Anda di halaman 1dari 2

BAB III

ANALISIS KASUS

Seorang wanita berusia 60 tahun datang dengan keluhan utama batuk darah sejak 7
hari SMRS.

Sejak kurang lebih 2 bulan yang lalu, pasien mengeluh batuk darah (+) banyaknya
sekitar 1 sendok makan sekali batuk, sesak nafas (+), hilang timbul, sesak tidak dipengaruhi
aktivitas, emosi, cuaca, dan posisi, demam (+) terutama malam hari, keringat malam hari (+),
nafsu makan turun (+), berat badan turun (+), mual (+), muntah (-), BAK dan BAB normal.
Pasien lalu berobat ke puskesmas dan dicek dahak sebanyak 3 kali. Pasien dinyatakan
menderita TB paru dan memulai pengobatan OAT.

Sejak kurang lebih 7 hari SMRS, pasien mengeluh masih mengalami batuk darah,
banyaknya kurang lebih 1 gelas aqua, sesak nafas (+) hilang timbul, sesak tidak dipengaruhi
aktivitas, emosi, cuaca, dan posisi, demam (+) terutama malam hari, keringat malam hari (+),
nafsu makan turun (+), berat badan turun (+), mual (+), muntah (-), BAK dan BAB normal.
Pasien lalu berobat ke RSUD Prabumulih.

Dari hasil anamnesa awal didapatkan os batuk darah, bisa kita diagnosis banding
dengan TB paru, laserasi saluran nafas atas atau kanker paru. Keluhan lain bahwa os sesak
nafas namun tidak dipengaruhi aktivitas, emosi, cuaca dan posisi sehingga bisa kita
singkirkan bahwa sesak berasal dari kelainan jantung maupun asma. Demam yang dialami os
merupakan pertanda sedang terjadi infeksi, keringat malam hari, nafsu makan turun serta
penurunan berat badan merupakan gejala dari penyakit TB paru. Terlebih os sudah berobat ke
puskesmas lalu dicek dahak sehingga diberikan pengobatan TB paru. Dari riwayat penyakit
dahulu os menderita darah tinggi yang tidak terkontrol, os belum pernah menderita TB paru
sebelumnya serta penyakit asma dan DM disangkal. Keluarga os juga tidak memiliki keluhan
yang sama dengan os.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang,
kesadaran compos mentis, tekanan darah 140/90 mmHg yang menunjukkan pasien dalam

44
keadaan Hipertensi (dari riwayat penyakit os), denyut nadi 98 x/m, RR 28 x/m, suhu 36,5C.
Pada pemeriksaan kepala, mata, mulut, telinga, leher tidak ditemukan kelainan. Pada
pemeriksaan paru didapatkan vesikuler kanan yang suaranya lebih rendah dibandingkan
sebelah kiri, rhonki dan wheezing tidak ada. Pemeriksaan jantung normal. Pada pemeriksaan
abdomen dan ekstremitas juga tidak didapatkan kelainan.

Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan LED yang meningkat sebesar 47 mm/jam


dan penurunan kalium 3,23 mmol/L.

Hasil pemeriksaan foto rontgen thorax didapatkan cavitas pada apex paru kanan yang
menandakan TB paru aktif.

Berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang maka


dapat ditegakkan bahwa pasien mengalami batuk darah dikarenakan TB paru.

Pada penatalaksanaan holistik dan komprehensif, Os diberikan terapi non-farmakologis


berupa edukasi untuk istirahat tirah baring, diberikan oksigen dengan nasal kanul sebanyak 3
L/m serta diberi edukasi mengenai penyakit TB yang merupakan penyakit menular sehingga
os disarankan untuk mengenakan masker. Untuk terapi farmakologis, Os diberikan IVFD RL
gtt xx/menit mikro, injeksi asam traneksamat 3x500 mg iv karena os batuk darah, terapi OAT
golongan I dilanjutkan, diberikan vitamin B1B6B12 1x1 tab, serta ambroxol syrup 3x1C.

45