Anda di halaman 1dari 20

STASIUN PENGUMPUL

Stasiun pengumpul atau yang biasa kita kenal dengan Block Stasion merupakan suatu
tempat terjadinya pemisahan flida pertama kali setelah fluida diangkat dan dialirkan
melalui flowline dari sumur. Didalamnya terdapat peralatan peralatan produksi yang
berfungsi untuk melakukaan pekerjaan pengarahan, pemisahan, penampungan,
pengukuran, dan pengaliran fluida produksi

Besar kecilnya suatu stasiun pengunpul tergantung dari banyaknya sumur produksi yang
masuk ke dalam stasiun pengumpul tersebut. Bila jumlah sumur yang diproduksi sedikit
maka stasiun pengumpul yang dibangun akan berukuran kecil serta mempunyai peralatan
yang bersifat sementara.

FUNGSI STASIUN PENGUMPUL

Stasiun pengumpul sebagai tempat dilakukannya pemrosesan fluida produksi mempunyai


beberapa fungsi, yaitu :

a. mengatur aliran fluida sumur yang masuk ke stasiun pengumpul tersebut.

b. Memisahkan fluida sumur menjadi komponen minyak, gas dan air.

c. Menampung sementara dan mengalirkan hasil produksi ke proses lebih lanjut.

d. Menguji kapasitas produksi tiap sumur.

e. Mengetahui produksi harian yang masuk ke stasiun pengumpul tersebut.

f. Mengeringkan gas.

PERALATAN-PERALATAN DI STASIUN PENGUMPUL

Stasiun pengunpul sebagai tenpat terjadinya proses pemisahan fluida pertama kali
setelah fluida keluar dari sumur. Stasiun pengumpul memiliki beberapa peralatan spesifik
yang digunakan untuk melakukan proses pemisahan tersebut. Peralatan tersebut yaitu :

a. manifold dan header

b. separator

c. gas scrubber
d. tangki minyak

SEPARATOR

Separator adalah sebuah bejana bertekanan yang mempunyai fungsi utama yaitu :

a. untuk memisahkan fluida sumur menjadi komponen gas dan cairan. Jenis ini di sebut
separator dua fasa.

b. Untuk memisahkan fluida sumur menjadi komponen gas, minyak dan air. Separator
jenis ini disebut separator tiga fasa.

Untuk pembagian jenis separatopr berdasarkan pada bentuk, fasa pemisahannya dan
tekanannya. Berdasarkan bentuknya separator dapat di bedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

a. separator tegak (vertical separator)

b. separator datar (horizontal separator)

c. separator bundar (spherical separator)

MANIFOLD DAN HEADER

Fluida sumur, yang merupakan fluida campuran gas, minyak , dan air, mengalir ke
stasiun pengumpul melalui pipa alir atau flowline. Flowline-flowline tersebut akan
bertemu satu dengan yang lain karena adanya hubungan atau koneksi yaitu pada manifold
dan header yang akan menjuruskan fluida sumur tersebut menuju ke separator tes atao ke
separator campur atau group. Manifold adalah suatu kumpulan rangakaian yang terdiri
dari :

a. pipa utama ( header )

b. karangan karangan (valve)

c. karangan balik ( ceck valve )

d. sambungan dan turunan ( fiiting )

e. fasilitas pengukurann tekanan ( pressure gauge )

SEPARATOR TEGAK (VERTICAL SEPARATOR)


separator vertical cocok digunakan untuk sumur yang mempunyai GOR ( Gas Oil Ratium )
rendah. Untuk masalah penempatanya, separator verticxal sangat efisien karena tidak
membutuhkan tempat yang luas sehingga sangat cocok di gunakan di OFFSHORE.

SEPARATOR DATAR (HORIZONTAL SEPARATOR)

Separator datar lebih murah dibandingkan separator vertical untuk suatu kapasitas gas
tertentu. Separator ini juga ekonomis untuk pemrosesan fluida yang mempunyai GOR
tinggi. Untuk penempatannya separator satar tidak memerlukan pondasi yang khusus.
SEPARATOR BUNDAR (SPHERICAL SEPARATOR)

Separator bundar mempunyai keuntungan-keuntungan antara lain : mempunyai


bentuk yang kompak, sangat baik untuk fluida yang mengandung pasir dan lumpur. Namun
separator jenis ini mempunyai kapasitas yang lebih kecil dibandingkan dengan separator
datar maupun separator tegak. Separator bulat sangat cocok digunakan untuk separator
tes unit yang portable.

1. PERALATAN TRANSPORTASI
Merupakan komponen dari gathering system untuk mengalirkan fluida (minyak, air dan
gas bumi) dari wellhead/x-mastree ke peralatan pemisah termasuk perlengkapan
keamanan, manometer dll.
a. Flow Line
Untuk industri migas, flow line dibedakan berdasarkan :
1) Fluida yang dialirkan, seperti minyak, gas atau uap.
2) Material pipa stell pipe, non metalic, plastic, wood.
3) Tekanan kerja, pipa bertekanan tinggi, sedang, rendah.
4) Fungsinya, sebagai pipa lateral, gathering, pipa utama.
5) Penggunaannya, surface pipa , subsurface pipa dsb.
Dilapangan penempatan flowline tidak selalu terletak pada bidang datar tetapi disesuaikan
dengan topografi daerah walaupun tetap diusahakan agar menempati posisi horizontal.
b. Manifold
Merupakan akhir / pertemuan flowline yang berasal dari beberapa sumur yang terdiri dari
rangkaian susunan katup yang berfungsi untuk :
1) Mengendalikan aliran fluida produksi dari tiap sumur yang ada (satu manifold
mampu menampung hingga 20 sumur)
2) Memisahkan aliran dari berbagai grade yang ada.
3) Mengisolasi suatu bagian dari sistem jaringan flowline guna melakukan perawatan
atau perbaikan.
4) Memisahkan setiap sistrem tanki penampung dengan mainlines (jaringan utama).
5) Membagi mainlines menjadi beberapa segmen (bagian).
6) Mengarahkan / membelokkan aliran fluida produksi dari setiap sumur ke test-line
atau ke mainheader.
7) Mencegah terjadinya tekanan dari separator ke sumur.
c. Header
Merupakan pipa berukuran lebih besar dari flowline yang berfungsi untuk menyatukan
fluida produksi dari sumber-sumber produksi (setelah melalui manifold) dan
mengalirkannya ke fasillitas pemisah. Terdapat dua macam header yaitu : test-header dan
main-header dan arah header dapat vertikal, horizontal dapat pula menyudut (deviated-
header).

2. FASILITAS PERALATAN PEMISAH


a. SEPARATOR
Separator adalah tabung bertekanan yang digunakan untuk memisahkan fluida sumur
menjadi air dan gas (tiga fasa) atau cairan dan gas (dua fasa), dimana pemisahannya dapat
dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
1) Prinsip penurunan tekanan.
2) Gravity setlink
3) Turbulensi aliran atau perubahan arah aliran
4) Pemecahan atau tumbukan fluida
5) Untuk mendapatkan effisiensi dan kerja yang stabil dengan kondisi yang bervariasi,
Gas liquid separator harus mempunyai komponen pemisah sebagai berikut :
1) Bagian pemisah pertama, berfungsi untuk memisahkan cairan dari aliran fluida yang
masuk dengan cepat berupa tetes minyak dengan ukuran besar.
2) Bagian pengumpul cairan, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan kecil dengan
prinsip gravity setlink.
3) Bagian pemisah kedua, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan kecil dengan prinsip
gravity settlink.
4) Mist extraktor, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan berukuran sangat kecil
(kabut).
5) Peralatan kontrol, berfungsi untuk mengontrol kerja separator terutama pada kondisi
over pressure.
Didalam block station, disamping terdapat separator pemisah gabungan terdapat juga
separator uji yang berfungsi untuk melakukan pengujian (test) produksi suatu sumur dan
dari separator uji ini laju produksi sumur ( Qo, Qw, dan Qg ) bisa didapat dimana Qo dan
Qw diperoleh dari barel meter sedangkan Qg diperoleh dari pencatatan orifice flow meter (
orifice plate ) atau dari alat pencatat aliran gas lainnya. Disamping itu ditinjau dari tekanan
kerjanyapun separator dapat dibagi tiga, yaitu separator tekanan tinggi, tekanan sedang,
tekanan rendah.
JENIS SEPARATOR
Dalam industri perminyakan dikenal beberapa jenis separator berdasarkan bentuk,
posisinya dan fungsinya.
a) Jenis separator berdasarkan bentuk dan posisinya.
1) Separator tegak/vertikal.

SEPARATOR VERTIKAL
Biasanya digunakan untuk memisahkan fluida produksi yang mempunyai GLR rendah
dan/atau kadar padatan tinggi, separator ini sudah dibersihkan serta mempunyal kapasitas
cairan dan gas yang besar.
2) Separator datar /horisontal
Sangat baik untuk memisahkan fluida produksi yang mempunyai GLR tinggi dan cairan
berbusa. Separator ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu single tube horizontal seprator
dan double tube horizontal separator. Karena bentuknya yang panjang, separator ini
banyak memakan tempat dan sulit dibersihkan, namun demikian kebanyakan fasilitas
pemisahan dilepas pantai menggunakan separator ini dan untuk fluida produksi yang
banyak mengandung pasir, separator ini tidak menguntungkan.
3) Separator bulat /spherical.
Separator jenis ini mempunyai kapasitas gas dan surge terbatas sehingga umumnya
digunakan untuk memisahkan fluida produksi dengan GLR kecil sampai sedang namun
separator ini dapat bekerja pada tekanan tinggi. Terdapat dua tipe separator bulat yaitu
tipe untuk pemisahan dua fasa dan tipe untuk pemisahan tiga fasa.
b) Jenis separator berdasarkan fungsinya.
Berdasarkan fungsinya atau jenis penggunaannya, separator dapat
dibedakan atas: gas scrubber, knock-out flash-chamber,expansion vessal, chemical electric
dan filter.
1) Gas scrubber.
Jenis ini dirancang untuk memisahkan butir cairan yang masih terikut gas hasil pemisahan
tingkat pertama, karenanya alat ini ditempatkan setelah separator, atau sebelum
dehydrator, extraction plant atau kompresor untuk mencegah masuknya cairan kedalam
alat tersebut.
2) Knock-out
Jenis ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu free water knock-out (FWK0) yang digunakan
untuk memisahkan air bebas dari hidrokarbon cair dan total liquid knock-out (TLKO) yang
digunakan untuk memisahkan cairan dari aliran gas bertekanan tinggi ( > 125 psi )
3) Flash chamber.
Alat ini digunakan pada tahap ianjut dari proses pemisahan secara kilat (flash) dari
separator. Flash chamber ini digunakan sebagai separator, tingkat kedua dan dirancang
untuk bekerja pada tekanan rendah ( > 125 psi )
4) Expansion vessel.
Alat ini digunakan untuk proses pengembangan pada pemisahan bertemperatur rendah
yang dirancang untuk menampung gas hidrat yang terbentuk pada proses pendinginan dan
mempunyai tekanan kerja antara 100 -1300 psi.
5) Chemical electric.
Merupakan jenis separator tingkat lanjut untuk memisahkan air dari cairan hasil separasi
tingkat sebelumnya yang dilakukan secara electris (menggunakan prisip anoda katoda)
dan umumnya untuk memudahkan pemisahan.

b. OIL SKIMMER
Merupakan peralatan pemisah yang direncanakan untuk menyaring tetes-tetes minyak
dalam air yang akan dibuang sebagai hasil proses pemisahan sebelumnya untuk mencegah
turbulensi aliran, air yang mengandung tetes minyak dimasukkan melalui pembagi aliran
yang berisi batu bara / batu arang tipis-tipis, sedangkan proses pemisahan berdasarkan
sistem gravity setling.
Kapasitas oil skimmer tergantung pada beberapa faktor terutama pada densitas minyak air
yang dapat ditentukan berdasarkan hukum intermediate yang berhubungan dengan
kecepatan setling dari partikel.
c. GAS DEHYDRATOR
Gas dehydrator adalah alat yang digunakan untuk memisahkan partikel air yang
terkandung didalam gas. Peralatan ini merupakan bagian akhir dari pemisahan gas
hidrokarbon terutama pada lapangan gas alam.
Ada dua cara pemisahan air dari gas, yaitu dengan
1) Solid desiccant, misainya calsium chloride
Komponen peralatan ini merupakan kombinasi dari separator tiga tingkat, yaitu gas - liquid
absorbtion tower dan solid bad desiccant unit. Pemisahan partikei air dari gas dilakukan
dengan cara mengkontakkan aliran gas dengan calsium chloride didalam chemical bad
section.
2) Liquid desiccant, misainya glycol.
Liquid desiccant yang sering digunakan adalah trienthylene glycol. Peneyerapan partikel
air terjadi karena adanya kontak antara glycol dengan gas yang mengandung air pada tray
didalam absorber (kontaktor) proses regenerasi glycol yang mengandung air dilakukan
dengan cara pemanasan sehingga air terbebaskan dari glycol.

3. PENAMPUNG HASIL PEMISAHAN


Setelah fluida reservoir dipisahkan, minyak hasil pemisahan diharapkan hanya
rnengandung air/solid sangat kecil (< 0,2%) dialirkan ke penampung sementara didalam
kompleks block-station, kemudian meialui sistem pipa, minyak dan gas dialirkan ke pusat
penampungan/penimbun (PPM), untuk kemudian pada waktu tertentu dikirim ke
refainery, gas plant atau terminal melalui sale-line.
TANGKI MINYAK

Tangki-tangki di stasiun pengumpul adalah tangki-tangkii atmosferis yang di pergunakan


untuk menimbun sementara produksi cairan yang diterima di stasiun pengumpul tersebut.
Seperti halnya seperator, maka tangki-tangki juga dapat di bagi menjadi beberapa jenis
menurut ruang lingkup pembagian yaitu:

1) Tangki uji

Tangki uji adalah tangki yang digunakan untuk melakukan uji produksi suatu sumur .
tangki uji umumnya berukuran kecil, misalnya berkapasitas 10m3, 20m3, 30m3,
40m3. Tangki-tangki yang berkapasitas kecil dapat di taruh di atas menara maupun di atas
tanah, sedangkan tangki-tangki yang berkapasitas 40m3 di letakkan di atas tanah.

2) Tangki campur

Tangki campur mempunyai ukuran lebih besar dari ukuran tangki uji. Tangki-tangki
tersebut didirikan di atas menara.

METODE PENGUKURAN CAIRAN DALAM TANGKI


Pengukuran tinggi cairan di dalam tangki dilakukan ketika melakukan tes produksi suatu
sumur, untuk mengetahui jumlah produksi minyak dan uang yang dihasilkan dari suatu
lapangan. Metode pengukuran tinggi cairan didalam tangki ada dua macam, yaitu:

1) Metoda innage

Pengukuran ini dilakukan mulai dari datum plate (dasar tangki) sampai dengan permukaan
cairan. Cara ini dapat langsung mengetahui ketinggian minyak dan air bebas.

Tinggi permukaan cairan dibaca pada pita ukur yang sebelumnya di olesi dengan pasta
minyak , sedangkan untuk mengetahui ketinggian air dari tangki dapat dilakukan dengan
mengolesi pita ukur dengan pasta air. Peralatan yang digunakan yaitu:

a. Roll meter (pita ukur dengan bandul brujung lancip)

b. Pasta minyak dan pasta air

METODE INNAGE
2) Metode outage
Pengukuran ini dilakukan mulai dari permukaan cairan sampai ke referance point sehingga
di dapat ukuran kosong dari tangki. Untuk mengetahui ketinggian kolom/ level cairan ini
dapat dilakukan dengan cara mengurangi tinggi lubang pengukuran terhadap ukuran
kosong dari tangki. Peralatan yang digunakan yaitu :

a. Roll meter (pita ukur dengan bandul berujung datar)

b. Pasta minyak dan pasta

METODE OUTAGE
STASIUN SEPARASI MINYAK DAN GAS, DAN FASILITASNYA (secara umum)

Pada dasarnya stasiun separasi minyak dan gas, pada umum disebut Stasiun
Pengumpul (SP) atau Blockstation (BS) atau yang lain, tetapi pada prinsipnya sama, baik
fungsi dan kelengkapannya.Tipikal instalasi suatu Stasiun Pengumpul yang didalam
praktek seringkali ada perbedaan antara satu lapangan dengan yang lain disesuaikan
dengan kebutuhan.

Secara prinsip fasilitas yang harus tersedia dalam instalasi SP antara lain , yaitu:
a. Inlet manifold, fungsi dan gunanya untuk mengatur aliran produksi dari sumur
untuk dilakukan test produksi atau langsung secara bersama dimasukkan kedalam
separator produksi. Agar inlet manifold dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, maka inlet
manifold dilengkapi minimal 2 header yang dismeternya lebih besar dari diameter
flowline, terutama untuk pengumpulan yang menampung sumur lebih dari satu. Tujuannya
agar tidak terjadi semacam penyumbatan sehingga terjadi kenaikan tekanan pada header
yang akibatnya dapat mengganggu produksi sumur. Sedangkan untuk sumur produksi gas
lazimnya dialirkan melalui header tersendiri yang terpisah dari header sumur minyak.

b. Separator, adalah alat separasi minyak dan gas bumi yang menggunakan prinsip
separasi flash pada tekanan dan temperature tetap. Produksi dari sumur minyak di
separator vertical sedangkan produksi dari sumur gas diproses di separator horizontal. Hal
ini karena pada separator horizontal memiliki daerah pemisahan yang lebih luas dan
panjang disbanding separator vertical.

c. Net Oil Computer, untuk menghitung produksi cairan yang terpisah dari separator,
sedangkan gas yang dikeluarkan dari bagian atas separator dialirkan kedalam saluran pipa
yang dilengkapi dengan alat ukur gas, yang selanjutnya dijual.

d. Flow Splitter (FWKO, Free water Knock Out), produksi cairan setelah dihitung oleh net
oil computer dialirkan kedalam FWKO untuk memisahkan air.

e. Instalasi Injeksi Air, air dari FWKO dialirkan masuk kedalam tank air, yang
selanjutnya diisap oleh pompa injeksi untuk di injeksikan kedalam sumur injeksi, untuk
keperluan water disposal, pressure maintenance dan sebagai water flooding untuk tujuan
EOR (Enhanced Oil Recovery).
f. Emulsion Treater, emulsi dari FWKO dialirkan kedalam heater treater untuk
dipecahkan, kemudian air yang terpisah dialirkan kedalam tank air pada instalasi injeksi
air, sedangkan minyak dialirkan ke tank minyak. Sementara itu minyak dari FWKO diisap
oleh circulating pump dan dimasukkan ke dalam tank minyak.

g. Vapor Recovery Unit, fraksi hidrokarbon yang ringan setelah masuk kedalam tank
akan menguap dalam bentuk vapor. Vapor ini dikumpulkan melalui pipa pengumpul yang
dipasang pada atap tank yang selanjutnya dimasukkan kedlam vapor recovery unit. Dan
dari sini kemudian dialrkan kepada penjualan dicampur dengan gas yang dialirkan dari
separator.

h. LACT (Lease Automatic Custoday Transfer), minyak yang sudah terkumpul didalam
tank dalam jumlah yang cukup secara otomatis akan dipompa oleh LACT ke pipeline.
Flow line, Manifold & header

Fluida Hidrokarbon yang mengalir dari dasar sumur akan menuju well head dan dari
kepala sumur ini fluida dialirkan melalui flow line manifold dan header selanjutnya menuju
ke separator terus ke tanki pengumpul.
Flow line merupakan pipa penyalur fluida Hidrokarbon dari suatu kepala sumur menuju
tempat pemisahan. Flowline biasanya memiliki diameter antara 2 4 inch tergantung dari
design dan kapasitas produksi sumur. Agar aliran tidak kembali dalam sumur (back flow)
maka pada tiap flowline di pasang check valve.

Jalur dimana flow line berada sebaiknya ditimbun pada kedalaman yang aman walaupun
telah dilindungi dengan casing pendukung tetapi apabila tidak ditimbun maka flow line
tersebut harus diletakan di atas support karena untuk mencegah cepat terkena korosi dan
kerusakan lainnya. Demikian juga jalur pemasangan pipa dipilih tempat-tempat yang aman
baik secara culture budaya maupun secara kondisi teknik sehingga mudah untuk
melakukan pengawasan dan perbaikan dan kadang-kadang jika memungkinkan jalur flow
line sampai ke stasiun pengumpul mengikuti rute jalan umum atau jalan inspeksi
perusahaan.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi desain dan dimensi pemasangan pipa. Dua
diantaranya adalah laju alir fluida dan sifat-sifat fisik dari fluida tersebut.

Berikut ini adalah beberapa standar yang digunakan Amerika yang umumnya digunakan
dalam mendesain fasilitas produksi minyak :
a. ANSI B.31.1 POWER PIPING
b. ANSI B.31.3 Chemical Plant and Petroleum Refinery Piping
c. ANSI B.31.4 Liquid Petroleum Transportation Piping System
d. ANSI B.318 Gas Transmition and Distribution Piping System

Type Aliran Fluida Pada Flow line


Flow Regime fluida adalah merupakan pola tertentu ketika suatu fluida mengalir yang
diakibatkan sifat fisik fluida, interaksi antara cairan dan gas, flow rate, ukuran, kekasaran
dan orientasi pipa.
Tipe flow regime :
1. Bubble Flow :
Suatu pola aliran fluida dimana kecepatan gas dan cairan diperkirakan sama besarnya
sehingga cairan hampir meliputi seluruh bagian dari pipa sementara gas mengalir dalam
bentuk gelembung-gelembung pada bagian atas pipa.

2. Plug Flow.
Suatu pola aliran fluida dimana cairan mengalir disepanjang pipa bagian bawah sedangkan
kondisi gas yang semakin banyak dalam bentuk gelembung-gelembung tersebut bersatu
membentuk gelembung yang lebih besar dan mengalir di bagian atas pipa.
3. Stratified Flow
Plug flow regime akan berubah menjadi kondisi yang kontinyu bila semakin banyak jumlah
gas yang mengalir secara kontinyu dimana aliran gas terjadi disepanjang pipa bagian atas
dan cairan disepanjang pipa bagian bawah sehingga kontak pertemuan anatar phasa sangat
mulus dan jelas.

4. Wavy Flow
Ketika Fluida Gas mengalir semakin banyak maka gas akan mengalir lebih cepat
dibandingkan dengan cairan sehingga akan mengakibatkan effek gelombang (Wavy Flow)
karena gesekan pada kontak area antara gas dan cairan.

5. Slug Flow
Ketika Fluida Gas mengalir semakin lebih banyak sehingga melebihi batas kritisnya akan
mengakibatkan puncak dari gelombang cairan akan menyentuh bagian atas pipa dimana
kecepatan alir dari gas dalam bentuk slug ini lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan
dari cairan itu sendiri.

6. Annular Flow
Suatu pola aliran fluida dimana cairan mengalir seperti annular film dengan berbagai
ketebalan disepanjang pipa sedangkan gas mengalir dengan kecepatan tinggi ditengah-
tengah pipa dimana sebagian dari cairan akan ikut terbawa aliran gas dalam bentuk
droplet kecil yang suatu saat akan jatuh kembali jika telah berubah menjadi butiran besar.

7. Spary Flow (Mist Flow, Dispersed Flow)


Akibat Kecepatan aliran fluida dalam pipa sangat tinggi sekali sehingga film cairan terseret
dari dinding pipa dan ikut terbawa bersama dengan aliran gas dalam bentuk titik-titik air.

MANIFOLDS
Manifold adalah sekumpulan valve yang dideretkan untuk mengatur aliran masuk fluida ke
header dan separator yang dikehendaki.
Factor yang mempengaruhi desain manifold :
1. Tekanan Kerja
2. Tipe valve
3. Banyak header
4. Sumur yang dihubungkan ke tiap-tiap manifold

Menurut fungsinya Jenis manifold adalah :


1. Arrival manifold.
Berfungsi sebagai pengumpul fluida produksi dari berbagai sumur yang selanjutnya
dikirim ke unit pemisahan untuk suatu treatment dan pengukuran.
Arrival manifold di desain untuk mengumpulkan minyak dari berbagai areal yang
selanjutnya akan di dialirkan ke :
a. production separator
b. test separator
c. tank
d. burning pit
2. Test Manifold
Manifold ini digunakan untuk melakukan test produksi suatu sumur tanpa menggangu
produksi sumur lainnya dimana arah aliran fluida dari sumur di arahkan ke test separator.
3. Production Manifold
Merupakan manifold sebagai bagian operasi normal dari proses produksi dimana arah
aliran fluida dari sumur diarahkan ke production separator.

Beberapa System manifold :


1. Individual Well Flow line
Biasanya system ini dijumpai pada lapangan minyak dan gas yang kecil dimana pada
system ini flowline dari tiap sumur langsung dihubungkan dengan station pengumpul
melalui test manifold tatu production header.
2. Satelite Production Manifold
Biasanya system ini dijumpai pada lapangan minyak dan gas yang luas dimana pada system
ini flow line yang cukup pendek dari tiap sumur dihubungkan dengan pusat pengumpul
minyak dan gas dengan menggunakan pipa yang lebih besar yang biasa disebut Production
Lateral dan juga dihubungkan dengan test line, hal ini ditujukan untuk menghindari
individual flow lines yang sangat panjang sehingga menyebabkan pressure drop yang
besar.
Pada aplikasi dilapangan sebenarnya sistem-sistem dapat dimodifikasi sesuai dengan
kondisi lapangan dan tentu saja dengan pertimbangan serta perhitungan tertentu.

HEADER
Header adalah tempat bermuaranya aliran fluida dari flow line yang terletak diatas
manifold dan berdiameter lebih besar dari flow line.
Jenis header:
1. Production Header
Flow line yang mengalirkan fluida dari manifold production ke production separator
2. Test header
Flow line yang mengalirkan fluida dari manifold test ke test separator.

PERALATAN PENDUKUNG
1. Check valve
2. Pressure Relief Valve (PSV)
3. Safety Shutdown Valve (SSV)
4. Sample Point
5. Chemical Injector ( Corrosion Inhibitor Point )

FLOW LINE PROTECTION


Pada semua peralatan lapangan migas didesain lebih tahan terhadap faktor laju korosi.
Korosi merupakan pendegradasian subtansi material (umumnya logam) yang diakibatkan
oleh reaksi dengan lingkungannya atau dalam industri migas dapat didefinisikan sebagai
hancurnya material loga akibat reaksi dengan bahan kimia atau elektrokimia yang
disebabkan oleh factor lingkungan.
Pengontrolan korosi dapat dilakukan dengan cara :
1. Chatodic Protection
2. Chemical Inhibition
4. Pengontrolan pH
5. Coating
6. Non metalik atau Metalurgi Control

INSPEKSI DAN PERAWATAN


Inspeksi dan perawatan serta Pengawasan terhadap flow line serta facilitas produksi
lainnya merupakan tanggung jawab dari operator lapangan dimana bila terjadi perubahan
atas kondisi atau terjadi trouble harus segera dilaporkan keatasan dan ditindaklanjuti
dalam hal penanganannya.
Sebelum melakukan inspeksi kelapangan operator harus berdiskusi dulu dengan
supervisor mengenai instruksi system penutupan, system pembukaan serta perubahan
ukuran choke yang harus dilakukan dan pastikan alat komunikasi (handy Talky) berfungsi
dengan baik sehingga komunikasi untuk jalannya prosedur berlangsung lancar.
Operator lapangan mempunyai tugas rutin yang harus dilaksanakan yaitu :
1. Check apakah sumur berproduksi sebagaimana mestinya dalam kodisi normal (Setting)
jika tidak maka laporkan untuk mendapat instruksi selanjutnya.
2. Check kondisi peralatan dan kondisi lingkungan sekitarnya secara penglihatan visual
apakah ada kebocoran atau kerusakan.
3. Check apakah Safety valve masih beroperasi secara otomatis.
4. Check posisi kedudukan choke dan bandingkanlah dengan posisi yang tercatat bila
terjadi perubahan kembalikan ke posisi semula.

WELL START UP and SHUTDOWN

1. Penutupan sumur
Sebelum melakukan penutupan sumur (Shut in) kita harus memastikan apakah sumur
tersebut merupakan sumur sebenarnya yang harus ditutup. Hal ini mudah dilakukan
apabila label /kode masih jelas terpasang. Apabila labelnya telah hilang harus dicheck
kebenarannya pada data-data sebelumnya.

2. Normal Re opening
1. Gunakan test gauge untuk membaca dan mencatat tekanan ststik kepala sumur dan
tekanan ststik flowline.
2. Set choke, rotary choke harus diset pada posisi bukaan yang diinginkan sementara itu
adjustable choke harus diset dengan bukaan yang kecil.
3. Letakan shutdown safety valve pada manual open
4. Jika flowline tertutup maka harus dibuka.
5. Jika Tubing valve tertutup maka harus dibuka. Lakukan hal ini dengan hati-hati dimana
kita mencegah terjadinya fluid hammer didalam manifold kepala sumur.
6. Buka wing valve jika pada posisi tertutup. Lakukan hal ini dengan hati-hati untuk
mencegah terjadinya penurunan tekanan yang cepat yang dapat menyebabkan tertutupnya
storm choke. Dalam hal ini patut diperhatikan akan adanya kumpulan gas pada bagian atas
wellhead dimana gas ini dapat menyebabkan aliran turbulen yang cepat pada down stream
wing valve sehingga terjadi surging yang dapat memicu tertutupnya strom choke.
7. Bila wing valve telah terbuka secara penuh maka choke berada pada posisi normal
8. Bila kondisi flow line sudah pada kondisi normal maka kemudisn kita ukur tekanan
kepala sumur dan tekanan flow line
9. Letakan shut down safety valve pada posisi Automatic Mode
10. Lakukan inspeksi secara visual untuk mengecek terjadinya kebocoran atau tidak.
TROUBLE SHOOTING
Trouble shooting dapat berupa naiknya dan turunnya tekanan secara tiba-tiba.

1. Naiknya Tekanan.
Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan naiknya tekanan :
a. Penutupan aliran fluida oleh automatic valve yang dipasang di collector leading pada
operation line di pusat pengumpulan sehingga terjadinya kenaikan tekanan atau
permukaan cairan pada separator.
b. Kesalahan yang dilakukan oleh operator dengan menutup ball valve pada arrival
manifold
c. Terjadinya penumpukan endapan-endapan di flowline pada posisi-posisi tertentu
dimana hal ini dapat menurunkan tekanan downstream
d. Terjadinya collapse pada flowline sehingga menurunkan diameter aliran sehingga dapat
meningkatkan tekanan pada up stream.
e. Penyumbatan akibat endapan paraffin.
f. Meningkatnya temperature
g. Naiknya kecepatan alir
h. Naiknya GOR

2. Penurunan Tekanan
Penurunan tekanan biasanya disebabkan adanya kebocoran disepanjang flowline yang
disebabkan oleh:
a. Chemical Corrosion
b. Electrical Corrosion
c. Abrasi
d. Rusaknya lapisan
e. Kerusakan pipa dari manufaktur
f. Pecah akibat tekanan yang berlebihan
g. Pecah akibat sabotase.
SAFETY OPERATION
Flow line diproteksi dari tekanan kepala sumur yang berlebihan dengan menggunakan
safety valve pada well head. Telah diketahui bahwa cairan dan gas akan mengembang bila
temperature naik. Bila flowline berada pada kondisi static dan tertutup pada ujungnya
maka dengan meningkatnya temperature lingkungan sekitarnya menyebabkan terjadinya
pengembangan fluida dan gas didalam pipa yang mengakibatkan naiknya tekanan didalam
pipa. Dalam hal ini untuk mencegah pecahnya pipa maka dipasanglah relief valve pada
posisi tertentu sebelum masuk ke arrival manifold. Relief valve ini diset lebih rendah dari
tekanan operasi maksimum dan akan membuang kelebihan tekanan dari sistem. Lokasi
relief valve dipilih untuk alasan-alasan keamanan karena semua hasil buangan dikirim
kesatu titik yang disebut dengan burning pit.