Anda di halaman 1dari 17

ALUR DAN JENIS PENELITIAN

MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Metodologi Penelitian
Yang dibina oleh
Prof. Dra. Herawati Susilo, M. Sc., Ph.D.
Disajikan pada Rabu, 6 September 2017

Oleh
Kelompok 3/Offering B
1. Intan Ayu Idha Wulandari NIM : 160341606095
2. Obvious Evanggeli Nosa Prismaji NIM : 160341606094
3. Puguh Setiawan NIM : 160341606033

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September 2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya berupa kesehatan dan juga waktu sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah kami yang berjudul Alur dan Jenis Penelitian dengan lancar dan
tepat waktu. Terima kasih kami ucapkan kepada Prof. Dra. Herawati Susilo, M. Sc., Ph.D.
selaku dosen pembimbing. Semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai acuan dan juga
sumber belajar mengajar di dalam perkuliahan.
Kami menyadari masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah kami. Oleh
karena itu, kami berharap pembaca memberikan kritikan yang konstruktif dan logis untuk
membangun kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

Malang, 6 September 2017

Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Suatu penelitian yang mencoba menganalisis hubungan antar fenomena harus di
dasarkan pada suatu kerangka teori tertentu sebagai bingkai, kemudian menentukan proposisi
yang akan dijadikan fokus kajian, proposisi yang tidak dapat dibuktikan/diuji secara langsung
dalam penelitian disebut Teori atau bagian dari suatu Teori (Axiomatic Theory) sedangkan
Proposisi yang akan diuji dalam penelitian disebut Hipotesis, disamping mengacu pada Teori,
Hipotesis juga bisa bersumber pada Empirical Generalization (Generalisasi empiris adalah
pernyataan suatu hubungan berdasarkan induksi dan terbentuk berdasarkan observasi
tentang adanya hubungan tersebut), meskipun pada akhirnya generalisasi empiris ini
memerlukan sandaran Teori yang dapat memperkuatnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang makalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat dirumuskan :
1. Bagaimana alur dari penelitian?
2. Apa saja macam penelitian?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini :
1. Untuk mengetahui bagaimana alur dari penelitian.
2. Mengetahui macam penelitian.
1.4 Manfaat
Dengan mempelajari materi tentang alur dan jenis penelitian, mahasiswa mampu
memahami dan mengetahui bagaimana alur dan jenis penelitian, ciri dan karakteristik,
macam penelitian dan manfaat hipotesis sehingga memudahkan dalam melakukan
penelitian selanjutnya.
1.5 Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini metode penulisan yang digunakan adalah metode
kepustakaan, yaitu dalam pengumpulan data serta bahan-bahannya, penulis
mendapatkannya melalui berbagai referensi dari artikel jurnal ilmiah nasional, ebook
maupun buku.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 ALUR PENELITIAN


Pentingnya teori dalam suatu penelitian mengindikasikan bahwa seorang peneliti perlu
membekali dirinya dengan pendalaman teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang akan
dikaji dalam penelitian, hal ini juga dikarenakan teori itu, menurut Fisher, berfungsi sebagai
peta yang mengorganisasikan gejala-gejala menjadi kelas-kelas yang dapat dikenal dengan
prosedur penjabaran hubungan antara hukum-hukum teoritis dan fenomena empiris. Dengan
teori dan konsep-konsep tertentu peneliti kemudian perlu mengoperasionalkan menjadi
sesuatu yang bisa diamati, hal ini berarti bahwa peneliti bergerak dari tahapan konseptualisasi
ke tahapan operasionalisasi. Konsep-konsep dijabarkan kedalam Variabel-variabel kemudian
ditentukan Definisi operasional (indikator-indikator) dari konsep atau variabel, yang
kemudian menjadi dasar dalam penyusunan Instrumen penelitian sebagai alat untuk
pengumpulan data. Hubungan antar Konsep yang mengacu pada teori merupakan proposisi,
pernyataan hubungan antar Variabel (Konsep yang punya nilai Kontinum) yang akan diuji
merupakan hipotesa yang menjadi arah penelitian, untuk kemudian dioperasionalkan guna
keperluan observasi, serta pengujian hipotesis yang apabila menggunakan analisis statistik
perlu dikemukakan hipotesis statistiknya.
Hubungan tersebut terlihat dalam gambar 1.2. sebagai berikut :
Proposisi
KONSEP KONSEP

Hipotesis
VARIABEL VARIABEL

Hipotesis Statistik
DEFINISI DEFINISI
OPERASIONAL OPERASIONAL

Gambar 1.2. Hubungan antara Unsur-unsur Penelitian


(Sumber: Sofian Effendi, 1989 Metode Penelitian Survey. LP3ES)
Setelah memahami uraian di atas, seorang peneliti perlu memahami apa yang harus
dilakukan bila akan melakukan penelitian, hal ini dimaksudkan agar tahapan-tahapan
pelaksanaannya akan mengikuti suatu proses yang logis dan sistematis.
Menurut Bailey tahapan-tahapan dalam penelitian harus dilihat dalam suatu kesatuan
yang sifatnya melingkar dan saling ketergantungan, Diawali dengan pemilihan masalah dan
penentuan hipotesis, perumusan rancangan penelitian, pengumpulan data, pengkodean dan
penganalisaaan data, dan diakhiri dengan penafsiran hasil penelitian untuk kemudian hasil
penelitian dapat dijadikan sebagai dasar pemilihan masalah serta hipotesis bagi penelitian
selanjutnya.yang bila digambarkan nampak sebagai berikut:

1
Choosing the problem
and stating Hypothesis

5 2
Interpreting Results Formulating Research
Design

4
3
Coding and
Data Collection
Analyzing Data

Gambar 1.3. Tahapan dalam Proses Penelitian

Gambaran yang dikemukakan Bailey nampak lebih bersifat garis besar, namun
sebagai pegangan dasar sangat penting. Dengan memahami uraian di atas, secara lebih rinci,
dapat disimpulkan bahwa untuk suatu penelitian (kuantitatif), proses yang mesti dilalui
adalah:
1. Menentukan masalah yang akan diteliti. .
2. Mengkaji teori/generalisasi empiris dan memilih proposisi yang berkaitan dengan
masalah yang akan diteliti.
3. Menentukan konsep-konsep dan/atau variabel-variabel.
4. Menentukan desain penelitian serta hipotesis.
5. Menjabarkan konsep/variabel menjadi operasional.
6. Menentukan indikator-indikator konsep/variabel.
7. Membuat Instrument penelitian.
8. Mengumpulkan data, menganalisa dan menyimpulkan.

Penelitian pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan bila ada masalah yang perlu
dipahami untuk dipecahkan, masalah secara sederhana sering diartikan sebagai kesenjangan
antara apa yang ada (Das sein) dengan apa yang seharusnya (Das sollen). Mc Guigan dalam
bukunya Experimental Psychology, A Methodological Approach, sebagaimana dikutif oleh
Supratiknya, mengartikan masalah sebagai situasi atau keadaan saat kita mengalami tidak
memiliki cukup informasi untuk menjawab suatu pertanyaan atau saat kita mengalami bahwa
pengetahuan yang kita miliki kacau balau sehingga tidak mampu menjawab persoalan yang
sedang kita hadapi. Lebih jauh dikatakan bahwa masalah bisa tampil dalam salah satu dari
tiga keadaan berikut ini yaitu :
1. Ada kesenjangan dalam pengetahuan kita, yakni kita menyadari ada sesuatu hal
yang tidak kita ketahui atau terdapat informasi yang tidak kita miliki.
2. Ada sejumlah informamsi tentang sesuatu hal yang saling bertentangan
3. Ada sesuatu fakta yang perlu dijelaskan.
Apabila kita memiliki pengetahuan dan informasi serta penjelasan tentang segala
sesuatu tentang fenomena alam, sosial, termasuk fenomenan pendidikan, maka nampaknya
penelitian tidak terlalu diperlukan. Meskipun disadari bahwa penelitian memerlukan adanya
masalah, namun masalah tidak selamanya mendorong seseorang untuk melakukan penelitian,
karena hal itu berkaitan dengan konteks, urgensi, kemampuan, cara berpikir serta substansi
masalah, disamping itu maslah-masalah yang ingin diperoleh jawabannya melalui pertanyaan
penelitian perlu mengacu pada suatu kriteria yang baik yakni :
1. Masalah/pertanyaan penelitain harus feasible. Yakni memungkinkan untuk
dilakukan penelitian baik dari segi, kemampuan, waktu, maupun dana.
2. Masalah/pertanyaan penelitain harus clear. Artinya jelas apa yang akan diteliti dan
dapat dipahami secara umum.
3. Masalah/pertanyaan penelitain harus significant. Artinya bermakna bagi perolehan
pengetahuan yang penting serta bagi masyarakat.
4. Masalah/pertanyaan penelitain harus ethical. Artinya tidak merugikan masyarakat
baik lingkungan alam maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Seseorang yang telah dan akan terlibat dalam suatu bidang kehidupan tertentu
misalnya bidang pendidikan, akan mempunyai fokus yang lebih tajam (dibanding seseorang
yang terlibat dalam bidang non pendidikan) terhadap masalah-masalah yang terdapat dalam
dunia pendidikan, temuan permasalahan bisa didapat melalui bacaan tentang literatur
pendidikan ataupun berdasarkan pengalaman subyektif yang mendorong upaya untuk mencari
penjelasan dalam konteks realitas pendidikan. Secara lebih rinci James H. McMillan dan
Sally Schumacher dalam bukunya Research in Education : A Conceptual Introduction,
mengemukakan sumber-sumber yang dapat dijadikan acuan menentukan masalah adalah :
1. Observasi terhadap praktek pendidikan
2. Deduksi teori
3. Studi kepustakaan
4. Masalah yang sedang terjadi
5. Situasi praktis
6. pengalaman pribadi
Dengan melihat sumber-sumber yang dapat menjadi dasar dalam penentuan masalah,
mengindikasikan bahwa masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan sangat
banyak dan beragam, selain disebabkan karena luasnya bidang kajian serta terbatasnya
informasi dan penjelasan yang dimiliki seseorang. Untuk itu seseorang yang ingin melakukan
penelitian bidang pendidikan (juga dalam bidang-bidang yang termasuk kajian ilmu-ilmu
lainnya) dalam menentukan masalah yang akan diteliti perlu melakukan langkah sistematis-
logis dalam menggambarkan posisi masalah serta permasalahan yang ditelitinya, dalam
hubungan ini sistematika penjelasan yang perlu dikemukakan adalah Latar belakang
Masalah, Identifikasi masalah, pembatasan masalah, serta perumusan masalah.
Latar belakang Masalah. Mengemukakan tentang alasan-alasan kenapa masalah
tersebut timbul, dasarnya bisa bersifat teoritis ataupun praktis, di sini bisa juga diungkapkan
tentang terjadinya kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi di
lapangan, untuk itu sebaiknya diungkapkan data awal tentang hal tersebut.
Identifikasi masalah. Mengungkapkan tentang posisi masalah serta permasalahan
dalam lingkup yang luas terutama tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan variabel yang
diteliti, sehingga tergambar posisi dan permasalahannya secara komprehensif.
Pembatasan Masalah. Posisi dan permasalah yang komprtehensif sangat sulit, bahkan
tidak mungkin untuk diteliti dalam satu penelitian, oleh karena itu perlu dibatasi dengan
memilih masalah-masalah terbatas yang mungkin dan akan diteliti oleh seorang peneliti
Perumusan Masalah. Masalah yang akan diteliti perlu diperjelas dengan
mengungkapkannya dalam bentuk rumusan permasalahan, dengan mengacu pada pembatasan
masalah. Perumusan masalah sebaiknya dalam bentuk pertanyaan yang menggambarkan
variabel-variabel yang akan diteliti. Contoh :
apakah siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi tinggi
mempunyai prestasi yang lebih tinggi dibanding siswa dari keluarga dengan
tingkat ekonomi rendah

apakah terdapat hubungan antara kehadiran siswa di kelas dengan prestasi belajar

apakah penggunaan metode pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar


siswa

2.1.1 Mengkaji Teori/Generalisasi Empiris dan Memilih Proposisi yang Berkaitan


dengan Masalah yang Akan Diteliti
Pengkajian teori dan atau generalisasi empiris sebagai hasil-hasil penelitian
sebelumnya merupakan hal yang penting, langkah ini mencakup pencarian dan pemilihan
teori yang mendukung dan relevan dengan masalah yang akan diteliti, sehingga penelitian
yang dilakukan mempunyai sandaran teoritis yang diperlukan dalam bentuk proposi, baik
yang tersurat maupun yang tersirat, langkah ini lebih sangat diperlukan dalam penelitian
kuantitatif, karena umumnya penelitian bentuk ini bersifat verifikasi hipotesis (dengan tidak
mengabaikan sifat Falsifikasi dari Karl Popper) terhadap teori-teori yang sudah ada.
Pengkajian teori umumnya dilakukan melalui studi literatur, hal ini dimaksudkan
untuk mengetahui dan memahami secara lebih luas tentang masalah yang akan diteliti
sehingga posisi masalah menjadi jelas dalam konteks teori atau hasil-hasil penelitian
sebelumnya yang telah dilakukan oleh para pakar.
Studi literatur akan sangat membantu peneliti dalam melaksanakan penelitiannya, oleh
sebab itu seorang peneliti harus memahami tipe-tipe sumber yang akan diriview, ada tiga
sumber yang biasanya dapat dipergunakan (sesuai kondisi) yakni :
Referensi umum. Biasanya dalam bentuk penerbitan yang memuat berbagai hasil
penelitian yang dilengkapi dengan abstrak, ini akan sangat membantu untuk
pelacakan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan masalah penelitian
yang akan dilakukan (biasanya dalam bentuk indeks yang memungkinkan
pelacakan lebih jauh pada sumber primernya)
Sumber Primer. Yaitu penerbitan suatu hasil penelitian yang dilakukan seorang
peneliti. Dimana sebagian besar sumber ini biasanya terdapat dalam jurnal-jurnal
penelitian seperti Journal of educational research, dan hal ini dapat diperoleh di
perpustakaan atau melalui internet
Sumber sekunder. Penerbitan yang memuat penjelasan hasil-hasil penelitian
orang lain, biasanya terdapat dalam buku-buku teks, dan sering sudah dibahas
dalam konteks teori tertentu oleh penulis buku tersebut.
agar studi kepustakaan dapat fokus dan efektif, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan
yaitu :
o Berikan pengertian/definisi yang jelas tentang masalah penelitian
o Baca dengan cermat sumber-sumber sekunder yang relevan
o Pilih dan cermati beberapa referensi umum yang yang patut dijadikan dasar
o Rumuskan kata kunci, konsep, proposisi, dan variabel pokok berkaitan dengan
masalah yang menjadi minat peneliti
2.1.2 Menentukan Konsep-Konsep dan/atau Variabel-Variabel
Setelah melakukan kajian teori (kajian teoritis melalui studi kepustakaan), seorang
peneliti perlu menentukan konsep dan variabel yang akan dijadikan obyek formal penelitian,
sehingga arah dan sasaran penelitian akan jelas, hal ini penting dalam upaya menentukan
instrumen penelitian yang akan dipergunakan baik dalam hal pendekatan maupun dalam
pengukuran.

2.1.3 Menentukan Desain Penelitian serta Hipotesis


`Setelah konsep-konsep/variabel-variabel telah ditentukan, langkah berikutnya adalah
menentukan rancangan penelitian, dalam arti bagaimana penelitian itu akan dialkukan, dan
sebagai pemandunya maka penentuan hipotesis menjadi penting. Dengan ditetapkannya
hipotesis maka arah penelitain akan jelas sehingga akan mereduksi berbagai gejala-gejala
yang tidak terkait dengan penelitian tersebut.
Hipotesis biasanya merupakan pengulangan pernyataan masalah penelitian dengan
memberi bobot prediksi berkaitan dengan hasil suatu penelitian, contoh :
Rumusan Masalah : apakah siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi
tinggi mempunyai prestasi yang lebih tinggi dibanding siswa dari keluarga dengan
tingkat ekonomi rendah

Hipotesis : siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi tinggi mempunyai
prestasi lebih tinggi dibanding siswa dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah

Rumusan Masalah : apakah terdapat hubungan antara kehadiran siswa di kelas dengan
prestasi belajar

Hipotesis : terdapat hubungan positif antara kehadiran siswa di Kelas dengan prestasi
belajar
Rumusan Masalah : apakah penggunaan metode pembelajaran berpengaruh terhadap
prestasi belajar siswa

Hipotesis : penggunaan metode pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar


Siswa.

Adapun manfaat ditetapkannya hipotesis dalam suatu penelitian, yaitu :

o Hipotesis akan mendorong (bahkan memaksa) peneliti untuk berpikir lebih mendalam
tentang kemungkinan hasil penelitian

o Hipotesis merupakan suatu strategi yang baik dalam memampukan seorang peneliti
untuk membuat prediksi khusus berdasarkan argumen teoritis dan bukti-bukti
sebelumnya (bila sudah dapat diketahui melalui studi kepustakaan)

2.1.4 Menjabarkan konsep/variabel menjadi operasional

Langkah ini merupakan kelanjutan dari penetapan/pemilihan konsep dan variabel,


dimana agar penelitian dapat dilakukan konsep/variabel tersebut harus dioperasionalkan
sehingga dapat dialkukan pengukuran, dengan demikian apa yang mau diteliti akan nampak
semakin jelas .

Langkah berikutnya adalah mengumpulkan data, kemudian dianalisa dan disimpulkan,


sehingga tergambar dengan jelas yang menjadi hasil penelitian, dan untuk menambah
keluasan serta makna dari hasil penelitian tersebut pembahasan nampaknya diperlukan juga
baik dengan membandingkan dengan hasil penelitian lain yang relevan maupun dengan
mendudukan kembali hasil tersebut dalam suatu teori yang menjadi acuan dalam penelitian
tersebut.
2.2 JENIS PENELITIAN
2.2.1 Penelitian menurut penggunaan
1. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research)
Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) adalah setiap
penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk
menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya
kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai namun dalam waktu jangka
panjang juga akan terpakai.
Penelitian dasar ini dilandasi oleh beberapa tujuan diantaranya
- Menjawab rasa ingin tahu
- Dalam rangka mengembangkan ilmu
- Tidak langsung mempunyai kegunaan praktis

2. Penelitian terapan (applied reaserch)


Penelitian terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera
dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang
kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan
pengambilan keputusan atau administrator. Dilihat dari segi tujuannya, penelitian
terapan berkepentingan dengan penemuanpenemuan yang berkenan dengan aplikasi
dan sesuatu konsep-konsep teoritis tertentu, memperbaiki praktek-praktek yang ada,
meningkatkan efektivitas dan efesiensi.

2.2.2 Penelitian Menurut Metode


1. Penelitian survey
Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar
maupunkecil, tetap[I data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari
populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan
hubungan-hubungan antar variable. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan
kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpin nasional dan daerah, kualitas
SDM masyarakat Indonesia.
2. Penelitian Ex post facto
Penelitian Ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk
meneliyi peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk
mengetahui factor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.
Contoh: penelitian untuk mengungkapakn sebab-sebab terjadinya kebakaran
gedung di suatu lembaga pemerintah, penelitian untuk mengungkapakan
sebabsebab terjadinya kerusuhan di suatu daerah.
3. Penelitian eksperimen
Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari
pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang
terkontrol secara ketat. Tredapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre
experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh:
penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian
pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas.
4. Penelitian naturalistic
Penelitian naturalistic sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh:
penelitian untuk mengungkapakn makna upacara ritual dari kelompok masyarakat
tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya
korupsi.
5. Policy research (penelitian kebijaksanaan)
Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian
yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah social yang
mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian
untuk membuat undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk
pengembangan struktur organisasi.
6. Action research
Action research adalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan
metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan
produktivitas lembaga dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk
memperbaikiprosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian
mencari metode mengajar yang baik.
7. Penelitian evaluasi
Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaska
fenomena suatu kejadian, kegiatan dan product. Contoh: penelitian proses
pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan, penelitian keluarga berencana.
8. Penelitian sejarah
Penelitian sejarah adalah penelitian yang berkenaan dengan analisis yang
logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Contoh:
penelitian untuk mengetahui kapan berdirinya kota tertentu yang dapat digunakan
untuk menentukan hari ulang tahun, penelitian untuk mengetahui perkembangan
peradaban kelompok masyarakat tertentu.

2.2.3 Penelitian Menurut Tempatnya


1. Penelitian laboraturium
Penelitian laboraturium adalah penelitian yang dilakukan di ruangan tertentu
(laboraturium) untuk melelakukan uji coba atau riset tertentu.
2. Lapangan
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan di lapangan terbuka
secara umum, misalnya penelitian dilakukan di masyarakat pesisir, atau penelitian
dilakukan di pasar tradisional, penelitian dilakukan di lokasi objek wisata dan lain-
lain. Jadi pada intinya penelitian lapangan inti tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
3. Penelitian Perpustakaan
Penelitian perpustakaan adalah penelitian yang dilakukan di ruang
perpustakaan, biasa juga disebut studi kepustakaan karena objek pengkajiannya di
perpustakaan.

2.2.4 Penelitian Menurut Disiplin atau Bidang Ilmu


Secara garis besar penelitian menurut bidang ilmu yang dikaji diantaranya
adalah :
1. Social science (ilmu pengetahuan sosial)
Penelitian sosial adalah istilah yang digunakan terhadap
penyelidikanpenyeldikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu
pengetahuan sosial, gejala sosial, atau praktik-praktik sosial. Istilah sosial ini
menunujuk pada hubungan-hubungan antara, dan di antara, orang-orang,
kelompokkelompok seperti keluarga, institusi (sekolah, komunitas, organisasi, dan
sebagainya), danlingkungan yang lebih besa.
2. Natural science (ilmu pengetahuan alam)
Penelitian natural science adalah istilah yang digunakan terhadap
penyelidikanpenyeldikan yang dirancang untuk menambah khazanah yang
berkaitan dengan gejala-gejala alam, benda-benda, tumbuhan, hewan, ruang
angkasa, zat-zat dan lainya.

2.2.5 Penelitian Menurut Tingkatan Explanasinya


1. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai
variable mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa
membuatperbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang
lain. Contoh: penelitian yang berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden
Indonesia, bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di departemen
x.
2. Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.
Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu, adakah
perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan SMU.
3. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan
dua variable atau lebih. Contoh: adakah hubungan antara datangnya kupu-kupu
dengan tamu, adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai.

2.2.6 Penelitian Menurut Sifat Masalahnya


Berdasarkan sifat-sifat masalahnya, metode penelitian dapat digolongkan menjadi tujuh, dapat
dilihat pada tabel berikut:
Metode
Penelitian
Tujuan
Ciri-ciri
Penelitian
Historis
Membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara
mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi serta mensistensikan bukti-bukti untuk
menegakkan fakta.

2.2.7 Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis


1. Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang
berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar). Penelitian kualitatif ini lebih diarahkan
kepada deskriptif suatu objek yang akan diteliti tampa melakukan uji tertentu dan
biasanya penelitian kualitatif ini juga tidak diharuskan menggunakan hipotesis.
2. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang
berbentuk angka atau data yang diangkakan. Penelitian kuantitatif adalah penelitian
yang ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagain dan fenomena serta hubungan-
hubungannya. Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan
menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan
denganfenomena alam.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Alur penelitian dapat dilakukan dengan menentukan masalah yang akan
diteliti,mengkaji teori/generalisasi empiris dan memilih proposisi yang
berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, menentukan konsep-konsep
dan/atau variabel-variabel, menentukan desain penelitian serta hipotesis,
menjabarkan konsep/variabel menjadi operasional, menentukan indikator-
indikator konsep/variabel, membuat Instrument penelitian, dan mengumpulkan
data, menganalisa dan menyimpulkan.
2. Jenis-jenis penelitian adalah sebagai berikut:
a. Penelitian menurut penggunaan
b. Penelitian menurut tempatnya
c. Penelitian menurut disiplin atau bidang ilmu
d. Penelitian menurut tingkat eksplanasinya
e. Penelitian menurut sifat masalahnya
f. Penelitian menurut jenis data dan analisis
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan mahasiswa sebaiknya harus
memahami dan mengerti dalam ilmu metodologi penelitian terkhusus da;am mengetahui
hakikat penelitian yang sudah dijelaskan di atas agar lebih memahami arti penelitian yang
sebenarnya dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun karya ilmiah lainnya.
DAFTAR RUJUKAN

Ed Kusnadi.2008. Metodologi Penelitian. Metro: Aneka Printing. Hal.5


Fred N, Kerlinger. 2000. Asas Penelitian Behavioral. Editor H.J. Koessosemanto.Yogyakarta:
Gajah Mada University Press. Hal. 17
Mardalis. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Moh . Kasiram. 2008. Metodologi Penelitian. Malang: UIN-Malang Press hal.30.
Munawaroh. 2012. Metode Penelitian. Malang :Jl. Joyosuko Metro 42 Malang, Jatim
Narbuko, Cholid, dan Achmadi, Abu. 2001. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Sangadji, Etta Mamang, dan Sopiah. 2010. Metodolgi Penelitian Pendekatan Praktis dalam
Penelitian. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.
Sedarmayanti, dan Hidayat, Syarifudin. 2002. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar
Maju.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Akasara. Hal.4
Suryabrata, Sumadi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

12