia 18 sampai 24 bulan. Di tulang pembungkus
otak (neuro-cranium) juga terjadi pertumbuhan. Pada saat lahir tulang dahi
beIjumlah 2 buah kiri kanan sehingga di puncak kepala bagian depan
dapat teraba celah lunak berbentuk segi empat yang dinamakan ubun-ubun
besar (greaterfontane~ dan di kepala bagian belakang celah berbentuk
segitiga yang dinamakan ubun-ubun kedl (lesserfontane~. Ubun-ubun kedl
penting digunakan oleh dokter dalam membantu persalinan; sedangkan
ubun-ubun besar berguna untuk mendiagnosis apakah seorang bayi
kekurangan cairan. Bayi yang sering mencret sehingga kekurangan cairan
akan menunjukkan ubun-ubun besar yang melekuk ke dalam. Ubun-ubun
besar dan kedl biasanya menutup pada usia sekitar 18 bulan. Setelah usia
6-7 tahun, gigi tetap biasanya mulai menggantikan gigi susu. Jika hal ini
teIjadi maka di tulang rahang atas akan terbentuk rongga yang
dinamakan sinus maxillaris atau sinus saja. Ini adalah sinus yang dapat
mengalami infeksi bila seseorang menderita pilek dalam waktu lama.
Karena sinusitu terbentuk setelah gigitetap mengalami erupsi, anak kecil
di bawah usia 6 tahun tidak akan mengalami sinusitis.

C. Gangguan pada Sistem Gerak Manusia


Gangguan atau kelainan pada sistem gerak manusia dapat terjadi
pada tulang dan otot. Gangguan atau kelainan tersebut dapat terjadi akibat
aktivitas atau beban gerak yang berlebihan, pengaruh vitamin, atau
terjadinya infeksi oleh mikroorganisme.
Gangguan pada Sistem Rangka
Gangguan pada sistem rangka dapat terjadi karena adanya
gangguan secara fisik, gangguan secara fisiologis, gangguan persendian,
dan gangguan kedudukan tulang belakang.
Gangguan fisik
Gangguan yang paling umum terjadi pada tulang adalah kerusakan
fisik tulang seperti patah atau retak tulang. Apabila terjadi fraktura (patah
tulang) akan terbentuk zona fraktura yang runcing dan tajam. Pada zona
tersebut timbul rasa sakit karena pergeseran tulang yang akan
mengakibatkan pembengkakan bahkan perdarahan.
Berdasarkan jenis fraktura yang terbentuk, fraktura dapat
dibedakan menjadi empat kelompok sebagai berikut :
Fraktura sederhana
Fraktura sederhana merupakan fraktura yang tidak melukai otot
yang ada di sekitarnya.
Fraktura kompleks

17
Fraktura kompleks merupakan fraktura yang melukai otot atau
organ yang ada di sekitarnya, bahkan terkadang bagian fraktura dapat
muncul ke permukaan kulit.
Greenstick
Greenstick merupakan fraktura sebagian yang tidak memisahkan
tulang menjadi dua bagian.
Comminuted
Comminuted merupakan fraktura yang mengakibatkan tulang
terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi masih berada di dalam otot.
Gangguan fisiologis
Gangguan fisiologis pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan
fungsi hormon atau vitamin. Gangguan fisiologis pada tulang dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Rakhitis
Rakhitis merupakan penyakit tulang yang disebabkan kekurangan
vitamin D. Vitamin D berperan dalam proses penimbunan senyawa kapur
di tulang. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan tulang menjadi tidak
keras. Pada penderita rakhitis terlihat bagian kaki (tulang tibia dan fibula)
melengkung menyerupai huruf X atau 0
Mikrosefalus
Mikrosefalus merupakan gangguan pertumbuhan tulang tengkorak
sehingga kepala berukuran kercil. Kepala berukuran kecil karena
pertumbuhan tulang tengkorak pada masa bayi kekurangan kalsium.
Osteoporosis
Osteoporosis merupakan gangguan tulang dengan gejala
penurunan massa tulang sehingga tulang rapuh. Hal ini dikarenakan
lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorpsi (penyerapan kembali)
bahan bahan tulang. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan
hormon kelamin pada pria maupun wanita.
Kelainan akibat suatu penyakit
Penyakit seperti tuberkulosis tulang dan penyakit tumor dapat
menyebabkan tekanan fisik dan fisiologis terhadap mekanisme gerak
tubuh.
Gangguan persendian
Gangguan persendian dapat terjadi karena sendi tidak berfungsi
dengan normal. Jenis gangguan sendi dikelompokkan menjadi empat yaitu
sebagai berikut :

18
Dislokasi
Dislokasi merupakan gangguan yang terjadi karena pergeseran
tulang penyusun sendi dari posisi awal. Dislokasi disebabkan oleh jaringan
ligamen yang sobek atau tertarik
Terkilir (keseleo)
Terkilir merupakan tertariknya ligamen sendi karena gerakan tiba-
tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan. Terkilir menyebabkan
timbulnya rasa sakit disertai peradangan pada daerah sendi
Ankilosis
Ankilosis merupakan gangguan yang terjadi karena tidak
berfungsinya persendian. .
Artritis
Artritis merupakan gangguan yang disebabkan adanya peradangan
sendi. Gangguan artritis dapat dibedakan menjadi rhematoid, osteoartritis
dan gautartritis. Rhematoid merupakan proses peradangan atau
pengapuran pada jaringan tulang rawan yang menghubungkan tulang di
persendian. Osteoartritis merupakan penipisan tulang rawa yang
menghubungkan persendian. Gautartritis merupakan gangguan gerak
akibat kegagalan rnetabolisme asam urat sehingga terjadi penimbunan
asam urat pada persendian.

Gangguan tulang belakang


Gangguan pada tulang belakang terjadi karena adanya perubahan
posisi tulang belakang, sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan
batang tulang belakang. Gangguan yang disebabkan oleh kelainan tulang
belakang dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
Skoliosis, melengkungnya tulang belakang ke arah samping,
mengakibatkan tubuh melengkung ke arah kanan atau kiri
Kifosis, perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara
keseluruhan sehingga orang menjadi bongkok
Lordosis, melengkungnya tulang belakang di daerah lumbal atau
pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik ke arah belakang
Subluksasi, gangguan tulang belakang pada segmen leher sehingga
posisi kepala tertarik ke arah kiri atau kanan.

Gangguan pada Sistem Otot


Otot berperan penting dalam aktivitas gerak manusia sehingga
gangguan pada otot akan mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada
otot dapat terjadi dalam beberapa bentuk seperti berikut ini:

19
Atrofi
Atrofi merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau
kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat
disebabkan oleh penyakit poliomielitis yaitu penyakit yang disebabkan
oleh virus. Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang mengkoordinasi
otot ke anggota gerak bawah.
Hipertrofi
Hipertrofi merupakan otot yang berkembang menjadi lebih besar
dan kuat. Hipertrofi disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameter
serabut-serabut otot membesar
Hernia abdominalis
Hernia abdominalis merupakan sobeknya dinding otot abdominal
sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut
Tetanus
Tetanus merupakan otot yang mengalami kekejangan karena
secara terus-menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi
berkontraksi. Tetanus disebabkan luka yang terinfeksi oleh
bakteri Clostridium tetani.
Distrofi otot
Distrofi otot merupakan penyakit kronis yang menyebabkan
gangguan gerak. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan
adanya cacat genetik.
Miastenia gravis
Miastenia gravis merupakan otot yang secara berangsur-angsur
melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini disebabkan oleh
hormon tiroid dan sistem imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.

20
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. System rangka atau sistem skelet yaitu merupakan susunan tulang pembentuk tubuh
manusia,penggerak badan,merupakan alat gerak pasif karena tulang juga akan ikut
bergerak, jika alat gerak aktif(otot) yang melekat pada tulang tersebut mengadakan
gerakan, jadi tulang berguna untuk pelekatan otot tubuh.
2. Fungsi kerangka:
menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh
melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru
tempat melekatnya otot-otot
untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot
tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah.
1. Berdasarkan bentuknya tulang dibagi menjadi :
A. Tulang pipa
B. Tulang pipih
C. Tulang pendek
D. Tulang pneumatika
E. Tulang sesamoid
F. Proses pembentukan tulang:
i. Jaringan embrional (mesenkim) membentuk tulang rawan
sebagai rangka awal. Tulang rawan tersebut berongga dan
menghasilkan sel induk tulang (osteoblast).
ii. Osteoblast kemudian membentuk sel-sel tulang. Masing-
masing tulang menghasilkan matriks tulang yang di dalamnya
diendapkan garam-garam kalsium (Ca) dan phospor (P)
sehinggan tulang menjadi keras.
iii. Macam-macam sendi
a. Sendi continue (synarthrosis)
b. Sendi discontinue (diarthrosis)
c. Amfiarthrosis
d. System rangka tubuh manusia terdiri dari
a. Skeleton aksial
Macam-macam skeleton aksial :
1) Tulang dada
2) Tulang tengkorak bagian kepala dan wajah
3) Tulang rusuk
4) Ruas-ruas tulang belakang
b. Skeleton apendikular

21
Terdiri dari :
1) Anggota gerak atas (extremitas superior)
2) Anggota gerak bawah (extremitas inferior)
3) Gelang bahu
4) Gelang panggul
5) Bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti
sakrum dan tulang coccyx.
3. Gangguan pada Sistem Gerak Manusia
Gangguan pada system rangka :
1. Gangguan fisik
1) Fraktura sederhana
2) Fraktura kompleks
3) Greenstick
4) Comminuted
2. Gangguan fisiologis
1) Rakhitis
a) Mikrosefalus
b) Osteoporosis
2) Kelainan akibat suatu penyakit
3. Gangguan persendian
1) Dislokasi
2) Terkilir (keseleo)
3) Ankilosis
4) Artritis
4. Gangguan tulang belakang
1) Skoliosis, melengkungnya tulang belakang ke arah samping,
mengakibatkan tubuh melengkung ke arah kanan atau kiri
2) Kifosis, perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara
keseluruhan sehingga orang menjadi bongkok
3) Lordosis, melengkungnya tulang belakang di daerah lumbal atau
pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik ke arah belakang
4) Subluksasi, gangguan tulang belakang pada segmen leher sehingga
posisi kepala tertarik ke arah kiri atau kanan.
5. Gangguan pada Sistem Otot
1) Atrofi
2) Hipertrofi
3) Hernia abdominalis
4) Tetanus
5) Distrofi otot
6) Miastenia gravi

22
DAFTAR PUSTAKA

Evelyn C Pearce. 1979. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia
Rosyidi,Alvi. 2008. Anatomi Fisiologi Manusia. Surakarta: UNS Press
Syaifudin.2009. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta: Salemba Medika
http://athoenk46.wordpress.com/2010/02/26/anatomi-tubuh-manusia/

23