Anda di halaman 1dari 6

Analisis FMEA (Failure Mode Effects Analysis)

Proses Produksi Mode Kegagalan Potensi Efek Penyebab Potensi Risk Priority
No. S O Proses Kontrol Saat Ini D
(Unit) (Failure Mode) Kegagalan Kegagalan Number

Menghimbau
Kesalahan dosis obat, dokter/petugas untuk
Resep (nama pasien, Dokter/petugas terburu-
1. Apotek 8 kesalahan pemberian 10 menulis resep (nama obat, 4 8 x 10 x 4 = 320
nama obat) buru menuliskan resep
obat nama pasien) dengan
benar dan jelas
Memberikan penjelasan
Bahasa pasien tidak Petugas tidak bisa Kesalahan pemahaman
kepada pasien dengan
dapat dimengerti oleh bahasa daerah/bahasa 6 penggunaan obat oleh 10 5 6 x 10 x 5 = 300
perlahan agar dapat
petugas pasien pasien
dimengerti
Takaran air untuk
Tidak ada gelas ukur Menggunakan takaran
pengenceran obat tidak 8 Kesalahan dosis obat 10 4 8 x 10 x 4 = 320
untuk pengen ukur media lain
tepat
Mual, muntah, lemas, Petugas diberikan arahan
akibat pemberian obat untuk selalu mengedukasi
cacing oleh orangtua Edukasi ke pasien pasien tentang efek
2. Pustu Alpen 4 Pasien lemas 2 1 4x2x1=8
pasien (Nama: Nisa, kurang samping pemberian obat
Umur: 9 tahun) apapun, termasuk obat
cacing
Efek samping suntikan Petugas diberikan arahan
KB 3 bulanan Edukasi ke pasien untuk selalu
3. Pustu Balee 4 Efek samping berulang 3 1 4 x 3 x 1 = 12
kurang menyampaikan kepada
pasien efek samping KB
Analisis FMEA (Failure Mode Effects Analysis)

suntik

Alergi Asam Petugas diingatkan agar


Mefenamat Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
4. Pustu Balee 6 Efek samping berulang 10 1 6 x 10 x 1 = 60
kurang pasien jika ada alergi obat

Efek samping KB Petugas diberikan arahan


suntik 3 bulanan untuk selalu
Polindes Sumber Edukasi ke pasien
5. 4 Efek samping berulang 3 menyampaikan kepada 1 4 x 3 x 1 = 12
Batu kurang
pasien efek samping KB
suntik
Akibat injeksi Depo Petugas diingatkan agar
(Alergi gatal, bengkak, Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
6. Pustu Ranto Panyang 6 Efek samping berulang 10 1 6 x 10 x 1 = 60
merah) kurang pasien jika ada alergi obat

Alergi sirup Petugas diingatkan agar


cotrimoxazole (gatal, Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
7. Pustu Ranto Panyang 6 Efek samping berulang 10 1 6 x 10 x 1 = 60
panas, bengkak) kurang pasien jika ada alergi obat

Alergi obat Petugas diingatkan agar


Cotrimoxazole Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
8. Pustu Paya Peunaga 6 Efek samping berulang 10 1 6 x 10 x 1 = 60
kurang pasien jika ada alergi obat
Analisis FMEA (Failure Mode Effects Analysis)

Pasien tidak tahan Petugas diingatkan agar


terhadap antibiotik Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
9. Pustu Sp. 6 6 Efek samping berulang 10 1 6 x 10 x 1 = 60
(jantung berdebar2) kurang pasien jika ada alergi obat

Pasien alergi Petugas diingatkan agar


Cotrimoxazole Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
10. Pustu Bukit Jaya 6 Efek samping berulang 10 1 6 x 10 x 1 = 60
kurang pasien jika ada alergi obat

Mual, muntah, lemah Petugas diingatkan agar


akibat pemberian obat Edukasi ke pasien selalu menganamnesa
11. Pustu Bukit Jaya 4 Pasien lemas 2 1 4x2x1=8
cacing kurang pasien jika ada alergi obat

Nama sama, beda Petugas tidak melakukan SOP pendaftaran


12. Kartu/Pendaftaran nama suami cek ulang terhadap 10 Pemberian terapi salah 10 dilakukan sebaik-baiknya 1 10 x 10 x 1 = 100
pasien
Salah identitas pasien Petugas tidak melakukan SOP pencatatan rekam
13. Poli Usila saat ingin merujuk cek ulang terhadap 10 Pemberian terapi salah 10 medik 1 10 x 10 x 1 = 100
pasien
Air raksa di tensimeter Komunikasi antar petugas
Poli Usila tidak berfungsi dengan Petugas tidak meminta Penatalaksanaan untuk penyediaan semua
14. 10 10 1 10 x 10 x 1 = 100
baik alat baru terhadap pasien salah alat medis yang
diperlukan
Salah identitas pasien Petugas melakukan
Petugas tidak melakukan
saat menulis resep pencatatan dengan baik
15. Poli Usila cek ulang terhadap 10 Pemberian terapi salah 10 1 10 x 10 x 1 = 100
baik rekam medik,
pasien
maupun resep
Analisis FMEA (Failure Mode Effects Analysis)

Saat itu diberikan SOP dilakukan dengan


terapi injeksi Ranitidin sebaik-baiknya
1 ampul (iv).
Kemudian setelah
pasien diizinkan
pulang ke rumah
UGD Anamnesa pasien Pasien mengalami
16. pasien terasa lemas dan 4 8 5 4 x 8 x 5 = 160
kurang lengkap penyakit lain
kakinya tidak bisa
digerakkan. Setelah
dibawa ke rumah sakti
ternyata pasien
menderita penyakit
lain.
Pasien dengan keluhan SOP pemberian obat
campak. Dokter dilakukan dengan sebaik-
memberikan terapi baiknya
salah satunya ada
Vitamin A. pasien
mengira Vitamin A Penyampaian informasi
17. Apotek 10 Pemberian obat salah 10 6 10 x 10 x 6 = 600
tersebut diteteskan ke kepada pasien kurang
mata. Setelah
mendapatkan
penjelasan dari petugas
barulah pasien paham
dan mengerti
Analisis FMEA (Failure Mode Effects Analysis)

UGD Pasien dirujuk ke UGD SOP penanganan pasien


untuk nebulizer NaCl melalui rekam medik
0,9% 3 cc kemudian dilakukan dengan sebaik-
Penulisan rekam medik
petugas UGD salah baiknya
18. tidak dibaca dengan baik 10 Pemberian terapi salah 10 5 10 x 10 x 5 = 500
aplus obat kemudian
oleh petugas
petugas MTBS datang
mengingatkan kembali
ke petugas UGD
Didapati penulisan SOP penulisan resep
Petugas menulis resep dilakukan
19. nama pasien pada 10 Pemberian obat salah 10 1 10 x 10 x 1 = 100
tidak jelas
kertas resep tidak jelas
Didapati umur pasien SOP penulisan reseep
tidak sesuai dengan Petugas menulis resep
20. 10 Pemberian obat salah 10 1 10 x 10 x 1 = 100
dosis obat yang tidak jelas
diresepkan
Waktu pelayanan Pencatatan dan
Didapati peresepan Komunikasi antar terganggu karena harus penginformasian dari
21. 2 6 1 2 x 6 x 1 = 12
obat kosong petugas kurang cek ulang kepada petugas apotek perihal
petugas peulis resep obat kosong
Laboratorium Penambahan petugas
Pencatatan hasil lab Hasil laboratorium laboratorium jika
22. Petugas kurang cermat 10 10 5 10 x 10 x 5 = 500
tidak tepat salah memungkinkan

Poli TB Sputum Sewaktu yang SOP pengambilan sputum


Petugas tidak Diagnosis dan terapi dilakukan dengan sebaik-
23. didapat dari pasien 10 5 10 x 10 x 5 = 500
mengedukasi pasien salah baiknya
suspek TB dijadikan 3
Analisis FMEA (Failure Mode Effects Analysis)

pot (Sewaktu, Pagi,


Sewaktu)

Laboratorium Hasil Plano Test bulan SOP layanan klinis


Petugas kurang cermat
Juli (+), hasil Plano masing-masing ruangan
menganalisa rekam
24. Test bulan Agustus (-), 10 Terapi salah 10 diperhatikan 5 10 x 10 x 5 = 500
medik (RM sempat
hasil Plano Test bulan
hilang)
September (+).
Meureubo, 8 Oktober 2017

Kepala UPTD Puskesmas Meureubo

dr. Hj. Andi Lidiawati


NIP. 19690604 200212 2001

Anda mungkin juga menyukai