Anda di halaman 1dari 10

TATA TERTIB PROGRAM KEAHLIAN

1. Seluruh siswa harus hadir di sekolah selambat-lambatnya 15 menit sebelum pelajaran


dimulai.
2. Siswa yang datang terlambat datang kesekolah diwajibkan melapor ke petugas piket.
3. Setiap hari senin diwajibkan mengikuti kegiatan upacara bendera.
4. Setiap siswa atau siswi yang tidak masuk sekolah dikarenakan sakit atau ijin, wajib
memberi tahukannya kepada wali kelas melaui surat atau media lainnya.
5. Setiap siswa atau siswi yang tidak masuk dikarenakan sakit, sekurang-kurangnya tiga hari
berturut-turut, diwajibkan untuk memberikan surat keterangan sakit dari dokter.
6. Seluruh siswa atau siswi diwajibkan membaca doa sebelum memulai belajar di kelas
dipimpin oleh ketua kelas dengan diringi salam.
7. Setiap siswa atau siswi diwajibkan membawa kelengkapan belajar.
8. Siswa/I tidak diperbolehklan keluar kelas pada saat jam pelajaran berlangsung, terkecuali
mendapat ijin dari guru yang bersangkutan.
9. Siswa/I yang meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran berlangsung diharuskan
untuk memberitahukannnya kepada petugas piket oleh orang tua wali yang bersangkutan.
10. Seluruh siswa/siswi SMK YKTB 3 Bogor wajib menjaga nama baik sekolah
11. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor harus membiasakan mengucapkan salam.
12. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor dilarang membeli makanan /minuman diluar
lingkungan sekolah dan membawa makanan/minuman ke dalam ruangan kelas.
13. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor harus ikut menjaga barang-barang milik sekolah.
14. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor membiasakan diri gemar bersodakoh, bersikap
santun dan menghormati sesama.
15. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor diwajibkan untuk mengenakan pakaian dan atribut
yang ditentukan sekolah.
16. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor harus menjaga kebersihan, ketertiban dan
keindahan lingkungan sekolah.
17. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor dilarang mengotori dan merusak sarana milik
sekolah.
18. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor dilarang melakukan permusuhan dan perkelahian.
19. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor dilarang membawa buku maupun barang mainan
yang tidak berhubungan dengan pelajaran sekolah tanpa ijin guru.
20. Seluruh siswa/I SMK YKTB 3 Bogor membawa alat komunikasi seperti hand phone dan
alat komunikasi lainnya tanpa seijin guru.

TATA TETIB PROGRAM KEALIAN

TEKNIK KENDARAAN RINGAN

TATA TERTIB BENGKEL TEKNIK KENDARAAN RINGAN

Pasal 1

PRAKTEK TEKNIK KENDARAAN RINGAN

1. Praktek berlangsung setiap satu minggu sekali sesuai dengan jadwal pemelajaran dimana
tiap-tiap kelompok kerja terdiri atas siswa dalam satu kelas
2. Jumlah hari praktek ditentukan berdasarkan jumlah waktu efektif praktek selama 1
semester dengan jumlah kelompok kerja
3. Dalam tiap semester siswa wajib mengikuti program tersebut secara penuh dan diatur
oleh sekolah bersama Program Keahlian

Pasal 2

WAKTU PELAKSANAAN PRAKTEK

1. Praktek berlangsung pada hari Senin sampai dengan hari Sabtu


2. Praktek bengkel pagi :
1. Praktek bengkel pagi dimulai pukul 07.00 TEPAT dan diakhiri pukul 12.40,
kecuali hari jumat pada pukul 10.30 WIB
2. Istirahat pagi dilaksanakan pada pukul 10.00 s/d 10.15 kecuali hari jumat tidak
ada istirahat
3. Selama jam istirahat, peserta diijinkan untuk melaksanakan praktek dengan ijin
instruktur dan atau toolman
4. Pembersihan bengkel (cleaning) :
Cleaning dilakukan 15 menit sebelum praktek berakhir untuk hari senin s/d sabtu dan
dilaksanakan oleh semua siswa yang terlibat praktek
Siswa DILARANG meninggalkan bengkel sebelum bengkel dalam keadaan bersih,aman
dan alat tertata rapi sebagaimana mestinya

1. Setiap akhir praktek boleh dilakukan overlaping/jam tambahan dengan persetujuan


instruktur dan toolman
2. Praktek sore hari :
1. Praktek sore hari dimulai pukul 13.30 tepat dan diakhiri pukul 17.00 WIB
2. Istirahat dilakukan pada pukul 15.30 s/d 15.45 untuk hari senin s/d sabtu
3. Selama jam istirahat, siswa diijinkan untuk melanjutkan praktek dengan
persetujuan/ijin instruktur atau toolman
4. Pembersihan bengkel (cleaning) :

Cleaning dilakukan 15 menit sebelum praktek berakhir untuk hari senin s/d sabtu dan
dilaksanakan oleh semua siswa yang terlibat praktek
Siswa DILARANG meninggalkan bengkel sebelum bengkel dalam keadaan bersih,
aman dan alat tertata rapi sebagaimana mestinya

1. Teori berlangsung di dalam bengkel dan atau diluar bengkel yang waktunya diatur sendiri
oleh guru mata diklat/instruktur
2. Jam-jam diluar ketentuan tersebut dapat dipergunakan untuk melunasi jam minus,
melaksanakan kompensasi dan atau menabung jam plus untuk dikemudian hari diambil
dengan persetujuan/perintah instruktur

Pasal 3

SISTEM PRAKTEK TEKNIK KENDARAAN RINGAN

1. Tahap I (kelas I) : Di sesuaikan dengan dasar kompetensi kejuruan & kompetensi


kejuruan kelas X
2. Tahap II (kelas 2 ) : Di sesuaikan dengan dasar kompetensi kejuruan & kompetensi
kejuruan kelas XI
3. Tahap III (kelas 3) : Di sesuaikan dengan dasar kompetensi kejuruan & kompetensi
kejuruan kelas XII dan pesiapan Ujian Kompetensi Nasional (ujian praktek) dan Ujian
Nasional Kejuruan (teori kejuruan)
4. Syarat-syarat untuk menempuh masing-masing tingkat adalah harus bebas
tanggungan/tugas/remidi dari tingkat sebelumnya dan diatur dalam instruksi kerja
masing-masing Program Keahlian

Pasal 4

PAKAIAN PRAKTEK

1. UMUM
1. Setiap siswa yang datang ke bengkel dalam rangka urusan praktek maupun yang
lain HARUS berpakaian sopan dan rapi (berbaju seragam sekolah dan bersepatu)
2. Siswa DILARANG berambut panjang dan atau berkuku panjang. Panjang rambut
maksimal diatas kerah dan tidak menutupi mata dan tidak diwarna
3. TEORI
1. Selama mengikuti teori, siswa WAJIB berpakaian sopan dan rapi
(seragam pada hari tersebut lengkap dengan atribut dan bersepatu )
2. Selama mengikuti teori, siswa DILARANG memakai topi dan atribut
yang bukan merupakan identitas sekolah
3. PRAKTEK BENGKEL
1. Setiap siswa HARUS berpakaian seragam praktek yang warna
dan modelnya sudah ditentukan, bersepatu tertutup dan atau
pakaian yang dipersyaratkan dalam Instruksi Kerja
2. Siswa HARUS menanggalkan segala atribut yang dapat
membahayakan keselamatan selama praktek seperti gelang/kalung
dan sejenisnya

Pasal 5

PELAKSANAAN UJIAN

1. Ujian adalah cara menilai tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi yang telah
dipelajari sebelum beralih pada kompetensi yang lebih tinggi
2. Semua siswa WAJIB mengikuti ujian sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
3. Ujian dilaksanakan melalui 2 tahap :
1. Tahap I : merupakan ujian akhir kompetensi yang dilaksanakan pada tiap
akhir kompetensi/akhir pembelajaran yang mekanismenya ditentukan oleh guru
mata diklat bersama kurikulum untuk menentukan kanaikan kelas/kenaikan
tingkat
2. Tahap II : merupakan Ujian Akhir Nasional yang disebut juga Uji
Kompetensi Produktif yang dilaksanakan secara Nasional bersama dengan pihak
sekolah dan Dunia Usaha / Dunia Industri
3. Tahap III : Ujian Nasional Teori Kejuruan merupakan ujian akhir teori
bersama mata diklat/mata pelajaran UNAS yang lain untuk menentukan
kelulusan.
4. Ujian Tahap I digunakan untuk menentukan kenaikan kelas dengan Kreteria
Ketuntasan Minimal KKM = 70 dan Tahap II/III digunakan untuk menentukan
kelulusan

Pasal 6

KEHADIRAN

1. Pencatatan kehadiran siswa dilakukan setelah siswa memakai pakaian kerja dan atau
menggunakan tanda tangan
2. Pencatatan kehadiran dilaksanakan oleh instruktur praktek atau yang mewakili
3. Keterlambatan hadir dikenai sangsi yang besarnya disesuaikan dengan tingkat
keterlambatan

Pasal 7

PRINSIP DAN JENIS SANGSI TERHADAP PELANGGARAN

1. Setiap siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib dan peraturan praktek akan
dikenai sangsi sesuai dengan jenis dan bobot pelanggaran.
2. Jenis sangsi :
1. WAJIB LAPOR
2. Denda alat/kerja lembur
3. JAM MINUS yaitu jam ketidakhadiran siswa dalam mengikuti praktek sesuai
dengan jadwal yang ditetapkan dan bukan kompensasi/hukuman/denda atas
kerusakan/kehilangan alat atau mesin
4. KOMPENSASI yaitu waktu wajib praktek yang ditambahkan sebagai sangsi
dan harus dibayar dengan wajib kerja praktek dengan satuan terkecil 0,5 jam. Jika
selama waktu libur digunakan untuk wajib praktek dan ternyata tidak cukup untuk
mengganti jam yang ditinggalkan maka sisa kompensasi harus dibayar dengan
penggantian alat atau pekerjaan lain yang mendidik.
5. Peringatan lisan
6. Peringatan tertulis
7. Pencabutan hak untuk mengikuti praktek (dikeluarkan/dikembalikan ke sekolah)
8. Daftar tentang jumlah jam minus dan kompensasi dapat dilihat pada papan
pengumuman setiap 2 minggu.

Pasal 8

PELANGGARAN TATA TERTIB DAN SANGSINYA

1. KETERLAMBATAN HADIR

Keterlambatan hadir pada jam teori maupun praktek dikenai sangsi jam minus yang dirinci sbb :

1. Keterlambatan 16 s/d 20 menit dikenai sangsi dari Instruktur


2. Keterlambatan 20 s/d 30 menit dikenai sangsi dari Kepela Program TKR
3. Keterlambatan diatas 30 menit siswa tersebut di SERAHKAN kepada petugas BP/ BK
untuk di proses.
4. Keterlambatan dengan ijin sebelumnya dan disertai alasan yang logis dikenai jam minus
yang besarnya sama dengan waktu yang ditinggalkan (1 hari jam minus untuk ijin 1 hari)
5. Berkaitan dengan pasal 8 ayat 1c, siswa yang bersangkutan di ijinkan mengikuti praktek
pada hari itu dengan membawa REKOMENDASI mengikuti praktek dari GURU BP /
BK.
6. KETIDAKHADIRAN
1. Ketidakhadiran yang direncanakan harus diajukan paling lambat 1 hari
sebelumnya kepada instruktur yang bersangkutan dengan menggunakan
PERMOHONAN IJIN TIDAK MASUK ( F_ijin_sis)
2. Ketidakhadiran yang diijinkan dikenai jam minus yang besarnya sama dengan
waktu yang ditinggalkan dengan pembulatan ke atas.
3. Ketidakhadiran karena sakit yang diperkuat dengan surat keterangan dokter
dikenakan jam minus dari jumlah jam yang ditinggalkan.
4. Ketidakhadiran TANPA IJIN dikenakan jam minus yang besarnya 3 x waktu
praktek yang ditinggalkan dengan pembulatan keatas.
5. Ketidakhadiran berturut-turut selama 3 HARI TANPA
KETERANGAN/PEMBERITAHUAN kepada instruktur dan atau wali kelas
maka siswa yang bersangkutan dicabut haknya untuk mengikuti praktek
(dikeluarkan) sampai siswa yang bersangkutan menyelesaikan/melunasi jam
minus.
7. MERUSAK/MENGHILANGKAN FASILITAS/BARANG MILIK BENGKEL
1. Siswa yang tanpa sengaja menyebabkan rusaknya barang milik bengkel maka
dikenai sangsi berupa kompensasi yang besarnya ditentukan berdasarkan
kesepakatan antara kelompok kerja praktek dengan instruktur
2. Siswa yang dengan sengaja merusak barang milik bengkel dikenai sangsi
pencabutan hak mengikuti praktek dan yang bersangkutan dikenai sangsi
penggantian alat yang rusak (F_kompen_ALAT)
3. Menghilangkan barang milik bengkel menyebabkan siswa/kelompok kerja
dikenakan sangsi denda yang besarnya ditentukan oleh jurusan.
4. Hal-hal lebih lanjut dapat dilihat pada Instruksi Kerja Penanganan
Kerusakan/Kehilangan alat (IK_KTS_SIS)
5. Kehilangan barang yang bukan milik Bengkel selama praktek maka kelompok
kerja wajib mengganti yang nilainya dari nilai barang yang hilang.
1. PELANGGARAN PERATURAN PAKAIAN PRAKTEK, RAMBUT ,KUKU & HAND
PHONE, dan ATRIBUT ILEGAL
1. Siswa yang tidak memakai seragam sebagaimana yang ditetapkan bengkel maka
siswa yang bersangkutan DILARANG mengikuti praktek
2. Ketidaktaatan terhadap potongan rambut, kuku dan atribut ilegal lain akan
dilakukan penertiban pada saat itu dan yang bersangkutan dikenakan jam minus
sebesar waktu penertiban
3. Siswa yang memakai atribut/aksesoris yang bukan atribut sekolah maka dilakukan
penertiban dan atau penyitaan kemudian yang bersangkutan diberi peringatan
4. Siswa DILARANG menggunakan/bermain HP pada saat kegiatan praktek/KBM
berlangsung tanpa seijin instruktur/toolman
5. Siswa yang bermain HP pada saat jam praktek berlangsung maka dilakukan
peringatan dan apabila diperlukan dilakukan PENERTIBAN/PENYITAAN
sementara sampai batas waktu yang tidak di tentukan hingga siswa yang
bersangkutan benar-benar tertib atau perubahan yang lebih baik.
2. BERKELAHI, BERBUAT ASUSILA dan sejenisnya
1. Siswa yang terlibat PERKELAHIAN dengan alasan apapun dan diketahui staff
instruktur maka yang bersangkutan dikenai sangsi pencabutan hak mengikuti
praktek/pelatihan (dikeluarkan)
2. Siswa yang terbukti menyebarkan/memutar GAMBAR/VIDEO PORNO
dilingkungan sekolah dengan alasan apapun maka yang bersangkutan diberikan
peringatan dan atau pemanggilan orang tua, dan bila diperlukan dikeluarkan dari
sekolah
3. Terkait dengan pasal 8 point 5b maka HP yang bersangkutan ditahan sekurang-
kurangnya 2 BULAN sampai batas waktu yang tidak ditentukan
4. Siswa yang terbukti melakukan perbuatan ASUSILA & SEJENISNYA maka
yang bersangkutan diberikan peringatan dan bila diperlukan dicabut haknya untuk
mengikuti pelajaran/praktek atau dikembalikan ke orangtuanya
3. MEMPUNYAI JAM MINUS DAN ATAU KOMPENSASI PADA AKHIR TAHUN
AJARAN
1. Tidak mempunyai jam minus pada akhir tahun ajaran adalah salah satu syarat
untuk kelulusan mata diklat produktif
2. Dalam liburan maka siswa yang bersangkutan diwajibkan melakukan kerja
lembur guna membayar jam minus dan atau kompensasi sampai lunas
3. Bila kerja lembur tidak cukup untuk membayar jam minus maka siswa yang
bersangkutan dikenakan sangsi berupa peminjaman alat atau pekerjaan lain yang
bersifat mendidik
4. MEMPUNYAI JAM MINUS MAKSIMAL
1. Jam minus maksimal yang masih berlaku bagi siswa untuk mengikuti praktek
adalah 15 jam atau setara dengan 3 hari untuk kelas 1 dan 2 serta 18 jam setara
dengan 3 hari untuk kelas 3
2. Jika jumlah jam minus maksimum tersebut terlampaui maka yang bersangkutan
diberikan peringatan tertulis serta diwajibkan untuk kerja lembur guna
melunasi/mengurangi jam minus tersebut

Pasal 9

PELAKSANAAN SANGSI JAM MINUS

1. JAM MINUS DAN ATAU KOMPENSASI


1. Pelaksanaan sangsi jam minus dan atau kompensasi diatur sesuai dengan keadaan
bengkel/ruang dan kesepakatan dengan instruktur mata diklat
2. Sebelum melakukan kerja lembur guna membayar jam minus atau kompensasi
maka siswa mendaftarkan diri kepada instruktur untuk memperoleh ijin
3. Siswa yang memiliki jam minus dan atau kompensasi sewaktu-waktu dapat
diwajibkan oleh instruktur untuk melaksanakan kerja lembur guna membayar jam
minus atau kompensasi
2. DENDA PENGGATIAN ALAT
1. Sangsi yang berupa kompensasi kerusakan/kehilangan alat harus dilunasi yang
besarnya sesuai dengan keputusan bersama antara kelompok kerja dan instruktur
dalam F_KOMPEN_ALAT
2. Bagi siswa/kelompok kerja yang tidak melaksanakan sangsi kompensasi maka
yang bersangkutan diberikan peringatan tertulis sampai dilaksanakan kompensasi
penggantian alat
3. Ketidaktaatan akan point a dan b akan dikenakan peringatan yang kedua dan jika
dirasakan perlu maka yang bersangkutan di non aktifkan dari kegiatan belajar
mengajar produktif maupun yang lain.
4. Sangsi penggantian alat pada kelompok kerja/praktek dimaksudkan untuk
mendidik agar ada rasa tanggungjawab bersama dalam bekerja serta disiplin
alat/mesin

Pasal 10

PENEGAK ATURAN

1. Aturan diterapkan dan ditegakkan secara kolektif serta dikoordinasikan oleh semua
komponen Program Keahlian
2. Komponen Program Keahlian yang dimaksud adalah : Kepala Program, Kepala Bengkel,
Wali Kelas, Instruktur/guru,Toolman dan komponen lain yang mendukung

Demikian Instruksi Kerja ini di buat untuk di pahami dan di taati bersama semua siswa Jurusan
Teknik Kendaraan Ringan dan apabila ada ketidaksesuaian maka akan direvisi sebagaimana
mestinya.