Anda di halaman 1dari 6

Tulang adalah organ vital yang berfungsi untuk alat gerak pasif, proteksi alat-alat di

dalam tubuh, pembentuk tubuh, metabolisme kalsium, mineral dan organ hemopoetik.
Komponen-komponen utama dari jaringan tulang adalah mineral-mineral dan jaringan
organik (kolagen dan proteoglikan). Kalsium dan fosfat membentuk suatu kristal garam
(hidroksiapatit), yang tertimbun pada matriks kolagen dan proteoglikan. Matriks organic
tulang disebut juga sebagai osteoid. Sekitar 70% dari osteoid adalah kolagen tipe I yang kaku
dan memberikan ketegangan tinggi pada tulang. Materi organik lain yang juga menyusun
tulang berupa proteoglikan seperti asam hialuronat.
Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan jaringan pengikat padat khusus yang terdiri atas sel
kondrosit, dan matriks. Matriks tulang rawan terdiri atas sabut-sabut protein yang terbenam di
dalam bahan dasar amorf. Berdasarkan atas komposisi matriksnya ada 3 macam tulang rawan,
yaitu :
(1) tulang rawan hialin, yang terdapat terutama pada dinding saluran pernafasan dan
ujung-ujung persendian;
(2) tulang rawan elastis misalnya pada epiglotis, aurikulam dan tuba auditiva; dan
(3) tulang rawan fibrosa yang terdapat pada anulus fibrosus, diskus intervertebralis,
simfisis pubis dan insersio tendo-tulang.
Tulang rawan adalah bentuk khusus jaringan ikat, dengan fungsi utama menyokong
jaringan lunak. Tulang ini terdiri atas sel-sel (kondrosit dan kondroblas) dan matriks (serat
dan substansi dasar). Matriksnya merupakan campuran protein dan karbohidrat yang disebut
kondrin. Matriks tulang rawan yang terbentuk diantara sel-sel tulang rawan mengandung
banyak serat kolagen atau serat elastin serta sedikit zat kapur yang memberi kekuatan dan
kelenturan. Akibatnya, tulang rawan memiliki kekuatan renggang, penyokong struktural, dan
memungkinkan fleksibilitas tanpa distorsi.
Tulang rawan terdiri dari tiga tipe yaitu:
1. Tulang rawan hialin
Tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mengandung serat-serat
kolagen dan chondrosit. Pada embrio, tulang rawan hialin berfungsi sebagai model
kerangka bagi kebanyakan tulang yang terbentuk melalui osifikasi endokondral.
Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung
tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung dan rangka janin.
Gambar stuktur tulang rawan hialin

2. Tulang rawan elastis


Tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulang rawan elastis dapat kita
temukan pada daun telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.

Gambar struktur tulang rawan elastis

3. Tulang rawan fibrosa


Tulang yang mengandung banyak sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga
tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan
pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang
pubis.

Gambar struktur tulang rawan elastis


Pada orang dewasa tulang rawan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan anak-
anak. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping
hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi
tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.

Tulang keras (osteon)

Tulang keras merupakan kumpulan sel-sel tulang (osteosit). Sel-sel tulang


mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfor sehingga tulang menjadi keras
dan tidak lentur. Misalnya tulang pipa. Matriks tulang yang tidak padat berongga akan
membentuk tulang kosong (tulang spons), misalnya tulang pipi dan tulang pendek. Tulang
keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka.
Tulang keras dan yang sedang berkembang mengandung empat jenis sel berbeda: sel
osteogenik (osteo progenitor), osteoblast, osteosit, dan osteoklas.

A. SEL OSTEOGENIK
adalah sel induk pleuripoten yang belum berdiferensiasi, berasal dari jaringan
ikat mesenkim.Selama perkembangan tulang, sel osteogenik berproliferasi
melalui mitosis dan berdiferensiasi menjadi osteoblas. Pada tulang dewasa, sel
osteogenik dijumpai di luar (pada jaringan ikat periosteum dan di dalam
lapisan tunggal endosteum internal). Peristeum dan endosteum menghasilkan
osteoblas baru untuk pertumbuhan, remodeling, dan perbaikan tulang.

B. OSTEOBLAS
Sel tulang yang bertanggung jawab terhadap proses formasi tulang, yaitu;
berfungsi dalam sintesis matriks tulang yang disebut osteoid, suatu komponen
protein dalam jaringan tulang. Selain itu osteoblas juga berperan memulai
proses resorpsi tulang dengan cara membersihkan permukaan osteoid yang
akan diresorpsi melalui berbagai proteinase netral yang dihasilkan. Osteoblas
terdapat pada permukaan jaringan tulang. Pada permukaan osteoblas, terdapat
berbagai reseptor permukaan untuk berbagai mediator metabolisme tulang,
termasuk resorpsi tulang, sehingga osteoblas merupakan sel yang sangat
penting pada bone turnoven.
C. OSTEOSIT
Adalah sel utama tulang. Seperti kondrosit pada tulang rawan, osteosit ini pun
terperangkap didalam matriks tulang disekitarnya dan berada di dalam lakuna.
Tetapi, berbeda dengan tulang rawan, hanya terdapat satu osteosit dalam satu
lakuna. Sel tulang yang terbenam didalam matriks tulangsel ini berasal dari
osteoblas, memilliki juluran sitoplasma yang menghubungkan antara satu
osteosit dengan osteosit lainnya dan juga dengan bone lining cell di permukaan
tulang. Fungsi osteosit belum sepenuhnya diketahui, tetapi diduga berperan
pada trasmisi signal dan stimuli dari satu sel ke sel lainnya, serta
mempertahankan matriks tulang. Baik osteoblas maupun osteosit berasal dari
sel mesenkimal yang terdapat di dalam sumsum tulang, periosteum dan
mungkin endotel pembuluh darah. Sekali osteoblas mensintesis osteosid, maka
osteoblas akan berubah menjadi osteosit dan terbenam di dalam osteoid yang
disintesisnya.

D. OSTEOKLAS
Sel tulang multinuklear besar yang terdapat di sepanjang permukaan tulang
tempat terjadinya resorpsi, remodelling dan perbaikan tulang. Pada tulang
trabekular osteoklas akan membentuk cekungan pada permukaan tulang yang
aktif yang disebut: lacuna howship. Osteoklas mula-mula berada di dalam
tulang berasal dari prekursor mirip monosit. Sedangkan pada tulang kortikal,
osteoklas akan membentuk kerucut sedangkan hasil resorpsinya disebut:
cutting cone, dan osteoklas berada di apex kerucut.

Berdasarkan matriksnya tulang dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Tulang Kompak
Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari
saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di
dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.
Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis.
Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat rongga-rongga yang
disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah
saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau
canalis Havers.
Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela
interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.
Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman
dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling
tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.
2. Tulang Spons
Tulang spons memiliki struktur berongga-rongga seperti sarang lebah dengan bobot
lebih ringan daripada tulang kompak, tetapi tetap sangat kuat. Tulang spons tidak memiliki
sistem Havers, tetapi rongga-rongga di dalamnya juga berisi sumsum. Tulang spons terdapat
pada ujung tulang panjang. Rongga-rongga tulang spons pada tulang paha (femur), tulang
lengan atas (humerus), dan tulang dada (sternum) berisi sumsum merah.

BAHAN ANTAR SEL PADA


TULANG
Oleh:
Fadylla Nuansa Citra Bening
141610101046

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Jember
2014