Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Lansia atau lanjut usia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah
memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Pada Kelompok yang
dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process.
Ilmu yang mempelajari fenomena penuaan meliputi proses menua dan degenerasi
sel termasuk masalah-masalah yang ditemui dan harapan lansia disebut
gerontology (Cunningham & Brookbank, 1988)
Keperawatan komunitas merupakan salah satu bentuk kegiatan dibidang
kesehatan yang mencakup beberapa sub bidang, salah satunya adalah keperawatan
komunitas lanjut usia. Keperawatan komunitas lanjut usia merupakan bentuk
pelayanan yang tepat dengan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan
para usia lanjut dalam ruang lingkup komunitas.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang dapat di rumuskan adalah
apa dan bagaimana proses keperawatan asuhan keperawatan komunitas lansia.
1.3 Tujuan

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah :

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Gerontik.


2. Agar mahasiswa D III Keperawatan Tanjung Karang mampu memahami dan
menjelaskan definisi dan bagaimana asuhan keperawatan komunitas pada
lansia

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi

Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke


atas (Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999;8).

Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan


untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya
secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan
memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994).

Lansia atau lanjut usia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah
memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Pada Kelompok yang
dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process.
Ilmu yang mempelajari fenomena penuaan meliputi proses menua dan degenerasi
sel termasuk masalah-masalah yang ditemui dan harapan lansia disebut
gerontology (Cunningham & Brookbank, 1988)

Asuhan keperawatan lansia mengahadapi tantangan khusus karena perbedaan


fisiologis, kognitif, dan kesehatan psikososial. Lansia bervariasi pada tingkat
kemampuan fungsional. Mayoritas merupakan anggota komunitas yang aktif,
terlibat, dan produktif. Hanya sedikit yang telah kehilangan kemampuan untuk
merawat diri sendiri, bingung atau merusak diri, dan tidak mampu mebuat
keputusan yang berkaitan dengan kebutuhan mereka.

a) Kebutuhan Hidup Orang Lanjut Usia

Setiap orang memiliki kebutuhan hidup. Orang lanjut usia juga memiliki
kebutuhan hidup yang sama agar dapat hidup sejahtera. Kebutuhan hidup orang
lanjut usia antara lain kebutuhan akan makanan bergizi seimbang, pemeriksaan
kesehatan secara rutin, perumahan yang sehat dan kondisi rumah yang tentram

2
dan aman, kebutuhan-kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan semua orang
dalam segala usia, sehingga mereka mempunyai banyak teman yang dapat diajak
berkomunikasi, membagi pengalaman, memberikan pengarahan untuk kehidupan
yang baik. Kebutuhan tersebut diperlukan oleh lanjut usia agar dapat mandiri.

Kebutuhan tersebut sejalan dengan pendapat Maslow menyatakan bahwa


kebutuhan manusia meliputi :

1) Kebutuhan fisik (physiological needs) adalah kebutuhan fisik atau biologis


seperti pangan, sandang, papan, seks dan sebagainya.
2) Kebutuhan ketentraman (safety needs) adalah kebutuhan akan rasa keamanan
dan ketentraman, baik lahiriah maupun batiniah seperti kebutuhan akan
jaminan hari tua, kebebasan, kemandirian dan sebagainya.
3) Kebutuhan sosial (social needs) adalah kebutuhan untuk bermasyarakat atau
berkomunikasi dengan manusia lain melalui paguyuban, organisasi profesi,
kesenian, olah raga, kesamaan hobby dan sebagainya.
4) Kebutuhan harga diri (esteem needs) adalah kebutuhan akan harga diri untuk
diakui akan keberadaannya.
5) Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs) adalah kebutuhan untuk
mengungkapkan kemampuan fisik, rohani maupun daya pikir berdasar
pengalamannya masing-masing, bersemangat untuk hidup, dan berperan
dalam kehidupan. Sejak awal kehidupan sampai berusia lanjut setiap orang
memiliki kebutuhan psikologis dasar (Setiati,2000). Kebutuhan tersebut
diantaranya orang lanjut usia membutuhkan rasa nyaman bagi dirinya sendiri,
serta rasa nyaman terhadap lingkungan yang ada. Tingkat pemenuhan
kebutuhan tersebut tergantung pada diri orang lanjut usia, keluarga dan
lingkungannya . Jika kebutuhankebutuhan tersebut tidak terpenuhi akan
timbul masalah-masalah dalam kehidupan orang lanjut usia yang akan
menurunkan kemandiriannya (Ismayadi, 2004).

3
2.2 Proses Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS LANSIA

A. Pengkajian

Pengkajian multidimensional meliputi kesehatan mental dan fisik, fungsi


tubuh, dan situasi social. Pengkajian yang difokuskan pada pengkajian unutk
etiologi fisiologis, psikologis, dan lingkungan dari kondisi gangguan mental pada
lanjut usia yag dirawat (Kushariyadi, 2010).

Menurut Anderson E dan McFarlene, dalam model asuhan keperawatan


pengkajian secara umum meliputi inti komunitas yaitu penduduk serta delapan
subsistem yang mempengaruhinya. Inti komunitas, perlu dikaji tentang
pendidikan, pekerjaan, agama, keyakinan/nilai yang dianut serta data-data tentang
subsistem sebagai berikut :.

1. Data inti
Demografi, Karekteristik Umur Dan Sex, Vital Statistik

Data demograf kelompok atau komunitas yang terdiri : jumlah penduduk


lansia dalam wilayah, umur, pendidikan, jenis kelamin, vital stastistik, pekerjaan,
agama, nilai nilai, keyakinan serta riwayat timbulnya kelompok atau komunitas
yang dapat dicontohkan sebagai berikut :

Jumlah penduduk : 987 jiwa

Laki laki : 523 jiwa


Perempuan : 464 jiwa

Pendidikan penduduk : Para penduduk mayoritas berpendidikan hingga lulus


SLTA.

Beberapa diantaranya : Suku Jawa

4
Status perkawinan : Menikah dan kebanyakan penduduk di komunitas tersebut
adalah janda (lansia) karena kebanyakan pasangannya meninggal.

Nilai dan kepercayaan : Nilai dan norma para masyarakat masih mengenal nilai
kesopanan, gotong royong dan kerukunan antar warganya. Hal ini dapat dilihat
dari adanya kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang masih terus berjalan. Seperti:
kerja bakti, arisan, dan takziyah.

Agama : Mayoritas beragama Islam dan beberapa diantaranya


beragama nasrani

2. Data subsistem
a. Lingkungan fisik
1) Kualitas udara

Keadaan udara di daerah tempat tinggal lansia beriklim sejuk atau panas,
apakah terdapat polusi udara yang dapat mengganggu pernafasan warga atau
tidak.

2) Kualitas air

Sumber air yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,


keadaan saluran air disekitar rumah.

3) Tingkat kebisingannya

Adanya sumber suara / bising yang dapat mengganggu keadaan lansia,


contohnya seperti pabrik.

4) Jarak antar rumah/ kepadatan


Jarak antar rumah satu dengan yang lainnya, apakah saling berdempetan.
b. Pendidikan

Riwayat pendidikan, pendidikan terakhir dan juga apakah ada sarana


pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan warga.

5
c. Keamanan dan transportasi

Keadaan penjagaan lingkungan sekitar seperti adanya siskamling, satpam atau


polisi. Apakah dari keamaan tersebut menimbulkan stress atau tidak. Sarana
transportasi yang digunakan warga untuk mobilisasi sehari menggunakan
kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

d. Politik dan pemerintahan

Kebijakan yang ada didaerah tersebut apakah cukup menunjang sehingga


memudahkan komunitas mendapat pelayanan di berbagai bidang termasuk
kesehatan.

e. Pelayanan social dan kesehatan

Tersedianya tempat pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, balai


pengobatan) untuk melakukan deteksi dini gangguan atau merawat atau
memantau apabila gangguan sudah terjadi serta karakteristik pemakaian fasilitas
pelayanan kesehatan.

f. Komunikasi

Sarana komunikasi apa saja yang dapat dimanfaatkan di komunitas tersebut


untuk saling berkomunikasi antar warga atau untuk mendapatkan informasi dari
luar misalnya televisi, radio, koran, atau leaflet yang diberikan kepada komunitas.

g. Ekonomi

Tingkat sosial ekonomi komunitas secara keseluruhan, masih bekerja atau


tidak, bagaimana dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

h. Rekreasi

Apakah tersedia sarananya, kapan saja dibuka, dan apakah biayanya


terjangkau oleh komunitas. Rekreasi ini hendaknya dapat digunakan komunitas
untuk mengurangi stress.

6
B. Analisis data
Diagnosa keperawatan

Untuk menentukan masalah kesehatan pada masyarakat dapatlah dirumuskan


diagnosa keperawatan komunitas yang terdiri dari :

Masalah (Problem)

Yaitu kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang terjadi.

Penyebab (Etiologi)
Yang meliputi perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyarakat,
lingkungan fisik dan biologis, psikologis dan sosial serta interaksi perilaku dengan
lingkungan.
Tanda dan Gejala (Sign and Sympton)
Yaitu informasi yang perlu untuk merumuskan diagnosa serta serangkaian
petunjuk timbulnya masalah.

No. Data Problem Etiologi

1 Ds: Diabetes pada Kebiasaan


lansia hidup lansia
Kader posyandu mengatakan
yang tidak
35% lansia menderita diabetes
terkontrol
namun jarang memeriksakan
kondisinya.

Do:

Lansia menkonsumsi makanan


dengan tidak terkontrol dan
hanya berada di rumah setiap
harinya

7
2 DS: Hipertensi Ketidakpatuhan
lansia dalam
Bidan desa mengatakan lansia
mengikuti
banyak yang menderita
posyandu
hipertensi dan lansia malas
lansia
mengikuti posyandu lansia yang
diselengarakan setiap bulannya.

3. Ds: Resiko kerusakan Perubahan


integritas kulit status
Banyak warga yang mengeluh
kesehatan
gatal-gatal pada tubuhnya.

Do:

Tubuh terlihat bintik-bintik


merah.

Diagnosa :

1. Diabetes berhubungan dengan kebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol.


2. Hipertensi berhubungan dengan ketidakpatuhan lansia dalam mengikuti
posyandu lansia.
3. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan status
kesehatan.
C. Kriteria Penapisan

No Diagnosa Kriteria penapisan


Keperawatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

8
1. Diabetes 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 42
berhubungan dengan
kebiasaan hidup
lansia yang tidak
terkontrol

2. Hipertensi 4 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 4 40
berhubungan dengan
ketidakpatuhan lansia
dalam mengikuti
posyandu lansia.

3. Resiko kerusakan 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 4 39
integritas kulit
berhubungan dengan
penurunan status
kesehatan.

Keterangan Kriteria penapisan:

1. Sesuai degan peran perawat komunitas.


2. Jumlah yang beresiko
3. Besarnya resiko
4. Kemungkinan untuk pendidikan kesehatan
5. Minat masyarakat
6. Kemungkinan untuk diatasi
7. Sesuai program pemerintah
8. Sumber daya tempat
9. Sumber daya waktu
10. Sumber daya dana

9
11. Sumber daya peralatan
12. Sumber daya manusia

Skor :

1 = Sangat Rendah 4 = Tinggi

2 = Rendah 5 = Sangat Tinggi

2 = Cukup Jumlah skor 121


D. Rencana Tindakan

Diagnosa Tujuan jangka pendek Tujuan jangka panjang

Diabetes Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan


berhubungan keperawatan tindakan keperawatan
dengan
selama 4 minggu, komunitas selama 8 minggu,
kebiasaan hidup
diharapkan: komunitas diharapkan
lansia yang tidak
angka diabetes (kadar
terkontrol 1. Lansia mampu mengontrol
glukosa) pada lansia
ditandai dengan asupan makanan sehari
dapat menurun
35 % lansia harinya dan dapat melakukan
menderita sedikit aktivitas.
diabetes 2. Lansia rutin setiap bulannya
menghadiri kegiatan posyandu
lansia yang diadakan.

10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Asuhan keperawatan lansia mengahadapi tantangan khusus karena perbedaan


fisiologis, kognitif, dan kesehatan psikososial. Lansia bervariasi pada tingkat
kemampuan fungsional. Mayoritas merupakan anggota komunitas yang aktif,
terlibat, dan produktif. Hanya sedikit yang telah kehilangan kemampuan untuk
merawat diri sendiri, bingung atau merusak diri, dan tidak mampu mebuat
keputusan yang berkaitan dengan kebutuhan mereka.

Diagnosa keperawatan komunitas yang bisa ditegakkan pada asuhan


keperawatan komunitas lansia adalah:

1. Diabetes berhubungan dengan kebiasaan hidup lansia yang tidak terkontrol.


2. Hipertensi berhubungan dengan ketidakpatuhan lansia dalam mengikuti
posyandu lansia.
3. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan status
kesehatan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, E.T. (2006). Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik.
Jakarta : EGC.

Basford, Lynn. & Slevin, Oliver. (2006). Teori & Praktik Keperawatan
Pendekatan Integral pada Asuhan Pasien. Jakarta : EGC

Ismayadi. (2004). Asuhan Keperawatan Dengan Reumatik (Artritis Treumatoid)


Pada Lansia. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Kushariyadi. (2008). Asuhan Keperawatan Klien Lanjut Usia dengan Demensia


pada Home Care. Universita Muhammadiyah Malang

Kushariyadi. (2009). Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia. Jakarta :


Salemba Medika

12