Anda di halaman 1dari 3

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat yang telah Allah berikan

kepada kita. Karena dengan bersyukur, Allah akan tambahkan nikmat-Nya kepada kita.
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu QS.
Ibrahim : 7. Betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita sehingga kita tidak akan
bisa menghitungnya. Dan jika kamu menghitung - hitung nikmat Allah, niscaya kamu
tidak dapat menentukan jumlahnya QS. An Nahl : 18

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita, Muhammad Shallallahu
alaihi wa sallam, penutup para nabi dan pemimpin para rasul. Serta kepada keluarga dan
seluruh sahabatnya.

Kecenderungan manusia cinta terhadap harta

Harta merupakan salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Taala yang dikaruniakan kepada
umat manusia. Siapa yang tidak suka dengan yang satu ini ? Allah Subhanahu Wa Taala
berfirman : Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan
di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS. Ali Imran : 14. Maka dari itu, tidak
heran bila kebanyakan manusia cinta kepada harta. Beragam cara pun dilakukan untuk
memperolehnya. Halal haram, bagi sebagian orang, adalah nomor kesekian. Yang
terpenting adalah kebutuhan terpenuhi dan gaya hidup terpuaskan. Maka, jika sudah seperti
ini, harta tidak lagi menjadi rahmat, namun menjadi celah turunnya adzab. Karena pada
hakekatnya harta itu adalah cobaan dari Allah. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu
hanyalah cobaan (bagimu) dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS. At Taghabun : 15.

Manusia adalah makhluk Allah yang berjati diri amat dzalim dan bodoh. Sebagaimana yang
Allah telah sifatkan dalam QS. Al Adzab : 72 Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan
amat bodoh, Terbukti, tatkala harta menghampiri, ketertarikan hati pun tak bisa dipungkiri
lagi. Kita benar-benar amat mencintainya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Taala telah
tegaskan : dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. QS. Al
Fajr : 20 . Bahkan karena terlalu cintanya terhadap harta, kita jadi bakhil. Sebagaimana
firman Allah dalam QS. Al Adiyaat : 7 dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya
kepada harta. Maka dari itu Allah Tabaroka wa Taala telah memperingatkan kita Hai
orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu
dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-
orang yang rugi. QS. Al Munafiqun : 9

Infaq kan hartamu (di jalan Allah), Allah akan berinfaq kepadamu

Allah Subhanahu wa Taala berfirman di dalam Surat Al Baqarah ayat 261 : Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir :
seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata : Ayat ini merupakan permisalan dari Allah SWT
tentang keutamaan orang yang berinfaq di jalan-Nya dan mengharapkan keridhaan-Nya,
dan sesungguhnya satu kebaikan akan dilipatgandakan ganjarannya sepuluh kali lipat
hingga tujuh ratus kali lipat . Untuk itu Allah Subhanahu wa Taala berfirman
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah

Sa`id bin Jubair radhiyallahu `anhu berkata, Yakni berinfaq di jalan ketaatan kepada Allah
Subhanahu wa Taala.

Syabib bin Bisyr berkata, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhu beliau berkata,
Satu dirham yang diinfaq kan di atas jalan jihad dan haji akan dilipatgandakan tujuh ratus
kali lipat. Kemudian Allah Azza Wa Jalla berfirman, Adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Ayat ini memberikan isyarat kepada orang-orang mukmin
bahwa amal shalih akan dipelihara (dikembang biakkan) oleh Allah SWT untuk pemiliknya,
sebagaimana seseorang yang menanam satu bulir benih di tanah yang baik lagi subur. Dan
telah sampai kepada kita sunnah yang menjelaskan bahwa satu kebaikan akan
dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wa Taala ganjarannya hingga tujuh ratus kali lipat.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhu- ia berkata, tatkala ayat ini turun (Al-Baqarah: 261)
Rasulullah SAW berkata, Wahai Rabbku tambahkanlah (untuk) umatku. Maka turunlah
surat Al-Baqarah ayat 245, Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman
yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan
pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Lalu Rasulullah SAW berkata
kembali, Wahai Rabbku tambahkan untukku. Maka turunlah surat Az-Zumar ayat 10,
Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu. Orang-
orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.
(QS. Az-Zumar: 10)

Kemudian Allah SWT berfirman, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Yakni sesuai dengan kadar keikhlasannya dalam
beramal.

Saudaraku kaum muslimin -semoga dirahmati oleh Allah- memang benar kalau kita
pergunakan logika, uang 10 ribu jika kita berikan kepada fakir miskin / anak yatim / kita
amalkan di masjid sejumlah 5 ribu maka uang kita tinggal 5 ribu rupiah. Tapi perlu diketahui
juga bahwa agama ini bukan logika melainkan dalil. Karena kalau kita membaca Al Quran
surat Saba ayat 39, maka akan kita temui sejelas-jelas dalil dimana Allah Tabaroka Wa
Taala telah berfirman : Dan apa yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.
Ini menunjukkan bahwa orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, maka Allah akan
menggantinya. Sebagaimana hadits Qudsi yang termaktub dalam kitab Shahih Bukhari, dari
jalan sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu, Allah Subhanahu wa Taala berfirman :
Berinfaq lah kamu, niscaya Aku (Allah) memberi infaq kepadamu.
Keutamaan Infaq dan Shodaqoh

Infaq dan shodaqoh memiliki fadhilah (keutamaan) dan faedah yang sangat banyak,
diantaranya:

1. Ia bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah SAW, bersabda: " Sesungguhnya


shadaqah secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Rabb (Allah)"
(Shahih At-targhib)
2. Menghapuskan kesalahan seorang hamba, beliau bersabda: "Dan Shadaqah bisa
menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api" (Shahih At-targhib)
3. Orang yang besedekah dengan ikhlas akan mendapatkan perlindungan dan
naungan Arsy di hari kiamat. Rasulullah saw bersabda: "Tujuh kelompok yang akan
mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali
naungan-Nya diantaranya yaitu: "Seseorang yang menyedekahkan hartanya
dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diinfaqkan oleh tangan kanannya." (Muttafaq 'alaih)
4. Sebagai obat bagi berbagai macam penyakit baik penyakit jasmani maupun rohani.
Rasulullah saw, bersabda: "Obatilah orang-orang yang sakit diantaramu dengan
shadaqah." (Shahih At-targhib) beliau juga bersabda kepada orang yang
mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: "Jika engkau ingin melunakkan hatimu
maka berilah makan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim." (HR.
Ahmad)
5. Orang yang berinfaq akan didoakan oleh malaikat setiap hari sebagaimana sabda
Rasulullah saw: "Tidaklah dating suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang
salah satunya mengatakan, "Ya, Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu
balasan, dan yang lain mengatakan, "Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil
kebinasaan (hartanya)." (Muttafaq 'alaihi)
6. Orang yang membayar zakat akan Allah berkahi hartanya, Rasulullah saw
bersabda: "Tidaklah shadaqah itu mengurangi harta." (HR. Muslim)
7. Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah, (QS. Al-Baqarah: 245)
8. Shadaqah merupakan indikasi kebenaran iman seseorang, Rasulullah SAW
bersabda, "Shadaqah merupakan bukti (keimanan)." (HR.Muslim)
9. Shadaqah merupakan pembersih harta dan mensucikannya dari kotoran,
sebagaimana wasiat beliau kepada para pedagang, "Wahai para pedagang
sesungguhnya jual beli ini dicampuri dengan perbuatan sia-sia dan sumpah oleh
karena itu bersihkanlah ia dengan shadaqah." (HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah
juga disebutkan dalam Shahih Al-Jami').

Inilah beberapa manfaat dan faidah dari infaq, dan shadaqah yang disebutkan dalam Al-
Qur'an dan Sunnah, kita memohon semoga Allah Subhanahu wa Taala menjadikan kita
termasuk orang-orang yang senang berinfaq dan bershadaqah dengan ikhlas karena
mengharap wajah dan keridhaan-Nya, amin ya rabbal 'alamin.