Anda di halaman 1dari 22

STRUCTURAL SYSTEM OF

SHANGHAI WORLD FINANCIAL CENTER

1
I. Sekilas mengenai bangunan Shanghai World Finance Center

Nama Bangunan : Shanghai World Finance Center


Lokasi : No 100, Center Avenue, Pudong New District, Shanghai
Luas Area Proyek : 30.000 m2
Luas Area Bangunan : 14.400 m2
GFA : 381.600 m2
Banyak lantai : 101 lantai diatas tanah dan 3 lantai di bawah tanah
Tinggi Bangunan : 492 m
Struktur : Komposit antara struktur beton bertulang dengan struktur rangka baja
Pemilik Proyek : Shanghai World Finance Center Co., Ltd
Arsitek dan Insiyur Proyek : Mori Building Co., Ltd
Arsitek : Kohn Pederson Fox Associates P.C (KPF)
Irie Miyake Architects & Engineers
Konsultan Struktur : Leslie E. Robertson Associates R.L.L.P (LERA)
Kontraktor : China State Construction Engineering Corporation
Shanghai Construction Group
II. Sejarah Singkat

Awalnya bangunan ini direncanakan untuk dibangun mulai tahun 1997, tetapi prosesnya
terhenti sementara karena Krisis Finansial di Asia di menjelang akhir tahun dekade 1990 dan
kemudian desainnya diubah oleh developer. Pembangunan bangunan ini dibiayai oleh beberapa
firma multinational termasuk Bank China, Jepang dan Hong Kong juga oleh developer Jepang dan
Investor Amerika dan Eropa yang dirahasiakan. Bank Investasi Amerika Morgan Stanley mengatur
pembiayaan untuk Mori Building.
Pondasi mulai dikerjakan tanggal 27 Agustus 1997. Di akhir dekade 1990 the Pierre de Smet
Building Corporation mengalami kesulitan keuangan akibat krisis finansial di Asia di 1997 sampai
1998 yang mengakibatkan proyek tertunda ketika pondasi telah selesai. Tanggal 13 Februari 2003,
Mori Group meningkatkan tinggi bangunan menjadi 492m dan 101 tingkat dari rencana semula
yang hanya 460m dan memiliki 94 tingkat. Bangunan baru menggunakan pondasi semula dan
proyeknya dilanjutkan tanggal 16 November 2003.
Bangunan mencapai ketinggian total 492m pada tanggal 14 September 2007 setelah
pemasangan girder baja terakhir. Cladding Panels terakhir dipasang di pertengahan Juni 2008 dan
instalasi elevator selesai pada pertengahan Juli 2008. Pada tanggal 17 Juli 2008 Shanghai World
Financial Center selesai dan pada tanggal 28 Agustus 2008, SWFC memulai kegiatan bisnisnya
secara resmi dan pada tanggal 30 Agustus 2008, Lantai observatory terbuka untuk publik.
2
III. Pembagian Peruntukan Lantai pada Shanghai World Financial Center

Shanghai World Financial Center ini terdiri dari :


Parkir Basement 3 lantai
Pusat perbelanjaan dan Tempat Konferensi ( lantai 1 5 )
Perkantoran ( lantai 7 77 )
The Park Hyatt Hotel ( lantai 79 93 )
Observation Deck ( lantai 94 100 )

3
IV. Perencanaan Bangunan

Shanghai World Financial Center ini direncanakan dengan menggabungkan 2 bentuk


lengkungan dengan bentuk trapesium. Pada kebudayaan Cina kuno ini menggambarkan mengenai
bumi dan langit. Awalnya pada perencanaan awal hendak digunakan bentuk lingkaran pada
puncaknya, tetapi pemerintah Cina menolaknya karena dianggap menyerupai bendera Jepang.
Pada bangunan tinggi, gempa dan angin merupakan suatu yang sangat mempengaruhi
perencanaan strukturnya. Shanghai World Financial Center didesign untuk menahan typhoon
dengan periode ulang 200 tahun dan gempa dengan periode ulang 2000 tahun. Selain itu, Sistem
struktur lateral pada bangunan ini didesain untuk membatasi story drift di bawah 50 tahun umur
rencana beban angin dengan inter-story drift adalah h/200 di lantai 91 ke bawah.
Besarnya Gaya angin yang terjadi di tiap- tiap tempat dan ketinggian tertentu amat berbeda
satu sama lainnya. Oleh karena itu data yang akurat mengenai iklim dan cuaca di kota Shanghai
benar-benar amat diperlukan. Untuk mendapatkan beban angin yang akurat dalam mendesain
bangunan ini, dilakukan 4 tahap program tes terowongan angin (dilakukan oleh Alan G. Davenport
Wind Engineering Group). Tes-tes tersebut antara lain :
1. Force balance test for structural loads (structure strength) and dynamic response(human
comfort).
2. Pressure test for the development of steady-state and the dynamic pressures and suctions on the
faade (for the design of the faade).
3. Environmental test (for windiness in the streets and courtyards).
4. Aeroelastic test for structural loads

V. Struktur Shanghai World Financial Center


Shanghai World Financial Center secara umum merupakan struktur yang komposit karena
menggabungkan penggunaan beton maupun baja pada konstruksinya. Pada lantai Observatory
( lantai 94 sampai lantai 101) dibangun dengan sistem struktur rangka baja dengan lubang
berbentuk trapesium di antaranya.

4
Struktur utama ini dirancang seperti ini untuk mendukung kekuatan dan beban yang bekerja
pada bangunan yang berasal dari gaya dalam dan beban eksternal seperti gempa bumi, badai dan
angin. Bentuk menara ini dirancang berbentuk trapesium dengan panjang sisi yang sama 58 m
dipotong dengan dua busur yang bergerak dari atas ke bawah sampai kedua busur tersebut bertemu
kembali sehingga bangunan bersisi enam. Bentuk ini bertujuan untuk merespon tegangan dengan
cara terbaik dan mengoptimalkan bahan yang digunakan. Bentuk bangunan ini juga berubah seiring
dengan perubahan tingginya.
Selain itu pada bagian atas bangunan juga terdapat terowongan berbentuk trapesium terbalik
yang berfungsi mengurangi gaya angin yang diterima. Struktur ini direncanakan untuk menerima
gaya gempa sampai 7 skala Richter.
Pada bangunan tinggi seperti Shanghai World Financial Center, berat bangunan sangat
mempengaruhi pada struktur bangunan tersebut. Semakin ringan bangunan akan semakin baik
dalam menerima beban gempa. Untuk mengurangi berat pada bangunan ini dilakukan beberapa
langkah antara lain :
Mengecilkan tebal dari shear wall beton
Memperbesar stiffness dari sistem penahan beban lateral pada keliling bangunan
Menggunakan rangka baja pada bagian atas bangunan
Penggunaan outrigger truss yang cukup ringan untuk mentransfer gaya dari core
Ukuran bangunan mengecil seiring bertambah tingginya bangunan

Pada Shanghai World Financial Center ada tiga sistem struktur yang utama :
a. the mega-frame structure ( struktur mega portal ):
i. mega-diagonals
ii. mega-columns
iii. belt trusses
b. the reinforced concrete and braced steel services core (beton bertulang dan services core
dengan pengaku baja)
c. the outrigger trusses yang menghubungkan services core di tengah bangunan dengan mega-
structure columns; dikombinasikan untuk menahan beban vertikal dan lateral.

5
Gambar Sistem StruktFur Shanghai World Financial Center

Detail Sistem Struktur Shanghai World Financial Center

6
A. Mega-Frame Structure
1. The Diagonals of the Mega-Structure
Diagonal dari megastruktur dibentuk dari Baja struktural. Ketika Box Baja ini akan dipasang,
Box ini diisi dengan beton. Hal ini dilakukan untuk :
Meningkatkan kekakuan diagonal itu sendiri
Structural damping pada bangunan tersebut
Dengan digunakannya mega-diagonal pada bangunan ini sebagai damping, maka beban
lateral yang diterima bisa segera diredam
Mencegah terjadinya buckling pada plat tipis baja yang membentuk box diagonal

Selain itu, untuk menjamin kelekatan / sinergi pada beton yang dicorkan pada bagian dalam
box baja, biasa digunakan stud shear connectors. Sehingga beton dan box baja bisa memberikan
perilaku bersama-sama dalam menahan beban yang terjadi pada bangunan ini.

PENGERTIAN CORE
Menurut Schueller (1989), Core atau inti bangunan adalah suatu tempat untuk meletakan transportasi
vertical, distribusi energi (seperti lift, tangga, wc dan shaft mekanis) serta menambah kekakuan
bangunan. (dengan diperlukannya system struktur dinding geser sebagai penyalur gaya lateral (seperti
tiupan angina atau gempa bumi) pada inti)

7
MACAM-MACAM
Bentuk Inti Bangunan:
Bentuk Inti:
Inti Terbuka (N)
Inti Tertutup (B)
Inti tunggal dengan kombinasi inti liniear (A)

Jumlah Inti:
Inti tunggal
Inti ganda/banyak

Letak Inti:
Inti di dalam (C)
Inti di sekeliling (J)
Inti di luar (M)

Susunan Inti:
Inti Simetris (F)
Inti Asimetris (J)

Geometri bangunan sebagai penentu bentuk bangunan:


Langung (K)
Tidak Langsung (P)

Menurut Juwana (2005), letak inti bangunan tinggi yang berbentu menara (tower) berbeda dengan
bangunan yang berbentuk memanjang (slab), yaitu:
1. Inti pada bangunan bentuk bujur sangkar
Banyak digunakan untuk bangunan perkantoran dengan koridor mengelilingi inti bangunan.
(Ex: Gedung Blok G DKI, Gedung Indosat, One Parak Plaza di Los Angeles)
2. Inti pada bangunan bentuk segitiga
(Ex: Hotel Mandarin di Jakarta, Central Plaza di Hongkong)
3. Inti pada bangunan bentuk lingkaran

8
Biasanya digunakan untuk hunian (apartemen dan hotel) dengan koridor berasa di sekeliling
inti bangunan sebagai akses ke unit-unit hunian.
(Ex: Shin-Yokohama Hotel di Jepang, Marina City di Chicago)
4. Inti pada bangunan bentuk memanjang
Biasanya digunakan untuk fungsi hotel, apartemen atau perkantoran.
Inti di luar bangunan: (Ex: Gedung Central Plaza di Jakarta, Gedung Inlan Steel di Chicago)
Inti di sisi bangunan: (Ex: Hotel Atlet Century, Hotel Horizon dan Wisma Metropolitan di
Jakarta)
Inti di tengah bangunan: (Ex: Shanghai World Finance Center, Shanghai, Cina)
Inti di tengah bangunan memanjang memiliki banyak pola: (Ex: Kantor Depdiknas)
5. Inti pada bangunan dengan bentuk silang
Bentuk bervariasi, silang, Y, T, H, V. Bentuk dimaksudkan untuk mendapatkan luas
lantai tipikal yang cukup luas tetapi tetap dapat memanfaatkan pencahayaan alami. Banyak
digunakan untuk hotel, apartemen dan perkantoran. (Ex: Gedung Patra Jasa di Jakarta)
6. Inti pada bangunan bentuk Y
(Ex: Gedung Unilever di Hamburg, Jerman)
7. Inti pada banguan dengan bentuk acak
Inti bangunan terletak di luar titik berat massa bangunan dan ditempatkan secara acak kurang
menguntungkan bagi perencanaan bangunan tanpa gempa. (Ex: Conrad Intl Centennial di SG)

BAHAN STRUKTUR CORE


Inti dari bahan pembuatnya dapat menggunakan baja, beton ataupun gabungan keduanya (beton
tulang) yang disebut sebagai inti structural. Selain itu, inti dari material lain seperti dinding biasa
(batu bata, celcon dll) disebut sebagai inti non-struktural karena tidak terlalu kuat menahan gaya
lateral.

Kelebihan-Kekurangan:
Untuk inti dari rangka baja biasa menggunakan kuda-kuda Vierendeel untuk mecapai kestabilan
lateral. Sistem Vierendeel ini cukup fleksibel sehungga hanya digunakan untuk bangunan bertingkat
relatif sedikit. Pengakuan diagonal dari rangka Vierendeel disunakan untuk mecapai kekakuan inti
yang diperlukan untuk bangunan yang lebih tinggi.
Keuntungan inti rangka baja adalah relative cepat perakitan batang-batan prefab.
Yang dimaksud dengan Sistem Vierendeel adalah sistem struktur yang tampaknya sperti rangka

9
batang yang batang diagonalnya dihilangkan tetapi ini bukan rangka batang sehingga bentuk titik
hubungnya sangat kaku. Sistem ini banyak sekali digunakan pada gedung bertingkat, karena sangat
fungsional (tidak menggunakan elemen diagonal) dan lebih efisien. (Schodek, 1999)
Inti dari beton menghasilkan ruang selain juga memikul beban dan pertimbangan khusus terhadap
kebaran tidak diperlukan. Ketiadaan pelenturan pada bahan beton merupakan kelemahannya terutama
terhadap beban gempa.

SISTEM STRUKTUR INTI BANGUNAN


Sistem yang bekerja pada suatu inti bangunan harus dapat menahan gaya lateral yang disebabkan oleh
banyak sumber seperti gempa atau beban baik beban bangunan sendiri atau beban dari luar. Untuk itu
dibutuhkan sistem struktur yang dapat menahan gaya tersebut yaitu sistem struktur dinding geser
(shear wall). Dinding geser (Shear Wall) adalah unsur pengaku vertical yang dirancang untuk
menahan gaya lateral atau gempa yang bekerja pada bangunan. (Schueller, 1989)
Bentuk dinding geser menurut Schueller (1989), yaitu:
Bentuk Inti:
Inti terbuka : bentuk X, I, dan [
Inti tertutup : bujur sangkar, persegi panjang, bulat, segitiga
Inti disesuaikan dengan bentuk bangunan: (10, 15, 20)

Jumlah Inti:
Inti tunggal : (1, 2, 3, 4)
Inti terpisah : (8, 9, 20)
Inti banyak : (4, 10, 12)

Letak Inti:
Inti fasade eksterior : (9)
Inti interior : inti fasade (10), inti di dalam bangunan (1-3. 6-7)
Inti eksentris : (4,9)

Sistem Interaksi
Bersendi : pemberian sendi pada balok rangka untuk memikul beban gravitasi
Vierendeel : pembagian baja pada inti dan struktur rangka

10
Lubang Utilitas (Shaft) dan Jalur Utilitas

Penempatan inti bangunan akan berdampak kepada kemungkinan penempatan jalur distribusi
jaringan utilitas, baik pada arah vertical yang akan berdampak pada rancangan denah bangunan
maupun pada arah horizontal yang berdampak pada potongan bangunan.
Selanjutnya, dalam inti bangunan terdapat sejumlah ruangan yang diatur sedemikian rupa sehingga
jumlah keseluruhan luas inti bangunan tidak melibihi 20% luas tipikal yang ada. Di samping itu, 80%
luas tipikal masih perlu dikurangi dengan jalur sirkulasi horizontal (koridor), sehingga luas efektif
bangunan menjadi berkurang. Sekitar 4% dari luas tipikal digunakan untuk lubang utilitas untuk
sistem mekanikal dan elektrikal, yang umumnya dibagi atas 2 zona distribusi.
Pemisahan lubang untuk ventilasi dan penyegaran udara bertujuan agar tidak terjadi konflik atau
persilangan antar saluran udara (ducting) yang perbandingan panjang dan lebarnya sekitar 1:2 sampai
1:4 dan bahan pelapisnya dapat menahan api selama 2 jam.

Utilitas di dalam Core

Utilitas bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunjang
tercapainya unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudahan komunikasi dan mobilitas dalam
bangunan. Perancangan bangunan harus selalu memperhatikan dan menyertakan fasilitas utilitas yang
dikoordinasikan dengan perancangan yang lain, seperti perancangan arsitektur, struktur, interior dan
lainnya.
Perancangan utilitas di dalam inti bangunan (core) terdiri dari:
1. Perancangan lift
2. Perancangan tangga darurat
3. Perancangan sistem plumbing
4. Perancangan pengolah udara
5. Perancangan instalasi listrik
6. Perancangan telefon
7. Perancangan CCTV dan security system
8. Perancangan tata suara
9. Perancangan pembuangan sampah

11
Inti bangunan

Untuk optimasi dan efisiensi pengunaan ruangan, kebutuhan sirkulasi vertical dan jaringan utilitas
biasanya dipusatkan dan selanjutnya didistribusikan pada arah horizontal ke masing-masing zona atau
ruangan
Tata letak inti pada bangunan tinggi yang berbentuk menara (tower) berbeda dengan bangunan yang
berbentuk memanjang (slab)

Efisiensi bentang inti bangunan 8m (jarak jendela untuk sinar matahari)


Terbuat dari bahan structural & non-structural
Luasan inti bangunan:
Apartement 15%
Kantor 20%
Hotel 25%
RS 30%

Isi Inti bangunan


Lift
Tangga darurat
Kamar mandi
AHU (Air Handling Unit)
ME
Shaft (sampah, laundry, ducting, kebakaran, udara tekan, ventilasi telefon, dll)
Pantry
Gudang

AHU -
ME -

2. The Columns of the Mega-Structure

Kolom dari megastruktur dibentuk dari gabungan antara struktur baja dan beton bertulang.
Struktur Komposit ini diharapkan untuk dapat menerima beban yang lebih besar lagi daripada beton
bertulang saja ataupun kolom baja saja. Karena seperti yang kita tahu bahwa kolom akan dominan
menerima tekan dan gaya aksial lebih ditentukan oleh luasan penampang kolomnya.
12
Pada sambungan mega-diagonals dan kolom, kolom baja harus dalam ukuran yang mampu
secara penuh mentransfer beban dari komponen vertikal pada diagonal menuju kolom komposit dan
meneruskannya pada pondasi.
Untuk usaha mengurangi berat sendiri dari strukturnya, di atas dan di bawah sambungan ini,
ukuran dari kolom baja berkurang. Pada sambungan ini harus dijamin agar dapat menyalurkan beban
dengan baik.
Jauh dari daerah dimana kolom baja mentransfer beban menuju beton, kolom baja hanya
membutuhkan kekuatan yang cukup untuk membawa beban konstruksi dari pekerjaan konstruksi di
atas.

Gambar Sambungan di Mega-Column

3. Belt Trusses

Belt truss adalah struktur rangka batang yang ditempatkan pada kolom-kolom eksterior dan
mengelilingi gedung di sebelah luar. Fungsi dari Belt Truss adalah mengkonversi gaya kopel
horisontal menjadi gaya kopel vertikal untuk diterukan ke kolom selain itu Belt Truss berfungsi untuk
mengurangi besar Drift yang terjadi pada struktur bangunan tinggi, meningkatkan stiffness aksial dan
meningkatkan efisiensi keseluruhan dari sistem.
Penggunaan Belt trusses ini dikarenakan biasanya kolom typical yang umum tidak bisa

13
menerima tambahan gaya lateral sehingga digunakan belt trusses untuk mendistribusikan ke kolom
lain. Sehingga gaya yang diterima suatu kolom tidak terlalu besar.
Mekanisme kerjanya : lantai diafragma yang mempunyai kekakuan yang besar pada bidangnya
(in-plane stiffness) mentransfer momen guling (overturning moment) yang dialami core akibat gaya
lateral menjadi gaya kopel horizontal dari dinding geser ke struktur rangka batang . Selanjutnya belt
truss akan mengkonversi gaya kopel horizontal pada diafragma lantai menjadi gaya kopel vertikal
pada kolom-kolom eksterior.

Pada Shanghai World Financial Tower, elemen belt-truss dan transfer truss terdiri atas
penampang box baja khusus tanpa terisi beton. Karena penggunaan belt-truss melayani hanya lantai
tertentu saja.

14
B. Service Cores

Bangunan ini menggunakan satu inti. Dinding inti pada bangunan ini dibentuk dengan
menggunakan bahan komposit. Luas area inti ini mencapai 750 m2. Dinding inti ini terletak di tengah
bangunan dan bentuk dari dinding inti ini berubah seiring dengan bentuk bangunan yang berubah
makin ke atas.

Kontinuitas dari service core dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian bawah, tengah dan atas.
Bagian bawah ( lantai 1 lantai 59 ) dan bagian tengah ( lantai 60 lantai 79 ) menggunakan
konstruksi shear wall. Pada interchange nya pada lantai 55 59 , diafragma diperkuat untuk
mentransfer gaya geser dengan baik. Sedangkan pada service core atas, core dibuat dari rangka baja.
Pemilihan ini dikarenakan pada lantai tersebut digunakan sebagai hotel. Selain itu, penggunaan
rangka baja mengurangi berat sendiri bangunan lebih banyak daripada penggunaan wall dari baja.
Pada lantai 79, diafragma lantainya juga diperkuat untuk menjamin transfer gaya geser berlangsung
15
dengan baik.

Jenis sistem struktural ini telah memungkinkan untuk mengurangi biaya dan mempercepat
konstruksi lebih dibandingkan dengan sistem tradisional. Karena salah satu tujuan struktural adalah
untuk mengoptimalkan struktur dan bahan-bahan, maka bangunan ini dirancang dengan ketebalan
dinding beton yang tidak terlalu tebal yang merupakan inti pusat. Hal ini dicapai dengan membatasi
kekuatan lateral yang dihasilkan oleh angin dan setiap gempa bumi, yang harus didukung oleh
dinding-dinding batas ini.

Keuntungan Letak Core di tengah bangunan antara lain :


Memudahkan pengguna dalam mencapai tempat dengan lebih cepat karena jarak ke semua
sisi relatif sama dari elevator yang tersedia
Memudahkan pemasangan ducting, elektrikal dapat mencapai seluruh bagian ruangan

Kekurangan Letak Core di tengah bangunan antara lain :


Menggunakan Luas lantai yang cukup banyak sehingga dapat mengurangi Net Rentable Area
sehingga mengurangi pendapatan
Kurang kuat dibandingkan core yang diletakkan pada keliling bangunan

16
C. Outrigger Truss

Outrigger Truss adalah sebuah sistem struktur yang berfungsi untuk mentransfer gaya lateral
yang terjadi pada bangunan tinggi antara portal di keliling bangunan nda elemen vertikal di dalam
bangunan. Elemen outrigger truss terdiri atas penampang box baja khusus berisi beton. (struktur
komposit).
Sistem outrigger truss terdiri dari 3 lapis 3-storey space frames untuk tingginya yang
didistribusikan untuk menghubungkan mega-frame structure dengan services core. Berkaitan dengan
batasan yang diberikan oleh arsitek, outrigger trusses tidak dapat dihubungkan secara langsung
dengan services core. Oleh karena itu, mereka dihubungkan oleh embedded core perimeter trusses
yang mengelilingi service core dan mega-columns pada kedua ujungnya.

D. Elemen Struktur Lain


1. Plat lantai

Sistem struktur plat lantai pada bangunan ini menggunakan sistem diapraghm. Difragma adalah
sebuah sistem struktur yang digunakan untuk mentransfer gaya lateral. Diafragma biasanya berfungsi
ganda sebagai sistem lantai ataupun sistem atap dalam suatu bangunan di mana juga menerima gaya
gravitasi pada bangunan tersebut.
Pada Bangunan Shanghai World Financial Center digunakan diafragma yang dibentuk dari plat
beton bertulang. Tampak pada gambar di bawah beberapa pekerja sedang membendrat tulangan plat
beton bertulang. Kebutuhan tulangan untuk tiap lantainya mencapai 492.000 feet.

17
Dari gambar di atas terlihat bahwa plat lantai bangunan ini mengalami perubahan ukuran dari
lantai bawah ke lantai yang lebih tinggi. Pada gambar tengah atas yang digunakan sebagai kantor
lebih luas daripada gambar kanan atas yang digunakan sebagai kamar hotel.
Menurut kami, penempatan peruntukan tiap lantai pada bangunan Shanghai World Financial
Center sudah tepat. Contoh, pada bangunan kantor diberikan space yang lebih luas sehingga luas
yang dijual lebih luas sehingga income yang didapat bisa lebih besar. Tetapi pada lantai dengan
peruntukan hotel, diberikan luas yang lebih kecil dan diberikan semacam partisi untuk bisa membagi

18
kamar-kamar sehingga akan semakin banyak kamar yang bisa disewakan. Juga untuk pengguna hotel
biasanya adalah turis sehingga penempatan hotel pada tingkat atas akan menjadi nilai tambah bagi
bangunan ini karena bisa sekaligus menjual pemandangan indah yang bisa dilihat dari ketinggian
yang cukup tinggi.

Dari data yang kami miliki, Shanghai World Financial Center juga cukup efisien dalam space
yang bisa dijual. Dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Terlihat pada tabel, dibandingkan dengan bangunan pencakar langit lainnya Shanghai WFC cukup
efisien. Data menunjukkan bahwa space efficiency nya mencapai 70%. Semakin besar NFA maka
akan meingkatkan luas yang bisa dijual, sehingga income yang didapat bisa semakin besar pula.

2. Plat Girder

Balok pada struktur ini menggunakan balok baja mutu tinggi Histar (ASTM A913 - Grade 50).
Beberapa ada yang sampai mencapai ukuran W14 x 16. Keuntungan menggunakan baja Histar :
Mengurangi berat sendiri struktur M
Mengurangi beban pondasi
Meningkatkan dari segi sustainability yaitu dengan berkurangnya berat baja yang dipakai
berarti bahan baku yang dipakai untuk baja juga berkurang (pengurangan dari 30%
hingga 70% dibandingkan dengan baja standar, tergantung pada bangunan)
Mengurangi biaya transportasi
Mempercepat waktu pelaksanaan konstruksi

19
Dapat kita lihat pada gambar bahwa ada pekerja yang sedang mengelas girder yang ada. Kita
juga dapat melihat bahwa pada web girder dilubangi. Hal itu dilakukan untuk mengurangi berat dari
girder itu sendiri karena pada dasarnya balok girder dominan menerima lentur, sedangkan gaya
lentur itu sendiri ditahan oleh bagian flange-nya.

3. Struktur Pondasi

Bangunan ini didukung lattice-shaped foundation wall yang terdiri dari dinding external dan
dinding inti pada dasar menara, plat penahan tekanannya (pressure-resistant plates) memiliki tebal
lebih dari 2 m. Serta didukung dengan tiang pancang sampai kedalaman 78 m di dalam tanah yang
dilengkapi dengan 2,200 pipa baja. Untuk pengecoran plat beton pondasi ini digunakan salah satu
admixturenya polycarboxilate.
Polycarboxilate atau polimer adalah admixture beton termasuk dalam kategori (UHRWR) Ultra
High Range Water Reducing . Bisa berbentuk cair maupun powder dan dapat mengurangi
penggunaan air yang cukup besar hingga 40% jika dibandingkan dengan beton standard , juga dapat
membuat beton mengalir dengan sendirinya tanpa menggunakan alat pemadat/vibrator. Karena

20
pengurangan airnya sangat tinggi dengan water cement ratio 0,25 maka dapat digunakan untuk
mendesain beton mutu tinggi bahkan untuk mutu 100 Mpa. Juga dapat digunakan untuk beton dalam
air ,under water concrete,anti-washout , untuk beton semprot /shotcrete. Hal ini bisa terjadi
dikarenakan adanya halangan steric juga berarti pemisahan partikel karena molekul polimer yang
panjang.

4. Tuned Mass Dampers ( TMD )

Seperti yang kita tahu High-Rise Building rawan dalam menerima beban angin maupun gempa.
Semakin tinggi bangunan, angin yang bertiup di atas semakin kencang, juga semakin tinggi bangunan
akan membuat semakin berat sehingga gaya gempa yang terjadi akan semakin besar. Salah satu
metode yang dikembangkan untuk menerima gempa adalah dengan menggunakan peredam atau
damper untuk mengontrol respon struktur yang menerima pembebanan gempa, dengan jalan dengan
mendisipasikan energi gempa melalui peredam yang dipasang pada struktur utama.
Salah satu sistem penyerap energi adalah Tuned Mass Damper. Tuned Mass Damper (TMD)
adalah sebuah alat yang terdiri dari massa, pegas, dan peredam (damper) yang diletakkan pada
sebuah struktur dengan tujuan untuk mengurangi respon dinamik dari struktur tersebut.
Frekuensi peredam diselaraskan dengan frekuensi struktur utama, sehingga saat sebuah
frekuensi terjadi peredam akan beresonansi terhadap pergerakan struktur. Gaya inersia peredam
tersebut akan mendisipasikan energi pada struktur tersebut. Massa dari peredam tersebut akan
mendistribusikan gaya inersia pada struktur tersebut dalam arah yang berbeda dengan pergerakan
struktur itu sendiri, dengan demikian akan mengurangi goyangan struktur tersebut .
Pada bangunan ini dipasang 2 peredam massa yang terdiri dari 150 ton counterweight pada
lantai ke-90 untuk meningkatkan kenyamanan pada kondisi angin yang kuat yaitu dengan
memperkecil pergoyangan yang terjadi.

21
DAFTAR PUSTAKA

http://enrydusia.blogspot.co.id/2012/10/shanghai-world-financial-center.html
http://www.academia.edu/23608194/Struktur_Bangunan_berlantai_banyak
https://www.slideshare.net/YogieVianto/sistem-utilitas-bangunan-tinggi
https://www.slideshare.net/jeffydzaralgiffary/core-dan-shaft

22