Anda di halaman 1dari 4

HAK DAN KEWAJIBAN SERTA HUBUNGAN

KEDUANYA

Disusun Oleh :

SRI MULYANI (P1337420216121)

TINGKAT IIC

Dosen Pembimbing :

Elly Hasan Sadeli

PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Tahun Ajaran 2017

1. Cobalah Anda telusuri berbagai sumber lain tentan hak dan kewajiban
2. Dari berbagai sumber yang Anda pelajari itu, kemukakan apa itu hak dan apa
itu kewajiban; serta bagaimana hubungan diantara keduanya

Hak secara definitif merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai


pedoman berprilaku, melindungi, kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya
peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. Hak mempunyai
unsur-unsur sebagai pemilik hak, ruang lingkup penerapan hak dan pihak yang
bersedia dalam penerapan hak. Ketiga unsure tersebut menyatu dalam pengertian
dasar hak. Dengan demikian hak merupakan unsur normatif yang melekat pada
diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada dalam ruang lingkup hak
persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu
atau dengan instansi (ICCE, 2003).

Hak telah terpatri sejak manusia lahir dan melekat pada siapa saja.

Diantaranya adalah hak kemerdekaan, hak mahluk dan harkat kemanusian, hak

cinta kasih sesama, hak indahnya keterbukaan dan kelapangan, hak bebas dari rasa

takut, hak nyawa, hak rohani, hak kesadaran, hak untuk tentram, hak untuk

memberi, hak untuk menerima, hak untuk dilindungi dan melindungai dan

sebagainya (Mansur, 1999).

Kewajiban ialah sesuatu yang harus di laksanakan oleh seseorang ataupun

masyarakat luas dengan norma ataupun peraturan yang telah mengatur

sebagaimana hal tersebut dijalankan. Menurut Undang-undang No. 39 Tahun 1999

Kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak

dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksananya dan tegaknya hak asasi manusia.

Mengenai hubungan antara hak-kewajiban (rights-duty), Patton (2002)

menegaskan bahwa antara keduanya terdapat beberapa relasi hukum, yang


masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Menurutnya, ada 4 unsur

mutlak terpenuhinya hak hukum yaitu:

(1) The holder of the rights;

(2) The act of forbearance to which the right relates;

(3) The res concerned ( the object right );

(4) The person bound by the duty.

Every rights, therefore, is a relationship between two or more legal

persons, and only legal persons can be found by duties or be the holders of legal

rights. Rights and duties are correlatives, that is we cannot have a right without

corresponding duty or a duty without a corresponding right.

Tidak ada hak tanpa kewajiban atau sebaliknya hal ini bahwa hukum

berbeda dengan hak dan kewajiban walaupun keduanya tidak dapat dipisahkan

sehingga lahirlah hak dan kewajiban.


DAFTAR PUSTAKA

Patton, M.Q. 2002.Qualitative Research & Evaluation Methods. California. Sage


Publications, Inc.
Mansur Fagih, Panduan Pendidikan Polik Rakyat, Yoqyakarta: Insist, 1999, hlm.
17
Tim ICCE. 2003. Demokrasi HAM Masyarakat Madani. Jakarta. Hal. 199