Anda di halaman 1dari 4

ANALISA JURNAL

PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU KESEHATAN


LANSIA TENTANG PERSONAL HYGIENE

Nama : Novita Ridhawati, S.Kep


NPM : 1614901220672

1. Judul Penelitian
Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Kesehatan Lansia Tentang Personal
Hygiene.

2. Nama Peneliti
Iswantiah1, Sri Nabawiyati Nurul Makiyah2 & Laili Nur Hidayati3.

3. Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di shelter Gondang Cangkringan Sleman
Yogyakarta.

4. Alamat Jurnal
Jurnal Keperawatan, ISSN 2086-3071.

5. Tahun Penelitian
Tahun 2012.

6. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pendidikan
kesehatan tentang personal hygiene terhadap perilaku kesehatan lansia di shelter
Gondang Cangkringan Sleman Yogyakarta.

7. Latar Belakang
Di seluruh dunia pertumbuhan penduduk lansia umur 60 tahun ke atas sangat
cepat, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Semakin
meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah penduduk
lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025 penduduk lansia di
seluruh dunia diperkirakan 828 juta atau sekitar 9,7% dari total penduduk dunia
dan di beberapa Negara maju jumlah lansia juga mengalami peningkatan, antara
lain: Jepang (17,2%), Singapura (8,7%), Hongkong (12,9%) dan Korea Selatan
(7,5%) (Notoatmojo, 2007).
Jumlah penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2010 adalah 18.037.009 jiwa
dari 237.641.326 jiwa jumlah seluruh penduduk. Secara geografis, distribusi
penduduk lansia di Indonesia terbanyak terdapat di pulau Jawa.

Berdasarkan data penduduk lansia tersebut peningkatan jumlah lansia akan


berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan lansia terutama segi kesehatan dan
kesejahteraan lansia (fisik, mental, dan ekonomi). Mengantisipasi kondisi ini
pengkajian masalah-masalah lansia perlu ditingkatkan, termasuk aspek
keperawatan, agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan lansia (Tamher dan
Noorkasiani, 2009). Salah satu upaya untuk meningkatkan, mempertahankan
dan mengoptimalkan kesehatan usia lanjut adalah dengan cara menjaga
kebersihan diri. Kebersihan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang
sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi
kesehatan dan psikis seseorang (Hidayat, 2006).

Kebersihan diri mempengaruhi kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan


seseorang. Mereka yang memiliki hambatan fisik membutuhkan berbagai
pemenuhan hygiene pribadi. Praktik hygiene dipengaruhi oleh faktor pribadi,
sosial dan budaya. Pada institusi atau rumah, perawatan diri klien ditentukan dan
diberikan perawatan hygiene yang sesuai kebutuhan dan pilihan klien (Potter
dan Pery, 2009).

8. Metodologi Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan Quasy-Experiment
dengan pendekatan pretest posttest with control group design, rancangan
penelitian ini melibatkan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen untuk mencari perbandingan penelitian uji Wilcoxon test dan Mann
Whitney test.

9. Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah shelter Gondang
Cangkringan Sleman Yogyakarta berjumlah 57 lansia. Pengambilan sampel
dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel
yang diambil yaitu 30 responden, masing-masing sampel pada kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol berjumlah 15 responden.
10. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini yaitu pada kelompok eksperimen setelah diberikan
pendidikan kesehatan perilaku baik meningkat menjadi (86,7%), perilaku cukup
(13,3%), dan perilaku kurang tidak ada. Peningkatan perilaku pada kelompok
eksperimen ditunjukkan dengan nilai signifikansi P=0,001 (P<0,05).
Pembahasan:
Perilaku kesehatan menurut Notoatmodjo (2005) adalah respons seseorang
terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sehat-sakit, penyakit, dan
faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, misalnya lingkungan, makanan,
minuman, dan pelayanan kesehatan.
Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis (Tarwoto, Wartonah,
2006:78).
Pada penelitian yang dilakukan oleh Silis Erdhayanti (2011) yang berjudul
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia dengan Perilaku Lansia dalam
Pemenuhan Personal Hygiene di Panti Werdha Darma Bakti Pajang Surakarta,
mayoritas personal hygiene kurang di pengaruhi oleh pengetahuan yang rendah
tentang personal hygiene.
Jadi semakin banyak lansia mengetahui tentang pentingnya personal hygiene
maka perilaku personal hygiene lansia tersebut semakin baik.

11. Kelebihan Penelitian


- Penulisan judul jurnal sudah memberikan gambaran penelitian yang telah
dilakukan
- Abstrak pada penelitian ini mempunyai kelebihan yaitu mudah di pahami,
ringkas dan menjelaskan hasil penelitian
- Didalam setiap pembahasan menyertakan teori-teori yang mendukung
- Penelitian sudah sesuai dengan tujuan dari penelitian

12. Kekurangan Penelitian


- Pada judul jurnal tidak tercantum tempat penelitian dan tahun penelitian
- Tidak mencantumkan kapan dilakukan studi pendahuluan
- Penelitian ini tidak mencantumkan saran
- Pada penelitian ini uji yang di gunakan tidak sesuai, yaitu uji Wilcoxon test
- Pada daftar pustaka insiden penulisan tidak sesuai
13. Implikasi Keperawatan
a. Bagi Ilmu Keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan
bagi perawat maupun tenaga kesehatan lainya untuk berperan serta
melakukan pendidikan kesehatan pada lansia untuk menjaga personal
hygiene terhadap perilaku kesehatan lansia.
b. Bagi Puskesmas
Penelitian ini diharapkan dapat sebagai bahan masukan bagi pihak puskesmas
agar selalu melakukan aktif melakukan pendidikan kesehatan kepada baik itu
tentang personal hygiene atau tentang yang lainnya.
c. Bagi Perawat
Hendaknya perawat mampu melaksanakan pendidikan kesehatan yang
bervariasi kepada para lansia, tidak hanya tentang personal hygiene tetapi
juga dapat melakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit yang sering di
alami oleh lansia.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dan informasi dasar untuk
melakukan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan lansia serta
dapat melakukan pendidikan kesehatan yang lainnya selain dari personal
hygiene.